JURNAL LABORATORIUM FISIKA KOMPUTASI
PRAKTIKUM PEMROGRAMAN KOMPUTER I
Kepala Laboratorium : Awan Maghfirah, [Link]., [Link].
Judul : Array
Asisten : Rivaldi Husor Panggabean
NAMA : SABRINA FEBRIANTY PANJAITAN
NIM : 250801005
JURUSAN : S1 FISIKA
PROGRAM STUDI SARJANA FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2025
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam dunia pemrograman komputer, pengelolaan data yang efisien merupakan aspek
penting agar program dapat berjalan cepat, akurat, dan mudah dikembangkan. Hampir
semua aplikasi, mulai dari sistem informasi, aplikasi pengolahan data, hingga perangkat
lunak sederhana, membutuhkan pengolahan data yang baik. Pengelolaan data secara
manual dengan menggunakan variabel tunggal menjadi kurang efektif ketika jumlah data
meningkat. Hal ini sering menimbulkan kesulitan dalam pemrograman, seperti kesalahan
penempatan data, kesulitan melakukan perhitungan, dan kesulitan dalam pengurutan atau
pencarian data. Sebagai contoh, dalam sebuah sistem nilai siswa, jika setiap nilai
disimpan di variabel terpisah, proses perhitungan rata-rata, pencarian nilai tertinggi atau
terendah, serta pengurutan data menjadi sangat rumit. Kondisi serupa juga terjadi pada
sistem inventaris barang, daftar transaksi penjualan, atau data absensi, di mana jumlah
data cukup banyak. Masalah ini menunjukkan perlunya metode penyimpanan data yang
lebih terstruktur, sistematis, dan mudah diakses. Array adalah salah satu struktur data
fundamental dalam C++ yang menyediakan solusi atas masalah tersebut. Array
memungkinkan penyimpanan banyak elemen dengan tipe data yang sama dalam satu
variabel tunggal secara berurutan di memori. Setiap elemen dalam array dapat diakses
menggunakan indeks numerik, yang mempermudah proses pengolahan data seperti
pencarian, pengurutan, atau perhitungan statistik. Selain itu, array membantu programmer
untuk menulis kode yang lebih rapi, efisien, dan mudah dipelihara, karena semua data
yang berkaitan tersimpan secara terstruktur dalam satu wadah. Dengan mempelajari
array, mahasiswa dapat memahami konsep indeks, pengulangan data, dan manipulasi data
secara lebih sistematis.
1.2 Tujuan Percobaan
1. Untuk mengetahui format sintaks array.
2. Untuk mengetahui fungsi dan penerapan array.
3. Dapat membuat program menggunakan sintaks array.
BAB II
LANDASAN TEORI
Array adalah deretan variabel yang berjenis sama dan mempunyai nama sama. Anggota atau
isi dari array itu sendiri harus satu jenis tipe data, misalkan terdiri dari kumpulan angka bulat
saja (integer), kumpulan karakter saja (char), maupun kumpulan angka pecahan saja (double).
Untuk mendeklarasikan array dalam bahasa pemrograman C++ dapat dilakukan dengan
menggunakan tanda [ ] (bracket). Bentuk umum pendeklarasian array adalah sebagai berikut:
tipe_data nama_array [jumlah_elemen_array]; contoh: int ArrayLarik[10];
Misalkan pada sebuah program kita ingin menyimpan 5 buah nilai siswa. Apabila
dilakukan tanpa array, maka kita harus menyiapkan 5 buah variabel sebagai berikut: int
nil1, nil2, nil3, nil4, nil5; Jika menggunakan array, maka pendefinisian variabel
cukup dibuat seperti berikut: int nil[5];Berikut contoh sintaks array 1 dimensi:
#include <iostream>
using namespace std;
int main() {
int nilai[5];
nilai[0] = 23;
nilai[1] = 50;
nilai[2] = 34;
nilai[3] = 78;
nilai[4] = 90;
cout << "Isi array pertama : " << nilai[0] <<endl;
cout <<< "Isi array kedua : " << nilai[1] <<endl;
cout <<< "Isi array ketiga : " << nilai[2] <<endl;
cout <<< "Isi array keempat : " << nilai[3] <<endl;
cout <<< "Isi array kelima : " << nilai[4] <<endl;
return 0; }
Output sebagai berikut:
Gambar 2.1 Output sintaks array 1 dimensi
Ada 3 jenis array, selain array 1 dimensi yang lain diantaranya ialah array 2 dimensi
dimana dan array 3 dimensi. Array dua dimensi adalah sebutan untuk array yang penomoran
index- nya menggunakan 2 buah angka. Analogi yang sering dipakai seperti titik koordinat
dalam diagram kartesius, sedangkan array 3 dimensi adalah sebutan untuk array yang
penomoran index- nya menggunakan 3 buah angka. Analogi yang sering dipakai seperti titik
koordinat dalam diagram kartesius 3D. (Irawan, 2022)
Array (larik) adalah suatu tipe data terstruktur yang terdiri dari sejumlah elemen-elemen yang
bertipe sama. Banyaknya elemen dalam suatu array ditunjukkan oleh suatu indeks yang harus
merupakan tipe data yang menyatakan keterurutan, misalnya integer atau karakter (karena ia
menyatakan posisi data). Tiap-tiap elemen di array dapat diakses langsung melalui indeksnya.
