INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul
Nama Penyusun : Bintang Hafidz Fadhillah
Sekolah : MA
Mata Pelajaran : FIKIH
Kelas/Semester : X/Genap
Alokasi Waktu : 15 Menit
B. Kompetensi Awal
Pengetahuan Dasar: Peserta didik mngkin sudah mengetahui beberapa hukum fiqih, tetapi
pemahaman mereka terhadap pengertian fiqih dan Sejarah perkembangannya masih
terbatas
Kesadaran Spiritual: Peserta didik diharapkan mampu Menganalisis pengertian fikih,
sumber-sumber hukum Islam, dan sejarah perkembangan fikih dari masa Rasulullah
SAW hingga terbentuknya mazhab-mazhab fikih. Menunjukkan sikap toleran dan
menghargai perbedaan pendapat dalam fikih sebagai hasil ijtihad para ulama.
C. Profil Pelajar Pancasila dan Pelajaran Rahmatan Lil Alamin
1. Peserta didik menunjukkan sikap beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia melalui kegiatan berdoa sebelum dan sesudah belajar, pembiasaan
tadarrus.
2. Peserta didik menunjukkan sikap berkebinekaan global dan kesetaraan (musawah)
melalui sikap tidak membeda-bedakan teman ketika pembentukan kelompok diskusi
atau praktikum.
3. Peserta didik menunjukkan sikap mandiri melalui sikap sadar diri dan tidak
ketergantungan pada teman saat melaksanakan kegiatan pembelajaran.
4. Peserta didik menunjukkan sikap bergotong royong dan musyawarah (syura) melalui
kegiatan bekerjasama dalam kelompok saat melaksanakan kegiatan diskusi, maupun
presentasi hasil kerja kelompok.
5. Peserta didik menunjukkan sikap bernalar kritis melalui kegiatan tanya jawab mengenai
peristiwa kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan topik materi.
D. Kompetensi Inti
K.I.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
K.I.2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli (gotong royong),
kerjasama, toleran (damai), santun, responsif dan proaktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia
K.I.3 Memahami, menerapkan dan menganalisis, pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusian,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untk memecahkan masalah
K.I.4 mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
E. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
1.13 Menghayati fikih sebagai bagian dari 1.2.1 Menunjukkan kesadaran bahwa fikih
ajaran Islam yang bersumber dari merupakan bagian dari tuntunan hidup
wahyu Allah dan sunah Rasulullah umat Islam. Menyebutkan bahwa
yang mengatur tata cara kehidupan hukum Islam berasal dari wahyu dan
manusia.
sunah.
2.13 Menunjukkan sikap toleran dan 2.2.1 Menyebutkan pentingnya saling
menghargai perbedaan pendapat dalam menghargai antarmazhab.
fikih sebagai hasil ijtihad para ulama.
3.13 Menganalisis pengertian 3.13.1 Menganalisis definisi fikih secara benar.
fikih, sumber-sumber hukum (Konseptual)
Islam, dan sejarah 3.13.2 Menganalisis lima sumber hukum Islam: Al-
perkembangan fikih dari Qur'an, Sunah, Ijma’, Qiyas, dan Istihsan.
