0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan24 halaman

Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial di Kantor Camat Kediri, dengan motivasi kerja dan job relevant information sebagai variabel moderasi. Hasil menunjukkan bahwa partisipasi penyusunan anggaran dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial, sedangkan job relevant information tidak berpengaruh signifikan. Motivasi kerja tidak mampu memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran, tetapi job relevant information dapat memperkuat pengaruh tersebut.

Diunggah oleh

alyaputrimawardi11
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan24 halaman

Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial di Kantor Camat Kediri, dengan motivasi kerja dan job relevant information sebagai variabel moderasi. Hasil menunjukkan bahwa partisipasi penyusunan anggaran dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial, sedangkan job relevant information tidak berpengaruh signifikan. Motivasi kerja tidak mampu memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran, tetapi job relevant information dapat memperkuat pengaruh tersebut.

Diunggah oleh

alyaputrimawardi11
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JBMA – Vol. VIII, No.

1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran Dengan Motivasi Kerja dan Job


Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
1Rusli
Amrul
2 Sigit
Ary Wijayanto
3Wiwin Septiana
1,2,3
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM Mataram
rusliamr@[Link], sigitaryw@[Link], wiwinsptiana99@[Link]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh partisipasi penyusunan anggaran


terhadap kinerja manajerial dengan motivasi kerja dan job relevant information sebagai variabel
moderasi pada Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat. Responden penelitian ini adalah
seluruh staf OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat yang berjumlah 33 orang.
Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang
digunakan adalah analisis regresi moderasi atau moderated regression analyse (MRA). Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi penyusunan anggaran dan motivasi kerja
berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri, job relevant
information tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri.
Sementara motivasi kerja tidak mampu memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran
terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri dan job relevant information mampu
memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial OPD Kantor
Camat Kediri.

Kata kunci: Partisipasi Penyusunan Anggaran, Motivasi Kerja, Job Relevant Information,
dan Kinerja Manajerial.

PENDAHULUAN
Anggaran merupakan ruang lingkup Akuntansi yang memiliki beberapa fungsi yakni sebagai
alat perencanaan, sebagai alat pengendalian, sebagai alat penilaian kinerja dan sebagai alat
motivasi (Nordiawan, 2010). Kinerja akan dinilai berdasarkan pencapaian target anggaran dan
efisiensi pelaksanaan anggaran. Dalam upaya meningkatkan kinerja pemerintah daerah untuk
menciptakan good governance, maka dalam setiap proses penyusunan anggaran diperlukan
pendekatan yang baik agar anggaran dapat bekerja sesuai dengan fungsinya. Pemerintah
melaksanakan fungsi kepemerintahannya salah satunya yakni dalam penyusunan anggaran untuk
mencapai tujuan institusi terkait dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang beragam. Salah satu
pendekatan manajerial yang digunakan untuk menyusun anggaran pemerintah adalah dengan
menggunakan partisipasi penyusunan anggaran. Partisipasi penyusunan anggaran membutuhkan
keterlibatan tidak hanya manajer tingkat atas, tetapi juga manajer tingkat menengah maupun
tingkat bawah dalam proses penyusunan anggaran. Menurut Rosnaena (2015) Satuan Kinerja
88
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

Perangkat Daerah (SKPD) pada pemerintah daerah yang terlibat dalam proses penganggaran
diberikan kesempatan untuk ikut andil dalam pengambilan keputusan melalui perencanaan
anggaran. Hal ini sangat penting karena aparat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemerintah
daerah akan merasa lebih produktif dan puas dengan pekerjaannya sehingga memungkinkan
munculnya perasaan berprestasi yang akan meningkatkan kinerjanya.
Terdapat dua macam metode partisipasi yang dapat dilakukan dalam penyusunan anggaran,
yaitu dengan metode top-down dan bottom-up (Rosalina, 2011). Metode top-down seluruhnya
dilakukan oleh manajemen level atas, sedangkan manajemen level menengah dan level bawah
tidak ikut serta melainkan hanya melaksanakan anggarannya saja. Dalam hal ini jika penyusunan
anggaran hanya berdasarkan kehendak atasan tanpa melibatkan partisipasi bawahan maka dapat
menimbulkan kesulitan bagi bawahan untuk mencapainya. Sedangkan metode bottom-up
merupakan metode penyusunan anggaran yang dilakukan oleh manajemen level bawah kemudian
dilanjutkan oleh manajemen level menengah dan disahkan oleh manajemen level atas
(Sucitrawati dan Sari 2017). Kantor Camat Kediri merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten
Lombok Barat yang dalam penerapan metode budgetary menggunakan sistem buttom-up
(participative budgetary) yaitu melibatkan aparatur atau semua pegawai/staff level bawah dalam
penyusunan anggaran, sehingga akan lebih optimal dalam mengakomodir dari masing-masing
kebutuhan bagian/sub bagian dari OPD di Kantor Camat Kediri. Akan tetapi terdapat penurunan
pada tahun 2019 yakni realisasi anggaran belanja kegiatan pemeliharaan rutin/berkala gedung
kantor sebesar 56,55%.
Untuk memperoleh kualitas kerja yang bagus, organisasi sektor publik memberikan
motivasi yang tinggi untuk pegawainya. Semangat motivasi yang tinggi inilah yang dapat
memberikan manfaat bagi kemajuan organisasi berupa peningkatan kinerja (Julyalahi, 2017).
Salah satu bentuk motivasi yang dilakukan adalah mengikutsertakan staf dalam partisipasi
anggaran. Menurut Rosnaena (2015) bahwa partisipasi anggaran mempunyai dampak yang positif
terhadap motivasi manajer pada pekerjaannya. Pegawai yang bekerja di OPD yang memiliki
kemauan tinggi dalam menggunakan kemampuannya menjalankan pekerjaan akan berdampak
bagus dalam menyusun anggaran sehingga target anggaran terpenuhi. Semakin tinggi motivasi
kerja yang dimiliki oleh pegawai OPD dalam bekerja akan semakin termotivasi untuk terlibat
dalam penyusunan anggaran yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja manajerial. Target
anggaran ini terpenuhi jika pegawai yang terlibat memiliki semangat kerja yang tinggi.
Penelitiam Sariningrum, dkk. (2014), Dina dan Halimatusyadiah (2014) menunjukkan bahwa
dengan motivasi kerja yang tinggi akan meningkatkan keterlibatan pegawai bawahan dalam
proses penyusunan anggaran sehingga kinerja manajerial meningkat. Berdasarkan observasi

