0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan7 halaman

Penyuluhan Kesehatan: Asma dan Pencegahannya

satuan acara penyuluhan asma

Diunggah oleh

ychintiaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan7 halaman

Penyuluhan Kesehatan: Asma dan Pencegahannya

satuan acara penyuluhan asma

Diunggah oleh

ychintiaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN PADA NY.

K DENGAN ASMA DI
KP. HUJUNG KULON RT 05/RW 05 DESA UTAMA KECAMATAN
CIMAHI SELATAN
Diajukan untuk memenuhi tugas PKK Keperawatan Keluarga

Dengan dosen pembimbing:

Oop Ropei, [Link]., Ns. Sp. [Link]

Disusun Oleh :

Chintia Asih 2350291008

PRODI KEPERAWATAN (D-3)


FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
SATUAN ACARA PENGAJARAN/PENYULUHAN

Pokok Pembahasan : ASMA


Sub Pokok Pembahasan : Penhertian dan pencegahan asma
Sasaran : Ny.K
Hari/Tanggal : jumat 02 januari 2025
Jam/Waktu : 08.00-08.20 (20 menit)
Tempat : rumah ny.k
Penyuluh : Chintia Asih

A. Analisa Situasi
Asma merupakan penyakit saluran napas kronik yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan
jalan napas sehingga menyebabkan sesak napas, batuk, dan napas berbunyi (mengi). Asma dapat
kambuh sewaktu-waktu, terutama bila penderita terpapar faktor pencetus seperti debu, asap rokok,
udara dingin, bulu hewan, atau infeksi saluran pernapasan.

Berdasarkan hasil pengkajian, pasien mengalami asma yang sering kambuh ketika lingkungan rumah
berdebu dan ventilasi kurang baik. Pasien dan keluarga belum sepenuhnya memahami cara mengenali
faktor pencetus asma serta upaya pencegahan kekambuhan melalui modifikasi lingkungan dan perilaku
hidup sehat. Selain itu, pasien belum optimal dalam melakukan perawatan diri saat serangan asma
muncul.

Kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga tentang penyakit asma serta cara pengelolaannya dapat
meningkatkan risiko kekambuhan, memperberat gejala, dan menurunkan kualitas hidup pasien. Oleh
karena itu, diperlukan kegiatan penyuluhan kesehatan (SAP) tentang asma yang meliputi pengertian
asma, faktor pencetus, tanda dan gejala, pencegahan kekambuhan, cara menjaga lingkungan rumah,
serta penanganan awal saat serangan asma terjadi.

Diharapkan melalui kegiatan penyuluhan ini, pasien dan keluarga mampu meningkatkan pengetahuan,
mengubah perilaku, serta berperan aktif dalam pengelolaan asma sehingga frekuensi kekambuhan dapat
dikurangi dan kondisi kesehatan pasien menjadi lebih baik..

B. Diagnosa Keperawatan
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif
2. Manajemen Kesehatan keluarga tidak efektif

C. Tujuan Penyuluhan
• Tujuan Umum

Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit, diharapkan masyarakat mampu memahami penyakit
asma serta melakukan upaya pencegahan dan pengelolaan asma secara mandiri guna mengurangi
frekuensi kekambuhan.
• Tujuan Khusus

Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit diharapkan keluarga pasien mampu:

1. Menjelaskan pengertian asma

2. Menyebutkan tanda dan gejala Asma

3. Menjelaskan cara peencegahan kekambuhan

4. Menunjukan perilaku perawatan diri yang tepat untuk mencegah serangan asma

D. Materi Penyuluhan
Materi penyuluhan yang akan disampaikan meliputi:

1. Pengertian Stroke

2. tanda dan gejala stroke

[Link] mencegah asma kambuh

[Link] risiko

E. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya Jawab

F. Media Penyuluhan
1. Leaflet

G. Rencana Kegiatan Pelaksanaan


Waktu Tahap Penyuluhan Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Penyuluhan
5 menit Pembukaan
1. Salam pembukaan Mengucapkan Salam Menjawab salam dari
pembukaan penyuluh

2. Perkenalan Penyuluh Menyimak atau merespon


Memperkenalkan Diri perkenalan
kepada peserta

3. Menyampaikan Tujuan Menyampaikan tujuan Menyimak tujuan


penyuluhan penyuluhan

4. Kontrak waktu Menyampaikan kontrak Menyepakati kontrak waktu


waktu penyuluhan
Menyampaikan Merespon apersepsi yang
5. Apersepsi apersepsi sebagai disampaikan penyuluh
pembukaan penyuluhan

15 menit Inti
1. Menjelaskan materi 1. Penyuluh 1. Menjawab
secara sistematis menanyakan Pertanyaan penyuluh
2. Evaluasi / Tanya Jawab
apa itu yang
dimaksud asma?

