Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial
Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial
ABSTRAK
Kata kunci: Partisipasi Penyusunan Anggaran, Motivasi Kerja, Job Relevant Information,
dan Kinerja Manajerial.
PENDAHULUAN
Anggaran merupakan ruang lingkup Akuntansi yang memiliki beberapa fungsi yakni sebagai
alat perencanaan, sebagai alat pengendalian, sebagai alat penilaian kinerja dan sebagai alat
motivasi (Nordiawan, 2010). Kinerja akan dinilai berdasarkan pencapaian target anggaran dan
efisiensi pelaksanaan anggaran. Dalam upaya meningkatkan kinerja pemerintah daerah untuk
menciptakan good governance, maka dalam setiap proses penyusunan anggaran diperlukan
pendekatan yang baik agar anggaran dapat bekerja sesuai dengan fungsinya. Pemerintah
melaksanakan fungsi kepemerintahannya salah satunya yakni dalam penyusunan anggaran untuk
mencapai tujuan institusi terkait dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang beragam. Salah satu
pendekatan manajerial yang digunakan untuk menyusun anggaran pemerintah adalah dengan
menggunakan partisipasi penyusunan anggaran. Partisipasi penyusunan anggaran membutuhkan
keterlibatan tidak hanya manajer tingkat atas, tetapi juga manajer tingkat menengah maupun
tingkat bawah dalam proses penyusunan anggaran. Menurut Rosnaena (2015) Satuan Kinerja
88
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
Perangkat Daerah (SKPD) pada pemerintah daerah yang terlibat dalam proses penganggaran
diberikan kesempatan untuk ikut andil dalam pengambilan keputusan melalui perencanaan
anggaran. Hal ini sangat penting karena aparat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemerintah
daerah akan merasa lebih produktif dan puas dengan pekerjaannya sehingga memungkinkan
munculnya perasaan berprestasi yang akan meningkatkan kinerjanya.
Terdapat dua macam metode partisipasi yang dapat dilakukan dalam penyusunan anggaran,
yaitu dengan metode top-down dan bottom-up (Rosalina, 2011). Metode top-down seluruhnya
dilakukan oleh manajemen level atas, sedangkan manajemen level menengah dan level bawah
tidak ikut serta melainkan hanya melaksanakan anggarannya saja. Dalam hal ini jika penyusunan
anggaran hanya berdasarkan kehendak atasan tanpa melibatkan partisipasi bawahan maka dapat
menimbulkan kesulitan bagi bawahan untuk mencapainya. Sedangkan metode bottom-up
merupakan metode penyusunan anggaran yang dilakukan oleh manajemen level bawah kemudian
dilanjutkan oleh manajemen level menengah dan disahkan oleh manajemen level atas
(Sucitrawati dan Sari 2017). Kantor Camat Kediri merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten
Lombok Barat yang dalam penerapan metode budgetary menggunakan sistem buttom-up
(participative budgetary) yaitu melibatkan aparatur atau semua pegawai/staff level bawah dalam
penyusunan anggaran, sehingga akan lebih optimal dalam mengakomodir dari masing-masing
kebutuhan bagian/sub bagian dari OPD di Kantor Camat Kediri. Akan tetapi terdapat penurunan
pada tahun 2019 yakni realisasi anggaran belanja kegiatan pemeliharaan rutin/berkala gedung
kantor sebesar 56,55%.
Untuk memperoleh kualitas kerja yang bagus, organisasi sektor publik memberikan
motivasi yang tinggi untuk pegawainya. Semangat motivasi yang tinggi inilah yang dapat
memberikan manfaat bagi kemajuan organisasi berupa peningkatan kinerja (Julyalahi, 2017).
Salah satu bentuk motivasi yang dilakukan adalah mengikutsertakan staf dalam partisipasi
anggaran. Menurut Rosnaena (2015) bahwa partisipasi anggaran mempunyai dampak yang positif
terhadap motivasi manajer pada pekerjaannya. Pegawai yang bekerja di OPD yang memiliki
kemauan tinggi dalam menggunakan kemampuannya menjalankan pekerjaan akan berdampak
bagus dalam menyusun anggaran sehingga target anggaran terpenuhi. Semakin tinggi motivasi
kerja yang dimiliki oleh pegawai OPD dalam bekerja akan semakin termotivasi untuk terlibat
dalam penyusunan anggaran yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja manajerial. Target
anggaran ini terpenuhi jika pegawai yang terlibat memiliki semangat kerja yang tinggi.