89
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

peneliti yang didapatkan dari bapak Sahrullah, [Link] selaku Kasubag Umum dan kepegawaian
Kantor Camat Kediri, untuk saat ini kebijakan pemberian motivasi kerja yang diterapkan hanya
berupa non financial reward akan tetapi motivasi kerja berupa financial reward kepada
bawahan/staf belum pernah diterapkan pada Kantor Camat Kediri.
Job relevant information dibutuhkan untuk membantu dalam pemilihan program dan
kegiatan yang efektif dan ekonomis, sehingga penyusunan anggaran dilakukan berdasarkan
pertimbangan prioritas program dan kegiatan. Skala program dan kegiatan yang menjadi prioritas
harus ditentukan lebih dahulu dibandingkan program atau kegiatan-kegiatan lain, sehingga atasan
dapat menentukan berapa anggaran yang dibutuhkan jika dikaitkan dengan sumber daya/dana
yang dimiliki (Tuhu, 2018). Job relevant information terbentuk melalui partisipasi bawahan
(manajer level bawah) agar memberikan informasi yang relevan dengan tugas sekaligus tidak
melanggar aturan (Prasetya dan Muliartha, 2017). Informasi job relevant sangat penting dalam
instansi pemerintahan karena sesuai dengan pengalaman yang menunjukkan bahwa tugas yang
dijalani oleh kepala dinas/pimpinan tidak sesuai dengan dasar keilmuan dan kompetensinya atau
jabatan tersebut didapat secara politis (Bajora, 2017). Job relevant information dipilih dalam
penelitian ini karena aparatur masih kurang mengetahui tentang informasi yang berhubungan
dengan tugas mereka, dengan Job relevant information dapat membantu memberikan
pengetahuan yang lebih baik bagi manajer mengenai alternatif keputusan dan tindakan yang
dibutuhkan untuk mencapai tujuan (Apriansyah, dkk 2015). Informasi yang relevan dengan tugas
atau job relevant information (JRI) akan mempermudah dalam proses penyusunan penganggaran.
Apabila dalam suatu organisasi terdapat informasi yang memfasilitasi pembuatan keputusan yang
berhubungan dengan tugas atau job relevant information (JRI) maka manajer yang terlibat dalam
pembuatan anggaran akan menyusun target anggaran dengan baik.
Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode
tertentu didalam melaksanakan tugas (Tapatfeto, 2014). Menurut Indra (2006) dalam Rison
(2017) kinerja adalah gambaran pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program kebijaksanaan
dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi. Kinerja manajer publik dinilai
berdasarkan berapa yang berhasil dicapai dikaitkan dengan anggaran yang telah ditetapkan. Salah
satu ukuran keberhasilan suatu organisasi dapat dilihat dari kinerja manajerialnya (Nengsy, dkk
2013). Pada tahun 2018 Pemkab Lobar telah meraih predikat “B” dalam penilaian Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Daerah (SAKIP) oleh Kementrian RAN-RB dengan
poin 62,60. Sekretaris Daerah Lombok Barat menegaskan bahwa Pemkab Lobar di tahun 2019
menargetkan predikat “A” dengan syarat semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada
mampu meningkatkan dan memprioritaskan kebutuhan dasar sesuai Rencana Pembangunan

90
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

Jangka Menengah Daerah ([Link]/25/03/2019). Pemerintah Lombok barat kembali


meraih predikat “B” dengan raihan poin 62,87 (baik) dalam penilaian Sistem Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah Daerah (SAKIP). Prestasi yang di dapat dengan predikat “B”
mengulang prestasi tahun lalu namun mengalami kenaikan poin. SAKIP Lombok Barat terus
mengalami kenaikan poin mulai dari tahun 2017 s.d 2019 dengan point (60,24), (62,60) dan
(62,87). Kenaikan yang terjadi pada tahun 2017 ke 2018 cukup signifikan dibandingkan dengan
tahun 2018 ke 2019 ([Link]/29/01/2020).
Beberapa penelitian terdahulu mengenai pengaruh partisipasi penyusunan anggaran dengan
motivasi kerja dan job relevant information (JRI) sebagai variabel moderasi terhadap kinerja
manajerial yang menimbulkan gap research seperti Rosnaena (2015), Ernis dan Sularso (2017),
Sucitrawati dan Sari (2017) hasil penelitiannya adalah partisipasi penyusunan anggaran
berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial. Akan tetapi Handrika dan Wirakusuma
(2017), Nazaruddin dan Setyawan (2012) dan Ermawati (2017) hasil penelitiannya adalah
partisipasi penyusunan anggaran tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja
[Link] (2019) dan Ikramul (2019) hasil penelitiannya adalah job relevant information
berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial. Akan tetapi Apriansyah, dkk (2014) hasil
penelitiannya adalah job relevant information tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja
manajerial. Sementara Handayani (2018) dan Suhanda (2018) menambahkan motivasi sebagai
variabel independen. Hasil penelitiannya adalah motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja
manajerial. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan Siwi (2017) dan Mahmudah (2019)
bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Septiningrum,
dkk (2018) dan Pratama (2018) hasil penelitiannya adalah partisipasi penyusunan anggaran
berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai dan job relevant information tidak memoderasi
pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial. Penelitian yang lain Saraswati (2019)
dan Larasati (2019) menambahkan job relevant information sebagai variabel moderasi. Hasil
penelitiannya adalah partisipasi dalam penyusunan anggaran tidak berpengaruh terhadap kinerja
manajerial dan job relevant information merupakan variabel moderasi yang memperkuat
hubungan partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial.
Berdasarkan isu masalah dan beberapa perbedaan hasil penelitian terdahulu pada latar
belakang yang telah dijabarkan diatas, maka peneliti memandang penting untuk dikaji kembali
tentang Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan Motivasi Kerja dan Job Relevant
Information sebagai Variabel Moderasi Terhadap Kinerja Manajerial yang akan dilakukan pada
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat.
LANDASAN TEORI & PENGEMBANGAN HIPOTESIS

91
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

Partisipasi Penyusunan Anggaran


Hansen & Mowen (2012) memberikan pengertian anggaran merupakan rencana keuangan
untuk masa depan, rencana tersebut mengidentifikasi tujuan dan tindakan yang diperlukan untuk
mencapainya. Sebelum anggaran disiapkan, organisasi seharusnya mengembangkan suatu
rencana strategis. Rencana strategis mengidentifikasi strategi-strategi untuk aktivitas dan
persaingan dimasa depan, umumnya mencangkup setidaknya untuk lima tahun ke depan.
Organisasi dapat menerjemahkan strategi umum kedalam tujuan jangka panjang dan jangka
pendek.”
Dalam pengertian lain Nordiawan dan Hertianti (2010) anggaran dapat dikatakan sebagai
sebuah rencana finansial yang menyatakan hal-hal seperti 1). Rencana-rencana organisasi untuk
melayani masyarakat atau aktivitas lain yang dapat mengembangkan kapasitas organisasi
pelayanan, 2). Estimasi besarnya biaya yang harus dikeluarkan dalam merealisasikan rencana
tersebut, 3). Perkiraan sumber-sumber yang akan menghasilkan pemasukan serta besarnya
pemasukan tersebut.
Hansen dan Mowen (2019) mendefinisikan partisipasi dalam penganggaran sebagai
keikutsertaan manajer bawahan untuk ikut serta dalam proses penyusunan anggaran dan
mempertanggung jawabkannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sedangnkan
menurut Ilmawan (2017) Partisipasi anggaran merupakan keterlibatan semua tingkatan
manajemen dalam menyusun anggaran. Mardiasmo (2012) menjelaskan proses penyusunan
anggaran sektor publik, anggaran pendapatan dan belanja negara/daerah (APBN/APBD) yang
dipresentasikan setiap tahun oleh eksekutif, memberi informasi rinci kepada DPR/DPRD dan
masyarakat tentang program-program apa yang direncanakan pemerintah untuk meningkatkan
kualitas kehidupan rakyat dan bagaimana program-program tersebut dibayai. Penyusunan dan
pelaksanaan anggaran tahunan merupakan rangkaian proses anggaran.

Motivasi kerja
Motivasi (motivation) dalam manajemen hanya ditujukan pada sumber daya manusia
umumnya dan bawahan khususnya. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan
daya dan potensi bawahan, agar mau bekerja sama secara produktif berhasil mencapai dan
mewujudkan tujuan yang telah ditentukan. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang
menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia agar bekerja giat dan antusias
mencapai hasil yang optimal” (Hasibuan, 2009). Salah satu alat motivasi yang diberikan kepada
bawahan berupa reward. Simamora dalam Irawanti (2016) menjelaskanreward dapat diartikan
sebagai hadiah. Sistem reward adalah suatu sistem kebijakan yang dibuat oleh sebuah organisasi

92
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

untuk memberikan penghargaan kepada karyawannya atas nilai-nilai usaha, keterampilan,


kompetensi dan tanggung jawab mereka dalam organisasi. Desmayani dan Suardhika (2016)
menyatakan bahwa kebutuhan dalam berprestasi akan mendorong seseorang untuk
mengembangkan keratifitas yang dimilikinya agar dapat menunjukkan kemampuannya untuk
mencapai hasil yang maksimal. Organisasi biasanya memberlakukan kebijakan pemberian
reward kepada pelaksana anggaran berdasarkan tingkat pencapaian anggaran.