(Faktual
masa Rasulullah SAW hingga
3.13.3 Meganalisis tahapan perkembangan fikih
terbentuknya mazhab-mazhab (masa Rasulullah, Sahabat, Tabi'in, dan
fikih. Mazhab.). Prosedural
Menganalisis Manfaat/hikmah memahami
3.13.4 Konsep Fiqih dan Sejarah Perkembangannya
(Metakognitif)
4.13 Menyajikan informasi dalam 4.13.1 Menyajikan karya seperti peta konsep,
bentuk lisan atau tulisan storytelling, terkait konsep fiqih dan
mengenai konsep pengertian
fikih dan sejarah sejarah perkembangannya
perkembangannya
F. Tujuan Pembelajaran (Audience, Behavior, Condition, Degree)
1. Siswa menghayati fikih sebagai bagian dari ajaran Islam yang bersumber dari wahyu Allah
dan sunah Rasulullah yang mengatur tata cara kehidupan manusia dalam kehidupan sehari-
hari dengan kesadaran sendiri
2. Siswa menunjukkan perilaku toleran dan menghargai perbedaan pendapat dalam fikih dengan
kesadaran sendiri dalam kehidupan sehari-hari
3. Menganalisis definisi fikih secara benar. (Konseptual)
4. Siswa mampu mengdentifikasi lima sumber hukum Islam dalam diskusi kelompok,
storytelling/kisah, video comment, atau information search (Faktual)
5. Siswa mampu menyebutkan tahapan perkembangan fikih (masa Rasulullah, Sahabat, Tabi'in,
dan Mazhab). (Prosedural)
6. Siswa mampu menganalisis manfaat/hikmah memahami Konsep Fiqih dan Sejarah
Perkembangannya melalui diskusi kelompok, storytelling, video comment, atau information
search (metakognitif)
7. Siswa mampu menyajikan karya seperti storytelling, terkait konsep fiqih dan sejarah
perkembangannya dalam melalui discovery learning
G. Sarana dan Prasarana
1. Prasarana: Ruang Kelas
2. Sarana: Laptop, Proyektor, Papan tulis, kertas materi
3. Materi:
a. Pengertian Fiqih dan sumber hukumnya
b. Tahapan perkembangan fikih dari masa Rasulullah sampai kemundurannya
c. Manfaat/hikmah memahami perkembangan fikih dari masa Rasulullah sampai
masa madzhab
4. Sumber Bahan Ajar:
Buku Fiqih kelas X Madrasah Aliyah Kementrian Agama RI Tahun 2020
H. Target Peserta Didik
Peserta didik regular/tipikal umum
I. Model dan Metode Pembelajaran
1. Model Pembelajaran: Discovery Learning
2. Metode Pembelajaran:
a. Diskusi kelompok
b. Video comment
c. Kuis
KOMPETENSI INTI
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui discovery learning dengan metode diskusi kelomok, presentasi dan
demonstrasi, peserta didik mampu:
1. Menghayati fikih sebagai bagian dari ajaran Islam yang bersumber dari wahyu Allah
dan sunah Rasulullah yang mengatur tata cara kehidupan manusia dalam kehidupan
sehari-hari dengan kesadaran sendiri
2. Menunjukkan perilaku toleran dan menghargai perbedaan pendapat dalam fikih
dengan kesadaran sendiri dalam kehidupan sehari-hari
3. Mampu menjelaskan definisi fikih secara benar
4. Mampu menyebutkan lima sumber hukum Islam: Al-Qur'an, Sunah, Ijma’, Qiyas,
dan Istihsan.
5. Mampu menjelaskan tahapan perkembangan fikih (masa Rasulullah, Sahabat,
Tabi'in, dan Mazhab).
6. Mampu menjelaskan manfaat/hikmah memahami Konsep Fiqih dan Sejarah
Perkembangannya (Metakognitif)
7. Mampu menyajikan karya seperti peta konsep, storytelling, terkait konsep fiqih dan
sejarah perkembangannya.
B. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik menunjukkan sikap menghayati fikih sebagai bagian dari ajaran Islam
yang bersumber dari wahyu Allah dan sunah Rasulullah melalui refleksi pribadi atau
diskusi kelompok.
2. Peserta didik menunjukkan perilaku toleran dan menghargai perbedaan pendapat
dalam praktik fikih selama proses diskusi dan presentasi.
3. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian fikih secara tepat secara lisan maupun
tertulis.
4. Peserta didik mampu menyebutkan lima sumber hukum Islam: Al-Qur'an, Sunah,
Ijma’, Qiyas, dan Istihsan dengan benar.
