MODUL AJAR
KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)
Nama Madrasah : MTs S Darul Falah
Nama Penyusun :
NIP :
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan
(PJOK)
Face D, Kelas / Semester : IX (Sembilan) 1 (Ganjil)
MODUL AJAR DEEP LEARNING (KBC)
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN
KESEHATAN (PJOK)
BAB 1 : PERMAINAN INVASI (PERMAINAN SEPAK BOLA)
A. IDENTITAS MODUL
Nama Madrasah : MTs S Darul Falah
Nama Penyusun : ..........................
Mata Pelajaran : PJOK
Kelas / Fase / Semester : IX / D / Ganjil
Alokasi Waktu : 18 JP (6 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2024 / 2025
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
Pengetahuan Awal: Peserta didik telah memahami konsep dasar
permainan bola besar dan memiliki keterampilan dasar menendang dan
menghentikan bola.
Minat: Sebagian besar peserta didik memiliki minat terhadap olahraga
permainan, khususnya sepak bola, baik sebagai pemain maupun
penonton.
Latar Belakang: Peserta didik berasal dari lingkungan sosial yang
beragam dengan tingkat aktivitas fisik yang berbeda-beda.
Kebutuhan Belajar:
o Visual: Membutuhkan peragaan video dan demonstrasi langsung untuk
memahami teknik gerak yang kompleks.
o Auditori: Membutuhkan penjelasan verbal yang jelas dan instruksi yang
terstruktur.
o Kinestetik: Membutuhkan praktik langsung dan pengulangan untuk
menguasai keterampilan gerak.
C. TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA
Topik Panca Cinta: Cinta Ilmu, Cinta Diri dan Sesama Manusia
Materi Insersi: Inovasi dan penalaran kritis, Adab kepada teman,
Memahami akhlak terpuji kepada sesama: ta'awun, tafahum, tasamuh.
D. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
o Konseptual: Memahami konsep variasi dan kombinasi gerak spesifik
dalam permainan sepak bola serta strategi dasar dalam bermain.
o Prosedural: Mampu mempraktikkan variasi dan kombinasi keterampilan
menendang, menghentikan, menggiring, dan menyundul bola dengan
benar.
Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Meningkatkan
kebugaran jasmani, membangun kerja sama tim, menumbuhkan
sportivitas, dan menyalurkan energi secara positif. Melalui permainan,
peserta didik belajar mencintai proses belajar dan menghargai teman.
Tingkat Kesulitan: Sedang. Membutuhkan koordinasi motorik,
pemahaman taktik, dan kerja sama tim.
Struktur Materi: Materi disusun secara sistematis mulai dari pengenalan
konsep, latihan teknik dasar secara terpisah, penggabungan teknik
(variasi dan kombinasi), hingga aplikasi dalam permainan sederhana.
Integrasi Nilai dan Karakter: Mengintegrasikan nilai cinta ilmu melalui
analisis strategi, serta cinta diri dan sesama melalui kerja sama,
sportivitas, saling mendukung, dan menghargai kemampuan teman dalam
tim.
E. DIMENSI PROFIL LULUSAN
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan
Berakhlak Mulia: Mensyukuri karunia kesehatan jasmani dengan
menjaganya melalui olahraga dan menunjukkan akhlak yang baik (jujur,
sportif) saat bermain.
Kewargaan: Mematuhi peraturan permainan sebagai bentuk tanggung
jawab dan belajar bekerja sama dalam bingkai aturan yang disepakati
bersama.
Penalaran Kritis: Menganalisis efektivitas berbagai strategi permainan
dan mengambil keputusan yang tepat di lapangan.
Kreativitas: Menciptakan variasi serangan dan strategi bermain yang
tidak terduga untuk mengalahkan lawan.
Kolaborasi: Bekerja sama secara efektif dalam tim, saling memberikan
dukungan, dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama.
Kemandirian: Mengambil inisiatif untuk berlatih meningkatkan
keterampilan individu demi kontribusi yang lebih baik kepada tim.
