Pengaruh Dukungan Sosial pada Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Rantau
Pengaruh Dukungan Sosial pada Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Rantau
Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 47
1. PENDAHULUAN lebih merasakan mendapatkan dukungan
Mahasiswa rantau dapat diartikan sebagai sosial dari lingkungannya dibandingkan
individu yang secara eksistensi dirinya dengan kota tempat berkuliah saat ini
menetap di suatu lokasi namun berbeda dari (Walker & Raval, 2017). Mereka merasa
tempat di mana ia lahir guna menempuh terisolasi dari orang-orang dan sumber daya
suatu tujuan pendidikan, yang melibatkan di tempat barunya karena kesulitan untuk
bangku perguruan tinggi serta bersiap untuk mendapatkan akses (Cicognani et al., 2011).
mendapatkan gelar sarjana, master, atau Pada beberapa kasus, mahasiswa terlibat
sertifikasi profesional (Lingga & Josetta, dengan perilaku negatif seperti
2012). Merantau sendiri merupakan proses mengkonsumsi alkohol dan gejala depresi
meninggalkan daerah asal untuk jangka dibandingkan mahasiswa yang belajar di
waktu tertentu dengan tujuan mencari kota asal mereka (Kyung, 1996).
pekerjaan atau memperoleh ilmu di tempat Menghadapi situasi seperti itu, dukungan
lain, tanpa ada niat untuk tetap tinggal di sana sosial dapat memainkan peran penting dalam
(Solihin, 2013). Menurut Santrock mengurangi rasa rindu kampung halaman
(Parascantika, 2020) pengalaman menjadi dan mengurangi dampak negatif bagi
mahasiswa merantau merupakan bagian dari mahasiswa yang datang dari luar kota asal
proses peningkatan kualitas pendidikan serta mereka (Istanto & Engry, 2019). Secara
merupakan langkah untuk membuktikan keseluruhan, kuliah di luar kota asal dapat
kedewasaan dan tanggung jawab diri yang menjadi pengalaman transformatif dengan
mandiri. Namun, mahasiswa akan menemui aspek positif dan negatif, dan tingkat
beberapa kendala dalam proses ini, ketika dukungan serta rasa kebersamaan dapat
seseorang memutuskan untuk merantau akan sangat mempengaruhi kesejahteraan mereka.
menemui beberapa permasalahan pada tahun Wawancara singkat pra-penelitian telah
pertama studi di luar kota. Masa studi tahun dilakukan dengan beberapa mahasiswa
pertama merupakan masa tersulit bagi rantau di beberapa perguruan tinggi.
mahasiswa baru (Nugraheni et al., 2020). Berdasarkan hasil wawancara awal,
Mahasiswa baru biasanya mengalami masa responden memiliki permasalahan yang
transisi yang melibatkan perubahan dalam mengacu pada lingkungan tempat tinggal
kehidupan mereka. Mahasiswa yang kuliah baru, orang baru, dan tata letak geografis
di luar kota asalnya mungkin mengalami pada daerah tempat tinggal baru. Perbedaan
berbagai emosi dan tantangan. Beberapa gaya bicara seperti bahasa dan intonasi suara
penelitian menujukan bahwa mahasiswa yang digunakan dalam komunikasi menjadi
Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 49
otonomi, lalu mengenai relasi yang sifatnya Sarafino (Mulyadi et al., 2020) memaparkan
positif dengan melibatkan orang lain, bahwa dukungan sosial tidak hanya mengacu
kemudian mengenai penguasaan terkait pada perilaku yang dilakukan oleh seseorang,
lingkungannya, hingga yang arahnya tetapi juga dapat mengacu pada persepsi
pertumbuhan pribadi, lalu berlanjut ke skema yang dimiliki seseorang, seseorang akan
tujuan dalam hidup, serta penerimaan akan merasakan kenyamanan, perhatian, dan
dirinya sendiri. (Yuliani & Negeri, 2018) bantuan yang selalu tersedia pada saat
mengagas bagaimana konsep psychological dibutuhkan. Ada lima bentuk dukungan
well-being berkaitan erat dengan pencapaian sosial yang digagas oleh Sarafino dan Smith
