CODE BLUE SYSTEM
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1/4
Tanggal terbit Ditetapkan Oleh,
Direktur
Standar
Prosedur
Operasional
([Link] Putu Eka Suwutri, [Link].,Sp.A)
NIK: 202201012808
PENGERTIAN Code Blue System merupakan strategi pencegahan kejadian henti jantung, aktivasi
sistem emergency dan resusitasi kegawatan dan kejadian henti jantung di rumah
sakit, yang melibatkan seluruh komponen sumber daya manusia (medis dan non
medis), sarana (peralatan dan obat-obatan), sistem (SOP) serta mekanisme kontrol
dan evaluasi. Sistem ini termasuk aktivasi sistem kegawatdaruratan di rumah sakit
dengan 1 nomor telepon aktivasi code blue ( no telepon ....) yang langsung terhubung
dengan tim medis dengan kemampuan bantuan hidup lanjut.
TUJUAN 1. Mengenali kegawatan dan mencegah kejadian henti jantung di rumah sakit
2. Menjamin resusitasi yang optimal pada pasien dengan kegawatan
3. Menjamin tindakan bantuan hidup dasar dan lanjut dilakukan secara cepat dan
efektif pada korban henti jantung
4. Perawatan paska henti jantung yang optimal.
KEBIJAKAN 1. SK Direktur No. .......................tentang Kebijakan Pelayanan Resusitasi
2.
PROSEDUR A. Tim Code Blue:
Semua komponen rumah sakit terlibat dalam proses resusitasi untuk dapat
melakukan tindakan bantuan hidup dasar dan hidup lanjut, terdiri dari:
1. Petugas Non medis terlatih: merupakan petugas non medis dengan
keterampilan bantuan hidup dasar dan aktivasi sistem code blue
2. Tim Primer: merupakan petugas medis dengan kemampuan bantuan hidup
dasar dan lanjut (merupakan personel/tim medis yang pertama kali
menjumpai melakukan resusitasi pada korban kritis/henti napas atau henti
jantung)
3. Tim sekunder: merupakan petugas medis dengan komponen dokter dan
perawat dengan kemampuan bantuan hidup dasar dan lanjut dan didukung
dengan peralatan yang lebih lengkap (termasuk peralatan jalan napas
definitif), obat-obatan emergency termasuk penggunaan defibrillator.
b. Pembagian area tim Primer
Area I : lokasi tim di ……..
Area yang di cover adalah…………..
Area II: lokasi tim di……….
Area yang di cover adalah…………
Area III:
Area yang di cover adalah…………
c. Tim Sekunder : bertanggung jawab memberikan Bantuan Hidup Lanjut (BHL),
lokasi tim di …………………
Alur Code Blue :
A. Petugas non medis terlatih
Petugas non medis terlatih yang menemukan korban dengan henti jantung segera
memberikan pertolongan Bantuan Hidup Dasar dan memanggil bantuan tim code
blue (telepon ....).
CODE BLUE SYSTEM
No. Dokumen No. Revisi Halaman
2/4
1. Pasien henti napas atau henti jantung (terutama kasus-kasus di mana
angka harapan keberhasilan tindakan resusitasi jantung paru tinggi
KRITERIA (reversible)
AKTIVASI TIM 2. Pasien kritis atau potensial kritis (obstruksi jalan napas, jika RR > 36
SEKUNDER kali atau < 5 kali/menit, jika Nadi > 140 kali/menit atau < 40
kali/menit, Jika tekanan darah sistole > 220 mmHg atau < 80 mmHg,
Penurunan kesadaran dan Kejang.
1. Untuk pasien henti jantung. Petugas pertama kali yang menemukan
(medis/non medis) harus segera memberikan pertolongan bantuan
hidup dasar sesuai dengan SPO. Respon time untuk tim sekunder yang
RESPON membawa peralatan lengkap termasuk defibrillator adalah segera
dengan maksimal 5 menit terhitung sejak adanya panggilan code blue
WAKTU
sekunder.
2. Untuk pasien dengan kegawatan medis. Respon tim untuk tim
sekunder adalah segera dengan maksimal 5 menit sejak adanya
panggilan code blue sekunder.
PROSEDUR B. Tim Code Blue Primer
1. Persiapan
1.1 Setiap ruangan yang telah ditentukan, membentuk satu tim code
blue primer yang terdiri dari perawat yang telah bersertifikasi
PPGD/BTCLS dengan atau tanpa dokter.
