Modul Ajar Deep Learning IPAS Kelas 3
Modul Ajar Deep Learning IPAS Kelas 3
☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis informasi tentang fungsi pancai
ndra dan mengidentifikasi hubungannya dengan kehidupan sehari-hari.
☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaika
n tugas dan memecahkan masalah terkait pancaindra.
☑ Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu
mencari informasi tambahan secara mandiri.
☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil diskusinya dengan j
elas dan percaya diri.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, sud
ah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
Modul Ajar Deep Learning / IPAS/ / kelas 3
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merap
ikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? H
ebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan at
au olahraga ringan? Biar badan sehat dan bugar!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Bagus sekali!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang s
ehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar! Apa menu sarapanmu pagi ini?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Ba
gaimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat ya
ng cukup itu penting lho untuk kesehatan tubuh dan pikiran kita!"
Tujuan Pembelajaran
G. Model Pembelajaran
• Model: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode: Diskusi Kelompok, Eksperimen Sederhana, Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Apa yang kalian dengar di
sekitar sini? Apa yang kalian rasakan saat duduk di kursi ini? Bagaimana perasaan k
alian saat ini?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, apa jadinya kalau kita tidak bisa melihat warna p
elangi? Atau kalau kita tidak bisa mencium aroma masakan enak? Seberapa penting
pancaindra bagi kehidupan kita sehari-hari?"
• Joyful Learning: "Siapa yang paling suka mencicipi makanan baru? Kirakira, bagian
tubuh mana yang paling berperan saat kita mencicipi rasa manis, asam, asin, dan pa
hit?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak ber
doa.
Modul Ajar Deep Learning / IPAS/ / kelas 3
o Guru menyediakan bahan-bahan seperti kertas besar, spidol warna, atau alat
mewarnai.
Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan dan kolaborasi peserta didik sela
ma diskusi kelompok dan kegiatan eksplorasi.
2. Penilaian hasil diskusi kelompok: Rubrik penilaian untuk poster/peta pikiran (kerap
ian, kelengkapan informasi, kreativitas).
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa pemahaman sela
ma proses pembelajaran.
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang b
erisi pertanyaan tentang nama, fungsi, dan contoh penggunaan pancaindra dalam ke
hidupan sehari-hari.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat poster informatif tentang salah satu pancaindra secara mandiri.
o Membuat cerita pendek yang melibatkan penggunaan pancaindra.
Modul Ajar Deep Learning / IPAS/ / kelas 3
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa pancaindra adalah anugerah Tuhan yang sangat p
enting untuk berinteraksi dengan dunia sekitar dan memahami berbagai informasi. De
ngan memahami fungsi dan cara kerja pancaindra, mereka akan lebih menghargai dan bert
anggung jawab untuk menjaga kesehatan indra mereka. Pembelajaran ini akan membantu
mereka melihat bagaimana setiap indra bekerja sama untuk membantu mereka belajar, ber
main, dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Pancaindra adalah lima alat tubuh yang berfungsi untuk merasakan rangsangan dari luar. K
elima indra ini adalah mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk mencium,
lidah untuk mengecap rasa, dan kulit untuk merasakan sentuhan. Setiap indra memiliki pera
nnya masing-masing yang sangat penting dalam membantu kita mengenali dan berinteraksi
dengan lingkungan sekitar. Misalnya, mata membantu kita melihat warna-warni indah dan b
entuk benda, telinga memungkinkan kita mendengar suara burung berkicau atau musik kes
ukaan.
Fungsi dan Cara Kerja Pancaindra
Mata bekerja dengan menangkap cahaya yang kemudian diubah menjadi sinyal yang dikirim
ke otak untuk diinterpretasikan sebagai gambar. Telinga menangkap getaran suara dan men
gubahnya menjadi informasi yang dapat kita dengar. Hidung memiliki reseptor yang mendet
eksi molekul bau di udara, sementara lidah memiliki kuncup pengecap yang mengenali rasa
manis, asam, asin, pahit, dan umami dari makanan. Kulit, sebagai indra peraba terbesar, me
miliki reseptor yang peka terhadap sentuhan, tekanan, suhu, dan rasa sakit, sehingga kita bi
sa merasakan tekstur lembut atau panasnya api.
Menjaga kesehatan pancaindra sangatlah penting agar kita bisa terus merasakan dan menik
mati dunia dengan baik. Beberapa cara untuk menjaga kesehatan indra antara lain melindu
ngi mata dari cahaya terang, membersihkan telinga dengan hatihati, menghindari bau yang
menyengat, menjaga kebersihan mulut dan lidah, serta merawat kulit dari paparan sinar mat
ahari berlebihan dan luka. Dengan merawat pancaindra kita, kita dapat terus belajar, bermai
n, dan menjalani kehidupan seharihari dengan optimal.
Modul Ajar Deep Learning / IPAS/ / kelas 3
M. Refleksi
1. Apa bagian pembelajaran hari ini yang paling saya sukai? Mengapa?
2. Hal baru apa yang saya pelajari tentang pancaindra hari ini?
3. Apa yang akan saya lakukan untuk menjaga kesehatan pancaindra saya setelah pe
mbelajaran ini?
Refleksi Pendidik
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Apa yang perlu ditingkatkan untu
k pertemuan selanjutnya?
3. Apakah ada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep panc
aindra? Bagaimana saya bisa membantu mereka lebih baik?
Kelas: _______________________
Tanggal: _______________________
1. Mata:
o
o
2. Telinga:
o
o
3. Hidung:
o
o
4. Lidah:
o
o
5. Kulit:
o
o
C. Lingkari jawaban yang paling tepat! Bagaimana cara kita menjaga kesehatan mata?
a. Membaca di tempat gelap
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberika
n tantangan tambahan seperti: o Meneliti dan mempresentasikan salah satu penyakit
yang berhubungan dengan pancaindra dan cara pencegahannya. o Membuat puisi at
au cerita pendek tentang pentingnya salah satu pancaindra.
Remedial
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakuka
n: o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep yang belum di
kuasai.
P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang bertujuan agar peserta didik mema
hami konsep secara mendalam, bukan hanya menghafal.
2. Pancaindra: Lima alat tubuh (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) yang berfungsi untuk
merasakan rangsangan dari luar.
3. Reseptor: Sel atau kelompok sel khusus dalam tubuh yang peka terhadap rangsang
an tertentu.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
[Link]
3. National Geographic Kids. (2023). All About Your Five Senses. Diakses dari: [Link].
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan t
erbaru).
☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis siklus hidup berbagai makhluk hidup
dan mengidentifikasi penyebab masalah pelestarian.
☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang ide atau kampanye sederhana untuk pelest
arian sumber daya alam dan makhluk hidup.
☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi ma
salah lingkungan dan mencari solusinya.
☑ Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu menc
ari informasi tambahan secara mandiri.
☑ Kewargaan: Peserta didik memahami perannya sebagai warga negara dalam menjaga lin
gkungan dan sumber daya alam.
☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil diskusinya dengan jelas d
an percaya diri mengenai upaya pelestarian.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, sud
ah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merap
ikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? H
ebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan at
au olahraga ringan? Biar badan sehat dan bugar!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Bagus sekali!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang s
ehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar! Apa menu sarapanmu pagi ini?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Ba
gaimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik dengan menjaga
kebersihan lingkungan sekolah?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat ya
ng cukup itu penting lho untuk kesehatan tubuh dan pikiran kita!"
Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya; masalah ya
ng berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.
Tujuan Pembelajaran
1. Mengidentifikasi berbagai tahapan dalam siklus hidup beberapa makhluk hidup (mis
alnya, kupu-kupu, ayam, tanaman) dengan benar.
2. Menjelaskan pentingnya menjaga kelestarian makhluk hidup dan sumber daya alam.
3. Menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap kelestarian makhluk hidup dan su
mber daya alam.
