Penanganan Permukiman Kumuh Surabaya
Penanganan Permukiman Kumuh Surabaya
BAB I
PENDAHULU
AN
1.1 LATAR BELAKANG
Masalah permukiman kumuh hingga saat ini masih menjadi masalah utama yang yang
dihadapi di kawasan permukiman perkotaan. Tingginya arus urbanisasi akibat menumpuknya sumber
mata pencaharian di kawasan perkotaan menjadi magnet yang cukup kuat bagi masyarakat (terutama
golongan MBR) untuk bekerja di kawasan perkotaan dan tinggal di lahan-lahan ilegal yang mendekati
pusat kota, hingga akhirnya menciptakan lingkungan permukiman kumuh. Permasalahan permukiman
kumuh menjadi salah satu isu utama pembangunan perkotaan yang cukup menjadi polemik, karena
upaya penanganan yang sebenarnya dari waktu ke waktu sudah dilakukan berbanding lurus dengan
terus berkembangnya kawasan kumuh dan munculnya kawasan-kawasan kumuh baru. Secara khusus
dampak permukiman kumuh juga akan menimbulkan paradigma buruk terhadap penyelenggaraan
pemerintah, dengan memberikan dampak citra negatif akan ketidakberdayaan dan ketidakmampuan
pemerintah dalam pengaturan pelayanan kehidupan hidup dan penghidupan warganya. Dilain sisi
dibidang tatanan sosial budaya kemasyarakatan, komunitas yang bermukim di lingkungan permukiman
kumuh secara ekonomi pada umumnya termasuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah.
Adanya kawasan permukiman kumuh merupakan potret belum tersedianya permukiman yang
layak huni bagi masyarakat baik di desa maupun di kawasan perkotaan. Berdasarkan UU No.1 Tahun
2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman mengamanahkan bahwa Negara bertanggung
jawab melindungi segenap bangsa Indonesia melalui penyelenggaraan perumahan dan kawasan
permukiman agar masyarakat mampu bertempat tinggal serta menghuni rumah yang layak, terjangkau
di dalam lingkungan yang sehat, aman, harmonis dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam mewujudkan fungsi permukiman, pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap permukiman
kumuh dilakukan guna meningkatkan mutu kehidupan dan penghidupan masyarakat penghuni serta
menjaga dan meningkatkan kualitas dan fungsi perumahan dan permukiman berdasarkan pada
REVIEW RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN (RPLP)
1
MEMORANDUM PROGRAM REVIEW RPLP
KELURAHAN KALIRUNGKUT KECAMATAN RUNGKUT
KOTA SURABAYA
kepastian bermukim dan menjamin hak bermukim menurut ketentuan peraturan dan perundang-
undangan
Berdasarkan dokumen RPLP yang telah tersusun, masih berisi rencana aksi masyarakat atau
komunitas kegiatan skala lingkungan dan rencana kota yang belum sinkron. Penetapan kegiatan
infrastruktur di kawasan permukiman kumuh masih berupa penanganan permasalahan di tingkat
kelurahan, bukan penanganan permasalahan yang berdasarkan visi atau pencegahan permasalahan
kumuh di masa mendatang. Selain itu rencana aksi di RPLP belum sepenuhnya dipahami oleh
pemerintah sehingga perlu dilakukan review secara partisipatif dengan pemangku tingkat kelurahan
maupun tingkat kota. Dengan demikian diperlukan penyusunan memorandum program tingkat
kelurahan atau memorandum program rencana penataan lingkungan permukiman yang sebagai tindak
lanjut rencana aksi kegiatan yang telah tersusun pada RPLP dengan proses review secara partisipatif.
1.4 METODOLOGI
Output atau keluaran kegiatan dari penyusunan memorandum program tingkat kelurahan atau
memorandum program rencana penataan lingkungan permukiman (RPLP) Kelurahan Kalirungkut
meliputi:
1. Tersusunnya memorandum program yang komprehensif dalam dokumen RPLP yang telah
disusun dengan dokumen tingkat kota RP2KPKP
2. Terbentuknya rencana dan strategi penanganan kawasan permukiman kumuh Kelurahan
Kalirungkut melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh.
3. Terpadunya program/kegiatan dalam penanganan kawasan permukiman kumuh untuk
menyelesaikan permasalahan kumuh Kelurahan Kalirungkut melalui berbagai pemangku
kepentingan (pemerintah, swasta, dan masyarakat).
4. Meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan komitmen bersama, terkait tugas dan wewenang
masing-masing pemangku kepentingan (pemerintah, swasta, dan masyarakat) dalam upaya
penanganan kawasan permukiman kumuh untuk pengurangan luasan kumuh Kelurahan
Kalirungkut
5. Clustering perencanaan kawasan memberikan acuan pada kegiatan infrastruktur skala
lingkungan/kelurahan dan skala kawasan/kota
6. Skenario / simulasi penanganan kumuh perkotaan dapat menguraikan roadmap pengurangan
kumuh.
BAB II
KAJIAN
2.1 RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA SURABAYA 2014 – 2034
2.1.1 VISI DAN MISI
Visi penataan ruang Kota Surabaya adalah “Terwujudnya Kota Perdagangan dan Jasa
Internasional Berkarakter Lokal yang Cerdas, Manusiawi dan Berbasis Ekologi”. Adapun misi
penataan ruang Kota Surabaya sesuai RTRW Kota Surabaya adalah :
1. Meningkatkan kualitas penataan ruang kota dan infrastruktur kota yang menjamin aksesibilitas
publik berwawasan lingkungan dan nyaman.
2. Meningkatkan akses, kesadaran, partisipasi dan kontrol publik dalam pemanfaatan ruang,
penyusunan kebijakan dan penyelenggaraan layanan publik penyusunan kebijakan dan
penyelenggaraan layanan publik.
3. Mengembangkan aktualisasi dan kearifan budaya lokal warga kota dalam tata pergaulan
global.
4. Mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan secara konsisten meningkatkan iklim usaha
yang kondusif dan berkeadilan.
5. Mewujudkan masyarakat yang berdaya, kreatif dan sejahtera.
2.1.2 RENCANA STRUKTUR RUANG
Struktur ruang wilayah menggambarkan hirarki sistem kota dan perkotaan serta fungsi yang
diemban suatu Unit Pengembangan (UP). Rencana struktur ruang wilayah Kota Surabaya meliputi
sistem pusat pelayanan dan fungsi wilayah serta sistem prasarana wilayah kota. Adapun struktur ruang
Kota Surabaya sebagaimana pada tabel berikut.
