BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1. Gambaran Umum Perusahaan Bank Mandiri Syariah
Mengetahui hubungan antara teori yang dipelajari dengan pengaplikasian
di dunia [Link] ini, dunia perbankan Indonesia tidak hanya didominasi oleh
bank yang berkonsep konvensional, tetapi bank yang berkonsep syariah pun mulai
menjamur untuk meramaikan persaingan antar bank di Indonesia. Bank Syariah
Mandiri merupakan salah satu bank yang berkonsep syariah di Indonesia. Bank
Syariah Mandiri juga merupakan salah satu pelopor berdirinya bank-bank
berkonsep syariah di Indonesia dan merupakan salah satu bank syariah terbesar di
Indonesia saat ini. PT. Bank Syariah Mandiri di dirikan pada tanggal 25 Oktober
1999 dan mulai beroprasi pada tanggal 1 Nopember.
Tahun 2016 merupakan tahun pertama BSM melakukan transformasi
melalui implementasi Corpplan 2016-2020 di mana BSM menargetkan untuk
dapat mencapai aset Rp200 triliun pada tahun 2020. Corplan 2016- 2020 tersebut
juga disusun dalam rangka menyongsong implementasi Masyarakat Ekonomi
ASEAN. Sejalan implementasi Corplan 2016-2020, BSM pun menyesuaikan visi
perusahaan menjadi “Bank Syariah Terdepan dan Modern” dan menggunakan
tagline baru, “Terdepan, Modern dan Menenteramkan”.
Bank Syariah Mandiri (BSM) mendapat suntikan modal sebesar Rp500
miliar dari Bank Mandiri. Penambahan modal kepada BSM berlangsung pada hari
Rabu (25/11) dan menjadikan BSM sebagai bank syariah pertama yang masuk
kategori Buku III. Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Agus Sudiarto
mengungkap akan menggunakan tambahan modal untuk menopang ekspansi
bisnis pada tahun 2016 dan tahun-tahun berikutnya.
Dengan penambahan modal sebesar Rp 500 miliar, CAR BSM naik
menjadi sekitar sekitar 105 bps menjadi 12,97%. Jumlah modal disetor BSM per
25 November 2015 menjadi Rp1,99 triliun. Modal inti BSM akan menjadi Rp5,4
triliun dan total ekuitas Rp5,61 triliun, sehingga BSM sudah masuk ke dalam
Buku III. Penambahan modal merupakan wujud komitmen dari Bank Mandiri
untuk mendukung implementasi Corporate Plan (Corplan) BSM 2016-2020
3
4
sekaligus sejalan dengan visi Bank Mandiri untuk Menjadi Lembaga Keuangan
Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif.
Saat ini Bank Syariah Mandiri telah memiliki total kantor cabang
mencapai 1.171 kantor, diluar cabang unit bisnis mikro. Dari jumlah tersebut,
sebanyak 977 unit berstatus kantor cabang dan kantor cabang pembantu serta 194
unit berupa kantor kas yang semua tersebar di 33 provinsi diIndonesia. selain itu
Bank Syariah Mandiri juga memiliki jaringan ATM sejumlah 4.795 ATM.
2.2. Sejarah Perusahaan Bank Mandiri Syariah
Krisis Moneter dan ekonomi sejak Juli 1997 yang disusul dengan krisis
politik nasional telah membawa dampak besar dalam perekonomian nasional.
krisis tersebut menyebabkan Pemerintah Indonesia terpaksa mengambil kebijakan
untuk merestrukturisasi dan merekapitulasi Bank Bank yang ada Indonesia.
Kehadiran BSM sejak tahun1999, sesungguhnya merupakan hikmah
sekaligus berkah paska krisis ekonomi dan moneter 1997-1998. sebagaimana
diketahui, krisis ekonomi dan moneter sejak Juli 1997, yang disusul dengan krisis
multi dimensi termasuk di panggung politik nasinoal, telah menimbulkan beragam
dampak negative yang sangat hebat terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat,
tidak terkecuali dunia usaha. Dalam kondisi tersebut, industri perbankan nasional
yang didominasi oleh Bank Bank konvensional mengalami krisis yang luar biasa.