Penelitiam Sariningrum, dkk. (2014), Dina dan Halimatusyadiah (2014) menunjukkan bahwa
dengan motivasi kerja yang tinggi akan meningkatkan keterlibatan pegawai bawahan dalam
proses penyusunan anggaran sehingga kinerja manajerial meningkat. Berdasarkan observasi
89
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
peneliti yang didapatkan dari bapak Sahrullah, [Link] selaku Kasubag Umum dan kepegawaian
Kantor Camat Kediri, untuk saat ini kebijakan pemberian motivasi kerja yang diterapkan hanya
berupa non financial reward akan tetapi motivasi kerja berupa financial reward kepada
bawahan/staf belum pernah diterapkan pada Kantor Camat Kediri.
Job relevant information dibutuhkan untuk membantu dalam pemilihan program dan
kegiatan yang efektif dan ekonomis, sehingga penyusunan anggaran dilakukan berdasarkan
pertimbangan prioritas program dan kegiatan. Skala program dan kegiatan yang menjadi prioritas
harus ditentukan lebih dahulu dibandingkan program atau kegiatan-kegiatan lain, sehingga atasan
dapat menentukan berapa anggaran yang dibutuhkan jika dikaitkan dengan sumber daya/dana
yang dimiliki (Tuhu, 2018). Job relevant information terbentuk melalui partisipasi bawahan
(manajer level bawah) agar memberikan informasi yang relevan dengan tugas sekaligus tidak
melanggar aturan (Prasetya dan Muliartha, 2017). Informasi job relevant sangat penting dalam
instansi pemerintahan karena sesuai dengan pengalaman yang menunjukkan bahwa tugas yang
dijalani oleh kepala dinas/pimpinan tidak sesuai dengan dasar keilmuan dan kompetensinya atau
jabatan tersebut didapat secara politis (Bajora, 2017). Job relevant information dipilih dalam
penelitian ini karena aparatur masih kurang mengetahui tentang informasi yang berhubungan
dengan tugas mereka, dengan Job relevant information dapat membantu memberikan
pengetahuan yang lebih baik bagi manajer mengenai alternatif keputusan dan tindakan yang
dibutuhkan untuk mencapai tujuan (Apriansyah, dkk 2015). Informasi yang relevan dengan tugas
atau job relevant information (JRI) akan mempermudah dalam proses penyusunan penganggaran.
Apabila dalam suatu organisasi terdapat informasi yang memfasilitasi pembuatan keputusan yang
berhubungan dengan tugas atau job relevant information (JRI) maka manajer yang terlibat dalam
pembuatan anggaran akan menyusun target anggaran dengan baik.
Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode
tertentu didalam melaksanakan tugas (Tapatfeto, 2014). Menurut Indra (2006) dalam Rison
(2017) kinerja adalah gambaran pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program kebijaksanaan
dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi. Kinerja manajer publik dinilai
berdasarkan berapa yang berhasil dicapai dikaitkan dengan anggaran yang telah ditetapkan. Salah
satu ukuran keberhasilan suatu organisasi dapat dilihat dari kinerja manajerialnya (Nengsy, dkk
2013). Pada tahun 2018 Pemkab Lobar telah meraih predikat “B” dalam penilaian Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah (SAKIP) oleh Kementrian RAN-RB dengan
poin 62,60. Sekretaris Daerah Lombok Barat menegaskan bahwa Pemkab Lobar di tahun 2019
menargetkan predikat “A” dengan syarat semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada
mampu meningkatkan dan memprioritaskan kebutuhan dasar sesuai Rencana Pembangunan
90
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
91
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
Motivasi kerja
Motivasi (motivation) dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia
umumnya dan bawahan khususnya. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan
daya dan potensi bawahan, agar mau bekerja sama secara produktif berhasil mencapai dan
mewujudkan tujuan yang telah ditentukan. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang
menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia agar bekerja giat dan antusias
mencapai hasil yang optimal” (Hasibuan, 2009). Salah satu alat motivasi yang diberikan kepada
bawahan berupa reward. Simamora dalam Irawanti (2016) menjelaskanreward dapat diartikan
sebagai hadiah. Sistem reward adalah suatu sistem kebijakan yang dibuat oleh sebuah organisasi
92
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
Kinerja Manajerial
Manajer adalah seseorang yang bekerja dengan dan melalui orang lain dengan
mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan guna memapai tujuan organisasi. Hal ini dapat berarti
mengkoordinasikan pekerjaan dari satu kelompok atau departemen atau dapat berarti menyelia
satu orang saja. Pengkoordinasian tersebut dapat juga mencakup pengkoordinasian kegiatan-
kegiatan pekerjaan suatu tim yang terjadi atas orang-orang dari organisasi berbeda, seperti
karyawan yang bekerja dipemasok dari organisasi tersebut (Lubis dalam Wulandari, 2017).
