0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan14 halaman

Pengaruh Dukungan Sosial pada Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Rantau

Diunggah oleh

Nas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan14 halaman

Pengaruh Dukungan Sosial pada Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Rantau

Diunggah oleh

Nas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Psychological Well-Being Pada Mahasiswa

Rantau: Adakah Pengaruh Dari Dukungan Sosial dan Penyesuaian Diri?

Afrisa Eviliani1, Any Nurhayaty2, Tansri Adzlan Syah3


Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung
Jl. ZA. Pagar Alam, Labuhan Ratu, Kec. Kedaton, Kota Bandar Lampung
surel: afrisapajaba@gmail.com1, [Link]@[Link].id2, [Link]@[Link].id3

Abstract: Psychological well-being is a condition where individuals feel their life


is meaningful when they are able to demonstrate and gain personal self-acceptance,
control over the environment, have convincing interpersonal relationships, personal
growth and autonomy, several factors that can influence psychological well-being.
Welfare can lead to social service support provided by someone with good
adjustment. The purpose of this research is to determine the effect of social support
and adjustment on the psychological well-being of overseas students. The
instruments used in this research were the Ryff's Scale of Psychological Well-Being
(RSPWB) developed by Ryff, the Social Provision Scale by Cutrona, C.E and Russel
as a social support scale, and a self-adjustment scale compiled based on six aspects
based on opinions from Schneiders as many as 30 items. Data analysis techniques
are used to test the hypothesis and correlation with the help of SPSS version 25 data
processing. The results of the research suddenly show a correlation that leads to
social support and self-adjustment which is associated with the psychological well-
being of overseas students,recorded with a correlation coefficient of 0.692 and a
significance score of 0.000 (p > 0.05). Thus the hypothesis proposed in this research
is accepted.

Keywords: Adjustment, Psychological well-being, Social support

Abstrak: Psychological well-being adalah keadaan di mana individu merasa


hidupnya bermakna ketika mereka mampu menunjukkan dan mendapatkan
penerimaan diri pribadi, kendali terhadap lingkungan, mempunyai hubungan
interpersonal yang meyakinkan, pertumbuhan pribadi dan otonomi, sebagian faktor
yang dapat mempengaruhi psychological well-being dapat mengarah pada dukungan
sosial yang diberikan oleh seseorang dengan penyesuaian diri yang baik. Tujuan dari
penelitian ini dilakukan guna mengetahui pengaruh dukungan sosial dan
penyesuaian diri terhadap psychological well-being mahasiswa perantauan. Alat
ukur yang digunakan mencakup skala Ryff’s Scale of Psychological Well-Being
(RSPWB) yang dikembangkan oleh Ryff, Social Provision Scale oleh Cutrona, C.E
dan Russel sebagai skala dukungan sosial, dan skala penyesuaian diri disusun
berdasarkan enam aspek berdasarkan pendapat dari Schneiders sebanyak 30 item.
Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dan korelasi dengan
bantuan pengolahan data SPSS versi 25. Hasil penelitian menandakan terdapat
korelasi yang mengarah pada dukungan sosial dan penyesuaian diri yang dikaitkan
dengan psychological well-being mahasiswa rantau, tercatat dengan nilai koefisien
korelasi sebesar 0,692 dan signifikansi sebesar 0,000 (p > 0,05). Dengan demikian
hipotesis yang diajukan pada penelitian ini diterima.

Kata kunci: Dukungan sosial, Kesejahteraan Psikologis, Penyesuaian diri.

Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 47
1. PENDAHULUAN lebih merasakan mendapatkan dukungan
Mahasiswa rantau dapat diartikan sebagai sosial dari lingkungannya dibandingkan
individu yang secara eksistensi dirinya dengan kota tempat berkuliah saat ini
menetap di suatu lokasi namun berbeda dari (Walker & Raval, 2017). Mereka merasa
tempat di mana ia lahir guna menempuh terisolasi dari orang-orang dan sumber daya
suatu tujuan pendidikan, yang melibatkan di tempat barunya karena kesulitan untuk
bangku perguruan tinggi serta bersiap untuk mendapatkan akses (Cicognani et al., 2011).
mendapatkan gelar sarjana, master, atau Pada beberapa kasus, mahasiswa terlibat
sertifikasi profesional (Lingga & Josetta, dengan perilaku negatif seperti
2012). Merantau sendiri merupakan proses mengkonsumsi alkohol dan gejala depresi
meninggalkan daerah asal untuk jangka dibandingkan mahasiswa yang belajar di
waktu tertentu dengan tujuan mencari kota asal mereka (Kyung, 1996).
pekerjaan atau memperoleh ilmu di tempat Menghadapi situasi seperti itu, dukungan
lain, tanpa ada niat untuk tetap tinggal di sana sosial dapat memainkan peran penting dalam
(Solihin, 2013). Menurut Santrock mengurangi rasa rindu kampung halaman
(Parascantika, 2020) pengalaman menjadi dan mengurangi dampak negatif bagi
mahasiswa merantau merupakan bagian dari mahasiswa yang datang dari luar kota asal
proses peningkatan kualitas pendidikan serta mereka (Istanto & Engry, 2019). Secara
merupakan langkah untuk membuktikan keseluruhan, kuliah di luar kota asal dapat
kedewasaan dan tanggung jawab diri yang menjadi pengalaman transformatif dengan
mandiri. Namun, mahasiswa akan menemui aspek positif dan negatif, dan tingkat
beberapa kendala dalam proses ini, ketika dukungan serta rasa kebersamaan dapat
seseorang memutuskan untuk merantau akan sangat mempengaruhi kesejahteraan mereka.
menemui beberapa permasalahan pada tahun Wawancara singkat pra-penelitian telah
pertama studi di luar kota. Masa studi tahun dilakukan dengan beberapa mahasiswa
pertama merupakan masa tersulit bagi rantau di beberapa perguruan tinggi.
mahasiswa baru (Nugraheni et al., 2020). Berdasarkan hasil wawancara awal,
Mahasiswa baru biasanya mengalami masa responden memiliki permasalahan yang
transisi yang melibatkan perubahan dalam mengacu pada lingkungan tempat tinggal
kehidupan mereka. Mahasiswa yang kuliah baru, orang baru, dan tata letak geografis
di luar kota asalnya mungkin mengalami pada daerah tempat tinggal baru. Perbedaan
berbagai emosi dan tantangan. Beberapa gaya bicara seperti bahasa dan intonasi suara
penelitian menujukan bahwa mahasiswa yang digunakan dalam komunikasi menjadi

