0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan4 halaman

Panduan TKA SMP: Materi Bahasa Indonesia

Dokumen ini menjelaskan tentang pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk siswa SMP yang dijadwalkan pada April 2026, dengan fokus pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. TKA bertujuan untuk menguji keterampilan membaca melalui teks informasi dan fiksi, serta mengukur pemahaman tekstual, inferensial, dan evaluasi. Hasil TKA akan memberikan panduan bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi mereka.

Diunggah oleh

NOVI APRIANI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan4 halaman

Panduan TKA SMP: Materi Bahasa Indonesia

Dokumen ini menjelaskan tentang pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk siswa SMP yang dijadwalkan pada April 2026, dengan fokus pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. TKA bertujuan untuk menguji keterampilan membaca melalui teks informasi dan fiksi, serta mengukur pemahaman tekstual, inferensial, dan evaluasi. Hasil TKA akan memberikan panduan bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi mereka.

Diunggah oleh

NOVI APRIANI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Materi TKA SMP Bahasa Indonesia

Ringkasan materi memudahkan siswa memahami materi secara lebih mendalam.

Latar belakang TKA didasari oleh kebutuhan terhadap pelaporan capaian akademik
individu siswa dari penilaian terstandar. Pelaksanaan TKA berlangsung di tingkat
pendidikan SD, SMP, dan SMA/SMK.

Terdapat dua kelompok mata pelajaran yang diujikan, yakni mata pelajaran wajib
dan mata pelajaran pilihan. Mata pelajaran wajib terdiri dari Matematika dan Bahasa
Indonesia.

Siswa dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi TKA SMP. Rencana


pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 akan diintegrasikan dengan
Asesmen Nasional atau AN.

Menurut inform

asi dari Puslapdik, pelaksanaan TKA SMP dijadwalkan berlangsung pada 6 April
hingga 16 April 2026. Sementara itu, pelaksanaan TKA SD dilaksanakan pada 20
April hingga 30 April 2026.

Usai pelaksanaan TKA, hasil dari tes diolah pada rentang waktu 18 Mei hingga 23
Mei 2026 dan diumumkan pada 24 Mei 2026. Penilaian TKA menggunakan
pendekatan penilaian yang mempertimbangkan tingkat kesulitan dan karakteristik
soal sehingga menggambarkan capaian yang adil dan informatif.

Setiap siswa mendapatkan hasil TKA yang lengkap dengan deskripsi capaian
sebagai panduan untuk meningkatkan kompetensi. Hasil TKA ini akan diperoleh saat
diumumkan pada 24 Mei 2026 mendatang.

Rancangan pelaksanaan TKA sendiri ditujukan sebagai asesmen yang memiliki tiga
fungsi utama. Tiga fungsi utama perancangan TKA, antara lain: assessment of
learning untuk memotret capaian, assessment for learning sebagai dasar perbaikan
pembelajaran, dan assessment as learning yang menjadi bagian dari sistem
penilaian komprehensif pendidikan.
Pelaksanaan TKA diharapkan mampu memperkuat fondasi pembelajaran sejak dini.
Peningkatan mutu pendidikan juga diharapkan dapat tercapai dengan pelaksanaan
TKA.

Tentunya persiapan dari siswa juga diperlukan untuk menghadapi TKA. Salah satu
mata uji TKA SMP adalah materi Bahasa Indonesia.

Pelaksanaan TKA SMP bertujuan menguji keterampilan membaca. Terdapat dua


jenis teks yang akan diujikan dalam hal keterampilan membaca, yakni teks informasi
dan teks fiksi.

Teks informasi merupakan teks yang berisi fakta, konsep, atau prosedur dari
berbagai bidang atau topik yang berskala lokal, nasional, atau global. Teks informasi
dapat berupa teks tunggal maupun teks jamak.

Teks fiksi merupakan cerita rekaan yang dapat bersifat faktual (sejarah/biografi) atau
realisme dengan latar cerita konkret atau abstrak, tokoh berkarakter bulat, konflik
tunggal atau jamak dengan penyelesaian tertutup, alur campuran, dan sudut
pandang orang ketiga.

Teks yang digunakan TKA memiliki karakteristik kosakata, kalimat, dan wacana
sebagai berikut:

 Karakteristik kosakata: kata umum, kata berimbuhan/konfiks, kata abstrak,


makna denotatif, istilah teknis, makna konotatif konteks tertentu.
 Karakteristik kalimat: jumlah kata per kalimat 5–9 kata, kalimat tunggal
berbagai pola, kalimat majemuk setara.
 Karakteristik wacana: kohesi penyulihan/substitusi, konjungsi antar-paragraf
perbandingan dan penekanan/intensifikasi, penggunaan tanda baca untuk
mendukung deskripsi; panjang teks 200–250 kata (kecuali teks puisi).
Aspek keterampilan membaca yang diukur, antara lain:

 Mengidentifikasi informasi tersurat dalam teks;


 Menyusun ulang, mengelompokkan, membuat ikhtisar, dan menyajikan
kembali informasi tersurat dalam teks;
 Mengidentifikasi dan menyimpulkan informasi tersirat dalam teks;
 Menilai gagasan, fakta, atau opini dalam teks; dan
 Menanggapi isi teks, merefleksi diri dengan tokoh atau kejadian, dan
menanggapi bahasa penulis dalam teks.

