Analysis of Marketing Strategies to Increase Sales at PT Poci
Kreasi Mandiri in Bogor City
Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan PT Poci Kreasi
Mandiri di Kota Bogor
Veralianta Br Sebayang*, Tasya Angelita, Agtris Herlinawati, Fastabiqul Khairat, Glori S.
Napitupulu, Rachel Sofia Audina, Rachmawati Rezeki Utami, Reindra Rahman
Agribusiness Management Study Program, Vocational School, IPB University, Bogor, Indonesia
* Correspondence: vera_bayang@[Link]
ARTICLE INFO ABSTRACT
Marketing meets consumer needs and desires by involving
How to cite:
social processes that include the creation and exchange of
Sebayang, V. B., Angelita, T.,
products and values. This research examines the marketing
Herlinawati, A., Khairat, F.,
strategy for Teh Poci products managed by PT Poci Kreasi
Napitupulu, G. S., Audina, R. S.,
Mandiri, aiming to identify, evaluate, and formulate priorities
Utami, R. R., & Rahman, R.
for an appropriate marketing mix strategy. This study applies
(2024). Analisis Strategi
the Analytic Hierarchy Process (AHP) method to determine a
Pemasaran untuk Meningkatkan
priority from various options, focusing on identifying the
Penjualan PT Poci Kreasi Mandiri
marketing mix strategy (4P) already implemented by PT Poci
di Kota Bogor. Journal of
Kreasi Mandiri, evaluating consumer perceptions of these
Integrated Agribusiness, 6(2),
strategies, and formulating suitable priorities for future
184-190.
marketing mix strategies. The analysis reveals that promotion
is the primary aspect needing improvement, particularly
through collaborations with relevant parties. Direct
DOI: 10.33019/jia.v6i2.5259 distribution is also identified as a critical second priority to
expand market reach. Product variety should receive further
attention to enhance consumer appeal, and the pricing aspect,
Copyright © 2024. Owned by especially regarding cup sizes, should be adjusted for optimal
the authors, published by the profit. The findings provide insights into marketing strategies
Journal of Integrated that can support PT Poci Kreasi Mandiri in Bogor City in
Agribusiness. increasing sales of Teh Poci products.
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution- Keywords: AHP (Analytic Hierarchy Process); Iced Tea;
NonCommercial 4.0 Marketing Mix; Marketing Strategy
International License.
184
ABSTRAK
Pemasaran mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan
konsumen dengan melibatkan proses sosial yang
mencakup penciptaan serta pertukaran produk dan nilai.
Penelitian ini membahas strategi pemasaran produk Teh
Poci yang dikelola oleh PT Poci Kreasi Mandiri, dengan
tujuan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merumuskan
prioritas strategi bauran pemasaran yang tepat. Penelitian
ini menggunakan metode Analytic Hierarchy Process
(AHP) untuk menentukan prioritas dari berbagai opsi,
dengan fokus pada identifikasi strategi bauran
pemasaran (4P) yang telah diterapkan oleh PT Poci Kreasi
Mandiri, mengevaluasi persepsi konsumen terhadap
strategi tersebut, serta merumuskan prioritas strategi
bauran pemasaran yang sesuai untuk masa mendatang.
Hasil analisis menunjukkan bahwa promosi merupakan
aspek utama yang perlu ditingkatkan, khususnya melalui
kolaborasi dengan pihak terkait. Distribusi langsung juga
diidentifikasi sebagai prioritas kedua yang penting untuk
memperluas jangkauan pasar. Variasi produk perlu
mendapat perhatian lebih lanjut untuk meningkatkan
daya tarik konsumen, dan aspek harga, terutama terkait
dengan ukuran gelas, perlu disesuaikan demi
keuntungan yang optimal. Temuan ini memberikan
wawasan mengenai strategi pemasaran yang dapat
mendukung PT Poci Kreasi Mandiri di Kota Bogor dalam
meningkatkan penjualan produk Teh Poci.
