LAMPIRAN 1`
SATUAN ACARA PENYULUHAN
“DIABETES MELITUS”
Disusun Oleh:
RANI ISTIKOMAH
2014471012
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN KOTABUMI
TAHUN AJARAN 2023
SATUAN ACARA PENYULUHAN
DIABETES MELLITUS
Pokok Bahasa :Diabetes Melitus
Sub Pokok Bahasa :Pencengah dan pentingnya pengetahuan tentang
Diabetes Melitus. Pengertian Diabetes Melitus,
faktor risiko Diabetes Melitus, penyebabab
Diabetes Melitus, tanda dan gejala Diabetes
Melitus, pencegahan Diabetes Melitus, komplikasi
Diabetes Melitus
Sasaran : Tn. K
Waktu : 15 Menit (pukul 10.25 s.d 10.40 WIB)
Tanggal : 17 Maret 2023
Tempat : Rumah kediaman Tn. K
Pelaksanaan : Rani Istikomah
1. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan keluarga dapat
memahami tentang Diabetes Melitus.
2. Tujuan Instruksional Khusuh ( TIK )
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan klien dapat menjelaskan
kembali:
a. Pengertian Diabetes Melitus
b. Penyebab Diabetes Melitus
c. Faktor risiko Diabetes Melitus
d. Tanda dan gejala Diabetes Melitus
e. Komplikasi Diabetes Melitus
f. Pencegahan Diabetes Melitus
3. Materi : (terlampir)
4. Metode : Ceramah dan tanya jawab
5. Media : Leaflet dan SAP
6. Kegiatan Penyuluhan
Pelaksanaan
No Tahapan Waktu
Kegiatan Sasaran
1. Pendahuluan 1. Memberikan 1. Menjawab salam 2 menit
salam 2. Mendengarkan dan
2. Memperkenalkan memperhatikan
diri 3. Memberi respon
3. Kontrak waktu
2. Kegiatan a. Pre Test 1. Menjawab pertanyaan 10
Tanya jawab pre-test.
menit
sebelum menjelaskan 2. Menyimak dan
materi diabetes memperhatikan
melitus
b. Penjelasan:
1. Menjelaskan
pengertian
diabetes melitus
2. Menjelaskan
penyebab
terjadinya
diabetes melitus
3. Menjelaskan
tanda dan gejala
diabetes melitus
4. Menjelasakan
bagaimana
penaganan bila
terjadi diabetes
melitus
3. Penutup Post Test 1. Mengajukan 3 menit
Tanya jawab pertanyaan
1. Menyampaikan 2. Memahami
kesimpulan 3. Membalas salam
2. Kontrak waktu
selanjutnya bila
akan ada
pertemuaan
3. Salam penutup
7. Evaluasi
Diharapkan klien mampu:
a. Menjelaskan pengertian diabetes melitus
b. Menyebutkan tanda dan gejala diabetes melitus
b. Menyebutkan faktor risiko diabetes melitus.
c. Menjelaskan cara pencegahan diabetes melitus
LAMPIRAN MATERI
A. Pengertian
Diabetes mellitus adalah suatu penyakit menahun degeneratif yang
ditandai dengan kenaikan glukosa di dalam darah yang disebabkan oleh
kerusakan pancreas yang tidak dapat menghasilkan cukup insulin sehingga
terjadi gangguan metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak yang dapat
menimbulakan berbagai keluhan dan komplikasi seperti mikrovaskuler,
makrovaskuler, dan neurologis. (Harna et al., 2022)
Diabetes mellitus biasa disebut “ the silent killer” karena penyakit ini
dapat menimbulkan dampak pada semua organ tubuh dan berbagai keluhan.