4. Merumuskan ide-ide sederhana upaya pelestarian makhluk hidup dan sumber daya
alam di lingkungan sekitar.
5. Menghubungkan masalah pelestarian sumber daya alam dengan upaya mitigasi per
ubahan iklim.
6. Membuat poster atau media kampanye sederhana tentang pentingnya pelestarian li
ngkungan.
7. Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok mengenai isu-isu lingkungan.
E. Sarana dan Prasarana
1. Gambar/Poster Siklus Hidup Makhluk Hidup (kupu-kupu, ayam, tumbuhan).
3. Media tanam sederhana (pot kecil, biji kacang hijau/lainnya) untuk simulasi.
G. Model Pembelajaran
• Model: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
• Metode: Diskusi Kelompok, Observasi, Eksperimen Sederhana, Presentasi, Penuga
san.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba perhatikan tanaman atau hewan di sekitarmu. Pernahkah k
alian berpikir, dari mana mereka berasal dan bagaimana mereka bisa tumbuh besar
seperti sekarang? Apa yang mereka butuhkan untuk hidup?"
• Meaningful Learning: "Jika kita tidak menjaga lingkungan dan hewan di dalamnya,
apa yang akan terjadi pada masa depan? Mengapa penting bagi kita untuk peduli pa
da nasib makhluk hidup lain dan sumber daya alam?"
• Joyful Learning: "Bayangkan kalian adalah seorang pahlawan lingkungan. Ide kere
n apa yang akan kalian lakukan untuk membuat Bumi kita ini tetap indah dan dihuni
banyak makhluk hidup?"
I. Kegiatan Pembelajaran
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak ber
doa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (sepe
rti di poin C), khususnya poin "Bermasyarakat" yang bisa dikaitkan dengan kepedulia
n lingkungan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningful,
Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik siklus hidup dan p
elestarian lingkungan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)
Asesmen Formatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik mengisi lembar kerja individu yang berisi per
tanyaan tentang siklus hidup makhluk hidup, pentingnya pelestarian, dan ide upaya p
elestarian.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat laporan singkat tentang siklus hidup salah satu makhluk hidup yan
g mereka amati di rumah. o Membuat video pendek (dengan bantuan orang tu
a jika diperlukan) tentang upaya pelestarian sederhana yang mereka lakukan d
i rumah.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa semua makhluk hidup memiliki siklus hidupnya m
asing-masing, dan kelestarian mereka sangat bergantung pada bagaimana manusia m
emperlakukan lingkungan. Mereka akan menyadari bahwa setiap tindakan kecil yang mer
eka lakukan untuk menjaga sumber daya alam, seperti menghemat air atau memilah sampa
h, memiliki dampak besar terhadap kelangsungan hidup makhluk lain dan dapat membantu
mitigasi perubahan iklim untuk Bumi yang lebih sehat.
Setiap makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan, memiliki sebuah perjalanan hidup ya
ng berulang, disebut siklus hidup. Dimulai dari lahir, tumbuh menjadi dewasa, berkembang b
iak, dan akhirnya mati. Contohnya, kupu-kupu dimulai dari telur, lalu menjadi ulat, kepompon
g, hingga menjadi kupu-kupu dewasa yang indah. Ayam juga memiliki siklus dari telur, mene
tas menjadi anak ayam, lalu tumbuh menjadi ayam dewasa. Demikian juga tanaman, dari bij
i, tumbuh tunas, menjadi tanaman muda, berbunga, berbuah, dan menghasilkan biji lagi.
Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang ada di alam yang dapat dimanfaatkan manu
sia untuk kebutuhan hidupnya, seperti air, udara, tanah, tumbuhan, dan hewan. Sayangnya,
banyak aktivitas manusia yang menyebabkan sumber daya alam ini rusak, seperti membua
ng sampah sembarangan yang mencemari air dan tanah, atau menebang pohon secara berl
ebihan. Jika sumber daya alam rusak, makhluk hidup lain juga akan terancam, bahkan bisa
punah. Oleh karena itu, menjaga dan melestarikan sumber daya alam sangatlah penting.
Pelestarian berarti menjaga agar sesuatu tetap ada dan lestari. Untuk makhluk hidup dan su
mber daya alam, ini berarti kita harus melindungi mereka. Contoh upaya pelestarian sederh
ana yang bisa kita lakukan adalah menghemat air, memilah sampah, menanam pohon, atau
tidak berburu hewan langka. Upaya-upaya ini tidak hanya menjaga kelestarian makhluk hidu
p, tetapi juga berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, yaitu mengurangi dampak negatif
dari perubahan iklim global. Dengan menjaga lingkungan, kita memastikan bahwa bumi teta
p sehat dan nyaman untuk dihuni generasi mendatang.
M. Refleksi
1. Apa hal baru yang saya pelajari tentang siklus hidup makhluk hidup hari ini?
2. Apa tindakan kecil yang bisa saya lakukan untuk membantu menjaga lingkungan di s
ekitar saya?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang siklus hidup dan
pentingnya pelestarian?
3. Aspek mana dari pembelajaran yang perlu saya perkuat atau modifikasi di pertemua
n berikutnya agar lebih bermakna?
Jika ada banyak orang yang membuang sampah plastik ke sungai, apa yang akan terjadi pa
da ikan-ikan di sungai itu?
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
__________________________________________________
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Poster Kampanye)
Informasi s
Informa angat akur
si Informasi a at, lengkap,
Kualitas Informasi pa Informasi c
kurang ak kurat, lengk relevan, da
Informasi da poster sal ukup akura
urat atau ap, dan rele n menunjuk
(Penalara n ah atau tidak t dan relev
kurang van dengan kan
Kritis) relevan. an.
lengkap topik. pemaha m
. an mendal
a m.
Poster san
Poster men
gat
Poster ku arik,
Poster tidak Poster cuku menarik, in
Kreativita s rang informatif,
menarik, p menarik, ovatif,
Poster menarik , dan
tidak ada ada gamba informatif,
Kampany desain s kreatif dala
gambar/wa r r sederhan dan memili
e ederha n m
na. a. ki daya tari
a. penyamp
k visual ya
aian pesan.
ng kuat.
Penjelasa
n sangat jel
Penjelasa
Tidak Penjela s Penjelasa n as,
Penyamp n jelas,
mampu menj an cukup antusias, p
aian percaya
elask an, pe kurang jelas, esan sanga
Pesan (Ko diri,
san jelas, pesan tersa t
munik pesan tersa
tidak tersam pesan kur mpai kan s persuasif,
asi) mpai kan d
paik an. ang kuat. ebagian. mampu me
engan baik.
ngajak ora
ng lain.
Skala 1 Skala 2 Skala 5
Aspek Skala 3 (Cu Skala 4 (Ba
(Sangat (Kurang (Sangat
Penilaian kup) ik)
Kurang) ) Baik)
Menunjuk k
an
pemaha m
Menunjuk k
Keterkait a an mendal
Keterkait a Tidak ada ke Keterkai t an
n a m dan
n dengan L terkaitan den an isu ling pemaham
dengan kepedulia n
ingkung an gan isu kung an s an tentang
isu lingkung tinggi
(Kewarga lingkungan angat min isu lingkun
a n cukup j terhadap is
an) . im. ga n dan so
elas. u lingkunga
lusinya.
n dan
dampakn y
a.
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberika
n tantangan tambahan seperti: o Meneliti siklus hidup makhluk hidup lain (misalnya,
katak, nyamuk) dan membandingkannya.
Remedial
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melak
ukan: o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep siklus
hidup dan pentingnya pelestarian.
P. Glosarium
1. Siklus Hidup: Tahapan perubahan yang dialami makhluk hidup sepanjang hidupnya,
dari lahir hingga mati dan bereproduksi.
