0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan10 halaman

Modul Ajar Netiquette untuk Siswa XII

Modul ajar ini berfokus pada pembelajaran Hortatory Exposition tentang Netiquette untuk siswa kelas XII di SMA Muhammadiyah Cepu. Materi mencakup pemahaman teks eksposisi, struktur, dan ciri kebahasaan, serta pengembangan keterampilan berbahasa dalam konteks etika digital. Tujuan pembelajaran meliputi penalaran kritis, komunikasi efektif, dan kesadaran kewargaan di dunia maya.

Diunggah oleh

inkas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan10 halaman

Modul Ajar Netiquette untuk Siswa XII

Modul ajar ini berfokus pada pembelajaran Hortatory Exposition tentang Netiquette untuk siswa kelas XII di SMA Muhammadiyah Cepu. Materi mencakup pemahaman teks eksposisi, struktur, dan ciri kebahasaan, serta pengembangan keterampilan berbahasa dalam konteks etika digital. Tujuan pembelajaran meliputi penalaran kritis, komunikasi efektif, dan kesadaran kewargaan di dunia maya.

Diunggah oleh

inkas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : BAHASA INGGRIS


UNIT: 3. HORTATORY EXPOSITION: NETIQUETTE

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMA MUHAMMADIYAH CEPU
Nama Penyusun : INKA WIDI SAPUTRI, [Link]
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Fase / Kelas /Semester : F / XII / Genap
Alokasi Waktu : 4 Pertemuan (8 x 45 menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik di kelas XII umumnya telah memiliki dasar pemahaman tentang teks
eksposisi dari jenjang sebelumnya, namun mungkin belum spesifik pada hortatory
exposition. Pengetahuan awal mereka tentang "netiquette" kemungkinan besar bersifat
informal, berasal dari pengalaman pribadi berinteraksi di dunia maya. Minat peserta didik
terhadap topik ini cenderung tinggi karena relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka
sebagai digital native. Latar belakang penggunaan internet dan media sosial yang
beragam akan memengaruhi kedalaman pemahaman awal mereka. Kebutuhan belajar
yang mungkin muncul adalah pemahaman struktur teks, ciri kebahasaan, dan kemampuan
untuk menyampaikan argumen persuasif secara efektif.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi Hortatory Exposition: Netiquette termasuk dalam jenis pengetahuan konseptual,
prosedural, dan metakognitif, serta pengembangan keterampilan berbahasa (menulis,
berbicara, membaca, menyimak). Topik "Netiquette" sangat relevan dengan kehidupan
nyata peserta didik yang aktif menggunakan internet dan media sosial, membantu mereka
menjadi warga digital yang bertanggung jawab. Tingkat kesulitan materi ini moderat, di
mana pemahaman dasar struktur teks mudah dipahami, tetapi penyusunan argumen
persuasif yang kuat memerlukan latihan dan penalaran kritis. Struktur materi akan
dimulai dari pemahaman fungsi sosial, struktur teks, ciri kebahasaan, analisis contoh,
hingga produksi teks hortatory exposition. Integrasi nilai dan karakter yang kuat adalah
kejujuran, tanggung jawab, saling menghargai, berpikir kritis, dan komunikasi
efektif.