2. Menyimak
2. Menjelaskan Penjelasan dari
apa itu asma penyuluh

3. Menjawab
3. Penyuluh pertanyaan tentang
menanyakan apa saja tanda dan
tanda gejala gejala asma

4. Menjelaskan 4. Menyimak materi


cara pencegahan dari Penyuluh
kekambuhan

5. Penyuluh 5. Menyimak materi


menjelaskan yang disampaikan
bagaimana penyuluh
perilaku
perawatan
mandiri agar
tidak kambuh
5 menit Penutup
1. Kesimpulan 1. Menyimpulkan 1. Peserta
materi yang menyimpulkan
sudah materi yang sudah
disampaikan diberikan
Bersama-sama
dengan peserta

2. Menyampaikan 2. Menyepakati kontrak


2. Kontrak waktu kontrak waktu waktu
penyuluh
menyampaikan
materi

3. Salam Penutup 3. Mengucapkan 3. Menjawab salam


salam penutup penutup

H. Rencana Evaluasi
1. Evaluasi Struktural
a. Peserta menyepakati kontrak untuk dilakukan penyuluhan
b. Media tersedia sesuai dengan kebutuhan
c. Materi penyuluhan telah disiapkan
d. Tempat kegiatan penyuluhan telah disiapkan.

2. Evaluasi Proses
a. Waktu penyuluhan dilakukan sesuai dengan kesepakatan
b. Komunikator dapat menyampaikan materi dengan baik dan lancar
c. Peserta dapat mengikuti kegiatan sampai dengan selesai
d. Peserta tampak antusias mengikiuti kegiatan dengan banyak bertanya
e. selama kegiatan berlangsung peserta tidak ada yangmeninggalkan

3. Evaluasi Hasil
Pasien mampu menjawab
1. Apa pengertian asma?
2. Apa saja tanda dan gejala?
3. Bagaimana cara peerilaku dan perawatan pasien asma?
4. Sebutkan pencegahan asma kambuh?

Mengetahui Cimahi,…………..2026
Pembimbing Penyuluh Kesehatan

( ) ( )
MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian
Asma merupakan penyakit saluran napas kronik yang ditandai dengan peradangan dan
penyempitan jalan napas sehingga menyebabkan sesak napas, batuk, dan napas berbunyi
(mengi). Asma dapat kambuh sewaktu-waktu, terutama bila penderita terpapar faktor pencetus
seperti debu, asap rokok, udara dingin, bulu hewan, atau infeksi saluran pernapasan.
Berdasarkan hasil pengkajian, pasien mengalami asma yang sering kambuh ketika lingkungan
rumah berdebu dan ventilasi kurang baik. Pasien dan keluarga belum sepenuhnya memahami
cara mengenali faktor pencetus asma serta upaya pencegahan kekambuhan melalui modifikasi
lingkungan dan perilaku hidup sehat. Selain itu, pasien belum optimal dalam melakukan
perawatan diri saat serangan asma muncul.
Kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga tentang penyakit asma serta cara pengelolaannya
dapat meningkatkan risiko kekambuhan, memperberat gejala, dan menurunkan kualitas hidup
pasien. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan penyuluhan kesehatan (SAP) tentang asma yang
meliputi pengertian asma, faktor pencetus, tanda dan gejala, pencegahan kekambuhan, cara
menjaga lingkungan rumah, serta penanganan awal saat serangan asma terjadi.
Diharapkan melalui kegiatan penyuluhan ini, pasien dan keluarga mampu meningkatkan
pengetahuan, mengubah perilaku, serta berperan aktif dalam pengelolaan asma sehingga
frekuensi kekambuhan dapat dikurangi dan kondisi kesehatan pasien menjadi lebih baik.
2. Tanda dan gejala Asma
1. Seseorang yang mengidap asma bisa mengalami beragam gejala, seperti:
a)Sesak dada
b)Batuk, terutama pada malam atau dini hari.
c)Sesak napas.
d) Mengi, yang menyebabkan suara siulan saat mengeluarkan napas.
2. Pola gejala pada setiap pengidap asma pun bisa berbeda. Meski begitu,
pola gejala yang paling umum yaitu:
a) Datang dan pergi seiring waktu atau dalam hari yang sama.
b) Mulai atau memburuk dengan infeksi virus, seperti pilek.
c)Dipicu oleh olahraga, alergi, udara dingin, atau hiperventilasi karena
tertawa atau menangis.
d)Lebih buruk di malam hari atau di pagi hari.