48 Jurnal Ilmiah PSYCHE Vol. 18 No. 1 Juli 2024 : 47 - 60


kesenjangan bagi mahasiswa baru yang Ryff, (2014), berpendapat bahwa
merantau ke suatu daerah. Selain itu, mereka psychological well-being diartikan sebagai
harus menyesuaikan diri dari kebisaan lama bentuk upaya pemenuhan diri terhadap
saat tinggal di rumah bersama keluarga ke pertumbuhan manusia yang dipengaruhi
kebisaan baru yang tinggal sendirian di perihal kehidupan manusia di sekitarnya,
kost/kontrakan dan juga mereka harus yang di mana dalam upaya ini berfokus pada
menyesuaikan diri pada teman baru yang kebahagiaan, kepuasan hidup, dan pengaruh
belum tentu memiliki pemikiran dan sudut [Link] well-being ditandai
pandang yang sama. sebagai indikator berfungsinya mental yang
Banyak hal yang dapat dipelajari dari baik dan memberikan dorongan untuk
merantau misalnya, dari merantau seseorang menggali potensi individu secara
bisa belajar menghargai, mandiri, relasi, keseluruhan untuk mencapai kesuksesan.
menjadi individu yang produktif dan positif. Psychological well-being diperlukan bagi
Ketika merantau seseorang akan individu guna meningkatkan kinerjanya
mendapatkan pengalaman baru, lingkungan dalam berbagai bidang kehidupan, salah
baru dan pertemanan yang baru, dalam hal ini satunya adalah penyesuaian sosial. Hal ini
seharusnya mahasiswa rantau tidak memiliki didukung oleh pendapat Khalidan &
hambatan dan permasalahan individu jika Anugerah, (2021) menyatakan psychological
mereka dapat menjaga hubungan dengan well-being yaitu tercapainya potensi
orang lain dengan baik segala sesuatu akan psikologis individu, mempunyai arah
terasa mudah dan ringan. Hubungan yang kehidupan kedepannya, dapat
baik didasarkan pada kebiasaan-kebiasaan mengendalikan keadaan sekitar sesuai yang
umum masyarakat yang sudah lama tinggal ada. Mengetahui kelebihan dan kurangnya
di suatu daerah dan dengan didorong oleh pada diri, hingga mampu terus
pembawaan diri seperti berinteraksi, mudah mengembakannya. Menurut García-
bergaul, sopan santun, mengikuti budaya Alandete, (2015), psychological well-being
yang ada, dan mengikuti nilai masyarakat melibatkan pengembangan penerimaan diri
yang sudah disepakati mencegah terjadinya pribadi, pemahaman lingkungan,
kesalahpahaman dalam interaksi sosial dan pemeliharaan hubungan interpersonal yang
memungkinkan terbentuknya hubungan positif, pertumbuhan pribadi, dan otonomi.
interpersonal yang harmonis, yang pada
Ryff & Singer, (2008) menyebutkan bahwa
akhirnya dapat meningkatkan psychological
psychological well-being meliputi enam
well-being individu.
dimensi teoritis, yakni pertama terkait

Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 49
otonomi, lalu mengenai relasi yang sifatnya Sarafino (Mulyadi et al., 2020) memaparkan
positif dengan melibatkan orang lain, bahwa dukungan sosial tidak hanya mengacu
kemudian mengenai penguasaan terkait pada perilaku yang dilakukan oleh seseorang,
lingkungannya, hingga yang arahnya tetapi juga dapat mengacu pada persepsi
pertumbuhan pribadi, lalu berlanjut ke skema yang dimiliki seseorang, seseorang akan
tujuan dalam hidup, serta penerimaan akan merasakan kenyamanan, perhatian, dan
dirinya sendiri. (Yuliani & Negeri, 2018) bantuan yang selalu tersedia pada saat
mengagas bagaimana konsep psychological dibutuhkan. Ada lima bentuk dukungan
well-being berkaitan erat dengan pencapaian sosial yang digagas oleh Sarafino dan Smith
potensi dan perkembangan seseorang dalam (2002), yaitu dukungan emosional, dukungan
meraih kemandirian dan dapat hidup harga diri, dukungan instrumental, dukungan
sejahtera. Oleh itu, secara konseptual informasi, dan dukungan jaringan. Hal ini
psychological well-being termasuk bagian dapat diartikan bahwa dukungan sosial yang
yang dapat memperhatikan pada bidang diperoleh individu diharapkan dapat
pribadi dan sosial individu. membantu individu tersebut agar memiliki
motivasi yang tinggi dalam keberhasilan
Terdapat sejumlah faktor yang dapat
akademisnya. Hal ini didukung pernyataan
memberikan pengaruh dalam psychological
yang diungkapkan oleh teori Huppert
well-being seseorang. (1) Psikososial
(2009), yang menyatakan bahwa dukungan
mencakup pribadi individu dalam keseharian
sosial merupakan salah satu pendorong yang
hidupnya. (2) Sosio demografis mencakup
memberikan pengaruh terhadap
karakteristik seseorang, misalnya jenis
psychological well-being. Selain faktor
kelamin, usia, dan sebagainya. (3) Faktor
dukungan sosial ini sendiri terdapat dua
ketahanan atau pemulihan, yang
faktor lainnya yaitu faktor internal atau
menunjukkan seberapa kuat individu dalam
faktor yang dapat muncul dari dalam diri
menghadapi tekanan lingkungan. (4) Faktor
seseorang seperti munculnya minat
dukungan sosial, yang melibatkan persepsi
seseorang dalam pencarian dukungan sosial
individu tentang ketersediaan bantuan dari
bagi dirinya sendiri, dan yang kedua
orang lain saat butuh. Dan (5) Koping yakni
merupakan faktor eksternal di mana hal ini
teknik mencakup perubahan dalam
memerlukan bantuan dari orang lain
menjadikan pengetahuan dalam mengatasi
(Sarafino dan Smith, 2014). Mahasiswa yang
tekanan luar (Ryff & Singer, 2008).
mempunyai dukungan sosial yang baik lebih
Dampak dari adanya dukungan sosial yang
banyak mempunyai psychological well-
mengarah ke psychological well-being
being yang lebih tinggi. Temuan ini sejalur

50 Jurnal Ilmiah PSYCHE Vol. 18 No. 1 Juli 2024 : 47 - 60


dengan riset yang telah digagas Kurniawan & dukungan sosial, penyesuaian diri terhadap
Eva, 2020) hasil pada penelitian ini psychological well-being pada siswa SMA
menyatakan bahwa psychological well-being Negeri 2 Binjai.
memiliki hubungan positif dengan dukungan Terdapat penelitian terdahulu yang dilakukan
sosial yang dialami pada mahasiswa rantau. (Wulandari & Megawati, 2020) menegaskan
Tidak hanya dukungan sosial, tetapi jika terdapat hubungan secara positif
penyesuaian diri juga menjadi elemen sekaligus signifikan terkait psychological
penting yang dapat mempengaruhi kesehatan well-being dan penyesuaian diri. Studi oleh
mental mahasiswa rantau. Menurut (Alnadi & Sari, 2021) menyampaikan
(Dayyana (2021) penyesuaian diri diartikan dengan lugas jika dukungan sosial
sebagai suatu proses yang melibatkan mendatangkan pengaruh terkait penyesuaian
respons mental dan perilaku seseorang dalam diri. Hal ini dapat diartikan bahwa kedua
menghadapi kebutuhan, krisis, konflik, dan variabel memiliki pengaruh yang positif.
frustrasi dengan tujuan mencapai Pentingnya dilakukan penelitian ini
keharmonisan dan kedamaian diri dari karena banyaknya mahasiswa pada suatu
tuntutan lingkungan sekitar. Untuk berhasil perguruan tinggi yang berasal dari tanah
secara akademis mahasiswa rantau harus asal. Oleh sebab itu, perlu diketahui beberapa
melalui proses penyesuaian diri yang bisa hal terkait psychological well-being agar
dibilang sangat kompleks. Individu yang mahasiswa rantau dapat secara optimal
mampu menyesuaikan diri dengan baik melakukan pendidikan dan mengatasi
sering kali menunjukkan kesejahteraan permasalahan yang muncul pada saat mereka
psikologis yang positif dalam hidupnya. merantau agar tetap positif dan tidak
Mereka merasa puas, bahagia, merasa menimbulkan permasalahan yang dapat
dihargai, dan mempunyai hubungan yang mengganggu fokus dalam melakukan
sehat, hingga menemukan konsep dalam kegiatan akademik. Dengan demikian,
tindakan-tindakan mereka. Di sisi lain, penelitian ini dapat memberikan dampak
individu dengan kemampuan penyesuaian positif pada pemahaman dan kontribusi
diri yang rendah dalam hidupnya, mereka terkait dukungan sosial, penyesuaian diri dan
dapat merasa kesepian, depresi serta ditandai psychological well-being di kalangan
dengan rendahnya keterampilan penyesuaian mahasiswa rantau. Dari hasil uraian yang
diri yang kurang baik (Davidson et al., 2006). menggambarkan permasalahan teoritis dan
Temuan ini sejalur oleh riset yang digagas permasalahan praktis yang muncul di
(Hasanuddin & Khairuddin, 2021) lapangan, memungkinkan kita untuk
menujukan adanya pengaruh positif terkait berhipotesis bahwa terdapat pengaruh positif

Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 51
antara dukungan sosial dan penyesuaian diri dan sampel yang terlibat pada studi ini yakni:
terhadap psychological well-being pada (1) Mahasiswa tahun pertama/mahasiswa
mahasiswa rantau. baru (2) Mahasiswa rantau yang tidak berasal
dari kota yang sama dengan lokasi kampus
2. METODOLOGI PENELITIAN (3) Tinggal di kost/kontrakan/asrama (4)
Tidak berasal dari sekolah yang berlokasi
Penelitian ini menggunakan pendekatan
sama dengan lokasi kampus sekarang.
kuantitatif dan korelasional sehingga data
Sebelum dilaksanakan pengumpulan data,
berupa hasil dari uji hipotesis dan asumsi.
penelitian ini terlebih dahulu melakukan try
Hasil data terlebih dahulu dianalisis melalui
out guna mengetahui kelayakan alat ukur
aplikasi SPSS 25 for Windows. Penelitian ini
yang akan digunakan dalam pengumpulan
terdapat tiga variabel yakni dua independen
data yang meliputi uji validitas isi dan
yaitu dukungan sosial dan penyesuaian diri
mengukur kemampuan item untuk
dan satu variabel dependen yaitu
membedakan serta reliabilitas dari skala
psychological well-being. Teknik sampling
yang akan digunakan. Uji validitas ini
yang digunakan adalah nonprobolity
melibatkan evaluasi dari ahli atau expert
sampling dengan jenis teknik purposive
judgment. Kemampuan membedakan item
sampling digunakan untuk pengambilan data
diukur dengan menganalisis koefisien
dengan pertimbangan tertentu. Metode yang
korelasi antar item. Jika nilai tersebut
digunakan untuk mengambil data untuk
melebihi atau setara dengan 0,30, maka item
kepentingan riset ini yakni dengan
tersebut dianggap memiliki validitas.
melakukan sebaran skala yang dilakukan
Selain itu, reliabilitas dihitung menggunakan
dengan bantuan media Google Form.
nilai Cronbach alpha, di mana nilai di atas
Partisipan dalam penelitian ini mengarah
0,60 menandakan bahwa instrumen tersebut
kepada mahasiswa aktif angkatan 2023 dan
dapat diandalkan.
merupakan mahasiswa rantau. Jumlah
Pengukuran psychological well-being, yang
sample yang digunakan yaitu berjumlah 373
dikenal sebagai Ryff’s Scale of Psychological
responden dengan mayoritas partisipan
Well-Being (RSPWB) yang dikembangkan
adalah perempuan 278 orang, sedangkan
oleh Ryff pada tahun 1989, telah menjadi alat
jumlah partisipan laki-laki adalah 95 orang
penelitian yang sering dipergunakan dalam
yang mengacu pendapat Malhotra et al.,
berbagai studi. Skala ini telah digunakan
(2006) bahwa batas minimum untuk jumlah
dalam penelitian lain dengan reliabilitas
sampel yaitu empat atau lima kali dari jumlah
0,885 (Bekti Susilo et al., 2022) dan
item pertanyaan. Adapun kriteria populasi
reliabitilas 0,890 yang dilakukan oleh

