Budaya Lombok Timur sebagai Sumber Kimia
Budaya Lombok Timur sebagai Sumber Kimia
id
Yunita Arian Sani Anwar1*, I Nyoman Loka2, Eka Junaidi3, Syarifa Wahidah Al Idrus4,
Jeckson Siahaan5
12345
Program Studi Pendidikan Kimia, Universitas Mataram. Jalan Majapahit No. 62
Mataram, NTB 83112, Indonesia.
* Coressponding Author. E-mail: yunita@[Link]
Abstrak
Integrasi budaya dalam pembelajaran kimia saat ini masih terbatas pada visualisasi atau sebagai
bagian dari kegiatan apersepsi pada skenario pembelajaran. Hal ini dimungkinkan karena belum adanya
identifikasi dan analisis secara mendalam terkait dengan konten budaya dan integrasinya dengan konten
kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis budaya di Lombok Timur
sebagai sumber belajar kimia. Pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran informasi terkait
budaya yang ada di Lombok Timur yang hingga saat ini masih digunakan oleh masyarakat. Budaya yang
dikaji dibatasi pada kebiasaan masyarakat dan adat istiadat. Data yang diperoleh dideskripsikan,
dianalisis, dan dikelompokkan ke dalam sumber belajar kimia. Hasil pengelompokan dinilai oleh lima
ahli bidang pendidikan kimia menggunakan Teknik Delphi melalui penilaian dan saran yang diberikan
oleh ahli. Draf yang telah dinilai ahli selanjutnya dinilai oleh praktisi terkait tanggapan dan peluang
penggunaan budaya sebagai sumber belajar kimia. Hasil penelitian menunjukkan kategori beberapa
aspek memiliki kategori cukup, baik dan sangat baik. Aspek yang banyak mendapatkan saran adalah
aspek 2 dan 3 yaitu visualisasi konten kimia dengan budaya dan kejelasan aspek budaya yang
terintegrasi dengan konten kimia. Rekomendasi dari penelitian ini perlu ada pengembangan sumber
belajar yang sesuai dengan prinsip pendidikan abad 21 yang mengintegrasikan hasil identifikasi.
Kata Kunci: eksplorasi budaya, pembelajaran kimia, Pendidikan abad 21
Abstract
Cultural integration in chemistry learning is still limited to visualization or as part of
apperception activities in learning scenarios. This integration is possible because there has been no in-
depth identification and analysis regarding cultural content and its integration with chemical content.
This research aims to identify and analyze culture in East Lombok as a source of chemistry learning.
Data collection was carried out by searching for information related to the culture in East Lombok,
which is still used by the community today. The culture studied is limited to community habits and
customs. The data obtained is described, analyzed, and grouped into chemistry learning resources. The
grouping results were assessed by five experts in the field of chemistry education using the Delphi
Technique through assessments and suggestions provided by the experts. Practitioners then consider
responders set by experts regarding responses and opportunities for using culture as a chemistry
learning resource. The research results show that several aspects are considered fair, reasonable, and
very good. The aspects that received many suggestions were aspects 2 and 3: visualization of chemistry
content with culture and clarity of cultural aspects integrated with chemistry content. The
recommendation from this research is that there is a need to develop learning resources that are by the
principles of 21st-century education that integrate identification results.
Keywords: culture exploration, chemistry learning, 21st-century education.
