g
BUPATI GORONTALO UTARA
PROVINSI GORONTALO
KEPUTUSAN BUPATI GORONTALO UTARA
NOMOR 2021
TENTANG
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT RAWAT INAP YANG
DITINGKATKAN FUNGSI PELAYANANNYA SEBAGAI
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT PENANGANAN
OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI DASAR
DI KABUPATEN GORONTALO UTARA
BUPATI GORONTALO UTARA,
Menimbang : a. bahwa salah satu cara yang dapat dilakukan untuk
Paraf Koordinasi mempercepat penurunan angka kematian, kesakitan ibu dan
No Pengelola Paraf neonatal adalah melalui pelayanan Penanganan Obstetri
Kadis
1 Kesehatan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Kabupaten Gorontalo
2
Kadis Utara;
Keuangan
3 Ass I
b. bahwa agar pelaksanaan pelayanan Penanganan Obstetri
4 Sekda
Wakil Neonatal Emergensi Dasar (PONED) dapat berjalan lancar,
5 Bupati efektif dan tepat sasaran, maka perlu menetapkan Pusat
Untuk di
6 Bupati Tanda Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Rawat Inap yang
Tangani
ditingkatkan fungsi pelayanannya sebagai Pusat Kesehatan
Masyarakat Penanganan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar
(PUSKESMAS PONED) di Kabupaten Gorontalo Utara dengan
Keputusan Bupati;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a, dan huruf b, maka perlu menetapkan
Keputusan Bupati tentang Penetapan Pusat Kesehatan
Masyarakat Rawat Inap yang Ditingkatkan Fungsi
Pelayanannya Sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat
Penanganan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar di Kabupaten
Gorontalo Utara;
Mengingat : 1. Undang - Undang Nomor 38 Tahun 2000 tentang
Pembentukan Provinsi Gorontalo (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2000 Nomor 258, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4060);
2. Undang-undang 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116,
Tambahan Lembaran Negara R9epublik Indonesia Nomor
4431);
3. Undang – Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem
Jaminan Sosial Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4456);
4. Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2007 tentang
Pembentukan Kabupaten Gorontalo Utara di Provinsi Gorontalo
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 13,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
5. Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 74,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);
6. Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
7. Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan
Penyelenggaraan Jaminan Sosial (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 116, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5256);
8. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah
daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 244, Tambahan Lemabaran Negara republic Indonesia
Nomor 5587), sebagaiaman telah diubah beberapa kali
terakhir dengan Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor
9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang
Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia tahun 2015 Nomor 58, Tambahan
lemabaran repubnlik Indoenesia Nomor 5679 );
9. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2012
tentang Sistem Kesehatan Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 193);
10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2020
tentang Perubahan Kedua Atas Perpres 82 Tahun 2018
tentang Jaminan Kesehatan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2020 Nomor 130);
11. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
2052/Menkes/Per/X/2011 tentang Praktek Kedokteran;
12. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 001 Tahun 2012 tentang
Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan;
13. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang
Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada
Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan;
14. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43
Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
KESATU : Pusat Kesehatan Masyarakat Rawat Inap yang ditingkatkan
fungsi pelayanannya Sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat
Penanganan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar di Kabupaten
Gorontalo Utara.
KEDUA : Pusat Kesehatan Masyarakat Rawat Inap yang ditingkatkan
fungsi pelayanannya sebagaimana dimaksud pada Diktum
Kesatu ;
1. Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Rawat Inap
Atinggola;
2. Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Rawat Inap
Kwandang;
3. Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Rawat Inap
Anggrek;
4. Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Rawat Inap
Sumalata;
5. Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Rawat Inap
Tolinggula;
KETIGA : Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) sebagaimana
dimaksud pada Diktum Kedua menjadi pusat rujukan kasus
kegawatdaruratan obstetri dan neonatal dari desa di wilayah
kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) yang
bersangkutan dan Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS)
sekitar.
KEEMPAT : Semua biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkan keputusan
ini dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah Kabupaten Gorontalo Utara dan sumber dana lain yang
sah.
KELIMA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal di tetapkan
Di tetapkan di Kwandang
pada tanggal 2021
BUPATI GORONTALO UTARA
INDRA YASIN
Tembusan Yth:
1. Menteri Kesehatan Republik Indonesia;
2. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo di Gorontalo;
3. Kepala Inspektorat Kabupaten Gorontalo Utara;
4. Kepala BAPPEDA Kab. Gorontalo Utara;
5. Kepala Badan Keuangan Kab. Gorontalo Utara;
6. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Gorontalo Utara
7. Kepala Bagian Hukum dan Organisasi Setda [Link] Utara;
8. Kepala bagian Pembangunan Setda Kab. Gorontalo Utara;
9. Kepala Puskesmas yang ditingkatkan fungsi pelayanannya;
10. Arsip.