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam waktu yang lama dapat
menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal
dan saraf. (Suyono et al., 2021)
B. Klasifikasi Diabetes Melitus
1. DM tipe 1
Diabetes mellitus tipe 1 ini terjadi karena kerusakan sel beta pancreas
yang menyebabkan produksi insulin tidak ada sama sekali
2. DM tipe 2
Diabetes delitus tipe 2 ini ditandai dengan resistensi insulin mayor dengan
kekurangan insulin relative hingga kelainan sekretorik mayor dengan
resistensi insulin. Tidak ada kerusakan sel beta . Sebagian besar kasus
penyandang DM ini biasanya gemuk, atau mengalami peningkatan jumlah
lemak abdomen
3. DM gestasional
Diabetes melitus gestasional ini ditandai dengan kenaikan kadar gula darah
saat masa kehamilan, dimana biasanya terjadi pada kehamilan 24 minggu.
4. DM tipe lain
Penyakit pankreas seperti : pancreatitis, Ca Pancreas dll
Penyakit hormonal Seperti : Acromegali yang meningkat GH (growth
hormon) yang merangsang sel-sel beta pankeras yang menyebabkan sel-sel
ini hiperaktif dan rusak
Obat-obatan : Bersifat sitotoksin terhadap sel-sel seperti aloxan dan
streptozerin . Yang mengurangi produksi insulin seperti derifat thiazide,
phenothiazine dll.
C. Etiologi
Peningkatan kejadian kasus diabetes mellitus dipengaruhi oleh
beberapa factor diantaranya sebagai berikut. (Komariah & Rahayu, 2020)
1. Usia > 40 tahun
Hal ini terjadi karena penuaan dapat menurunkan sensitivits insulin
sehingga dapat mempengaruhi kadar gula dalam darah
2. Obesitas atau kegemukan
Obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya DM. Karena
pada orang obesitas terdapat banyak lemak di abdomen sehingga membuat
sel tidak sensitive terhadapa insulin yang dapat meningkatkan kadar gula
dalam darah.
3. Riwayat keturunan diabetes
Dimana orang yang memiliki keluarga dengan riwayat DM berisiko 4 kali
lebih mudah terkena diabetes daripada yang tidak memiliki riwayat DM.
4. Diet tidak seimbang
5. Aktivitas fisik
Orang yang hanya rebahan saja menghasilkan timbunan banyak lemak di
perut, karena tidak ada energi yang harus dibuang .Sehingga pancreas akan
berusaha untuk banyak menghasilkan insulin agar lemak tersebut dapat
menjadi energi. Lama kelamaan pancreas akan resistensi insulin tersebut
sehingga terjadinya kenaikan kadar gula darah.
6. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Peningkatan tekanan darah pada hipertensi berhubungan erat dengan tidak
tepatnya penyimpanan garam dan air, atau meningkatnya tekanan dari
dalam tubuh pada sirkulasi pembuluh darah perifer.
7. Gangguan metabolisme lemak
Keadaan yang ditandai dengan kenaikan kadar lemak darah (Trigliserida
250 mg/dl) terdapat hubungan antara kenaikan plasma insulin dan
rendahnya HDL (>35 mg/dl) sering didapat pada pasien diabetes melitus.
8. Riwayat persalinan
Riwayat abortus berulang, melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari
4 kg atau riwayat pernah menderita DM gestasional dan riwayat lahir
dengan berat badan < 2,5 kg memiliki resiko untuk terkena diabetes
mellitus.
D. Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala penyakit diabetes mellitus ada 3 tanda klasik
seperti beikut.(Soelistijo, 2021)
1. Poliuri (sering buang air kecil)
Buang air kecil lebih sering dari biasanya terutama pada malam hari
(poliuria), hal ini dikarenakan kadar gula darah melebihi ambang
ginjal (>180mg/dl), sehingga gula akan dikeluarkan melalui urine.
Guna menurunkan konsentrasi urine yang dikeluarkan, tubuh akan
menyerap air sebanyak mungkin ke dalam urine sehingga urine dalam
jumlah besar dapat dikeluarkan dan sering buang air kecil. Dalam
keadaan normal, keluaran urine harian sekitar 1,5 liter, tetapi pada
pasien DM yang tidak terkontrol, keluaran urine lima kali lipat dari
jumlah ini.