Kesehatan: Memahami pentingnya aktivitas fisik untuk menjaga
kesehatan tubuh dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Komunikasi: Menggunakan komunikasi verbal dan non-verbal yang
efektif untuk berkoordinasi dengan rekan satu tim saat bermain.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Terampil Bergerak
Menerapkan keterampilan gerak serta mentransfernya ke dalam berbagai situasi
gerak; memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan capaian keterampilan gerak.
Belajar Melalui Gerak
Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi gerak yang
berbeda; menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dan
partisipasi inklusif; menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan
keputusan kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani.
Bergaya Hidup Aktif
Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani dan menjelaskan reaksi tubuh terhadap
berbagai tingkat intensitas yang berbeda; menjelaskan strategi peningkatan
aktivitas jasmani dan pencegahan perilaku sedenter.
Memilih Hidup yang Menyehatkan
Menganalisis risiko kesehatan akibat gaya hidup dan merancang tindakan
pencegahan melalui aktivitas jasmani berdasarkan rekomendasi otoritas
kesehatan; merancang pola makan sehat berdasarkan analisis kandungan gizi
sesuai kebutuhan aktivitas jasmani; serta mempraktikkan prosedur untuk
menangani cedera yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan
berdasarkan prinsip pertolongan pertama.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
Matematika: Perhitungan kecepatan lari, sudut tendangan, dan analisis
statistik sederhana dalam permainan.
Ilmu Pengetahuan Alam (Fisika): Memahami konsep gaya, gerak, dan
energi dalam setiap gerakan menendang, melempar, dan lari.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (3 JP): Peserta didik mampu menganalisis dan
mempraktikkan variasi gerak spesifik menendang/mengumpan dan
menghentikan bola dengan benar.
Pertemuan 2 (3 JP): Peserta didik mampu menganalisis dan
mempraktikkan kombinasi gerak spesifik menendang/mengumpan dan
menghentikan bola dalam situasi bergerak.
Pertemuan 3 (3 JP): Peserta didik mampu menganalisis dan
mempraktikkan variasi dan kombinasi gerak spesifik menggiring bola.
Pertemuan 4 (3 JP): Peserta didik mampu menganalisis dan
mempraktikkan variasi dan kombinasi gerak spesifik menyundul bola dan
melempar bola ke dalam.
Pertemuan 5 (3 JP): Peserta didik mampu mengintegrasikan berbagai
keterampilan gerak spesifik (menendang, menghentikan, menggiring) dalam
sebuah permainan sederhana.
Pertemuan 6 (3 JP): Peserta didik mampu menerapkan strategi sederhana
dan bermain sepak bola dengan peraturan yang dimodifikasi, menunjukkan
nilai kerja sama dan sportivitas.
D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat menjelaskan prosedur variasi dan kombinasi
menendang dan menghentikan bola.
2. Peserta didik mampu melakukan umpan datar dan lambung kepada teman
dengan akurasi 70%.
3. Peserta didik mampu menghentikan bola datar dan lambung dengan
kontrol yang baik.
4. Peserta didik dapat menjelaskan prosedur menggiring bola dengan
berbagai bagian kaki.
5. Peserta didik mampu menggiring bola melewati rintangan tanpa
kehilangan kontrol.
6. Peserta didik mampu menyundul bola hasil umpan lambung ke arah
target.
7. Peserta didik mampu bekerja sama dalam tim untuk menerapkan strategi
permainan sederhana.
E. IKLIM/BUDAYA MADRASAH
Menciptakan lingkungan belajar yang positif, suportif, dan penuh
semangat cinta persaudaraan.
Membiasakan budaya saling menghargai, sportif, dan tidak merendahkan
teman yang melakukan kesalahan.
Mengawali dan mengakhiri setiap kegiatan dengan doa sebagai wujud
cinta kepada Allah Swt.
F. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Menonton pertandingan sepak bola profesional untuk mengamati dan
menganalisis penerapan teknik dan strategi.
Mendiskusikan bagaimana nilai-nilai kerja sama dan sportivitas dalam
sepak bola dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan
masyarakat.
G. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
Model Pembelajaran: Teaching Games for Understanding (TGfU),
Pembelajaran Berbasis Proyek (pada pertemuan 5 & 6).
Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
o Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk fokus pada setiap gerakan,
merasakan koordinasi otot, dan menyadari posisi tubuhnya saat
melakukan teknik sepak bola. Kesadaran ini menumbuhkan cinta pada
proses belajar.
o Meaningful Learning: Peserta didik memahami bahwa setiap teknik
yang dipelajari memiliki tujuan dan fungsi dalam permainan, dan
bagaimana kerja sama tim adalah wujud nyata dari cinta sesama.
o Joyful Learning: Pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan yang
menyenangkan dan menantang, sehingga peserta didik merasa gembira
dan antusias dalam belajar.
Metode Pembelajaran: Demonstrasi, Latihan (Drill), Permainan, Diskusi.
Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
o Diferensiasi Konten: Menyediakan video pembelajaran dengan berbagai
tingkat kesulitan teknik. Bagi peserta didik yang sudah mahir, diberikan
materi taktik dan strategi.
o Diferensiasi Proses: Peserta didik dapat berlatih secara individu,
berpasangan, atau dalam kelompok kecil. Guru memberikan bimbingan
yang berbeda sesuai tingkat kemampuan peserta didik.
o Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman
melalui peragaan keterampilan, membuat video analisis permainan, atau
presentasi strategi tim.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
Lingkungan Sekolah: Bekerja sama dengan guru mata pelajaran lain
untuk proyek lintas disiplin ilmu.
Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengundang pemain atau
pelatih dari klub sepak bola lokal sebagai guru tamu (opsional).
Mitra Digital: Menggunakan platform video online untuk analisis
pertandingan.
LINGKUNGAN BELAJAR
Ruang Fisik: Lapangan sepak bola atau area terbuka yang luas dan
aman, ditata dengan rintangan (cones) yang bervariasi.
Ruang Virtual: Grup belajar online untuk berbagi video dan materi
pembelajaran.
Budaya Belajar: Budaya yang menghargai usaha, proses belajar, dan
kerja sama tim di atas kemenangan semata. Menekankan bahwa setiap
anggota tim berharga dan dicintai.
PEMANFAATAN DIGITAL
Menggunakan aplikasi analisis video untuk memberikan umpan balik
gerak kepada peserta didik.
Menonton cuplikan pertandingan profesional secara online untuk inspirasi
dan analisis taktik.
H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (3 JP : 120 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Ilmu
Pembahasan : Variasi Gerak Spesifik Menendang/Mengumpan dan Menghentikan
Bola
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Salam dan Doa: Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak
peserta didik berdoa bersama sebagai wujud cinta kepada Sang Pencipta.
Apersepsi: Guru menampilkan video singkat gol-gol indah hasil kerja
sama tim dan bertanya, "Apa kunci utama dari terciptanya gol tersebut?"
(Menggiring ke arah cinta ilmu dan kerja sama).
Motivasi: Guru menjelaskan bahwa menguasai teknik dasar adalah
bentuk kecintaan kita pada ilmu sepak bola, yang memungkinkan kita
bermain dengan indah dan bekerja sama dengan teman.
Pemanasan: Pemanasan dinamis dalam bentuk permainan "kucing-
kucingan" dengan bola untuk meningkatkan denyut jantung dan
kelincahan.
KEGIATAN INTI (90 MENIT)
Observasi & Analisis (Mindful & Meaningful): Guru
mendemonstrasikan teknik menendang dengan kaki bagian dalam dan
luar, serta teknik menghentikan bola dengan telapak dan kaki bagian
dalam. Peserta didik diminta mengamati dengan saksama dan
menganalisis perbedaan fungsi setiap teknik.