Pemerintah akhirnya mengambil tindakan dengan merestrukturisasi dan
merekapitalisasi sebagian Bank-Bank di Indonesia.
Salah satu bank konvensional, PT Bank Susila Bakti (BSB) yang dimiliki
oleh yayasan kesejahteraan pegawai PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota
Prestasi juga terkena dampak krisis. BSB berusaha keluar dari situasi tersebut
dengan melakukan upaya merger dengan beberapa bank lain serta mengundang
investor asing.
Pada saat bersamaan, pemerintah melakukan penggabungan (merger)
empat bank (Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, dan Bapindo)
menjadi satu bank bernama PT Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 31 juli 1999.
Kebijakan penggabungan tersebut juga menempatkan dan menetapkan PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk, sebagai pemilik mayoritas baru BSB.
5
Sebagai tindak lanjut dari keputusan merger, Bank Mandiri melakukan
konsolidasi serta membentuk tim pengembangan Perbank Syariah. Pembentukan
tim ini bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah dikelompok
perusahaan Bank Mandiri, sebagai respon atas diberlakukannya UU No. 10 tahun
1998, yang member peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah (dual
banking system).
Tim pengembangan perbankan syariah memandang bahwa pemberlakuan
UU tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT
Bank Susila Bakti dan bank konvensional menjadi bank syariah. Oleh karenanya,
tim pengembangan Perbankan Syariah segera mempersiapkan sistem dan
infrastrukturnya, sehingga kegiatan usaha BSB berubah dari bank konvensional
menjadi bank yang beroprasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT Bank
Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris : Sutjipto, SH, No.23
tanggal 8 september 1999.
Perubahan kegiatan usaha BSB menjadi bank umum syariah dikukuhkan
oleh Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No. 1/24/[Link]/1999,
25 Oktober 1999. Selanjutnya, melalui surat keputusan Deputi Gubernur Senior
Bank Indonesia No. 1/1/[Link]/1999, BI menyetujui pengukuhan dan
pengakuan legal tersebut, PT Bank Syariah Mandiri secara resmi mulai beroperasi
sejak Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 Nopember 1999.
Sebagai salah satu upaya pengembangan Bank Syariah Mandiri ke
berbagai pelosok negeri, pada tanggal 19 Mei 2010 Bank Syariah Mandiri Kantor
Cabang Pembantu Bengkalis dinyatakan resmi beroperasi.
Peresmian Kantor Cabang Pembantu Bengkalis tersebut adalah berdasarkan
izin BI melalui surat resmi No. 12/34/DPbS/PAdBS/Pbr tanggal 10 Mei 2010
PT Bank Syariah Mandiri hadir, tampil dan tumbuh sebagai Bank yang mampu
memadukan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani, yang melandasi kegiatan
operasionalnya. Harmoni antara idealisme usaha dan nilai nilai rohani inilah yang
menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri dalam kiprahnya di
perbankan Indonesia. BSM hadir untuk bersama membangun Indonesia menuju
Indonesia yang lebih baik.
6
2.3. Visi dan Misi PT. Bank Syariah Mandiri
Setiap perusahaan didirikan pasti mempunyai tujuan, untuk mewujudkan
tujuan tersebut maka perusahaan terlebih dahulu menetapkan visi dan misi
usahanya. Visi dan misi suatu perusahaan ditetapkan dalam rangka untuk
mengarahkan perusahaan dalam menjalankan usahanya. Visi dan Misi Bank
Syariah Mandiri.
2.3.1. Visi
“ Menjadi Bank Syariah Terdepan dan Modern (The Leading & Modern
Sharia Bank)
Bank Syariah Terdepan Menjadi bank syariah yang selalu unggul diantara
pelaku industri perbankan syariahdi Indonesia pada
segmen consumer, micro, SME, commercial dan
corporate.
Bank Syariah Modern Menjadi bank syariah dengan sistem layanan dan
teknologi muktahir yang melampui harapan nasabah.
2.3.2. Misi
1. Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan diatas rata-rata industri
yang berkesinambungan.
2. Meningkatkan kualitas produk dan layanan berbasis teknologi yang
melampaui harapan nasabah.