2. Polidipsi (sering merasa haus )
Pada pasien DM inginnya minum air putih sebanyak mungkin .
Karena dengan adanya ekskresi urine, tubuh akan mengalami
dehidrasi. Untuk mengatasi masalah tersebut maka tubuh akan
menghasilkan rasa haus sehingga penderita selalu ingin minum air
terutama air dingin, manis, segar dan air dalam jumlah banyak.
3. Polifagi (cepat merasa lapar)
Nafsu makan meningkat (polifagi) dan merasa kurang tenaga. Insulin
menjadi bermasalah pada penderita DM sehingga pemasukan gula ke
dalam sel-sel tubuh kurang dan energi yang dibentuk pun menjadi
kurang. Ini adalah penyebab mengapa penderita merasa kurang
tenaga. Selain itu, sel juga menjadi miskin gula sehingga otak juga
berfikir bahwa kurang energi itu karena kurang makan, maka tubuh
kemudian berusaha meningkatkan asupan makanan dengan
menimbulkan alarm rasa lapar.
4. Berat badan menurun
5. Kaki kesemutan
6. Gampang lelah
7. Luka yang tidak kunjung sembuh
8. Gata- gatal pada daerah kelamin
E. Pencegahan
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan perilakuk pola
makan yang seimbang; yaitu prinsip pola makan rendah lemak, rendah
gula, rendah natrium, dan tinggi serat. Kemudian juga perilaku tetap
menjaga aktifitas fisik dan berolahraga secara teratur dengan intensitas
sedang; dianjurkan untuk berolahraga setiap hari. batasi konsumsi
panganan manis, asin, dan berlemak atau GGL (gula, garam dan lemak)
tinggi; bahkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 30 tahun
2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak
serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.
Penjelasannya adalah bahwa konsumsi gula lebih dari 50 g (4 sendok
makan), natrium lebih dari 2000 mg (1 sendok teh) dan lemak/minyak
total lebih dari 67 g (5 sendok makan) per orang per hari akan
meningkatkan risiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan
jantung. Pencegahan merujuk pada rekomendasi dari Kementerian
Kesehatan adalah dengan perilaku PATUH dan CERDIK, yaitu:
P : Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
A : Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
T : Tetap diet sehat dengan gizi seimbang
U : Upayakan beraktivitas fisik dengan aman
H : Hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya
C : Cek kondisi kesehatan secara rutin
E : Enyahkan asap rokok
R : Rajin aktifitas fisik
D : Diet sehat dengan kalori seimbang
I : Istirahat yang cukup
K : Kelola stres
F. Komplikasi
1. Hiperglikemia
2. Hipoglikemia
3. Kerontokan rambut
4. Masalah gigi dan gusi
5. Hipertesi
6. Ganguan jantung
7. Kerusakan saraf
8. Kerusakan ginjal
9. Gangguan mata
10. Gangguan hati
11. Gangguan pada kulit
LAMPIRAN 2
PENGKAJIAN STATUS FUNGSIONAL
(Indeks Kemandirian Katz)
No. Aktivitas Mandiri Tergantung
1. Mandi
Mandiri :
Bantuan hanya pada satu bagian mandi
(seperti punggung atau ekstremitas yang tidak
mampu) atau mandi sendiri sepenuhnya
Tergantung :
Bantuan mandi lebih dari satu bagian tubuh,
bantuan masuk dan keluar dari bak mandi,
serta tidak mandi sendiri
2. Berpakaian
Mandiri :
Mengambil baju dari lemari, memakai
pakaian, melepaskan pakaian, mengancingi /
mengikat pakaian.
Tergantung :
Tidak dapat dapat memakai baju sendiri atau
hanya sebagian.
3. Ke Kamar Kecil
Mandiri :
Masuk dan keluar dari kamar kecil kemudian
membersihkan genetalia sendiri.