2 UP VIII Dukuh 1. Kecamatan Dukuh Pakis Kawasan Segi Perdagangan dan jasa
Pakis 2. Kecamatan Delapan Perkantoran
Sukomanunggal Sukomanunggal Pendidikan
Kesehatan
C. PUSAT LINGKUNGAN
n Pendidikan
Kesehatan
Tabel 2. 2 Arahan Pola Ruang Kawasan Lindung dan Budidaya berdasarkan RTRW Kota Surabaya
NO. KEBIJAKAN KAWASAN ARAHAN
Kawasan Lindung Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional kriteria
kawasan sempadan pantai meliputi :
a. Daratan sepanjang tepian laut dengan jarak paling sedikit 100 (seratus) meter dari titik pasang air laut
tertinggi ke arah darat;
b. Daratan sepanjang tepian laut yang bentuk dan kondisi fisik pantainya curam atau terjal dengan jarak
proporsional terhadap bentuk dan kondisi fisik pantai
Kawasan Sempadan
Lokasi sempadan pantai di Kota Surabaya saat ini adalah :
Pantai
a. kawasan sempadan pantai di Kecamatan Benowo dan Kecamatan Asemrowo;
b. kawasan sempadan pantai di Kecamatan Krembangan, Kecamatan Pabean Cantian, dan Kecamatan
Semampir;
c. kawasan sempadan pantai di Kecamatan Kenjeran dan Kecamatan Bulak; dan
d. kawasan sempadan pantai di Kecamatan Mulyorejo, Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Rungkut dan
Kecamatan Gunung Anyar.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional kriteria
kawasan sempadan sungai meliputi :
a. Daratan sepanjang tepian sungai bertanggul dengan lebar paling sedikit 5 (lima) meter dari kaki
Kawasan sempadan tanggul sebelah luar;
Sungai b. Daratan sepanjang tepian sungai besar tidak bertanggul di luar kawasan permukiman dengan lebar
paling sedikit 100 (seratus) meter dari tepi sungai; dan
c. Daratan sepanjang tepian anak sungai tidak bertanggul di luar kawasan permukiman dengan lebar
paling sedikit 50 (lima puluh) meter dari tepi sungai.
Kawasan yang ditetapkan sebagai sempadan waduk/boezem meliputi sempadan waduk/boezem yangtersebar
Kawasan Sekitar
di seluruh wilayah Kota Surabaya dengan jarak sempadan paling sedikit 50 (lima puluh) meter dari titik pasang
Boozem
tertinggi ke arah darat.
Garis sempadan jalan perlintasan sebidang antara jalan rel kereta api dengan jalan raya adalah 30 (tiga puluh)
meter dari as jalan rel kereta api pada titik perpotongan as jalan rel kereta api dengan as jalan raya dan secara
Kawasan Sempadan
berangsur-angsur menuju pada jarak lebih dari 11 (sebelas) meter dari as jalan rel kereta api pada titik 600
Rel Kereta Api
(enam ratus) meter dari titik perpotongan as jalan kereta api dengan as jalan raya. Pengukuran dan batasan
garis sempadan rel kereta api disesuaikan dengan peraturan perundangan yang berlaku
2 Kawasan Budidaya Darat Rencana Kawasan Rencana pengembangan perumahan dan permukiman di Kota Surabaya dikembangkan berdasarkan
Perumahan dan kepadatannya meliputi perumahan kepadatan tinggi, sedang dan rendah.
Permukiman 1. Pengembangan perumahan dan permukiman kepadatan tinggi diarahkan pada Kecamatan Pabean
Cantian, Semampir, Bubutan, Tegalsari, Genteng, Kenjeran, Simokerto, Krembangan, Sawahan,
dan Wonokromo.
2. Pengembangan perumahan dan permukiman kepadatan sedang diarahkan pada Kecamatan Bulak,
BAB III
PROFIL PERMUKIMAN
KUMUH KELURAHAN
3.1 GAMBARAN UMUM KELURAHAN
Kelurahan Kalirungkut termasuk dalam Unit Pengembangan I Rungkut, meliputi wilayah
Kecamatan Rungkut, Kecamatan Gunung Anyar dan Kecamatan Tenggilis Mejoyo dengan pusat
unit pengembangan di kawasan Rungkut Madya. Fungsi utama Kelurahan Rungkut adalah sebagai
permukiman, perdagangan dan jasa, Industri, dan Pendidikan. Kelurahan Kalirungkut terletak di
wilayah kota Surabaya tepatnya berada di Kecamatan Rungkut, dengan luas wilayah sebesar
160,12 Ha. Kelurahan Kalirungkut terdiri dari 15 Rukun Warga (RW) dan 86 Rukun Tetangga (RT).
Jumlah KK terdiri dari 5.612 KK serta 19.075 jiwa.
