0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan139 halaman

Program BK SMPN 1 Ingin Jaya 2025/2026

Diunggah oleh

Lifita sari13
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan139 halaman

Program BK SMPN 1 Ingin Jaya 2025/2026

Diunggah oleh

Lifita sari13
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAR PENGESAHAN

Program Layanan Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 1 Ingin jaya Tahun

Pelajaran 2025/2026 ini telah disetujui dan di sahkan pada :

Hari : .................................................

Tanggal : .................................................

Mengetahui, Aceh Besar, 14 Juli 2025


Kepala Sekolah, Guru BK,

Zaidarsyah, S. Pd Risna Risanti, S. Pd. I


NIP. 196710161999031005 NIP. 199012262022212004
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusunan
Program Bimbingan dan Konseling (BK) Berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk
kelas VII SMP ini dapat diselesaikan.

Program ini disusun berdasarkan Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan
Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah, dengan mengacu pada Kurikulum 2013 yang saat
ini digunakan di satuan pendidikan. Penyusunan program ini bertujuan untuk memfasilitasi
peserta didik dalam mengembangkan potensi diri, membangun kesadaran perilaku positif, serta
menginternalisasi nilai-nilai karakter melalui pendekatan meaningful, mindful, dan joyful learning.

Melalui program ini, diharapkan layanan BK dapat menjadi bagian integral dari proses pendidikan
yang tidak hanya berfokus pada hasil akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang
berkarakter, berdaya tahan, dan adaptif menghadapi tantangan zaman.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada:

1. Bapak Kepala SMPN 1 Ingin Jaya atas dukungan dan arahannya,


2. Bapak/Ibu Wakil Kepala Sekolah yang telah memberi fasilitas dan kesempatan,
3. Rekan-rekan MGBK Aceh Besar atas kerja sama dalam pengumpulan data dan penyusunan
program,
4. Bapak/Ibu Guru dan Tenaga Kependidikan SMPN 1 Ingin Jaya yang turut mendukung
keberlangsungan layanan BK di sekolah.

Kami berharap program layanan Bimbingan dan Konseling berbasis Deep Learning ini dapat
menjadi panduan pelaksanaan yang lebih berdampak pada perubahan perilaku, penguatan
karakter, dan peningkatan kesejahteraan psikologis peserta didik.

Aceh Besar, 14 Juli 2025


Hormat Saya

Penyusun
RASIONAL

Paradigma bimbingan dan konseling saat ini menempatkan peserta didik sebagai individu yang
memiliki potensi unik yang perlu dikenali, diarahkan, dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Fokus layanan BK tidak lagi sebatas menangani permasalahan, melainkan mendukung pencapaian
perkembangan optimal dan mencegah munculnya hambatan perkembangan melalui pendekatan
yang bersifat proaktif dan preventif.

Alih-alih hanya memberikan layanan kepada peserta didik yang mengalami masalah, program
bimbingan dan konseling diarahkan untuk mencegah timbulnya masalah, mendukung
perkembangan optimal, serta membangun kesadaran diri yang berkelanjutan

Dalam konteks ini, pengenalan potensi individu menjadi langkah awal yang krusial pada setiap
layanan bantuan, karena hanya dengan mengenali kekuatan, kelemahan, minat, dan kebutuhan
peserta didik, layanan bimbingan dapat berjalan lebih terarah dan bermakna.

Bimbingan dan konseling di sekolah juga berperan penting dalam mendukung peserta didik
mencapai tugas-tugas perkembangan yang tercantum dalam Standar Kompetensi Kemandirian
Peserta Didik (SKKPD). Pelaksanaan program BK memerlukan pendekatan yang kolaboratif dengan
seluruh stakeholder sekolah (guru, orang tua, dan lingkungan sekolah) agar tercapai
perkembangan holistik peserta didik

Melalui penerapan pendekatan deep learning (meaningful, mindful, joyful), peserta didik diajak
untuk tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai,
membangun kebiasaan reflektif, serta mengaplikasikan keterampilan sosial-emosional dalam
kehidupan sehari-hari.
DASAR HUKUM

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional


Menegaskan bahwa pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta
menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan
Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah
Menyebutkan bahwa layanan BK mencakup 4 (empat) program utama:
a) Layanan Dasar
b) Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual
c) Layanan Responsif
d) Layanan Dukungan Sistem

Panduan Operasional Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling SMP, 2016


Memfasilitasi guru BK/konselor dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pelaporan, dan tindak
lanjut layanan BK di satuan pendidikan.

