ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAHTANGGA
YAYASAN AL-MUTTAQIN AN NURSYAHIM
ANGGARAN DASAR
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
Lembaga ini bernama “ YAYASAN AL-MUTTAQIN AN NURSYAHIM” bertempat kedudukan di Jalan
Mangga Lontar II No.16 RT 009/04 Kelurahan Tugu Utara Kecamatan Koja Kotamadya Jakarta Utara
dan bilamana dipandang perlu dapat membuka cabang-cabang atau perwakilan-perwakilannya
ditempat lain.
WAKTU BERDIRI
Pasal 2
Lembaga ini berdiri pada Sebelas Maret Tahun Seribu Sembilan Ratus Delapan Puluh Lima.
AZAS DAN TUJUAN
Pasal 3
Lembaga ini berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan maksud ialah : sebagai
sarana untuk berpastisipasidalam pembangunan, khususnya dalam menggali dan mengembangkan
sumber daya manusia (suprastruktur). Adapun tujuan dari Lembaga ini adalah untuk meningkatkan
kecerdasan danpengetahuan Masyarakat tentang berbagai kebijakan publik dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat serta Sumber Daya Manusia (SDM) melalui usaha-usaha yang teratur,
terencana dan berkesinambungan.
KEGIATAN
Pasal 4
Untuk mencapai maksud dan tujuan seperti yang tercantum dalam pasal 3 diatas, Lembaga ini
menjalankan usaha- usaha diantaranya :
1
1. Dalam bidang sosial yang meliputi :
a. Menyelenggarakan Pengasuhan Anak Dalam Panti
b. Menyelenggarakan Pengasuhan Anak di Luar Panti
c. Menyediakan tempat tinggal bagi lansia terlantar
2. Dalam Bidang Pendidikan yang meliputi :
Mendirikan dan / atau mengelola lembaga pendidikan non formal yang meliputi :
a. Pendidikan Formal ( Madrasah Ibtidaiyah )
b. Pendidikan Kegamaan (TPA dan Madrasah Diniyah)
c. Pendidikan Kesetaraan (PKBM) Paket C
KEKAYAAN
Pasal 5
Kekayaan Lembaga diperoleh dari Modal Pangkal sebesar Rp. [Link]
(Sepuluh Juta Rupiah).
1. Pemberian, sumbangan–sumbangan yang tidak mengikat dari badan–badan pemerintah
maupun swasta dan perorangan.
2. Warisan, hibah, hibah wasiat dan wakaf.
3. Perolehan yang lain yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar Lembaga dan/atau
peraturan Undang- undang yang berlaku.
4. Semua kekayaan Lembaga harus dipergunakan untuk mencapai dan tujuan Lembaga.
ORGAN LEMBAGA
Pasal 6
Lembaga mempunyai organ yang terdiri dari Pembina, Pengawas dan Pengurus. Pengurusini terdiri
dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan beberapa Orang Koordinator (tergantung kebutuhan),
semuanya diangkat oleh Dewan Pembina untuk waktu yang ditentukan selama- lamanya 5 tahun dan
dapat dipilih kembali.
PEMBINA
Pasal 7
1. Pembina adalah organ Lembaga yang mempunyai kewenangan yang tidak diserahkan kepada
pengurus atau pengawas.
2. Pembina terdiri dari seorang atau lebih anggota pembina.
3. Dalam hal terdapat lebih dari seorang anggota, maka seorang diantaranya diangkat sebagai
Pembina.
4. Yang dapat diangkat sebagai anggota Pembina adalah perseorangan sebagai pendiri Lembaga
dan/atau mereka yang berdasarkan keputusan Rapat Anggota Pembina dinilai mempunyai
dedikasi yang tinggi untuk mencapai maksud dan tujuan.
5. Anggota Pembina tidak diberi gaji dan /atau tunjangan oleh Lembaga.
6. Dalam hal Lembaga oleh karena sebap apapun tidak mempunyai anggota Pembina, makadalam
2
waktu Tiga Puluh hari sejak terjadinya kekosongan tersebut wajib diangkat anggota Pembina
berdasarkan keputusan Rapat Gabungan Anggota Pengawas dan AnggotaPengurus.