Job Relevant Information (JRI)


Omposunggu dan Bawono dalam Rellam, dkk (2016) mengidentifikasi 2 jenis informasi
utama dalam organisasi yaitu decision influencing dan Job-Relevant Information (JRI). Job
Relevant Information (JRI) adalah informasi internal organisasi yang cenderung berhubungan
dengan tugas yang dihasilkan oleh karyawan. Informasi-informasi tersebut dapat memberikan
prediksi lingkungan dengan lebih tepat dan memungkinkan pilihan suatu kebijakan yang lebih
baik sehingga memperbaiki kinerja. Job relevant information (JRI) yaitu informasi untuk
mengambil tindakan agar tercapai hasil lebih baik. Bawahan sebenarnya memiliki informasi yang
lebih baik dibandingkan dengan atasan. Informasi yang dimiliki bawahan yang berhubungan
dengan tugas, akan membuat bawahan lebih keras dalam berusaha dan jauh lebih bersemangat
dalam mengerjakan tugas dibandingkan dengan atasan yang tidak memiliki informasi yang
berhubungan dengan tugas. Dengan adanya partisipasi dari bawahan dalam penyusunan anggaran
maka bawahan dapat memberikan atau memasukan informasi lokal yang dimilikinya. Dengan
cara ini bawahan dapat mengkomunikasikan atau mengungkapkan beberapa informasi pribadi
yang mungkin saja dapat dimasukkan dalam anggaran sebagai dasar penilaian. Dalam hal ini
informasi job relevant dapat memberikan pengetahuan yang lebih baik mengenai alternatif-
alternatif keputusan dan tindakan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bagi pembuat
keputusan (Handayani, 2013).

Kinerja Manajerial
Manajer adalah seseorang yang bekerja dengan dan melalui orang lain dengan
mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan guna memapai tujuan organisasi. Hal ini dapat berarti
mengkoordinasikan pekerjaan dari satu kelompok atau departemen atau dapat berarti menyelia
satu orang saja. Pengkoordinasian tersebut dapat juga mencakup pengkoordinasian kegiatan-
kegiatan pekerjaan suatu tim yang terjadi atas orang-orang dari organisasi berbeda, seperti
karyawan yang bekerja dipemasok dari organisasi tersebut (Lubis dalam Wulandari, 2017).
Penilaian kinerja merupakan bagian dari proses pengendalian manajemen yang dapat digunakan

93
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

sebagai pengendalian. Mardiasmo (2009) dalam Pranata (2018) bahwa kinerja manajerial adalah
gambaran seorang manajer mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau
program, kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan misi dan visi organisasi yang tertuang
dalam strategic planning suatu organisasi. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja
manajerial menurut Asis (2014), yaitu faktor individu (personal factors), faktor kepemimpinan
(leadership factors), faktor sistem (system factors), dan faktor situasi (contextual/situational
factors).

Motivasi kerja
(Z1)
H2

H4
Partisipasi Kinerja
H1
Penyusunan Manajerial (Y)
Anggaran (X1)
H5

Job Relevant H3
Information (Z2)

Gambar 1. Model Penelitian

Pengembangan Hipotesis
Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran terhadap Kinerja Manajerial
Penelitian Wulandari (2017) menghasilkan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh
signifikan terhadap kinerja manajerial. Hasil penelitian tersebut di dukung oleh Nalise,dkk (2019)
pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja aparatur pemerintah daerah dengan
job relevant information sebagai moderasi di Kabupaten Konawe. Hasil penelitiannya
menunjukkan bahwa partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Kinerja Aparatur Pemerintah Daerah, sehingga hipotesis pertama dalam penelitian ini:
H1: Partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial OPD
Kantor Camat Kediri.

Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Manajerial


94
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

Peneltian yan dilakukan oleh Siwi (2017) Pengaruh Partisipasi Anggaran, Komitmen,
Budaya Organisasi Dan Motivasi Terhadap Kinerja Aparatur Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur pemerintah.
didukung oleh penelitian yang dilakukan Mahmudah (2019) Pengaruh Partisipasi Anggaran,
Komitmen Organisasi Dan Motivasi Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Empiris Pasa PD. BPR
BKK Kabupaten Temanggung). bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja manajerial, sehingga hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah :
H2: Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat
Kediri.

Pengaruh Job Relevant Information Terhadap Kinerja Manajerial


Kren dalam Nengsy, dkk (2013) tersedianya informasi yang berhubungan dengan tugas akan
meningkatkan pilihan terhadap tindakan yang direncanakan untuk mencapai tujuan. Bulan (2011)
menyatakan job relevant information sangat dibutuhkan untuk membantu dalam pemilihan
program dan kegiatan yang efektif dan ekonomis, sehingga penyusunan anggaran dilakukan
berdasarkan pertimbangan prioritas program dan kegiatan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang
dilakukan oleh Nengsy (2019) dan Ikramul (2019) bahwa Job relevant information berpengaruh
signifikan terhadap kinerja manajerial, sehingga hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah :
H3: Job relevant information berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial OPD Kantor
Camat Kediri.

Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Dengan


Motivasi Kerja Sebagai Variabel Moderasi.
Semangat motivasi yang tinggi inilah yang dapat memberikan manfaat bagi kemajuan
organisasi berupa peningkatan kinerja (Julyalahi, 2017). Hal ini sejalan dengan penelitian yang
dilakukan Haitamy, dkk (2018) Pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja
aparat Pemerintah provinsi jambi: komitmen organisasi, motivasi, dan Kepuasan kerja sebagai
variabel moderating (studi pada Satuan kerja perangkat daerah SKPD provinsi jambi) dimana
hasilnya menunjukkan Motivasi dapat sebagai variabel moderasi pengaruh partisipasi
penyusunan anggaran terhadap kinerja pengawai. Motivasi dapat memacu pegawai untuk bekerja
keras sehingga dapat mencapai tujuan mereka, sehingga hipotesis ke empat dalam penelitian ini
adalah :
H4: Motivasi dapat memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja
manajerial OPD Kantor Camat Kediri.

95
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Job


Relevant Information Sebagai Variabel Moderasi.
Adanya partisipasi maka akan memberikan manfaat dalam mempengaruhi sikap positif, serta
meningkatkan kerjasama antara atasan dan bawahan sehingga dapat mencegah terjadinya
informasi yang bias. Sehingga apabila partisipasi anggaran meningkat maka job relevant
information juga akan turut meningkat. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan
Saraswati (2019) pengaruh partisipasi dalam penyusunan anggaran, kejelasan sasaran dan
struktur desentralisasi terhadap kinerja manajerial dengan job relevant information sebagai
variabel pemoderasi. Hasil penelitiannya adalah job relevant information merupakan variabel
moderasi yang memperkuat hubungan antara partisipasi dalam penyusunan anggaran, sehingga
hipotesis ke lima dalam penelitian ini adalah:
H5: Job relevant information dapat memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran
terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri.

METODE PENELITIAN
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah kuesioner
(angket) berupa seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.
Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pegawai OPD yang bekerja pada Kantor Camat Kediri
Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat yang berjumlah 33 pegawai dimana semua
populasi ini digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini.