potensi dan perkembangan seseorang dalam (2002), yaitu dukungan emosional, dukungan
meraih kemandirian dan dapat hidup harga diri, dukungan instrumental, dukungan
sejahtera. Oleh itu, secara konseptual informasi, dan dukungan jaringan. Hal ini
psychological well-being termasuk bagian dapat diartikan bahwa dukungan sosial yang
yang dapat memperhatikan pada bidang diperoleh individu diharapkan dapat
pribadi dan sosial individu. membantu individu tersebut agar memiliki
motivasi yang tinggi dalam keberhasilan
Terdapat sejumlah faktor yang dapat
akademisnya. Hal ini didukung pernyataan
memberikan pengaruh dalam psychological
yang diungkapkan oleh teori Huppert
well-being seseorang. (1) Psikososial
(2009), yang menyatakan bahwa dukungan
mencakup pribadi individu dalam keseharian
sosial merupakan salah satu pendorong yang
hidupnya. (2) Sosio demografis mencakup
memberikan pengaruh terhadap
karakteristik seseorang, misalnya jenis
psychological well-being. Selain faktor
kelamin, usia, dan sebagainya. (3) Faktor
dukungan sosial ini sendiri terdapat dua
ketahanan atau pemulihan, yang
faktor lainnya yaitu faktor internal atau
menunjukkan seberapa kuat individu dalam
faktor yang dapat muncul dari dalam diri
menghadapi tekanan lingkungan. (4) Faktor
seseorang seperti munculnya minat
dukungan sosial, yang melibatkan persepsi
seseorang dalam pencarian dukungan sosial
individu tentang ketersediaan bantuan dari
bagi dirinya sendiri, dan yang kedua
orang lain saat butuh. Dan (5) Koping yakni
merupakan faktor eksternal di mana hal ini
teknik mencakup perubahan dalam
memerlukan bantuan dari orang lain
menjadikan pengetahuan dalam mengatasi
(Sarafino dan Smith, 2014). Mahasiswa yang
tekanan luar (Ryff & Singer, 2008).
mempunyai dukungan sosial yang baik lebih
Dampak dari adanya dukungan sosial yang
banyak mempunyai psychological well-
mengarah ke psychological well-being
being yang lebih tinggi. Temuan ini sejalur
Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 51
antara dukungan sosial dan penyesuaian diri dan sampel yang terlibat pada studi ini yakni:
terhadap psychological well-being pada (1) Mahasiswa tahun pertama/mahasiswa
mahasiswa rantau. baru (2) Mahasiswa rantau yang tidak berasal
dari kota yang sama dengan lokasi kampus
2. METODOLOGI PENELITIAN (3) Tinggal di kost/kontrakan/asrama (4)
Tidak berasal dari sekolah yang berlokasi
Penelitian ini menggunakan pendekatan
sama dengan lokasi kampus sekarang.
kuantitatif dan korelasional sehingga data
Sebelum dilaksanakan pengumpulan data,
berupa hasil dari uji hipotesis dan asumsi.
penelitian ini terlebih dahulu melakukan try
Hasil data terlebih dahulu dianalisis melalui
out guna mengetahui kelayakan alat ukur
aplikasi SPSS 25 for Windows. Penelitian ini
yang akan digunakan dalam pengumpulan
terdapat tiga variabel yakni dua independen
data yang meliputi uji validitas isi dan
yaitu dukungan sosial dan penyesuaian diri
mengukur kemampuan item untuk
dan satu variabel dependen yaitu
membedakan serta reliabilitas dari skala
psychological well-being. Teknik sampling
yang akan digunakan. Uji validitas ini
yang digunakan adalah nonprobolity
melibatkan evaluasi dari ahli atau expert
sampling dengan jenis teknik purposive
judgment. Kemampuan membedakan item
sampling digunakan untuk pengambilan data
diukur dengan menganalisis koefisien
dengan pertimbangan tertentu. Metode yang
korelasi antar item. Jika nilai tersebut
digunakan untuk mengambil data untuk
melebihi atau setara dengan 0,30, maka item
kepentingan riset ini yakni dengan
tersebut dianggap memiliki validitas.