Kata Kunci: Analytic Hierarchy Process (AHP); Bauran
Pemasaran; Es Teh; Strategi Pemasaran
1. Pendahuluan
Hakikat pemasaran adalah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen (Raynesa
Noor Emiliasari, 2020). Setiap orang setidaknya pernah terlibat dalam kegiatan pemasaran,
yaitu mengomunikasikan keinginan mereka kepada orang lain. Hal ini dibuktikan oleh data
Survei Bank Indonesia, yang menunjukkan peningkatan konsumsi masyarakat pada Desember
2023 sebesar 123,8, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 123,6 (Haryono,
2024). Pemasaran merupakan proses sosial di mana individu dan kelompok memenuhi
kebutuhan dan keinginan mereka melalui penciptaan dan pertukaran produk serta nilai dengan
orang lain. Selain itu, pemasaran diartikan sebagai suatu proses perencanaan dan pelaksanaan
kegiatan yang bertujuan untuk membangun, mengembangkan, dan memelihara hubungan
transaksi yang menguntungkan dengan pelanggan (Kotler & Keller, 2016). Tujuan pemasaran
adalah untuk mendapatkan respons terhadap suatu penawaran (Yanti & Idayanti, 2022).
185
Tujuan pemasaran adalah membantu penjual dalam mengidentifikasi, memahami, dan
memenuhi kebutuhan konsumen sehingga mereka dapat menjual produk atau jasa yang
ditawarkan secara efektif. Seiring perkembangan masyarakat, kebutuhan dan keinginan
konsumen terus meningkat. Sebaliknya, produsen menerapkan strategi dan promosi tertentu
untuk merangsang keinginan masyarakat terhadap produk yang dipromosikan guna
memenuhi kebutuhan mereka (Sunyoto, 2014a). Dalam meningkatkan kepuasan pelanggan dan
mempromosikan produk, perusahaan dapat menggunakan beragam teknik pemasaran (Fadhli
Nursal et al., 2023). Untuk menciptakan pasar yang menarik dan kompetitif, diperlukan strategi
pemasaran yang mampu menarik minat pelanggan. Artinya, perusahaan harus merancang
strategi pemasarannya secara efektif dan efisien untuk memastikan keberlanjutan jangka
panjang. Dengan demikian, upaya perusahaan untuk menarik perhatian konsumen akan
memungkinkan pesan yang disampaikan mencapai targetnya (Sunyoto, 2014b).
Perusahaan perlu melakukan seleksi strategi pemasaran agar pemasaran dapat berjalan
secara efektif. Proses pemilihan strategi meliputi penetapan tujuan atau sasaran produk sebagai
pedoman dalam memilih strategi yang tepat, mengevaluasi peluang pasar dengan memahami
karakteristik dan potensi pasar berdasarkan analisis yang valid, dan memahami faktor
keberhasilan pasar, termasuk pemahaman manajemen mengenai manfaat yang diperlukan
untuk mencapai tujuan (Sinulingga, 2015). Terdapat empat alternatif strategi, yaitu: 1) sub-
strategi pertumbuhan yang terdiri dari pertumbuhan incremental, pertumbuhan laba,
pertumbuhan stabil, dan pertumbuhan berkelanjutan; 2) strategi pertumbuhan stabil, yang
terbagi menjadi pertumbuhan internal dan pertumbuhan eksternal; 3) strategi pengurangan
pertumbuhan; dan 4) strategi kombinasi pertumbuhan (Sri & Piniji, 2019). Peran penting
strategi pemasaran dalam mencapai keberhasilan usaha menunjukkan bahwa bidang
pemasaran memiliki peran besar dalam mewujudkan rencana usaha (Kereh et al., 2018).
Strategi pemasaran bertujuan untuk meningkatkan penjualan, menetapkan harga, dan
mengoptimalkan keuntungan (Sope, 2023). Pasar yang menarik sering kali menjadi daya tarik
bagi pemain baru, perusahaan baru, atau perusahaan yang sudah ada yang memperkenalkan
produk baru untuk bersaing di pasar yang sama (Nofiani & Mursid, 2021).
PT Poci Kreasi Mandiri merupakan perusahaan yang beroperasi di sektor Food and Beverage
(F&B). Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik Indonesia, sektor F&B skala menengah besar
mengalami pertumbuhan sebesar 20,76% pada tahun 2022, menjadikannya salah satu sektor
dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang signifikan. PT Poci Kreasi Mandiri berfokus pada
pengaturan dan operasional bisnis aliansi waralaba dengan merek Es Teh Poci menggunakan
bahan baku teh dari merek Teh Cap Poci (Yusrillia Tita Dwitama & Siswahyudianto, 2022).