Latihan Terbimbing (Drill): Peserta didik berlatih berpasangan. Satu
orang mengumpan, satu lagi menghentikan bola, kemudian bergantian.
Guru memberikan umpan balik personal.
Permainan Sederhana "4 Gawang": Peserta didik dibagi menjadi 2 tim.
Setiap tim harus mencetak gol ke salah satu dari 2 gawang kecil lawan.
Aturan: bola harus dioper minimal 3 kali sebelum menendang ke gawang.
Ini mendorong aplikasi teknik dalam suasana yang menyenangkan (Joyful).
Pembelajaran Berdiferensiasi:
o Proses: Peserta didik dengan kemampuan lebih dapat berlatih umpan
lambung dan kontrol bola di udara. Peserta didik yang masih kesulitan
fokus pada umpan datar jarak pendek.
o Produk: Peserta didik secara berpasangan mendemonstrasikan
kemampuan passing dan kontrol bola secara akurat sebanyak 5 kali
berturut-turut.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Refleksi: Guru mengajak peserta didik merefleksikan kesulitan yang
dihadapi dan bagaimana mereka mengatasinya. "Apa yang kamu rasakan
saat berhasil melakukan umpan akurat kepada teman?" (Menghubungkan
dengan perasaan senang karena bisa berkontribusi).
Rangkuman: Guru bersama peserta didik menyimpulkan kunci utama
teknik menendang dan menghentikan bola yang efektif.
Tindak Lanjut: Peserta didik diminta mengamati cara pemain profesional
mengumpan dan mengontrol bola dalam sebuah pertandingan yang
mereka tonton di rumah.
Penutup: Salam dan doa.
PERTEMUAN 2 (3 JP : 120 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Ilmu, Cinta Diri dan Sesama Manusia
Pembahasan: Kombinasi Menendang/Mengumpan dan Menghentikan Bola dalam
Situasi Bergerak
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Salam dan Doa: Membuka dengan salam dan doa, menguatkan niat
belajar karena cinta pada ilmu.
Apersepsi: Guru mereviu pertemuan sebelumnya, "Siapa yang masih
ingat cara menghentikan bola yang benar?". Guru kemudian bertanya,
"Apa yang terjadi jika kita mengumpan pada teman yang sedang berlari?"
Motivasi: "Sepak bola adalah permainan dinamis. Hari ini kita akan
belajar mencintai pergerakan, yaitu bagaimana memberi dan menerima
'cinta' (bola) sambil terus bergerak."
Pemanasan: Permainan "Looking Partner Tag" untuk melatih kesigapan
dan perubahan arah.
KEGIATAN INTI (90 MENIT)
Demonstrasi & Analisis: Guru mendemonstrasikan latihan "Perfect Pass
and Stop" (mengumpan, berlari ke posisi baru, menerima umpan). Peserta
didik diajak menganalisis pentingnya timing dan komunikasi.
Latihan Berpasangan (Drill): Peserta didik berlatih "Give and Go Pass".
Pemain A mengumpan ke B, lalu A berlari ke depan, dan B memberikan
umpan terobosan kepada A. Latihan ini menanamkan cinta pada kerja
sama dan saling pengertian (tafahum).
Permainan "Zona Gol": Lapangan dibagi 3 zona. Tim harus berhasil
memindahkan bola dari zona pertahanan ke zona serangan melalui
minimal satu umpan di zona tengah. Gol hanya sah jika dicetak dari
umpan. Mendorong pergerakan tanpa bola (Joyful & Meaningful).
Pembelajaran Berdiferensiasi:
o Proses: Kelompok yang mahir dapat melakukan latihan dengan 3 orang
(umpan segitiga). Kelompok yang kesulitan fokus pada akurasi umpan saat
teman berjalan, bukan berlari.
o Produk: Peserta didik dinilai kemampuannya melakukan kombinasi give
and go dengan pasangan, minimal berhasil 3 dari 5 percobaan.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Refleksi: Guru bertanya, "Apa yang lebih sulit, mengumpan ke teman
yang diam atau yang bergerak? Mengapa komunikasi penting dalam
latihan hari ini?"