melakukan sebaran skala yang dilakukan
Selain itu, reliabilitas dihitung menggunakan
dengan bantuan media Google Form.
nilai Cronbach alpha, di mana nilai di atas
Partisipan dalam penelitian ini mengarah
0,60 menandakan bahwa instrumen tersebut
kepada mahasiswa aktif angkatan 2023 dan
dapat diandalkan.
merupakan mahasiswa rantau. Jumlah
Pengukuran psychological well-being, yang
sample yang digunakan yaitu berjumlah 373
dikenal sebagai Ryff’s Scale of Psychological
responden dengan mayoritas partisipan
Well-Being (RSPWB) yang dikembangkan
adalah perempuan 278 orang, sedangkan
oleh Ryff pada tahun 1989, telah menjadi alat
jumlah partisipan laki-laki adalah 95 orang
penelitian yang sering dipergunakan dalam
yang mengacu pendapat Malhotra et al.,
berbagai studi. Skala ini telah digunakan
(2006) bahwa batas minimum untuk jumlah
dalam penelitian lain dengan reliabilitas
sampel yaitu empat atau lima kali dari jumlah
0,885 (Bekti Susilo et al., 2022) dan
item pertanyaan. Adapun kriteria populasi
reliabitilas 0,890 yang dilakukan oleh
Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 53
dan reliablitas yang baik sehingga alat ukur pertama terkait otonomi, lalu mengenai
tersebut layak untuk digunakan. Namun pada hubungan melibatkan pihak luar, kemudian
saat pengumpulan data yang dilakukan mengenai penguasaan terkait lingkungannya,
terdapat beberapa perolehan data yang tidak hingga yang arahnya pertumbuhan pribadi,
dapat di distribusikan hasilnya, karena lalu berlanjut ke skema tujuan dalam hidup,
ketidak kesesuaian karakteristik responden serta penerimaan akan dirinya sendiri.
dengan karakteristik yag telah ditentukan Dukungan sosial bagi mahasiswa memiliki
dalam penelitian ini, yaitu berjumlah 35 peran penting dalam membantu mereka
responden dari 408 yang tidak dapat di menghadapi tantangan, meningkatkan
distribusikan hasil datanya, sehingga data penyesuaian diri, dan memberikan dukungan
yang dapat diolah dan di distribusikan hanya ketika mereka mengalami masalah (Cohen et
berjumlah 373 responden. al., 2004) menjelaskan bahwa yang
Dari uji hipotesis yang peneliti lakukan dimaksud dukungan sosial yakni
membuktikan bahwa adanya dukungan dan memberikan bantuan untuk meminimalkan
penyesuaian memiliki pengaruh positif pada kecemasan, lalu peningkatan harga diri,
psychological well-being seseorang. Situasi berlanjut ke mekanisme pencegahan atas
ini dinyatakan dengan makin besar dukungan gangguan yang sifatnya psikologis, sekaligus
dan penyesuaian diri, semakin tinggi menekan tingkat stres. Oleh karena itu,
psychological well-being. Berdasarkan nilai dukungan sosial merupakan sumber daya
koefisien determinasi (R-square) sebesar yang hakiki untuk meningkatkan
0,692 dan tingkat signifikansi p<0,05 dengan psychological well-being mahasiswa, serta
kesimpulan pada dukung sosial dan memastikan bahwa mereka aktif, ingin
penyesuaian diri yang berpengaruh positif berkembang, dan memiliki empati terhadap
terhadap psychological well-being orang lain. Ini memungkinkan mereka untuk
mahasiswa rantau. Temuan ini sejalan bekerja sama, bersikap sopan dan ramah,
dengan hipotesis penelitian ini. Penemuan ini mengikuti norma sosial, penyesuaian dengan
juga sejalan dengan pandangan Ryff lingkungan, dan memiliki keyakinan diri
(Ramadhani et al., 2016), yang menegaskan yang positif. Begitu pula dengan