Definisi Operasional Variabel


Partisipasi penyusunan anggaran adalah sejauh mana atasan melibatkan pegawai atau
bawahannya dalam penyusunan anggaran. indikator yang akan digunakan untuk menilai
partisipasi penyusunan anggaran diadopsi dari Arifin dan Rohman (2012). Partisipasi penyusunan
anggaran dalam penelitian ini menggunakan instrumen yang terdiri dari pernyataan dan diukur
menggunakan skala likert 1 s.d. 4 yaitu (4) sangat setuju, (3) setuju, (2) tidak setuju, (1) sangat
tidak setuju. Adapun indikator penilaiannya sebagai berikut:
1) Seberapa besar keterlibatan para manajer dalam proses penyusunan anggaran.
2) Tingkat kelogisan alasan atasan untuk merevisi usulan anggaran yang dibuat manajer.
3) Intensitas manajer mengajak diskusi tentang anggaran.
4) Besarnya pengaruh manajer dalam anggaran.
5) Seberapa besar manajer mempunyai kontribusi penting terhadap aturan.

96
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

Motivasi kerja merupakan dorongan yang timbul dari pribadi diri seseorang, diberikan
pegawai lain, pemberian reward dan finansial oleh atasan atas tercapainya tujuan di dalam
organisasi. Hal ini akan membuat seseorang bersemangat untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan
dalam proses penyusunan anggaran yang efektif. Motivasi kerja dalam penelitian ini
menggunakan instrument yang terdiri dari pernyataan dan diukur menggunakan skala likert 1 s.d.
4 yaitu (4) sangat setuju, (3) setuju, (2) tidak setuju, (1) sangat tidak setuju. Adapun indikator
penilaian dari motivasi kerja dalam penelitian ini di adopsi dari Aji (2015) adalah:
1) Finansial (gaji & bonus)
2) Non finansial (Psikologis dan sosial)

Job relevant information adalah informasi yang dapat membantu manajerial dalam
mengambil keputusan terkait penyusunan anggaran. Job relevant information menggunakan
instrument yang terdiri dari pernyataan dan diukur menggunakan skala likert 1 s.d. 4 yaitu (4)
sangat setuju, (3) setuju, (2) tidak setuju, (1) sangat tidak setuju. indikator penilaian dari Job
relevant information dalam penelitian ini diadopsi dari (Kren, 1992) dalam (Wulandari, 2017).
Berikut indikator untuk menilai job relevant information terhadap kinerja manajerial:
1) Mendapat informasi yang jelas dan akurat.
2) Mempunyai informasi yang memadai.
3) Memperoleh informasi yang strategik.

Manajer yang baik yaitu mampu menjalankan fungsi-fungsi manajemen dengan efektif.
Kinerja manajerial adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang. Kinerja manajerial
menggunakan instrument yang terdiri dari pernyataan dan diukur menggunakan skala likert 1 s.d.
4 yaitu (4) sangat setuju, (3) setuju, (2) tidak setuju, (1) sangat tidak setuju. Adapun indikator
penilaian yang digunakan untuk mengukur kinerja manajerial diadopsi dari Mahoney dalam
Wulandari, (2017) yaitu: perencanaan, investigasi, pengkoordinasian, evaluasi, pengawasan,
pengaturan staff (staffing), negoisasi, perwakilan atau representasi dan kinerja keseluruhan.
Sedangkan metode analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah statistik
menggunakan SPSS 25, yaitu dengan regresi linier berganda yang bertujuan untuk
mengungkapkan pengaruh beberapa variabel bebas dengan variabel terikat.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin dan pendidikan dapat dilihat pada tabel

97
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

berikut ini:
Tabel 1. Klasifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis kelamin Jumlah Presentase
Laki-Laki 24 orang 72,73%
Perempuan 9 orang 27,27%
Total 33 orang 100%
Sumber: Data primer yang diolah, 2020

Data diatas menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini sebagian besar berjenis
kelamin laki-laki yaitu sebanyak 24 orang (72,73%) dan sebanyak 9 orang (27,27%) berjenis
kelamin perempuan.

Tabel 2, Klasifikasi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir


Pendidikan terkahir jumlah Presentase (%)
SMA/Sederajat 20 61%
D3 - -
SI 13 39%
S2 - -
Total 33 100%
Sumber: Data primer yang diolah, 2020

Data diatas menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini sebagian besar pendidikan
SMA sederajat sebanyak 20 orang (61%) dan pendidikan S1 sebanyak 13 orang (39%).

Hasil Uji Kualitas Instrumen


Hasil Uji Validitas diperoleh kesimpulan bahwa semua indikator yang digunakan untuk
mengukur variable-variabel yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai nilai signifikansi
koefisien < 0,05 sehingga semua indikator tersebut adalah valid. Sementara hasil Uji Reliabilitas
menunjukkan bahwa semua variabel mempunyai nilai Cronbach Alpha yang cukup besar yaitu di
atas 0,70 sehingga dapat dikatakan semua konsep pengukur masing-masing variabel dari
kuesioner adalah reliabel. Dengan demikian untuk selanjutnya item-item pada masing-masing
konsep variabel tersebut layak digunakan sebagai alat ukur.

Analisis Regresi Moderasi atau Moderated Regression Analysis


Uji interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regression Analysis (MRA). Teknik
analisis regresi moderasi atau Moderated Regression Analysis (MRA), Analisis regresi moderasi
bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja
manajerial yang mempunyai hubungan dengan motivasi kerja dan job relevant information

98
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

sebagai variabel moderasi. Untuk menentukan variabel moderator, maka harus membandingkan
tiga persamaan regresi secara matematis. Berikut adalah hasil Uji Moderated Regression Analysis
berdasarkan output SPSS 25:

Tabel 3. Hasil Uji MRA


Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Std.
Model B Error Beta t Sig.
1 (Constant) .547 .608 .898 .377
X .177 .032 .157 5.594 .006
Z1 .343 .048 .277 7.146 .005
Z2 .132 .522 .168 .252 .803
X.Z1 .028 .147 .127 .191 .850
X.Z2 .147 .052 .863 2.855 .034
Sumber: lampiran hal.123

Dari hasil output SPSS yang ditunjukkan pada tabel 3, dapat ditulis persamaan regresi
moderasi. Persamaan secara matematis untuk hubungan yang dihipotesiskan dapat dirumuskan
sebagai berikut:
Y = α + β1 X1 + ε
Y = α + β1 X1 + β2 Z1 + ε
Y = α + β1 X1 + β2 Z1 + β3 (X1 Z1) + ε

Y = α + β1 X1 + ε
= 0,547 + 0,177 X1 + ε
Y = α + β1 X1 + β2 Z1 + ε
= 0,547 + 0,177 X1 + 0,343 Z1 + ε
Y = α + β1 X1 + β2 Z1 + β3 (X1 Z1) + ε
= 0,547 + 0,177 X1 + 0,343 Z1 + 0,028 (X1 Z1) + ε

Berdasarkan hasil pengujian moderated regression analysis (MRA) pada Tabel 3, maka
diperoleh nilai koefisien regresi untuk variabel motivasi kerja (β2) sebesar 0,343 dengan nilai
signifikansi 0,005 < 0,05 adalah signifikan. Sedangkan nilai koefisien regresi untuk variabel
interaksi antara partisipasi penyusunan anggran dengan variabel motivasi kerja (β3) sebesar 0,028
dengan nilai signifikansi 0,850 > 0,05, adalah tidak signifikan. Kesimpulan yang diperoleh atas
hasil analisis tersebut yakni dapat diketahui bahwa, moderasi dari variabel motivasi kerja (Z1)
memperkuat pengaruh partisipasi penyusunan anggaran (X1) terhadap kinerja manajerial (Y).
Meskipun memperkuat, pengaruhnya tidak signifikan. Hal tersebut dilihat dari nilai koefisien
regresi yang dihasilkan dari pengaruh interaksi X1*Z1 terhadap Y adalah positif (0,028) dengan
tingkat signifikansi sebesar 0,850 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi kerja
merupakan variabel predictor moderator, artinya motivasi kerja hanya merupakan variabel yang
99
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

berperan sebagai variabel predictor (independen) dalam mempengaruhi variabel dependen. Oleh
karena hasil pengujian statistik atas interaksi partsipasi penyusunan anggaran dengan motivasi
kerja (X1*Z1) menunjukkan hasil yang tidak signifikan dan koefisien β2 ≠ 0 (signifikan) dan
koefisien β3 = 0 (tidak signifikan maka artinya hipotesis 4 (H4) dalam penelitian ini ditolak atau
dengan kata lain motivasi kerja (Z1) tidak memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran
(X1) terhadap kinerja manajerial (Y).