Rangkuman: Menyimpulkan bahwa umpan sambil bergerak
membutuhkan prediksi, timing, dan komunikasi.
Tindak Lanjut: Meminta peserta didik memperhatikan pergerakan
pemain tanpa bola saat menonton pertandingan.
Penutup: Salam dan doa.
PERTEMUAN 3 (3 JP : 120 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Ilmu, Cinta Diri
Pembahasan: Variasi dan Kombinasi Gerak Spesifik Menggiring Bola
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Salam dan Doa: Mengawali dengan syukur dan niat untuk
mengembangkan diri.
Apersepsi: Guru bertanya, "Kapan seorang pemain harus mengumpan,
dan kapan ia harus menggiring bola sendiri?" (Memicu penalaran kritis).
Motivasi: "Menggiring bola adalah seni mengendalikan bola, seperti
mengendalikan diri sendiri. Menguasainya adalah bentuk cinta pada
pengembangan potensi diri."
Pemanasan: Setiap peserta didik dengan satu bola, melakukan ball
mastery (sentuhan-sentuhan pendek pada bola di tempat).
KEGIATAN INTI (90 MENIT)
Observasi & Latihan: Guru mendemonstrasikan teknik menggiring
dengan kaki bagian dalam, luar, dan punggung kaki. Peserta didik meniru,
fokus pada sentuhan yang lembut dan menjaga bola tetap dekat (Mindful).
Latihan Sirkuit (Drill): Dibuat 3 pos: Pos 1 (menggiring lurus), Pos 2
(menggiring zig-zag melewati cones), Pos 3 (menggiring dalam area
terbatas sambil menghindari tabrakan dengan teman).
Permainan "Rebut Ekor": Setiap peserta didik menyelipkan rompi di
celana belakangnya sebagai "ekor" sambil menggiring bola. Tujuannya
adalah merebut ekor teman sambil melindungi ekor dan bola miliknya.
Sangat menyenangkan (Joyful) dan melatih kesadaran ruang.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
o Proses: Peserta didik yang kesulitan, jarak antar cones pada latihan zig-
zag diperlebar. Peserta didik yang mahir ditantang menggunakan kaki
terlemahnya.
o Produk: Peserta didik mampu menyelesaikan lintasan zig-zag tanpa
menyentuh cone dan bola tidak lepas lebih dari 1 meter.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Refleksi: "Apa bedanya menggiring dengan kepala tegak dan menunduk?
Bagian mana yang paling sulit dari menjaga bola tetap dekat?"
Rangkuman: Menyimpulkan 3 kunci menggiring bola: sentuhan ringan,
bola dekat, kepala tegak.
Tindak Lanjut: Menantang peserta didik untuk mencoba juggling bola di
rumah untuk meningkatkan feeling terhadap bola.
Penutup: Salam dan doa.
PERTEMUAN 4 (3 JP : 120 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Ilmu, Cinta Diri dan Sesama Manusia
Pembahasan: Variasi dan Kombinasi Gerak Spesifik Menyundul Bola dan
Melempar Bola ke Dalam
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Salam dan Doa: Memohon keselamatan dan ilmu yang bermanfaat.
Apersepsi: Guru menampilkan gambar pemain menyundul bola dan
melempar ke dalam. "Mengapa bola harus disundul, bukan ditendang?
Apa aturan lemparan ke dalam yang kalian tahu?"
Motivasi: "Menyundul bola membutuhkan keberanian, ini cara mencintai
diri dengan mengatasi rasa takut. Melempar bola dengan benar adalah
cara kita memulai lagi permainan secara adil untuk teman-teman kita."
Pemanasan: Peregangan dinamis untuk otot leher, bahu, dan punggung.
