Pengantar
Computational
Thinking
ZZ
Untuk Guru Madrasah
Gugus Tugas Computational Thinking
Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Kementerian Agama Republik Indonesia
2021
Daftar Isi
01. Tujuan Pembelajaran 06. Definisi Computational Thinking
02. Target Kompetensi 07. Kategori Keterampilan CT
03. Kegiatan Pembelajaran 08. Komponen Keterampilan CT
04. Keterampilan Abad ke-21 09. CT Skills
05. Sejarah Computational Thinking 10. Latihan dan Refleksi
Tujuan Pembelajaran
Pengantar Computational Thinking
Memperkenalkan konsep dan keterampilan berpikir
01 komputasional kepada guru madrasah.
Mempersiapkan guru madrasah untuk mengintegrasikan
02 pemikiran komputasional ke dalam kurikulum madrasah.
Mempersiapkan guru madrasah untuk menerapkan
03 keterampilan berpikir komputasional dalam proses
pembelajaran.
Meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional
04 guru madrasah.
Meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran di
05 lingkungan madrasah.
Target Kompetensi
Pengantar Computational Thinking
Peserta mampu
mendeskripsikan sejarah
perkembangan CT dan tokoh Peserta mampu memahami
yang memainkan peran penting dan menjelaskan pelbagai
dalam perkembangan CT definisi CT
Peserta mampu Peserta mampu memahami dan
memahami dan menjelaskan komponen-
menjelaskan konsep inti komponen keterampilan berpikir
dan konsep periferal CT komputasional
Kegiatan Pembelajaran
Pengantar Computational Thinking
2 JP: 120 Menit #4. Definisi CT (15’)
#1. Pengantar (10’) #5. CT Skills (30’) Peserta mampu
mendeskripsikan,
memahami, & menjelaskan
Computational Thinking
#2. Ice Breaking (10’) #6. Tanya Jawab (10’)
#8. Refleksi dan
PESERTA #3. Sejarah CT (5’) #7. Latihan Soal (20’)
Penutup (20’)
Keterampilan Abad ke-21
Pengantar Computational Thinking
Critical Thinking
Computational Creativity
Thinking Communication
Compassion Collaboration
Sumber: Kemendikbud (2017), Nadiem Makarim (2020), Muhammad Ali Ramdhani (2020)
Computational Thinking (CT)
merupakan kemampuan analitis &
keterampilan kritis abad ke-21 yang
sebanding dengan membaca,
menulis & berhitung.
Sejarah Computational Thinking
Pengantar Computational Thinking Istilah “computational thinking”
diperkenalkan oleh Seymour
Papert dalam karyanya
Mindstorms: Children, Computers,
Papert, Solomon dan Wallace memperkenalkan bahasa
and Powerful Ideas. Dalam karya
pemrograman Logo di sekolah-sekolah lokal dekat MIT.
ini, Papert juga menggunakan
Memprogram robot penyu (turtle robot) dan membuat grafik
istilah “procedural thinking”
garis (line graphics) di lantai atau di atas meja.
untuk merujuk pada ide yang sama.
19
80
19 Seymour Papert, Cynthia Solomon dan Wallace Feurzeig
menciptakan bahasa komputasi Logo di firma riset Cambridge, Bolt
67 Beranek and Newman, dan kemudian pindah ke Artificial Intelligence
Laboratory di Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Papert dan Idit Harel menulis esai berjudul “Situating
Constructionism”. Papert menyatakan bahwa “praktik dan
pemikiran komputasional” (computational thinking and practice)
berbeda dari “literasi komputer” (computer literacy) dan
“pembelajaran berbantuan komputer” (computer aided instruction).
19 19 19
91 93 96
Papert mempublikasikan esai
Papert menerbitkan buku berjudul
berjudul “An Exploration in the
The Children’s Machine: Rethinking
Space of Mathematics
School in the Age of the Computer,
Educations,” membicarakan
di mana dia berbicara tentang asal
perihal solusi geometris dan
mula komputer untuk kebutuhan
menghubungkannya dengan
menghitung lintasan rudal. Dalam
pemikiran komputasional
buku ini, ia juga menggunakan istilah
“computational thinking”.
Wing mempublikasikan esai berjudul
“Computational Thinking and Thinking about
Computing.” Dalam esai ini, Wing menyatakan
bahwa CT merupakan jenis pemikiran analitis
(analytical thinking) yang diperlukan oleh setiap
orang dalam pelbagai bidang.