Tergantung :
Menerima bantuan untuk masuk ke kamar
kecil dan menggunakan pispot
4. Berpindah
Mandiri :
Berpindah kedan dari tempat tidur untuk
duduk, bangkit dari kursi sendiri
Bergantung :
Bantuan dalam naik atau turun dari tempat
tidur atau kursi, tidak melakukan satu, atau
lebih berpindahan
5. Kontinen
Mandiri :
BAK dan BAB seluruhnya dikontrol
sendiri
Tergantung :
Inkontinensia parsial atau total;
penggunaan kateter, pispot, enema,
dan pembalut (pampers)
6. Makan
Mandiri :
Menganbil makanan dari piring dan
menyuapinya sendiri
Bergantung :
Bantuan dalam hal mengambil
makanan dari piring dan
menyuapinya, tidak makan sama
sekali, dan makan parenteral (NGT)
Keterangan :
Beri tanda () pada point yang sesuai kondisi klien
Analisis Hasil :
Nilai A : Kemandirian dalam hal makan, kontinen (BAK/BAB), berpindah,
ke kamar kecil, mandi dan berpakaian
Nilai B : Kemandirian dalam semua hal kecil satu dari fungsi tersebut
Nilai C : Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi dan satu fungsi tambahan
Nilai D : Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, dan satu
fungsi tambahan
Nilai E : Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi, berpakaian, ke kamar
kecil, dan satu fungsi tambahan
Nilai F : Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi, berpakaian, ke kamar
kecil, berpindah dan satu fungsi tambahan
Nilai G: Ketergantungan pada keenam fungsi tersebut
LAMPIRAN 3
PENGKAJIAN STATUS KOGNITIF
(Short Portable Mental Status Questionaire (SPMSQ))
Nama Pasien : Tn. K
Umur : 92 tahun
Alamat : Di Desa Mulang Maya Kotabumi Selatan
Benar Salah No Pertanyaan
01 Tanggal berapa hari ini?
02 Hari apa sekarang?
03 Apa nama tempat ini?
04 Dimana alamat anda?
05 Berapa umur anda?
06 Kapan anda lahir? (minimal tahun)
07 Siapa Presiden Indonesia sekarang?
08 Siapa Presiden Indonesia sebelumnya?
09 Siapa nama ibu anda?
10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 dari setiap
angka baru, semua secara menurun
09 01 Total nilai
Keterangan :
Benar : nilai 0
Salah : nilai 1
Interpretasi :
Salah 0-3 : fungsi intelektual utuh
Salah 4-5 : fungsi intelektual kerusakan ringa
Salah 6-8 : fungsoi intelektual kerusakan sedang
Salah 9-10 : fungsi intelektual kerusakan berat
LAMPIRAN 4
PENGKAJIAN APGAR KELUARGA
Nama Klien : Tn. K Hari/Tanggal : 16 Maret 2023
Jenis Kelamin : Laki – laki Umur : 92 tahun
Agama : Islam Suku : Jawa
Alamat : Desa Mulang Maya Pewawancara : Rani
No Item Penilaian Selalu (2) Kadang – Tidak pernah
kadang (1) (0)
1. Saya puas dapat kembali
bersama keluarga (teman-teman)
karena mereka selalu membantu
saat saya sedang kesusahan
2. Saya puas dengan cara keluarga
(teman-teman) dalam
mebicarakan sessuatu untuk
membantu memecahkan masalah
saya
3. Saya puas ketika keluarga
(teman-teman) menerima dan
mendukung keinginan saya
dalam beraktivitas
4. Saya puas dengan cara kelurga
(teman-teman) dalam merespons
emosi-emosi saya seperti marah,
sedih, dan mencintai
5. Saya puas dengan cara keluarga
(teman-teman) dalam
menyediakan waktu bersama
untuk mengekspresikan perasaan
tersebut
Jumlah 6
Skor Nilai :
0-3 : Disfungsi keluarga tinggi
4-6 : Disfungsi keluarga sedang
7-10 : Disfungsi keluarga rendah