2. Pelestarian: Upaya menjaga agar sesuatu (makhluk hidup, sumber daya alam) tetap
ada dan tidak punah atau rusak.
3. Mitigasi: Upaya mengurangi risiko atau dampak negatif dari suatu masalah, dalam k
onteks ini adalah mengurangi dampak perubahan iklim.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. World Wildlife Fund (WWF). (2023). Edukasi Lingkungan untuk Anak. Diakses dari: w
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).
☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis berbagai proses perubahan wujud z
at dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.
Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau menciptakan model sederhana untuk me
nunjukkan perubahan wujud zat atau perubahan bentuk energi.
☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan percoba
an dan mendiskusikan hasil pengamatan.
☑ Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu menc
ari informasi tambahan secara mandiri.
☑ Kesehatan: Peserta didik memahami pentingnya energi untuk aktivitas fisik dan kesehata
n tubuh.
☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil eksperimennya dengan je
las dan percaya diri.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, sud
ah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merap
ikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? H
ebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan at
au olahraga ringan? Olahraga itu butuh energi, dari mana ya energi kita berasal?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Belajar juga butuh energi lho!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang s
ehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar dan beraktivitas!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Ba
gaimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat berdiskusi tenta
ng perubahan wujud zat dan energi?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat ya
ng cukup itu penting lho untuk mengembalikan energi tubuh kita!"
Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi; sumbe
r dan bentuk energi serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran
G. Model Pembelajaran
• Model: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri) dengan pendekatan
Deep Learning.
• Metode: Eksperimen, Diskusi Kelompok, Observasi, Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba rasakan udara di sekitar kita. Apa yang terjadi jika kalian m
enaruh es batu di telapak tangan? Apa yang membuat es itu berubah? Pernahkah ka
lian bertanya-tanya, apa yang membuat lampu bisa menyala atau kenapa kompor bis
a panas?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu tentang bagaimana be
nda-benda bisa berubah bentuk atau bagaimana energi bekerja? Apa manfaatnya da
lam kehidupan kita sehari-hari?"
• Joyful Learning: "Kalau kalian punya kekuatan super untuk mengubah wujud benda,
benda apa yang ingin kalian ubah dan jadi apa? Atau jika kalian bisa
menciptakan energi, energi apa yang ingin kalian ciptakan dan untuk apa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak ber
doa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (sepe
rti di poin C), terutama yang berkaitan dengan energi (olahraga, makan, tidur) dan ke
mudian menghubungkannya dengan konsep energi.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningful,
Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik perubahan wujud z
at dan energi.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)
o Guru menyediakan kertas, pensil warna, spidol, atau alat sederhana lainnya.
o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini. o Setiap kelomp
ok mempresentasikan hasilnya dan menjelaskan proses perubahan yang terj
adi.
Asesmen Formatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang b
erisi pertanyaan tentang identifikasi wujud zat, proses perubahannya, sumber dan be
ntuk energi, serta contoh perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat mind map tentang proses perubahan wujud air atau berbagai bentuk
energi. o Menceritakan ulang salah satu percobaan yang dilakukan di kelas dan
menjelaskan apa yang terjadi.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa segala sesuatu di alam semesta, termasuk benda-
benda di sekitar mereka dan tubuh mereka sendiri, terus-menerus mengalami peruba
han wujud dan energi. Mereka akan menyadari bahwa energi adalah kunci dari semua akti
vitas dan perubahan yang terjadi, serta bagaimana energi dapat berubah dari satu bentuk k
e bentuk lain. Pemahaman ini akan membantu mereka melihat dunia dengan lebih kritis dan
menghargai fenomena alam di kehidupan sehari-hari.
Benda-benda di sekitar kita dapat memiliki tiga wujud, yaitu padat, cair, dan gas. Benda pa
dat memiliki bentuk dan ukuran yang tetap, seperti batu atau meja. Benda cair memiliki bent
uk yang berubah mengikuti wadahnya, seperti air atau minyak. Sedangkan benda gas tidak
memiliki bentuk dan ukuran yang tetap, seperti udara yang kita hirup atau uap air. Zat dapat
berpindah wujud dari satu bentuk ke bentuk lain melalui proses seperti mencair (padat ke c
air, contoh: es menjadi air), membeku (cair ke padat, contoh: air menjadi es), menguap (cai
r ke gas, contoh: air mendidih menjadi uap), dan mengembun (gas ke cair, contoh: uap air
menjadi tetesan air di pagi hari).
Sumber dan Bentuk Energi
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Ada banyak sumber energi d
i Bumi ini, seperti matahari yang memberikan energi cahaya dan panas, angin yang mengg
erakkan kincir angin, air yang mengalir untuk pembangkit listrik, listrik yang mengalir di rum
ah kita, dan makanan yang memberikan energi untuk tubuh kita bergerak dan berpikir. Ener
gi juga memiliki berbagai bentuk, seperti energi panas (dari api atau matahari), energi cah
aya (dari lampu atau matahari), energi bunyi (dari suara musik), energi gerak (dari mobil y
ang berjalan), dan energi listrik (dari stopkontak).
Perubahan Bentuk Energi dalam Kehidupan Sehari-hari
Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, namun dapat berubah bentuk dari satu be
ntuk ke bentuk lain. Ini terjadi terus-menerus di sekitar kita. Contohnya, saat kita menyalaka
n lampu, energi listrik berubah menjadi energi cahaya dan sedikit energi panas. Saat kita
menggunakan setrika, energi listrik berubah menjadi energi panas untuk merapikan baju.
Bahkan saat kita makan dan kemudian berlari, energi kimia dari makanan berubah menjadi
energi gerak untuk tubuh kita. Memahami perubahan energi ini membantu kita lebih mengh
argai penggunaan energi di kehidupan kita.
M. Refleksi
1. Apa yang paling menarik bagi saya saat mengamati perubahan wujud zat atau perub
ahan energi hari ini?
2. Bagaimana saya bisa menggunakan pengetahuan tentang energi untuk lebih bijak d
alam menggunakan listrik di rumah?
3. Apakah ada hal yang masih membuat saya bingung tentang wujud zat atau energi?
Refleksi Pendidik
2. Bagaimana cara saya dapat lebih mengintegrasikan konsep energi dengan kegiatan
sehari-hari peserta didik di luar kelas?
3. Apakah saya sudah memberikan kesempatan yang cukup bagi semua peserta didik
untuk berpartisipasi dan menunjukkan pemahaman mereka?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama: _______________________
Kelas: _______________________
Tanggal: _______________________ A. Tul
iskan Wujud Zat yang Tepat!
(Padat, Cair, Gas)
1. Es batu: ___________
4. Meja: ___________
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberika
n tantangan tambahan seperti:
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakuka
n:
P. Glosarium
1. Wujud Zat: Bentuk fisik suatu materi (padat, cair, gas).
2. Energi: Kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha.
3. Mitigasi: Upaya mengurangi dampak negatif suatu masalah, di sini terkait perubahan
iklim.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. National Geographic Kids. (2023). What Is Energy?. Diakses dari: [Link]
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).
☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis gejala kemagnetan dan berbagai jeni
s gaya serta pengaruhnya terhadap benda.
☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau membuat model sederhana yang menu
njukkan gaya atau kemagnetan.
☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan percoba
an dan mendiskusikan hasil pengamatan gaya dan kemagnetan.
☑ Kemandirian: Peserta didik bertanggung jawab atas proses belajarnya dan mampu menc
ari informasi tambahan secara mandiri.
☑ Kewargaan: Peserta didik memahami aplikasi gaya dan kemagnetan dalam teknologi seh
ari-hari yang bermanfaat bagi masyarakat.
☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil eksperimennya dengan je
las dan percaya diri.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, sud
ah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merap
ikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? H
ebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan at
au olahraga ringan? Saat kita berlari atau melompat, ada gaya apa ya yang bekerja
pada tubuh kita?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Hari ini kita akan belajar tentang gaya dan magnet lho, pasti s
eru!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang s
ehat dan bergizi ya, agar punya tenaga untuk beraktivitas dan melakukan percobaan
seru hari ini!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Ba
gaimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat berdiskusi dan
melakukan percobaan tentang gaya dan magnet?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat ya
ng cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk beraktivitas, termasuk untuk
mengamati gaya dan magnet di sekitar kita!"
Peserta didik memahami gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis gaya dan p
engaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.
Tujuan Pembelajaran
7. Menganalisis hubungan antara gaya dan kemagnetan dengan aplikasi dalam kehidu
pan sehari-hari.
8. Menyajikan hasil pengamatan atau diskusi tentang gaya dan kemagnetan secara kr
eatif.
2. Berbagai benda (penjepit kertas, paku, koin, karet penghapus, pensil, kain, kayu, pla
stik, uang kertas).
G. Model Pembelajaran
• Model: Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan) dengan pendekatan Deep Le
arning.
• Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba perhatikan pintu kulkas di rumah, mengapa bisa menempe
l rapat? Atau, saat kalian bermain bola, mengapa bola yang dilempar ke atas selalu j
atuh kembali ke tanah? Apa yang membuat benda bergerak atau berhenti?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa penemuan magnet itu penting bagi m
anusia? Atau, mengapa kita perlu memahami berbagai jenis gaya dalam kehidupan s
ehari-hari? Apa manfaatnya bagi kita?"
• Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang ilmuwan yang sedang meneliti kekuata
n tersembunyi, kekuatan apa yang paling ingin kalian pelajari lebih dalam: gaya atau
magnet? Mengapa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak ber
doa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (sepe
rti di poin C), khususnya yang berkaitan dengan gaya (olahraga, tenaga).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningful,
Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik gaya dan kemagne
tan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)
o Guru memandu diskusi kelompok: "Benda apa saja yang bisa ditarik magnet?
Apa yang terjadi jika kutub magnet yang sama didekatkan?"
o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini. o Setiap kelomp
ok mempresentasikan hasilnya dan menjelaskan mengapa benda tersebut m
enggunakan gaya atau magnet.
Penutup (15 menit)
Asesmen Formatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang b
erisi pertanyaan tentang identifikasi benda magnetis/non-magnetis, sifat magnet, jeni
s-jenis gaya, dan pengaruh gaya terhadap benda.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat mind map tentang jenis-jenis gaya dan pengaruhnya. o Menceritaka
n ulang salah satu percobaan magnet yang dilakukan dan menjelaskan hasilnya
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa gaya dan kemagnetan adalah dua konsep dasar d
alam ilmu pengetahuan yang sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Mereka
akan menyadari bahwa benda-benda bergerak, berhenti, atau berubah bentuk karena adan
ya gaya, dan magnet memiliki kekuatan unik untuk menarik benda tertentu. Pemahaman ini
akan membantu mereka melihat fenomena di sekitar dengan sudut pandang ilmiah, memah
ami cara kerja berbagai alat, dan bahkan menginspirasi mereka untuk menciptakan sesuatu.
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan benda bergerak, berhenti, ber
ubah arah, berubah kecepatan, atau bahkan berubah bentuk. Kita melakukan gaya setiap h
ari tanpa menyadarinya. Contohnya, saat kita mendorong meja, menarik pintu, atau mengan
gkat buku. Ada berbagai jenis gaya yang sering kita temui, seperti gaya otot (kekuatan dari
otot tubuh kita), gaya gravitasi (gaya tarik Bumi yang membuat benda jatuh ke bawah), gay
a gesek (gaya yang menahan gerakan benda), dan gaya dorong/tarik. Setiap gaya ini me
miliki pengaruh unik terhadap benda di sekitar kita.
Pengaruh Gaya pada Benda
Gaya dapat memengaruhi benda dalam beberapa cara. Pertama, gaya dapat membuat ben
da diam menjadi bergerak, seperti saat kita menendang bola. Kedua, gaya dapat mengub
ah arah gerak benda, misalnya saat kita membelokkan setir sepeda. Ketiga, gaya dapat m
engubah kecepatan gerak benda, seperti saat kita mengerem sepeda agar berhenti, atau
mengayuh lebih cepat agar melaju. Terakhir, gaya juga bisa mengubah bentuk benda, cont
ohnya saat kita menekan plastisin atau memeras spons basah. Semua perubahan ini menu
njukkan betapa besar kekuatan gaya dalam kehidupan kita.
Gejala Kemagnetan dalam Kehidupan Sehari-hari
Magnet adalah benda yang dapat menarik benda lain yang terbuat dari bahan tertentu, sep
erti besi dan baja. Benda-benda yang dapat ditarik magnet disebut benda magnetis, sedan
gkan yang tidak dapat ditarik disebut benda non-magnetis.
Magnet memiliki dua ujung yang disebut kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Jika kut
ub yang berbeda didekatkan (utara dengan selatan), magnet akan saling tarik-menarik. Nam
un, jika kutub yang sama didekatkan (utara dengan utara atau selatan dengan selatan), mag
net akan saling tolak-menolak. Sifat magnet ini banyak dimanfaatkan dalam kehidupan seha
ri-hari, seperti pada pintu kulkas, kompas, atau mainan.
M. Refleksi
1. Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang magnet atau gaya hari i
ni?
2. Bagaimana saya bisa mengamati gaya dan kemagnetan di sekitar rumah saya?
3. Apakah ada pertanyaan lain yang muncul di pikiran saya setelah belajar tentang mat
eri ini? Refleksi Pendidik
3. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam diskusi dan percobaan? Jika ti
dak, bagaimana saya bisa mendorong partisipasi yang lebih merata?
Kelas: _______________________
Tanggal: _______________________
1. Saat kamu menendang bola yang diam, gaya membuat bola menjadi ___________.
4. Saat kamu melempar bola ke atas, gaya gravitasi membuat bola ___________ ke baw
ah.
Mengapa pintu kulkas bisa menempel rapat dan sulit dibuka oleh adik bayi? Jelaskan denga
n menggunakan kata "magnet"!
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________ __________________
_________________________________________________
___________________________________________________________________ _____
______________________________________________________________ __________
_________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _____
______________________________________________________________ __________
_________________________________________________________
__________________________________________________________
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Miniatur/Post
er)
Tugas: Diskusi Kelompok dan Pembuatan Miniatur/Poster Aplikasi Gaya dan Magnet
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 (Kuran Skala 3 (Cuku
(Sangat Skala 4 (Baik) (Sangat
Penilaian g) p)
Kurang) Baik)
Kerja Anggota tidak b Anggota kuran Anggota cukup Anggota Semua anggot
Sama ekerja sama, a g aktif, aktif berpartisi p a
Kelompok da yang pasif. aktif namun belum asi dan sangat
(Kolabora dalam diskusi. semua saling aktif,
si) berkontri busi. membant saling
u. menduku
ng, dan berba
gi tugas secar
a efektif.
Konsep sangat
Konsep gaya/ akurat, lengka
Kualitas
mag net yang d Konsep kurang Konsep cukup Konsep akurat, p, relevan, dan
Konsep
isajikan salah a akurat atau kur akurat dan rele lengkap, dan rel menunjuk
(Penalara
tau tidak sesua ang lengkap. van. evan. kan
n Kritis)
i. pemaha man
mendala m.
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 (Kuran Skala 3 (Cuku
(Sangat Skala 4 (Baik) (Sangat
Penilaian g) p)
Kurang) Baik)
Penjelasa n sa
ngat jelas,
Penyamp Penjelasa
antusias, baha
aian Tidak Penjelasa n cu n jelas,
Penjelasa n ku sa tubuh
Presentas mampu menjel kup percaya
rang jelas, baik,
i as kan, suara ti jelas, kontak m diri,
kadang ragu. mampu
(Komunik dak jelas. ata kurang. kontak mata ba
menjawa
asi) ik.
b pertanya an
dengan lugas.
