FASE D
AGUSTUS 2022
MODUL AJAR IPA
SUHU, KALOR, DAN PEMUAIAN
DISUSUN OLEH NAMA INSTANSI
Henni Susiani, [Link]. UPTD SMP Negeri 3 Jabung
MODUL AJAR IPA
SUHU, KALOR, DAN PEMUAIAN
FASE D
1. INFORMASI UMUM
Nama Penyusun : HENNI SUSIANI
Satuan Pendidikan : UPTD SMP Negeri 3 Jabung
Kelas / Semester : VII/ 1
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Materi Pokok : Suhu, Kalor, dan Pemuaian
Sub Materi Pokok : Perpindahan Kalor
Alokasi Waktu : 60 Menit (PPL) /Real di Kelas (3 JP = 3 x 40 menit)
Kompetensi Awal:
Memahami konsep Suhu dan Kalor dalam kehidupan di sekitar peserta didik.
Profil Pelajar Pancasila:
1. Mandiri
Peserta Didik dapat menyimpulkan secara mandiri dengan cara apa saja kalor dapat
berpindah.
2. Gotong royong
Peserta Didik bekerja sama dalam membuat proyek bersama kelompok.
3. Bernalar Kritis
Peserta didik dapat mengemukakan pendapat atas fenomena perpindahan kalor yang
terjadi di sekitar peserta didik.
4. Kreatif
Peserta didik dapat mengembangkan gagasan orisinal untuk membuat desain proyek
dalam kelompok.
Sarana dan Prasarana:
Laptop,
Jaringan internet,
LKPD,
Video Pembelajaran:
([Link]
haring).
Slide ppt:
([Link]
dit?usp=sharing&ouid=102133107832393614174&rtpof=true&sd=true),
Kemendikbud, Riset, dan Teknologi RI, 2021. Ilmu Pengetahuan Alam, Buku Siswa
Kelas VII, Victoriani Inabuy, dkk. Jakarta.
Target Peserta Didik:
Peserta Didik Reguler: 32 Peserta Didik.
Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL)
Pendekatan: Saintific
Metode: Literasi, Diskusi Kelompok, Presentasi, Tugas Proyek.
2. KOMPETENSI INTI
Tujuan Pembelajaran:
1. Melalui tampilan ppt peserta didik dapat melakukan pengamatan fenomena perpindahan
kalor di dalam kehidupan dengan benar.
2. Melalui diskusi kelompok peserta didik dapat menentukan macam- macam perpindahan
kalor dengan tepat.
3. Melalui literasi peserta didik dapat membuat percobaan sederhana konsep perpindahan
kalor pada teknologi sederhana dengan baik.
4. Melalui kegiatan membuat proyek peserta didik dapat mempresentasikan hasil inovasi
Pot-in-Pot, Eco Cooler, dan Termos Sederhana dengan baik.
Pemahaman Bermakna:
Inovasi AC Ramah Lingkungan
Penggunaan AC (Air Conditioner) yang terlalu sering ternyata tidak begitu baik pada
lingkungan dan energi. AC yang sering digunakan dalam jangka waktu lama, bahkan ada
yang menggunakan selama 24 dalam sehari sangat boros energi listrik dan berpotensi
mengganggu keselamatan lingkungan.
Teknologi-teknologi terbaru yang bermunculan saat ini memang mulai difokuskan
terhadap kelangsungan dan kelestarian lingkungan. Iklim di bumi yang tidak menentu dan
kondisi lingkungan yang mengalami kerusakan parah membuat beberapa orang mencoba
membuat inovasi agar bumi kita tetap lestari dan nyaman untuk dihuni. Belum lama ini, ada
seorang warga asal Bangladesh bernama Ashis Paul berhasil menemukan teknologi
pendingin udara (AC) tanpa listrik. Tentu saja teknologi ini sangat ramah lingkungan.
Pendingin ruangan yang tidak menggunakan listrik ini dinamai dengan Eco Cooler.
Inovasi Kulkas Tanpa Listrik
Banyak orang mengandalkan kulkas untuk dinginkan makanan. Sebenarnya kita bisa
membuat alat pendingin sendiri bernama pot-in-pot. Pot-in-pot merupakan dua wadah
tembikar dan pasir basah yang umum digunakan sebagai pendingin. Di berbagai negara
dunia, pot-in-pot sudah banyak dipakai. Sifatnya yang tahan lama, ramah lingkungan, dan
hemat energi, sehingga sudah dimanfaatkan sejak dulu.