1.2 Satu tim code blue primer beranggota 3 orang dengan peran
sebagai berikut:
1.1.1 Pemimpin dan pengatur jalan nafas+pemberi nafas
(ventilator)
1.1.2 Petugas pijat jantung luar (kompresor)
1.1.3 Petugas sirkulator.
1.3 Setiap hari Koordinator membagi jadwal tugas tim code blue
primer dan menuliskan di papan code blue.
2. Langkah- langkah:
2.1 Pada awal tugas jaga, tim code blue primer melakukan skrining
terhadap pasien yang beresiko mengalami kegawatan henti jantung
paru.
2.2 Jika ada korban kegawatdaruratan medis, henti jantung/henti nafas,
tim primer segera menghubungi tim code blue sekunder dengan
menekan nomor telpon : .... Sebutkan lokasi kejadian, kasus anak
atau dewasa. Tindakan bantuan hidup dasar terus dilakukan sampai
tim code blue sekunder datang di tempat pertolongan.
C. Tim Code Blue Sekunder
1. Persiapan
1.1. Satu tim code blue sekunder beranggotakan : 1 dokter dan 2
perawat atau 3 perawat dengan peran sebagai berikut:
1.1.1. Satu dokter/perawat sebagai ventilator sekaligus pemimpin
1.1.2. Satu perawat tugas sebagai defibrilator dan kompresor
1.1.3. Satu perawat tugas sebagai sirkulator, obat, akses vena
1.1.4. Peran bisa bergantian
1.2. Setiap hari Koordinator membagi jadwal tugas tim code blue
sekunder dan menuliskan pada papan code blue sekunder di ruang
Rawat Inap.
1.3. Nomor telepon khusus code blue sekunder (......) ada di
…………….
1.4. Ransel emergency code blue berada…
CODE BLUE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
3/4
PROSEDUR Langkah-langkah aktivasi code blue pasien henti jantung dan henti
napas:
1. Petugas non medis yang menemukan korban (pasien, keluarga,
pengunjung atau petugas) dengan henti jantung segera
memberikan pertolongan Bantuan Hidup Dasar sambil berteriak
minta tolong orang lain untuk membantu memberikan pertolongan
bantuan hidup dasar dan mengaktivasi sistem code blue (telepon
code blue sistem (...) /atau langsung menuju ke petugas medis
terdekat). Telepon secara jelas menyebutkan lokasi kejadian,
jumlah korban, kasus anak atau dewasa.
a) Telepon dari petugas awam (...) akan diterima oleh tim
sekunder dan secara simultan sambil menyiapkan peralatan
resusitasi, tim sekunder akan mengaktifkan (via telepon)
perawat terdekat (tim primer) dengan lokasi korban untuk
membantu bantuan hidup dasar
Gambar: Poster aktivasi code blue untuk pasien /korban henti jantung.
b) Jika penolong awam langsung meminta bantuan tim primer
(tidak via telepon) Tim code blue primer secara simultan
datang memberikan bantuan hidup dasar dan mengaktifkan
tim sekunder (via telepon code blue sistem 999)
2. Resusitasi jantung paru harus dilakukan dengan kualitas tinggi,
perbandingan kompresi dan ventilasi 30 dibanding 2, dengan
perhatian pada kompresi yang dalam (minimal 5 cm), kompresi
yang cepat (minimal 100 kali/menit), dan menghindari interupsi
selama siklus kompresi dan ventilasi. Untuk mencegah kelelahan
penolong setiap 2 menit atau 5 siklus petugas yang melakukan
kompresi harus berganti. Masing-masing penolong bekerja secara
tim dengan 1 orang sebagai pemimpin atau leader . Bantuan hidup
dasar dengan kualitas tinggi dilakukan terus sambil menunggu tim
sekunder datang. (Respon maksimal tim sekunder adalah 5 menit
untuk seluruh area rumah sakit)
3. Tim Sekunder datang dengan personel dokter dan perawat terlatih
BLS/ALS dengan membawa peralatan resusitasi termasuk
defibrillator. Tim sekunder bekerja simultan bersama tim primer
melakukan bantuan hidup lanjut termasuk pemberian obat-obatan
dan penggunaan defibrillator apabila diindikasikan.
4. Jika resusitasi jantung paru berhasil, ditandai dengan kembalinya
fungsi sirkulasi dan pernapasan korban, maka korban akan di
transport menuju ke ruang dengan peralatan monitoring
(HCU/High care unit) untuk selanjutnya dilakukan
penatalaksanaan yang sesuai untuk pasien dengan paska henti
jantung termasuk kemungkinan rujukan ke rumah sakit lain untuk
perawatan ICU.