Menunjuk kan
pemaha man
mendala
Aplikasi d Menunjuk kan m
Tidak ada conto
alam Kehi pemaha man tentang berba
h Contoh aplikas Contoh aplikas
dupa tentang aplikasi gai
aplikasi dalam i minim atau tid i cukup relevan
n gaya/mag net d aplikasi
kehidupa n seh ak relevan. dan jelas.
(Kewarga alam kehidupa gaya/mag net
arihari.
an) n seharihari. yang
bermanfa
at bagi
masyarak at.
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberi
kan tantangan tambahan seperti:
o Meneliti dan membuat daftar benda-benda di rumah yang menggunakan mag
net atau berbagai jenis gaya. o Mencoba membuat kompas sederhana meng
gunakan magnet dan jarum. o Mencari tahu tentang ilmuwan terkenal yang m
eneliti gaya (misalnya, Isaac Newton) dan mempresentasikan penemuan mer
eka. Remedial
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakuk
an: o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep dasar gaya
dan kemagnetan.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. DK Publishing. (2018). The Science Book: Everything You Need to Know About the
World and How It Works. London: DK Publishing.
☑ Keimanan dan Ketakwaan: Peserta didik memahami bahwa setiap peran dan tanggung ja
wab adalah amanah, serta berinteraksi sosial dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama.
☑ Kewargaan: Peserta didik memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai anggota ma
syarakat dan sekolah, serta mampu berinteraksi secara positif.
☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis peran dan interaksi sosial yang terja
di di lingkungan sekitar.
☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang solusi atau ide untuk meningkatkan interaksi
positif di lingkungan sekolah atau tempat tinggal.
☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi per
an, tugas, dan tanggung jawab serta memecahkan masalah interaksi sosial.
☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide, hasil diskusi, dan pengalamannya
tentang interaksi sosial dengan jelas dan percaya diri.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, sud
ah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merap
ikan tempat tidurnya? Hebat! Ini adalah salah satu tanggung jawabmu di rumah.
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? B
agus sekali! Ini juga bagian dari tugas kita sebagai umat beragama.
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan at
au olahraga ringan? Saat kita berolahraga bersama teman, itu namanya interaksi so
sial!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Belajar adalah tugas utamamu sebagai pelajar.
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang s
ehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk menjalankan peranmu sebagai anak da
n siswa.
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Ba
gaimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik di sekolah? Apa
peranmu di kelas?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat ya
ng cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk menjalankan tugas dan tang
gung jawab kalian esok hari!"
Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjad
i di sekitar tempat tinggal dan sekolah.
Tujuan Pembelajaran
G. Model Pembelajaran
• Model: Collaborative Learning (Pembelajaran Kolaboratif) dengan pendekatan Deep
Learning.
• Metode: Diskusi Kelompok, Bermain Peran (Role Play), Analisis Kasus, Presentasi,
Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan dirimu sedang
di rumah. Siapa saja yang ada di rumah? Apa yang mereka lakukan? Bagaimana kali
an semua saling membantu?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita harus tahu apa tugas dan tanggu
ng jawab kita di rumah atau di sekolah? Apa yang akan terjadi kalau tidak ada yang
mau melakukan tugasnya?"
• Joyful Learning: "Jika kalian bisa bertukar peran dengan siapa pun di sekolah sela
ma satu hari, kalian ingin jadi siapa? Apa yang akan kalian lakukan di peran itu? Ata
u, bagaimana cara membuat semua orang di
kelasmu merasa senang dan nyaman?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak ber
doa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (sepe
rti di poin C), terutama poin "Bermasyarakat" dan mengaitkannya dengan konsep per
an, tugas, dan tanggung jawab.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningful,
Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik peran, tugas, tang
gung jawab, dan interaksi sosial.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)
4. Proyek Akhir Mini: "Kelas Hebatku" atau "Komunitas Impianku" (Kreativitas dan
Kewargaan): o Setiap kelompok ditantang untuk membuat poster, mind map, atau pr
esentasi sederhana tentang:
§ Bagaimana mereka bisa menjadikan kelas mereka lebih "hebat" deng
an menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab masingmasing.
o Guru menyediakan kertas plano, spidol warna, atau bahan kolase sederhana.
Asesmen Formatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang b
erisi pertanyaan tentang identifikasi peran, tugas, tanggung jawab, dan contoh interak
si sosial.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Menulis cerita pendek tentang seorang anak yang menjalankan tanggung ja
wabnya di rumah atau sekolah dan dampak positifnya. o Menggambar komik
sederhana tentang pentingnya interaksi sosial yang baik.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa setiap orang memiliki peran, tugas, dan tanggung
jawab yang saling berkaitan dalam sebuah komunitas, baik di keluarga, sekolah, mau
pun masyarakat. Mereka akan menyadari bahwa cara mereka berinteraksi dengan orang la
in sangat memengaruhi suasana dan keharmonisan lingkungan. Dengan memahami hal ini,
mereka diharapkan dapat menjadi individu yang bertanggung jawab dan mampu menciptak
an interaksi sosial yang positif, sehingga lingkungan mereka menjadi lebih nyaman, aman, d
an menyenangkan bagi semua.
L. Materi Bahan Ajar
Setiap orang memiliki peran atau kedudukan dalam suatu kelompok atau masyarakat. Di ru
mah, kita berperan sebagai anak, mungkin juga sebagai kakak atau adik. Di sekolah, kita be
rperan sebagai siswa. Setiap peran memiliki tugas atau hal-hal yang harus dikerjakan, dan t
anggung jawab atau kewajiban untuk melaksanakan tugas tersebut dengan baik. Contohny
a, tugas seorang anak adalah belajar, dan tanggung jawabnya adalah belajar dengan sungg
uh-sungguh. Tugas guru adalah mengajar, dan tanggung jawabnya adalah memastikan sisw
a memahami pelajaran. Jika semua orang menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawabn
ya dengan baik, lingkungan akan menjadi teratur dan harmonis. Mengenal Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara satu orang dengan orang lain, atau an
tara satu kelompok dengan kelompok lain. Ini terjadi setiap kali kita berbicara, bermain, bek
erja sama, atau bahkan hanya tersenyum kepada orang lain. Interaksi sosial bisa bersifat p
ositif atau negatif. Interaksi positif adalah saat kita saling membantu, bekerja sama, atau b
ersikap ramah, yang menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan. Contohnya adalah
berbagi mainan dengan teman atau mengucapkan terima kasih. Interaksi negatif adalah saa
t kita bertengkar, mengejek, atau tidak peduli, yang bisa merusak hubungan dan menciptaka
n suasana tidak nyaman.
Dampak dan Cara Menciptakan Interaksi Positif
Interaksi sosial memiliki dampak besar bagi individu dan lingkungan. Interaksi positif dapat
membangun persahabatan, memecahkan masalah bersama, dan menciptakan rasa kebers
amaan. Sebaliknya, interaksi negatif dapat menimbulkan permusuhan, kesalahpahaman, da
n ketidaknyamanan. Untuk menciptakan interaksi sosial yang positif, kita perlu membiasaka
n diri bersikap santun, saling menghargai, mendengarkan orang lain, bekerja sama, dan me
nyelesaikan masalah dengan cara baik-baik. Dengan begitu, baik di rumah, di sekolah, mau
pun di lingkungan sekitar, kita semua bisa hidup berdampingan dengan damai dan bahagia.
M. Refleksi
1. Apa yang saya pelajari tentang pentingnya menjalankan peran dan tanggung jawab s
aya di rumah dan sekolah?