Teknologi tepat guna sederhana berupa pendingin dari pot ini ditemukan oleh
Mohammed Bah Abba, pria berkebangsaan Nigeria. Kerja kerasnya mampu menyelamatkan
jutaan hidup warga afrika yang hidup didaerah terpencil dan sangat membutuhkan sistem
pengawetan bahan makanan sederhana dimana didaerah tersebut belum ada instalasi listrik.
Dengan sistem pendingin yang diciptakanya tomat dan cabai merah dapat bertahan
selama tiga minggu, sedangkan terong dapat bertahan dalam keadaan layak makan selama
27 hari. Atas kerja kerasnya ini, pria dengan sejuta aktivitas ini mendapatkan Rolex Awards
for Enterprise pada tahun 2001. Sistem pendingin pot-in-pot ciptaannya telah digunakan luas
di Nigeria dan sebagaian besar negara Afrika.
Sejarah Termos
Termos (bahasa inggrisnya: Thermos) atau yang dikenal juga sebagai vacuum flask
ditemukan oleh Sir James Dewar. Dia bekerja sebagai dosen di Royal Collage Veteriner. Dia
juga membuat beberapa penelitian. Nah ketika dia meneliti tentang daya tahan elektris tanpa
sengaja menemukan tabung hampa udara yang digunakan untuk pengiriman dan
penyimpanan gas cair. Namun Dewar melihat peluang lain dari temuannya itu. Lalu dia
mengembangkan tabung hampa udara untuk menjadi termos yang mampu mempertahankan
suhu, dingin maupun panas.
Termos dibuat dari kaca yang berdinding rangkap, diantara dinding itu dibuat hampa
udara dan salah satu dindingnya dilapisi oleh lapisan yang mengkilap (disini menggunakan
perak). Di termos ini terdapat dua dinding kaca, yang masing-masing dibuat mengilap.
Pertanyaan Pemantik:
Bagaimana Eco Cooler dapat mengendalikan suhu panas di ruangan?
Bagaimana Pot-in-Pot dapat mempertahankan kesegaran buah/sayur?
Bagai mana termos sederhana dapat mempertahankan suhu benda cair yang berada di
dalamnya?
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pendahuluan
Alokasi
Langkah Kegiatan Guru Kegiatan Peserta Didik Waktu
Kegiatan
Kegiatan Guru mengucapkan salam Peserta didik menjawab 10 menit
dilakukan sebagai salam pembuka salam guru.
secara luring dalam pembelajaran di Simulasi
5 menit
kelas.
Guru mengajak peserta Salah satu peserta didik
didik untuk berdoa. memimpin doa untuk
memulai pembelajaran.
Guru melakukan absensi Peserta didik menjawab
dan kehadiran peserta hadir semua atau
didik di kelas dengan cara menyebutkan nama yang
menanyakan apakah hadir tidak hadir pada saat guru
semua hari ini. melakukan absensi.
Apersepsi Guru mereview kegiatan Peserta didik mereview
dan pembelajaran yang akan materi yang telah
motivasi dilakukan dengan kegiatan dipelajari sebelumnya dan
sebelumnya, yaitu tentang menjawab pertanyaan
perpindahan kalor. guru.
Guru mengucapkan Peserta didik menyimak
pernyataan “Hari ini kita pernyataan guru.
akan melakukan kegiatan
pembelajaran yang lebih
menarik dari minggu lalu”.
Guru menyampaikan Peserta didik menyimak
tujuan pembelajaran dan tujuan pembelajaran dan
pemahaman bermakna pemahaman bermakna
untuk menggugah rasa yang diinformasikan guru.
ingin tahu peserta didik.
Kegiatan inti
Alokasi
Langkah Kegiatan Guru Kegiatan Peserta Didik Waktu
Kegiatan
Langkah 1 Aktivitas Pemantik
Pengenalan Guru menayangkan Peserta didik mengamati 100
masalah cuplikan video: video yang ditayangkan menit
(Penentuan ([Link] oleh Guru.
Simulasi
pertanyaan ile/d/1oI9JjTBdbpbszZA0 (5M/Mengamati) 50
mendasar) 4q57ntwc9dm8_WBj/vie menit
w?usp=sharing).
Dari video tersebut guru Peserta didik mengajukan
mengajukan pertanyaan pertanyaan.