Y = α + β1 X1 + ε
Y= α + β1 X1 + β2 Z2 + ε
Y = α + β1 X1 + β2 Z2 + β3 (X1 Z2) + ε

Y = α + β1 X1 + ε
= 0,547 + 0,177 X1 + ε
Y = α + β1 X1 + β2 Z2 + ε
= 0,547 + 0,177 X1 + 0,343 Z2 + ε
Y = α + β1 X1 + β2 Z2 + β3 (X1 Z2) + ε
= 0,547 + 0,177 X1 + 0,132 Z2 + 0,147 (X1 Z2) + ε

Berdasarkan hasil pengujian moderated regression analysis (MRA) pada Tabel 4.3 diperoleh
nilai koefisien regresi untuk variabel job relevant information (β2) sebesar 0,343 dengan nilai
signifikansi 0,005 < 0,05 adalah signifikan. Sedangkan nilai koefisien regresi untuk variabel
interaksi antara partisipasi penyusunan anggran dengan variabel motivasi (β3) sebesar 0,147
dengan nilai signifikansi 0,034 < 0,05 adalah signifikan. Kesimpulan yang diperoleh atas hasil
analisis tersebut yakni dapat diketahui bahwa, moderasi dari variabel job relevant information
(Z2) memperkuat pengaruh partisipasi penyusunan anggaran (X1) terhadap kinerja manajerial (Y)
dan pengaruhnya signifikan. Hal tersebut dilihat dari nilai koefisien regresi yang dihasilkan dari
pengaruh interaksi X1*Z2 terhadap Y adalah positif (0,147) dengan tingkat signifikansi sebesar
0,034 < 0,05. Selain itu, dari hasil pengujian statistik tersebut juga diperoleh persamaan,
koefisien β2 ≠ 0 (signifikan) dan koefisien β3 ≠ 0 (signifikan), maka dapat disimpulkan bahwa
variabel job relevant information merupakan variable quasi moderator, artinya job relevant
information merupakan variabel yang memoderasi hubungan antara variabel independen dengan
variabel dependen yang sekaligus menjadi variabel independen. Oleh karena hasil pengujian
statistik atas interaksi partsipasi penyusunan anggaran dengan job relevant information (X1*Z2)
menunjukkan hasil yang positif dan signifikan, maka artinya hipotesis 5 (H5) dalam penelitian ini
diterima, atau dengan kata lain job relevant information (Z2) mampu memoderasi pengaruh
partisipasi penyusunan anggaran (X) terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri
Kabupaten Lombok Barat (Y).

100
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

Uji secara parsial (uji t)


Uji statistik t bertujuan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen
secara individual dalam menerangkan variasi variabel independen (Ghozali, 2011). Jika nilai
signifikansi t < 0,05 maka H0 ditolak, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara satu
variabel independen terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi t > 0,05 maka H0
diterima, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara satu variabel independen
terhadap variabel dependen. Berikut adalah tabel hasil Uji t:

Tabel 4. Hasil Uji T


Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta T Sig.
1 (Constant) .547 .608 .898 .377
X .177 .032 .157 5.594 .006
Z1 .343 .048 .277 7.146 .005
Z2 .132 .522 .168 .252 .803
Sumber: lampiran hal. 123

Berdasarkan hasil pengujian model regresi tersebut yang menyatakan pengaruh partisipasi
penyusunan anggaran, motivasi kerja dan job relevant information terhadap kinerja manajerial
OPD Kantor Camat Kediri dapat dinyatakan dengan rumus matematis sebagai berikut:

Y = 0,547 + 0,177 X1 + 0,343 Z1 + 0,132 Z2 + ε


Dari persamaan di atas dapat dijelaskan bahwa nilai konstanta yang didapat dari hasil
perhitungan SPSS 25 memperoleh nilai sebesar 0,547, artinya jika variabel partisipasi anggaran,
motivasi kerja dan job relevant information memiliki nilai constant atau tetap maka kinerja
manajerial mengalami kenaikan sebesar 0,547. Jika setiap kenaikan satu satuan variabel
partisipasi penyusunan anggaran, dengan asumsi variabel lain tetap akan meningkatkan variabel
kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat sebesar 0,177. Variabel
motivasi kerja memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,343. artinya setiap kenaikan satu satuan
variabel partisipasi penyusunan anggaran, dengan asumsi variabel lain tetap akan meningkatkan
variabel kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat sebesar 0,343,
Variabel job relevant information memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,132, artinya setiap
kenaikan satu satuan variabel partisipasi penyusunan anggaran, dengan asumsi variabel lain tetap
akan meningkatkan variabel kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok
Barat sebesar 0,132.

101
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

Adapun hasil uji statistik t pada tabel 4, uji antar masing-masing variabel independen dengan
variabel dependen dapat dilihat bahwa variabel partisipasi penyusunan anggaran memiliki nilai
signifikansi sebesar 0,006 < 0,05, dan t hitung sebesar 5,594 > dari t tabel 2,03452 yang
menunjukkan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa partisipasi penyusunan
anggaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.
Motivasi kerja memiliki nilai signifikansi sebesar 0,005<0,05 dan t hitung sebesar 7,146 >
dari t tabel 0,203452, yang menunjukkan H2 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.
Job relevant information memiliki nilai signifikansi sebesar 0,803 > 0,05 dan t hitung
sebesar 0,252 > dari t tabel 0,203951, yang menunjukkan H3 ditolak. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa Job relevant information tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja
manajerial.

Pembahasan
Berdasarkan jawaban responden terhadap masing-masing variabel penelitian, berikut ini akan
diuraikan makna dari hasil penelitian berdasarkan analisis data yang telah dilakukan. Penelitian
ini menguji pengaruh Partisipasi Penyusunan Angaran Dengan Motivasi Kerja Dan Job Relevant
Information Sebagai Variabel Moderasi Terhadap Kinerja Manajerial OPD Kantor Camat Kediri.
Pengujian hipotesis yang dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda dan analisis
regresi moderasi.

Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial.


Hipotesis pertama partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja
manajerial OPD Kantor Camat Kediri. Akan tetapi, Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti
menunjukkan hasil hipotesis pertama bahwa partisipasi penyusunan anggaran (X1) diterima atau
berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten
Lombok Barat. Hal ini dapat dibuktikan dari variabel partisipasi penyusunan anggaran pada
analisis regresi yang menunjukkan variabel partisipasi penyusunan anggaran memiliki nilai
signifikansi sebesar 0,006 < 0,05, dan t hitung sebesar 5,594 > dari t tabel 2,03452 yang
menunjukkan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa partisipasi penyusunan
anggaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri
Kabupaten Lombok Barat. Hal ini dikarenakan tingkat keterlibatan seluruh pegawai/staff atau
partisipatif budgeting pada OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat tinggi dalam
proses penyusunan anggaran. Pegawai OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat yang

102
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

terlibat dalam proses penyusunan anggaran, dengan keterlibatan merupakan kewajiban pegawai
tersebut ikut merencanakan program yang sesuai dengan visi misi Kantor Camat Kediri serta di
imbangi dengan menggunakan ide, gagasan maupun hal-hal yang dibutuhkan untuk menunjang
kinerjanya di masing-masing unit/sub bagian akan menghasilkan kinerja yang bagus. Hal ini
sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nalise,dkk (2019), Pratama (2018), Haitamy,dkk
(2018), Sucitrawati dan Sari (2017)dan Saraswati (2015) dimana hasil penelitiannya
menunjukkan bahwa partisipasi dalam penyusunan anggaran berpengaruh signifikan terhadap
kinerja manajerial.

Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Manajerial


Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti yang menunjukkan bahwa variabel Motivasi
Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Manajerial OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten
Lombok Barat sehingga hipotesis kedua diterima. Hasil hipotesis kedua (H2) Motivasi kerja (Z1)
memiliki nilai signifikansi sebesar 0,005<0,05 dan t hitung sebesar 7,146 > dari t tabel 2,03452,
yang menunjukkan H2 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja
berpengaruh signifikan terhadap kinerja [Link] ini sejalan dengan motivasi kerja secara
non financial yakni psikologis dan sosial berupa pemberian semangat kepada bawahan,
memberikan saran dan masukan terhadap kinerjanya, promosi jabatan serta penambahan
tanggungjawab dan kepercayaan yang sudah diterapkan pada OPD Kantor Camat Kediri
Kabupaten Lombok Barat. Sehingga dengan adanya motivasi berupa non financial ini akan
mampu mendorong sesorang bekerja secara giat, antusias dan produktif dengan ide kreatifnya
dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan dengan optimal. Hasil ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan oleh Siwi (2017) dan dimana hasilnya membuktikan bahwa motivasi
berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.

Pengaruh Job Relevant Information Terhadap Kinerja Manajerial


Hipotesis ketiga partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja
manajerial OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat. Akan tetapi, hasil penelitian
yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan hasil yang berbeda dimana hipotesis ketiga bahwa job
relevant information (Z2) ditolak atau tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial
OPD Kantor Camat Kediri. Hal ini dapat dibuktikan dari variabel job relevant information pada
analisis regresi yang menunjukkan Job relevant information memiliki nilai signifikansi sebesar
0,803 > 0,05 dan t hitung sebesar 0,252 < dari t tabel 2,03452, yang menunjukkan H3 ditolak.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Job relevant information tidak berpengaruh

103
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

signifikan terhadap kinerja manajerial. Karena informasi yang relevant dengan tugas telah
didapatkan oleh staff/pegawai OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat tidak
disampaikan secara lengkap kepada pimpinan, kepala bagian/sub bagian sehingga mempengaruhi
pengambilan keputusan tidak optimal. Dalam hal ini menyebabkan menurunnya kinerja
manajerial dan program yang telah disusun tidak tercapai secara efektif dan efisien. Hal ini
sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Apriansyah, dkk (2014) membuktikan bahwa job
relevant information tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial.

Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Dengan


Motivasi Kerja Sebagai Variabel Moderasi.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan hasil dimana hipotesis keempat
bahwa motivasi kerja dapat memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap
kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri tidak diterima atau motivasi kerja tidak dapat
memoderasi hubungan antara pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja
manajerial OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat. Hal ini dapat dibuktikan dari
variabel motivasi kerja (Z1) pada analisis regresi moderasi yang menunjukkan nilai maka
diperoleh nilai koefisien regresi untuk variabel motivasi kerja (β2) sebesar 0,343 dengan nilai
signifikansi 0,005 < 0,05 adalah signifikan. Sedangkan nilai koefisien regresi untuk variabel
interaksi antara partisipasi penyusunan anggaran dengan variabel motivasi kerja (β3) sebesar
0,028 dengan nilai signifikansi 0,850 > 0,05, adalah tidak signifikan. Kesimpulan yang diperoleh
atas hasil analisis tersebut yakni dapat diketahui bahwa, moderasi dari variabel motivasi kerja
(Z1) memperkuat pengaruh partisipasi penyusunan anggaran (X1) terhadap kinerja manajerial (Y).
Meskipun memperkuat, pengaruhnya tidak signifikan. Hal tersebut dilihat dari nilai koefisien
regresi yang dihasilkan dari pengaruh interaksi X*Z1 terhadap Y adalah positif (0,028) dengan
tingkat signifikansi sebesar 0,850 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi kerja
merupakan variabel predictor moderator, artinya motivasi kerja hanya merupakan variabel yang
berperan sebagai variabel predictor (independen) dalam mempengaruhi variabel dependen. Oleh
karena hasil pengujian statistik atas interaksi partsipasi penyusunan anggaran dengan motivasi
kerja (X1*Z1) menunjukkan hasil yang tidak signifikan dan koefisien β2 ≠ 0 (signifikan) dan
koefisien β3 = 0 (tidak signifikan maka artinya hipotesis 4 (H4) dalam penelitian ini ditolak atau
dengan kata lain motivasi kerja (Z1) tidak memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran
(X1) terhadap kinerja manajerial (Y). Motivasi kerja bukanlah variabel moderating dalam
penelitian ini. Hal ini dikarenakan motivasi kerja pada sektor publik dengan sektor swasta
berbeda. Motivasi yang dimiliki oleh pegawai pada sektor public khususnya OPD Kantor Camat

104
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

Kediri Kabupaten Lombok Barat tidaklah sama dengan motivasi yang diberikan oleh pimpinan ke
karyawan perusahaan swasta. Motivasi yang dimiliki oleh pegawai OPD Kantor Camat Kediri
Kabupaten Lombok Barat ini kurang dikalangan pegawai. Sebagaimana dengan hasil obersvasi
awal bahwa Motivasi kerja yang diterapkan pada OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok
Barat saat ini hanya menerapkan aspek non financial seperti memberikan semangat, kritik
maupun saran kepada bawahan terhadap kinerja yang telah dicapai, promosi jabatan, penambahan
tanggungjawab dan kepercayaan serta penempatan kerja di tempat yang lebih baik, namun belum
kepada financial seperti tunjangan kinerja dan bonus kerja. Terkait hal ini, Pegawai OPD Kantor
Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat memiliki kondisi kerja yang berbeda dengan pegawai
yang bekerja pada dinas lain dimana sudah menerapkan Tunkin (tunjangan kinerja) berupa
financial. Pegawai OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat dalam bekerja mengikuti
peraturan-peraturan dan sistem kerja yang sudah diterapkan oleh pemerintah sehingga tidak
memiliki motivasi yang tinggi dalam proses penyusunan anggaran melainkan hanya sekadar
untuk melaksanakan kewajibannya saja. hal ini dikarenakan karena pegawai OPD mengejar
prestasi kerja. Sedangkan dalam lingkungan OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat
prestasi pegawai belum menerapkan hal ini. sistem prestasi kinerja atau biasa disebut dengan
tunkin (tunjangan kinerja) dimana pegawainya diberikan motivasi berupa finansial berdasarkan
seberapa banyak kinerja yang telah dicapai. Hal inilah yang menyebabkan motivasi pegawai OPD
Kantor Camat Kediri tidak mampu mempengaruhi hubungan antara partisipasi penyusunan
anggaran terhadap kinerja manajerial.

Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Job


Relevant Information Sebagai Variabel Moderasi.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan hasil dimana hipotesis kelima
bahwa job relevant information dapat memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran
terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat diterima atau
job relevant information memoderasi hubungan antara pengaruh partisipasi penyusunan anggaran
terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri. Hal ini dapat dibuktikan Hal ini dapat
dibuktikan dari variabel job relevant information (Z2) pada analisis regresi moderasi yang
menunjukkan nilai koefisien regresi untuk variabel job relevant information (β2) sebesar 0,132
dengan nilai signifikansi 0,803 > 0,05 adalah tidak signifikan. Sedangkan nilai koefisien regresi
untuk variabel interaksi antara partisipasi penyusunan anggaran dengan variabel job relevant
information (β3) sebesar 0,147 dengan nilai signifikansi 0,034 < 0,05 adalah signifikan.
Kesimpulan yang diperoleh atas hasil analisis tersebut yakni dapat diketahui bahwa, moderasi

105
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

dari variabel job relevant information (Z2), memperkuat pengaruh partisipasi penyusunan
anggaran (X1) terhadap kinerja manajerial (Y) dan pengaruhnya signifikan. Hal tersebut dilihat
dari nilai koefisien regresi yang dihasilkan dari pengaruh interaksi X1*Z2 terhadap Y adalah
positif (0,147) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,034 < 0,05. Selain itu, dari hasil pengujian
statistik tersebut juga diperoleh persamaan, koefisien β2 = 0 (tidak signifikan) dan koefisien β3 ≠
0 (signifikan), maka dapat disimpulkan bahwa variabel job relevant information merupakan
variabel pure moderator, artinya job relevant information merupakan variabel yang memoderasi
hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen namun tidak menjadi variabel
independen. Oleh karena hasil pengujian statistik atas interaksi partsipasi penyusunan anggaran
dengan job relevant information (X1*Z2) menunjukkan hasil yang positif dan signifikan, maka
artinya hipotesis 5 (H5) dalam penelitian ini diterima, atau dengan kata lain job relevant
information (Z2) mampu memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran (X1) terhadap
kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat (Y). Dengan tersedianya
informasi yang relevant dengan tugas pada OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat
maka akan memperkuat keputusan yang tepat dan optimal dalam dalam penyusunan anggaran
sehingga dapat meningkatkan kinerja manajerial dalam mencapai target anggaran yang ditetapkan
masing-masing unit/sub bagian. Job relevant information dapat meningkatkan kinerja manajerial
karena merupakan faktor dari luar organisasi yang secara efektif dapat mengendalikan situasi dari
organisasi untuk meningkatkan kinerja. Partisipatif budgeting atau keterlibatan semua pihak
mulai dari bawahan/pegawai staff hingga pimpinan sebagai pengambilan keputusan tertinggi
dalam penyusunan anggaran akan sangat membantu dalam pengumpulan informasi yang
dibutuhkan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Larasati (2019) dimana
hasilnya membuktikan bahwa job relevant information meperkuat hubungan partisipasi anggaran
terhadap kinerja manajerial,

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan:
1. Terdapat pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial OPD Kantor
Camat Kediri, artinya partisipasi bawahan/pegawai staff terhadap penyusunan anggaran
sebagai bagian dari kegiatan menyusun program dan kegiatan sesuai dengan tujuan
organisasi sekaligus sebagai alat yang membantu memberikan informasi dalam pengambilan
keputusan,.
2. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri,
artinya peran seorang pimpinan mempunyai peran penting dalam memberikan saran,

106
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

masukan dan semangat kerja sehingga staff mendapatakan motivasi kerja yang mampu
meningkatkan kinerjanya dalam mencapai visi Kantor Camat Kediri berupa program yang
sudah direncanakan untuk merealisasikannya. Semakin tinggi motivasi kerja yang diberikan
atasan ataupun pimpinan, maka semakin baik pula kinerja manajerial yang dimiliki, sehingga
motivasi kerja yang ada di Kantor Camat Kediri merupakan hal yang penting dalam
meningkatkan kinerja manajerial.
3. Tidak terdapat pengaruh job relevant information terhadap kinerja manajerial OPD Kantor
Camat Kediri, artinya job relevant information yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
mengenai informasi yang relevan dengan tugas masing-masing sub bagian, informasi yang
jelas, memadai dan startegik yang dimiliki oleh para pegawai OPD Kantor Camat Kediri
Kabupaten Lombok Barat tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat
Kediri Kabupaten Lombok Barat.
4. Motivasi kerja tidak dapat dapat memoderasi pengaruh partisipasi penyusunan anggaran
terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat.
5. Job relevant information dapat memoderasi (memperkuat) pengaruh partisipasi penyusunan
anggaran terhadap kinerja manajerial OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat..

Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka beberapa saran yang bisa diberikan pada
OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat yakni perlu memberikan motivasi demi
tercapainya tujuan, visi dan misi organisasi Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat yang
efektif dan efisien. Motivasi kerja, baik secara financial dari atasan kepada bawahan dan non
financial antara atasan dan bawahan. Sehingga motivasi ini akan meningkatkan kinerja
manajerial pada OPD Kantor Camat Kediri Kabupaten Lombok Barat. Diharapkan juga kepada
pimpinan instansi terkait agar dapat menjelaskan sasaran anggaran secara detail melalui informasi
yang memadai, jelas dan strategik kepada yang bertanggung jawab untuk menyusun dan
melaksanakan anggaran sehingga kinerja manajerial dapat ditingkatkan.

DAFTAR PUSTAKA

107
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

Apriansyah, dkk (2014). Pengaruh partisipasi anggaran, komitmen organisasi, kepuasan kerja,job
relevant information dan budaya organisasi terhadap kinerja manajerial pada perhotelan di
provinsi Riau. JOM FEKON. Vol. 1 No.2.

Arifin, W., B. (2012). Pengaruh Partisipasi Anggaran, Kejelasan Sasaran Anggaran,


Pengendalian Akuntansi dan Sistem Pelaporan Terhadap Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah Daerah Dengan Komitmen Organisasional Sebagai Variabel Pemoderasi.
Jurnal Akuntansi Dan Investasi 13 (1): 15–27.

Asis. (2014). Pengaruh Kualitas Kerja Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Kecamatan
Bontang Selatan. E-Journal Ilmu Pemerintahan Universitas Mulawarman.

Bajora, Nasution M. (2017). Pengaruh Asimetri Informasi, Job Relevant Information Dan
Efektivitas Pengendalian Anggaran Terhadap Budget Slack (Studi Empiris Pada SKPD
Kota Padang). E-Journal Vol 5. No.2 (2017) Universitas Negeri Padang.

Bulan, R. F. (2011). Analisis Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja


Manajerial dengan Kepuasan Kerja, Job Relevant Information, dan Kepuasan
Kerja sebagai Variabel Moderating, 4(1), 1–17.

Desmayani, N.M., Suardhika, I.M.S. (2016). Pengaruh Penganggaran Partisipatif, Locus of


Control, dan Pemberian Reward Terhadap Budgetary Slack. E-Jurnal Akuntansi
Universitas Udayana 16 (2): 1121–48.

Dina., Halimatusyadiah. (2014). Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja


Manajerial Dengan Motivasi Sebagai Variabel Moderating. Naskah Publikasi.

Ermawati, N. (2017). Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Dengan


Motivasi Kerja Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Kasus Skpd Kabupaten Pati). Jurnal
Akuntansi Indonesia, Vol. 6 No. 2 Juli 2017, Hal. 141 – 156.

Ernis, Frenni dan Sularso, Raden Andi. (2017). Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap
Kinerja Manajerial Melalui Komitmen Organisasi Dan Motivasi. Jurnal Bisnis dan
Manajemen, Vol. 11, No. 2. Hal. 139 – 154.

Fitri. 2019. Lombok Barat Targetkan Predikat SAKIP A diunduh di


[Link] (diakses 29
Oktober 2020)

Ghozali, Imam. 2016. Desain Penelitian Kuantitatif & Kualitatif Untuk Akuntansi, Bisnis dan
Ilmu Sosial Lainnya. Semarang: Yoga Pratama.

Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 23. Edisi 8.
Semarang: Universitas Diponegoro.

Handayani, Elfa. F.D. (2018). Pengaruh partisipasi penyusunan anggaran, komitmen organisasi,
motivasi dan akuntansi pertanggungjawaban terhadap kinerja manajerial (studi empiris
pada OPD Kota Magelang).
Handayani, Y. (2013). Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Asimetri Informasi Dengan Job
Relevant Information (JRI) Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Rumah Sakit Umum

108
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

Yang Sudah BLU Di Sumatera Barat). Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri
Padang.