bahwa dukungan sosail dan penyesuaian diri penyesuaian diri, individu yang aktif, mau
adalah prediktor psychological well-being berkembang dalam masyarakat, suka bekerja
mahasiswa. sama dan membantu, santun, mengikuti
Psychological well-being merujuk pada aturan, dan mempunyai kemampuan
pengalaman dan fungsi psikologis yang penyesuaian diri secara tepat dan berhasil
optimal, meliputi enam dimensi, yakni terhadap orang-orang yang berbeda dalam
300
Deskriptif Penelitian
250
200
150
100
50
0
PWB DS PD
rendah 54 147 14
sedang 265 209 212
tinggi 54 17 147
Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 55
persahabatan kepada mahasiswa (Sarafino, antara penyesuaian diri dan psychological
2010). Salah satu faktor yang dapat well-being pada santri. Mahasiswa perlu
memberikan dampak pada psychological menumbuhkan rasa percaya diri untuk
well-being yakni dukungan sosial, yang menyesuaikan diri terhadap lingkungan,
bertindak sebagai penyangga antara individu serta menjadikan psychological well-being
dengan masalah-masalah yang mendesak sebagai suatu kebiasaan memang
(stressor) (Cohen & Wills, 1985). Oleh memerlukan penyesuaian diri untuk
karena itu, hal ini dapat ditafsirkan mengalihkan ke perilaku yang positif.
dukungan sosial dapat mengurangi pemicu Penyesuaian diri penting untuk keberhasilan
stres dalam kehidupan mahasiswa rantau dan akademis, psychological well-being, dan
dengan demikian dapat meningkatkan sosial. Konsep diri, komunikasi
psychological well-being mereka. interpersonal, dan penyesuaian diri
Penyesuaian diri adalah proses yang dipengaruhi oleh culture shock yang dialami
melibatkan respons mental dan perilaku mahasiswa rantau sehingga adaptasi dan
individu untuk mengatasi ketegangan, adopsi kebiasaan baru dalam pengaturan
kebutuhan, frustrasi, dan konflik (Dayyana, sosial dan budaya yang beragam menjadi hal
2021). Siswa dengan penyesuaian diri yang yang penting (Ulfa et al., 2022). Peran
tinggi ditandai dengan kemampuannya dukungan sosial sebaya secara signifikan
menjaga hubungan sosial yang baik dengan mempengaruhi penyesuaian diri,
orang lain dan lingkungan. Hal ini misalnya menunjukkan bahwa jaringan sosial dalam
meliputi sikap positif, kemampuan bekerja lingkungan pendidikan dapat mengurangi
sama dan membantu orang lain, keterampilan tantangan yang ditimbulkan oleh transisi
dalam berkomunikasi secara terbuka budaya (Susanti et al., 2019).
mengenai permasalahan yang dihadapi, Variabel di atas terbukti berdampak positif
kemampuan dalam menghadapi dan terhadap psychological well-being. Dengan
menyelesaikan masalah, kemampuan dalam demikian, agar mahasiswa rantau dapat
menangani tekanan di lingkungan baru, dan mencapai psychological well-being yang
hubungan yang positif dengan individu lain tinggi, mereka perlu memiliki kesediaan
adalah faktor-faktor yang signifikan dalam untuk membuka diri dalam menerima
penyesuaian diri yang berkontribusi terhadap dukungan sosial dan menempatkan diri
psychological well-being. Temuan ini sesuai dengan lingkungan baru. Oleh karena itu,
penelitian (Noviasari & Dariyo, 2016), yang saran dari peneliti yang dapat dipraktikkan
menyimpulkan ada hubungan yang kuat oleh mahasiswa rantau antara lain
Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 57
REFERENSI D. L., Prilleltensky, I., & Riemer, M.
