CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)
Nama Madrasah : MAN 2 Hulu Sungai Selatan
Nama Penyusun : Ariyanti Maulida Putri, [Link]
NIP : 199508252023212043
Mata pelajaran : Fisika
Fase E, Kelas / Semester : X (Sepuluh) / I (Ganjil) & II (Genap)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
(Keputusan BSKAP NOMOR 046/H/KR/2025)
A. Rasional
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan bidang ilmu yang mempelajari cara
kerja alam semesta dan kontribusinya terhadap keberlangsungan kehidupan
melalui pendekatan-pendekatan empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pemahaman IPA ini dapat mendorong murid untuk mengeksplorasi hal-hal yang
belum diketahui, menginvestigasi fenomena-fenomena, membuat prediksi, dan
memecahkan berbagai permasalahan sains yang pada akhirnya terkait dengan
sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Pemahaman murid terhadap IPA menjadi
dasar dalam melakukan aksi nyata untuk berkontribusi positif pada
pengembangan diri dan lingkungannya.
Di dalam kurikulum, IPA menjadi mata pelajaran tersendiri pada Fase D dan Fase
E. Hal tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang lebih luas pada murid
untuk mempelajari topik-topik dalam bidang keilmuan fisika, kimia, biologi, serta
bumi dan antariksa. Pembelajaran IPA melatih sikap ilmiah, antara lain
keingintahuan yang tinggi, berpikir kritis, analitis, terbuka, jujur, bertanggung
jawab, objektif, tidak mudah putus asa, tekun, solutif, sistematis, dan mampu
mengambil kesimpulan yang tepat. Pengembangan sikap ilmiah tersebut menjadi
landasan penting bagi murid untuk dapat menerapkan pemahaman ilmunya
dalam berbagai inovasi dan pengembangan teknologi.
IPA sangat terkait dengan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
(IPTEK) karena memberikan dasar pemahaman ilmiah yang merupakan dasar
untuk inovasi dalam teknologi. Konsep-konsep dalam IPA seperti suhu, energi,
gaya, getaran gelombang dan ekosistem diterapkan dalam berbagai bidang
teknologi seperti rekayasa, kedokteran, pertanian, peralatan rumah tangga dan
lingkungan. Selain itu, IPA juga berhubungan dengan mata pelajaran lain seperti
Matematika dalam pengolahan data dan kalkulasi ilmiah serta Ilmu Pengetahuan
Sosial dalam memahami dampak sosial dari penerapan teknologi.
Selain menjadi dasar pengembangan teknologi, IPA juga berperan sangat besar
dalam kehidupan murid sehingga mereka dapat menjaga keselamatan diri, orang
lain, dan alam; mencari potensi-potensi yang terpendam dari alam, baik yang
terbarukan maupun yang tidak terbarukan; serta membantu manusia mengambil
keputusan dalam menyelesaikan masalah.
Mata pelajaran IPA merupakan sarana yang strategis dalam mengembangkan
dimensi profil lulusan. Dimensi-dimensi tersebut meliputi keimanan dan
ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas,
kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Melalui pembelajaran IPA,
murid tidak hanya mengembangkan pengetahuan ilmiah, tetapi juga membangun
karakter dan keterampilan hidup yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks,
baik secara individu maupun dalam kolaborasi. Dengan pendekatan pembelajaran
mendalam, IPA membantu murid dalam mengembangkan kemampuan berpikir
kritis, kreatif, dan solutif, serta memperkuat kapasitas mereka untuk bekerja
sama dan beradaptasi dengan tantangan global.
B. Tujuan
Dengan mempelajari IPA, murid dapat:
1. mengembangkan ketertarikan dan rasa ingin tahu sehingga murid terpacu
untuk mengkaji fenomena yang ada di sekitar manusia, memahami
bagaimana sistem alam semesta bekerja, memberikan dampak timbal-balik
bagi kehidupan manusia, dan memahami kontribusi IPA dalam
keberlangsungan kehidupan;
2. berperan aktif dalam memelihara, menjaga, melestarikan lingkungan alam,
serta mengelola sumber daya alam dan lingkungan dengan bijak;
3. melakukan kerja ilmiah dan menumbuhkan sikap ilmiah; dan
4. mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep di dalam IPA
sehingga dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan yang
berkaitan dengan dirinya dan lingkungan di sekitarnya dalam perspektif global.
C. Karakteristik
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada Fase D diajarkan secara terpadu, sedangkan
pada Fase E dapat diajarkan tersendiri melalui mata pelajaran Fisika, Kimia, dan
Biologi ataupun terpadu, seperti Fase D. Materi IPA yang diajarkan terpadu pada
Fase E dilaksanakan dengan unit of inquiry, yaitu sebuah projek untuk
menyelesaikan sebuah masalah atau isu lingkungan dari berbagai sudut pandang
baik itu fisika, kimia, dan biologi.