Suatu array memiliki jumlah elemen yang jumlahnya tetap, sehingga jumlah elemen array
tidak dapat diubah selama pelaksanaan program.
Array dapat berupa array satu dimensi ataupun lebih dari satu dimensi. Matriks
merupakan contoh array yang memiliki dimensi lebih dari satu. Struktur penyimpanan matriks
di dalam memori utama yang setiap individu elemennya diakses dengan menggunakan dua
buah indeks (yang biasanya dikonotasikan dengan baris dan kolom). Karena matriks
sebenarnya adalah array, konsep umum dari array juga berlaku untuk matriks, yaitu:
1. Kumpulan elemen yang bertipe sama, dapat dapat berupa tipe dasar (integer, real,
boolean, char, dan string), atau tipe terstruktur seperti record.
2. Setiap elemen data dapat diakses secara langsung jika indeksnya (baris dan kolom)
diketahui.
3. Merupakan struktur data yang statik, artinya jumlah elemennya sudah dideklarasikan
terlebih dahulu di dalam bagian deklarasi dan tidak bisa diubah selama pelaksanaan
program
Fungsi dari array sendiri ialah: Menghemat ruang kode, dibandingkan mendeklarasikan
banyak variabel terpisah, array memungkinkan penyimpanan banyak nilai dalam satu wadah.
Selain itu array juga memudahkan pengolahan data, mempermudah operasi pengolahan data
seperti menjumlahkan, mencari nilai maksimum/minimum, atau melakukan perhitungan lain
pada sekumpulan data menggunakan perulangan (looping). Serta array berfungsi sebagai
struktur data fundamental, array menjadi dasar untuk logika pemrograman yang lebih
kompleks dan digunakan dalam berbagai algoritma.
Ciri-ciri utama array:
1. Mengandung banyak elemen bertipe sama yang tersimpan berurutan di memori.
2. Setiap elemen dapat diakses melalui indeks numerik.
3. Ukurannya biasanya tetap, meski ada juga array dinamis. (Firliana, 2018)
BAB III
PROGRAM
1.1 Program 1
3.1.1 Input
3.1.2 Output
3.2 Program 2
3.2.1 Input
3.1.2 Output
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
1. Untuk mengetahui penggunaan perulangan for, yaitu memahami cara kerja perulangan
yang memiliki jumlah pengulangan yang sudah diketahui sejak awal dengan
menggunakan inisialisasi, kondisi, dan increment/decrement.
2. Untuk mengetahui perbedaan antara perulangan for dan do while, yaitu memahami
bahwa perulangan for mengecek kondisi terlebih dahulu sebelum menjalankan blok
perintah (pre-test loop), sedangkan do while menjalankan blok perintah terlebih
dahulu sebelum mengecek kondisi (post-test loop).
3.
4.2 Saran
1. Sebaiknya laboratorium menambah dan memperbarui fasilitas komputer yang ada.
2. Sebaiknya asisten lebih tepat waktu dan ceria dalam melakukan asistensi.
3. Sebaiknya praktikan menjaga suasana lebih kondusif.
DAFTAR PUSTAKA
Firliana, R., Kasih, P. 2018. Algoritma & Pemrograman C++. Nganjuk: Adjie Media
Nusantara.
Halaman: 37-38
Irawan, B.H., Prihadi, D. 2022. Logika dan Algoritma Pemrograman. Desa Mekar Mukti: PT
Jabe Kreasi Indonesia.
Halaman: 80-83
Medan, 10 November 2025
Asisten Praktikan
(Rivaldi Husor Panggabean) (Sabrina Febrianty Panjaitan)