Secara administratif, batas-batas wilayah Kelurahan Kalirungkut adalah sebagai berikut:
Sebelah Barat : Kelurahan Tenggilis Mejoyo Kecamatan Tenggilis
Sebelah Timur : Kelurahan Kedung Baruk Kecamatan Rungkut
Sebelah Utara : Kelurahan Panjang Jiwo Kecamatan Tenggilis
Sebelah Selatan : Kelurahan Rungkut Kidul Kecamatan Rungkut
RT STRUKTUR POLA
LUAS JUMLAH KEPADATAN
RW RT TERDELINIA RUANG/KEDUDUKAN RUANG/KEGIATAN
WILAYAH PENDUDUK PENDUDUK
SI KUMUH WILAYAH DOMINAN
I 6 3 0 77 26
I 7 3 0 44 15
I 8 1 0 91 91
I 9 3 0 55 18
I 10 3 0 38 13
II 1 1,5 0 108 72
II 2 1,4 0 79 56
II 3 1,7 0 108 63
II 4 1,9 0 104 55
II 5 2 0 153 76
Permukiman dan
II 6 1,9 0 119 63
Perumahan,
Perdagangan dan
II 7 2 0 119 59
Jasa
II 8 2,1 0 146 69
II 9 1,3 0 82 63
II 10 2,1 0 160 76
jasa
II 11 2 0 146 73
II 12 1,9 0 133 70
IV 4 1,3 0 76 58
IV 5 1,6 0 76 41
IV 6 1,4 0 46 33
IV 7 1,2 0 65 54
RT STRUKTUR POLA
LUAS JUMLAH KEPADATAN
RW RT TERDELINIA RUANG/KEDUDUKAN RUANG/KEGIATAN
WILAYAH PENDUDUK PENDUDUK
SI KUMUH WILAYAH DOMINAN
IV 8 1,6 0 54 34
IV 9 1,3 0 76 58
IV 10 1,7 0 100 59
IX 1 2 0 227 113
Permukiman dan
IX 2 2,3 0 260 113
Perumahan,
Perdagangan dan
IX 3 2,3 0 260 113
Jasa
IX 4 2 0 199 99
RT STRUKTUR POLA
LUAS JUMLAH KEPADATAN
RW RT TERDELINIA RUANG/KEDUDUKAN RUANG/KEGIATAN
WILAYAH PENDUDUK PENDUDUK
SI KUMUH WILAYAH DOMINAN
X 1 1,5 0 139 69
Permukiman dan
X 2 2 0 211 105
Perumahan,
Perdagangan dan
X 3 2 0 199 99
Jasa
X 4 2,5 0 229 92
XI 1 1,9 0 139 73
Permukiman dan
XI 2 2 0 139 70
Perumahan,
Perdagangan dan
XI 3 2 0 173 86
Jasa
XI 4 2,3 0 210 91
XIII 2 2 0 194 97
Permukiman dan
Perumahan,
XIII 3 1,9 0 67 35
Perdagangan dan
Jasa
XIII 4 1,2 0 39 33
XIII 5 1,7 0 60 35
Kalirungkut adalah permukiman dan kawasan industri di Kota Surabaya yang mana Kelurahan
Kalirungkut termasuk dalam Unit Pengembangan I Rungkut. Fungsi utama Kelurahan Kalirungkut
adalah sebagai permukiman, perdagangan dan jasa serta kawasan industri. Adapun kondisi
permasalahan utama permukiman kumuh Kelurahan Kalirungkut sebagaimana pada tabel berikut.
Prosen (%)
Prosen (%)
Prosen (%)
Prosen (%)
Volume
Volume
Volume
Volume
Volume
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Nilai
Kebakaran Kebakaran
Volume Prosen (%) Nilai Volume Prosen (%) Nilai
RW001 393,0 100,0% 5 393,0 100,0% 5
RW002 573,0 100,0% 5 573,0 100,0% 5
RW003 283,0 100,0% 5 45,0 15,9% 0
RW004 251,0 100,0% 5 251,0 100,0% 5
RW005 837,0 100,0% 5 517,0 61,8% 3
RW006 389,0 82,9% 5 469,0 100,0% 5
RW007 270,0 100,0% 5 270,0 100,0% 5
RW008 274,0 100,0% 5 274,0 100,0% 5
RW009 175,0 100,0% 5 175,0 100,0% 5
RW010 279,0 100,0% 5 279,0 100,0% 5
RW011 246,0 100,0% 5 246,0 100,0% 5
RW012 248,0 100,0% 5 100,0 40,3% 1
RW013 186,0 100,0% 5 186,0 100,0% 5
RW014 388,0 100,0% 5 388,0 100,0% 5
RW015 138,0 46,8% 1 295,0 100,0% 5
Total Kawasan 4.930,0 95,4% 5 4.461,0 86,3% 5
Sumber: Baseline Kelurahan Kalirungkut
Masih terdapat rumah tidak layak huni, di sebabkan karena kemampuan finansial sehingga tidak Jalan belum diperkeras dan
mampu memperbaiki rumah rusak dan tidak tertata rapi di
dikawasan permukiman
Terdapat warga yng membuang limbah ke sungai mealui pipa saluran pembuangan limbah dari Jalan belum diperkeras dan
MCK rusak dikawasan permukiman
Masih ditemui saluran yang terdapat Masih terdapat warga yang Banyaknyak Selokan yang tidak memenuhi standart
banyak tumpukan sampah dan menggunankan air sumur teknik, yang disebabkan oleh kontruksi saluran yang
pendangkalan, disebabkan tidak terawat untuk kebutuhan sehari-hari kurang memenuhi persyaratan teknis
drainase
8. Lain - lain :
a. Reklamasi tanah yang lebih besar dari 50 hektar (ha); dan √
b. Konstruksi penampungan atau penyimpanan air kapasitas lebih besar dari 10.000 m³ .