5. Peserta didik mampu menjelaskan tahapan sejarah perkembangan fikih (masa
Rasulullah, Sahabat, Tabi'in, dan Mazhab) dengan runtut
6. Peserta didik mampu menyampaikan manfaat memahami konsep fikih dan sejarahnya
secara metakognitif melalui jawaban reflektif atau tugas individu.
7. Peserta didik mampu menyusun dan menyajikan karya kreatif (seperti peta konsep
atau storytelling) terkait konsep fikih dan sejarah perkembangannya secara
kolaboratif.
C. Pemahaman Bermakna
Peserta didik menyadari bahwa fikih bukan hanya kumpulan hukum, tetapi merupakan
bagian penting dari ajaran Islam yang bersumber dari wahyu Allah dan sunah Rasulullah.
Fikih membimbing umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan
kesadaran, toleransi, dan tanggung jawab. Dengan memahami sejarah perkembangan
fikih dan sumber-sumber hukumnya, peserta didik mampu meneladani semangat ijtihad
dan menghargai perbedaan pendapat dalam keberagaman umat Islam. Pengetahuan ini
menjadi bekal untuk berpikir kritis, bersikap terbuka, dan berkontribusi positif dalam
kehidupan sosial dan keagamaan.
D. Pertanyaan Pemantik
1. Apa yang akan terjadi jika umat Islam tidak memiliki pedoman hukum dalam
menjalani kehidupan sehari-hari?
2. Mengapa pendapat para ulama dalam fikih bisa berbeda-beda, padahal semuanya
bersumber dari Al-Qur'an dan Sunah?
3. Kalau kamu diminta menjelaskan apa itu fikih kepada teman non-Muslim, bagaimana
kamu akan menjelaskannya?
E. Kegiatan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran:
1. Menghayati fikih sebagai bagian dari ajaran Islam yang bersumber dari wahyu Allah
dan sunah Rasulullah yang mengatur tata cara kehidupan manusia dalam kehidupan
sehari-hari dengan kesadaran sendiri
2. Menunjukkan perilaku toleran dan menghargai perbedaan pendapat dalam fikih
dengan kesadaran sendiri dalam kehidupan sehari-hari
3. Mampu menjelaskan definisi fikih secara benar
4. Mampu menyebutkan lima sumber hukum Islam: Al-Qur'an, Sunah, Ijma’, Qiyas,
dan Istihsan.
5. Mampu menjelaskan tahapan perkembangan fikih (masa Rasulullah, Sahabat,
Tabi'in, dan Mazhab).
6. Mampu menjelaskan manfaat/hikmah memahami Konsep Fiqih dan Sejarah
Perkembangannya
7. Mampu menyajikan karya seperti peta konsep, storytelling, terkait konsep fiqih dan
sejarah perkembangannya.
KEGIATAN PENDAHULUAN
1. Guru melakukan pembiasaan, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
duduk peserta didik dan kebersihan kelas
2. Guru membuka dengan salam dan doa sebelum belajar
3. Guru melakukan ice breaking singkat
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik
KEGIATAN INTI
1. Guru menyampaikan pengantar materi
2. Guru membagi kelompok menjadi 3 kelompok
3. Setiap kelompok diberi topik khusus dan lembar kerja diskusi.
4. Masing-masing anggota kelompok mendiskusikan isi materi, membuat
catatan/alat bantu, atau menyiapkan media presentasi (poster, tabel, alat
peraga simulasi, dsb).
5. Masing-masing kelompok akan ditunjuk untuk menjawab pertanyaan dari guru
KEGIATAN PENUTUP
1. Guru menjelaskan inti dari materi
2. Guru dan peserta didik melakukan refleksi atas pembelajaran
3. Menutup pelajaran dengan membaca surah plihan, doa dan salam.
F. Asesmen
1. Pengertian Fikih
Secara bahasa, fikih berasal dari kata faqiha–yafqahu–fiqhan yang berarti
memahami secara [Link] istilah, fikih adalah ilmu tentang hukum-
hukum syariat Islam yang bersifat amaliyah (praktis), yang digali dari dalil-dalil
terperinci (tafsili) melalui proses ijtihad.
