Analisis Interaksi Terapeutik Pasien
Analisis Interaksi Terapeutik Pasien
K : Em…56 tahun K : Menoleh P sebentar lalu P merasa arah pertanyaan sudah K menjawab sesuai dengan daya
menunduk lagi dapat dijawab jelas oleh K ingat yang dimilikinya
P : Tersenyum
P : Pak Ong ingat nggak, kenapa P : Menunjukkan keseriusan P berhati-hati karena pertanyaan tsb K mengingat-ingat Keluhan utama merupakan dasar
pak Ong dirawat disini K : Menunduk sangat spesifik dan takut pasien dirawat di RS Jiwa
menyinggung pasien
K : Saraf, sakit saraf. ECT, ini di K : Menoleh ke P dan menepuk- P lega karena K tidak tersinggung K menjawab ragu-ragu
ECT. nepuk kepalanya
P : Pak Ong pernah ngamuk? P : Bertanya pelahan P mengkaji lebih jauh alasan pasien K mengingat-ingat Halusinasi dapat terjadi kapan saja
K : Menunduk dirawat karena adanya stimulus tertentu
K : Nggak, nggak, saya suka K : Menoleh ke halaman lalu P kaget, dan sadar kalau pasien K mengalami halusinasi lihat
ngelamun. Enak sendirian. Kakak menunjuk-nunjuk mengalami halusinasi lihat
saya sudah meninggal tapi hidup P : Memperhatikan respon pasien
lagi. Itu dia !!
P:- P : Masih kaget P mendiamkan karena belum K melihat kakaknya dan mencoba Dengan diam therapeutik, klien
K : Memandang ke halaman menemukan pertanyaan yang tepat menceritakannya pada P merasa didengarkan dan bercerita
untuk K tentang keadaannya
K : Kakak saya orangnya sukses, K : Menunjuk ke halaman dan P menemukan adanya flight of K teringat kondisi keluarganya
sayang mati, anak saya tujuh belas nyerocos ideas dan berpikir tentang faktor
semuanya di Jerman. P : Memperhatikan penyebab
P : Bapak Ong sudah berkeluarga? P : Mendekatkan diri P berusaha mengkaji data yang K membayangkan keadaan Waham kemungkinan terjadi
K : Memandang kosong ke terkait kata-katanya tadi keluarganya karena menarik diri
K : Anak saya di Jerman dan di halaman
Peking. Saya profesor, ngajar di UI, K : Menunduk sambil nyerocos P menemukan adanya K menikmati waham yang
bolak-balik dari Bandung ke P : Memperhatikan kemungkinan waham kebesaran dirasakannya
Jerman. pada pasien
P:- P : Memperhatikan P mendiamkan dengan harapan K membayangkan ank-anaknya Diam therapeutik akan membantu
K : Menunduk pasien akan lebih terbuka tetang pasien mengungkapkan
dirinya perasaannya pada perawat
ANALISA BERPUSAT PADA ANALISA BERPUSAT PADA
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON VERBAL RASIONAL
PERAWAT KLIEN
K : Keadaan diluar perang, Ong K : Berbisik pada P dengan nada P menemukan adanya fligt of ideas K sedih tentang anaknya
pusing mikirin biaya anak-anak, sedih
pada kuliah. P : Mendengarkan dengan serius
P : Pak Ong, kegiatan bapak sehari- P : Menepuk bahu K P mencoba mengalihkan K teralih karena pertanyaan baru Pengalihan agar klien tidak larut
hari ngapain saja Pak ? K : Menoleh P pembicaraan terkait waham dalam waham dan halusinasinya
K : Mandi, makan ehm…ya itu. K : Menggaruk-garuk kepalanya P merasa senang karena pasien bisa K bingung tentang yang
P : Memperhatikan respon K beralih dilakukannya sehari-hari
P : Kemudian? P : Menekankan pertanyaan P mencoba menggali data lebih K mengingat-ingat Tehnik ekplorasi berguna untuk
K : Menunduk dalam mendapatkan lebih banyak data
terkait masalah klien
K : Baca-baca buku. Saya kan K : Menoleh P P menemukan lagi adanya K merasa dirinya harus rajin belajar
profesor. P : Memperhatikan kemungkinan waham
P : Bapak Ong betah tinggal di P : Melihat halaman P mengalihkan perhatian K dari K masih terbawa oleh waham Pengalihan agar pasien tidak larut
sini?Suasananya enak ya! K : menunduk waham pada waham dan halusinasinya
pada fase interaksi ini
K : Betah. K : Ikut melihat halaman P senang karena dapat mengalihkan K berusaha menjawab sekenanya
P : memperhatikan perhatian pasien
P : Tentunya keluarga Bapak Ong P : Memandang K sambil P ingin mengkaji keterlibatan K berusaha mengingat keluarganya Keluarga merupakan support sistem
suka menjenguk kesini. tersenyum keluarga terhadap perawatan K bagi klien sehingga harus dikaji
K : Menoleh P keterlibatannya
K ingat terhadap keluarganya
K : Sebulan sekali. K : Menunduk lagi P senang mendapatkan jawaban K
P : Memperhatikan respon K
P : Kalau Pak Ong suka pulang P : Memandang K P mengkaji hubungan K dengan K mengingat hubungannya dengan Berada di lingkungan keluarga akan
juga ya? K : Menunduk keluarganya keluarga membuat klien melihat realitas
menyenangkan atau malahan
K : Ya, sebulan sekali juga K : Menoleh P dan tersenyum P senang mendapatkan jawaban K senang membayangkan pulang stressor
P : Memperhatikan sesuai pertanyaan
P : Kalau di rumah, ngapain aja Pak P : Memandang K sambil P berusaha mengkaji aktivitas K di K mengingat aktivitasnya di rumah Aktivitas di rumah merupakan data
Ong tersenyum rumah pantas tidaknya pasien dilibatkan
K : Menoleh P lalu melihat ke dalam keluarga
halaman
K menikmati waham yang
ANALISA BERPUSAT PADA ANALISA BERPUSAT PADA
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON VERBAL RASIONAL
PERAWAT KLIEN
K : Yah, tidur dan baca-baca buku K : Memandang P P menemukan pengulangan dialaminya
penelitian. Profesor harus banyak P : Memperhatikan respon K terhadap waham pada K
baca.
P : Suka ngobrol nggak dengan P : Memandang K P mengkaji peran keluarga terhadap K mengingat aktivitasnya di rumah Menarik diri membuat K asyik
keluarga K : Menunduk K dengan dunianya sendiri
K menganggap ngobrol
K : Enakan diem, soalnya K : Menunduk P mendapatkan data menarik diri mengganggu wahamnya
mengganggu saya baca buku P : Memperhatikan pada K
P : Bagaimana perasaan Pak Ong P : Memandang K P mengalihkan topik bahasan K bingung dengan pertanyaan yang Pengalihan agar K tidak larut
sekarang? K : Menunduk diberikan dengan wahamnya
K : Saraf, sakit saraf. Kakak saya K : Menggaruk-garuk kepala P bingung harus ngobrol tentang K menjawab tentang keadaannya
hidup lagi, itu dia. P : Memperhatikan apa lagi
P:- P : Memandang halaman P memikirkan topik lain yang K merenungkan keadaannya Diam berguna untuk memikirkan
K : Ikut memandang halaman terkait interaksi selanjutnya
K : Dia sukses. K : Menunjuk ke halaman P kaget karena kembali K menikmati halusinasi lihatnya
P : Kaget dan memperhatikan menemukan adanya halusinasi pada
respon K K
P : Pak Ong, kita tadi sudah P : Memandang K P ingin mengakhiri fase I karena K memperhatikan P Evaluasi fase I berhasil jika K dapat
berkenalan, masih inget nggak K : Menoleh sudah cukup banyak data yang mengingat nama P sehingga
nama saya? terkaji nantinya terjalin trust
K : Made K : Memandang P dan tersenyum P senang karena K ingat nama P K mengingat-ingat nama P
P : Memperhatikan
P : Nah, saya senang sekali bisa P : Menepuk bahu K P memberikan reinforcement pada K senang diberikan reinforcement Kontrak berikutnya harus
ngobrol dengan pak Ong. K : Menoleh dan tersenyum K ditentukan dan harus mendapatkan
Bagaimana kalau selesai makan persetujuan klien agar klien ingat
kita ngobrol lagi? Sebentar saja terhadap kontrak
kok, yach cukup 20 menit saja.
K ikut menentukan kontrak
K : Boleh K : Tersenyum P senang karena K mau
P : Tersenyum menentukan kontrak berikutnya
P : Nah kalau Pak Ong setuju, nanti P : Memandang K P menentukan topik dan aktivitas K memikirkan tentang kegiatan Kegiatan yang akan dilaksanakan
kita ngobrol tentang perasaan Pak K : Menunduk pada kontrak berikutnya yang ditawarkan harus mendapat persetujuan K
ANALISA BERPUSAT PADA ANALISA BERPUSAT PADA
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON VERBAL RASIONAL
PERAWAT KLIEN
Ong terhadap keluarga Pak Ong. sehingga bila K keluar dari
Sekalian saya periksa tekanan kegiatan dimaksud, bisa diingatkan
darahnya ya. tentang batasan kegiatan sesuai
kontrak
K : Ya, ya…. K : Mengangguk P senang karena K setuju dengan K setuju tentang kegiatan yang
P : Tersenyum kegiatan yang akan dilaksanakan akan dilaksanakan
P : Terimakasih atas kesediaan Pak P : Menepuk bahu K dan P menutup fase I K menunjukkan rasa percaya pada Salam penutup merupakan akhir
Ong ngobrol dengan saya, selamat mengulurkan jabat tangan P fase yang harus dilakukan untuk
sore K : Menoleh, menjabat tangan P mencegah tidak percaya pada klien
K : Sore. K : Tersenyum lalu menunduk P senang karena K mau berinteraksi K menyambut salam P
P : Tersenyum dengan P
KESAN PERAWAT :
Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan [Link] cukup kooperatif walaupun sering terganggu dengan halusinasinya. Data yang tergali
adalah data mengenai harga diri rendah kronik, halusinasi lihat, menarik diri, koping individu tidak efektif, koping keluarga kurang efektif, flight of ideas dan
ideal diri yang tinggi. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut. Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan
dengan fase berikutnya yaitu fase kerja.
ANALISA PROSES INTERAKSI
K : (diam)
P : Ini nama saya, bisa baca kan? P : Menunjukkan papan nama pada P merasa bahwa K harus diberikan K ingat nama P melalui bantuan Alat bantu untuk mengingat
Nah, nama saya siapa? K petunjuk untuk mengingat P papan nama diperlukan pada pasien yang sudah
K : Mengeja nama P mengalami demensia
P senang karena K masih ingat
K : Made !! K : Tersenyum dan menepuk pada P walaupun masih samar- K merasa senang karena bisa
kepalanya samar mengingat P
P : Tersenyum
P : Nah, Bapak ingat nggak saya P : Memandang P dan tersenyum P ingin lebih meyakinkan K K mulai ingat peristiwa minggu Dengan klien mengenal perawat
ANALISA BERPUSAT PADA ANALISA BERPUSAT PADA
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON VERBAL RASIONAL
PERAWAT KLIEN
ini siapa? K : Memandang P lalu menunduk apakah K masih ingat pada P lalu maka akan memudahkan proses
interaksi
K : Memandang P dan menyalami
K : Made, pak mantri ! P P merasa senang karena K berhasil K senang karena ingat pada P
K : Menjabat tangan K mengingat P
P : Pak Ong, seperti yang janji kita P : Memandang K P mengingatkan kontrak dengan K K mencoba mengingat kontrak Setiap interaksi harus berdasarkan
minggu lalu, sekarang kita ngobrol K : Menunduk yang sudah disepakati kontrak yang telah dibuat dan klien
tentang Bapak. Bapak bersedia selalu harus diingatkan pada
ngobrol dengan saya? kontak yang telah disepakati untuk
P senang walaupun jawaban memudahkan serta mengarahkan
K : Ya, bersedia. K : Melihat ke arah P dan singkat dan respon K belum K tertarik untuk ngobrol dengan P proses interaksi
menjawab singkat lalu menunduk menunjukkan ketertarikan
lagi
P : Memandang K
P : Pak Ong, bagaimana keadaan P : Memandang K sambil P mencoba memberikan perhatian K mulai merasa bahwa P datang Perhatian pada keadaan klien dapat
bapak sekarang ? tersenyum pada keadaan K untuk membantu K meningkatkan rasa percaya klien
K : Menunduk kepada perawat
K : Pusing-pusing, kepala Ong K : Menoleh ke P dan menepuk- P bertanya-tanya tentang apa yang K mencoba menggambarkan pada
kambuh! nepuk kepalanya dirasakan oleh K P tentang keadaannya sekarang
P : Memperhatikan K
P : Pusing-pusingnya karena apa P : Memandang K P berusaha menggali keluhan K K berpikir dan mengingat-ingat Tehnik ekplorasi digunakan untuk
Pak Ong? K : Menunduk dan berpikir menggali data lebih jauh tentang
keadaan klien
K : Saraf-saraf, bingung mikirin K : Menoleh ke P menghisap P menemukan data adanya flight of K berpikir tentang perannya
duit buat anak-anak. rokoknya ideas sebagai orangtua
P : Memperhatikan K
P : Nah kalau sudah pusing begitu, P : Memandang K sambil P mulai mengkaji kebiasaan klien K berpikir dan berusaha mengingat Ekplorasi ditujukan untuk
apa yang biasanya pak Ong tersenyum dalam menghadapi masalah menggali aspek positif klien
lakukan? K : Menghisap rokok dan
melemparkannya karena sudah
habis
ANALISA BERPUSAT PADA ANALISA BERPUSAT PADA
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON VERBAL RASIONAL
PERAWAT KLIEN
K membayangkan kebiasaannya
K : Yach, diam saja. K : Bicara tanpa menoleh P P berpikir apa kira-kira yang bisa bila mulai “pusing”
P : Memandang K dilakukan klien selain diam
P : Kalau diam pusingnya hilang? P : Menunjukkan perhatian P berharap K dapat K berusaha mengingat Pertanyaan menggali untuk
K : Menunduk sambil memandang mengidentifikasi cara mengatasi menemukan data dari klien
kakinya masalah pada K
K : Nggak?
K : Masih menunduk P senang karena mendapat data K menjawab dengan sekedarnya
P : Memperhatikan sebagai dasar untuk menggali
aspek positif klien
P : Kira-kira apa lagi yang bisa P : Memandang K dan tersenyum P mengkaji aspek positif K berusaha mengingat-ingat Kegiatan yang jarang dilakukan
menghilangkan pusingnya pak K : Menoleh ke halaman dan pemecahan masalah klien kebiasaannya biasanya lama diingat oleh klien
Ong? terdiam beberapa lama
P : Saya kira nggak tuh! Bapak P : Memandang K dan tersenyum P mencoba memberikan dorongan K mencoba percaya pada apa kata Memberikan dorongan diperlukan
bisa coba besok. K : Memandang P pada K P bagi klien untuk meningkatkan
rasa percaya pada dirinya sendiri
K : Mengangguk-angguk
K : Ya…ya… P : Tersenyum P senang karena K mengerti arahan K memberikan respon setuju dan
P tertarik pada tawaran P
P : Ngomong-ngomong kalau pagi P : Memandang K dan tersenyum P mencoba menggali kegiatan lain K berpikir karena pertanyaan baru Kegiatan-kegiatan sederhana
hari Bapak ngapain saja? K : Menoleh P yang dilakukan klien diperlukan klien untuk mengatasi
harga diri rendah karena tingkat
K : Menunduk K bingung tentang yang keberhasilan dalam melaksanakan
K : Mandi, lalu duduk! P : Memperhatikan respon K P berpikir tentang kegiatan yang dilakukannya sehari-hari kegiatan akan meningkatkan harga
kira-kira dilakukan klien diri klien
P : Nggak bersihin tempat tidur? P : Menekankan pertanyaan P mencoba menawarkan data agar K mengingat-ingat Kegiatan yang kadang-kadang
K : Menunduk klien ingat dilakukan membuat klien sering
melupakan kegiatan tersebut
K : Ya, kadang-kadang! K : Menoleh P P senang karena klien ingat tentang K ingat kegiatan yang kadang-
P : Memperhatikan kegiatannya kadang dilaksanakannya
P : Kalau dibersihin gimana P : Memandang klien P mencoba memberikan gambaran K menganalisa keadaaan bila Membiarkan klien menganalisa
jadinya? K : Menunduk positif bila kegiatan dilaksanakan kegiatan dilakukan suatu hasil kegiatan dapat
P senang karena K mampu meningkatkan kemampuan analisa
K : Bersih dan rapi. K : Memandang P dan menggaruk- mengidentifikasi keadaan bila K menjawab sesuai dengan klien terhadap suatu situasi
garuk kepalanya kegiatan dilakukan analisanya
P : Memperhatikan respon klien
P :Pak Ong senang dong kalau P : Memandang K sambil P ingin menggambarkan respon K berusaha menggambarkan Penegasan terhadap perasaan klien
tempat tidurnya bersih dan rapi? tersenyum bila kegiatan dilaksanakan keadaan bila kegiatan dilaksanakan terhadap aspek positif merupakan
K : Menoleh P support untuk kegiatan yang akan
K senang membayangkan tempat dilaksanakan klien
ANALISA BERPUSAT PADA ANALISA BERPUSAT PADA
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON VERBAL RASIONAL
PERAWAT KLIEN
K : Yach, senang. Bersih. K : Menoleh P dan tersenyum. P senang mendapatkan jawaban K tidurnya bersih dan rapi
P : Memperhatikan respon K
P : Gimana kalau tiap hari P : Memandang K P menawarkan alternatif kegiatan K membayangkan tempat tidurnya Alternatif yang dudah dibicarakan
dibersihkan dan dirapikan? Bapak K : Menunduk rapi dan bersih dengan klien akan memudahkan
Ong pasti bangga kalau tiap hari klien untuk menerima alternatif
tempat tidurnya bersih dan rapi. tersebut
P : Sekarang ibu tirinya dimana? P : Memandang K P mencoba mendapatkan data K merenungkan keadaannya Tehnik ekplorasi untuk menggali
K : Menunduk data klien.
K : Sekarang sudah baik. K : Memandang P P menemukan adanya inkoherensi K menegaskan situasi sekarang
P : Tersenyum pembicaraan
P:- P : Memandang K P sadar bahwa interaksi keluar dari K menikmati ingatannya pada Diam untuk berpikir bagi perawat
ANALISA BERPUSAT PADA ANALISA BERPUSAT PADA
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON VERBAL RASIONAL
PERAWAT KLIEN
K : Menunduk tujuan dan berpikir untuk masa lalu merupakan kebutuhan untuk
mengembalikan tujuan interaksi kelanjutan interaksi agar tidak
K:- K : Menunduk P memikirkan topik untuk kembali menyimpang dari tujuan
P : Memperhatikan pada tujuan interaksi
P : Pak Ong, saya tahu Bapak P : Menepuk bahu K P memfokuskan kembali K belum bisa memfokuskan Tehnik fokusing diperlukan agar
memikirkan tentang ibu tiri Bapak. K : Menunduk pembicaraan pembicaraannya klien tidak membicarakan hal-hal
Tapi sekarang kita membicarakan lain yang tidak menjadi tujuan
tentang kegiatan yang bisa pak interaksi
Ong lakukan.
KESAN PERAWAT :
Fase kerja dapat dilaksanakan dengan baik. Klien dapat mengidentifikasi kegiatan positif yang bisa dilakukannya walaupun harus diarahkan secara terfokus terlebih dahulu. Saat interaksi
terjadi flight of ideas dimana klien teringat pada ibu tirinya yang berlaku kejam padanya. Pengalaman tersebut merupakan traumatik bagi klien sehingga perlu dikaji lebih dalam lagi. Telah
disepakati pula bahwa pengalaman tersebut dibicarakan nanti pada saat interaksi selanjutnya.
ANALISA PROSES INTERAKSI
K : Ya…ya….
K: Menunduk dan sesekali P merasa bahwa klien masih K merasa sedih karena akan
menoleh pada perawat, belum dapat menerima terminasi menghadapi terminasi dengan
tampak sedih yang sudah dipersiapkan dari klien
P: Memperhatikan respon kemarin
klien
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT PADA ANALISA BERPUSAT PADA
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PERAWAT KLIEN
P : Nah, seperti yang telah saya P : Menepuk bahu K, Memberikan K kesempatan K masih larut dengan Touching hand berguna menjalin
sampaikan kemarin, hari ini kan touching hand. untuk ekplorasi perasaannya perasaannya sehingga sulit rasa aman klien.
hari terakhir saya ada disini. K : Memandang P lama mengungkapkan perasaannya Tehnik ekplorasi dengan
Berarti mulai besok Pak Ong pertanyaan terbuka akan
tidak bisa lagi ngobrol dengan menggali perasaan klien
saya. Bagaimana perasaan Bapak
?!
K merasa kesulitan dalam
K:- K : Memandang P P merasa klien sulit mengungkapkan perasaannya
P : Mengamati respon K mengungkapkan perasaannya
P : Bapak cerita saja apa adanya, P : Memandang K P merasa bahwa K harus Keraguan K mulai hilang Meyakinkan klien bahwa perawat
saya tidak akan marah kok!! K : Diam berpikir diberikan penegasan bahwa P akan memberikan respon yang
siap mendengarkan tanpa tidak menghakimi membuat klien
menghakimi merasa lega
K : Sedih dan terkenang-kenang!!
K : Memandang P P senang karena K mau K merasa bebas
P : Tersenyum memberikan respon terhadap mengungkapkan perasaannya
pertanyaan perawat
P : Jadi Pak Ong merasa kalau P : Memandang P dan P ingin menggali perasaan klien K semakin merasa bebas Tehnik pengulangan berguna
tidak ada saya Pak Ong akan tersenyum selanjutnya mengungkapkan perasaannya untuk menggali perasaan klien
sedih ?! K : Menundukkan lebih lanjut
kepalanya
K sedih karena tidak ada teman
K : Ya…ya…soalnya tidak ada K : Memandang P P merasa K merasa sedih karena ngobrol lagi
yang bisa diajak ngobrol lagi. mengelus-elus kepalanya tidak bisa ngobrol lagi
P : Tersenyum
P : Kan bisa dengan teman-teman P : Memandang K P ingin menggali perasaan klien K semakin bebas Penegasan terhadap suatu kondisi
yang lain K : Memandang ke sekitar lebih lanjut mengungkapkan perasaannya memudahkan klien mencari jalan
keluar terhadap permasalahan
K : Melihat ke arah P dan K merasa teman-temanya yang
K : Tapi kan mereka tidak menjawab singkat P menemukan data bahwa klien lain tidak bisa menggantikan
mengajarkan untuk sehat. P : Tersenyum masih sulit untuk menerima peran perawat
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT PADA ANALISA BERPUSAT PADA
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PERAWAT KLIEN
perpisahan dengan perawat
P : Kalau sedih Pak Ong biasanya P : Memandang K P menggali koping mekanisme K memikirkan jawaban atas Ekplorasi dengan pertanyaan
ngapain?! K : Menunduk klien terhadap perpisahan pertanyaan koping terbuka digunakan untuk
P merasa koping klien masih menggali data lebih jauh lagi
K : Yach, tidur saja K : Menunduk belum efektif K biasa tidur bila ada masalah
P : Tersenyum
P : Saya kan sudah ajarkan, P : Tersenyum P menegaskan metode K berusaha mengingat-ingat Penegasan dengan mengingatkan
kalau sedih, Pak Ong mestinya K : Memandang P mekanisme koping yang efektif yang telah diajarkan klien terhadap koping mekanisme
jalan-jalan atau mengerjakan yang pernah diajarkan pada klien yang pernah diajarkan sekaligus
pekerjaan. Masih ingat nggak?! merupakan eveluasi akhir pada
tahap terminasi
K : Oh ya..ya…itu juga!!! P senang karena klien masih
K : Menjawab singkat lalu ingat terhadap koping mekanisme K ingat tentang koping yang
menunduk lagi yang diajarkan ditawarkan perawat
P : Tersenyum
P : Nah, ingat-ingat ya apa yang P : Mendekatkan diri pada P mencoba menawarkan K berpikir terhadap tawaran Penegasan pada tahap terminasi
saya ajarkan kepada Pak Ong!!! K dan menekankan kalimat penegasan pada klien perawat akan memperkuat memori klien
K : Memandang P dan
menunduk
KESAN PERAWAT :
Kontak ke-18 fase terminasi bertujuan untuk menggali perasaan klien tentang perasaan klien terhadap realitas perpisahan dengan perawat. Klien memang sudah disiapkan
seminggu sebelum terminasi dengan mengkonfirmasikan pada klein bahwa hari perawatan oleh mahasiswa tinggal seminggu lagi. Sehari sebelum terminasi juga
dilaksanakan pre-terminasi dengan menanyakan perasaan klien bila kehilangan teman ngobrolnya. Klien sempat kembali ke kamar tanpa permisi pada perawat. Fase saat itu
adalah fase denial tetapi pada interaksi ke-18 tersebut diatas, klien sudah dapat menerima realitas perpisahan dengan perawat.