(2006). Power and action in critical
Alnadi, A., & Sari, C. A. K. (2021). theory across disciplines: Implications
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL for critical community psychology.
TERHADAP PENYESUAIAN DIRI American Journal of Community
PADA MAHASISWA SUMATERA DI Psychology, 38(1–2), 35–49.
UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH. [Link]
Proyeksi, 16(2), 153. 9061-4
[Link]
Dayyana, N. R. (2021). PENGARUH
165
PENYESUAIAN DIRI TERHADAP
PSYCHOLOGICALWELL-BEING
Azwar, S. (2018). Metode penelitian
SANTRI DI PONDOK PESANTREN
psikologi edisi II. Yogyakarta : SABILURROSYAD GASEK MALANG
Pustaka pelajar SKRIPSI Oleh. [Link]
[Link]/id/eprint/25883
Bekti Susilo, Mistianah, M. Aris Tria, Anjar
Ardian, & Ulla Rohdiatin Artiani. Fatmawati, M. T. RESILIENCE AND
(2022). PROSIDING SEMINAR PSYCHOLOGICAL WELL-BEING
NASIONAL IKIP BUDI UTOMO AMONG MEDICAL DOCTORS
[Link] DURING COVID-19
[Link]/prosiding. PROSIDING PANDEMIC. Temu Ilmiah
SEMINAR NASIONAL IKIP BUDI Nasional, 2807, 54. (2020).
UTOMO, 3 No 01.
[Link] García-Alandete, J. (2015). Does Meaning in
1 Life Predict Psychological Well-Being?:
An Analysis Using the Spanish Versions
Cicognani, E., Menezes, I., & Nata, G. of the Purpose-In-Life Test and the
(2011). University Students’ Sense of Ryff’s Scales. The European Journal of
Belonging to the Home Town: The Role Counselling Psychology, 3(2), 89–98.
of Residential Mobility. Social [Link]
Indicators Research, 104(1), 33–45.
[Link] Hasanuddin, & Khairuddin. (2021).
9716-2 ANALITIKA Jurnal Magister Psikologi
UMA Dukungan Sosial, Penyesuaian
Cohen, A. N., Hammen, C., Henry, R. M., & Diri dan Kesejahteraan Psikologis pada
Daley, S. E. (2004). Effects of stress and Siswa SMA Negeri 2 Binjai Sosial
social support on recurrence in bipolar Support, Adjustment and Psychological
disorder. Journal of Affective Disorders, Well-Being in SMA Negeri 2 Binjai
82(1), 143–147. Students. Jurnal Magister Psikologi
[Link] UMA, 13(2), 2502–4590.
8 [Link]
.5906
Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress,
social support, and the buffering Huppert, F. A. (2009). Psychological Well‐
hypothesis. Psychological Bulletin, being: Evidence Regarding its Causes
98(2), 310–357. and Consequences†. Applied
[Link] Psychology: Health and Well-Being,
2909.98.2.310 1(2), 137–164.
[Link]
Davidson, H., Evans, S., Ganote, C., 0854.2009.01008.x
Henrickson, J., Jacobs-Priebe, L., Jones,
Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 58
Istanto, T. L., & Engry, A. (2019). Nugraheni, M., Rahayu, M., & Arianti, R.