Penilaian kinerja merupakan bagian dari proses pengendalian manajemen yang dapat digunakan
93
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
sebagai pengendalian. Mardiasmo (2009) dalam Pranata (2018) bahwa kinerja manajerial adalah
gambaran seorang manajer mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau
program, kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan misi dan visi organisasi yang tertuang
dalam strategic planning suatu organisasi. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja
manajerial menurut Asis (2014), yaitu faktor individu (personal factors), faktor kepemimpinan
(leadership factors), faktor sistem (system factors), dan faktor situasi (contextual/situational
factors).
Motivasi kerja
(Z1)
H2
H4
Partisipasi Kinerja
H1
Penyusunan Manajerial (Y)
Anggaran (X1)
H5
Job Relevant H3
Information (Z2)
Pengembangan Hipotesis
Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Kinerja Manajerial
Penelitian Wulandari (2017) menghasilkan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh
signifikan terhadap kinerja manajerial. Hasil penelitian tersebut di dukung oleh Nalise,dkk (2019)
pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja aparatur pemerintah daerah dengan
job relevant information sebagai moderasi di Kabupaten Konawe. Hasil penelitiannya
menunjukkan bahwa partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Kinerja Aparatur Pemerintah Daerah, sehingga hipotesis pertama dalam penelitian ini:
H1: Partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial OPD
Kantor Camat Kediri.
Peneltian yan dilakukan oleh Siwi (2017) Pengaruh Partisipasi Anggaran, Komitmen,
Budaya Organisasi Dan Motivasi Terhadap Kinerja Aparatur Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur pemerintah.
didukung oleh penelitian yang dilakukan Mahmudah (2019) Pengaruh Partisipasi Anggaran,
Komitmen Organisasi Dan Motivasi Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Empiris Pasa PD. BPR
BKK Kabupaten Temanggung). bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja manajerial, sehingga hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah :
H2: Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat
Kediri.
95
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
METODE PENELITIAN
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah kuesioner
(angket) berupa seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.
Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pegawai OPD yang bekerja pada Kantor Camat Kediri
Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat yang berjumlah 33 pegawai dimana semua
populasi ini digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini.
96
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
Motivasi kerja merupakan dorongan yang timbul dari pribadi diri seseorang, diberikan
pegawai lain, pemberian reward dan finansial oleh atasan atas tercapainya tujuan di dalam
organisasi. Hal ini akan membuat seseorang bersemangat untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan
dalam proses penyusunan anggaran yang efektif. Motivasi kerja dalam penelitian ini
menggunakan instrument yang terdiri dari pernyataan dan diukur menggunakan skala likert 1 s.d.
4 yaitu (4) sangat setuju, (3) setuju, (2) tidak setuju, (1) sangat tidak setuju. Adapun indikator
penilaian dari motivasi kerja dalam penelitian ini di adopsi dari Aji (2015) adalah:
1) Finansial (gaji & bonus)
2) Non finansial (Psikologis dan sosial)
Job relevant information adalah informasi yang dapat membantu manajerial dalam
mengambil keputusan terkait penyusunan anggaran. Job relevant information menggunakan
instrument yang terdiri dari pernyataan dan diukur menggunakan skala likert 1 s.d. 4 yaitu (4)
sangat setuju, (3) setuju, (2) tidak setuju, (1) sangat tidak setuju. indikator penilaian dari Job
relevant information dalam penelitian ini diadopsi dari (Kren, 1992) dalam (Wulandari, 2017).
Berikut indikator untuk menilai job relevant information terhadap kinerja manajerial:
1) Mendapat informasi yang jelas dan akurat.
2) Mempunyai informasi yang memadai.
3) Memperoleh informasi yang strategik.
Manajer yang baik yaitu mampu menjalankan fungsi-fungsi manajemen dengan efektif.
Kinerja manajerial adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang. Kinerja manajerial
menggunakan instrument yang terdiri dari pernyataan dan diukur menggunakan skala likert 1 s.d.
4 yaitu (4) sangat setuju, (3) setuju, (2) tidak setuju, (1) sangat tidak setuju. Adapun indikator
penilaian yang digunakan untuk mengukur kinerja manajerial diadopsi dari Mahoney dalam
Wulandari, (2017) yaitu: perencanaan, investigasi, pengkoordinasian, evaluasi, pengawasan,
pengaturan staff (staffing), negoisasi, perwakilan atau representasi dan kinerja keseluruhan.
Sedangkan metode analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah statistik
menggunakan SPSS 25, yaitu dengan regresi linier berganda yang bertujuan untuk
mengungkapkan pengaruh beberapa variabel bebas dengan variabel terikat.