√
Sumber: Petunjuk Pelaksanaan Safeguard
tiap RT delineasi kumuh. Data aspek jalan lingkungan di wilayah permukiman kumuh dapat
dilihat pada tabel berikut:
Kota
PROSEN
PROSEN
PROSEN
PROSEN
PROSEN
Volume
Volume
Volume
Volume
Volume
NILAI
NILAI
NILAI
NILAI
NILAI
(%)
(%)
(%)
(%)
(%)
RW001
1,0 89,5% 5 484,0 43,1% 1 - 0,0% 0 640,0 56,9% 3 520,0 46,3% 1
RW002
- 0,0% 0 180,0 15,7% 0 - 0,0% 0 - 0,0% 0 360,0 31,3% 1
RW003
0,4 38,5% 1 400,0 24,7% 0 400,0 24,7% 0 330,0 20,4% 0 160,0 9,9% 0
RW004
- 0,0% 0 484,0 35,5% 1 - 0,0% 0 881,0 64,5% 3 667,0 48,9% 1
Total
Kawasa 1.548
1,4 31,2% 1 29,4% 1 400,0 7,6% 0 1.851,0 35,2% 1 1.707,0 32,5% 1
n ,0
Tabel 3.19 Aspek Proteksi Kebakaran Permukiman Kumuh Kelurahan Kalirungkut Tahun 2016
Ketidaktersediaan Prasarana Proteksi Ketidaktersediaan Sarana Proteksi
Wilayah Kebakaran Kebakaran
Volume Prosen (%) Nilai Volume Prosen (%) Nilai
RW001 - 0,0% 0 157,0 100,0% 5
RW002 58,0 100,0% 5 58,0 100,0% 5
RW003 59,0 100,0% 5 - 0,0% 0
RW004 80,0 100,0% 5 80,0 100,0% 5
Total Kawasan 197,0 55,6% 3 295,0 83,3% 5
Sumber: Baseline Kelurahan Kalirungkut 2016
BAB IV
KONSEP DAN STRATEGI
PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN
KUALITAS PERMUKIMAN KUMUH
Penentuan kawasan penanganan permukiman kumuh dilakukan terlebih dahulu dengan
menentukan klasifikasi kawasan permukiman kumuh tersebut mengacu Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat N0. 2/PRT/M/2016 tentang Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan
Kumuh dan Permukiman Kumuh. Terdapat tiga cara penentuan klasifikasi kawasan permukiman
kumuh yang berdasarkan kondisi kekumuhan, berdasarkan legalitas lahan, dan berdasarkan
pertimbangan lain dengan formula penilaian yang telah diatur. Langkah awal yang dilakukan adalah
dengan penyepakatan kawasan dan konsep penanganan permukiman kumuh dan tematik kawasan
yang mana merujuk pada perencanaan dan penanganan permukiman kumuh yang telah ada dalam hal
ini adalah yang tertuang pada dokumen Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman
Kumuh Perkotaan (RP2KPKP) Kota Surabaya dengan mengidetifikasi apakah permukiman kumuh
yang ada termasuk pada klaster permukiman kumuh tingkat kota dan tema kawasan serta konsep
penanganan yang akan terbentuk untuk perumusan strategi penanganan seperti apa sesuai dengan
permasalahan permukiman kumuh kelurahan. Adapaun penyepakatan kawasan dan konsep
penanganan permukiman kumuh dan tematik kawasan kelurahan Kalirungkut sebagaimana pada tabel
berikut.
4.1 PENYEPAKATAN KAWASAN DAN KONSEP PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH DAN TEMATIK KAWASAN
Tabel 4. 1 Penyepakatan Kawasan Dan Konsep Penanganan Permukiman Kumuh Dan Tematik Kawasan
KLASTERING DASAR
KONSEP
KAWASAN/RW RT PERTIMBANGAN TEMA STRATEGI
KOTA KELURAHAN PENANGANAN
TEMA
RW 15 dan RW Semu √ 1. Merupakan Kampung Pengembangan Perbaikan akses jalan
03 a RT kawasan Pendidikan Dan Perbaikan saluran drainase
perdagangan dan peningkatan Pengembangan vertikal garden
jasa skala akses Penguatan Kelompok Usaha Sejenis
pelayanan kota pendidikan Peningkatan PHBS masyarakat dengan sosialisasi dan
(Central Business informal dan penyuluhan yang berkelanjutan
District) fasilitas dasar Peningkatan pada fungsi control bangunan, pemberian izin
2. Keberadaan jalan permukiman susun kepada masyarakat serta pemantauan terhadap izin
merr dapat menuju mendirikan bangunan
mendukung masyarakat Penyuluhan terkait bangunan hunian yang layak dan berizin.
pertumbuhan yang Cerdas Pemberian Vertikal Garden
perdagangan dan dan Sehat Menyediakan Sarana dan Prasarana persampahan yang
jasa memadai
3. Terdapat kawasan Saran pengolahan persampahan mandiri
industri Perbaikan saluran PDAM yang bermasalah dan
4. Terdapat kawasan pemasangan SR PDAM
permukiman yang Perbaikan sanitasi yang rusak dan pembuatan jamban
mempunyai komunal jika dibutuhkan
permasalahan Pembangunan IPAL Komunal
mayoritas pada Penyuluhan tanggap bencana kebakaran dan pengadaan
aspek Drainase, alat pemadam api ringan (Apar)
jaringan jalan dan Pembangunan sentra belajar/pojok sinau yang dilengkapi
persampahan dengan wifi untuk menunjang kebutuhan pengetahuan dan
5. Terdapat LBB dan wawasan dunia kepada masyarakat
Guru yang Pengelolaan dilaksanaankan dengan pembentukan
berpotensi menjadi kelompok swadaya masyarakat, pemeliharaan (melalui
model kawasan perawatan dan pemeriksaan secara berkala), dan perbaikan
pendidikan (melalui rehabilitasi)
Kawasan
No Aspek Kekumuhan Permasalahan Konsep Pencegahan
Kumuh
Pelayanan informasi yang diberikan meliputi informasi terkait:
Rencana tata ruang
Penataan bangunan dan lingkungan
Perizinan dan
Standar perumahan dan permukiman
Jalan Lingkungan Terjadinya PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
kerusakan jaringan Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan kelaikan fungsi jalan lingkungan.
jalan Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada tahap perencanaan, tahap
pembangunan, dan tahap pemanfaatan.
Drainase Lingkungan Terjadinya PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
kerusakan jaringan Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan kelaikan drainase lingkungan.
drainase Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada tahap perencanaan, tahap
pembangunan, dan tahap pemanfaatan.
Air Minum Permasalahan aliran PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
air bersih dari hulu Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan kelaikan fungsi sarpras penyediaan air
ke hilir yang bersih.
terkadang tidak Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada tahap perencanaan, tahap
lancar pembangunan, dan tahap pemanfaatan.
Air Limbah Tidak terpelihara PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
sarana dan Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan kelaikan fungsi sarpras pengelolaan air
prasarana limbah.
peengelolaan air Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada tahap perencanaan, tahap
limbah pembangunan, dan tahap pemanfaatan.
Persampahan Tidak terpelihara PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
sarana dan Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan kelaikan fungsi sarpras pengelolaan
prasarana sampah.
peengelolaan Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada tahap perencanaan, tahap
persampahan pembangunan, dan tahap pemanfaatan.
Proteksi Kebakaran Tidak ada sarana PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN
dan prasarana Pengawasan dan pengendalian standar teknis dan kelaikan fungsi sarpras proteksi
proteksi kebakaran kebakaran. Pengawasan dan pengendalian dilaksanakan pada tahap perencanaan,
Kawasan
No Aspek Kekumuhan Permasalahan Konsep Pencegahan
Kumuh
tahap pembangunan, dan tahap pemanfaatan.