7. Seorang anggota Pembina berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan
secara tertulis mengenai maksud tersebut kepada Lembaga paling lambat Tiga Puluh hari
sebelum tanggal pengunduran dirinya.
Pasal 8
MASA JABATAN
1. Masa Jabatan Pembina tidak ditentukan lamanya.
2. Jabatan anggota pembina akan berakhir dengan sendirinya, apabila anggota Pembinatersebut :
a. Meninggal dunia.
b. Mengundurkan diri dengan pemberitahuan secara tertulis sebagaimana diatur dalampasal
7 ayat 7.
c. Tidak lagi memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
d. Diberhentikan berdasarkan keputusan rapat.
e. Dinyatakan pailit atau ditaruh dibawah pengampuan berdasarkan suatu penetapan
pengadilan.
3. Dilarang untuk menjadi anggota pembina berdasar peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
TUGAS DAN WEWENANG PEMBINA
Pasal 9
1. Pembina berwenang bertindak untuk dan atas nama pembina.
2. Kewenangan pembina meliputi :
a. keputusan mengenai perubahan Anggaran Dasar.
b. Pengangkatan dan pemberhentian anggota Pengurus dan anggota Pengawas.
c. Penetapan kebijakan umum Lembaga berdasarkan Anggaran Dasar Lembaga.
d. Pengesahan Program Kerja dan rancangan anggaran tahunan Lembaga.
e. Penetapan keputusan mengenai penggabungan atau pembubaran Lembaga.
f. Pengesahan laporan tahunan.
g. Penunjukan likuidator dalam hal Lembaga dibubarkan.
3. Dalam hal hanya ada seorang anggota Pembina, maka segala tugas dan wewenanganyang
diberikan kepada Ketua Pembina atau anggota Pembina berlaku pula baginya.
PENGURUS
Pasal 10
1. Pengurus adalah organ Lembaga yang melaksanakan kepengurusan Lembaga yangsekurang-
kurangnya terdiri dari :
a. Seorang Ketua.
3
b. Seorang Sekretaris.
c. Seorang Bendahara.
2. Dalam hal diangkat lebih 1 (satu) orang Ketua, maka 1 (satu) orang diantaranya diangkat
menjadi Ketua Umum.
3. Dalam hal diangkat lebih 1 (satu) orang Sekretaris, maka 1 (satu) orangdiantaranya diangkat
menjadi Sekretaris Umum.
4. Dalam hal diangkat lebih 1 (satu) orang Bendahara, maka 1 (satu) orangdiantaranya diangkat
menjadi Bendahara Umum.
KEANGGOTAAN PENGURUS
Pasal 11
Keangotaan Pengurus berakhir karena:
1. Meniggal dunia.
2. Mengundurkan diri.
3. Bersalah melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang diancam dengan
hukuman penjara paling sedikit 5 (lima) tahun
4. Diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Pembina.
5. Masa Jabatan berakhir.
6. Tidak aktif secara berturut turut 1 (satu) tahun.
Bila terdapat suatu lowongan dalam susunan pengurusan, maka Pembina berhak mengisilowongan
tersebut.
TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS
Pasal 12
1. Pengurus bertanggungjawab penuh atas kepengurusan Lembaga untuk kepentinganLembaga.
2. Pengurus wajib menyusun program kerja dan rancangan anggaran tahunan Lembaga untuk
disahkan pembina.
3. Pengurus berhak mewakili Lembaga di dalam dan diluar pengadilan tentang segala hal dan
kejadian dengan persetujuan dari Pembina.
4. Pengurus tidak berwenang mewakili Lembaga dalam hal mengikat Lembaga sebagai penjamin
utang, membebani Kekayaan Lembaga demi kepentingan lain.
PENGAWAS
Pasal 13
1. Pengawas adalah organ Lembaga yang bertugas melakukan pengawasan danmemberi nasihat
kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan Lembaga.
