MODUL 4
RANGKAIAN PENGATURAN LAMPU DC DENGAN SENSOR
JARAK.
A. Rangkaian Pengaturan Lampu Dc Dengan Sensor Jarak.
B. Alat Praktek
1. 1 buah Laptop dengan Spesifikasi:
a) Processor: Intel® Core™ i5-1035G4 (3,7 GHz, 4 Core, 8 Threads).
b) Kartu Grafis: Intel® Iris Plus Graphics.
c) Memori (RAM): 16GB DDR4.
d) Penyimpanan: 512 GB M.2 NVMe PCIe Gen. 3 x4 SSD & 1 TB M.2
Sata.
e) Layar: 14 inci IPS (16:9), Resolusi FHD 1920x1080.
2. 1 buah Arduino Uno R3 V1.0 dengan spesifikasi:
a) Mikrokontroler Utama: ATmega328P (Flash Memory 32 KB, SRAM
2KB, EEPROM 1 KB, Speed Clock 16MHz).
b) Konverter USB-ke-Serial: ATmega16U2.
c) Pin I/O: 14 Pin (6 Pin PWM, 6 Pin input analog, 2 pin UART).
d) VCC (tegangan Operasi): 5V.
3. Sensor Ultrasonik HC-SR04 .............................................................. 1 buah
4. Potensiometer 1 kΩ ............................................................................ 1 buah
5. Resistor 220 Ω .................................................................................... 3 buah
6. LED Yellow ........................................................................................ 1 buah
7. LED Green ......................................................................................... 1 buah
8. LED Red ............................................................................................. 1 buah
9. Virtual Terminal ................................................................................. 1 buah
C. Bahan Praktek
1. Arduino IDE.
2. Proteus 8.5.
3. Windows 11 Pro 64-bit.
D. Tahapan Praktek
Tahapan praktik ini dibagi menjadi tiga bagian utama: perancangan rangkaian
simulasi, pemrograman, dan pengujian dengan monitor serial virtual.
1. Langkah-langkah Rangkaian di Proteus
1. Tempatkan komponen ARDUINO UNO R3 (ARD1), SONAR1 (Ultrasonic
Sensor), 3 buah LED (D1, D2, D3), 3 buah RESISTOR (R1, R2, R3), POT
(RV1), POWER (+5V), GROUND, dan VIRTUAL TERMINAL.
2. Koneksi Sensor Ultrasonik (SONAR1):
a) Pin Trig SONAR1 dihubungkan ke pin D7 ARD1.
b) Pin Echo SONAR1 dihubungkan ke pin D6 ARD1.
c) Pin VCC dan GND SONAR1 dihubungkan ke +5V dan GND.
d) Potensiometer RV1 dihubungkan ke input simulasi jarak sensor
(TestPin).
3. Koneksi Output LED (PWM):
a) LED Hijau (D1) dihubungkan melalui R3 (220 Ω) ke pin D9 (PWM)
ARD1.
b) LED Kuning (D2) dihubungkan melalui R2 (220 Ω) ke pin D10 (PWM)
ARD1.
c) LED Merah (D3) dihubungkan melalui R1 (220 Ω) ke pin D11 (PWM)
ARD1.
d) Kaki katoda semua LED dihubungkan ke GND rangkaian.
4. Hubungkan pin TXD ARD1 ke pin RXD VIRTUAL TERMINAL dan pin
RXD ARD1 ke pin TXD VIRTUAL TERMINAL.
Gambar 4.1 Rangkaian Sensor Jarak lampu pada Proteus.