Model bisnis yang dikembangkan oleh PT Poci Kreasi Mandiri adalah bisnis waralaba dengan
merek produk Teh Poci. Waralaba (franchise) merupakan suatu perjanjian tentang metode
distribusi barang dan jasa kepada mitra atau penerima waralaba (Slamet et al., 2011). Seiring
berjalannya waktu, munculnya kompetitor dengan produk substitusi dapat menimbulkan
risiko bagi perusahaan, sehingga pengusaha perlu mengembangkan dan mengevaluasi strategi
pemasaran yang ada. Penelitian diperlukan untuk mengevaluasi strategi pemasaran yang dapat
meningkatkan penjualan produk Teh Poci di seluruh gerai waralaba milik PT Poci Kreasi
Mandiri (Bagasasi & Hadita, 2024).
PT Poci Kreasi Mandiri memerlukan penelitian untuk mengidentifikasi strategi pemasaran
yang efektif dalam menjaga dan meningkatkan penjualan produk Teh Poci serta memperluas
pangsa pasarnya. Penjualan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keahlian dan status
186
penjual, situasi pasar, modal, struktur organisasi perusahaan, serta variabel lainnya (Basu et al.,
2018). Mengingat permasalahan yang ada, penelitian diperlukan untuk mengevaluasi strategi
yang telah ditetapkan guna mengetahui dampaknya. Berikut adalah rumusan masalah dari
penelitian ini: (1) Bagaimana strategi marketing mix (4P) PT Poci Kreasi Mandiri yang telah
diterapkan? (2) Bagaimana penilaian konsumen terhadap strategi marketing mix (4P) yang
diterapkan oleh PT Poci Kreasi Mandiri? (3) Bagaimana prioritas strategi marketing mix yang
sesuai untuk diterapkan PT Poci Kreasi Mandiri?
Dengan mempertimbangkan rumusan masalah yang telah ditetapkan, tujuan dari
penelitian ini adalah: (1) Mengidentifikasi strategi marketing mix (4P) PT Poci Kreasi Mandiri
yang telah diterapkan selama ini, (2) Mengidentifikasi penilaian konsumen terhadap strategi
marketing mix (4P) yang telah dilakukan oleh PT Poci Kreasi Mandiri, dan (3) Merumuskan
rancangan prioritas strategi marketing mix yang sesuai untuk diterapkan PT Poci Kreasi
Mandiri.
2. Metode Penelitian
2.1. Sumber Data
Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer adalah sumber data
yang memberikan informasi langsung kepada pengumpul data (Sugiyono, 2017) dan
dikumpulkan melalui observasi di PT Poci Kreasi Mandiri serta kuesioner yang diisi oleh
konsumen Teh Poci. Di samping itu, penelitian ini juga memanfaatkan data sekunder, yaitu
data yang tidak memberikan informasi langsung kepada peneliti. Data sekunder mencakup
informasi pendukung dari laporan perusahaan, berbagai literatur seperti skripsi, laporan
penelitian, jurnal, dan artikel yang relevan dengan topik penelitian ini.
2.2. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode survei, yaitu mengambil
sampel dari populasi yang diharapkan dapat mewakili karakteristik keseluruhan populasi.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, yaitu metode pengumpulan data
dengan memberikan serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden
(Rahman, 2019).
2.3. Teknik Analisis Data
Metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisis strategi bauran pemasaran 4P
untuk usaha minuman di PT Poci Kreasi Mandiri. Menurut McCarthy, Marketing Mix atau
bauran pemasaran terdiri dari empat kategori: produk, harga, distribusi, dan promosi (Sefudin,
2014). Setelah responden eksternal mengisi kuesioner, data dianalisis secara kuantitatif
menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas strategi
pemasaran yang paling sesuai. Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah metode hierarkis yang
digunakan dalam pengambilan keputusan, di mana persepsi manusia menjadi input utama
(Syukron, 2014). Selanjutnya, prioritas strategi bauran pemasaran yang dihasilkan akan
dianalisis menggunakan metode deskriptif.
3. Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan hasil kuesioner yang telah dilakukan terhadap 57 konsumen, tergambar
karakteristik konsumen dari produk minuman Teh Poci. Karakteristik ini meliputi jenis
187
kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, pendapatan per bulan, produk yang sering dibeli,
frekuensi pembelian, alasan pembelian, dan sumber informasi mengenai produk.