20
11
20 20
06 08
Jeannette Wing mempopulerkan istilah
“computational thinking” dalam esai berjudul Wing menerbitkan artikel berjudul “Research
“Computational Thinking.” Wing mendefinisikan CT Notebook: Computational Thinking–What and
secara informal sebagai “berpikir seperti ilmuwan Why?” Mendefinisikan CT sebagai “proses
komputer” (thinking like computer scientists). berpikir (thought processes) yang terlibat
Menurut Wing, CT merupakan proses dalam merumuskan masalah dan solusinya,
“memecahkan masalah, merancang sistem, dan direpresentasikan dalam bentuk yang dapat
memahami perilaku manusia dengan dilakukan secara efektif oleh agen pemroses
memanfaatkan konsep-konsep dasar ilmu informasi (information-processing agent).”
komputer.”
Jadi Apa Definisi
“Computational
Thinking?”
Definisi Computational Thinking
Pengantar Computational Thinking
03 CT adalah suatu aktivitas,
seringkali berorientasi produk
01 CT adalah proses berpikir (thought
(product-oriented), yang terkait
processes) yang terlibat dalam
dengan, tetapi tidak terbatas pada,
merumuskan masalah sehingga
pemecahan masalah. (Selby,
solusinya dapat direpresentasikan sebagai
2013)
langkah komputasi dan algoritme. (Aho,
2012) 04 CT adalah proses berpikir
(thought processes) yang terlibat
02 CT adalah proses mengenali aspek- dalam merumuskan masalah dan
aspek komputasi di dunia sekitar kita, mengungkapkan solusinya
dan menerapkan alat dan teknik Ilmu sedemikian rupa sehingga
Komputer untuk memahami dan menalar computer - manusia atau mesin -
sistem dan proses alami dan buatan. dapat melaksanakannya secara
(Furber, 2012) efektif. (Wing, 2014)
05 CT adalah aktivitas mental (mental activity)
untuk mengabstraksi masalah dan
merumuskan solusi yang dapat
diotomatisasi. (Yadav, dkk., 2014) 08 CT adalah keterampilan mental
(mental skills) dan praktik untuk
06 CT adalah proses berpikir yang terlibat merancang komputasi yang
saat memecahkan masalah kompleks dan membuat komputer melakukan
menggeneralisasi serta mentransfer pekerjaan untuk kita, dan
proses pemecahan masalah ke berbagai menjelaskan serta menafsirkan
macam masalah. (Voogt, dkk., 2015) dunia sebagai proses informasi
yang kompleks. (Denning and
07 CT adalah proses berpikir (thought Tedre, 2019)
processes) yang terlibat dalam
merumuskan masalah sehingga solusinya
direpresentasikan sebagai langkah
komputasi dan algoritme yang dapat
dilakukan secara efektif oleh agen
pemroses informasi (information-
processing). (Denning, 2017)
Menurut Computer Science Teachers Association (CSTA) dan
International Society for Technology in Education (ISTE)
04 Mengotomatiskan solusi melalui
Computational Thinking adalah
pemikiran algoritmik (serangkaian
proses pemecahan masalah yang
langkah yang berurutan)
mencakup, tetapi tidak terbatas pada,
karakteristik sebagai berikut:
05 Mengidentifikasi, menganalisis,
01 Merumuskan masalah dengan cara yang dan menerapkan solusi yang
memungkinkan kita menggunakan mungkin dengan tujuan mencapai
komputer dan alat lain untuk membantu kombinasi langkah dan sumber
menyelesaikannya. daya yang paling efisien dan efektif.
02 Mengorganisir dan menganalisis data 06 Menggeneralisasi dan
secara logis mentransfer proses pemecahan
masalah ini ke berbagai macam
masalah.”
03 Merepresentasikan data melalui
abstraksi, seperti model dan
simulasi.
Dari berbagai macam definisi CT,
sebutkan satu hal penting yang
menurut Bapak & Ibu mendefinisikan
Computational Thinking?
Tolong Tuliskan di Kertas Maksimal
6 Kata Definisi CT Versi Bapak/Ibu?
Kategori Keterampilan CT
Pengantar Computational Thinking
Beberapa penulis menempatkan
komponen keterampilan CT tertentu ke
dalam kategori “konsep inti” (core
concept) sementara yang lain sebagai
“konsep periferal” (peripheral
concept).