2. Langkah-langkah Pemrograman di Arduino IDE
1. Mendefinisikan pin Trig (D7), Echo (D6), dan pin PWM LED (D9, D10,
D11):
const int trigPin = 7;
const int echoPin = 6;
const int ledHijau = 9;
const int ledKuning = 10;
const int ledMerah = 11;
2. Menetapkan konstanta zona jarak max:
const int jarak_max = 700;
3. Di setup(), inisialisasi pin I/O dan memulai komunikasi serial 9600 bps:
void setup() {
pinMode(trigPin, OUTPUT);
pinMode(echoPin, INPUT);
pinMode(ledHijau, OUTPUT);
pinMode(ledKuning, OUTPUT);
pinMode(ledMerah, OUTPUT);
[Link](9600);
[Link]("--- SENSOR PARKIR: SEMUA LED ON + KEDIP ZONA
---");
}
4. Di loop(), kirim pulsa Trig dan ukur durasi pulsa Echo (pulseIn()):
void loop() {
long durasi;
int jarak;
digitalWrite(trigPin, LOW);
delayMicroseconds(2);
digitalWrite(trigPin, HIGH);
delayMicroseconds(10);
digitalWrite(trigPin, LOW);
durasi = pulseIn(echoPin, HIGH);
5. Hitung jarak dalam cm (jarak = durasi * 0.0343 / 2;), membatasi jarak
maksimal 7m dan insialisasi variabel waktuKedip:
jarak = durasi * 0.0343 / 2;
if (jarak > jarak_max) jarak = jarak_max;
[Link]("Jarak: ");
[Link](jarak);
[Link](" cm | ");
int waktuKedip;
6. Terapkan logika kontrol if-else if bertingkat untuk menentukan Kecepatan
kedip lampu led dan rentang jarak setiap lampu led:
if (jarak < 30) {
[Link]("STOP!!!");
digitalWrite(ledKuning, HIGH);
digitalWrite(ledHijau, HIGH);
digitalWrite(ledMerah, LOW);
delay(50);
digitalWrite(ledMerah, HIGH);
delay(50);
}
else if (jarak >= 30 && jarak <= 150) {
waktuKedip = map(jarak, 30, 150, 80, 250);
[Link]("KEDIP MERAH");
digitalWrite(ledKuning, HIGH);
digitalWrite(ledHijau, HIGH);
digitalWrite(ledMerah, LOW);
delay(waktuKedip);
digitalWrite(ledMerah, HIGH);
delay(waktuKedip);
}
else if (jarak >= 151 && jarak <= 300) {
waktuKedip = map(jarak, 151, 300, 300, 550);
[Link]("KEDIP KUNING");
digitalWrite(ledMerah, HIGH);
digitalWrite(ledHijau, HIGH);
digitalWrite(ledKuning, LOW);
delay(waktuKedip);
digitalWrite(ledKuning, HIGH);
delay(waktuKedip);
}
else if (jarak >= 301 && jarak <= 500) {
waktuKedip = map(jarak, 301, 500, 600, 900);
[Link]("KEDIP HIJAU");
digitalWrite(ledMerah, HIGH);
digitalWrite(ledKuning, HIGH);
digitalWrite(ledHijau, LOW);
delay(waktuKedip);
digitalWrite(ledHijau, HIGH);
delay(waktuKedip);
}
else {
[Link]("STANDBY (SEMUA NYALA)");
digitalWrite(ledMerah, HIGH);
digitalWrite(ledKuning, HIGH);
digitalWrite(ledHijau, HIGH);
delay(200);
}
}
7. Lakukan kompilasi kode di Arduino IDE atau tekan Ctrl+R.
Gambar 4.2 Compile Selsai.
9. Lakukan ekspor program hasil compile atau tekan Alt+Ctrl+S.
Gambar 4.3 Ekspor program.
10. Klik kanan model ARD1 di Proteus dan pada properti Program File arahkan
ke tempat dimana kamu menyimpan file .HEX hasil ekspor.
Gambar 4.4 Setup Arduino di Proteus.
3. Pengujian dengan Menampilkan Virtual Terminal
1. Jalankan simulasi (tombol Play) di Proteus.
2. Jendela VIRTUAL TERMINAL akan terbuka menampilkan nilai Jarak (cm)
dan Status zona untuk setiap LED.
3. Ubah nilai Potensiometer (RV1) di Proteus secara bertahap dari 0% hingga
100% untuk mensimulasikan perubahan jarak dari 0 cm hingga 1000 cm
(dibatasi 700cm).
4. Mencatat pembacaan pada Virtual Terminal saat transisi antar zona
(misalnya, di 100 cm, 200 cm, 400 cm, dll.) untuk mengisi Tabel Data
Praktek.
5. Mengamati visualisasi LED di Proteus dan pastikan transisi Kedipan terjadi
secara mulus (fade-in) sesuai logika map() pada zona yang ditentukan.
Gambar 4.5 Pengamatan data pada Virtual Terminal.
E. Teori Singkat
Sistem pengaturan lampu DC berbasis sensor jarak merupakan implementasi
sistem tertanam (embedded system) yang mengintegrasikan akuisisi data fisik
dengan respons visual otomatis. Otak utama dari rangkaian ini adalah Arduino Uno
yang menggunakan mikrokontroler ATmega328P untuk memproses sinyal input
dan mengendalikan output digital. Komponen sensor utama yang digunakan adalah
HC-SR04, sebuah modul ultrasonik yang bekerja berdasarkan prinsip pantulan
gelombang suara atau metode Time-of-Flight. Sensor ini beroperasi dengan cara
memancarkan gelombang ultrasonik frekuensi tinggi melalui pin Trigger dan
menghitung waktu hingga pantulan gelombang diterima kembali oleh pin Echo3333.
Dalam proses komputasi di Arduino, durasi pantulan pulsa dibaca menggunakan
fungsi pulseIn(). Nilai waktu tersebut dikonversi menjadi satuan jarak metrik
(centimeter) dengan mengacu pada konstanta kecepatan rambat bunyi di udara,
yaitu 0.0343 cm/µs. Secara matematis, jarak dihitung dengan rumus Jarak =
Durasi\0.0343, di mana pembagian dua dilakukan karena gelombang menempuh
perjalanan bolak-balik dari sensor ke objek dan kembali lagi. Data jarak yang
dihasilkan menjadi parameter krusial dalam menentukan logika kontrol sistem.