Tabel 1 menyajikan hasil analisis horizontal, menunjukkan bahwa setiap tujuan memiliki
bauran pemasaran dengan prioritas yang berbeda. Rasio inkonsistensi untuk masing-masing
tujuan adalah 2,343 untuk memasyarakatkan minuman teh, 0,0443 untuk memperluas pangsa
pasar, dan 1,689 untuk meningkatkan pendapatan.
Tabel 1. Bobot dan Prioritas Bauran Berdasarkan Masing-Masing Tujuan
Bauran Pemasaran
Tujuan CR
Produk Harga Promosi Distribusi
Memasyarakatkan 0,237 0,141 0,316 0,304 2,343
Minuman Teh Poci
Memperluas Pangsa Pasar 0,029 0,229 0,656 0,083 0,443
Meningkatkan Pendapatan 0,175 0,175 0,495 0,153 1,689
Sumber: Data Primer Diolah, 2024
Dari Tabel 1, terlihat bahwa promosi menjadi prioritas utama dalam upaya
memasyarakatkan minuman Teh Poci dengan bobot 0,316. Promosi dianggap penting karena
memasyarakatkan produk Teh Poci memerlukan strategi promosi yang efektif. Prioritas
berikutnya adalah promosi untuk memperluas pangsa pasar (bobot 0,656) dan promosi untuk
meningkatkan pendapatan (bobot 0,495).
Berdasarkan analisis vertikal, prioritas sub-bauran dari setiap bauran pemasaran dapat
diidentifikasi. Fokus utama dipengaruhi oleh bauran promosi, dengan sub-bauran kerjasama
yang memiliki prioritas tertinggi (bobot 0,763). Prioritas berikutnya adalah bauran distribusi,
dengan distribusi langsung sebagai prioritas teratas. Variasi menjadi faktor utama pada bauran
produk dengan bobot tertinggi, yaitu 0,247, karena berhubungan dengan citra produk.
Perbincangan (bobot 0,583) memiliki peran signifikan dalam pemasaran Teh Poci, diikuti oleh
media sosial dengan bobot 0,178. Pada bauran harga, ukuran gelas menjadi prioritas utama
dengan bobot 0,348.
Tabel 2. Bobot dan Prioritas Sub-Bauran Pemasaran Produk Es Teh Poci
Bauran Sub Bauran Bobot Prioritas
Promosi (0.316) Perbincangan 0,583 2
Kerjasama 0,763 1
Media Sosial 0,178 3
Distribusi (0.304) Ketersedian Produk 0,225 2
Distributor 0,070 3
Distribusi Langsung 0,720 1
Produk (0.237) Kemasan 0,052 3
Ketersediaan 0,124 2
Variasi 0,247 1
Ukuran 0,026 4
188
Bauran Sub Bauran Bobot Prioritas
Harga (0.141) Ukuran Gelas 0,348 1
Varian Rasa 0,333 2
Desain Gelas 0,318 3
Sumber: Data Primer Diolah, 2024
Berdasarkan hasil pembobotan, PT Poci Kreasi Mandiri dapat meningkatkan promosi
melalui kolaborasi yang lebih banyak. Selain itu, distribusi langsung diperlukan untuk
menjangkau pasar yang lebih luas. Dalam strategi pemasaran, aspek produk juga perlu
diperhatikan, khususnya dalam menambah variasi untuk meningkatkan daya tarik dan
keuntungan perusahaan. Adapun bauran harga terkait ukuran gelas perlu diperbaiki agar
sesuai dengan perhitungan keuntungan optimal. Strategi ini didukung oleh analisis bobot dan
prioritas yang menunjukkan area fokus utama yang berdampak besar pada pencapaian tujuan
pemasaran.
4. Simpulan
Berdasarkan hasil penilaian konsumen, bauran promosi menempati prioritas utama dalam
setiap tujuan pemasaran, yaitu memasyarakatkan minuman teh, memperluas pangsa pasar,
dan meningkatkan pendapatan. Hasil analisis menggunakan metode Analytic Hierarchy Process
(AHP) menunjukkan bahwa prioritas utama dalam pemasaran produk Teh Poci adalah
memasyarakatkan produk tersebut. Berdasarkan bobot dan prioritas sub-bauran pemasaran,
ditemukan bahwa bauran promosi, dengan sub-bauran kerjasama, menempati posisi pertama
dengan bobot 0,316 dan bobot sub-bauran sebesar 0,763.