2. Bagaimana saya bisa menerapkan cara berinteraksi positif yang sudah saya pelajari
hari ini dalam kehidupan sehari-hari?
3. Apakah ada hal lain yang ingin saya tahu tentang peran, tugas, tanggung jawab, ata
u interaksi sosial?
Refleksi Pendidik
3. Apakah ada peserta didik yang masih kesulitan dalam berinteraksi atau memahami p
erannya? Bagaimana strategi saya selanjutnya untuk membantu mereka?
Tanggal: _______________________
Tugas: Diskusi Kelompok dan Pembuatan Miniatur/Poster "Kelas Hebatku" atau "Komunitas
Impianku"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 (Ku Skala 3 (Cu Skala 4 (Ba
(Sangat (Sangat
Penilaian rang) kup) ik)
Kurang) Baik)
Semua ang
Anggota cu gota
Anggota
kup sangat
Kerja Anggota ku aktif berpar
Anggota tid aktif, aktif,
Sama rang tisi pasi da
ak bekerja namun belu saling
Kelompok aktif n
sama, ada m menduku
(Kolabora dalam disk saling
yang pasif. semua ng, dan ber
si) usi. membant
berkontri b bagi tugas
u.
usi. secara efe
ktif.
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberika
n tantangan tambahan seperti: o Meneliti dan mempresentasikan salah satu adat isti
adat atau kebiasaan baik dalam berinteraksi sosial di daerah mereka. o Membuat daf
tar "aturan" sederhana untuk menciptakan kelas yang nyaman dan adil. o Menulis su
rat kepada tokoh masyarakat (misalnya, ketua RT/RW) tentang ide mereka untuk me
ningkatkan interaksi di lingkungan sekitar.
Remedial
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melaku
kan: o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep dasar pe
ran, tugas, dan tanggung jawab. o Memberikan lembar kerja tambahan dengan s
kenario interaksi yang lebih sederhana.
P. Glosarium
1. Peran: Kedudukan atau fungsi seseorang dalam suatu kelompok atau masyarakat.
2. Tanggung Jawab: Kewajiban yang harus dilaksanakan seseorang sesuai dengan pe
rannya.
3. Interaksi Sosial: Hubungan timbal balik antara individu atau kelompok dalam masya
rakat.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. UNDP Indonesia. (2020). Panduan Interaksi Sosial untuk Anak-anak. (Contoh, sesua
ikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).
☑ Keimanan dan Ketakwaan: Peserta didik memahami kekayaan alam dan budaya sebagai
anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dilestarikan.
☑ Kewargaan: Peserta didik memiliki rasa bangga terhadap daerah tempat tinggalnya, men
ghargai keanekaragaman budaya, dan berpartisipasi dalam upaya pelestarian.
Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan antara bentang alam deng
an profesi masyarakat, serta mengidentifikasi masalah dan solusi pelestarian keanekaraga
man hayati dan budaya.
☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang ide atau media untuk mempromosikan keuni
kan daerahnya atau upaya pelestarian.
☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mengumpulkan infor
masi, menganalisis data, dan menyajikan temuan tentang daerahnya.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, sud
ah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat? Hebat! Di
Karangsari, kalian bangun tidur di wilayah mana ya? Apakah dekat sawah, gunung,
atau pantai?
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? B
agus sekali! Tahukah kalian, di provinsi kita ini ada banyak sekali rumah ibadah dari
berbagai agama lho, yang menunjukkan keragaman budaya.
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan at
au olahraga ringan? Saat kita berjalan-jalan di sekitar rumah, kita bisa melihat berba
gai bentang alam seperti sungai atau bukit.
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Hari ini kita akan belajar banyak hal menarik tentang tempat ti
nggal kita, mulai dari peta hingga sejarah keluarga!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang s
ehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk menjelajahi peta kota/kabupaten kita d
an memahami profesi masyarakat di dalamnya!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Ba
gaimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat berdiskusi tent
ang keanekaragaman hayati dan kearifan lokal di daerah kita?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat ya
ng cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk belajar dan menghargai seja
rah dan budaya tempat kita tinggal!"
Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya mel
alui peta konvensional/digital; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi mas
yarakat; keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah keluarga dan
masyarakat tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya.
Tujuan Pembelajaran
1. Menemukan letak kota/kabupaten Lumajang dan provinsi Jawa Timur pada peta
konvensional atau digital.
2. Mengidentifikasi ragam bentang alam yang ada di Lumajang dan Jawa Timur (mis
alnya, gunung, pantai, dataran rendah, sungai).
3. Menjelaskan keterkaitan antara bentang alam dengan berbagai profesi masyarak
at (misalnya, pantai dengan nelayan, dataran tinggi dengan petani sayur).
4. Mengidentifikasi contoh keanekaragaman hayati (tumbuhan dan hewan) di daerah
tempat tinggalnya dan pentingnya pelestarian.
5. Mengenali contoh-contoh keragaman budaya dan kearifan lokal (misalnya, tradisi,
lagu daerah, permainan tradisional, makanan khas) di Lumajang dan Jawa Timur.
6. Menceritakan secara sederhana sejarah keluarga atau sejarah masyarakat di ling
kungan tempat tinggalnya (misalnya, dari cerita orang tua atau tokoh masyarakat).
7. Merumuskan ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian keanekaragaman hayati,
keragaman budaya, dan kearifan lokal.
8. Menyajikan informasi tentang keunikan daerah tempat tinggalnya dalam bentuk peta
sederhana, cerita, atau gambar.
G. Model Pembelajaran
• Model: Problem-Based Learning (PBL) / Pembelajaran Berbasis Masalah dengan pe
ndekatan Deep Learning.
• Metode: Observasi Peta, Diskusi Kelompok, Wawancara Sederhana (simulasi), Peta
Pikiran (Mind Map), Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba bayangkan, jika ada teman dari kota lain datang ke Lumaja
ng, apa saja yang akan kalian tunjukkan kepadanya? Apa yang paling menarik dari t
empat tinggal kita?"
• Meaningful Learning: "Mengapa penting bagi kita untuk tahu tentang letak daerah ki
ta di peta? Mengapa kita harus bangga dengan budaya dan sejarah tempat tinggal ki
ta?"
• Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang pembuat film dokumenter, cerita mena
rik apa yang akan kalian buat tentang keunikan Lumajang, Jawa Timur, dan orang-or
angnya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak ber
doa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (sepe
rti di poin C), khususnya yang berkaitan dengan identitas diri dan lingkungan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningful,
Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik identitas daerah, b
entang alam, profesi, budaya, dan sejarah lokal.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)
o Guru bertanya: "Apa yang kalian lihat di sekitar Lumajang di peta ini? Ada w
arna apa saja?" (Mengarah ke bentang alam). o Guru memfasilitasi diskusi t
entang apa itu peta dan bagaimana cara membacanya secara sederhana.
Asesmen Formatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik mengisi lembar kerja individu yang berisi per
tanyaan tentang letak daerah, bentang alam, profesi, keanekaragaman hayati, buday
a, dan sejarah lokal.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Menulis cerita singkat tentang "Sejarah Keluargaku" berdasarkan wawan
cara. o Membuat poster kampanye sederhana tentang upaya pelestarian b
udaya atau lingkungan di Lumajang.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa tempat tinggal mereka, Kabupaten Lumajang di Pr
ovinsi Jawa Timur, adalah bagian dari identitas diri mereka yang kaya akan bentang al
am, keanekaragaman hayati, budaya, dan sejarah yang unik. Mereka akan menyadari b
ahwa setiap elemen ini saling terkait dan membentuk karakteristik masyarakat. Dengan me
mahami serta menghargai kekayaan ini, mereka diharapkan dapat menumbuhkan rasa ban
gga, cinta tanah air, dan tanggung jawab untuk melestarikan warisan alam dan budaya bagi
generasi mendatang.