Sosial Kurangnya PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
kesadaran Pendampingan
masyarakat akan Penyuluhan terkait lingkungan bersih dan sehat serta ekonomi kreatif
hidup sehat Pembimbingan terkait lingkungan bersih dan sehat serta ekonomi kreatif
Ekonomi Masih terdapat Bantuan teknis lingkungan bersih dan sehat serta ekonomi kreatif
masyarakat Pelayanan Informasi
berpenghasilan Pelayanan informasi yang diberikan meliputi informasi terkait:
rendah Perizinan usaha dan produk ekonomi
BAB V
RENCANA AKSI PROGRAM
PENANGANAN PERMUKIMAN
KUMUH
5.1 RUMUSAN KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH
Berdasarkan konsep penanganan dan pencegahan yang dirumuskan sebelumnya dapat
dirumuskan pula kebutuhan penanganan yang merupakan cakupan kegiatan secara umum
penanganan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Kalirungkut sebagaimana tabel berikut.
PERMASALAHAN PARAMETER
JENIS KEGIATAN
DATA BASELINE PENGHAMBAT
RW RT ASPEK KUMUH PARAMETER PROGRAM 5 TAHUN
PELAKSANAAN SKALA SKALA
NUMERIK PROSENTASE (%)
KOTA LINGKUNGAN
Prasarana Pengelolaan
Persampahan
Kondisi Proteksi Ketidaktersediaan Prasarana 197 55,65 Pengadaan alat proteksi
Kebakaran Proteksi Kebakaran kebakaran
√
Ketidaktersediaan Sarana 295 83,33
Proteksi Kebakaran
15 2 Kondisi Bangunan Ketidakteraturan Bangunan - 0,00
Kepadatan Bangunan - 0,00
√
Ketidaksesuaian dengan Persy
- 0,00
Teknis Bangunan
Kondisi Jalan Cakupan Pelayanan Jalan - 0,00 Perbaikan/rehabilitasi
Lingkungan Lingkungan Jalan
√
Kualitas Permukaan Jalan 560 66,67
lingkungan
Kondisi Penyediaan Air Ketersediaan Akses Aman Air 21 35,59 Pemasangan Pipa Blum ada jaringan
Minum Minum jaringan Air bersih induk/tersier
√
Tidak terpenuhinya Kebutuhan - 0,00
Air Minum
Kondisi Drainase Ketidakmampuan Mengalirkan - 0,00 Rehabilitasi Drainase Ada beberapa
Lingkungan Limpasan Air bangunan warga yang √
diatas drainase
Ketidaktersediaan Drainase 180,00 15,65 Pembangunan drainase
√
baru
Ketidakterhubungan dgn Sistem - 0,00
√
Drainase Kota
Tidak terpeliharanya Drainase - 0,00 Rehabilitasi Drainase Ada beberapa
Kualitas Konstruksi Drainase 360,00 31,30 bangunan warga yang √
diatas drainase
Kondisi Pengelolaan Air Sistem Pengelolaan Air Limbah 14 23,73 Penanganan Sanitasi Status Legalitas Tanah
Limbah Tidak Sesuai Standar Teknis Lingkungan dan ketersediaan lahan
Prasarana dan Sarana - 0,00
√
Pengelolaan Air Limbah Tidak
Sesuai dengan Persyaratan
Teknis
Kondisi Pengelolaan Prasarana dan Sarana - 0 Pengadaan abak
Persampahan Persampahan Tidak Sesuai sampah dan aerob √
dengan persyaratan Teknis
PERMASALAHAN PARAMETER
JENIS KEGIATAN
DATA BASELINE PENGHAMBAT
RW RT ASPEK KUMUH PARAMETER PROGRAM 5 TAHUN
PELAKSANAAN SKALA SKALA
NUMERIK PROSENTASE (%)
KOTA LINGKUNGAN
Sistem Pengelolaan - 0
Persampahan yang tidak sesuai
Standar Teknis
Tidakterpeliharanya Sarana dan 59 100
Prasarana Pengelolaan
Persampahan
Kondisi Proteksi Ketidaktersediaan Prasarana 58 100 Pengadaan alat proteksi
Kebakaran Proteksi Kebakaran kebakaran
√
Ketidaktersediaan Sarana 58 100
Proteksi Kebakaran
15 3 Kondisi Bangunan Ketidakteraturan Bangunan 18,00 22,50
Kepadatan Bangunan - 0,00
Rehab Rumah Status Legalitas Tanah √
Ketidaksesuaian dengan Persy 24,00 30,00
Teknis Bangunan
Kondisi Jalan Cakupan Pelayanan Jalan - 0,00 Perbaikan/rehabilitasi
Lingkungan Lingkungan Jalan
√
Kualitas Permukaan Jalan 434,00 59,13
lingkungan
Kondisi Penyediaan Air Ketersediaan Akses Aman Air 13,00 16,25 Pemasangan Pipa Blum ada jaringan
Minum Minum jaringan Air bersih induk/tersier
√
Tidak terpenuhinya Kebutuhan 8,00 10,00
Air Minum
Kondisi Drainase Ketidakmampuan Mengalirkan - 0,00
Lingkungan Limpasan Air √
PERMASALAHAN PARAMETER
JENIS KEGIATAN
DATA BASELINE PENGHAMBAT
RW RT ASPEK KUMUH PARAMETER PROGRAM 5 TAHUN