HUBUNGAN ANTARA (2020). PENYESUAIAN
DUKUNGAN SOSIAL DAN MAHASISWA TAHUN PERTAMA DI
HOMESICKNESS PADA PERGURUAN TINGGI: STUDI PADA
MAHASISWA RANTAU YANG MAHASISWA FAKULTAS
BERASAL DARI LUAR PULAU PSIKOLOGI UKSW. In Jurnal
JAWA DI UNIVERSITAS KATOLIK Psikologi Sains dan Profesi (Vol. 4,
WIDYA MANDALA SURABAYA Issue 2).
KAMPUS PAKUWON CITY.
Experientia: Jurnal Psikologi Parascantika, R. (2020). PENGARUH SELF-
Indonesia, 7(1), 19–30. ESTEEM, DUKUNGAN SOSIAL, DAN
[Link] RELIGIUSITAS TERHADAP
0 RESILIENSI MAHASISWA PERANTAU
BIDIKMISI UIN SYARIF
Kyung, W. (1996). In-Migration of College HIDAYATULLAH JAKARTA.
Students to the State of New York. The [Link]
Journal of Higher Education, 67(3), stream/123456789/52151/1/RANA%20
349–358. [Link]
[Link]
6.11780264 Khalidan Rahama, & Anugerah Izzati Umi.
(2021). Hubungan antara Dukungan
Lingga, R. W. W. , & Josetta M. R. Sosial dengan Psychological Well-Being
Tuappattinaja. (2012). Gamabaran pada Karyawan HUBUNGAN ANTARA
Virtue Mahasiswa Perantau. DUKUNGAN SOSIAL DENGAN
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING
Malhotra, N. K., Kim, S. S., & Patil, A. PADA KARYAWAN Khalidan Rahama
(2006). Common Method Variance in IS Umi Anugerah Izzati.
Research: A Comparison of Alternative [Link]
Approaches and a Reanalysis of Past haracter/article/view/41818
Research. Management Science, 52(12),
1865–1883. Kurniawan, S Robby., & Eva, N. (2020).
[Link] HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN
SOSIAL DENGAN KESEJAHTERAAN
Mulyadi, P., Zamralita, & Saraswati, K. D. PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA
H. (2020). Social Support and Students’ RANTAU. In Seminar Nasional
Academic Engagement. Proceedings of Psikologi dan Ilmu Humaniora
the 2nd Tarumanagara International (SENAPIH) (Vol. 1. No. 1).
Conference on the Applications of Social
Sciences and Humanities (TICASH Ryff, C. D. (2014). Psychological Well-
2020). Being Revisited: Advances in the
[Link] Science and Practice of Eudaimonia.
.068 Psychotherapy and Psychosomatics,
Noviasari, N., & Dariyo, A. (2016). 83(1), 10–28.
HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL [Link]
WELL-BEING DENGAN
PENYESUAIAN DIRI PADA ISTRI Ryff, C. D., & Singer, B. H. (2008). Know
YANG TINGGAL DI RUMAH thyself and become what you are: A
MERTUA. Psikodimensia: Kajian eudaimonic approach to psychological
Ilmiah Psikologi, 15(1), 134-151. well-being. Journal of Happiness
Studies, 9(1), 13–39.
Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 59
[Link] report experiences of psychological
9019-0 sense of community and isolation.
Journal of Rural Mental Health, 41(1),
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. 66–79.
(2014). Health psychology: [Link]
Biopsychosocial interactions. John
Wiley & Sons. Yuliani, I., & Negeri, S. (2018).
INNOVATIVE COUNSELING KONSEP
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2002). PSYCHOLOGICAL WELL-BEING
Health psychology . New York: Jhon SERTA IMPLIKASINYA DALAM
Wiley & Sons. BIMBINGAN DAN KONSELING. 2(2),
51–56.
Sitanggang, A. E. (2023). Hubungan Antara [Link]
Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan ovative_counseling.
Efikasi Diri Keputusan Karier Pada
Mahasiswa Rantau (Doctoral
dissertation).