97
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
berikut ini:
Tabel 1. Klasifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis kelamin Jumlah Presentase
Laki-Laki 24 orang 72,73%
Perempuan 9 orang 27,27%
Total 33 orang 100%
Sumber: Data primer yang diolah, 2020
Data diatas menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini sebagian besar berjenis
kelamin laki-laki yaitu sebanyak 24 orang (72,73%) dan sebanyak 9 orang (27,27%) berjenis
kelamin perempuan.
Data diatas menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini sebagian besar pendidikan
SMA sederajat sebanyak 20 orang (61%) dan pendidikan S1 sebanyak 13 orang (39%).
98
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
sebagai variabel moderasi. Untuk menentukan variabel moderator, maka harus membandingkan
tiga persamaan regresi secara matematis. Berikut adalah hasil Uji Moderated Regression Analysis
berdasarkan output SPSS 25:
Dari hasil output SPSS yang ditunjukkan pada tabel 3, dapat ditulis persamaan regresi
moderasi. Persamaan secara matematis untuk hubungan yang dihipotesiskan dapat dirumuskan
sebagai berikut:
Y = α + β1 X1 + ε
Y = α + β1 X1 + β2 Z1 + ε
Y = α + β1 X1 + β2 Z1 + β3 (X1 Z1) + ε
Y = α + β1 X1 + ε
= 0,547 + 0,177 X1 + ε
Y = α + β1 X1 + β2 Z1 + ε
= 0,547 + 0,177 X1 + 0,343 Z1 + ε
Y = α + β1 X1 + β2 Z1 + β3 (X1 Z1) + ε
= 0,547 + 0,177 X1 + 0,343 Z1 + 0,028 (X1 Z1) + ε
Berdasarkan hasil pengujian moderated regression analysis (MRA) pada Tabel 3, maka
diperoleh nilai koefisien regresi untuk variabel motivasi kerja (β2) sebesar 0,343 dengan nilai
signifikansi 0,005 < 0,05 adalah signifikan. Sedangkan nilai koefisien regresi untuk variabel
interaksi antara partisipasi penyusunan anggran dengan variabel motivasi kerja (β3) sebesar 0,028
dengan nilai signifikansi 0,850 > 0,05, adalah tidak signifikan. Kesimpulan yang diperoleh atas
hasil analisis tersebut yakni dapat diketahui bahwa, moderasi dari variabel motivasi kerja (Z1)
memperkuat pengaruh partisipasi penyusunan anggaran (X1) terhadap kinerja manajerial (Y).
Meskipun memperkuat, pengaruhnya tidak signifikan. Hal tersebut dilihat dari nilai koefisien
regresi yang dihasilkan dari pengaruh interaksi X1*Z1 terhadap Y adalah positif (0,028) dengan
tingkat signifikansi sebesar 0,850 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi kerja
merupakan variabel predictor moderator, artinya motivasi kerja hanya merupakan variabel yang
99
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
berperan sebagai variabel predictor (independen) dalam mempengaruhi variabel dependen. Oleh
karena hasil pengujian statistik atas interaksi partsipasi penyusunan anggaran dengan motivasi
kerja (X1*Z1) menunjukkan hasil yang tidak signifikan dan koefisien β2 ≠ 0 (signifikan) dan
koefisien β3 = 0 (tidak signifikan maka artinya hipotesis 4 (H4) dalam penelitian ini ditolak atau
dengan kata lain motivasi kerja (Z1) tidak memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran
(X1) terhadap kinerja manajerial (Y).