Pendekatan pembelajaran IPA secara terpadu, khususnya pada Fase D,
merupakan pilihan pedagogis yang mendasar. Hal ini dilandasi oleh hakikat
bahwa fenomena alam dan permasalahan dalam kehidupan nyata bersifat
kompleks dan saling terkait, tidak dapat dipisahkan secara kaku ke dalam kotak-
kotak disiplin ilmu Fisika, Kimia, atau Biologi saja. Sebagai contoh, untuk
memahami isu perubahan iklim, murid perlu menghubungkan konsep fisika
tentang kalor, konsep kimia tentang gas rumah kaca, dan konsep biologi tentang
ekosistem. Dengan demikian, pembelajaran terpadu mendorong murid untuk
membangun pemahaman yang holistik dan bermakna, serta melatih kemampuan
mereka untuk berpikir kritis dan solutif dalam menghadapi tantangan dunia nyata
yang autentik.
Ada dua elemen utama dalam pendidikan IPA, yakni pemahaman IPA dan
keterampilan proses. Dalam melaksanakan pembelajaran, keterampilan proses
adalah cara yang dilakukan untuk memperoleh pemahaman IPA sehingga
pemahaman dan keterampilan proses ini disampaikan dalam satu kesatuan yang
utuh dan tidak diturunkan menjadi tujuan pembelajaran terpisah.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran IPA adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Pemahaman IPA Kompetensi yang diperoleh murid
melalui proses pengalaman belajar
yang menekankan proses memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi fakta,
konsep, prinsip, hukum, teori dan model
pada materi makhluk hidup dan
lingkungannya, zat dan sifatnya, energi
dan perubahannya, gelombang, serta
bumi dan antariksa, yang sesuai untuk
menjelaskan dan memprediksi
fenomena serta menerapkannya pada
situasi baru.
Keterampilan Proses Keterampilan yang dilatihkan untuk
mencapai pemahaman IPA, yang pada
praktiknya diterapkan dalam kegiatan
pembelajaran. Keterampilan tersebut
meliputi keterampilan mengamati;
mempertanyakan dan memprediksi;
merencanakan dan melakukan
penyelidikan; memproses, menganalisis
data dan informasi; mengevaluasi dan
refleksi; serta mengomunikasikan hasil.
Keterampilan proses tidak selalu
merupakan urutan langkah, melainkan
suatu siklus yang dinamis yang dapat
disesuaikan berdasarkan
perkembangan dan kemampuan murid.
Capaian Pembelajaran
Fase E (Umumnya Umumnya untuk Kelas X SMA/MA/Program Paket C)
Pada akhir Fase E, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Pemahaman IPA
Menerapkan prinsip klasifikasi dan strategi pelestarian keanekaragaman hayati;
mendeskripsikan peranan virus, bakteri, dan jamur dalam kehidupan;
menganalisis interaksi antar komponen ekosistem dan pengaruhnya terhadap
keseimbangan ekosistem; menggunakan sistem pengukuran dalam kerja ilmiah;
menganalisis gerak dua dimensi; menganalisis pemanfaatan energi alternatif
untuk mengatasi permasalahan ketersediaan energi; menganalisis partikel
penyusun materi dan menerapkan konsep stoikiometri dalam berbagai aspek
kuantitatif reaksi kimia; dan menerapkan konsep IPA untuk mengatasi
permasalahan berkaitan dengan perubahan iklim.
Keterampilan Proses
Mampu menerapkan keterampilan proses yang meliputi:
Mengamati
Melakukan pengamatan terhadap fenomena dan peristiwa di sekitarnya dan
mencatat hasil pengamatannya dengan memperhatikan karakteristik objek
yang diamati.
Mempertanyakan dan Memprediksi
Mengidentifikasi pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah dan membuat
prediksinya.
Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan
Merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab
pertanyaan; murid menggunakan alat bantu pengukuran untuk mendapatkan
data yang akurat dan memahami adanya potensi kekeliruan dalam
penyelidikan.
Memproses, Menganalisis Data dan Informasi
Mengolah data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta menjelaskan hasil
pengamatan dan pola atau hubungan pada data; murid mengumpulkan data
dari penyelidikan yang dilakukannya, serta menggunakan pemahaman sains
untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti.
Mengevaluasi dan Refleksi
Mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan kemungkinan penjelasan
alternatif dalam rangka mengevaluasi kesimpulan, serta menjelaskan cara
spesifik untuk meningkatkan kualitas data.
Mengomunikasikan Hasil
Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh yang
ditunjang dengan argumen dan bahasa yang sesuai konteks penyelidikan.
Mengetahui, Kandangan, 14 Juli 2025
Plt. Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
Achmad Sya’roni, [Link], [Link] Ariyanti Maulida Putri, [Link].
NIP. 197209221999031002 NIP. 199508252023212043