52 Jurnal Ilmiah PSYCHE Vol. 18 No. 1 Juli 2024 : 47 - 60


(Fatmahwati & Taufik Muhammad, 2020). Penganalisisan data pada penelitian ini
Hal tersebut mengindikasikan bahwa alat melibatkan perangkat lunak SPSS versi 25
ukur ini dapat diandalkan dalam mengukur guna melangsungkan penilaian terkait
psychological well-being, yang diperkuat validitas dan reliabilitas skala tersebut.
oleh hasil analisis reliabilitas dari beberapa Berdasarkan hasil uji seleksi item dan
penelitian sebelumnya. Skala ini reliabilitas menggunakan metode Alpha
menggunakan metode skala Likert dengan 5 Cronbach, didapatkan koefisien
(lima) alternatif jawaban yang menunjukkan reliabilitasnya 0.953. Tingkat reliabilitas
tingkat kesetujuan. dianggap baik apabila koefisien mendekati 1
(Azwar, 2018). Dengan demikian,
Skala dukungan sosial menggunakan Sosial
berlandaskan temuan atas pengujian
Provision Scale (SPS). Skala ini sudah
reliabilitas dapat ditarik simpulan yang
dilibatkan oleh sejumlah peneliti melalui
menerangkan bahwa skala penyesuaian diri
penelitian yang dilangsungkan oleh
memenuhi standar reliabilitas yang
Sitanggang, (2023) memiliki hasil
diperlukan.
reliabilitasnya yakni 0,903. Selanjutnya
dilakukan penelitian oleh Rahama, (2021)
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
memiliki hasil nilai uji reliabilitas sebesar
0,885. Berdasarkan hasil tersebut dapat Berdasarkan hasil analisis yang telah
terbukti reliabel dan valid dengan baik. Skala dilakukan didapati hasil bahwa pada hasil uji
dengan metode 5 pilihan untuk menjawab analisis alat ukur didapati bahwa validitas
aau disebut skala Likert yang menunjukkan pada skala psychological well-being
tingkat kesetujuan bergerak dari 0,331-0,689. Pada skala
dukungan sosial memiliki nilai validitas
Menurut pandangan Schneiders (Dayyana,
bergerak dari 0,316-0,692, sedangkan nilai
2021), skala penyesuaian diri didasarkan
uji validitas pada skala penyesuaian diri
pada beberapa aspek, yakni: (1) pengetahuan
bergerak dari 0,312-0,642. Berdasarkan uji
diri dan wawasan diri, (2) kemampuan
reliabilitas yang dilakukan, pada skala
penyesuaian diri, (3) pengembangan diri dan
psychological well-being mendapati nilai
pengendalian diri, serta (4) perspektif hidup,
sebesar 0,917, pada skala dukungan sosial
skala nilai, dan filsafat hidup yang memadai.
mendapati nilai reliabilitas sebesar 0,923 dan
Penelitian ini terdapat 15 item positif dan 15
pada skala penyesuaian diri mendapati nilai
item negatif dengan 5 (lima) alternatif
reliablitas sebesar 0,892. Artinya, pada setiap
jawaban yang menunjukkan tingkat
skala yang digunakan memiliki nilai validitas
kesetujuan.

Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 53
dan reliablitas yang baik sehingga alat ukur pertama terkait otonomi, lalu mengenai
tersebut layak untuk digunakan. Namun pada hubungan melibatkan pihak luar, kemudian
saat pengumpulan data yang dilakukan mengenai penguasaan terkait lingkungannya,
terdapat beberapa perolehan data yang tidak hingga yang arahnya pertumbuhan pribadi,
dapat di distribusikan hasilnya, karena lalu berlanjut ke skema tujuan dalam hidup,
ketidak kesesuaian karakteristik responden serta penerimaan akan dirinya sendiri.
dengan karakteristik yag telah ditentukan Dukungan sosial bagi mahasiswa memiliki
dalam penelitian ini, yaitu berjumlah 35 peran penting dalam membantu mereka
responden dari 408 yang tidak dapat di menghadapi tantangan, meningkatkan
distribusikan hasil datanya, sehingga data penyesuaian diri, dan memberikan dukungan
yang dapat diolah dan di distribusikan hanya ketika mereka mengalami masalah (Cohen et
berjumlah 373 responden. al., 2004) menjelaskan bahwa yang
Dari uji hipotesis yang peneliti lakukan dimaksud dukungan sosial yakni
membuktikan bahwa adanya dukungan dan memberikan bantuan untuk meminimalkan
penyesuaian memiliki pengaruh positif pada kecemasan, lalu peningkatan harga diri,
psychological well-being seseorang. Situasi berlanjut ke mekanisme pencegahan atas
ini dinyatakan dengan makin besar dukungan gangguan yang sifatnya psikologis, sekaligus
dan penyesuaian diri, semakin tinggi menekan tingkat stres. Oleh karena itu,
psychological well-being. Berdasarkan nilai dukungan sosial merupakan sumber daya
koefisien determinasi (R-square) sebesar yang hakiki untuk meningkatkan
0,692 dan tingkat signifikansi p<0,05 dengan psychological well-being mahasiswa, serta
kesimpulan pada dukung sosial dan memastikan bahwa mereka aktif, ingin
penyesuaian diri yang berpengaruh positif berkembang, dan memiliki empati terhadap
terhadap psychological well-being orang lain. Ini memungkinkan mereka untuk
mahasiswa rantau. Temuan ini sejalan bekerja sama, bersikap sopan dan ramah,
dengan hipotesis penelitian ini. Penemuan ini mengikuti norma sosial, penyesuaian dengan
juga sejalan dengan pandangan Ryff lingkungan, dan memiliki keyakinan diri
(Ramadhani et al., 2016), yang menegaskan yang positif. Begitu pula dengan
bahwa dukungan sosail dan penyesuaian diri penyesuaian diri, individu yang aktif, mau
adalah prediktor psychological well-being berkembang dalam masyarakat, suka bekerja
mahasiswa. sama dan membantu, santun, mengikuti
Psychological well-being merujuk pada aturan, dan mempunyai kemampuan
pengalaman dan fungsi psikologis yang penyesuaian diri secara tepat dan berhasil
optimal, meliputi enam dimensi, yakni terhadap orang-orang yang berbeda dalam

54 Jurnal Ilmiah PSYCHE Vol. 18 No. 1 Juli 2024 : 47 - 60


lingkungan sosialnya. Penyesuaian diri dapat berlandaskan temuan hasil perihal
menimbulkan penerimaan mahasiswa jika penganalisisan deskriptif didapatkan melalui
menyesuaikan dengan situasi dan memiliki gambar di bawah.
rasa percaya diri yang positif. Selanjutnya