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019 tentang
Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
BK dapat menyesuaikan prinsip penyusunan RPL (Rencana Pelaksanaan Layanan) dengan prinsip:
a) Efisien
b) Efektif
c) Berorientasi pada peserta didik

Komponen inti yang wajib ada: Tujuan Layanan, Langkah Kegiatan Layanan, dan Evaluasi Proses &
Hasil.

Kebijakan Transformasi Kurikulum Nasional 2024–2025 (Pendekatan Deep Learning)


Menekankan pencapaian Profil Lulusan Nasional yang berfokus pada:

a. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
b. Bernalar kritis dan kreatif
c. Bekerja sama dan memiliki kepedulian sosial
d. Tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global

Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024
tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah
Mengatur penerapan pembelajaran dan layanan yang mengarah pada pendekatan pembelajaran
mendalam (deep learning).
VISI

“Terbentuknya peserta didik kelas VII yang beriman, berakhlak mulia, sehat secara mental-
emosional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu belajar secara mendalam untuk
mencapai perkembangan diri yang berkelanjutan.”

MISI

1. Menyelenggarakan layanan Bimbingan dan Konseling yang mendukung proses belajar


mendalam (deep learning) melalui pendekatan reflektif, kolaboratif, dan berkesadaran diri.
2. Membantu peserta didik mengenali potensi, minat, dan bakatnya untuk mengarahkan
perencanaan masa depan secara bertahap dan realistis.
3. Mengembangkan kecakapan sosial-emosional agar peserta didik mampu berinteraksi positif,
mengelola emosi, dan mengambil keputusan yang tepat.
4. Mendorong peserta didik berperilaku etis dalam kehidupan nyata maupun digital serta
memiliki kemampuan adaptasi di era perkembangan teknologi dan informasi.
5. Membentuk budaya belajar yang bermakna, menyenangkan, dan berorientasi pada
penguatan karakter sesuai profil lulusan yang berlaku saat ini.
CAPAIAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
ASPEK
NO CAPAIAN LAYANAN BK
PERKEMBANGAN
1. Landasan Hidup Peserta didik mampu menunjukkan sikap beriman dan
Religius bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui penumbuhan
kebiasaan perilaku yang sesuai dengan agama dan
kepercayaannya seperti pemahaman tentang tujuan dan arah
hidup serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Landasan Perilaku Etis Peserta didik mampu menampilkan perilaku sosial yang
sesuai dengan norma dan etika pada kehidupan
bermasyarakat seperti memahami dan menunaikan hak dan
kewajibannya sebagai warga negara serta memiliki
komitmen moral terhadap sistem etika dan nilai sebagai
pribadi maupun anggota masyarakat.
3. Kematangan Emosi Peserta didik mampu mengekspresikan perasaan diri sendiri
secara bebas dan terbuka tanpa menimbulkan konflik serta
memiliki sikap postif, inisiatif, tangguh, dan disiplin.
4. Kematangan Intelektual Peserta didik mampu menentukan alternatif pengambilan
keputusan dan pengentasan masalah berdasarkan konsep
ilmu pengetahuan dan perilaku belajar seperti menentukan
sesuatu secara mandiri,
memecahkan masalah, dan mengambil keputusan.
5. Kesadaran Tanggung Peserta didik mampu menunjukkan kemampuan interaksi
Jawab dengan orang lain sesuai hak dan kewajiban, memiliki empati,
dapat bekerja sama, dan memiliki karakter solidaritas.
6. Kesadaran Gender Peserta didik mampu menampilkan perilaku yang sesuai
dengan fungsi dan peran sebagai laki-laki atau perempuan
dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan budaya dan nilai-
nilai yang berlaku.
7. Pengembangan Pribadi Peserta didik mampu melakukan aktivitas keseharian untuk
mengembangkan potensi dan hobi yang dimilikinya,
memiliki sifat positif terhadap diri sendiri, mengenali
kualitas dan minat diri, serta
memiliki karakter kejujuran dan tanggung jawab.
8. Perilaku Peserta didik mampu menampilkan contoh perilaku hemat,
kewirausahaan, gigih, kompetitif dan kolaboratif dalam mengembangkan jiwa
Perilaku Ekonomis kewirausahaan untuk mencapai kemandirian hidup.
9. Wawasan dan Kesiapan Peserta didik mampu menentukan pilihan pendidikan
Karier lanjutan yang sesuai dengan kemampuan diri seperti
memiliki keyakinan tujuan hidup dan cita-cita, merencanakan
strategi pengembangan diri, serta membiasakan gemar
membaca untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
10. Kematangan Hubungan Peserta didik mampu menyelaraskan norma- norma
dengan Teman Sebaya pergaulan teman sebaya dengan latar belakang yang beragam
seperti membangun kepercayaan dalam suatu hubungan,
bekerja sama dengan orang lain, memiliki solidaritas dan
bersahabat dengan teman sebaya.
ALUR CAPAIAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