Logical Thinking 01
Deskripsi:
Menggunakan penalaran logis untuk
Komponen memahami dan memaknai sesuatu,
menetapkan dan memeriksa fakta.
Keterampilan Sumber:
Wing (2011); Grover and Pea (2013);
Computation Csizmadia dkk., (2015); Beecher, 2017.
Thinking
02 Algorithmic Thinking Problem Solving 03
Deskripsi: Deskripsi:
Berpikir dalam kerangka urutan dan Merumuskan masalah dan merancang
aturan; Mengembangkan petunjuk solusi berdasarkan prinsip komputasi.
langkah demi langkah untuk
memecahkan suatu masalah dan Sumber:
masalah serupa; Menggunakan pemikiran Wing (2008); Lu and Fletcher (2009);
algoritmik untuk merancang urutan Yadav dkk. (2014); Kalelioğlu dkk. (2016);
langkah yang tertata untuk memecahkan Beecher, 2017.
masalah, mencapai tujuan, atau
melakukan tugas.
Sumber:
Wing (2008, 2011); ISTE and CSTA
(2011a, 2011b); Barr and Stephenson
(2011); Brennan and Resnick (2012);
Grover and Pea (2013); Selby (2013);
Mannila dkk. (2014); Yadav dkk. (2014);
Csizmadia dkk. (2015); Kalelioğlu dkk.
(2016); Beecher, 2017.
04 Decomposition Pattern Recognition 05
Deskripsi: Deskripsi:
Memecah atau membagi data, proses Mengamati, menemukan dan
atau masalah yang kompleks ke dalam menggunakan pola, tren, dan keteraturan
sub-masalah atau bagian-bagian yang dalam data atau masalah.
lebih kecil, sederhana dan dapat dikelola
untuk menyelesaikannya dengan lebih Sumber:
mudah; menggunakan penalaran Wing (2011); Grover and Pea (2013);
komposisi. Deschryver and Yadav (2015); Csizmadia
dkk. (2015); Kalelioğlu dkk. (2016);
Sumber: Beecher, 2017.
Wing (2008); Qin (2009); ISTE and CSTA
(2011a); Barr and Stephenson (2011);
Selby (2013); Grover and Pea (2013);
Mannila dkk. (2014); Csizmadia dkk.,
(2015); Weintrop dkk. (2016); Atmatzidou
and Demetriadis (2016); Beecher, 2017.
06 Generalization Abstraction 07
Deskripsi: Deskripsi:
Menggunakan kemiripan yang ditemukan Mengidentifikasi prinsip-prinsip umum
untuk membuat prediksi atau untuk yang menghasilkan pola-pola;
memecahkan masalah yang lebih umum menyingkirkan detail yang tidak berguna
atau memecahkan masalah baru untuk fokus pada informasi atau ide yang
berdasarkan solusi yang sudah diketahui relevan; menghapus detail yang tidak
untuk masalah serupa. perlu; memusatkan pada elemen kunci
dalam masalah; memilih representasi dari
Sumber: suatu sistem.
Selby (2013); Grover and Pea (2013);
Csizmadia dkk. (2015); Beecher, 2017. Sumber:
Kramer (2007); Wing (2008, 2011); Qin
(2009); ISTE dan CSTA (2011a); Barr and
Stephenson (2011); Brennan dan Resnick
(2012); Selby (2013); Grover and Pea
(2013); Csizmadia dkk. (2015);
Deschryver and Yadav (2015); Sanford
and Naidu (2016); Kalelioğlu dkk. (2016);
Beecher, 2017.
08 Automation
Sumber:
ISTE dan CSTA (2011a); Barr dan
Deskripsi:
Stephenson (2011); Brennan dan Resnick
Mengotomatiskan solusi; menggunakan
(2012).
komputer atau mesin untuk melakukan
tugas berulang.
Sumber:
Wing (2008); ISTE dan CSTA (2011a, Parallelization 10
2011b); Barr dan Stephenson (2011).
Deskripsi:
Melaksanakan tugas secara bersamaan
09 Data Collection, Analysis and Representation
untuk mencapai tujuan bersama;
menggunakan pemikiran paralel.