Bauran distribusi, dengan sub-bauran distribusi langsung, berada pada prioritas kedua
dengan bobot bauran 0,304 dan bobot sub-bauran sebesar 0,720. Selanjutnya, bauran produk
memiliki bobot 0,237, dengan sub-bauran variasi sebagai prioritas utama (bobot 0,247). Prioritas
keempat adalah bauran harga dengan bobot 0,141, di mana sub-bauran ukuran gelas memiliki
bobot tertinggi, yaitu 0,348. Berdasarkan hasil analisis ini, PT Poci Kreasi Mandiri dapat
meningkatkan penjualan produk Teh Poci dengan menjadikan bauran promosi sebagai
prioritas utama dalam perancangan strategi pemasaran.
Daftar Pustaka
Bagasasi, F., & Hadita. (2024). Strategi pemasaran dalam meningkatkan penjualan usaha
minuman Teh Poci Pondok Hijau Bekasi. JMCBUS: Journal of Management and Creative
Business, 2(1), 119–130.
Basu, S., Dharmmesta, Handoko, & Hani. (2018). Manajemen pemasaran: Analisis perilaku
konsumen. BPFE.
Emiliasari, R. N. (2020). Pendampingan penerapan manajemen pemasaran produk home
industri Desa Cikadu. Jurnal PARAHITA ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2),
106–115.
Haryono, E. (2024). Survei konsumen Desember 2023: Optimisme konsumen meningkat.
Kereh, F., Tumbel, A. L., Loindong, S. S. R., Manajemen, J., Sam, U., & Manado, R. (2018).
Analisis strategi pemasaran dalam meningkatkan penjualan motor Yamaha Mio pada PT
189
Hasjrat Abadi outlet Yamaha Sam Ratulangi. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi,
Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 6(2), 968–977.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Prentice Hall, Inc.
Nofiani, P. W., & Mursid, M. C. (2021). Pentingnya perilaku organisasi dan strategi pemasaran
dalam menghadapi persaingan bisnis di era digital. Jurnal Logistik Bisnis, 11(2), 71–77.
Nursal, M. F., Rianto, M. R., Rohaeni, H., & Saputra, F. (2023). Pengaruh electronic word of
mouth (EWOM) terhadap keputusan pembelian melalui minat beli pada jasa transportasi
online Maxim di Kota Bekasi. Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital (JMPD, 1(3), 111–
118.
Rahman, M. S. (2019). Aplikasi rekapitulasi kuesioner hasil proses belajar mengajar pada
STMIK Indonesia Banjarmasin menggunakan Java. Technologia: Jurnal Ilmiah, 10(3), 165.
Sefudin, A. (2014). Redefinisi bauran pemasaran (Marketing Mix) “4P” ke “4C.” Journal of
Applied Business and Economics, 1(1), 17–23.
Sinulingga, N. A. B. (2015). Pengaruh strategi pemasaran terhadap volume penjualan pada PT
Citramandiri Lestari Medan. Jurnal Mantik Penusa, 17(1), 60–64.
Slamet, S. R., Advokat, K., & Redjeki, S. (2011). Waralaba (franchise) di Indonesia. Lex Jurnalica,
8(2).
Sope, A. S. (2023). Analisis strategi pemasaran terhadap peningkatan penjualan. JIBEMA: Jurnal
Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi, 1(2), 87–100.
Sri, W., & Piniji, K. (2019). Strategi pemasaran terhadap peningkatan volume penjualan (Studi
pada perusahaan Unilever Tbk tahun 2015-2019). Media Bina Ilmiah, 14(3), 2085-2094.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta.
Sunyoto, D. (2014a). Dasar-dasar manajemen pemasaran: Konsep, strategi, dan kasus. CAPS.
Sunyoto, D. (2014b). Konsep dasar riset pemasaran dan perilaku konsumen. CAPS.
Syukron, A. (2014). Pengantar manajemen industri. Graha Ilmu.
Yanti, I., & Idayanti, D. (2022). Analisis strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan pada
usaha Ibu Bagas di Kecamatan Mamuju. Forecasting: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen, 1(1), 1–
13.
Yusrillia Tita Dwitama, & Siswahyudianto, S. (2022). Strategi pemasaran dalam meningkatkan
penjualan usaha minuman Teh Poci Krisna Tulungagung. Juremi: Jurnal Riset Ekonomi,
1(5), 731–740.
190