2. Pengawas terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih anggota Pengawas.
3. Dalam hal diangkat lebih dari 1 (satu) orang Pengawas, maka 1 (satu) orang di antaranyadapat
4
diangkat sebagai Ketua Pengawas.
KEANGGOTAAN PENGAWAS
Pasal 14
Jabatan Pengawas berakhir apabila :
1. Meninggal Dunia.
2. Mengundurkan Diri.
3. Bersalah melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang diancam dengan
hukuman penjara paling sedikit 5 (lima) tahu.
4. Diberhentikan berdasarkan keputusan Rapat Pembina.
5. Masa Jabatan berakhir.
TUGAS DAN WEWENANG PENGAWAS
Pasal 15
1. Pengawas wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankantugas Pengawas
untuk kepentingan Lembaga.
2. Ketua Pengawas dan satu anggota Pengawas berwenang bertindak untuk dan atas nama
Pengawas.
3. Pengawas berwenang memeriksa dokumen, pembukuan dan memasuki bangunanhalaman
atau tempat yang dipergunakan Lembaga.
4. Mengetahui segala tindakan yang dijalankan oleh Pengurus dan memberi peringatan kepada
pengurus.
RAPAT-RAPAT
Pasal 16
Rapat Lembaga terdiri dari rapat pembina, rapat pengurus, rapat pengawas, dan rapat gabungan.
a. Rapat Pembina :
1. Rapat pembina diadakan paling lambat sedikit sekali dalam satu tahun, paling lambat
dalam waktu lima bulan setelah akhir tahun buku sebagai rapat tahunan.
2. Panggilan rapat pembina dilakukan oleh pembina secara langsung, atau melalui surat
dengan mendapat tanda terima, paling lambat tujuh hari sebelum rapat diadakan dengan
tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat.
3. Rapat pembina dipimpin oleh ketua pembina, dan jika ketua pembina tidak hadir atau
berhalangan, maka rapat pembina akan dipimpin oleh seorang yang dipilih oleh dan dari
anggota pembina yang hadir.
4. Setiap rapat pembina dibuat berita acara rapat yang ditandatangani oleh ketua dan
sekretaris rapat.
b. Rapat Pengurus :
5
1. Rapat pengurus dapat diadakan setiap waktu bila dipandang perlu atas permintaantertulis dari
satu orang atau lebih pengurus, pengawas atau pembina.
2. Panggilan rapat pengurus dilakukan leh pengurus yang berhak memwakili pengurus.
3. Rapat pengurus diadakan ditempat kedudukan Lembaga atau ditempat kegiatan Lembaga.
4. Rapat pengurus dipimpin oleh ketua umum.
5. Apabila ketua berhalangan hadir, maka rapat pengurus dipimpin oleh seorang anggota
pengurus yang dipilih oleh dan dari pengurus yang hadir.
c. Rapat Pengawas :
1. Rapat pengawas dapat dilakukan setiap waktu bila dianggap perlu atas permintaantertulis
dari seorang atau lebih pengawas atau pembina.
2. Rapat pengawas diadakan ditempat kedudukan Lembagaatau ditempat kegiatan Lembaga.
3. Rapat pengawas dipimpin oleh ketua pengawas.
4. Apabila ketua pengawas berhalangan hadir, maka rapat pengawas akan dipimpin olehsalah
seorang pengawas yang dipilih oleh dan dari pengawas yang hadir.
d. Rapat Gabungan :
1. Rapat gabungan adalah rapat yang didakan oleh pengurus dan pengawas untuk mengangkat
pembina.
2. Rapat gabungan diadakan paling lambat 30 hari terhitung sejak Lembaga tidak lagimempunyai
pembina.
3. Pemanggilan rapat dilakukan oleh pengurus.
4. Rapat gabungan dipimpin oleh ketua pengurus, apabila ketua berhalangan maka pimpinan
rapat dipimpin oleh ketua pengawas.
5. Apabila keduanya tidak hadir maka, rapat gabungan dipimpin oleh pengurus ataupengawas
yang pilih oleh dan dari pengurus dan pengawas yang hadir.