Y = α + β1 X1 + ε
Y= α + β1 X1 + β2 Z2 + ε
Y = α + β1 X1 + β2 Z2 + β3 (X1 Z2) + ε
Y = α + β1 X1 + ε
= 0,547 + 0,177 X1 + ε
Y = α + β1 X1 + β2 Z2 + ε
= 0,547 + 0,177 X1 + 0,343 Z2 + ε
Y = α + β1 X1 + β2 Z2 + β3 (X1 Z2) + ε
= 0,547 + 0,177 X1 + 0,132 Z2 + 0,147 (X1 Z2) + ε
Berdasarkan hasil pengujian moderated regression analysis (MRA) pada Tabel 4.3 diperoleh
nilai koefisien regresi untuk variabel job relevant information (β2) sebesar 0,343 dengan nilai
signifikansi 0,005 < 0,05 adalah signifikan. Sedangkan nilai koefisien regresi untuk variabel
interaksi antara partisipasi penyusunan anggran dengan variabel motivasi (β3) sebesar 0,147
dengan nilai signifikansi 0,034 < 0,05 adalah signifikan. Kesimpulan yang diperoleh atas hasil
analisis tersebut yakni dapat diketahui bahwa, moderasi dari variabel job relevant information
(Z2) memperkuat pengaruh partisipasi penyusunan anggaran (X1) terhadap kinerja manajerial (Y)
dan pengaruhnya signifikan. Hal tersebut dilihat dari nilai koefisien regresi yang dihasilkan dari
pengaruh interaksi X1*Z2 terhadap Y adalah positif (0,147) dengan tingkat signifikansi sebesar
0,034 < 0,05. Selain itu, dari hasil pengujian statistik tersebut juga diperoleh persamaan,
koefisien β2 ≠ 0 (signifikan) dan koefisien β3 ≠ 0 (signifikan), maka dapat disimpulkan bahwa
variabel job relevant information merupakan variable quasi moderator, artinya job relevant
information merupakan variabel yang memoderasi hubungan antara variabel independen dengan
variabel dependen yang sekaligus menjadi variabel independen. Oleh karena hasil pengujian
statistik atas interaksi partsipasi penyusunan anggaran dengan job relevant information (X1*Z2)
menunjukkan hasil yang positif dan signifikan, maka artinya hipotesis 5 (H5) dalam penelitian ini
diterima, atau dengan kata lain job relevant information (Z2) mampu memoderasi pengaruh
partisipasi penyusunan anggaran (X) terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri
Kabupaten Lombok Barat (Y).
100
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
Berdasarkan hasil pengujian model regresi tersebut yang menyatakan pengaruh partisipasi
penyusunan anggaran, motivasi kerja dan job relevant information terhadap kinerja manajerial
OPD Kantor Camat Kediri dapat dinyatakan dengan rumus matematis sebagai berikut:
101
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
Adapun hasil uji statistik t pada tabel 4, uji antar masing-masing variabel independen dengan
variabel dependen dapat dilihat bahwa variabel partisipasi penyusunan anggaran memiliki nilai
signifikansi sebesar 0,006 < 0,05, dan t hitung sebesar 5,594 > dari t tabel 2,03452 yang
menunjukkan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa partisipasi penyusunan
anggaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.
Motivasi kerja memiliki nilai signifikansi sebesar 0,005<0,05 dan t hitung sebesar 7,146 >
dari t tabel 0,203452, yang menunjukkan H2 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.
Job relevant information memiliki nilai signifikansi sebesar 0,803 > 0,05 dan t hitung
sebesar 0,252 > dari t tabel 0,203951, yang menunjukkan H3 ditolak. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa Job relevant information tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja
manajerial.
Pembahasan
Berdasarkan jawaban responden terhadap masing-masing variabel penelitian, berikut ini akan
diuraikan makna dari hasil penelitian berdasarkan analisis data yang telah dilakukan. Penelitian
ini menguji pengaruh Partisipasi Penyusunan Angaran Dengan Motivasi Kerja Dan Job Relevant
Information Sebagai Variabel Moderasi Terhadap Kinerja Manajerial OPD Kantor Camat Kediri.
Pengujian hipotesis yang dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda dan analisis
regresi moderasi.
102
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
terlibat dalam proses penyusunan anggaran, dengan keterlibatan merupakan kewajiban pegawai
tersebut ikut merencanakan program yang sesuai dengan visi misi Kantor Camat Kediri serta di
imbangi dengan menggunakan ide, gagasan maupun hal-hal yang dibutuhkan untuk menunjang
kinerjanya di masing-masing unit/sub bagian akan menghasilkan kinerja yang bagus. Hal ini
sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nalise,dkk (2019), Pratama (2018), Haitamy,dkk
(2018), Sucitrawati dan Sari (2017)dan Saraswati (2015) dimana hasil penelitiannya
menunjukkan bahwa partisipasi dalam penyusunan anggaran berpengaruh signifikan terhadap
kinerja manajerial.
103
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
signifikan terhadap kinerja manajerial. Karena informasi yang relevant dengan tugas telah
didapatkan oleh staff/pegawai OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat tidak
disampaikan secara lengkap kepada pimpinan, kepala bagian/sub bagian sehingga mempengaruhi
pengambilan keputusan tidak optimal. Dalam hal ini menyebabkan menurunnya kinerja
manajerial dan program yang telah disusun tidak tercapai secara efektif dan efisien. Hal ini
sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Apriansyah, dkk (2014) membuktikan bahwa job
relevant information tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.