ASPEK TATARAN FASE D (SMP)


No PERKEMBANGAN INTERNALISAS PADA FASE INI PESERTA DIDIK DAPAT:
I TUJUAN
Pengenalan Mengaitkan nilai nilai agama yang telah
1 Landasan Hidup dipelajari dengan aktivitas sehari hari.
Religius Akomodasi Menghargai berbagai bentuk tata cara ibadah
yang dijalankan olehnya maupun orang lain.
Tindakan Memperbaiki kebiasaan perilaku yang kurang
sesuai dengan keyakinannya.
Pengenalan Menampilkan perilaku sosial yang sesuai
Landasan Perilaku norma dan etika perilaku sosial remaja pada
2
Etis kehidupan bermasyarakat.
Akomodasi Meyakini pentingnya norma dan etika perilaku
sosial bagi remaja pada kehidupan
bermasyarakat.
Tindakan Menampilkan perilaku sosial yang sesuai
norma dan etika perilaku sosial remaja pada
kehidupan bermasyarakat.
Pengenalan Mengembangkan ekspresi perasaan diri sendiri
secara bebas dan terbuka tanpa menimbulkan
konflik.
3 Kematangan Emosi Akomodasi Mengelola ekspresi perasaan diri sendiri
secara tepat atas dasar pertimbangan
kontekstual
Tindakan Mengembangkan ekspresi perasaan diri sendiri
secara bebas dan terbuka tanpa menimbulkan
konflik.
4 Kematangan Pengenalan Mengembangkan alternatif pengambilan
Intelektual keputusan dan pengentasan masalah
berdasarkan pengalaman pada saat
menggunakan konsep-konsep ilmu
pengetahuan dan perilaku belajar.
Akomodasi Memadukan keragaman alternatif
pengambilan keputusan dan pengentasan
masalah menggunakan konsep-konsep ilmu
pengetahuan dan perilaku belajar.
Mengembangkan alternatif pengambilan
Tindakan keputusan dan pengentasan masalah
berdasarkan pengalaman pada saat
menggunakan konsep-konsep ilmu
pengetahuan dan perilaku belajar.
Menunjukkan kemampuan interaksi dengan
5. Kesadaran Pengenalan orang lain sesuai hak dan kewajiban.
Tanggungjawab Akomodasi Menyadari hak dan kewajiban serta tanggung
jawab untuk menjalin persahabatan dan
keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.
Saling menghormati, memahami, dan memiliki
Tindakan dalam berinteraksi dengan orang lain sesuai hak
dan kewajiban atas dasar rasa kasih sayang.
Menjelaskan fungsi peran sosial antara laki-laki
Pengenalan dan perempuan sesuai dengan budaya dan
6. Kesadaran Gender nilai-nilai yang berlaku.
Akomodasi Menghargai fungsi dan peran sebagai laki-laki
atau perempuan dalam kehidupan sehari-hari
sesuai dengan budaya dan nilai- nilai yang
berlaku.
Menampilkan perilaku yang sesuai dengan
Tindakan fungsi dan peran sebagai laki-laki atau
perempuan dalam kehidupan sehari-hari
sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang
berlaku.
Mengidentifikasi berbagai aktivitas keseharian
untuk mengembangkan potensi dan hobi yang
7 Pengembangan Pengenalan dimilikinya.
Pribadi Akomodasi Bersikap positif terhadap aktivitas
keseharian untuk mengembangkan
potensi dan hobi yang dimilikinya.
Tindakan Melakukan aktivitas keseharian untuk
mengembangkan potensi dan hobi yang
dimilikinya
Perilaku Pengenalan Mengidentifikasi perilaku hemat, ulet, dan
Kewirausahaan kompetitif dengan karakteristik jiwa
8 / Kemandirian kewirausahaan
Perilaku Ekonomis Akomodasi Menyadari manfaat perilaku hemat, ulet,
kompetitif, kompetitif, dan kolaboratif dengan
karakteristik wirausaha.
Tindakan Menampilkan contoh perilaku hemat, ulet,
kompetitif, kompetitif, dan kolaboratif dalam
karakteristik jiwa kewirausahaan.
Pengenalan Memilih alternatif pendidikan SLTA yang
Wawasan Kesiapan sesuai dengan kemampuan diri dalam rangka
9 Karir merencanakan karier.
Akomodasi Meyakini alternatif pendidikan SLTA yang
sesuai dengan kemampuan diri.
Tindakan Menentukan pilihan pendidikan SLTA dan
pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan
diri.
Pengenalan Mengidentifikasi keterkaitan antara norma diri
Kematangan sendiri dengan fenomena pergaulan di
10 Hubungan dengan lingkungan teman sebaya
Teman Sebaya Akomodasi Menghargai perbedaan norma yang dianut
oleh lingkungan teman sebaya
Tindakan Menyelaraskan norma-norma pergaulan
dengan teman sebaya yang lebih beragam
latar belakang
KOMPONEN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