Gambar 1. Statistik Deskriptif Penelitian

300
Deskriptif Penelitian
250
200
150
100
50
0
PWB DS PD
rendah 54 147 14
sedang 265 209 212
tinggi 54 17 147

Berlandaskan statistik deskriptif yang relasi, mengatur kehidupannya sendiri


terdapat pada gambar 1, menunjukkan bahwa dengan baik, dan juga memahami tujuan
212 atau 57% partisipan memiliki belajar di kota lain. Mahasiswa rantau juga
penyesuaian diri kategori sedang, 209 atau mendapat skor tinggi dalam dukungan sosial.
56% partisipan dengan dukungan sosial Dukungan sosial muncul dari pengalaman
sedang, dan 265 atau 71% partisipan seseorang yang dapat membantu ketika
psychological well-being di tingkat sedang. terjadi situasi atau peristiwa yang dianggap
Sehingga disimpulkan: responden berada bermasalah, sehingga dapat membantu
pada tingkat yang cukup baik. meningkatkan emosi positif dan
Secara umum, persentase psychological meningkatkan harga diri. Keadaan psikologis
well-being mahasiswa rantau terletak pada ini berpengaruh terhadap bagaimana individu
kategori sedang dan tinggi menunjukkan bereaksi dan berperilaku, yang pada akhirnya
bahwa mahasiswa rantau dapat dengan baik dapat mempengaruhi psychological well-
menjalani kehidupan sehari-hari dan being individu secara keseluruhan
mengerjakan studi mereka tanpa khawatir (Hasanuddin & Khairuddin, 2021).
akan terjadi dan timbulnya masalah. Dukungan sosial dapat diberikan dalam
Mahasiswa rantau dapat berkomunikasi bentuk yakni informasi, dukungan
dengan orang-orang di sekitarnya menjalani emosional, instrumental, dan juga

Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 55
persahabatan kepada mahasiswa (Sarafino, antara penyesuaian diri dan psychological
2010). Salah satu faktor yang dapat well-being pada santri. Mahasiswa perlu
memberikan dampak pada psychological menumbuhkan rasa percaya diri untuk
well-being yakni dukungan sosial, yang menyesuaikan diri terhadap lingkungan,
bertindak sebagai penyangga antara individu serta menjadikan psychological well-being
dengan masalah-masalah yang mendesak sebagai suatu kebiasaan memang
(stressor) (Cohen & Wills, 1985). Oleh memerlukan penyesuaian diri untuk
karena itu, hal ini dapat ditafsirkan mengalihkan ke perilaku yang positif.
dukungan sosial dapat mengurangi pemicu Penyesuaian diri penting untuk keberhasilan
stres dalam kehidupan mahasiswa rantau dan akademis, psychological well-being, dan
dengan demikian dapat meningkatkan sosial. Konsep diri, komunikasi
psychological well-being mereka. interpersonal, dan penyesuaian diri
Penyesuaian diri adalah proses yang dipengaruhi oleh culture shock yang dialami
melibatkan respons mental dan perilaku mahasiswa rantau sehingga adaptasi dan
individu untuk mengatasi ketegangan, adopsi kebiasaan baru dalam pengaturan
kebutuhan, frustrasi, dan konflik (Dayyana, sosial dan budaya yang beragam menjadi hal
2021). Siswa dengan penyesuaian diri yang yang penting (Ulfa et al., 2022). Peran
tinggi ditandai dengan kemampuannya dukungan sosial sebaya secara signifikan
menjaga hubungan sosial yang baik dengan mempengaruhi penyesuaian diri,
orang lain dan lingkungan. Hal ini misalnya menunjukkan bahwa jaringan sosial dalam
meliputi sikap positif, kemampuan bekerja lingkungan pendidikan dapat mengurangi
sama dan membantu orang lain, keterampilan tantangan yang ditimbulkan oleh transisi
dalam berkomunikasi secara terbuka budaya (Susanti et al., 2019).
mengenai permasalahan yang dihadapi, Variabel di atas terbukti berdampak positif
kemampuan dalam menghadapi dan terhadap psychological well-being. Dengan
menyelesaikan masalah, kemampuan dalam demikian, agar mahasiswa rantau dapat
menangani tekanan di lingkungan baru, dan mencapai psychological well-being yang
hubungan yang positif dengan individu lain tinggi, mereka perlu memiliki kesediaan
adalah faktor-faktor yang signifikan dalam untuk membuka diri dalam menerima
penyesuaian diri yang berkontribusi terhadap dukungan sosial dan menempatkan diri
psychological well-being. Temuan ini sesuai dengan lingkungan baru. Oleh karena itu,
penelitian (Noviasari & Dariyo, 2016), yang saran dari peneliti yang dapat dipraktikkan
menyimpulkan ada hubungan yang kuat oleh mahasiswa rantau antara lain