__________________________________________________________________________________
Chemistry Education Practice, 6 (2), 2023 - 184
Anwar, Loka, Junaidi, Idrus, Siahaan
Penelitian Ibe & Nwosu (2017) menggunakan dengan pengetahuan kimia, (5) aspek budaya
pendekatan etnosains sehingga mampu yang diuraikan terhubung dengan keterampilan
meningkatkan keterampilan proses siswa. Hingga kimia, (6) aspek budaya yang diuraikan
kini, guru belum mampu mengidentifikasi dan terhubung dengan sikap ilmiah, (7) aspek budaya
menghubungkan budaya dalam proses menarik untuk pembelajaran kimia, (8) kelogisan
pembelajaran sehingga siswa kehilangan uraian budaya dengan konten kimia, (9) nilai-
kesempatan mempertahankan budaya mereka nilai yang diuraikan sesuai dengan nilai karakter
(Parmin, 2017). yang perlu ditanamkan ke siswa, dan (10)
Laporan terkait dengan hubungan budaya integrasi budaya dan konten kimia tidak
khususnya di Lombok Timur dengan melanggar norma masyarakat. Aspek yang
pembelajaran Kimia masih sangat minim. Selama digunakan dikembangkan berdasarkan prinsip
ini penggunaan budaya pada pembelajaran Kimia pengembangan sumber belajar (An, 2021). Skala
masih terbatas pada pengenalan kebiasaan penilaian menggunakan 10 skala Likert.
tradisional untuk menghantarkan siswa belajar, Kuesioner juga dilengkapi dengan saran terkait
namun belum mengintegrasikan proses Kimia aspek yang dinilai.
yang terkandung dalam budaya tersebut. Teknik Analisis Data
Meskipun tidak semua budaya dapat dikaitkan
Hasil wawancara dideskripsikan dan
dengan pembelajaran Kimia, namun beberapa
dirangkum dalam bentuk uraian terkait budaya
kebiasaan masyarakat dan sains sederhana dapat
dan integrasinya dengan konten kimia. Hasil
digunakan sebagai sumber belajar untuk
penilaian ahli dianalisis dengan mencari
membiasakan karakter baik pada diri siswa.
persentasi skor 8-10, interquartile dan median.
METODE Hasil penilaian menggunakan kategori seperti
yang ditunjukkan pada Tabel 1 (Giannarou &
Teknik Pengumpulan Data
Zervas, 2014).
Tahap ini dilakukan melalui penelusuran
informasi terkait budaya yang ada di Lombok Tabel 1. Kategori Penilaian Ahli dan Praktisi
Timur yang hingga saat ini masih digunakan oleh Indikator Kategori
masyarakat. Budaya yang dikaji dibatasi pada ≥ 80% skor 8-10 Sangat baik
kebiasaan masyarakat dan adat istiadat. Data Interquartile ≤ 2
yang diperoleh dideskripsikan, dianalisis, dan Median 8-10
dikelompokkan ke dalam sumber belajar kimia. 65%-79% skor 8-10 Baik
Hasil pengelompokan dinilai oleh lima ahli Interquartile ≤ 2
bidang pendidikan kimia menggunakan Teknik Median 8-10
50%-64% skor 8-10 Cukup
Delphi melalui penilaian dan saran yang
Interquartile > 3
diberikan oleh ahli. Draf yang telah dinilai ahli Median < 8
selanjutnya dinilai oleh praktisi terkait tanggapan < 50% skor 8-10 Kurang
dan peluang penggunaan budaya sebagai sumber Interquartile > 3
belajar kimia (Giannarou & Zervas, 2014). Median < 8
Instrumen Pengumpul Data HASIL DAN PEMBAHASAN
Instrumen yang digunakan untuk
mengumpulkan data berupa daftar pertanyaan Hasil observasi terhadap budaya di
wawancara dan instrument penilaian oleh ahli Lombok Timur menunjukkan sedikitnya lima
dan praktisi. Pertanyaan wawancara difokuskan kebiasaan masyarakat dan adat istiadat yang
pada material, proses, dan nilai filosofis. masih dilestarikan hingga saat ini yaitu njeleng,
Pertanyaan dapat berkembang sesuai dengan poteng, pawai obor, begawe, dan mamak.