104
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
Kediri Kabupaten Lombok Barat tidaklah sama dengan motivasi yang diberikan oleh pimpinan ke
karyawan perusahaan swasta. Motivasi yang dimiliki oleh pegawai OPD Kantor Camat Kediri
Kabupaten Lombok Barat ini kurang dikalangan pegawai. Sebagaimana dengan hasil obersvasi
awal bahwa Motivasi kerja yang diterapkan pada OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok
Barat saat ini hanya menerapkan aspek non financial seperti memberikan semangat, kritik
maupun saran kepada bawahan terhadap kinerja yang telah dicapai, promosi jabatan, penambahan
tanggungjawab dan kepercayaan serta penempatan kerja di tempat yang lebih baik, namun belum
kepada financial seperti tunjangan kinerja dan bonus kerja. Terkait hal ini, Pegawai OPD Kantor
Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat memiliki kondisi kerja yang berbeda dengan pegawai
yang bekerja pada dinas lain dimana sudah menerapkan Tunkin (tunjangan kinerja) berupa
financial. Pegawai OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat dalam bekerja mengikuti
peraturan-peraturan dan sistem kerja yang sudah diterapkan oleh pemerintah sehingga tidak
memiliki motivasi yang tinggi dalam proses penyusunan anggaran melainkan hanya sekadar
untuk melaksanakan kewajibannya saja. hal ini dikarenakan karena pegawai OPD mengejar
prestasi kerja. Sedangkan dalam lingkungan OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat
prestasi pegawai belum menerapkan hal ini. sistem prestasi kinerja atau biasa disebut dengan
tunkin (tunjangan kinerja) dimana pegawainya diberikan motivasi berupa finansial berdasarkan
seberapa banyak kinerja yang telah dicapai. Hal inilah yang menyebabkan motivasi pegawai OPD
Kantor Camat Kediri tidak mampu mempengaruhi hubungan antara partisipasi penyusunan
anggaran terhadap kinerja manajerial.
105
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
dari variabel job relevant information (Z2), memperkuat pengaruh partisipasi penyusunan
anggaran (X1) terhadap kinerja manajerial (Y) dan pengaruhnya signifikan. Hal tersebut dilihat
dari nilai koefisien regresi yang dihasilkan dari pengaruh interaksi X1*Z2 terhadap Y adalah
positif (0,147) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,034 < 0,05. Selain itu, dari hasil pengujian
statistik tersebut juga diperoleh persamaan, koefisien β2 = 0 (tidak signifikan) dan koefisien β3 ≠
0 (signifikan), maka dapat disimpulkan bahwa variabel job relevant information merupakan
variabel pure moderator, artinya job relevant information merupakan variabel yang memoderasi
hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen namun tidak menjadi variabel
independen. Oleh karena hasil pengujian statistik atas interaksi partsipasi penyusunan anggaran
dengan job relevant information (X1*Z2) menunjukkan hasil yang positif dan signifikan, maka
artinya hipotesis 5 (H5) dalam penelitian ini diterima, atau dengan kata lain job relevant
information (Z2) mampu memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran (X1) terhadap
kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat (Y). Dengan tersedianya
informasi yang relevant dengan tugas pada OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat
maka akan memperkuat keputusan yang tepat dan optimal dalam dalam penyusunan anggaran
sehingga dapat meningkatkan kinerja manajerial dalam mencapai target anggaran yang ditetapkan
masing-masing unit/sub bagian. Job relevant information dapat meningkatkan kinerja manajerial
karena merupakan faktor dari luar organisasi yang secara efektif dapat mengendalikan situasi dari
organisasi untuk meningkatkan kinerja. Partisipatif budgeting atau keterlibatan semua pihak
mulai dari bawahan/pegawai staff hingga pimpinan sebagai pengambilan keputusan tertinggi
dalam penyusunan anggaran akan sangat membantu dalam pengumpulan informasi yang
dibutuhkan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Larasati (2019) dimana
hasilnya membuktikan bahwa job relevant information meperkuat hubungan partisipasi anggaran
terhadap kinerja manajerial,
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan:
1. Terdapat pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial OPD Kantor
Camat Kediri, artinya partisipasi bawahan/pegawai staff terhadap penyusunan anggaran
sebagai bagian dari kegiatan menyusun program dan kegiatan sesuai dengan tujuan
organisasi sekaligus sebagai alat yang membantu memberikan informasi dalam pengambilan
keputusan,.
2. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri,
artinya peran seorang pimpinan mempunyai peran penting dalam memberikan saran,
106
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
masukan dan semangat kerja sehingga staff mendapatakan motivasi kerja yang mampu
meningkatkan kinerjanya dalam mencapai visi Kantor Camat Kediri berupa program yang
sudah direncanakan untuk merealisasikannya. Semakin tinggi motivasi kerja yang diberikan
atasan ataupun pimpinan, maka semakin baik pula kinerja manajerial yang dimiliki, sehingga
motivasi kerja yang ada di Kantor Camat Kediri merupakan hal yang penting dalam
meningkatkan kinerja manajerial.