Kabupaten Lumajang adalah salah satu bagian dari Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Untuk
mengetahui letaknya dengan jelas, kita bisa melihat peta. Peta adalah gambar sebagian ata
u seluruh permukaan bumi yang digambar pada bidang datar. Di peta, kita bisa melihat bata
s-batas wilayah, nama kota, gunung, sungai, dan laut. Dengan peta, kita tahu bahwa Lumaj
ang berada di bagian tenggara Provinsi Jawa Timur, memiliki garis pantai di selatan, dan dik
elilingi oleh pegunungan di beberapa sisinya, termasuk Gunung Semeru.
Bentang Alam, Profesi, dan Keanekaragaman
Bentang alam adalah bentuk permukaan bumi yang bermacam-macam, seperti gunung, da
taran rendah, pantai, atau sungai. Keberadaan bentang alam ini sangat memengaruhi jenis
profesi atau pekerjaan masyarakat di sekitarnya. Misalnya, masyarakat di daerah pantai um
umnya bekerja sebagai nelayan, pengelola pariwisata pantai, atau petani rumput laut. Di dat
aran tinggi atau pegunungan, banyak yang berprofesi sebagai petani sayur atau kopi. Seme
ntara itu, di Lumajang juga terdapat keanekaragaman hayati berupa tumbuhan dan hewan
endemik, seperti berbagai jenis pisang atau hewan liar yang hidup di lereng gunung. Melest
arikan bentang alam dan keanekaragaman hayati adalah tugas kita bersama. Kekayaan Bu
daya, Kearifan Lokal, dan Sejarah
Selain alam, Lumajang dan Jawa Timur juga kaya akan keragaman budaya. Budaya adala
h segala hal yang dihasilkan manusia, seperti bahasa, kesenian (tari, musik), tradisi, makan
an khas, dan pakaian adat. Contohnya, ada tari topeng, ludruk, atau makanan seperti pisan
g agung dan tape. Ada pula kearifan lokal, yaitu kebiasaan baik atau pengetahuan yang di
wariskan turun-temurun untuk menjaga lingkungan dan harmoni masyarakat. Setiap keluarg
a juga memiliki sejarahnya sendiri, yang membentuk siapa diri kita saat ini. Mengenal dan
melestarikan semua kekayaan ini adalah cara kita menghargai warisan nenek moyang dan
membangun masa depan yang lebih baik.
M. Refleksi
1. Apa yang paling membuat saya bangga tentang kota/kabupaten Lumajang atau provi
nsi Jawa Timur setelah belajar hari ini?
2. Bagaimana cara saya bisa ikut melestarikan budaya atau keanekaragaman hayati di
lingkungan saya?
3. Hal baru apa yang ingin saya cari tahu lebih lanjut tentang daerah tempat tinggal say
a?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan rasa ingin tahu dan keterlibatan yang tinggi dala
m mengenal daerahnya sendiri?
3. Coba gambarkan sebuah ikon atau ciri khas dari Lumajang yang kamu ketahui!
Gunung Nelayan
Sawah Pedagang
Mengapa kita harus melestarikan keanekaragaman hayati (tumbuhan dan hewan) di daerah
kita? Tuliskan satu alasanmu!
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ____________
_______________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_____________________________________________________________ ______
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Miniatur/Post
er)
Menunju k
kan rasa b
Tidak menu Menunju k
Rasa angga yan
njuk kan ra kan rasa b
Bangga g mendala
sa bangga Rasa bangga Rasa bangga angga da
& m dan
atau apresi /apr esiasi ku /apr esiasi cu n apresias
Apresias i apresias
asi terhada rang terlihat. kup terlihat. i terhadap
Lokal (Ke i tinggi
p daerahny daerahn y
warg aan) terhadap
a. a.
keunika
n daerahn
ya.
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberika
n tantangan tambahan seperti:
o Meneliti dan mempresentasikan salah satu pahlawan daerah atau tokoh penti
ng dari Lumajang/Jawa Timur. o Membuat vlog sederhana (dengan bantuan or
ang tua) tentang tempat wisata atau kuliner khas di Lumajang. o Merancang pr
ogram sederhana untuk melestarikan salah satu tradisi budaya lokal di sekolah.
Remedial
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakuka
n:
o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep dasar letak
daerah, bentang alam, atau budaya.
o Menggunakan media visual yang lebih konkret atau cerita sederhana untuk m
embantu pemahaman.
P. Glosarium
1. Bentang Alam: Bentuk permukaan bumi yang alami, seperti gunung, pantai, atau su
ngai.
2. Kearifan Lokal: Kebiasaan atau nilai-nilai baik yang diwariskan turuntemurun dalam
suatu masyarakat.
3. Keanekaragaman Hayati: Keberagaman makhluk hidup (tumbuhan dan hewan) di s
uatu wilayah.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Pemerintah Kabupaten Lumajang. (2024). Profil Kabupaten Lumajang. Diakses dari:
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan te
rbaru).
Mengetahui Jakarta, Juli 2025
Kepala SDN Pegadungan 13 Pagi Guru Kelas III (Tiga)
☑ Penalaran Kritis: Peserta didik mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan ser
ta menganalisis fungsi nilai mata uang dalam kehidupan sehari-hari.
☑ Kreativitas: Peserta didik mampu merancang atau membuat daftar prioritas kebutuhan da
n keinginan yang bijak.
☑ Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mendiskusikan studi
kasus tentang pengelolaan keuangan sederhana.
☑ Kewargaan: Peserta didik memahami pentingnya nilai mata uang sebagai alat tukar dala
m masyarakat dan berperilaku bijak dalam transaksi.
☑ Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan hasil diskusinya tentang kebut
uhan, keinginan, dan fungsi uang dengan jelas.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu nih, sud
ah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat dan merap
ikan tempat tidurnya? Hebat! Setelah itu, kalian butuh sarapan apa ya hari ini?
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai keyakinannya? B
agus sekali! Saat kita beribadah, kita menginginkan ketenangan hati, betul?
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit gerakan at
au olahraga ringan? Olahraga itu kebutuhan penting agar tubuh sehat, bukan?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca buku cerita
atau belajar hal baru? Belajar adalah kebutuhan untuk masa depan kita. Nah, jika ka
lian ingin beli buku cerita, pakai apa ya untuk membayarnya? Betul, pakai uang!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan makanan yang s
ehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar. Makanan sehat adalah kebutu
han pokok kita. Kalau jajan permen, itu kebutuhan atau keinginan ya?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan guru. Dal
am masyarakat, kita sering bertukar barang atau jasa. Menurut kalian, apa fungsi ua
ng saat kita membeli sesuatu dari pedagang di kantin?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang? Istirahat ya
ng cukup itu kebutuhan agar badan segar. Jika kalian menginginkan mainan baru,
apakah kalian harus menunda tidur cepat untuk bermain game? Tentu tidak!"
Peserta didik memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai mata uang dan fungsiny
a.
Tujuan Pembelajaran
G. Model Pembelajaran
• Model: Problem-Based Learning (PBL) / Pembelajaran Berbasis Masalah dengan pe
ndekatan Deep Learning.
• Metode: Diskusi Kelompok, Simulasi, Studi Kasus, Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan kalian punya u
ang Rp10.000. Apa hal pertama yang akan kalian beli? Mengapa itu yang kalian pili
h?"
• Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu bedanya antara butuh
dan ingin? Apa yang terjadi kalau kita selalu membeli semua yang kita inginkan tan
pa berpikir?"
• Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan uang sendiri, gambar apa yang akan
kalian letakkan di atasnya? Dan untuk apa kalian akan menggunakan uang itu?"