KEGIATAN INTI (90 MENIT)
Demonstrasi Keselamatan: Guru menekankan teknik menyundul yang
aman: gunakan dahi (bagian terkeras), leher ditegangkan, mata terbuka.
Peserta didik berlatih gerakan tanpa bola (Mindful).
Latihan Bertahap:
1. Latihan menyundul bola yang dipegang teman (tanpa dilempar).
2. Berpasangan, melempar bola pelan untuk disundul kembali.
3. Latihan "Fun Heading" dalam kelompok kecil.
Teknik Lemparan ke Dalam: Guru mendemonstrasikan aturan lemparan
ke dalam (bola dari belakang kepala, kedua tangan, kedua kaki menapak
tanah). Peserta didik berlatih berpasangan.
Permainan "Sundul Target": Kelompok kecil berlomba menyundul bola
untuk mengenai target (cone atau gawang kecil) dari umpan lemparan ke
dalam.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
o Proses: Peserta didik yang takut bisa memulai dengan bola yang lebih
ringan (bola voli/plastik). Jarak lemparan untuk menyundul disesuaikan.
o Produk: Peserta didik mampu menyundul bola yang dilempar pelan ke
arah depan, dan melakukan lemparan ke dalam sesuai aturan.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Refleksi: "Bagaimana cara mengatasi rasa takut saat bola datang ke arah
kepala? Apa kesalahan yang sering terjadi saat lemparan ke dalam?"
Rangkuman: Mengulang kembali poin-poin keselamatan dalam
menyundul dan aturan kunci lemparan ke dalam.
Tindak Lanjut: -
Penutup: Salam dan doa.
PERTEMUAN 5 (3 JP : 120 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Diri dan Sesama Manusia, Cinta Ilmu
Pembahasan: Integrasi Keterampilan dalam Permainan Sederhana
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Salam dan Doa: Mengawali dengan semangat kolaborasi.
Apersepsi: Guru mereviu semua materi: menendang, menghentikan,
menggiring, menyundul. "Bagaimana kita menggabungkan semua ini
dalam permainan?"
Motivasi: "Hari ini kita akan merangkai semua ilmu yang telah kita
pelajari. Kunci keberhasilannya bukan hanya pada skill diri sendiri, tapi
pada bagaimana kita terkoneksi dan saling 'mencintai' (mendukung)
teman satu tim."
Pemanasan: Permainan rondo (4 vs 1 atau 5 vs 2) dalam lingkaran kecil.
KEGIATAN INTI (90 MENIT)
Latihan Sirkuit Terpadu:
o Pos 1: Menggiring zig-zag lalu mengumpan ke teman di Pos 2.
o Pos 2: Menghentikan bola dari Pos 1 lalu menembak ke gawang kecil.
o Pos 3: Melakukan lemparan ke dalam ke teman di Pos 1 untuk memulai
lagi.
Permainan 3 vs 3 "Tiga Sentuhan": Setiap pemain hanya boleh
menyentuh bola maksimal 3 kali sebelum mengumpan atau menembak.
Ini memaksa peserta didik berpikir cepat dan bermain sebagai tim
(Meaningful).
Diskusi Taktik: Di sela-sela permainan, guru menghentikan sejenak dan
meminta tim berdiskusi, "Strategi apa yang akan kalian gunakan untuk
mencetak gol?" (Menanamkan cinta pada penalaran kritis).
Pembelajaran Berdiferensiasi:
o Proses: Ukuran lapangan dan gawang disesuaikan. Aturan sentuhan bisa
dilonggarkan untuk tim yang kesulitan.
o Produk: Penilaian fokus pada kemampuan peserta didik dalam mengambil
keputusan (mengumpan/menggiring) dan bergerak mencari posisi.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Refleksi: "Lebih mudah bermain sendiri atau bersama tim? Apa manfaat
dari aturan 'tiga sentuhan'?"
Rangkuman: Menyimpulkan bahwa sepak bola yang efektif adalah
kombinasi dari keterampilan individu dan kerja sama tim yang cerdas.