3. Faktor Risiko Asma


Bakteri yang berasal dari debu sering menjadi pemicu utama penyakit asma.
Bakteri tersebut bernama endotoxin yang umumnya berada pada perkakas
rumah, terutama di kamar tidur yang menimbulkan gejala asma.
Faktor risiko lain yang dapat memicu penyakit asma, antara lain:
1. Rokok
2. Bulu binatang
3. Udara dingin
4. Infeksi virus
5. Paparan zat kimia
6. Aktivitas fisik
7. Infeksi paru-paru dan saluran napas bagian atas
8. Pekerjaan tertentu seperti tukang las, kayu, atau pekerja pabrik tekstil
9. Emosi yang berlebihan (tertawa terbahak-bahak atau kesedihan yang
berlarut-larut)
10. Alergi makanan, seperti kacang-kacangan
4. Penyebab Asma
Asma adalah jenis penyakit yang dapat menimpa segala usia. Kondisi ini paling sering
disebabkan oleh debu, asap rokok, bulu binatang, udara dingin, aktivitas fisik, infeksi virus
sampai paparan zat kimia. Namun, hingga kini penyebab utama asma belum diketahui secara
pasti. Kendati demikian, pengidap asma terbukti memiliki saluran pernapasan yang lebih
sensitif. Ketika paru-paru terkena iritasi, maka otot saluran pernapasan jadi kaku dan
menyempit. Kemudian, produksi dahak meningkat, sehingga membuat pengidapnya kesulitan
bernapas. Pada anak-anak, gejala asma akan menghilang dengan sendirinya saat memasuki usia
remaja. Namun, anak-anak yang memiliki gejala asma cukup berat, kondisinya bisa bertahan
atau muncul kembali di masa mendatang.
5. Pengobatan Asma
Ada dua hal yang perlu dilakukan dalam pengobatan asma, yakni meredakan gejala dan
mencegah gejala kambuh. Oleh karena itu, pengidap asma perlu disiplin menjalani pengobatan
dengan dokter agar asma tetap terkendali. Di samping melakukan pengobatan, pengidap asma
juga harus menghindari dari hal-hal yang memicu [Link], dokter
merekomendasikan inhaler sebagai pengobatan saat gejala asma muncul. Namun, penggunaan
inhaler juga berpotensi menyebabkan efek samping bagi pengguna. Apabila terjadi serangan
asma dengan gejala yang semakin parah, meskipun sudah melakukan penanganan dengan
inhaler maupun obat, maka perlu tindakan medis di rumah sakit. Pasalnya, asma juga dapat
membahayakan nyawa pengidapnya
6. Pencegahan Asma
Masalah paru yang satu ini adalah jenis penyakit yang dapat dikendalikan dengan mengatur
pola hidup sehat. Selain itu, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut:
1. Mengenali dan menghindari pemicu asma
2. Mengikuti anjuran rencana penanganan asma dari dokter
3. Melakukan langkah pengobatan yang tepat dengan mengenali penyebab serangan asma
4. Menggunakan obat-obatan asma yang telah dianjurkan oleh dokter secara teratur
5. Memonitor kondisi saluran napas
Perlu diperhatikan, penggunaan inhaler justru berisiko meningkatkan reaksi
asma. Oleh karena itu, penting untuk mendiskusikannya dengan dokter, supaya
rencana penanganan asma disesuaikan dengan kebutuhan. Vaksinasi flu dan
pneumonia juga disarankan untuk pengidap asma untuk mencegah komplikasi
berbahaya yang berkaitan dengan pernapasan.

Anda mungkin juga menyukai