I. Kegiatan Pembelajaran
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan mengajak ber
doa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (sepe
rti di poin C), terutama yang berkaitan dengan "Makan Sehat dan Bergizi" dan "Gem
ar Belajar", lalu mengaitkannya dengan kebutuhan dan bagaimana cara memenuhiny
a (dengan uang).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful, Meaningful,
Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik kebutuhan, keingin
an, dan uang.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini. Kegiatan Inti (130 menit)
2. Mengenal Nilai dan Fungsi Mata Uang (Presentasi Guru & Diskusi):
o Guru menampilkan gambar uang Rupiah (logam dan kertas) dari berbagai n
ominal.
o Guru menjelaskan fungsi uang sebagai alat tukar yang sah, alat pembayara
n, dan alat menabung.
o Guru menjelaskan nilai nominal setiap pecahan uang dan bagaimana meng
enalinya (angka dan gambar). o Peserta didik diajak untuk mengidentifikasi
nilai uang yang ditunjukkan guru. "Ini uang berapa rupiah? Gambar apa yan
g ada di sini?"
o Guru bertanya: "Mengapa kita membutuhkan uang untuk membeli sesuatu?
Apa jadinya kalau tidak ada uang?"
o Setelah berbelanja, setiap kelompok melaporkan apa yang mereka beli, bera
pa sisa uangnya, dan mengapa mereka memilih barang tersebut (mengaitka
n dengan kebutuhan/keinginan). o Guru memandu diskusi: "Apakah kalian m
embeli kebutuhan dulu? Mengapa penting untuk memprioritaskan kebutuha
n?"
4. Studi Kasus & Perencanaan Keuangan Sederhana (Penalaran Kritis & Kemandir
ian): o Guru memberikan studi kasus singkat kepada setiap kelompok, misalnya: "Ani
mendapat uang saku Rp5.000 per hari. Dia butuh makan siang di sekolah, tapi dia ju
ga ingin membeli stiker lucu.
Bagaimana Ani harus mengelola uangnya?"
o Kelompok berdiskusi untuk mencari solusi yang bijak, memprioritaskan kebut
uhan, dan menjelaskan rencana pengelolaan uang Ani. o Guru berkeliling me
mbimbing, memastikan mereka berpikir kritis tentang keputusan keuangan.
Asesmen Formatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik diminta mengisi lembar kerja individu yang b
erisi pertanyaan tentang definisi kebutuhan/keinginan, fungsi uang, identifikasi nomin
al uang, dan skenario pengambilan keputusan sederhana.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat poster "Aku Anak Pintar Mengelola Uang" yang berisi tips sederhan
a membedakan kebutuhan dan keinginan. o Menulis cerita singkat tentang baga
imana mereka menggunakan uang saku untuk memenuhi kebutuhan dan keingi
nan.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa uang adalah alat penting dalam kehidupan, namun
penggunaannya harus bijak. Mereka akan menyadari bahwa tidak semua yang diinginka
n bisa atau harus dipenuhi, dan bahwa memprioritaskan kebutuhan adalah langkah awal u
ntuk menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab secara finansial. Pemahaman ini
akan membantu mereka mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengelola uang saku
sejak dini, sehingga dapat merencanakan keuangan untuk masa depan yang lebih baik.
Dalam hidup, ada banyak hal yang kita inginkan dan butuhkan. Namun, kebutuhan dan kei
nginan itu berbeda lho! Kebutuhan adalah segala sesuatu yang wajib kita miliki atau penuh
i agar bisa bertahan hidup dengan layak. Contoh kebutuhan adalah makanan, minuman, pa
kaian, rumah, dan pendidikan. Tanpa hal-hal ini, kita akan kesulitan atau bahkan tidak bisa h
idup sehat dan nyaman. Sementara itu, keinginan adalah hal-hal yang tidak wajib dipenuhi,
tapi jika ada, akan membuat hidup kita lebih menyenangkan atau nyaman. Contoh keingina
n adalah mainan baru, es krim setiap hari, atau liburan ke tempat yang jauh. Keinginan bisa
ditunda atau tidak dipenuhi, sedangkan kebutuhan harus selalu diutamakan. Mengenal Uan
g: Nilai dan Fungsinya
Untuk mendapatkan kebutuhan dan keinginan, kita biasanya menggunakan uang. Di Indone
sia, mata uang kita adalah Rupiah (Rp). Uang ada dalam dua bentuk, yaitu uang logam (re
ceh) dan uang kertas (lembaran). Setiap uang memiliki nilai nominal yang berbeda, misaln
ya Rp500, Rp1.000, Rp5.000, Rp10.000, dan seterusnya. Fungsi utama uang adalah sebag
ai alat tukar atau alat pembayaran yang sah. Artinya, kita menggunakan uang untuk memb
eli barang atau jasa dari orang lain. Selain itu, uang juga berfungsi sebagai alat menabung
agar kita bisa membeli sesuatu yang lebih besar di masa depan. Mengelola Uang Secara
Bijak
Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sangat penting dalam mengelola ua
ng. Kita harus selalu mendahulukan pemenuhan kebutuhan terlebih dahulu. Misalnya, jika
kita punya uang saku, pastikan kita membeli makanan dan minuman yang cukup untuk tena
ga belajar. Setelah kebutuhan terpenuhi, barulah kita bisa memikirkan keinginan. Jika uang
kita terbatas, kita perlu memilih mana keinginan yang paling penting atau yang bisa ditunda.
Dengan belajar mengelola uang secara bijak sejak kecil, kita akan menjadi anak yang mandi
ri, tidak boros, dan bisa merencanakan masa depan dengan lebih baik.
M. Refleksi
1. Apa pelajaran terpenting yang saya dapat hari ini tentang cara menggunakan uang s
aku?
2. Bagaimana saya akan memprioritaskan kebutuhan dan keinginan saya mulai sekara
ng?
3. Apakah ada hal yang membuat saya merasa lebih percaya diri setelah belajar materi
ini?
Refleksi Pendidik
3. Apakah ada peserta didik yang masih kesulitan membedakan antara kebutuhan dan
keinginan? Bagaimana strategi saya selanjutnya untuk membantu mereka?
Total: Rp_____________________
Total: Rp_____________________
3. Uang: Rp20.000 + Rp10.000 + Rp2.000
Total: Rp_____________________ C. Ay
o Berpikir Cerdas!
Bayangkan kamu punya uang Rp15.000. Kamu butuh membeli alat tulis seharga Rp7.000 d
an kamu ingin membeli es krim seharga Rp3.000. Apakah uangmu cukup untuk membeli ke
duanya? Berapa sisa uangmu?
___________________________________________________________________ _____
______________________________________________________________ __________
_________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _____
______________________________________________________________ __________
_________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _____
______________________________________________________________ __________
_________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _____
______________________________________________________________ __________
_________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ _____
______________________________________________________________ __________
_________________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________ ______
_
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Miniatur/Post
er)
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat memberika
n tantangan tambahan seperti:
o Membuat daftar belanja "ideal" untuk satu minggu dengan alokasi uang terten
tu, membedakan kebutuhan dan keinginan.
Remedial
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakuka
n:
o Bimbingan individu atau kelompok kecil untuk mengulang konsep dasar perb
edaan kebutuhan dan keinginan.
o Memberikan lembar kerja tambahan dengan gambar-gambar yang lebih konk
ret untuk diidentifikasi sebagai kebutuhan atau keinginan.
o Mengulang simulasi transaksi dengan jumlah uang dan barang yang lebih se
derhana.
P. Glosarium
1. Kebutuhan: Hal-hal pokok yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup dan hidup laya
k.
2. Keinginan: Hal-hal tambahan yang membuat hidup lebih nyaman atau menyenangk
an, namun tidak wajib.
3. Mata Uang: Alat tukar yang sah untuk membeli barang atau jasa (misalnya Rupiah).
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukaan.
3. Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Mengenal Uang untuk Anak-anak. Diakses dari: ww
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).