proses wawancara yang dilakukan secara face to Njeleng adalah tradisi membuat minyak kelapa
face terhadap narasumber. secara tradisional saat panen kelapa. Poteng
Instrumen penilaian oleh ahli berupa adalah makanan tradisional dari beras ketan yang
lembar kesepakatan yang menilai beberapa dibuat saat hari besar seperti idul fitri. Pawai obor
aspek. Aspek tersebut di antaranya (1) relevansi adalah kegiatan keliling kampung sambal
budaya dengan konten kimia, (2) visualisasi membawa obor saat malam takbiran. Begawe
konten kimia melalui budaya, (3) kejelasan aspek adalah tradisi masyarakat sebagai bentuk rasa
budaya yang terintegrasi dengan konten kimia, syukur dalam merayakan pernikahan, khitanan,
(4) aspek budaya yang diuraikan terhubung dan sebagainya. Mamak adalah kegiatan
belajar saat menjelaskan tentang koloid atau 10 Integrasi budaya dan konten Sangat Baik
tentang campuran. Nilai filosofis dapat menjadi kimia tidak melanggar norma
bagian dari mengajarkan sikap kepada siswa. masyarakat
Ketiga aspek dari setiap tradisi dapat memenuhi Tabel 5. Hasil Penilaian Praktisi
ketiga domain belajar yaitu domain kognitif,
psikomotorik, dan sikap. Hasil analisis konten No Aspek Kategori
kimia dari ketiga aspek tradisi ditunjukkan pada 1 Relevansi budaya dengan Baik
konten kimia
Tabel 3.
2 Visualisasi konten kimia Baik
Tabel 3. Analisis Konten Kimia dan Tradisi melalui budaya
Njeleng 3 Kejelasan aspek budaya yang Baik
terintegrasi dengan konten
Aspek Konten Kimia dan Domain Belajar kimia
Material Materi, Biomolekul, Sistem, Koloid 4 Aspek budaya yang diuraikan Sangat
(Domain kognitif dan psikomotorik) terhubung dengan pengetahuan Baik
Proses Perubahan kimia, koloid, kinetika kimia
kimia, katalisis, system dan 5 Aspek budaya yang diuraikan Baik
lingkungan (Domain kognitif dan terhubung dengan keterampilan
psikomotorik) kimia
Nilai Domain sikap 6 Aspek budaya yang diuraikan Baik
filosofis terhubung dengan sikap ilmiah
7 Aspek budaya menarik untuk Sangat
Hasil penilaian oleh expert dan praktisi pembelajaran kimia Baik
terhadap identifikasi ini secara keseluruhan 8 Kelogisan uraian budaya Baik
menunjukkan kategori baik dengan beberapa dengan konten kimia
aspek memiliki kategori cukup, baik dan sangat 9 Nilai-nilai yang diuraikan Sangat
baik. Aspek yang banyak mendapatkan saran sesuai dengan nilai karakter Baik
yang perlu ditanamkan ke siswa
adalah aspek 2 dan 3 yaitu visualisasi konten
10 Integrasi budaya dan konten Sangat
kimia dengan budaya dan kejelasan aspek budaya kimia tidak melanggar norma Baik
yang terintegrasi dengan konten kimia. masyarakat
Rangkuman hasil penilaian oleh expert dan
praktisi ditunjukkan pada Tabel 4 dan 5. Saran dan komentar yang diberikan oleh
Tabel 4. Hasil Penilaian Expert expert terkait identifikasi budaya dan integrasi
dengan konten kimia adalah (1) konten kimia
No Aspek Kategori dapat ditambahkan dengan laju reaksi seperti
1 Relevansi budaya dengan Baik pada proses pemisahan lemak dan air dari santan
konten kimia
2 Visualisasi konten kimia Cukup
dengan papaya muda termasuk pada peran
melalui budaya katalis. Selain itu pada proses mempercepat nyala
3 Kejelasan aspek budaya yang Cukup api dengan ditiup menggunakan semprong dapat
terintegrasi dengan konten dihubungkan dengan konsep laju reaksi melalui
kimia penambahan oksigen; (2) aspek budaya
4 Aspek budaya yang diuraikan Baik terhubung dengan keterampilan kimia dapat
terhubung dengan dirancang berupa eksperimen sederhana atau
pengetahuan kimia demonstrasi sederhana sehingga terhubung
5 Aspek budaya yang diuraikan Baik dengan visualisasi; (3) perlu dilanjutkan dalam
terhubung dengan bentuk pengembangan LKPD yang menarik
keterampilan kimia
6 Aspek budaya yang diuraikan Baik
sebagai bagian dari perangkat pembelajaran
terhubung dengan sikap kimia.
