Deskripsi Kasus
Di SMA Merdeka, terdapat 3 orang guru Informatika yang mengajar di kelas X
yang memiliki 3 kelas paralel. Semua guru tersebut telah memasukkan nilai PTS
dan PAS ke dalam lembar kerja menggunakan aplikasi pengolah lembar kerja.
Berdasar nilai PTS dan PAS, telah dihitung nilai akhir (NA) dengan rumus NA =
(0,5 x PTS) + (0,5 x PAS). Nilai akhir telah dikonversi menjadi nilai huruf (NH)
dengan ketentuan sebagai berikut :
80.00 < NA <= 100.00 : A
70.00 < NA <= 80.00 : B
60.00 < NA <= 70.00 :C
NA < 60.00 :D
Lembar kerja dari ketiga guru seperti dalam tangkapan layar di bawah ini.
(a)
(b)
(c)
Gambar 2.12 Tangkapan Layar Lembar Kerja Penilaian Peserta
Didik Masing-Masing Kelas
Ketiga guru tersebut sepakat untuk melakukan analisis bersama-sama untuk
mendapatkan beberapa informasi tentang capaian peserta didik dari seluruh kelas.
Informasi yang diharapkan didapat dari data tersebut adalah:
1. Berapa nilai akhir (NA) minimum dan maksimum dari seluruh kelas?
2. Berapa rata-rata NA dari seluruh kelas?
3. Berapa cacah peserta didik yang mendapat nilai A, B, C, D (masing-masing) di
seluruh kelas?
4. Berapa rata-rata NA dari masing-masing kelas?
5. Seperti apakah data lengkap peserta didik dengan NA minimum dari
masing-masing kelas?
6. Seperti apakah data lengkap peserta didik dengan NA maksimum dari
masing-masing kelas?
7. Seperti apakah grafik batang rata-rata NA dari setiap kelas? Manakah
kelas dengan rata-rata tertinggi? Manakah kelas dengan rata-rata
terendah?
Bantulah ketiga guru tersebut untuk menyajikan informasi tersebut di atas
Strategi pembelajaran
Melalui kasus tersebut di atas, diharapkan peserta didik berlatih untuk
menyelesaikannya dengan menerapkan kemampuan berpikir komputasional.
Tergantung pada kesiapan dan kematangan peserta didik dalam penyelesaian
masalah (problem solving), guru dapat membagi peserta didik ke dalam kelompok
kemudian memilih salah satu pendekatan berikut:
1. Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk berdiskusi dalam
kelompok untuk menyelesaikan kasus tersebut (tanpa pertanyaan
panduan).
2. Memberikan beberapa pertanyaan panduan untuk membantu kelompok
berdiskusi menyelesaikan kasus tersebut. Berikut ini beberapa contoh
pertanyaan panduan:
a. Untuk dapat menyajikan informasi yang dibutuhkan para guru
tersebut, apa saja yang penting untuk diketahui? Apa hubungannya
dengan siklus hidup data?
b. Alat bantu apa yang sesuai untuk menyajikan informasi tersebut?
Mengapa?
c. Fitur/fungsi apa saja yang dibutuhkan untuk menyajikan informasi
yang dibutuhkan?
d. Bagaimana langkah-langkah untuk menyajikan informasi tersebut
dengan menggunakan alat bantu yang dipilih?
Contoh langkah penyelesaian kasus
Berikut ini adalah salah satu kemungkinan penyelesaian kasus di atas. Contoh
penyelesaian ini bukan satu-satunya solusi. Bisa saja dirumuskan cara
penyelesaian yang berbeda.
Untuk mendapatkan informasi yang diminta dalam kasus di atas, bisa digunakan
aplikasi pengolah lembar kerja atau bahasa pemrograman yang menyediakan
modul pengolahan data, misalnya Python. Jika akan diselesaikan menggunakan
aplikasi pengolah lembar kerja, bisa memakai fitur dan fungsi yang telah
dirangkum dalam Tabel 2.17. Dalam contoh ini, diberikan ilustrasi penyelesaian
menggunakan Python yang dijalankan di lingkungan Google Colaboraty (Google
Colab). Penjelasan lebih detail tentang Google Colab dapat disimak dari Buku
Informatika bagi peserta didik kelas X.
Langkah-langkah penyajian informasi yang dibutuhkan dalam kasus di atas
adalah sebagai berikut:
1. Pemrosesan data
Data telah dihasilkan dan dikumpulkan oleh 3 guru. Langkah selanjutnya
menurut siklus hidup data adalah pemrosesan data. Berikut ini beberapa
hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemrosesan data di atas:
a. Karena data dikumpulkan dari 3 kelas yang berbeda sementara
informasi yang dibutuhkan adalah informasi dari seluruh kelas maka
data nilai hasil ketiga kelas paralel perlu digabungkan menjadi satu
tabel yang dibuat menggunakan aplikasi pengolah lembar kerja dan
disimpan di komputer.
b. Selain data dari seluruh kelas, dibutuhkan juga informasi mengenai
data dari masing-masing kelas. Oleh karena itu maka dalam
penggabungan data dari 3 kelas, harus ada identitas kelas dari setiap
siswa.
c. Agar informasi nama guru di setiap kelas juga tidak hilang, maka data
gabungan harus memuat nama guru dari kelas tersebut.