2. Sumber Hukum Fikih
• Al-Qur'an. Merupakan sumber hukum utama yang berisi petunjuk umum
maupun khusus bagi umat [Link]: Perintah salat, puasa, zakat, dan
larangan riba.
• Sunnah (Hadis). Penjelasan Nabi Muhammad SAW terhadap ayat-ayat
Al-Qur’an dalam bentuk ucapan, perbuatan, dan ketetapan.
Contoh: Cara pelaksanaan salat, tata cara haji, dan hukum jual beli.
• Ijma'. Kesepakatan para ulama mujtahid pada suatu masa terhadap suatu
permasalahan hukum.
Contoh: Kesepakatan pengumpulan mushaf Al-Qur’an pada masa Abu
Bakar.
• Qiyas. Menetapkan hukum terhadap suatu kasus baru dengan
menganalogikannya pada kasus yang telah ada hukumnya dalam Al-
Qur’an atau Sunnah karena ada kesamaan illat (alasan hukumnya).
Contoh: Pengharaman narkotika dengan analogi khamr karena sama-sama
memabukkan.
• Istihsan. Menetapkan hukum dengan mengesampingkan qiyas demi
kemaslahatan yang lebih besar.
Contoh: Membolehkan jual beli salam dalam kondisi tertentu demi
kebutuhan umat.
3. Tahapan Perkembangan Fikih
• Masa Rasulullah saw.
Pada masa ini, sumber hukum langsung berasal dari wahyu, yaitu Al-
Qur’an. Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan hukum melalui sabda,
tindakan, dan ketetapannya. Tidak ada perbedaan pendapat karena Nabi
menjadi rujukan utama dalam setiap persoalan hukum.
• Masa Sahabat
Setelah Nabi wafat, para sahabat menjadi rujukan umat. Mereka
berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah, dan mulai menggunakan ijtihad
ketika tidak ditemukan nash yang jelas. Perbedaan pendapat mulai
muncul, namun tetap dalam kerangka saling menghormati.
• Masa Tabi’in
Tabi’in adalah generasi setelah sahabat. Mereka belajar langsung dari
sahabat dan mulai mengembangkan metode ijtihad yang lebih sistematis.
Pada masa ini mulai tampak dua kecenderungan:
- Ahlu Ra’yi (mengandalkan rasionalitas dan qiyas), berkembang
di Kufah.
- Ahlu Hadis (berpegang teguh pada hadis), berkembang di
Madinah.
• Masa Kodifikasi dan Munculnya Mazhab
Pada masa ini, para ulama besar mulai menyusun hukum-hukum fikih
secara sistematis dalam bentuk mazhab. Beberapa mazhab terkenal antara
lain: (1) Mazhab Hanafi: dipelopori oleh Imam Abu Hanifah, menekankan
penggunaan qiyas. (2) Mazhab Maliki: dipelopori oleh Imam Malik bin
Anas, mengutamakan praktik penduduk Madinah. (3) Mazhab Syafi’i:
dipelopori oleh Imam al-Syafi’i, menyusun dasar-dasar ushul fikih. (4)
Mazhab Hanbali: dipelopori oleh Imam Ahmad bin Hanbal, sangat
mengutamakan hadis sahih.
G. Asesmen
1. Formatif
a. Asesmen Diagnostic:
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran dengan
pertanyaan:
No Pertanyaan Ya Tidak
1 Apakah kalian pernah mempelajari fiqih?
Apakah kalian tahu apa saja sumber
2
hukum fikih?