ilmiah Tanggapan dan saran dari praktisi secara
7 Aspek budaya menarik untuk Baik keseluruhan di antaranya (1) perlu ada penjelasan
pembelajaran kimia tambahan keterkaitan budaya dengan konten
8 Kelogisan uraian budaya Baik kimia; (2) perlu ada pengembangan buku guru
dengan konten kimia untuk memudahkan penggunaan budaya sebagai
9 Nilai-nilai yang diuraikan Sangat Baik sumber belajar kimia. Komentar secara
sesuai dengan nilai karakter keseluruhan menunjukkan ketertarikan dengan
yang perlu ditanamkan ke integrasi budaya untuk konten kimia. Alasan
siswa
beberapa guru karena pembelajaran kimia lebih Beberapa riset internasional telah
sarat dengan konten yang sulit sehingga siswa melaporkan tentang penggunaan budaya dan adat
kurang tertarik untuk mempelajarinya. istiadat sekitar sebagai sumber belajar kimia.
Identifikasi budaya khususnya budaya di Cerita atau kisah yang ada di suatu negara atau
Lombok Timur hingga tulisan ini disusun belum suatu komunitas dapat digunakan sebagai sumber
dilaporkan terutama sebagai sumber belajar belajar kimia yang relevan dan mendekatkan
kimia. Beberapa penelitian telah mulai siswa dengan lingkungannya (Johnson, 2022;
menyentuh budaya dalam visualisasi Winstead et al., 2022). Secara akademik,
pembelajaran kimia meskipun hasil penelitian penggunaan budaya memiliki implikasi dalam
sebelumnya menyatakan penggunaan budaya mencapai tujuan belajar. Penelitian Oladejo et al.
masih sangat minim di kalangan guru kimia (2022) melaporkan bahwa pendekatan budaya
(Handayani et al., 2022). Namun, antusias dalam dapat meningkatkan hasil belajar kimia dan
perbaikan pembelajaran kimia perlu diperkuat disarankan untuk proses pembelajaran masa
sehingga implementasi budaya bisa dilakukan depan. Selain dapat meningkatkan hasil belajar,
dengan lebih mendalam. budaya sekitar juga dapat meningkatkan minat
Studi terkait sumber belajar telah untuk belajar kimia (Younge et al., 2022).
menjelaskan bahwa artefak atau dokumen budaya Pendekatan budaya dapat diintegrasikan dengan
secara umum dapat menjadi sumber belajar yang model pembelajaran inovatif dalam
menarik. Prinsip pemilihan budaya sebagai implementasinya. Penelitian Spencer et al.
sumber belajar di antaranya (1) siswa merupakan (2022). Menggunakan model proyek kimia
individu yang dapat memiliki kebutuhan belajar dengan integrasi sumber daya lokal, budaya dan
yang berbeda; (2) dapat mendukung sains untuk membantu siswa sekolah menengah
pembelajaran offline maupun online; dan (3) dalam membangun konsep kimia dan
dapat menginspirasi atau memotivasi siswa memberikan pengalaman belajar yang lebih baik.
(Gosling, 2009). Identifikasi yang kami lakukan Riset kami akan diarahkan dalam pengembangan
dapat memenuhi ketiga prinsip pengembangan sumber belajar dan implementasinya dalam
sumber belajar yang dimaksud. Sesuai dengan pembelajaran kimia baik pada siswa sekolah
saran expert dan praktisi, ketiga prinsip dapat menengah maupun perguruan tinggi.