3. Tidak terdapat pengaruh job relevant information terhadap kinerja manajerial OPD Kantor
Camat Kediri, artinya job relevant information yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
mengenai informasi yang relevan dengan tugas masing-masing sub bagian, informasi yang
jelas, memadai dan startegik yang dimiliki oleh para pegawai OPD Kantor Camat Kediri
Kabupaten Lombok Barat tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat
Kediri Kabupaten Lombok Barat.
4. Motivasi kerja tidak dapat dapat memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran
terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat.
5. Job relevant information dapat memoderasi (memperkuat) pengaruh partisipasi penyusunan
anggaran terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat..
Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka beberapa saran yang bisa diberikan pada
OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat yakni perlu memberikan motivasi demi
tercapainya tujuan, visi dan misi organisasi Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat yang
efektif dan efisien. Motivasi kerja, baik secara financial dari atasan kepada bawahan dan non
financial antara atasan dan bawahan. Sehingga motivasi ini akan meningkatkan kinerja
manajerial pada OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat. Diharapkan juga kepada
pimpinan instansi terkait agar dapat menjelaskan sasaran anggaran secara detail melalui informasi
yang memadai, jelas dan strategik kepada yang bertanggung jawab untuk menyusun dan
melaksanakan anggaran sehingga kinerja manajerial dapat ditingkatkan.
DAFTAR PUSTAKA
107
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
Apriansyah, dkk (2014). Pengaruh partisipasi anggaran, komitmen organisasi, kepuasan kerja,job
relevant information dan budaya organisasi terhadap kinerja manajerial pada perhotelan di
provinsi Riau. JOM FEKON. Vol. 1 No.2.
Asis. (2014). Pengaruh Kualitas Kerja Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Kecamatan
Bontang Selatan. E-Journal Ilmu Pemerintahan Universitas Mulawarman.
Bajora, Nasution M. (2017). Pengaruh Asimetri Informasi, Job Relevant Information Dan
Efektivitas Pengendalian Anggaran Terhadap Budget Slack (Studi Empiris Pada SKPD
Kota Padang). E-Journal Vol 5. No.2 (2017) Universitas Negeri Padang.
Ernis, Frenni dan Sularso, Raden Andi. (2017). Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap
Kinerja Manajerial Melalui Komitmen Organisasi Dan Motivasi. Jurnal Bisnis dan
Manajemen, Vol. 11, No. 2. Hal. 139 – 154.
Ghozali, Imam. 2016. Desain Penelitian Kuantitatif & Kualitatif Untuk Akuntansi, Bisnis dan
Ilmu Sosial Lainnya. Semarang: Yoga Pratama.
Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 23. Edisi 8.
Semarang: Universitas Diponegoro.
Handayani, Elfa. F.D. (2018). Pengaruh partisipasi penyusunan anggaran, komitmen organisasi,
motivasi dan akuntansi pertanggungjawaban terhadap kinerja manajerial (studi empiris
pada OPD Kota Magelang).
Handayani, Y. (2013). Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Asimetri Informasi Dengan Job
Relevant Information (JRI) Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Rumah Sakit Umum
108
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
Yang Sudah BLU Di Sumatera Barat). Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri
Padang.
Handrika, Dea dan Wirakusuma, Made Gede. (2017). Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran
Pada Kinerja Manajerial yang Dimoderasi Self Efficacy Dan Motivasi Kerja. E-Jurnal
Akuntansi Universitas Udayana, Vol.20.2 : 875-903.
Harahap, Aderina K dan Husni, H. (2017). Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial
Dengan Pelimpahan Wewenang Sebagai Variabel Moderating. Jurnal Riset Akuntansi dan
[Link]. 6, No. 2. STIE Prasetiya Mandiri Lampung.
Hasibuan, Melayu. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi Cetakan ke 13.
Jakarta: PT Bumi Aksara.
Ilmawan, R. (2017). Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Melalui Job
Relevant Information, Kepuasan Kerja, Motivasi dan Komitmen Organisasi Sebagai
Variabel Intervening (Studi Kasus pada PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas).
Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro. Semarang.
Ikramul, H. (2019). Pengaruh Budgeting Participation, Job Relevant Information Dan Budget
Goal Claritiy Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Komitmen Organisasi Sebagai
Variabel Moderating ( Studi Pada SKPD Kabupaten Sinjai).