Handrika, Dea dan Wirakusuma, Made Gede. (2017). Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran
Pada Kinerja Manajerial yang Dimoderasi Self Efficacy Dan Motivasi Kerja. E-Jurnal
Akuntansi Universitas Udayana, Vol.20.2 : 875-903.

Hansen,Don.R., Mowen,M. 2012. Akuntansi manajerial. Edisi 8. Edited by Lulu Alfiah.


Terjemahan Deny Arnos Kwary. Vol 1. Jakarta: Salemba Empat.

Harahap, Aderina K dan Husni, H. (2017). Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial
Dengan Pelimpahan Wewenang Sebagai Variabel Moderating. Jurnal Riset Akuntansi dan
[Link]. 6, No. 2. STIE Prasetiya Mandiri Lampung.

Hasibuan, Melayu. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi Cetakan ke 13.
Jakarta: PT Bumi Aksara.

Ilmawan, R. (2017). Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Melalui Job
Relevant Information, Kepuasan Kerja, Motivasi dan Komitmen Organisasi Sebagai
Variabel Intervening (Studi Kasus pada PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas).
Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro. Semarang.

Ikramul, H. (2019). Pengaruh Budgeting Participation, Job Relevant Information Dan Budget
Goal Claritiy Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Komitmen Organisasi Sebagai
Variabel Moderating ( Studi Pada SKPD Kabupaten Sinjai).

Irawanti, A. (2016). Pengaruh Pemberian Reward Dan Punishment Terhadap Kinerja Karyawan
(Studi Kasus Pada BMT Lima Satu Sejahtera Jepara). Universitas Islam Negeri Walisongo
Semarang.
Julyalahi, E. (2017). Pengaruh Partisipasi Anggaran, Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Dan
Kompensasi Terhadap Kinerja Manajerial Pada SKPD Kabupaten Bintan. .

Mahmudah, L. (2019). Pengaruh Partisipasi Anggaran, Komitmen Organisasi Dan Motivasi


Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Empiris Pasar PD. BPR BKK Kabupaten
Temanggung).

Mardiasmo. 2012. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.

Nengsy, dkk. (2013). Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Dengan Job
Relevant Information, kepuasan Kerja dan Motivasi Sebagai Variabel Intervening. Jurnal
Akuntansi, vol2, No.1.

Nazaruddin, Ietje dan Setyawan, Henry. (2012). Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran
terhadap Kinerja Aparat Pemerintah Daerah Dengan Budaya Organisasi, Komitmen
Organisasi, Motivasi, Desentralisasi, dan Job Relevant Information sebagai Variabel
Moderasi. Jurnal Akuntansi dan Investasi, Volume. 12 Nomor. 2, h. 197-207.

Nordiawan, Deddi., Hertianti, Ayuningtyas. 2010. Akuntansi sektor publik. Jakarta: salemba
empat.
PP Nomor 58 Tahun 2005. Di unduh di [Link] (diakses Bulan April 2021).

109
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

PP Nomor 105 Tahun 2000. Di unduh di [Link] (diakses Bulan April 2021).

Prasetya, A., Muliartha . (2017). Pengaruh Partisipasi Anggaran, Job Relevant Information Dan
Asimetri Informasi Pada Budget Slack. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol.20.2.
Agustus (2017).

Pranata, S.H. (2018). Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial
Dengan Job Relevant Information Sebagai Variabel Moderating (Studi Kasus SKPD
Pemerintahan Kota Medan).

Pratama, I.G.B.H. (2018). Pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial dengan job
relevant information dan presepsi inovasi sebagai variable moderasi. Jurnal Ilmu dan Riset
Akuntansi STIESIA. Volume 7, Nomor 8.

Redaksi. 2020. Lombok Barat Kembali Raih Predikat B Penghargaan SAKIP dari Kemenpan RB
diunduh di [Link]
penghargaan-sakip-dari-kemenpan-rb/ (diakses 29 Oktober 2020).

Rellam, dkk. (2016). Pengaruh Partisipasi Penyusunan Anggaran, Motivasi, Job Relevant
Information, Kebijakan Penyusunan Anggaran Dan Pelimpahan Wewenang Terhadap
Kinerja Manajerial SKPD Kabupaten Kepulauan Talaud. Vol 5, No 2 (2016).

Rison. (2017). Pengaruh Komitmen Organisasi, Job Relevant Information Dan Locus Of Control
Terhadap Kinerja Manajerial Pemerintah Daerah (Studi Empiris Pada SKPD Kabupaten
Pasaman Barat).

Rosalina. (2011). Pengaruh partisipasi penganggaran terhadap senjangan anggaran dengan


informasi asimetri, gaya kepemimpinan, dan komitmen organisasi sebagai variabel
moderating. Jurnal Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Riau.

Rosnaena. (2015). Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Pemerintah


Daerah Dengan Komitmen Organisasi Dan Job Relevant Information Sebagai Variabel
Moderating (Studi Empiris Pada SKPD Kab. Soppeng). Skripsi. Fakultas Ekonomi Dan
Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Saraswati,D. (2019). Pengaruh Partisipasi dalam Penyusunan Anggaran, Kejelasan Sasaran


Anggaran dan Struktur Desentralisasi terhadap Kinerja Manajerial dengan Job Relevant
Information sebagai Variabel Pemoderasi (Survey Pada Dinas Perhubungan Provinsi
Jambi). Jurnal Riset Akuntansi Jambi, Vol 2 Nomor 2.

Sariningrum, S., dkk. (2014). Pengaruh Keefektifan Anggaran Partisipatif terhadap Kinerja
Manajerial dengan Motivasi Kerja sebagai Pemoderasi pada Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD) Kabupaten Bandung.

Siwi, Ninit. D. P. (2017). Pengaruh Partisipasi Anggaran, Komitmen, Budaya Organisasi Dan
Motivasi Terhadap Kinerja Aparatur Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Tesis S2.
Universitas Jember.
Sucitrawati, I Gusti A., Sari, M. (2017). Pengaruh Partisipasi Penganggaran Terhadap Kinerja
Manajerial Dengan Budaya Organisasi Dan Job Relevant Information Sebagai Pemoderasi.
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol.20.3. September (2017): 1791-1819.

110
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial
JBMA – Vol. VIII, No. 1, Maret 2021 ISSN : 2252-5483, E-ISSN : 2715-8594

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2014, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cetakan ke-21. Bandung:
Alfabeta.

Suhanda. (2018). Pengaruh partisipasi anggaran, motivasi kerja dan komitmen organisasi
terhadap kinerja manajerial pada Dinas SKPD Kabupaten Bintan.

Tapatfeto, Jasintha Dessy. (2014). Job Relevant Information Desentralisasi Dan Partisipasi
Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial. Jurnal Ekonomi dan Keuangan.

Tuhu., Sri P. (2018). Pengaruh partisipasi anggaran, asimetri informasi, job relevant
information, dan pemberian reward terhadap senjangan anggaran (studi empiris pada
dinas dan badan Kabupaten Sleman).

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. Diunduh di peraturan [Link] (diakses bulan April
2021)

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. Diunduh di peraturan [Link] (diakses Bulan April
2021)

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Di unduh di [Link] (diakses Bulan


April 2021).

Wulandari, I. (2017). Komitmen Organisasi dan Job Relevant Information sebagai Variabel
Moderating dalam Hubungan antara Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial di
SKP Kota Surakarta. Jurusan Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam
Institut Agama Islam Negeri.

111
1
Rusli Amrul, 2 Sigit Ary Wijayanto, 3Wiwin Septiana - Dampak Partisipasi Penyusunan Anggaran dengan
Motivasi Kerja dan Job Relevant Information dalam Peningkatan Kinerja Manajerial

Anda mungkin juga menyukai