3. Mengutamakan penghimpunan dana murah dan penyaluran pembiayaan
pada segmen ritel.
4. Mengembangkan bisnis atas dasar nilai-nilai syariah universal.
5. Mengembangkan manajemen talenta dan lingkungan kerja yang sehat.
6. Meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
2.4. Struktur Organisasi PT Bank Syariah Mandiri Bengkalis
Struktur organisasi adalah suatu bagan yang menggambarkan secara
sistematis mengenai penetapan tugas-tugas, fungsi, wewenang, serta tanggung
jawab masing-masing divisi atau bidang dengan tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya. Struktur organisasi juga mempunyai peranan yang sangat penting,
7
baik dalam perusahaan maupun lembaga atau instansi pemerintah, tanpa ada
struktur organisasi yang baik maka akan sangat sulit bagi suatu perusahaan atau
instansi untuk menjalankan segala aktifitasnya secara terarah dan sulitnya untuk
mencapai tujuan secara optimal Adapun gambaran umum uraian pembagian tugas
masing-masing personilsesuai bidang atau divisi yang ditempati dari struktur
adalah:
1. Kepala cabang pembantu
Memimpin, mengelola, mengawasi atau mengendalikan, mengembangkan
kegiatan dan mendayagunakan sarana organisasi cabang pembantu untuk
mencapai tingkat serta volume aktivitas pemasaran, operasional dan layanan
cabang pembantu yang efektif dan efisien sesuai dengan target yang telah
ditetapkan. Secara garis besar ruang lingkup tugas utama KCP:
a. Memastikan tercapainya target bisnis cabang pembantu yang telah
ditetapkanmeliputi : pendanaan, pembiayaandan laba bersih baik secara
kuantitatif maupun kualitatif.
b. Memastikan kepatuhan, tingkat kesehatan dan prudentialitas seluruh
aktifitas cabang pembantu.
c. Memastikan pengendlian dan pembinaan cabang pembantu.
d. Memasarkan produk bank assurance (produk asuransi yang dipasarkan
oleh bank), produk investasi dan jasa non-bank lainnya.
e. Memastikan terlaksananya standar layanan nasabah dicabang pembantu.
f. Memberikan pelayann khusus dalam setiap interaksi dengan nasabah
prioritas.
g. Memastikan pelaporan (intern dan ekstern) dilakukan secara akurat dan
tepat waktu.
h. Memastikan kelengkapan, kerapian , dan keamanan dari dokumentasi
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
i. Memastikan tindak lanjut hasil audit intern / ekstern.
j. Melakukan analisa SWOT secara berkala untuk mengetahui posisi
cabang pembantu terhadap posisi pesaing diwilayah kerja setempat.
8
2. Branch Operation & Service Manager
Memastikan kepatuhan aktivitas operasional cabang pembantu terkelola
sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan pencapaian target bidang
operasional cabang pembantu sesuai ketetapan cabang induk/kantor pusat.
Adapun tugas utama operation officer:
a. Memastikan terkendalinya biaya operasional CAPEM (cabang
pembantu) dengan efisien dan efektif.
b. Memastikan dan mengelola transaksi harian operasional telah sesuai
dengan ketentuan dan SOP yang telah ditetapkan.
c. Memastikan terlaksananya standar layanan nasabah yang optimal
dikantor capem.
d. Memastikan dan mengelola semua kegiatan administrasi, dokumentasi
dan kewajiban pelaporan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang
berlaku internal/eksternal)
e. Memastikan ketersediannya dan keamanan dokumen berharga Bank, PIN
kartu ATM maupun key access layanan e-banking lainnya.
f. Memastikan dan mengelola fungsi-fungsi administrasi kepegawaian
sarana dan prasarana kantor capem.
g. Memberikan persetujuan/penolakan atas transaksi bank sesuai dengan
kewenangannya.
h. Mengesahkan bilyet deposito dan buku tabungan.