D DIMENSI LULUSAN PEMBELAJARAN


● Berdasarkan tujuan pembelajaran Unit 3 ini, dimensi profil lulusan yang akan dicapai
adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis isu-isu terkait netiquette dan
mengembangkan argumen logis untuk mendukung sudut pandang mereka.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide, argumen, dan rekomendasi
secara lisan maupun tertulis dengan jelas, persuasif, dan efektif dalam bahasa Inggris.
● Kewargaan: Peserta didik menyadari pentingnya etika dalam berinteraksi di dunia
maya dan berperan aktif sebagai warga digital yang bertanggung jawab.
● Kreativitas: Peserta didik mampu menyajikan gagasan dan argumen dalam bentuk
hortatory exposition dengan cara yang inovatif dan menarik.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir Fase F, peserta didik menggunakan teks lisan, tulisan dan visual dalam
berbagai jenis teks dengan berbagai macam topik kontekstual untuk berkomunikasi sesuai
dengan situasi, tujuan, dan target pemirsa/pembacanya. Peserta didik memproduksi teks
lisan, tulisan dan visual dalam bahasa Inggris yang terstruktur dengan kosakata yang
lebih beragam untuk berdiskusi dan menyampaikan keinginan/perasaan/pendapat. Peserta
didik memahami teks lisan, tulisan, dan visual untuk mempelajari sesuatu/mendapatkan
informasi dan untuk hiburan. Pemahaman mereka terhadap teks semakin mendalam.
Keterampilan inferensi tersirat ketika memahami informasi, dan kemampuan evaluasi
berbagai jenis teks dalam bahasa Inggris sudah berkembang.
Capaian Pembelajaran setiap elemen mata pelajaran Bahasa Inggris adalah sebagai
berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak-Berbicara Peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk
(Listening-Speaking) berkomunikasi dengan guru, teman sebaya dan orang lain
dalam berbagai macam situasi dan tujuan. Peserta didik
menggunakan dan merespons pertanyaan terbuka dan
menggunakan strategi untuk memulai, mempertahankan dan
menyimpulkan percakapan, dan diskusi. Peserta didik
memahami dan mengidentifikasi ide utama dan detail relevan
dari teks lisan dalam diskusi atau presentasi mengenai berbagai
macam topik. Peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk
menyampaikan opini terhadap isu sosial dan untuk membahas
minat, perilaku, dan nilai-nilai lintas konteks budaya yang
dekat dengan kehidupan mereka. Peserta didik memberikan dan
mempertahankan pendapatnya, membuat perbandingan dan
mengevaluasi perspektifnya. Peserta didik menggunakan
strategi koreksi dan perbaikan diri, dan menggunakan elemen
nonverbal (gestur, kecepatan bicara dan/atau nada suara) untuk
dapat memperkuat/mendukung pesan/informasi/pendapat yang
ingin disampaikan.
(Students use English to communicate with teachers, peers and
others in a range of settings and for a range of purposes. They
use and respond to open ended questions and use strategies to
initiate, sustain and conclude conversations and discussion.
They understand and identify the main ideas and relevant
details in oral texts of discussions or presentations on a wide
range of topics. They use English to express opinions on social
issues and to discuss youth-related interests, behaviors and
values across cultural contexts. They give and justify opinions,
make comparisons and evaluate perspectives. They employ
self-correction and selfrepair strategies, and use nonverbal
elements (gestures, speed and/or pitch) to strengthen/support
the message/information/opinion being conveyed.)
Membaca-Memirsa Peserta didik membaca dan merespons berbagai jenis teks
(Reading-Viewing) secara mandiri. Peserta didik membaca untuk mempelajari
sesuatu dan membaca untuk hiburan. Peserta didik mencari,
membuat sintesis dan mengevaluasi detil spesifik dan inti dari
berbagai jenis teks. Teks ini dapat berbentuk cetak atau digital,
termasuk di antaranya teks visual, multimodal atau interaktif.
Peserta didik menunjukkan pemahaman terhadap ide pokok,
isu-isu atau pengembangan plot dalam berbagai jenis teks.
Peserta didik mengidentifikasi tujuan penulis dan melakukan
inferensi untuk memahami informasi tersirat dalam teks.
(Students independently read and respond to a wide range of
texts. They read to learn and read for pleasure. They locate,
synthesize and evaluate specific details and gist from a range
of text genres. These texts might be in the form of print or
digital texts, including visual, multimodal or interactive texts.
They demonstrate an understanding of the main ideas, issues or
plot development in a range of texts. They identify the author’s
purpose and make inference to comprehend implicit
information in the text.)
Menulis- Peserta didik menulis berbagai jenis teks fiksi dan faktual
Mempresentasikan (nonfiksi) secara mandiri, menunjukkan pemahaman mereka
(Writing-Presenting) terhadap tujuan dan target pembaca/pemirsa. Peserta didik
merencanakan, menuliskan, mengulas, dan merevisi teks
dengan menunjukkan strategi koreksi diri dalam kaidah
menulis. Peserta didik menyampaikan ide kompleks dan
menggunakan berbagai kosakata dan tata bahasa yang beragam
dalam tulisannya. Peserta didik menyajikan informasi
menggunakan berbagai moda presentasi dalam bentuk cetak
dan digital untuk menyesuaikan dengan pemirsa dan untuk
mencapai tujuan yang berbedabeda.
(Students independently write an extensive range of fictional
and factual (nonfiction) text types, showing an awareness of
purpose and audience. They plan, write, review and revise texts
with some evidence of self-correction strategies in writing
conventions. They express complex ideas and use a wide range
of vocabulary and verb tenses in their writing. They present
information using different modes of presentation in print and
digital forms to suit different audiences and to achieve different
purposes.)