“Informasi apa yang kalian Pertanyaan-pertanyaan
dapatkan setelah menonton yang mungkin muncul:
video tersebut?” kemudian “Pendingin zaman kuno
mendorong peserta didik terbuat dari apa?”
untuk dapat Bagaimana Eco Cooler
menghubungkan hal yang dapat mengendalikan suhu
ditayangkan dalam video panas di ruangan?
dengan topik yang Bagaimana Pot-in-Pot
dibahas. dapat mempertahankan
kesegaran buah/sayur?
Bagaimana termos
sederhana dapat
mempertahankan suhu
benda cair yang berada di
dalamnya?
dan menghubungkan hal
yang ditayangkan dalam
video dengan topik yang
dibahas “Kita akan
membuat pendingin tanpa
listrik seperti zaman kuno
dengan menerapkan prinsip
perpindahan kalor.”
(5M/Menanya)
(PPP/Bernalar Kritis)
Guru mengajukan Peserta didik menjawab
pertanyaan “Siapa yang pertanyaan guru.
dirumahnya tidak memiliki
kulkas, AC, dan termos?”
Guru menanggapi jawaban Peserta tertarik untuk
peserta didik, “Kalau melakukan kegiatan
begitu kita akan membuat pembelajaran hari ini.
alat inovasi dari
ketiganya”.
Langkah 2 Guru membagi kelas Peserta didik duduk sesuai
Penyusunan menjadi 6 kelompok, yang kelompoknya yaitu
Rancangan sudah dibagi pada kelompok 1 ,2, 3, 4, 5, dan
Project pertemuan sebelumnya. 6. (4C/Collaboration)
Guru membagi LKPD. Pesera didik menerima
LKPD yang dibagikan
guru.
Guru menjelaskan proyek Peserta didik menyimak
tentang kegiatan peserta informasi dari guru.
didik yang akan dilakukan
dalam pembelajaran.
Guru mengecek alat dan Peserta didik bersama
bahan yang dibawa oleh kelompoknya
masing-masing kelompok. mendiskusikan untuk
(pada pertemuan menentukan alat dan bahan
sebelumnya Guru sudah apa saja yang akan
menginformasikan bahwa digunakan untuk membuat
setiap kelompok membawa proyek sederhana tersebut.
alat bahan yang digunakan (4C/Collaboration)
untuk membuat proyek (PPP/Gotong Royong)
sederhana, yaitu inovasi
alat Pot-in-Pot, eco cooler,
dan termos sederhana)
Langkah 3 Guru memberikan Peserta didik berkolaborasi
Penyusunan kesempatan kepada dengan kelompoknya untuk
Rencana kelompok untuk memilih menentukan proyek yang
Kerja salah satu proyek akan akan dibuat hari ini.
diselesaikan hari ini untuk (PPP/Gotong Royong)
dipresntasikan. (4C- Colaboration)
Guru menyampaikan Peserta didik secara
kepada kelompok untuk kelompok berdiskusi untuk
berdiskusi guna membahas nama proyek
menentukan nama proyek, dan desain pembuatan
desain, dan langkah- proyek serta langkah-
langkah pembuatan langkah pembuatan proyek
proyek, kemudian kemudian menuliskan hasil
menuliskan hasil diskusi diskusi tersebut pada
pada LKPD. LKPD. (HOTS)
(PPP/Gotong Royong,
Kreatif, dan Bernalar
Kritis)
(5M/Mengumpulkan data)
(4C-Critical thinking,
Communication,
Creativity,
Colaboration)
Langkah 4 Guru mengawasi, Peserta didik berkolaborasi
Pelaksanaan memonitor, dan untuk menyelesaikan
dan membimbing jalannya proyek, yaitu membuat Pot-
Monitoring kegiatan peserta didik in-Pot, Eco Cooler, atau
Project dalam menyelesaikan termos sederhana sesuai
proyek, yaitu membuat rancangan LKPD yang
Pot-in-Pot, Eco Cooler, sudah dibuat secara
atau termos sederhana. berkelompok.
(PPP/Gotong Royong,
Kreatif, dan Bernalar
Kritis)
(5M / Mengasosiasikan /
mengolah informasi)
(4C-Critical thinking,
Communication,
Creativity,
Colaboration)
Langkah 5 Guru meminta kelompok Peserta didik
Pengujian yang sudah menyelesaikan mempresentasikan hasil
Hasil proyeknya untuk maju ke kerja dan diskusi
(Presentasi) depan, guna kelompoknya.
mempresentasikan alat, (PPP/Mandiri)
bahan, langkah-langkah, (4C-Communication)
dan manfaat proyek yang
telah mereka buat.