Deskripsi:
Mengumpulkan informasi/data, Sumber:
memahaminya dengan menemukan pola, Wing (2011); ISTE dan CSTA (2011a);
merepresentasikannya dengan benar; Barr dan Stephenson (2011); Brennan dan
menyimpan, mengambil dan Resnick (2012).
memperbarui nilai .
11 Modelling & Simulation
Sumber:
Selby (2013); Grover and Pea (2013);
Deskripsi:
Atmatzidou and Demetriadis, (2016);
Membuat suatu model atau sistem untuk
Weintrop dkk. (2016); Beecher, 2017.
menggambarkan suatu proses;
Merepresentasikan data dan proses
(dunia nyata) melalui model.
Sumber:
ISTE dan CSTA (2011a, 2011b); Barr dan
Stephenson (2011); Beecher, 2017.
12 Evaluation
Deskripsi:
Menguji dan memverifikasi solusi,
membuat keputusan tentang apakah
sumber daya yang digunakan baik dan
sesuai dengan tujuan.
Konsep Inti (Proses Mental) Konsep Periferal (Metode)
Berpikir Logis Otomatisasi
(Logical Thinking) (Automation)
Berpikir Algortimik Pengumpulan, Analisis,
(Algorithmic Thinking) dan Representas Data
(Data Collection, Analysis
Pemecahan masalah and Representation)
(Problem Solving)
Paralelisasi
Dekomposisi (Parallelization)
(Decomposition)
Pemodelan dan Simulasi
Pengenalan Pola (Pemodelan dan Simulasi)
(Pattern Recognition)
Evaluasi
Generalisasi (Evaluation)
(Generalization)
Abstraksi
(Abstraction)
4 BAGIAN KETERAMPILAN UTAMA CT
Algorithmic Thinking
Logical Thinking
Decomposition
Problem Solving
Pattern Recognition
Generalisation
Abstraction
Modelling
Keterangan: Kata yang ditulis dalam huruf lebih besar merupakan komponen
utama CT yang paling umum dikemukakan oleh pelbagai penulis. Kata yang ditulis
dalam huruf lebih kecil merupakan komponen utama CT yang tidak umum tapi
dikemukakan oleh banyak penulis.
Sumber Ket. Resep: Inggriani Liem (2020)
01 Algorithmic Thinking
1. Masak air untuk merebus mie,
tunggu sampai mendidih
Algoritme adalah urutan langkah-langkah 2. Masukkan mie ke air yang
yang ditentukan dengan jelas yang sudah mendidih
menggambarkan suatu proses untuk 3. Buka bumbu sachet
mengikuti serangkaian instruksi yang tidak 4. Taruh bumbu dalam piring
ambigu dengan titik awal dan akhir yang jelas. 5. Setelah mie matang, tiriskan
mie, tuangkan ke piring
Contoh: Membuat Resep Makanan 6. Aduk mie dengan
(Memasak Indomie) hingga rata
7. Tumpangkan telur ke
atas mie
8. Silahkan nimati
02 Decomposition
Dekomposisi adalah proses
pemecahan masalah yang kompleks
menjadi bagian-bagian yang lebih
sederhana, lebih kecil dan lebih
mudah ditangani. Dekomposisi kadang
disebut sebagai strategi “divide and
conquer” (memecah dan menaklukan),
yakni mendekati satu masalah dengan
membaginya menjadi sub-sub masalah
penyusunnya dan kemudian
menyelesaikan setiap sub-masalah
secara individual.
Contoh: Penyelesaian Tugas Penulisan
Karya Ilmiah Skripsi
03 Pattern Recognition
Pengenalan pola adalah
kemampuan memperhatikan atau Rangkaian
Keluarga Pola
mengidentifikasi persamaan atau Huruf/Angka
perbedaan umum yang akan 081-999-9999 Nomor Telepon
membantu kita membuat prediksi
[Link]-000.000 Nomor NPWP
atau mengarahkan kita ke jalan
pintas. 1234-1234-1234-1234 Nomor kartu kredit
XX 0000 YY Nomor kendaraan bermotor
Contoh: Pola dalam Rangkaian 15/12/1980 Tanggal
Huruf/Angka beatles@[Link] Alamat email
MPAA movie rating (sistem
PG-13
klasifikasi usia film)
04 Abstraction
Abstraksi adalah cara mengungkapkan
ide dalam konteks tertentu sementara
pada saat yang sama menyembunyikan
detail yang tidak relevan dalam konteks
tersebut.