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


Materi Hortatory Exposition tentang Netiquette memiliki relevansi dengan beberapa
disiplin ilmu lain, antara lain:
● Pendidikan Kewarganegaraan: Konsep hak dan kewajiban warga digital, etika
bermedia sosial, dan pentingnya menjaga harmoni di dunia maya.
● Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Pemahaman tentang dampak positif
dan negatif teknologi, serta penggunaan fitur-fitur media sosial secara bijak.
● Sosiologi: Analisis fenomena sosial di dunia maya, interaksi antarindividu, dan
pembentukan komunitas daring.
● Psikologi: Pemahaman tentang dampak psikologis dari perilaku daring, seperti
cyberbullying atau penyebaran hoaks.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (2 x 45 menit)
● Melalui aktivitas menyimak dan membaca teks, peserta didik mampu
mengidentifikasi fungsi sosial dan struktur umum (thesis, arguments,
recommendation) dari teks hortatory exposition tentang netiquette dengan tepat.
● Setelah menganalisis contoh teks, peserta didik mampu menemukan ciri kebahasaan
(e.g., modals, action verbs, thinking verbs, technical terms) yang digunakan dalam
hortatory exposition dengan cermat.
Pertemuan 2 (2 x 45 menit)
● Diberikan berbagai isu terkait etika digital, peserta didik mampu mengembangkan
ide-ide utama dan argumen pendukung untuk menyusun teks hortatory exposition
tentang netiquette secara kreatif.
● Dengan berdiskusi dalam kelompok, peserta didik mampu menyusun kerangka teks
hortatory exposition dengan memperhatikan struktur dan ciri kebahasaan secara
kolaboratif.
Pertemuan 3 (2 x 45 menit)
● Berdasarkan kerangka yang telah dibuat, peserta didik mampu menulis draf teks
hortatory exposition tentang pentingnya netiquette dengan menggunakan tata bahasa
dan kosakata yang sesuai.
● Melalui kegiatan peer-editing, peserta didik mampu merevisi dan menyunting draf
teks hortatory exposition teman sebayanya untuk meningkatkan kualitas tulisan
dengan kritis.
Pertemuan 4 (2 x 45 menit)
● Setelah penyempurnaan draf, peserta didik mampu mempresentasikan teks hortatory
exposition yang telah ditulis secara lisan di depan kelas dengan percaya diri dan
persuasif.
● Dengan refleksi dan umpan balik, peserta didik mampu menilai pentingnya
penerapan netiquette dalam kehidupan sehari-hari dan berkomitmen untuk menjadi
warga digital yang bertanggung jawab.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Topik pembelajaran kontekstual akan berpusat pada berbagai aspek "Netiquette" yang
relevan dengan pengalaman peserta didik, antara lain:
● Cyberbullying: Pentingnya komunikasi positif dan menghindari cyberbullying.
● Privacy and Security: Etika menjaga privasi diri dan orang lain di dunia maya.
● Hoax and Misinformation: Pentingnya memeriksa fakta sebelum berbagi informasi.
● Digital Footprint: Kesadaran akan jejak digital dan reputasi online.
● Online Communication Etiquette: Penggunaan bahasa yang sopan dan santun
dalam berkomunikasi daring.
● Copyright and Plagiarism: Etika dalam menggunakan konten digital.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL) dan Genre-Based
Approach (GBA). PBL akan mendorong peserta didik untuk menghasilkan produk
(teks dan presentasi hortatory exposition), sementara GBA akan fokus pada
pemahaman fungsi sosial, struktur, dan ciri kebahasaan teks.
● Strategi Pembelajaran: Collaborative Learning (e.g., Group work, Think-Pair-
Share), Inquiry-Based Learning (mendorong peserta didik untuk bertanya dan