Guru memberikan Peserta didik melakukan
tanggapan umpan balik tanya jawab dan saling
bersama peserta didik yang memberikan tanggapan
lain dari presentasi yang serta masukan pada
dipaparkan masing-masing kelompok lain pada saat
kelompok. presentasi.
(5M /
Mengkomunikasikan)
(PPP/Bernalar Kritis)
(4C-Communication,,
Colaboration)
Peserta didik mendapat
Guru memberikan
penghargaan (pujian atau
penghargaan (pujian atau
bentuk penghargaan lain
bentuk penghargaan lain
yang relevan).
yang relevan) kepada
kelompok yang sudah
presentasi hari ini.
Langkah 6 Guru memberikan Peserta didik memberi
Evaluasi dan penguatan terkait jawaban tanggapan terkait
Refleksi dari hasil presentasi dari penguatan yang diberikan
masing-masing kelompok. guru.
(PPP/Bernalar Kritis)
Guru bersama peserta didik Peserta didik
menyimpulkan materi yang menyimpulkan materi yang
telah dipelajari hari ini telah dipelajari hari ini.
(menyimpulkan jawaban (PPP/Mandiri)
pertanyaan mendasar
dilakukan pada pertemuan
selanjutnya, setelah peserta
didik menyelesaikan
laporan pengamatan
terhadap proyek yang
dibuat).
Guru melakukan evaluasi Peserta didik mencatat dan
berupa penilaian harian atau membuka link soal
melalui google formulir yang diberikan Guru.
untuk dikerjakan dirumah (PPP/Mandiri dan Bernalar
dan diselesaikan secara Kritis)
mandiri, guru
menampilkan link soal
pada ppt dan atau
mengirim link soal dalam
grup WA.
Guru bersama peserta didik Peserta didik bersama guru
merefleksikan pengalaman melakukan refleksi tentang
belajar hari ini. pembelajaran yang telah
dilakukan.
Penutup
Alokasi
Langkah Kegiatan Guru Kegiatan Peserta Didik Waktu
Kegiatan
Penugasan Guru memberikan Peserta didik menyimak 10
pertemuan penguatan kepada peserta penguatan yang menit
selanjutnya. didik terkait hasil yang disampaikan Guru.
Simulasi
diperoleh selama kehgiatan
5 menit
pembelajaran.
Guru menyampaikan tugas Peserta didik menyimak
RTL (Rencana Tindak informasi pembelajaran
Lanjut) kepada kelompok untuk pertemuan
untuk melakukan selanjutnya.
pengamatan terhadap
proyek yang mereka buat
yaitu mengamati kesegaran
buah/sayur dalam Pot-in-
Pot hingga buah/sayur
sudah tidak segar/layu,
membandingkan suhu
ruangan sebelum dan
sesudah inovasi Eco
Cooler dinyalakan, dan
mengamati suhu dalam
termos sederhana setiap 1
jam sekali hingga suhu air
dalam termos tersebut
kembali ke suhu ruang.
Guru memberitahukan
bahwa kegiatan di atas di
tulis dalam bentuk laporan
yang dikumpulkan pada
pertemuan berikutnya
(minggu depan).
Guru mengakhiri Peserta didik menuntun
pembelajaran dan dalam doa untuk menutup
mengajak peserta didik pembelajaran.
untuk berdoa.
Guru menutup Peserta didik menjawab
pembelajaran dengan salam dari guru.
mengucap salam.
ASESSMEN
Jenis Teknik Penilaian Bentuk Waktu
Instrumen Penilaian
Lembar Selama
Afektif Pengamatan
observasi pembelajaran
Pertemuan saat
Google Formulir
Kognitif Esai ini, pada akhir
([Link]
pembelajaran
Selama
Skala penyelesaian
Psikomotorik Pengamatan
Penilaian proyek dan
presenttasi
Lampung Timur, 12 Agustus 2022
Mengetahui
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran IPA,
ABDUL RAHMAN, [Link]. HENNI SUSIANI,[Link].
NIP. 19660112 199103 1 008 NIP. 19910128 201903 2 002
LAMPIRAN
1. BAHAN AJAR
2. MEDIA PEMBELAJARAN
3. LKPD
4. KISI-KISI, INSTRUMEN, DAN
RUBRIK PENILAIAN
PENILAIAN AFEKTIF
PENILAIAN KOGNITIF
PENILAIAN PSIKOMOTOR