Aspek-aspek di atas kemudian dikelompokkan dalam tiga kompetensi. Adapun tiga


jenis kompetensi, antara lain:

1. Pemahaman tekstual, yaitu kemampuan untuk memahami informasi yang


dikemukakan secara eksplisit, mengelompokkan, menyusun ulang, dan
menyajikan kembali informasi secara eksplisit dari teks;
2. Pemahaman inferensial, yaitu kemampuan untuk menarik kesimpulan
berdasarkan informasi yang tersirat dalam teks; dan
3. Evaluasi dan apresiasi, yaitu kemampuan untuk membuat penilaian terhadap
ide, menanggapi teks secara emosional dan estetis dengan
mempertimbangkan dampaknya terhadap perasaan, imajinasi, serta
penggunaan bahasa oleh penulis.

1. Pemahaman Tekstual
Matriks asesmen pemahaman tekstual terdiri dari sub-kompetensi, antara lain:

 Mengidentifikasi penggunaan istilah dalam berbagai bidang.


 Mengidentifikasi objek dan/atau latar berdasarkan kosakata yang digunakan dalam
teks fiksi atau non-fiksi.
 Mengidentifikasi informasi penting yang tersurat dalam teks.
 Menyusun kerangka atau bagan berdasarkan bagian-bagian penting dalam teks.

2. Pemahaman Inferensial
Matriks berikutnya adalah pemahaman inferensial. Terdapat dua sub-kompetensi dalam
matriks pemahaman inferensial, antara lain:

 Menyimpulkan ide pokok, gagasan pendukung, tokoh, peristiwa, latar, dan/atau nilai-
nilai dalam dan/atau antarteks.
 Menjelaskan kelogisan hubungan antarperistiwa, antargagasan, dan/atau
antarinformasi dalam dan/atau antarteks.
 Memprediksi peristiwa dalam teks.
 Menjelaskan bahasa kias dan citraan yang digunakan dalam teks fiksi.
3. Evaluasi dan Apresiasi
Matriks berikutnya adalah matriks evaluasi dan apresiasi. Sub-kompetensi dalam matriks ini
terdiri dari:

 Menilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari-hari.


 Menilai kesesuaian dan/atau keakuratan unsur, kebahasaan, atau isi berdasarkan
perbandingan informasi dalam dan/atau antar-teks.
 Menyimpulkan respons emosional terhadap unsur teks fiksi.

Rangkuman materi Tes Kompetensi Akademik (TKA) di atas dapat dipelajari oleh siswa
dalam rangka mempersiapkan diri untuk menghadapi TKA. Siswa bisa
menjadikan rangkuman materi di atas sebagai panduan belajar, baik di kelas bersama guru
maupun di luar kelas.

1. Pemahaman Tekstual
Matriks asesmen pemahaman tekstual terdiri dari sub-kompetensi, antara lain:

 Mengidentifikasi penggunaan istilah dalam berbagai bidang.


 Mengidentifikasi objek dan/atau latar berdasarkan kosakata yang digunakan dalam
teks fiksi atau non-fiksi.
 Mengidentifikasi informasi penting yang tersurat dalam teks.
 Menyusun kerangka atau bagan berdasarkan bagian-bagian penting dalam teks.

2. Pemahaman Inferensial
Matriks berikutnya adalah pemahaman inferensial. Terdapat dua sub-kompetensi dalam
matriks pemahaman inferensial, antara lain:

 Menyimpulkan ide pokok, gagasan pendukung, tokoh, peristiwa, latar, dan/atau nilai-
nilai dalam dan/atau antarteks.
 Menjelaskan kelogisan hubungan antarperistiwa, antargagasan, dan/atau
antarinformasi dalam dan/atau antarteks.
 Memprediksi peristiwa dalam teks.
 Menjelaskan bahasa kias dan citraan yang digunakan dalam teks fiksi.

3. Evaluasi dan Apresiasi


Matriks berikutnya adalah matriks evaluasi dan apresiasi. Sub-kompetensi dalam matriks ini
terdiri dari:

 Menilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari-hari.


 Menilai kesesuaian dan/atau keakuratan unsur, kebahasaan, atau isi berdasarkan
perbandingan informasi dalam dan/atau antar-teks.
 Menyimpulkan respons emosional terhadap unsur teks fiksi.

Rangkuman materi Tes Kompetensi Akademik (TKA) di atas dapat dipelajari oleh siswa
dalam rangka mempersiapkan diri untuk menghadapi TKA. Siswa bisa

Anda mungkin juga menyukai