3. Micro Banking Manager (MBM)
a. Memastikan tercapainya target bisnis, yaitu pembiayaan, pendanaan dan
fee based.
b. Memutus permohonan pembiyaan sea mikro baru dan restrukturisasi
dengan limit sesuai kewenangannya.
c. Menandatangani dokumen-dokumen pembiayaan antara lain, SP3, akad
pembiayaan, pengikatan agunan.
d. Menjalankan secara aktif seluruh proses pembiayaan segmen micro
banking sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
9
4. Pelaksaaan Back Office
Memenuhi pelayanan operasional, administrasi pembiayaan dan kepegawaian
dengan cepat dan benar, serta menyediakan sarana dan prasarana kantor
capem (cabang pembantu) secara memadai. Adapun tugas dan tanggung
jawab pelaksana back office:
a. Melaksanakan transaksi transfer keluar dan masuk sesuai dengan
ketentuan dan standar operational prosedur (SOP) yang berlaku.
b. Melaksanakan transaksi kliring keluar dan masuk sesuai dengan
ketentuan dan SOP yang berlaku.
c. Melaksanakan transaksi inkaso keluar dan masuk sesuai dengan
ketentuan dan SOP yang berlaku.
d. Melakukan transaksi domestik dan kliring lainnya. (payroll, payment
point, pelimpahan transaksi valas) sesuai dengan ketentuan dan SOP
yang berlaku.
e. Memelihara administrasi dan dokumentasi seluruh transaksi
f. Menjaga kerahasiaan password yang menjadi wewenangnya.
g. Menggunakan wewenang limit transaksi operasional sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
h. Memastikan kelengkapan pemenuhan dokumen pembiayaan sebelum
fasilitas dicairkan berdasarkan syarat2 yang telah disepakati.
i. Memelihara dokumen pencairan dan dokumen legal dan pembiayaan
dengan tertib dan aman.
j. Memutakhirkan data-data nasabah dan persyaratan pembiayaan pasca
pencaiaran.
k. Menyediakan informasi data nasabah
l. Memenuhi data dan informasi jaminan
m. Membebankan biaya administrasi pembiayaan dan biaya lainnya yang
terkait
n. Menindak lanjuti proses pencairan pembiayaan kepada nasabah
o. Melakukan pelaporan kepada BI
p. Melakukan perhitungan, pelaporan dan pembayaran perpajakan
q. Melakukan penginputan data untuk pelaporan cabang ke kantor pusat.
10
r. Menyusun laporan rincian akun-akun tertentu dalam laporan keuangan
(proofsheet)
s. Melakukan rekonsiliasi dan pnyelesaian posisi open item.
t. Melakukan administrasi dan pengarsipan terhadap seluruh dokumen
terkait pelaporan.
5. General Support Staff (GSS)
a. Menyusun laporan atas realisasi biaya-biaya yang berhubungan dengan
personalia maupun fasilitas kantor.
b. Mengelola dan membuat laporan penggunaan kas kecil harian sesuai
dengan wewenang yang berlaku.
c. Mengelola pengadaan, pendistribusian serta pemeliharaan sarana serta
prasarana kantor.
d. Melaksanakan dan mengadministrasikan penutupan asuransi seluruh aset
milik bank.
e. Bertindak sebagai level pertama untuk mengatasi permasalahan
penggunaan teknologi informasi diwilayah cabang terkait
f. Memastikan pelaksanaan backup data secara berkala.
g. Melakukan penyusutan atas nilai buku inventaris kantor serta aktiva tetap
milik kantor lainnya.
h. Melakukan pengurusan perizinan yang dikelola oleh capem.
6. Customer Service (CS)
Melakukan kegiatan operasional dan pelayanan nasabah sesuai dengan
ketentuan dan standar pelayanan. Adapun tugas dan tanggung jawab customer
service:
a. Memberikan informasi produk dan jasa bank kepada nasabah
b. Memproses permohonan pembukaan dan penutupan rekening tabungan,
giro dan deposito.
c. Memblokir kartu ATM nasabah sesuai permintaan nasabah.
d. Melayani permintaan buku cek atu bilyet giro, surat referensi Bank/surat
keterangan Bank dan sebagainya
e. Mendistribusikan salinan rekening koran kepada nasabah
f. Menginput data customer dan loan facility yang lengkap dan akurat.