Contoh: Peta Akses ke Gelora Bung
Karno
Latihan Soal 1
Membangun Bendungan
Sumber: Tantangan Bebras Indonesia 2017 – Kelompok Penggalang (SMP/MTs)
Deskripsi Soal:
Bebras Jordan menebang pohon dan memotongnya sehingga setiap pohon menghasilkan batang pohon yang
panjangnya 10 meter.
Bebras Ali ingin membangun bendungan dan membutuhkan kayu sepanjang 4 meter sebanyak 7 batang, dan kayu
sepanjang 3 meter sebanyak 7 batang. Ali dapat memotong batang pohon yang sudah dipotong Jordan sesuai
dengan keperluannya. Jordan ingin memberikan batang pohon kepada Ali dengan jumlah sesedikit mungkin.
Pertanyaan:
Berapa banyaknya batang pohon minimal yang dapat dipakai Ali untuk membangun bendungan?
A. 5
B. 6
C. 7
D. 8
Latihan Soal 2 Perubahan Formasi Tari
Penyusun: Rahmat Hidayatullah
Enam gadis, Aisyah, Balqis, Chalifah, Dzakiyah, Bagaimana urutan baru para penari?
Elmira dan Fatimah berlatih tarian baru. Mereka A. A B C D E F
berbaris dalam urutan Aisyah yang pertama: A B C D
E F (menggunakan inisial mereka). Kemudian: B. A B C E D F
C. A B E C D F
1. A bertukar tempat dengan D.
D. A B E D C F
2. Setiap orang membalik urutan mereka (urutan
E. A E B C D F
pertama dengan terakhir, urutan kedua dengan
terakhir kedua, dan seterusnya).
3. E bertukar tempat dengan gadis tepat di
belakangnya.
4. A bertukar tempat dengan D.
5. Setiap orang membalik urutan mereka (urutan
pertama dengan terakhir, urutan kedua dengan
terakhir kedua, dan seterusnya).
6. E bertukar tempat dengan gadis di depannya
Latihan Soal 3. Klub Berbagi Buku
Soal 1: Sumber: Tantangan Bebras Indonesia 2017 – Kelompok
Penegak (SMA/MA)
Ada tujuh (7) siswa yang gemar membaca buku dan mereka
membentuk klub untuk berbagi buku. Jika ada satu buku baru diperoleh
(dan dibaca) seorang siswa, kemudian ia akan meneruskan
meminjamkan ke anggota klub lainnya dengan cara berikut.
Tidak setiap siswa menjadi sahabat siswa lainnya, maka seorang siswa
hanya meneruskan meminjamkan buku ke siswa yang bersahabat
dengannya. Jika seorang siswa mempunyai beberapa sahabat, maka
sahabat yang paling muda yang akan dipinjami terlebih dulu, yang
belum pernah meminjam buku itu. Kalau semua sahabatnya sudah
pernah meminjamnya, maka ia akan mengembalikan ke siswa yang
sebelumnya meminjamkan buku itu kepadanya
Diagram berikut menunjukkan tujuh siswa idan garis-garis menunjukkan
hubungan "sahabat" itu. Setiap simpul berisi informasi nama dan umur.
Ben selesai membaca sebuah buku baru dan ingin berbagi dengan
semua anggota klub dan selain Ben belum ada yang pernah
membacanya. Siapa yang akan menjadi pembaca terakhir dari buku
tersebut?
Latihan Soal 4. Ziarah
Penyusun: Amiruddin [Link]
Deskripsi:
Para pengurus asrama putera di sebuah pesantren sedang merencanakan ziarah ke salah satu makam waliyullah.
Ada beberapa pertimbangan untuk bisa berangkat ziarah. Santri hanya bisa ziarah jika:
Hari cerah
Tidak ada jadwal mengaji
Bus tersedia
Refleksi
Pengantar Computational Thinking
01 Apa hal baru yang saya ketahui mengenai
Computational Thinking?
02 Apakah keterampilan Computational Thinking
sebenarnya sudah ada pada soal dan materi
pembelajaran di madrasah? Sebutkan
contohnya?
03 Apakah keterampilan Computational Thinking
bisa diterapkan dalam pembelajaran di
madrasah?
04 Apa yang harus saya lakukan untuk lebih
memahami keterampilan Computational
Thinking?