PELAKSANAAN SKALA SKALA
NUMERIK PROSENTASE (%)
KOTA LINGKUNGAN
Teknis
Kondisi Pengelolaan Prasarana dan Sarana - 0 Pengadaan abak
Persampahan Persampahan Tidak Sesuai sampah dan aerob
dengan persyaratan Teknis
Sistem Pengelolaan - 0
Persampahan yang tidak sesuai √
Standar Teknis
Tidakterpeliharanya Sarana dan 80 100
Prasarana Pengelolaan
Persampahan
Kondisi Proteksi Ketidaktersediaan Prasarana 80 100 Pengadaan alat proteksi
Kebakaran Proteksi Kebakaran kebakaran
√
Ketidaktersediaan Sarana 80 100
Proteksi Kebakaran
3 3 Kondisi Bangunan Ketidakteraturan Bangunan 59,00 100 Rehab Rumah Status Legalitas Tanah
Kepadatan Bangunan - 0,00
√
Ketidaksesuaian dengan Persy
- 0,00
Teknis Bangunan
Kondisi Jalan Cakupan Pelayanan Jalan Perbaikan/rehabilitasi
- 0,00
Lingkungan Lingkungan Jalan
√
Kualitas Permukaan Jalan
410,00 63,08
lingkungan
Kondisi Penyediaan Air Ketersediaan Akses Aman Air
- 0,00
Minum Minum
√
Tidak terpenuhinya Kebutuhan
- 0,00
Air Minum
Kondisi Drainase Ketidakmampuan Mengalirkan Rehabilitasi Drainase Ada beberapa
Lingkungan Limpasan Air 0,40 38,46 bangunan warga yang √
diatas drainase
Ketidaktersediaan Drainase Pembangunan drainase
400,00 24,69 √
baru
Ketidakterhubungan dgn Sistem
400,00 24,69 √
Drainase Kota
Tidak terpeliharanya Drainase 330,00 20,37 Rehabilitasi Drainase Ada beberapa √
Kualitas Konstruksi Drainase 160,00 9,88 bangunan warga yang
diatas drainase
PERMASALAHAN PARAMETER
JENIS KEGIATAN
DATA BASELINE PENGHAMBAT
RW RT ASPEK KUMUH PARAMETER PROGRAM 5 TAHUN
PELAKSANAAN SKALA SKALA
NUMERIK PROSENTASE (%)
KOTA LINGKUNGAN
Kondisi Pengelolaan Air Sistem Pengelolaan Air Limbah Penanganan Sanitasi Status Legalitas Tanah
- 0,00
Limbah Tidak Sesuai Standar Teknis Lingkungan dan ketersediaan lahan
Prasarana dan Sarana
√
Pengelolaan Air Limbah Tidak
59,00 100
Sesuai dengan Persyaratan
Teknis
Kondisi Pengelolaan Prasarana dan Sarana
Persampahan Persampahan Tidak Sesuai - 0,00
dengan persyaratan Teknis
Sistem Pengelolaan
Persampahan yang tidak sesuai - 0,00
Standar Teknis
Tidakterpeliharanya Sarana dan
Prasarana Pengelolaan - 0,00
Persampahan
Kondisi Proteksi Ketidaktersediaan Prasarana Pengadaan alat proteksi
59,00 100
Kebakaran Proteksi Kebakaran kebakaran
√
Ketidaktersediaan Sarana
- 0,00
Proteksi Kebakaran
PRIORITAS I
KALIRUNGKUT PEREMAJAAN Drainase Pembuatan Gorong- RT 02 RW 15 M' 38 Lingkungan
Gorong + Tutup
Drainase Pembuatan Gorong- RT 02 RW 15 M' 133 Lingkungan
Gorong + Tutup
Drainase Pembuatan Jl. Bakung 2 RT 5,1 M' 320 Kota
plengsengan Sungai Rw 03
Drainase Normalisasi Sungai Jl. Bakung 2 RT 5,1 M3 512 Kota
Rw 03
Drainase Pembuatan saluran U Rungkut Lor X RT M' 680 Lingkungan
Ditch + Tutup U-40 01 RW 15
Drainase Pengerukan saluran Rungkut Lor X No 7 M' 162 Lingkungan
C RT 03 RW 15
Drainase Pengerukan saluran Rungkut Lor X RT M' 380 Lingkungan
02 RW 15
Drainase Perbaikan saluran U Rungkut Lor X RT M' 520 Lingkungan
Ditch + Tutup U-40 03 RW 15
Drainase Pembuatan saluran U Bakung I No 43 B M' 38 Lingkungan
Ditch + Tutup U-40 RT 01 RW 03
Drainase Pembuatan saluran U RT 02 RW 15 M' 103 Lingkungan
Ditch + Tutup U-40
Drainase Pembuatan saluran U Rungkut lor X RT 02 M' 420 Lingkungan
Ditch + Tutup U-40 RW 15
Drainase Pembuatan saluran U Rungkut Lor X RT M' 140 Lingkungan
Ditch + Tutup U-40 02 RW 15
Drainase Pembuatan saluran U Rungkut Lor X RT M' 112 Lingkungan
Ditch + Tutup U-41 03 RW 15 No 7C
Drainase Pembuatan saluran U Rungkut Lor X RT M' 90 Lingkungan
Ditch + Tutup U-42 03 RW 15 No 19
Tahun
Pola Skala
Kawasan Program Jenis Kegiatan Fisik Lokasi Satuan Volume
Penanganan Penanganan 2018 2019 2020 2021 2022
Tahun
Pola Skala
Kawasan Program Jenis Kegiatan Fisik Lokasi Satuan Volume
Penanganan Penanganan 2018 2019 2020 2021 2022
Tahun
Pola Skala