Tindak Lanjut: Mempersiapkan tim untuk pertandingan di pertemuan
terakhir.
Penutup: Salam dan doa.
PERTEMUAN 6 (3 JP : 120 MENIT)
Topik Panca Cinta: Cinta Diri dan Sesama Manusia
Pembahasan: Aplikasi Strategi dan Bermain dengan Peraturan Dimodifikasi
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
Salam dan Doa: Memohon sportivitas dan kegembiraan dalam bermain.
Apersepsi: Guru menyampaikan, "Ini adalah puncak pembelajaran kita.
Mari tunjukkan semua cinta pada ilmu, diri, dan teman yang sudah kita
latih."
Pemanasan: Pemanasan ringan per tim, dipimpin oleh kapten tim
masing-masing.
KEGIATAN INTI (95 MENIT)
Turnamen Mini: Peserta didik dibagi menjadi 4 tim atau lebih. Melakukan
turnamen kecil dengan sistem setengah kompetisi.
Permainan "3 Goalie Soccer": Menggunakan 3 gawang per tim untuk
mendorong kesadaran ruang dan strategi bertahan yang lebih kompleks.
Fokus pada Nilai: Guru tidak hanya bertindak sebagai wasit, tetapi juga
sebagai fasilitator nilai. Guru akan memberikan "poin cinta" (poin
sportivitas) untuk tindakan seperti membantu lawan yang jatuh, mengakui
pelanggaran, atau memberi semangat pada teman yang berbuat salah.
Pembelajaran Berdiferensiasi:
o Proses: Tim yang kalah tidak langsung gugur, tetapi tetap bermain untuk
perebutan peringkat. Setiap peserta didik diwajibkan bermain dalam
durasi yang hampir sama.
o Produk: Pemenang turnamen tidak hanya ditentukan oleh skor gol, tetapi
juga akumulasi "poin cinta". Tim dengan total poin tertinggi menjadi juara.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Refleksi dan Apresiasi: Semua tim berkumpul. Guru mengumumkan
pemenang dan memberikan apresiasi khusus pada tim dengan "poin
cinta" tertinggi. Setiap tim diminta memberikan tepuk tangan untuk
semua tim lain.
Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa kemenangan sejati dalam
olahraga adalah saat kita bisa bermain dengan gembira, menghormati
lawan, mencintai kawan, dan menjadi versi diri yang lebih baik.
Tindak Lanjut: Mendorong peserta didik untuk terus aktif bermain sepak
bola atau olahraga lain di luar sekolah.
Penutup: Pendinginan, salam, dan doa bersama.
I. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK (Awal Pembelajaran)
Observasi awal kemampuan dasar peserta didik (menendang dan lari)
saat pemanasan.
Kuesioner singkat (lisan atau tulisan) tentang pengetahuan dasar
permainan sepak bola.
ASESMEN FORMATIF (Proses Pembelajaran)
Observasi: Guru mengamati dan memberikan umpan balik langsung saat
peserta didik melakukan latihan (Drill) dan permainan.
Penilaian Diri dan Teman: Peserta didik saling memberikan masukan
konstruktif saat berlatih berpasangan, menumbuhkan rasa cinta dan
kepedulian.
Kuis Singkat: Pertanyaan lisan tentang konsep dan strategi yang baru
dipelajari.
ASESMEN SUMATIF (Akhir Pembelajaran)
Tes Keterampilan: Peserta didik melakukan serangkaian tugas yang
mengkombinasikan menendang, menghentikan, dan menggiring bola.
Penilaian Kinerja dalam Permainan: Guru menilai kemampuan peserta
didik dalam menerapkan keterampilan, kerja sama tim, dan sportivitas
saat bermain dalam pertandingan mini di pertemuan terakhir.
Proyek Kelompok: Presentasi strategi sederhana yang dirancang oleh
kelompok.
Mengetahui
Kepala Madrasah
…………, …………………2025
NIP:…………………………