Dengan mempertimbangkan 3 hal di atas, maka data dilakukan
penggabungan dan transformasi data menjadi berbentuk seperti dalam
Gambar 2.13 berikut ini. Data disimpan dalam file dengan nama
Nilai_Siswa.xlsx.
(Pertanyaan kritis: apakah format data seperti di bawah ini sudah baik? Mengapa?
Apakah ada format data yang lebih baik? Jelaskan!)
Gambar 2.13 Tangkapan Layar Lembar Kerja Nilai Peserta Didik Semua Kelas
2. Analisis data dan visualisasi data.
Untuk mendapatkan informasi yang bermakna sesuai dengan permintaan
para guru dalam kasus di atas, dilakukan analisis serta visualisasi data
menggunakan Python. Python dipilih sebagai alat bantu untuk analisis dan
visualisasi karena alasan berikut:
a. Python dapat membaca data yang telah disiapkan dalam bentuk lembar
kerja
b. Langkah-langkah yang dilakukan dengan Python dapat disimpan
menjadi program yang dapat dipergunakan kembali untuk diterapkan
pada data yang lain.
Langkah penyelesaian contoh kasus menggunakan Python tercantum dalam
tabel 2.17 berikut ini.
Tabel 2.17 Langkah Penyelesaian Contoh Kasus
No Langkah Penggalan Program dan Hasilnya
1 Import library yang dibutuhkan
yaitu pandas dan matplotlib.
Pandas adalah library di
Python yang digunakan untuk
bekerja dengan dataset karena
memiliki fungsi untuk
menganalisis, membersihkan,
mengeksplorasi, dan
memanipulasi data.
Matplotlib adalah library yang
digunakan untuk membuat
visualisasi statis, animasi, dan
interaktif di Python.
2 Mengunggah file data yang
tersimpan di komputer lokal
dengan nama Nilai_Siswa.xlsx
agar dikenali melalui colab.
3 Membaca file yang sudah
diunggah.
4 Menampilkan data yang telah
dibaca. Ilustrasi di samping
hanya menampilkan sebagian
data saja.
5 Mencari dan menampilkan nilai
akhir (NA) minimum dari
seluruh kelas.
Hasilnya adalah :
Metode loc digunakan untuk
mengakses data berdasarkan
label (nama kolom).
Metode idxmin() digunakan
untuk mendapatkan indeks dari
data dengan nilai minimum.
No Langkah Penggalan Program dan Hasilnya
6 Mencari dan menampilkan NA
maksimum dari seluruh kelas.
Metode idxmax() digunakan Hasilnya adalah :
untuk mendapatkan indeks dari
data dengan nilai maksimum.
7 Mencari dan menampilkan rata-
rata NA dari seluruh kelas.
Metode mean() digunakan
untuk menghitung rata-rata dari
sejumlah data. Hasilnya adalah :
8 Mencari dan menampilkan
cacah peserta didik yang
mendapat nilai A, B, C, D
(masing-masing) di seluruh
kelas. Hasilnya adalah :
Metode value_counts()
digunakan untuk mencacah
(counting) objek yang berisi
suatu nilai tertentu.
9 Mencari dan menampilkan rata-
rata NA dari
masing-masing kelas.
Metode group by digunakan Hasilnya adalah:
untuk mengelompokkan data
berdasar kategori tertentu dan
menerapkan suatu fungsi
tertentu pada kategori tersebut.
10 Mencari dan menampilkan data
peserta didik dengan NA
No Langkah Penggalan Program dan Hasilnya
maksimum dari Hasilnya adalah:
masing-masing kelas.
11 Mencari dan menampilkan data
peserta didik dengan NA
minimum dari masing-masing
kelas.
Hasilnya adalah:
12 Grafik batang rata-rata NA dari
setiap kelas, kelas dengan rata-
rata tertinggi, dan kelas dengan
rata-rata terendah
Hasilnya adalah:
3. Interpretasi
Setelah diperoleh informasi dan visualisasi yang dibutuhkan,
selanjutnya guru dapat membuat interpretasi terhadap capaian
peserta didik kelas X dalam mapel Informatika. Salah satu
interpretasi yang dapat diperoleh adalah bahwa kelas C memiliki
rata-rata NA tertinggi dibanding kelas lain. Nilai minimum di kelas C
lebih tinggi dibandingkan kelas A dan B, sedangkan nilai maksimum
di
kelas C sama dengan nilai maksimum di kelas A. Meskipun selisih
rata-rata ketiga kelas tidak terlalu jauh berbeda, namun dapat
membantu guru untuk mencari tahu lebih lanjut dari kelas C
bagaimana proses pembelajarannya sehingga hasilnya lebih baik.