56 Jurnal Ilmiah PSYCHE Vol. 18 No. 1 Juli 2024 : 47 - 60


menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya budaya pada masing-masing wilayah. Oleh
psychological well-being pada mahasiswa sebab itu, faktor budaya dapat
rantau, mau membuka diri untuk membina dipertimbangkan menjadi salah satu variabel
pertemanan dan Mereka menjaga hubungan dalam penelitian selanjutnya.
baik dengan orang-orang di sekitarnya,
sering berinteraksi dengan teman dekat dan 4. SIMPULAN
orang-orang di sekitarnya, mengikuti
Berlandaskan hasil temuan atas
berbagai kegiatan di luar jam pelajaran, dan
penganalisisan data yang telah dilakukan
mengikuti kegiatan sosial di masyarakat
memperlihatkan adanya dukungan sosial dan
tempat tinggalnya dan di kampus. Misal :
penyesuaian diri berpengaruh pada
pelatihan di club, UKM dll. Jika mahasiswa
psychological well-being pada mahasiswa
dapat membangun hubungan baik dengan
rantau tahun pertama. Dengan demikian,
orang lain, situasi ini akan membantu
semakin tingginya dukungan sosial dan
meningkatkan dukungan sosial dan
penerimaan diri yang diberikan oleh orang
penyesuaian diri, serta psychological well-
lain pada diri seseorang maka psychological
being akan baik dan meningkat.
well-being akan semakin baik.
Peneliti menyadari masih terdapat beberapa
keterbatasan penelitian yakni: 1) penulis
menyebarkan skala melalui Google Form.
Disatu sisi, penggunaan Google Form dapat
menjangkau partisipan yang lebih luas. Akan
tetapi disisi lain peneliti tidak dapat
memastikan apakah responden
menyelesaikan pengisian skala tersebut
sesuai dengan yang dialami atau tidak. Oleh
sebab itu, peneliti selanjutnya perlu
mempertimbangkan penggunaan Google
Form. 2) Perbedaan budaya merupakan salah
satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian
individu, dukungan sosial, dan psychological
well-being. Di sisi lain, partisipan dalam
penelitian ini adalah mahasiswa rantau tanpa
memperhatikan kemungkinan perbedaan

Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 57
REFERENSI D. L., Prilleltensky, I., & Riemer, M.
(2006). Power and action in critical
Alnadi, A., & Sari, C. A. K. (2021). theory across disciplines: Implications
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL for critical community psychology.
TERHADAP PENYESUAIAN DIRI American Journal of Community
PADA MAHASISWA SUMATERA DI Psychology, 38(1–2), 35–49.
UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH. [Link]
Proyeksi, 16(2), 153. 9061-4
[Link]
Dayyana, N. R. (2021). PENGARUH
165
PENYESUAIAN DIRI TERHADAP
PSYCHOLOGICALWELL-BEING
Azwar, S. (2018). Metode penelitian
SANTRI DI PONDOK PESANTREN
psikologi edisi II. Yogyakarta : SABILURROSYAD GASEK MALANG
Pustaka pelajar SKRIPSI Oleh. [Link]
[Link]/id/eprint/25883
Bekti Susilo, Mistianah, M. Aris Tria, Anjar
Ardian, & Ulla Rohdiatin Artiani. Fatmawati, M. T. RESILIENCE AND
(2022). PROSIDING SEMINAR PSYCHOLOGICAL WELL-BEING
NASIONAL IKIP BUDI UTOMO AMONG MEDICAL DOCTORS
[Link] DURING COVID-19
[Link]/prosiding. PROSIDING PANDEMIC. Temu Ilmiah
SEMINAR NASIONAL IKIP BUDI Nasional, 2807, 54. (2020).
UTOMO, 3 No 01.
[Link] García-Alandete, J. (2015). Does Meaning in
1 Life Predict Psychological Well-Being?:
An Analysis Using the Spanish Versions
Cicognani, E., Menezes, I., & Nata, G. of the Purpose-In-Life Test and the
(2011). University Students’ Sense of Ryff’s Scales. The European Journal of
Belonging to the Home Town: The Role Counselling Psychology, 3(2), 89–98.
of Residential Mobility. Social [Link]
Indicators Research, 104(1), 33–45.
[Link] Hasanuddin, & Khairuddin. (2021).
9716-2 ANALITIKA Jurnal Magister Psikologi
UMA Dukungan Sosial, Penyesuaian
Cohen, A. N., Hammen, C., Henry, R. M., & Diri dan Kesejahteraan Psikologis pada
Daley, S. E. (2004). Effects of stress and Siswa SMA Negeri 2 Binjai Sosial
social support on recurrence in bipolar Support, Adjustment and Psychological
disorder. Journal of Affective Disorders, Well-Being in SMA Negeri 2 Binjai
82(1), 143–147. Students. Jurnal Magister Psikologi
[Link] UMA, 13(2), 2502–4590.
8 [Link]
.5906
Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress,
social support, and the buffering Huppert, F. A. (2009). Psychological Well‐
hypothesis. Psychological Bulletin, being: Evidence Regarding its Causes
98(2), 310–357. and Consequences†. Applied
[Link] Psychology: Health and Well-Being,
2909.98.2.310 1(2), 137–164.
[Link]
Davidson, H., Evans, S., Ganote, C., 0854.2009.01008.x
Henrickson, J., Jacobs-Priebe, L., Jones,

Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 58
Istanto, T. L., & Engry, A. (2019). Nugraheni, M., Rahayu, M., & Arianti, R.
HUBUNGAN ANTARA (2020). PENYESUAIAN
DUKUNGAN SOSIAL DAN MAHASISWA TAHUN PERTAMA DI
HOMESICKNESS PADA PERGURUAN TINGGI: STUDI PADA
MAHASISWA RANTAU YANG MAHASISWA FAKULTAS
BERASAL DARI LUAR PULAU PSIKOLOGI UKSW. In Jurnal
JAWA DI UNIVERSITAS KATOLIK Psikologi Sains dan Profesi (Vol. 4,
WIDYA MANDALA SURABAYA Issue 2).
KAMPUS PAKUWON CITY.
Experientia: Jurnal Psikologi Parascantika, R. (2020). PENGARUH SELF-
Indonesia, 7(1), 19–30. ESTEEM, DUKUNGAN SOSIAL, DAN
[Link] RELIGIUSITAS TERHADAP
0 RESILIENSI MAHASISWA PERANTAU
BIDIKMISI UIN SYARIF
Kyung, W. (1996). In-Migration of College HIDAYATULLAH JAKARTA.
Students to the State of New York. The [Link]
Journal of Higher Education, 67(3), stream/123456789/52151/1/RANA%20
349–358. [Link]
[Link]
6.11780264 Khalidan Rahama, & Anugerah Izzati Umi.
(2021). Hubungan antara Dukungan
Lingga, R. W. W. , & Josetta M. R. Sosial dengan Psychological Well-Being
Tuappattinaja. (2012). Gamabaran pada Karyawan HUBUNGAN ANTARA
Virtue Mahasiswa Perantau. DUKUNGAN SOSIAL DENGAN
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING
Malhotra, N. K., Kim, S. S., & Patil, A. PADA KARYAWAN Khalidan Rahama
(2006). Common Method Variance in IS Umi Anugerah Izzati.
Research: A Comparison of Alternative [Link]
Approaches and a Reanalysis of Past haracter/article/view/41818
Research. Management Science, 52(12),
1865–1883. Kurniawan, S Robby., & Eva, N. (2020).
[Link] HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN
SOSIAL DENGAN KESEJAHTERAAN
Mulyadi, P., Zamralita, & Saraswati, K. D. PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA
H. (2020). Social Support and Students’ RANTAU. In Seminar Nasional
Academic Engagement. Proceedings of Psikologi dan Ilmu Humaniora
the 2nd Tarumanagara International (SENAPIH) (Vol. 1. No. 1).
Conference on the Applications of Social
Sciences and Humanities (TICASH Ryff, C. D. (2014). Psychological Well-
2020). Being Revisited: Advances in the
[Link] Science and Practice of Eudaimonia.
.068 Psychotherapy and Psychosomatics,
Noviasari, N., & Dariyo, A. (2016). 83(1), 10–28.
HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL [Link]
WELL-BEING DENGAN
PENYESUAIAN DIRI PADA ISTRI Ryff, C. D., & Singer, B. H. (2008). Know
YANG TINGGAL DI RUMAH thyself and become what you are: A
MERTUA. Psikodimensia: Kajian eudaimonic approach to psychological
Ilmiah Psikologi, 15(1), 134-151. well-being. Journal of Happiness
Studies, 9(1), 13–39.

Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rantau...(Afrisa Eviliani, Any Nurhayaty,Tansri Adzlan Syah) 59
[Link] report experiences of psychological
9019-0 sense of community and isolation.
Journal of Rural Mental Health, 41(1),
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. 66–79.
(2014). Health psychology: [Link]
Biopsychosocial interactions. John
Wiley & Sons. Yuliani, I., & Negeri, S. (2018).
INNOVATIVE COUNSELING KONSEP
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2002). PSYCHOLOGICAL WELL-BEING
Health psychology . New York: Jhon SERTA IMPLIKASINYA DALAM
Wiley & Sons. BIMBINGAN DAN KONSELING. 2(2),
51–56.
Sitanggang, A. E. (2023). Hubungan Antara [Link]
Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan ovative_counseling.
Efikasi Diri Keputusan Karier Pada
Mahasiswa Rantau (Doctoral
dissertation).

Solihin, L. (2013). Mereka yang Memilih


Tinggal Telaah Strategi Adaptasi
Mahasiswa Perantau Bugis-Makassar di
Melbourne, Australia*). Jurnal
Pendidikan Dan Kebudayaan, 19(2),
252–267.
[Link]

Susanti, A. Y., Yusuf, A. M., & Firman, F.


(2019). Self-Adjustment and Social
Conflict of Multicultural Students.
International Journal of Applied
Counseling and Social Sciences, 1(1),
48–53.
[Link]

Ulfa, U., Zainal, A., Mayasari, R., & Rezki,


A. (2022). The Relationship Between
Self-Concept, Interpersonal
Communication and Self-Adjustment in
Students. KnE Social Sciences, 469–
475.
[Link]

Walker, B. L., & Raval, V. V. (2017).


College students from rural hometowns

60 Jurnal Ilmiah PSYCHE Vol. 18 No. 1 Juli 2024 : 47 - 60

Anda mungkin juga menyukai