PEMBUKUAN DAN PERTANGGUNG JAWAB
Pasal 17
Tahun buku Lembaga adalah tahun almanak. Pembina diwajibkan membuat pembukuan yangtertib
dan rapi mengenai Lembaga ini, sedangkan neraca tahunan harus disahkan oleh Rapat Pembina.
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Pasal 18
Perubahan anggaran Dasar Lembaga dapat dilakukan atas Keputusan Rapat Pembina Pleno yang
khusus diadakan untuk keperluan itu dan keputusan harus disetujui oleh sekurang- kurangnya 2/3
dari anggota Dewan Pengurus yang hadir.
PEMBUBARAN
Pasal 19
Pembubaran Lembaga ini hanya dapat dilakukan atas dasar keputusan Rapat Dewan Pengurus yang
6
sengaja diadakan untuk keperluan itu dan dihadiri sedikitnya ¾ dari anggota penggurus serta disetujui
oleh paling sedikit 2/3 dari jumlah anggota penggurus yang hadir, sedangkan keputusan diambil atas
dasar musyawarah dan mufakat, dan penyelesaian likuidasi dilakukan oleh para anggota Dewan
Pengurus, kecuali rapat pembubaran menentukan lain.
Jika setelah likuidasi masih ada sisa kekayaan, maka sisa kekayaan Lembaga tersebut harusdiberikan
kepada badan yang mempunyai tujuan dengan Yasyasan ini atau kepada badan sosial lain yang
disetujui oleh rapat pembubaran.
PENUTUP
Pasal 20
Hal-hal yang belum diatur atau kurang lengkap diatur dalam anggaran Dasar ini dapat diputus oleh
Dewan Pengurus dan apabila dianggap perlu dapat diatur dalam Aturan Rumah Tangga atau
Peraturan lain yang tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar ini.
7
ANGGARAN RUMAH TANGGA
BAB I
KEDUDUKAN, TUGAS, WEWENANG PESERTA & WAKTU RAPAT-RAPAT
Pasal 1
RAPAT PEMBINA PLENO
1. Memegang kekuasaan tertinggi dalam lembaga.
2. Menetapkan dan merubah AD/ART, Program kerja dan rekomendasi-rekomendasi
prinsipil.
3. Menilai pertanggungjawaban pengurus.
4. Memilih dan menetapkan susunan pengurus melalui pemilihan formatur.
5. Memilih dan menetapkan Dewan Pembina.
6. Menetapkan rapat Dewan Pengurus berikutnya.
7. Rapat Dewan Pengurus Pleno diadakan sekali dalam lima tahun.
8. Rapat Dewan Pengurus Pleno dihadiri oleh anggota–anggota Dewan Pengurus.
9. Rapat Dewan Pengurus Pleno dianggap sah apabila dihadiri oleh setengah bagian
anggota Dewan Pengurus.
Pasal 2
RAPAT TAHUNAN
1. Mengadakan penilaian tehadap pelaksanaan program umum dan menetapkan pelaksanaan
selanjutnya.
2. Rapat tahunan diselenggarakan sedikitnya 1 kali dalam satu tahun.
3. Sekurang-kurangnya dihadiri oleh lebih dari setengah bahagian angota Dewan Pengurus.
Pasal 3
RAPAT KERJA PENGURUS
1. Mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan program kerja dan menetapkan pelaksanaan
selanjutnya.
2. Diselenggarakan sedikitnya sekali dalam tiga bulan.
BAB II
PENYEMPURNAAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
Pasal 4
1. Dewan Pengurus melalui rapat khusus membicarakan penyempurnaan ART yang selanjutnya
dipertanggungjawabkan kepada rapat Dewan PengurusPleno berikutnya.
2. Penyempurnaan ART hanya dilakukan dalam rapat Pengurus Pleno.
BAB X
8
PENUTUP
Pasal 5
1. Hal-hal yang belum diatur ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini diatur dalamperaturan
lembaga.
2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak ditetapkan.