dilakukan dengan pengembangan LKPD atau
SIMPULAN
modul ajar baik secara elektronik maupun cetak
yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Sebanyak lima budaya dan adat istiadat di
Penggunaan budaya dapat memberikan proses daerah Lombok Timur telah diidentifikasi
pembelajaran yang berbeda dengan pembelajaran sebagai sumber belajar dalam bentuk material,
sebelumnya. proses, dan nilai-nilai filosofis dengan integrasi
Perkembangan pembelajaran untuk pada konten kimia. Hasil kesepakatan ahli
mewujudkan Pendidikan abad 21 menuntut menunjukkan kategori baik dengan beberapa
pengembangan sumber belajar yang terbuka dan aspek memiliki kategori cukup, baik dan sangat
fleksibel sesuai dengan kebutuhan siswa. baik. Aspek yang banyak mendapatkan saran
Pengembangan sumber belajar yang terbuka adalah aspek 2 dan 3 yaitu visualisasi konten
dengan memanfaatkan lingkungan sekitar kimia dengan budaya dan kejelasan aspek budaya
memiliki keuntungan di antaranya (1) yang terintegrasi dengan konten kimia.
memberikan pengalaman belajar yang baik bagi REKOMENDASI
siswa; (2) sumber belajar dapat diakses secara
luas; (3) penggunaan sumber daya yang lebih 1. Hasil identifikasi perlu dianalisis lebih lanjut
efisien; dan (4) memberikan pembelajaran sesuai untuk pembelajaran kimia di tingkat sekolah
dengan dengan kebutuhan siswa (Cosan, 2021). menengah dan perguruan tinggi.
Penelitian sebelumnya telah 2. Analisis dapat digunakan sebagai bahan
mengembangkan modul pembelajaran berbasis pengembangan sumber belajar seperti LKPD
etnosains menggunakan budaya di daerah atau RTM mahasiswa.
Lombok Tengah. Namun, modul hanya terbatas 3. Hasil identifikasi dapat digunakan sebagai
pada visualisasi dan sebagai pengantar dalam dasar pengembangan model pembelajaran
menjelaskan konsep asam basa. Integrasi antara dengan pendekatan budaya pada konten
material dan proses dengan konten kimia belum kimia.
dilakukan dengan kuat (Utari et al., 2021).
Journal of Chemical
Education, 99 (1), 402-408. Doi:
10.1021/[Link].2c00126
Parmin. Ethosains. Swadaya Manunggal,
Semarang, 2017.
Parsons, E.C., & Carlone, H.B. (2013). Culture
and science education in the 21st century:
Extending and making the cultural box
more inclusive. Journal of Research in
Science Teaching, 50(1), 1-11
Remmen K. B., Jegstad K. M. and Höper J.,
(2020), Preservice teachers’ reflections on
outdoor science activities following an
outdoor chemistry unit, J. Sci. Teacher
Educ., 1–19.
Spencer, J.L., D. N. Maxwell, K. R. S. Erickson,
D. Wall, L. Nicholas-Figueroa, K.
A. Pratt, & G. V. Shultz. (2022). Cultural
Relevance in Chemistry Education: Snow
Chemistry and the Iñupiaq Community.
Journal of Chemical
Education, 99 (1), 363-372. Doi:
10.1021/[Link].1c00480
Utari, R., Andayani Y., Savalas, L.R.T., &
Anwar, Y.A.S. (2021). Validity of
ethnoscience based chemistry learning
media emphasizing character values and
conservation behavior. Jurnal Penelitian
Pendidikan IPA, 7(1), 45-48. Doi:
10.29303/jppipa.v7i1.469
Winstead, A.J., Pumtiwitt C. McCarthy., Daria
S. Rice, & Grace W. Nyambura. (2022).
Linking Chemistry to Community:
Integration of Culturally Responsive
Teaching into General Chemistry I
Laboratory in a Remote Setting. Journal of
Chemical Education, 99 (1), 402-408.
Doi: 10.1021/[Link].1c00494
Younge, S., D. Dickens, L. Winfield, & S. S.
Johnson. (2022). Moving Beyond the
Experiment to See Chemists Like Me:
Cultural Relevance in the Organic
Chemistry Laboratory. Journal of
Chemical Education, 99(1), 383-392. Doi:
10.1021/[Link].1c00488