Kawasan Program Jenis Kegiatan Fisik Lokasi Satuan Volume
Penanganan Penanganan 2018 2019 2020 2021 2022
Tahun
Pola Skala
Kawasan Program Jenis Kegiatan Fisik Lokasi Satuan Volume
Penanganan Penanganan 2018 2019 2020 2021 2022
Penanggung
Skala Sumber
Kawasan Jenis Kegiatan Fisik Lokasi Satuan Volume Harga Satuan Biaya total Jawab / OPD
Penanganan Pendanaan
Teknis
Pembuatan saluran U Rungkut Lor X M' 90 Lingkungan 1,500,001.0 58,500,03 DPU BMP APBN
Ditch + Tutup U-42 RT 03 RW 15 No 0 9.00
19
Pembuatan saluran U Rungkut Lor X M 39 Lingkungan 1,500,000.0 268,500,000 DPU BMP APBN
Ditch + Tutup U-40 No 144 RT 03 0 .00
RW 15
Pembuatan saluran U RT 03 RW 15 M 179 Lingkungan 1,500,000.0 28,950,00 DPU BMP APBN
Ditch + Tutup U-40 0 0.00
Pembuatan saluran U Gang X Mandiri M 19.3 Lingkungan 1,500,000.0 123,150,000 DPU BMP APBN
Ditch + Tutup U-40 RW 15 0 .00
Pembuatan saluran U Gang Makmur M 82.1 Lingkungan 1,500,000.0 130,200,000 DPU BMP APBN
Ditch + Tutup U-40 RT 02 RW 15 0 .00
Pembuatan saluran U Bakung RT 01 M 86.8 Lingkungan 1,500,000.0 42,300,00 DPU BMP APBN
Ditch + Tutup U-40 RW 03 0 0.00
Pembuatan saluran U Gang Musholla M 28.2 Lingkungan 1,500,000.0 123,300,000 DPU BMP APBN
Ditch + Tutup U-40 RT 01 RW 15 0 .00
Perbaikan Saluran dan Bakung RT 05 M 82.2 Lingkungan 1,000,000.0 718,000,000 DPU BMP APBN
tutup 2 Sisi RW 03 0 .00
Perbaikan Saluran dan RT 03 RW 15 M 718 Lingkungan 1,000,000.0 82,000,00 DPU BMP APBN
tutup 2 Sisi 0 0.00
Perbaikan Saluran dan Gang X Rw 15 82 Lingkungan 1,000,000.0 357,000,000 DPU BMP APBN
tutup 2 Sisi 0 .00
Perbaikan Saluran dan Gang X Rt 02 M 357 Lingkungan 1,000,000.0 276,000,000 DPU BMP APBN
tutup 2 Sisi RW 15 0 .00
Perbaikan Saluran dan Terusan Sungai M 276 Lingkungan 1,000,000.0 598,000,000 DPU BMP APBN
tutup 2 Sisi Gang Makam 0 .00
Perbaikan Jalan RT 03 RW 15 M2 598 Lingkungan 200,000.0 22,200,00 DPU BMP APBN
Paving 0 0.00
Penanggung
Skala Sumber
Kawasan Jenis Kegiatan Fisik Lokasi Satuan Volume Harga Satuan Biaya total Jawab / OPD
Penanganan Pendanaan
Teknis
15
Perbaikan Jalan Rungkut Lor X M2 51 Lingkungan 200,000.0 56,000,00 DPU BMP APBN
Paving No 144 RT 03 0 0.00
RW 15
Perbaikan Jalan Rungkut Lor X M2 280 Lingkungan 200,000.0 112,000,000 DPU BMP APBN
Paving RT 02 RW 15 0 .00
Perbaikan Jalan RT 02 RW M2 560 Lingkungan 200,000.0 45,000,00 DPU BMP APBN
Paving 15Rungkut lor X 0 0.00
No 77
Perbaikan Jalan RT02 RW 15 M2 225 Lingkungan 200,000.0 9,020,00 DPU BMP APBN
Paving 0 0.00
Perbaikan Jalan Gg Mushola RT M2 45.1 Lingkungan 200,000.0 1,600,00 DPU BMP APBN
Paving 01 RW 15 0 0.00
Pembuatan Jamban RW 15 Unit 8 Lingkungan 5,000,000.0 5,000,00 DPU BMP APBN
Sehat 0 0.00
IPAL Komunal Bakung Gg Unit 1 Kota 350,000,000.00 1,050,000,000 DPU BMP APBN
Buntu RT 03 RW .00
3
Septiiktank Bakung Gg Unit 3 Lingkungan 5,000,000.0 15,000,00 DPU BMP dan APBN
Damiri RT04 0 0.00 Dinas Kesehatan
RW03
Septiiktank Rungkut Lor X Unit 3 Lingkungan 5,000,000.0 25,000,00 DPU BMP dan APBN
RT03 RW15 0 0.00 Dinas Kesehatan
Septiiktank Rungkut Lor X Unit 5 Lingkungan 5,000,000.0 5,000,00 DPU BMP dan APBN
RT01 RW15 0 0.00 Dinas Kesehatan
APAR Rungkut lor X RT Unit 1 Lingkungan 7,000,000.0 7,000,00 PMK APBN
02 RW 15 0 0.00
APAR Rungkut lor X RT Unit 1 Lingkungan 7,000,000.0 7,000,00 PMK APBN
01 RW 15 0 0.00
APAR Rungkut lor X RT Unit 1 Lingkungan 7,000,000.0 21,000,00 PMK APBN
03 RW 15 0 0.00
RTLH RW 03 Unit 3 Lingkungan 25,000,000.0 25,000,00 Dinas Sosial APBD
0 0.00
RTLH RT 01RW 03 Unit 1 Lingkungan 25,000,000.0 25,000,00 Dinas Sosial APBD
misdi Bakung 0 0.00
II/32B
Penanggung
Skala Sumber
Kawasan Jenis Kegiatan Fisik Lokasi Satuan Volume Harga Satuan Biaya total Jawab / OPD
Penanganan Pendanaan
Teknis
RTLH Rungkut Lor X Unit 1 Lingkungan 25,000,000.0 25,000,00 Dinas Sosial APBD
No 16D RT 03 0 0.00
RW 15 Bp.