11
g. Memelihara persediaan kartu ATM sesuai kebutuhan.
h. Menyampaikan dokumen berharga Bank dan kartu ATM kepada
nasabah.
i. Membuat laporan pembukuan dan penutupan rekening, keluhan nasabah
serta stock opname kartu ATM.
j. Memproses transaksi pengiriman dan pembayaran melalui western union.
k. Memastikan tersedianya media promosi produk dan jasa bank di cabang
pembantu.
7. Teller
Melayani kegiatan penyetoran dan penarikan uang tunai, pengambilan atau
penyetoran non tunai dan surat-surat berharga dan kegiatan kas lainnya serta
terselenggaranya layanan di bagian kas secara benar, cepat dan sesuai dengan
standar pelayanan bank. Adapun tugas dan tanggung jawab teller:
a. Melakukan transaksi tunai dan non tunai sesuai dengan ketentuan standar
operational prosedur (SOP).
b. Mengelola saldo kas teller sesuai limit yang ditentukan.
c. Menjaga keamanan dan kerahasiaan kartu speciment tanda tangan.
d. Melakukan cash count akhir hari.
e. Mengisi uang tunai dimesin ATM BSM.
f. Menyediakan laporan transaksi harian.
8. Micro Financing Analist (MFA)
a. Memberikan informasi produk dan jasa bank kepada nasabah.
b. Melakukan kunjungan kelokasi usaha nasabah dan agunan.
c. Melakukan penilaian agunan sesuai ketentuan yang berlaku dengan
melengkapi form penilaian agunan
d. Melakukan penginputan pada sistem aplikasi Financing Approval System
(FAS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
e. Membuat Nota Analisa Pembiayan (NAP) melalui sistem FAS atau
manual berdasarkan hasil verifikasi dan penilaian agunan.
9. Consumer Sales Executive (CSE)
a. Melakukan aktifitas sales seperti presentasi, canvasing dan menjelaskan
produk, biaya serta program guna mencapai target pencairan.
12
b. Mengumpulkan dokumen pembiayaan nasabah sesuai ketentuan dan
SLA.
c. Melakukan monitoring proses pembiayaan konsumer hingga pencairan.
d. Membuat laporan harian, mingguan dan bulanan untuk dilaporkan pada
saat pertemuan Consumer Sales Officer agar Consumer Sales Officer
mendapatkan laporan yang akurat, tepat, informatif dan dapat diyakini
kebenarannya.
10. Mitra Micro
a. Melakukan penagihan untuk nasabah pembiayaan segmen mikro,
kolektibilitas 2B, 2C, NPF dan Write Off.
b. Melakukan collection untuk nasabah Day Past Due (DPD) 30+, NPF
dan WO yang didistribusikan esuai outlet.
c. Form yang digunakan adalah Daily Collection Activities Report (DCAR).
d. Melakukan collection semaksimal mungkin atas semua account yang
menjadi tanggung jawabnya sehingga menurunkan DPD 30+, perbaikan
nasabah NPF dan hasil WO collection.
e. Membuat dan melaporkan daily report hasil collection.
[Link] Business Banking Relationship (RBR)
a. Menawarkan dan memperkenalkan produk baru dan existing segmen
Business.
b. Banking yang kompetitif kepada prospective costumer baru dalam rangka
pencapaian target.
c. Collecting data/dokumen serta verifikasi permohonan baru, perpanjangan
pembiayaan dan tambahan limit pembiayaan.
d. Melakukan OTS ketempat usaha dan jaminan calon debitur/kreditur
existing untuk meyakini informasi dan kondisi usaha debitur (trade
checking dan investigasi), minimal empat kali setahun serta membuat
call report calon debitur dan debitur existing.
e. Mengidentifikasikan permasalahan dan kebutuhan nasabah sehingga
dapat merekomendasikan suatu solusi atau produk untuk dapat mengatasi
permasalahan yang dihadapi dan memnuhi kebutuhan nasabah.