Irawanti, A. (2016). Pengaruh Pemberian Reward Dan Punishment Terhadap Kinerja Karyawan
(Studi Kasus Pada BMT Lima Satu Sejahtera Jepara). Universitas Islam Negeri Walisongo
Semarang.
Julyalahi, E. (2017). Pengaruh Partisipasi Anggaran, Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Dan
Kompensasi Terhadap Kinerja Manajerial Pada SKPD Kabupaten Bintan. .
Nengsy, dkk. (2013). Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Job
Relevant Information, kepuasan Kerja dan Motivasi Sebagai Variabel Intervening. Jurnal
Akuntansi, vol2, No.1.
Nazaruddin, Ietje dan Setyawan, Henry. (2012). Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran
terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah Dengan Budaya Organisasi, Komitmen
Organisasi, Motivasi, Desentralisasi, dan Job Relevant Information sebagai Variabel
Moderasi. Jurnal Akuntansi dan Investasi, Volume. 12 Nomor. 2, h. 197-207.
Nordiawan, Deddi., Hertianti, Ayuningtyas. 2010. Akuntansi sektor publik. Jakarta: salemba
empat.
PP Nomor 58 Tahun 2005. Di unduh di [Link] (diakses Bulan April 2021).
109
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
PP Nomor 105 Tahun 2000. Di unduh di [Link] (diakses Bulan April 2021).
Prasetya, A., Muliartha . (2017). Pengaruh Partisipasi Anggaran, Job Relevant Information Dan
Asimetri Informasi Pada Budget Slack. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol.20.2.
Agustus (2017).
Pranata, S.H. (2018). Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial
Dengan Job Relevant Information Sebagai Variabel Moderating (Studi Kasus SKPD
Pemerintahan Kota Medan).
Pratama, I.G.B.H. (2018). Pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial dengan job
relevant information dan presepsi inovasi sebagai variable moderasi. Jurnal Ilmu dan Riset
Akuntansi STIESIA. Volume 7, Nomor 8.
Redaksi. 2020. Lombok Barat Kembali Raih Predikat B Penghargaan SAKIP dari Kemenpan RB
diunduh di [Link]
penghargaan-sakip-dari-kemenpan-rb/ (diakses 29 Oktober 2020).
Rellam, dkk. (2016). Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran, Motivasi, Job Relevant
Information, Kebijakan Penyusunan Anggaran Dan Pelimpahan Wewenang Terhadap
Kinerja Manajerial SKPD Kabupaten Kepulauan Talaud. Vol 5, No 2 (2016).
Rison. (2017). Pengaruh Komitmen Organisasi, Job Relevant Information Dan Locus Of Control
Terhadap Kinerja Manajerial Pemerintah Daerah (Studi Empiris Pada SKPD Kabupaten
Pasaman Barat).
Sariningrum, S., dkk. (2014). Pengaruh Keefektifan Anggaran Partisipatif terhadap Kinerja
Manajerial dengan Motivasi Kerja sebagai Pemoderasi pada Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD) Kabupaten Bandung.
Siwi, Ninit. D. P. (2017). Pengaruh Partisipasi Anggaran, Komitmen, Budaya Organisasi Dan
Motivasi Terhadap Kinerja Aparatur Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Tesis S2.
Universitas Jember.
Sucitrawati, I Gusti A., Sari, M. (2017). Pengaruh Partisipasi Penganggaran Terhadap Kinerja
Manajerial Dengan Budaya Organisasi Dan Job Relevant Information Sebagai Pemoderasi.
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol.20.3. September (2017): 1791-1819.
110
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594
Sugiyono. 2014, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cetakan ke-21. Bandung:
Alfabeta.
Suhanda. (2018). Pengaruh partisipasi anggaran, motivasi kerja dan komitmen organisasi
terhadap kinerja manajerial pada Dinas SKPD Kabupaten Bintan.
Tapatfeto, Jasintha Dessy. (2014). Job Relevant Information Desentralisasi Dan Partisipasi
Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial. Jurnal Ekonomi dan Keuangan.
Tuhu., Sri P. (2018). Pengaruh partisipasi anggaran, asimetri informasi, job relevant
information, dan pemberian reward terhadap senjangan anggaran (studi empiris pada
dinas dan badan Kabupaten Sleman).
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. Diunduh di peraturan [Link] (diakses bulan April
2021)
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. Diunduh di peraturan [Link] (diakses Bulan April
2021)
Wulandari, I. (2017). Komitmen Organisasi dan Job Relevant Information sebagai Variabel
Moderating dalam Hubungan antara Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial di
SKP Kota Surakarta. Jurusan Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam
Institut Agama Islam Negeri.
111
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial