PROPOSAL TUGAS AKHIR
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA
(PLTS)
Disusun dan diajukan untuk melengkapi dan memenuhi persyaratan
guna mencapai gelar Ahli Madya
Disusun Oleh :
Nama : Mochammad Nazilatul Rohman
NIM : 2152004
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DIII
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG
2024
LEMBAR PENGESAHAN
PROPOSAL TUGAS AKHIR
MONITORING DAYA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA
Disusun Oleh :
NAMA : Mochammad Nazilatul Rohman
NIM : 2152004
PRODI : Teknik Listrik DIII
Telah Disahkan Pada :
Hari :
Tanggal :
Dosen Pembimbing Proposal Yang Mengajukan
Tugas Akhir
Ir. M. Abdul Hamid,MT Mochammad Nazilatul Roman
NIP.Y. 1018800188 NIM.2152004
Mengetahui,
Ketua Prodi Teknik Listrik DIII
Ir. Eko Nurcahyo, MT
NIP.Y. 1028700172
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK DIII
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG
2024
i
ABSTRAK
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan solusi inovatif untuk
memenuhi kebutuhan energi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang dan membangun PLTS sebagai atap rumah. PLTS ini bertujuan untuk
menyediakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, terutama pada
wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional. Penelitian berfokus
pada perancangan struktur PLTS yang efisien untuk atap perumahan, pemilihan
komponen utama seperti sel surya, solar charge controller, modul MPPT, baterai,
dan inverter, serta pengembangan sistem monitoring untuk memantau kinerja PLTS
secara real time.
Metode penelitian meliputi identifikasi kebutuhan, analisis desain struktur,
pemilihan komponen berdasarkan spesifikasi teknis, dan implementasi sistem.
Sistem pemantauan telah dikembangkan untuk memantau pembangkitan listrik,
efisiensi konversi, dan kinerja modul surya. Pengujian sistem dilakukan untuk
memastikan kinerja dan keandalan PLTS dalam pembangkitan tenaga listrik. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan
teknologi energi terbarukan, peningkatan akses listrik di daerah terpencil dan
memberikan alternatif ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan energi rumah
tangga.
Kata kunci: Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Energi Terbarukan, Inovasi
Teknologi.
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan judul
"Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ". Tugas akhir ini
merupakan salah satu syarat kelulusan program studi Teknik Listrik DIII Institut
Teknologi Nasional Malang.
Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar
besarnya kepada banyak pihak yang telah membantu dalam penyelesaian
penyusunan Tugas akhir ini. Penulis ingin mengucapakan terima kasih kepada :
• Allah SWT yang telah melimpahkan kasih sayang Nya sehingga
kami diberi kemudahan dalam segala urusan.
• Bapak. Ir. Eko Nurcahyo, MT, Selaku ketua prodi Teknik listrik DIII
Institut Teknologi Nasional Malang.
• Bapak Ir. M. Abdul Hamid, MT., Selaku dosen pembimbing
proposal tugas akhir, atas kesabaran, bimbingan, dan arahan yang
sangat bermanfaat selama penelitian ini berlangsung.
• Bapak Bima Romadhon Pradana Dian Palevi, ST. MT. atas
dukungan dan kontribusinya terhadap penelitian ini.
• Kedua orang tua dan keluarga tercinta, atas doa, dukungan moral,
dan motivasi yang tiada henti.
• Teman-teman seperjuangan, atas kerja sama dan bantuannya selama
proses penelitian.
Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, penulis dengan rendah hati menerima kritik dan saran yang membangun
sebagai upaya untuk menyempurnakan penelitian ini.
Malang, 8 Januari 2024
Mochammad Nazilatul Rohman
iii
DAFTAR ISI
ABSTRAK .............................................................................................................. ii
KATA PENGANTAR ........................................................................................... iii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. vi
BAB I ...................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
1.1. Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah ........................................................................................ 2
1.3. Batasan Masalah ........................................................................................... 2
1.4. Tujuan ........................................................................................................... 2
1.5. Manfaat ......................................................................................................... 3
BAB II ..................................................................................................................... 4
TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................................... 4
2.1. Dasar Teori ................................................................................................... 4
2.1.1. Prinsip Kerja PLTS .......................................................................... 4
2.1.2. Jenis – Jenis PLTS ........................................................................... 4
2.1.3. Faktor -Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja PLTS ........................ 5
2.1.4. Kelebihan dan Kekurangan PLTS ................................................... 6
BAB III ................................................................................................................... 8
METODOLOGI ...................................................................................................... 8
3.1. Pengertian ..................................................................................................... 8
3.2. Bahan dan Peralatan Yang Digunakan ......................................................... 8
3.2.1. Solar Cell…………………………………………………….……..8
3.2.2. Solar Charger Controller (SCC)……………………………………9
iv
3.2.3. Modul MPPT……..………………………………………….…….9
3.2.4. Baterai…..………………………………………………….…..…10
3.2.5. Inverter………………………………...…………………….……11
3.3. Relevansi .................................................................................................... 11
3.4. Jadwal Kegiatan ......................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 13
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Intensitas Cahaya.................................................................................... 6
Gambar 2 Solar Cell ................................................................................................ 9
Gambar 3 Solar Charger Controller (SCC) ............................................................. 9
Gambar 4 Modul MPPT ....................................................................................... 10
Gambar 5 Baterai .................................................................................................. 10
Gambar 6 Inverter ................................................................................................. 11
vi
DAFTAR TABEL
Table 1 Jadwal Kegiatan ....................................................................................... 12
Table 2 Jadwal Kegiatan ....................................................................................... 12
vii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Energi listrik sudah menjadi energi yang sangat mendasari kehidupan
manusia manfaat energi listrik bagi kehidupan manusia cukup beragam,
dari sumber penerangan hingga memenuhi kebutuhan aktivitas rumah
[Link] ada juga wilayah-wilayah atau daerah yang masih belum
teraliri listrik hingga saat ini, tetapi proses penyaluran tenaga listrik PLN
tersebut juga tidak bisa dilakukan dengan cepat, maka dari itu untuk daerah
yang belum di jangkau PLN penerapan teknologi pembangkit listrik ramah
lingkungan yang sering disebut dengan sebutan EBT (Energi Baru
Terbarukan) menjadi solusi yang sedang digencarkan.
Energi dari surya cocok dengan iklim yang tropis membuat paparan
sinar matahari berlimpah terus menerus. Hal ini sangat menunjang daerah-
daerah terpencil yang kesulitan dijangkau oleh sistem listrik konvensional
sehingga daerah yang terpencil dapat memanfaatkan tenaga surya sebagai
sumber [Link] ramah lingkungan karena tidak menghasilkan efek
rumah kaca, polusi udara, dan polusi air selama digunakan. Selain itu
energi panel surya juga tidak memancarkan emisi karbon berbahaya.
Energi ini pun tidak menimbulkan limbah yang berbahaya bagi
lingkungan atau manusia. Meski demikian, harus tetap diingat bahwa
seluruh bentuk energi selalu memiliki akibat bagi lingkungan. Hanya saja,
efek energi terbarukan ini sangat rendah, bersifat lokal dan mudah untuk
dikelola.
Objek atau daerah yang akan memanfaatkan energi terbarukan ini
terletak di daerah perbukitan ataupun lereng dengan skala rumah tinggal.
Rancangan pembangkit ini memanfaatkan Photovoltaic (panel surya) atau
yang dikenal dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dengan
adanya pembangkit listrik ramah lingkungan tersebut dapat membantu
serta memenuhi pasokan kebutuhan listrik skala rumah tinggal karena
sistem ini menggunakan Off-Grid jadi solusi terbaik untuk mengatasi
1
kebutuhan listrik, khususnya di area yang masih sulit dijangkau oleh listrik
PLN karena sistem ini bisa memenuhi kebutuhan energi listrik secara
mandiri. Dengan konsekuensi penyediaan baterai penyimpan cadangan
yang lebih besar dan juga genset sebagai antisipasi saat cuaca yang kurang
mendukung.
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang diangkat berdasarkan latar belakang
proyek akhir ini antara lain:
• Sejauh mana efektivitas PLTS sebagai kanopi rumah dalam
meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi ketergantungan
pada sumber daya energi konvensional?
• Apa dampak penggunaan PLTS sebagai kanopi rumah terhadap
pengurangan emisi karbon dan kontribusi terhadap mitigasi
perubahan iklim?
1.3. Batasan Masalah
Dalam pembuatan Penulis membatasi ruang lingkup permasalahan
bermaksud agar mencapai sasaran masalah yang di harapkan. Adapun
batasan masalahnya yaitu:
• Batasan pada pengukuran efisiensi energi PLTS sebagai kanopi
rumah, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat
konversi energi surya menjadi listrik, efisiensi konversi, dan tingkat
kehilangan energi.
• Menilai pengaruh langsung PLTS sebagai kanopi rumah terhadap
pengurangan emisi karbon, dengan mempertimbangkan
pengurangan emisi dari sumber daya energi konvensional yang
biasanya digunakan.
1.4. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan tugas akhir ini yaitu sebagai berikut :
• Memberikan sumber daya energi terbarukan yang dapat
dimanfaatkan oleh rumah tangga.
2
• Mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi konvensional
• Mengurangi tagihan listrik dan meningkatkan ketahanan energi.
1.5. Manfaat
Dalam pembuatan proyek akhir ini, diharapkan dapat memberikan manfaat
sebagai berikut.
• Penggunaan PLTS mendorong pengembangan teknologi terbarukan.
Inovasi dalam efisiensi panel surya, penyimpanan energi, dan
teknologi terkait terus berkembang.
• Mengurangi emisi gas rumah kaca, PLTS membantu dalam upaya
global untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
• PLTS dapat diimplementasikan di daerah terpencil atau daerah yang
sulit dijangkau oleh jaringan listrik umum, membawa manfaat listrik
kepada masyarakat yang membutuhkannya.
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Dasar Teori
2.1.1. Prinsip Kerja PLTS
PLTS merupakan pembangkit listrik yang menggunakan sistem
fotovoltaik untuk mengubah energi matahari menjadi listrik. Pada
pembangkit listrik ini, panel surya sebagai komponen utama rumah
sel surya atau sel fotovoltaik, yang dikendalikan dengan teknologi
solar inverter atau pengontrol AC fotovoltaik. Hal ini memudahkan
pengaturan aliran arus ke beban.
2.1.2. Jenis – Jenis PLTS
• Sistem PLTS Terhubung ke Grid (On-Grid)
Pembangkit listrik tenaga surya terhubung ke grid adalah
jenis sistem yang paling umum digunakan. Dalam sistem ini,
panel surya menghasilkan listrik yang disalurkan ke rumah
atau bisnis dan surplus listrik yang dihasilkan disalurkan ke
grid listrik umum. Hal ini memungkinkan Anda untuk
menggunakan listrik yang dihasilkan oleh panel surya Anda,
serta menghasilkan uang dengan menjual surplus listrik ke
perusahaan listrik.
• Sistem PLTS yang Tidak Terhubung ke Grid (Off-Grid)
Pembangkit listrik tenaga surya yang tidak terhubung ke grid
adalah pilihan yang ideal untuk orang yang tinggal di daerah
terpencil atau yang tidak ingin bergantung pada perusahaan
listrik. Dalam sistem ini, listrik yang dihasilkan oleh panel
surya disimpan dalam baterai dan digunakan saat diperlukan.
Namun, sistem ini memerlukan investasi awal yang lebih besar
dan perawatan yang lebih intensif daripada sistem yang
terhubung ke grid.
• Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Hibrida (Hybrid
Solar Power System)
4
Pembangkit listrik tenaga surya hibrida adalah kombinasi
dari sistem yang terhubung ke grid dan sistem yang tidak
terhubung ke grid. Dalam sistem ini, panel surya menghasilkan
listrik yang disalurkan ke rumah atau bisnis dan surplus listrik
yang dihasilkan disalurkan ke baterai untuk digunakan nanti.
Jika baterai kosong, sistem akan beralih ke pasokan listrik dari
grid. Sistem ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar dan
memungkinkan Anda untuk tetap terhubung dengan grid.
2.1.3. Faktor -Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja PLTS
• Faktor Musim
Dengan dimulainya musim dingin, energi matahari menjadi
semakin lemah karena harus melewati lapisan atmosfer bumi
yang tebal. Sudut datangnya sinar matahari juga menjadi salah
satu faktornya, semakin lama matahari bersinar maka semakin
banyak energi yang dihasilkan. Secara alami, energi yang
dihasilkan pada musim kemarau lebih banyak dibandingkan
pada musim hujan atau musim dingin.
• Faktor Sudut Kemiringan
Faktor kemiringan pada saat pemasangan panel surya
merupakan salah satu dari beberapa faktor yang
mempengaruhi paparan sinar matahari. Dengan memanfaatkan
sudut kemiringan, penyerapan radiasi matahari secara
maksimal terhadap sinar yang datang dapat dicapai. Sudut
kemiringan juga mempengaruhi energi yang dihasilkan
matahari dibandingkan hanya penempatannya yang tidak
beraturan. Mengubah energi matahari menjadi energi listrik.
• Faktor Energi Matahari
Besarannya energy matahari tergantung dengan jarak oleh
matahari dan bumi, selama revolusi beredar mengelilingi bumi,
maka bumi membuat jarak yang berbeda pada setiap waktu
dengan matahari. Hal tersebut akan berefek pada penyerapan
5
panel surya oleh cahaya matahari.
Gambar 1 Intensitas Cahaya
Efektivitas cahaya matahari juga sangat bergantung pada nilai
intensitas cahaya matahari yang jatuh tepat di permukaan
bumi, hasil dari penelitian tersebut didapatkan dengan
menggunakan alat bantu yang bernama Lux Meter yaitu alat
pengukur intensitas cahaya matahari. Hasil dari penelitian
yang terjadi pada intensitas cahaya matahari setelah dilakukan
pengujian oleh sesorang, hasil intensitas cahaya matahari
tertinggi pada waktu siang hari pukul 11.00 – 13.00 yang
mampu menghasilkan nilai intensitas sebesar 99.900 lux –
115.800 lux, dengan intensitas tersebut sel surya mampu
menghasilkan daya sebesar 15,53 watt [4].
2.1.4. Kelebihan dan Kekurangan PLTS
• Kelebihan
➢ Ramah Lingkungan: Tidak menghasilkan emisi gas
rumah kaca atau polutan udara.
➢ Energi Terbarukan dan Tidak Terbatas: Memanfaatkan
energi matahari yang dapat diperbaharui secara alami.
➢ Pemeliharaan Rendah: Memerlukan sedikit
pemeliharaan karena sedikit komponen bergerak.
➢ Mengurangi Ketergantungan pada Bahan Bakar Fosil:
Membantu mengurangi ketergantungan pada sumber
daya bahan bakar fosil.
➢ Otonomi Energi: Memberikan otonomi energi bagi
6
pengguna.
• Kekurangan
➢ Biaya Awal Tinggi: Biaya pemasangan awal masih
tinggi, meskipun cenderung menurun.
➢ Ketergantungan pada Cuaca: Kinerja bergantung pada
kondisi cuaca dan tingkat sinar matahari.
➢ Luas Tanah yang Diperlukan: Memerlukan area tanah
yang luas untuk instalasi besar.
➢ Masalah Pembuangan Baterai: Jika menggunakan
baterai, dapat muncul masalah pembuangan baterai.
➢ Produksi Energi Variabel: Produksi energi bersifat
variabel dan tidak dapat diatur seperti pada pembangkit
listrik konvensional.
7
BAB III
METODOLOGI
3.1. Pengertian
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan pembangkit
listrik yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Prinsip kerja
PLTS ini adalah ketika cahaya matahari tinggi (terang), panel surya
menerima cahaya tersebut, mengubahnya menjadi energi listrik, dan
menyalurkannya ke baterai atau beban untuk disimpan. Saat sinar matahari
sedikit (cuaca mendung), modul surya menghasilkan daya yang lebih kecil
dibandingkan saat sinar matahari kuat. Modul surya tidak berfungsi pada
malam hari, namun energi yang digunakan disimpan di dalam baterai, dan
saat terik matahari, baterai diisi dengan energi matahari.
3.2. Bahan dan Peralatan Yang Digunakan
3.2.1 Solar Cell
Sel surya digunakan untuk mengubah cahaya matahari
menjadi energi listrik yang dipengaruhi oleh intensitas cahaya
matahari. Ketika sel surya menerima paparan sinar matahari,
elektron-elektron pada sel surya akan bergerak menuju lapisan
neutron dan proton sehingga akan timbul beda potensial pada
kedua ujung sel surya dan menyebabkan timbulnya arus listrik
yang mengalir melalui beban saat kedua ujung sel surya diberi
beban.
Sel surya dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu sel
surya monocrystaline (mono-Si), sel surya polycrystaline (poli-
Si) dan sel surya film tipis [3]. Sel surya memiliki daya yang
berbeda-beda tergantung dari pabrikasinya, salah satu yang
kami gunakan adalah solar cell 20WP. Adapun tipe solar cell
yang digunakan sel surya polycrystaline, apabila solar cell
menerima pancaran cahaya matahari maka pada ke dua terminal
output solar cell akan mengeluarkan tegangan dc sesuai dengan
spesifikasi solar cell itu sendiri.
8
Gambar 2 Solar Cell
3.2.2 Solar Charger Controller (SCC)
Solar Charge Controller (SCC) atau Pengontrol Pengisian
Daya Surya adalah komponen penting dalam setiap instalasi
tenaga surya. Meskipun Solar Charge Controller (SCC) bukan
hal pertama yang dipikirkan ketika berbicara tentang
penggunaan tenaga surya, charge controller memastikan sistem
tenaga surya berjalan secara efisien dan aman untuk bertahun-
tahun kedepan. Ada banyak variabel yang berubah yang
memengaruhi seberapa banyak daya yang dihasilkan, seperti
tingkat sinar matahari, suhu, dan status pengisian baterai.
Charge controller memastikan baterai Anda disuplai dengan
tingkat daya yang stabil dan optimal.
Gambar 3 Solar Charger Controller (SCC)
3.2.3 Modul MPPT
Maximum Power Point Tracking (MPPT) merupakan sebuah
sistem elektronik yang digunakan untuk mendapatkan nilai arus
9
dan tegangan yang optimal sehingga menghasilkan daya yang
maksimal pada sel surya [4]. Pada Proyek Akhir ini, kami
menggunakan MPPT T20 20A yang dapat digunakan untuk
memaksimalkan daya pada sel surya, mengatur pengisian
baterai, mengatur tegangan kerja dari sel surya, dan mengatur
pemakaian daya pada beban yang digunakan.
Gambar 4 Modul MPPT
3.2.4 Baterai
Baterai / Aki merupakan alat penyimpanan energi listrik
dalam satuan Watt Hour. Aki dibagi dalam 2 jenis yaitu aki
basah dan aki kering. Aki basah adalah aki yang menggunakan
cairan sebagai media untuk menyimpan energi listrik,
sedangkan aki kering adalah aki yang menggunakan serbuk
untuk menyimpan energi listrik, aki kering harus dijaga pada
tegangan tertentu agar aki kering tetap dalam keadaan baik Pada
proyek akhir ini, kami menggunakan aki kering 12 volt da 7,2
Ah
Gambar 5 Baterai
10
3.2.5 Inverter
Inverter adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk
mengubah arus listrik searah (DC) menjadi arus listrik bolak-
balik (AC). Prinsip kerja inverter melibatkan beberapa tahap
konversi dan pengaturan tegangan agar sesuai dengan
kebutuhan perangkat atau sistem yang akan dijalankan. Fungsi
utama inverter adalah memungkinkan perangkat elektronik
yang menggunakan arus listrik bolak-balik, seperti peralatan
rumah tangga dan peralatan industri, dapat dioperasikan
menggunakan daya dari sumber listrik yang menghasilkan arus
searah, seperti baterai atau panel surya.
Gambar 6 Inverter
3.3. Relevansi
PLTS merupakan sumber energi terbarukan yang mendukung
keberlanjutan. Dengan memanfaatkan matahari sebagai sumber dayanya,
PLTS mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang
terbatas dan secara aktif berkontribusi terhadap perlindungan
lingkungan. PLTS merupakan bagian penting dari upaya global untuk
mencapai tujuan energi bersih. Dengan mengurangi emisi gas rumah
kaca dan polusi, PLTS berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim
dan mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan ramah
lingkungan.
11
PLTS merupakan solusi terkait akses listrik di daerah terpencil yang
sulit dijangkau oleh jaringan listrik tradisional. Hal ini mendukung
integrasi energi dan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat
lokal.
3.4. Jadwal Kegiatan
Table 1 Jadwal Kegiatan
Bulan
No Kegiatan 1 2 3 4 5 6
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Studi literatur
Survey
2 lapangan
3 Perencanaan
Persiapan alat
4 dan bahan
5 Pembangunan
Table 2 Jadwal Kegiatan
Bulan
No Kegiatan 7 8 10 9 11 12
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
6 Testbed
7 Evaluasi
Pengambilan
8 data
9 Pelaporan
12
DAFTAR PUSTAKA
[1]Idris, M. (2011). Rancang Bangun Suatu Sistem Pemanfaatan Sumber Energi
Tenaga Surya Sebagai Pendukung Sumber PLN Untuk Rumah Tangga Berbasis
Mikrokontroller. Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi, 3(1), 1-10.
[2]Gunoto, P., & Sofyan, S. (2017). Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
100 Wp Untuk Penerangan Lampu di Ruang Selasar Fakultas Teknik. Jurnal Teknik
Elektro dan Teknologi Informasi, 1(1), 1-7.
[3]Nadandi, Q., D. W., Nani, I., Maharani, I., & Nadhiroh, N. (2021). Rancang
Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan Reflektor Aluminium dan
Cermin Berbasis LabVIEW. Jurnal PNJ, 3(1), 1-10.
13