Irwanto
RTLH Rungkut Lor X Unit 1 Lingkungan 25,000,001.0 25,000,00 Dinas Sosial APBD
No 11 E RT 03 0 1.00
RW 15 Ibu
Sundari
RTLH Rungkut Lor X Unit 1 Lingkungan 25,000,002.0 25,000,00 Dinas Sosial APBD
No 7 C RT 03 0 2.00
RW 15 Mbak Tin
RTLH Rungkut Lor X Unit 1 Lingkungan 25,000,003.0 25,000,00 Dinas Sosial APBD
No 7 RT 03 RW 0 3.00
15 Rohmah
RTLH Rungkut Lor X Unit 1 Lingkungan 25,000,004.0 25,000,00 Dinas Sosial APBD
No 15 RT 03 RW 0 4.00
15 M. Fauzi
RTLH Rungkut Lor X Unit 1 Lingkungan 25,000,005.0 25,000,00 Dinas Sosial APBD
No 19 RT 03 RW 0 5.00
15 Anis
RTLH Rungkut Lor X Unit 1 Lingkungan 25,000,006.0 100,000,024 Dinas Sosial APBD
No 7D RT 03 0 .00
RW 15 M. Nasik
RTLH RW 15 Unit 4 Lingkungan 25,000,000.00 1,250,000,000.00 Dinas Sosial APBD
sosialisasi tentang Balai RW 3 dan Orang 50 Lingkungan 100,000.0 2,000,00 Dinas Sosial APBD
PHBS 15 0 0.00
Pembekalan tentang BLC Kecamatan Orang 20 Lingkungan 100,000.0 5,000,00 BLC dan Dinas APBD
pembuatan Web Rungkut 0 0.00 Sosial
tentang pendidikan
dikalangan remaja
Sosialisasi dan Balai RW 3 dan Orang 50 Lingkungan 100,000.0 5,000,00 PMK APBN
pembekalan tentang 15 0 0.00
bahaya kebakaran
Pelatihan pengolahan Balai RW 3 dan Orang 50 Lingkungan 100,000.0 5,000,00 DKRTH APBD
sampah mandiri 15 0 0.00
Pelatihan ketrampilan Balai RW 3 dan Orang 50 Lingkungan 200,000.0 4,000,00 Disnaker APBD
pembuatan kue basah 15 0 0.00
Penanggung
Skala Sumber
Kawasan Jenis Kegiatan Fisik Lokasi Satuan Volume Harga Satuan Biaya total Jawab / OPD
Penanganan Pendanaan
Teknis
Pelatihan menjahit Balai RW 3 dan Orang 20 Lingkungan 1,250,000.0 62,500,00 Disnaker APBD
15 0 0.00
Pelatihan ketrampilan Balai RW 3 dan Orang 50 Lingkungan 150,000.0 7,500,00 Disnaker APBD
kerajinan tangan 15 0 0.00
Pelatihan desain dan Balai RW 3 dan Orang 50 Lingkungan 100,000.0 5,000,00 Disnaker APBD
packaging produk 15 0 0.00
KSM
Pembekalan tentang Balai RW 3 dan Orang 50 Lingkungan 500,000.0 25,000,00 BDI APBN
pengembangan 16 0 0.00
ekonomi produktif
Simpan pinjam Balai RW 3 dan Orang 50 Lingkungan 1,000,000.00 50,000,000.00 BDI APBN
15
2. Kondisi Jalan a. Cakupan Pelayanan Jalan Lingkungan - Meter 0,00% 0 - Meter 0,00% 0
Lingkungan b. Kualitas Permukaan Jalan lingkungan 2.244,00 Meter 73,24% 3 1.985,00 Meter 64,78% 3
Rata-rata Kondisi Jalan
36,62% 32,39%
Lingkungan
3. Kondisi Penyediaan Air a. Ketersediaan Akses Aman Air Minum 35,00 KK 9,86% 0 35,00 KK 9,86% 0
Minum b. Tidak terpenuhinya Kebutuhan Air Minum 29,00 KK 8,17% 0 29,00 KK 8,17% 0
Rata-rata Kondisi
0,00% 0,00%
Penyediaan Air Minum
a. Ketidakmampuan Mengalirkan Limpasan Air 1,41 Ha 31,23% 1 1,41 Ha 31,23% 1
7. Kondisi Proteksi a. Ketidaktersediaan Prasarana Proteksi Kebakaran 197,00 Unit 55,65% 3 197,00 Unit 55,65% 3
Kebakaran b. Ketidaktersediaan Sarana Proteksi Kebakaran 295,00 Unit 83,33% 5 295,00 Unit 83,33% 5
Rata-rata Kondisi Proteksi
69,49% 69,49%
Kebakaran
BATAS AMBANG NILAI TINGKAT KEKUMUHAN
TOTAL NILAI 16 TOTAL NILAI 13
71 -95 : KUMUH BERAT
45 - 70 : KUMUH SEDANG TIDAK TIDAK
TINGKAT KEKUMUHAN TINGKAT KEKUMUHAN
19 - 44 KUMUH RINGAN KUMUH KUMUH
< 19, DINYATAKAN TIDAK KUMUH RATA2 KEKUMUHAN SEKTORAL 20,69% RATA2 KEKUMUHAN SEKTORAL 16,23%
KONTRIBUSI PENANGANAN 0,00% KONTRIBUSI PENANGANAN 21,56%
Bobo Numeri
Parameter % Sat
t k
21,75
1. Ketidakteraturan Bangunan 0 77 Unit
%
2. Kepadatan Bangunan Tdk Sesuai Ketentuan 0,00% 0 - Ha
11,58
3. Ketidaksesuaian dengan Persyaratan Teknis Bangunan 0 41 Unit
%
Mete
4. Cakupan Pelayanan Jalan Lingkungan 0% 0 -
r
Mete
5. Kualitas Permukaan Jalan lingkungan 65% 3 1.985
r
6. Ketersediaan Akses Aman Air Minum 10% 0 35 KK
5. Tidak terpenuhinya Kebutuhan Air Minum 8% 0 29 KK
8. Ketidakmampuan Mengalirkan Limpasan Air 31% 1 1 Ha
Mete
9. Ketidaktersediaan Drainase 27% 1 1.439
r
Mete
10. Ketidakterhubungan dengan Sistem Drainase Perkotaan 8% 0 400
r
Mete
11. Tidak terpeliharanya Drainase 25% 0 1.299
r
Mete
12. Kualitas Konstruksi Drainase 22% 0 1.155
r
13. Sistem Pengelolaan Air Limbah Tidak Sesuai Standar Teknis 17% 0 59 KK
14. Sapras Pengelolaan Air Limbah Tidak Sesuai Persyaratan Teknis 17% 0 62 KK
15. Sapras Persampahan Tidak Sesuai dengan persyaratan Teknis 0% 0 - KK
16. Sistem Pengelolaan Persampahan yang tidak sesuai Standar
0% 0 - KK
Teknis
100
50
BAB VI
DESAIN TEKNIS KAWASAN
PENANGANAN KAWASAN
PENANGANAN PERMUKIMAN
Berdasarkan Isu-isu kekumuhan di Kelurahan Kalirungkut sebagaimana hasil identifikasi
kondisi lapang permasalahan permukiman kumuh tersebar di lokasi kumuh yaitu RW 1, RW 2, RW 3,
RW 4, RW 5, dan RW 6. Permasalahan-permasalahan tersebut mayoritas pada aspek persampahan,
jaringan jalan, jaringan drainase, sanitasi, jaringan air bersih, dan rumah tidak layak huni. Dari overview
kebijakan, potensi dan masalah, serta perumusan kebutuhan penanganan maka didapatkan desain
teknis kawasan yang menjabarkan program dan kegiatan penanganan kawasan permukiman kumuh
Kelurahan Kalirungkut dengan desain kawasan dan detail rencana aksi sebagaimana pada gambar
peta berikut.
s