13
[Link] Sales Executive (RSE)
a. Melakukan pencapaian penjualan sesuai target bisnis yang ditentukan.
b. Mengoptimalkan upaya pemasaran dan penjualan produk outlet mikro
kepada calon nasabah mikro.
c. Memastikan adanya pengajuan BI Checking untuk verifikasi profil calon
nasabah.
d. Memastikan adanya filtering terhadap data dan informasi yang diperoleh
dari nasabah.
e. Memastikan adanya Surat Penawaran Pemberiam Pembiayaan Mikro
(SP3) untuk persetujuan permohonan pembiayaan kepada nasabah.
f. Memastikan adanya surat penolakan permohonan pembiayaan kepada
nasabah untuk penolakan permohonan pembiayaan.
g. Memastikan adanya surat peringatan kepada nasabah yang mengalami
keterlambatan pembayaran angsuran pembiayaan.
[Link]
Menciptakan kondisi yang aman dan nyaman pada lingkungan kantor, baik
selama jam operasional maupun diluar jam operasional. Adapun tugas dan
tanggung jawab security:
a. Menjaga dan memastikan lingkungan kantor agar selalu dalam kondisi
aman dan terkendali.
b. Memastikan inventaris kantor terjaga dengan baik, dan seluruh ruangan
kerja dalam kondisi aman.
c. Membantu pelayaan kepada nasabah pada saat jam operasional.
d. Memastikan pertukaran shift jaga berjalan dengan lancar.
e. Mengadministrasikan penggunaan kendaraan kantor dan surat izin
karyawan yang bertugas keluar kantor.
f. Mengadministrasikan seluruh mutasi kegiatan selama penjagaan.
g. Menjaga, merawat, dan mengoprasikan mesin genset, termasuk
memastikan ketersediaannya BBM.
h. Memastikan penggunaan listrik diluar jam operasional secara efektif dan
efisien.
14
i. Memastikan kondisi kendaraan nasabah dalam keadaan aman, dan diparkir
dengan tertib.
14. Office Boy
a. Menjaga kebersihan dan perawatan gedung beserta fasilitas dan inventaris
kantor.
b. Mengatur dan menjaga stok kebutuhan logistik kantor.
c. Mengatur pengiriman surat atau barang, mencatat surat-surat masuk, serta
mendistribusikan dan mengarsipnya dengan baik.
d. Menjawab telfon masuk pada meja operator dengan benar.
e. Mengoprasikan mesin fotokopi dan membantu mendokumentasikan file
pembiayaan dengan baik.
f. Memastikan sarana dan prasarana kantor dapat berfungsi dengan baik.
g. Menjaga dan memelihara sepeda motor kantor, ketersediaan BBM,
termasuk pembiayaan pajak, serta pengurusan surat-surat kendaraan.
h. Memastikan ketersediaan konsumsi bagi karyawan yang bekerja lembur .
i. Membantu tugas penjagaan, serta membantu pelayanan kepada nasabah.
15. Driver
Menjaga kelancaran operasional kendaraan dinas berjalan dengan baik,
Adapun tugas dan tanggung jawab driver:
a. Menjaga dan memastikan kendaraan dinas dalam kondisi yang terawat
dengan baik, aman, dan layak jalan.
b. Mengoperasikan kendaraan dengan baik dan benar.
c. Memastikan ketersediaan BBM dalam kondisi yang stabil.
d. Memastikan pegawai yang menggunakan kendaraan sampai ke tujuan
dengan selamat dan tepat waktu.
e. Memastikan setiap karyawan yang menggunakan kendaraan dinas sudah
mendapatkan izin dari pejabat yang berwenang.
f. Memastikan perjalanan ke luar kota sudah mendapatkan persetujuan dari
pejabat berwenang.
15
Branch Manager
Salman Asnawi
Retail Banking Officer
-
BOSM
Ade Firmansyah
RBR
Zuber Ependi Mitra Micro
Fadhilah
Customer Service Teller GSS
Sri Novita Ari Latifah Hendri Saputra
Shelvi Dwi Aulia
Micro Banking Manager
Ronaldi Kurniawan
CSE Security
Firmansyah Abdul Rahim
TH Mahardika Leno Saputra
MFA
Muhammad Amar
Office Boy
Widiantoro
RSE
Suryansyah
Ferry Amrizal
Wari Harun Driver
Muhammad Arifin Rio Al Amin Nardi
Rony Yuniarto
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri Bengkalis
Sumber : PT. Bank Syariah Mandiri KCP Bengkalis
15