mencari tahu), dan Presentation.
● Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, analisis teks, brainstorming, menulis
draf, peer-editing, presentasi, dan refleksi.
2. KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Guru Bimbingan Konseling (BK) untuk isu-isu etika digital
dan cyberbullying, Guru TIK untuk pemanfaatan teknologi, pustakawan untuk
sumber belajar.
● Lingkungan Luar Sekolah: Mengundang praktisi atau narasumber (misalnya dari
Kominfo atau pegiat literasi digital) untuk memberikan wawasan tambahan tentang
etika digital (jika memungkinkan).
● Masyarakat: Mengajak peserta didik untuk mengamati fenomena etika digital di
lingkungan sekitar mereka dan menemukan masalah yang relevan untuk diangkat
dalam teks.
3. LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Ruang kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok, dilengkapi
proyektor/layar interaktif, dan akses internet.
● Ruang Virtual: Google Classroom sebagai Learning Management System (LMS)
untuk berbagi materi (dari buku BG 12 dan BS 12 yang diunggah), mengumpulkan
tugas, memberikan umpan balik, dan sebagai forum diskusi asinkron.
● Budaya Belajar: Budaya diskusi yang aktif dan konstruktif, saling menghargai
pendapat, berani bertanya dan berargumen, serta bertanggung jawab terhadap tugas
individu maupun kelompok. Mendorong digital citizenship.
4. PEMANFAATAN DIGITAL
● Pemanfaatan Perpustakaan Digital: Mengakses artikel, jurnal, atau video tentang
netiquette dari sumber-sumber online yang kredibel.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan Google Classroom atau platform lain untuk
diskusi teks hortatory exposition, berbagi ide, dan memberikan masukan pada draf
tulisan.
● Kahoot!/Quizizz: Untuk kuis interaktif yang menguji pemahaman kosakata atau
struktur teks.
● Mentimeter: Untuk polling pendapat tentang isu-isu netiquette atau sebagai alat
brainstorming ide secara anonim.
● Google Classroom: Sebagai platform utama untuk distribusi materi (termasuk
halaman relevan dari BG 12 dan BS 12), pengumpulan tugas, dan komunikasi antara
guru dan peserta didik.
● YouTube/Video Edukasi: Menonton video pendek tentang etika digital atau contoh
hortatory exposition.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (JOYFUL LEARNING, MINDFUL LEARNING)
● Pembukaan dan Salam: Guru menyambut peserta didik dengan hangat dan
menciptakan suasana yang menyenangkan.
● Apersepsi (Mindful Learning): Guru menampilkan gambar/video singkat tentang
situasi umum di media sosial (positif dan negatif, misal: viral challenge vs.
cyberbullying). Peserta didik diajak merefleksikan pengalaman mereka.
● Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan beberapa opsi gambar/video yang
berbeda, sesuai dengan minat visual peserta didik.
● Motivasi (Joyful Learning): Guru memutarkan lagu atau jingle singkat tentang
pentingnya etika digital atau memulai dengan sebuah ice-breaking game terkait
komunikasi online.
● Penyampaian Tujuan (Mindful Learning): Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran secara jelas, mengaitkan pentingnya netiquette dengan pengalaman
pribadi peserta didik.
● Asesmen Awal (Diagnostik): Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat atau
menggunakan polling di Mentimeter tentang pemahaman awal mereka tentang
"netiquette" atau pengalaman mereka berinteraksi di media sosial.
● Diferensiasi Proses: Bagi peserta didik yang kurang nyaman berbicara, dapat
menjawab melalui polling anonim.

KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING)


PERTEMUAN 1:
MEMAHAMI STRUKTUR DAN CIRI KEBAHASAAN
Eksplorasi Konsep (Memahami):
● Guru membagikan contoh teks hortatory exposition tentang netiquette (dapat diambil
dari buku BS 12 atau sumber lain yang relevan).
● Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk membaca dan mengidentifikasi fungsi
sosial dan struktur umum teks (Thesis, Arguments, Recommendation).
● Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan teks dengan tingkat kesulitan
membaca yang berbeda atau menyediakan scaffolding berupa graphic organizer
untuk membantu mengidentifikasi struktur.
● Diferensiasi Proses: Kelompok dengan pemahaman membaca yang lebih cepat dapat
diberikan teks yang lebih kompleks atau diminta untuk mengidentifikasi lebih banyak
ciri kebahasaan.
Penemuan Ciri Kebahasaan (Mengaplikasi):
● Peserta didik menganalisis teks untuk menemukan ciri kebahasaan (modals, action
verbs, thinking verbs, technical terms, conjunctive relations) yang digunakan dalam
hortatory exposition. Guru membimbing diskusi.
● Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat menyajikan temuan mereka dalam bentuk
peta pikiran, daftar, atau poster mini.
● Latihan Singkat: Latihan mengidentifikasi jenis-jenis kalimat atau kata kerja dalam
paragraf singkat.
PERTEMUAN 2:
MENGEMBANGKAN IDE DAN MENYUSUN KERANGKA
Brainstorming Ide (Mengaplikasi):
● Guru memicu diskusi tentang berbagai isu netiquette (misalnya, cyberbullying,
penyebaran hoaks, menjaga privasi). Peserta didik memilih satu isu yang menarik
bagi mereka.
● Diferensiasi Proses: Peserta didik dapat memilih topik secara mandiri, berpasangan,
atau dalam kelompok kecil. Guru menyediakan daftar topik untuk membantu yang
kesulitan.
Penyusunan Kerangka (Mengaplikasi):
● Dalam kelompok, peserta didik mengembangkan ide-ide utama (thesis) dan argumen
pendukung (arguments) untuk isu yang mereka pilih. Mereka juga merumuskan
rekomendasi.
● Guru memberikan contoh kerangka atau template untuk membantu peserta didik
menyusun ide mereka.
● Diferensiasi Produk: Beberapa kelompok mungkin memilih untuk membuat
kerangka secara digital (misal menggunakan Google Docs), sementara yang lain
mungkin lebih nyaman dengan tulisan tangan.
● Diskusi dan Umpan Balik Awal: Setiap kelompok mempresentasikan kerangka
awal mereka untuk mendapatkan umpan balik dari kelompok lain dan guru.

PERTEMUAN 3:
MENULIS DAN MEREVISI DRAF
Menulis Draf (Mengaplikasi):
● Berdasarkan kerangka yang telah disetujui, peserta didik mulai menulis draf teks
hortatory exposition mereka secara individu.
● Guru berkeliling, memberikan bimbingan individual, dan memastikan penggunaan
ciri kebahasaan yang tepat.
● Diferensiasi Proses: Guru dapat menyediakan sentence starters atau frasa kunci bagi
peserta didik yang membutuhkan dukungan dalam memulai menulis.
Peer-Editing (Merefleksi):
● Peserta didik bertukar draf tulisan dengan teman sebaya. Dengan menggunakan rubrik
peer-editing yang telah disediakan guru, mereka saling memberikan umpan balik
konstruktif mengenai struktur, isi, kebahasaan, dan kelancaran.
● Diferensiasi Produk: Guru dapat memberikan checklist yang berbeda untuk peer-
editing bagi peserta didik dengan level yang berbeda.
● Revisi Draf: Peserta didik merevisi draf mereka berdasarkan umpan balik dari teman
dan guru.

PERTEMUAN 4:
PRESENTASI DAN REFLEKSI
Presentasi (Mengaplikasi):
● Peserta didik mempresentasikan teks hortatory exposition mereka di depan kelas.
Guru mendorong mereka untuk menyampaikan argumen secara persuasif.
● Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat memilih format presentasi (misalnya, lisan
saja, dengan slide sederhana, atau video singkat) sesuai dengan kenyamanan dan
kreativitas mereka.
● Diskusi dan Tanya Jawab: Setelah presentasi, diadakan sesi tanya jawab dan diskusi
untuk memperdalam pemahaman dan memberikan umpan balik.
● Refleksi Lisan/Tulisan (Merefleksi): Guru meminta peserta didik untuk merangkum
pembelajaran mereka dan bagaimana mereka akan menerapkan netiquette dalam
kehidupan sehari-hari.