Menurut pendapatmu, apakah umat Islam
3
akan baik-baik saja kalau tidak ada
pedoman untuk muamalah?
b. Asesmen Selama Proses Pembelajaran
Asesmen ini dilakukan selama kegiatan diskusi, information research, presentasi dari
berbagai referensi mengenai menghargai perbedaan yang bisa diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari
Aspek yang dinilai
Skor (0-
No Nama Siswa
40)
1 2 3
2
3
Aspek Penilaian:
1. Kejelasan dan Kedalaman Informasi
2. Keakuratan sumber yang dipakai
3. Kejelasan dan kerapihan resume/rangkuman
c. Penilaian Sikap Spiritual
Nama Catatan Tindak
No Tanggal Butir Sikap
Siswa Perilaku Lanjut
1
2
3
4
d. Penilaian Sikap Sosial
Nama Catatan Tindak
No Tanggal Butir Sikap
Siswa Perilaku Lanjut
1
2
3
4
2. Sumatif
A. Soal Pilihan Ganda (PG)
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Secara istilah, fikih adalah ilmu yang membahas...
A. Ajaran Islam secara keseluruhan
B. Tata cara membaca Al-Qur’an
C. Hukum-hukum syariat Islam yang bersifat amaliyah dari dalil tafsili
D. Akidah dan tasawuf dalam Islam
E. Sejarah perkembangan Islam
2. Hukum fikih bersifat ijtihadi, artinya...
A. Tidak boleh berubah
B. Hanya berasal dari hadis
C. Tidak boleh diperdebatkan
D. Dapat berubah dan memungkinkan perbedaan pendapat
E. Tidak berasal dari Al-Qur’an
3. Berikut ini yang bukan termasuk sumber hukum fikih adalah...
A. Al-Qur’an
B. Sunnah
C. Qiyas
D. Filsafat
E. Ijma’
4. Menentukan hukum narkotika dengan menganalogikan pada hukum khamr disebut...
A. Ijma’
B. Istihsan
C. Qiyas
D. Ijtihad
E. Maslahah
5. Contoh istihsan dalam hukum fikih adalah...
A. Membandingkan dua hadis
B. Menyampingkan qiyas demi kemaslahatan umat
C. Menyalin ayat-ayat Al-Qur’an
D. Menggabungkan dua pendapat ulama
E. Menolak hadis yang bertentangan
6. Pada masa Rasulullah SAW, penetapan hukum dilakukan berdasarkan...
A. Fatwa para sahabat
B. Hasil musyawarah umat Islam
C. Wahyu yang diturunkan dan penjelasan Nabi
D. Konsensus umat Islam
E. Logika dan rasionalitas
7. Dua pusat perkembangan fikih pada masa Tabi’in adalah...
A. Mekkah dan Madinah
B. Madinah dan Syam
C. Baghdad dan Damaskus
D. Kufah dan Madinah
E. Basrah dan Yaman
8. Imam yang menyusun dasar-dasar ushul fikih adalah...
A. Imam Malik
B. Imam Syafi’i
C. Imam Abu Hanifah
D. Imam Ahmad bin Hanbal
E. Imam Bukhari
9. Mazhab yang dikenal lebih banyak menggunakan qiyas dan logika adalah...
A. Syafi’i
B. Hanbali
C. Hanafi
D. Maliki
E. Zaidiyah
10. Fikih disebut sebagai ilmu yang bersifat praktis karena...
A. Digunakan hanya oleh ulama
B. Menjelaskan akidah dan tauhid
C. Berkaitan dengan hukum-hukum amaliyah dalam kehidupan
D. Tidak berubah sepanjang masa
E. Tidak boleh diterapkan dalam masyarakat
B. Soal Esai
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar!
1. Jelaskan pengertian fikih secara bahasa dan istilah!
2. Sebutkan lima sumber hukum Islam beserta penjelasan singkatnya!
3. Mengapa fikih memungkinkan adanya perbedaan pendapat di antara para ulama?
4. Bandingkan peran sahabat dan tabi’in dalam perkembangan fikih!
5. Jelaskan peran Imam Syafi’i dalam sejarah perkembangan fikih!