5. Tim code blue mendokumentasikan semua kejadian dan tindakan
yang dilakukan
6. Leader tim code blue sekunder mengevaluasi tindakan yang
dilakukan. Bila pasien berhasil diselamatkan, kemudian
menentukan tindakan selanjutnya apakah perlu alih rawat di
perawatan di intensif. Bila tidak berhasil, leader akan memutuskan
untuk menghentikan tindakan , menyatakan kematian dan
memberikan penjelasan kepada keluarga.
7. Tim code blue membuat laporan resusitasi di rekam medis
Langkah-langkah aktivasi pasien/korban dengan kegawatan medis.
1. Pasien di IGD, Bangsal perawatan, poliklinik dan ruang tindakan,
harus dipantau secara kontinyu sesuai dengan kondisi masing-
masing pasien. Monitoring harus dicatat dan jika pasien
menunjukkan perubahan atau penurunan kondisi maka kondisi
pasien harus dilaporkan kepada dokter penanggung jawab pasien
dan dilakukan terapi untuk sementara dan monitoring yang lebih
ketat.
2. Jika pasien menunjukkan tanda-tanda kegawatan Pasien kritis atau
potensial kritis (obstruksi jalan napas, jika RR > 36 kali atau < 5
kali/menit, jika Nadi > 140 kali/menit atau < 40 kali/menit, Jika
tekanan darah sistole > 220 mmHg atau < 80 mmHg, Penurunan
kesadaran dan Kejang, maka petugas medis akan menelepon code
blue sistem 999 untuk memanggil tim sekunder.
3. Tim sekunder akan memberikan arahan penatalaksanaan pasien,
sambil menunggu tim sekunder datang, bebaskan jalan napas
pasien, berikan oksigenasi dan ventilasi yang optimal dan pasang
jalur intravena.
Gambar: Poster aktivasi code blue untuk kegawatan medis.
4. Tim sekunder datang (respon maksimal 10 menit) dengan
membawa peralatan emergency (obat-obatan dan defibrillator),
melakukan assessmen awal pada pasien dan melakukan resusitasi
apabila diperlukan
5. Jika kondisi pasien sudah membaik dan layak transport maka
pasien akan dipindahkan ke ruang HCU untuk dilakukan
monitoring yang lebih ketat termasuk kemungkinan proses
merujuk ke rumah sakit yang lebih sesuai.
6. Tim sekunder Melaporkan kondisi pasien kepada dokter
penanggung jawab pasien.
8. Tim code blue mendokumentasikan semua kejadian dan tindakan
yang dilakukan dan mencatat di rekam medis
9. Tim code blue memberikan penjelasan kepada keluarga mengenai
kondisi pasien dan tindakan yang akan dilakukan.
UNIT Instalasi Rawat Inap, Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat,
TERKAIT Instalasi Kamar Operasi
CODE BLUE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
4/4
Disusun oleh Diperiksa Oleh
Instalasi Gawat Darurat Wakil Direktur Pelayanan dan
Pendidikan
Standar Tanggal terbit
Prosedur
Operasional
(SPO)
PROSEDUR Lampiran Algoritme Code Blue
Ditemukan korban dengan kegawatdaruratan medis,
Lokasi henti jantung dan atau napas
Kejadian
Petugas pertama yang menemukan korban
(medis/non medis) melakukan RJP
Memanggil bantuan orang lain dan Mengaktifkan
code blue (telpon 999)
Tim sekunder menerima telepon dan
menginstruksikan tim primer terdekat ke korban
Tim code blue primer datang
Leader tim oleh tim primer
Code Blue Lanjutkan RJP, Bebaskan jalan napas, berikan
Primer ventilasi dan oksigenasi dengan bag valve mask,
Pasang akses intravena.
Code blue sekunder datang
Code Blue Leader tim oleh tim sekunder
Sekunder Lanjutkan RJP, pasang monitor, lakukan
defibrilasi jika diindikasikan, pasang alat bantu
napas lanjut dan berikan obat-obatan emergency
sesuai indikasi
Dokumentasikan semua kejadian dan tindakan
Evaluasi keberhasilan resusitasi
Pasien selamat : monitor dan perawatan definitif/
perawatan intensif
Pasien tidak selamat : tentukan kematian