KEGIATAN PENUTUP (MEANINGFUL LEARNING, MINDFUL LEARNING)


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik menyeluruh tentang
keseluruhan proses pembelajaran, menyoroti kekuatan dan area yang perlu
ditingkatkan, baik secara individu maupun kelompok. Guru mengapresiasi setiap
usaha dan kemajuan yang dicapai.
● Penyimpulan (Meaningful Learning): Guru bersama peserta didik menyimpulkan
kembali poin-poin penting mengenai teks hortatory exposition dan pentingnya
netiquette.
● Refleksi Diri: Peserta didik menuliskan journal entry singkat tentang apa yang paling
berkesan dari pembelajaran unit ini dan bagaimana mereka akan menerapkan nilai-
nilai netiquette dalam interaksi daring mereka di masa depan.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan tugas mandiri untuk
membaca teks lain yang relevan atau mencari contoh hortatory exposition di internet.
Guru juga menginformasikan materi untuk unit berikutnya.
● Doa dan Penutup.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
A. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
● Format: Pertanyaan lisan singkat, polling di Mentimeter/Google Forms, atau
pre-test daring sederhana.
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang etika digital
dan pengalaman mereka dengan teks eksposisi.
● Contoh Pertanyaan:
1. "Apa yang Anda pahami tentang 'netiquette'?"
2. "Menurut Anda, mengapa penting untuk memiliki etika saat berinteraksi
online?"
3. "Pernahkah Anda membaca teks yang mencoba meyakinkan pembaca tentang
sesuatu?"

B. ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)


● Format: Observasi partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompok, penilaian
lembar kerja (analisis teks, kerangka), penilaian peer-editing, quiz singkat
(Kahoot/Quizizz) tentang ciri kebahasaan atau struktur teks.
● Tujuan: Memantau kemajuan belajar peserta didik, memberikan umpan balik
segera, dan mengidentifikasi kesulitan yang dialami.
● Contoh Pertanyaan/Tugas:
○ Observasi: Ceklis observasi untuk menilai kemampuan berkolaborasi,
berargumen, dan menggunakan bahasa Inggris dalam diskusi.
○ Lembar Kerja: "Identifikasikan thesis, argumen, dan rekomendasi dari teks
ini." atau "Tuliskan 3 modal verbs yang kamu temukan."
○ Peer-editing Rubric: Rubrik dengan kriteria spesifik untuk mengevaluasi
draf tulisan teman (e.g., kejelasan thesis, kekuatan argumen, penggunaan ciri
kebahasaan).
○ Quiz: Pertanyaan pilihan ganda atau isian singkat tentang struktur teks dan
fungsi sosial hortatory exposition.

C. ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)


● Format: Tes Tertulis (menulis teks hortatory exposition), Penilaian Proyek
(presentasi lisan), Observasi (kemampuan berkomunikasi persuasif).
● Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi menulis dan berbicara hortatory
exposition secara komprehensif.
● Contoh Pertanyaan dan Tugas:
○ Tes Tertulis (Penilaian Produk - Menulis):
■ "Pilihlah salah satu isu terkait netiquette yang paling relevan dengan
kehidupan siswa SMA/MA. Tuliskan sebuah teks hortatory exposition
sepanjang minimal 250 kata untuk meyakinkan pembaca tentang
pentingnya isu tersebut dan memberikan rekomendasi." (Rubrik
penilaian mencakup: fungsi sosial, struktur teks, ciri kebahasaan, kohesi
dan koherensi, tata bahasa, kosakata).
○ Penilaian Proyek (Presentasi Lisan):
■ "Presentasikan teks hortatory exposition yang telah Anda tulis di depan
kelas. Pastikan Anda menyampaikan argumen dengan jelas dan
persuasif." (Rubrik penilaian mencakup: kelancaran berbicara,
pengucapan, intonasi, kepercayaan diri, kemampuan menyampaikan
argumen, dan interaksi dengan audiens).
○ Observasi (Sikap):
■ Skala penilaian untuk mengamati sikap peserta didik selama
pembelajaran (misalnya, tingkat partisipasi, kemandirian, sikap
bertanggung jawab sebagai warga digital).

Anda mungkin juga menyukai