Penerapan logika pemrograman menggunakan struktur kondisional bertingkat
(if-else logic) berfungsi untuk membagi area deteksi menjadi zona-zona urgensi
yang spesifik. Fitur kunci dalam teori pengaturan ini adalah pemanfaatan fungsi
map(), yang memetakan rentang jarak objek secara linier terhadap interval waktu
tunda (delay) kedipan LED. Mekanisme ini menciptakan visualisasi peringatan
yang dinamis: semakin dekat jarak objek, interval delay akan semakin pendek,
menyebabkan LED berkedip dengan frekuensi yang lebih cepat. Output visual ini
dihasilkan melalui manipulasi sinyal digital (HIGH/LOW) pada LED Merah,
Kuning, dan Hijau, yang memberikan indikasi intuitif mengenai tingkat keamanan
jarak kepada pengguna secara real-time
F. Data Praktek
Tabel 4.1. Tabel Data Hasil Praktek Simulasi.
No. Jarak Zona Status Logika Keterangan
Input (cm) Jarak
1 700 501 - 700 Semua Nyala Semua LED ON (Steady)
2 435 301 - 500 Hijau Kedip LED Hijau Berkedip,
Merah & Kuning ON
3 245 151 - 300 Kuning Kedip LED Kuning Berkedip,
Merah & Hijau ON
4 44 30 - 150 Merah Kedip LED Merah Berkedip,
Kuning & Hijau ON
5 4 0 - 29 Merah Kedip LED Merah Berkedip
Cepat Sangat Cepat
G. Analisa Data Praktek
Gambar 4.6. Grafik Kecepatan Kedip setiap lampu terhadap jarak.
Grafik ini memvisualisasikan korelasi linier antara penurunan jarak objek
(sumbu X) terhadap percepatan interval kedip LED (sumbu Y). Semakin dekat
jarak, frekuensi kedipan meningkat secara dinamis sesuai zona peringatannya.
H. Kesimpulan
1. Implementasi sistem parkir ini berhasil mengintegrasikan sensor ultrasonik
HC-SR04 dengan mikrokontroler Arduino Uno melalui metodologi Time-
of-Flight. Sistem mampu memicu sinyal melalui pin Trig dan menangkap
pantulan gema pada pin Echo, yang kemudian dikonversi secara akurat
menjadi satuan sentimeter (cm) menggunakan konstanta kecepatan suara
0.0343 cm/µs. Penggunaan logika if-else bertingkat dan fungsi pulseIn()
terbukti efektif dalam memproses data sensorik menjadi keputusan
instruksional yang stabil bagi sistem indikator visual.
2. Pengujian melalui data praktek menunjukkan bahwa sistem berhasil
membagi jangkauan deteksi ke dalam empat zona urgensi: STOP (<30 cm),
MERAH (30-150 cm), KUNING (151-300 cm), dan HIJAU (301-500 cm).
Setiap zona memberikan respon visual yang spesifik di mana satu LED akan
berkedip sebagai peringatan utama, sementara LED lainnya tetap menyala
(steady) untuk menandakan status sistem tetap aktif (standby) pada jarak di
atas 500 cm.
3. Analisis grafik membuktikan keberhasilan implementasi fungsi map()
dalam menciptakan sistem peringatan yang intuitif. Terdapat korelasi linier
yang konsisten di mana penurunan jarak objek berbanding lurus dengan
percepatan interval waktu kedip LED (dari interval 900 ms hingga mencapai
frekuensi tercepat di 50 ms). Hal ini memberikan umpan balik psikologis
bagi pengemudi bahwa semakin cepat lampu berkedip, semakin kritis jarak
antara kendaraan dengan hambatan di sekitarnya.
I. Daftar Pustaka
a) N. P., "Analisis dan Implementasi Sensor Ultrasonik HC-SR04 dengan
Arduino," Jurnal Teknik Elektro, vol. 12, no. 1, 202X.
b) T. T., "Rancang Bangun Sistem Indikator Jarak Berbasis LED dan Sensor
Ultrasonik," Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi, UNY, 202X.
c) R. J. D.,"Dasar-dasar PWM pada Arduino dan Aplikasi Kontrol Kecerahan
LED," Jurnal Fisika dan Aplikasinya, vol. 8, no. 3, 202X.
d) S. C.,"Prinsip Kerja Sensor Ultrasonik dan Konversi Jarak," YouTube
Channel Belajar Robot, 202X.
e) Dosen Jurusan Teknik Elektro, "Template Laporan Kerja Praktik,"
Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2022.
J. Responsi