1. Layanan Dasar

 Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif kepada seluruh peserta
didik kelas 7.
 Fokus pada pengembangan pribadi, sosial, belajar, dan karier.
 Contoh: Pengenalan diri, adaptasi dengan lingkungan SMP, keterampilan belajar efektif, dan
manajemen emosi dasar.

2. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual

 Membantu peserta didik mengenali minat, bakat, potensi, dan cita-citanya.


 Menyusun rencana pengembangan diri yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan masa
depan.
 Contoh: Asesmen minat bakat, konseling karier awal, bimbingan penentuan arah kegiatan
ekstrakurikuler.

3. Layanan Responsif

 Menangani kebutuhan mendesak atau permasalahan yang dihadapi peserta didik.


 Memberikan bantuan secara cepat dan tepat pada kasus-kasus tertentu.
 Contoh: Konseling individual terkait konflik dengan teman sebaya, masalah keluarga, atau
penurunan prestasi.

4. Layanan Dukungan Sistem

 Mendukung efektivitas layanan BK melalui kerja sama dengan guru mata pelajaran, wali
kelas, orang tua, dan pihak sekolah lainnya.
 Contoh: Workshop parenting, kolaborasi dengan wali kelas, koordinasi dengan guru lain
dalam mendukung perkembangan peserta didik.
BIDANG LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

1. Pribadi

Membantu peserta didik memahami dan mengembangkan potensi diri, mengenali kekuatan serta
kelemahan, mengelola emosi, dan membangun kepribadian yang sehat.

Contoh layanan:

 Konseling pribadi tentang manajemen emosi


 Bimbingan tentang kepercayaan diri
 Layanan pengembangan minat dan bakat

2. Sosial

Membantu peserta didik membangun hubungan sosial yang positif, etika pergaulan, dan
keterampilan komunikasi dengan teman, keluarga, dan masyarakat.

Contoh layanan:

 Bimbingan keterampilan komunikasi


 Layanan mediasi konflik antar teman
 Bimbingan etika bermedia sosial

3. Belajar

Mendukung peserta didik dalam meningkatkan keterampilan belajar, mengatasi kesulitan belajar,
dan mengembangkan strategi belajar efektif.

Contoh layanan:

 Layanan strategi belajar efektif


 Bimbingan manajemen waktu belajar
 Konseling kesulitan belajar

4. Karir

Membantu peserta didik mengenali potensi karir, membuat perencanaan masa depan, dan
mengambil keputusan yang tepat tentang studi lanjutan atau dunia kerja.

Contoh layanan:

 Layanan informasi karir


 Bimbingan memilih jurusan
DATA SISWA ASUH
TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Pas Poto

3x4

1. Nama Siswa : ………………………………………………………………………………..


2. Kelas : ………………………………………………………………………………..
3. Tempat tanggal Lahir : ………………………………………………………………………………..
4. Jenis Kelamin : ………………………………………………………………………………..
5. Agama : ………………………………………………………………………………..
6. Alamat
a. Jalan : ………………………………………………………………………………..
b. Desa/ Kelurahan : ………………………………………………………………………………..
c. Kecamatan : ………………………………………………………………………………..
d. Kabupaten/ Kota : ………………………………………………………………………………..
e. Provinsi : ………………………………………………………………………………..
7. No. HP Siswa : ………………………………………………………………………………..
8. Data Ayah
a. Nama : ………………………………………………………………………………..
b. Pekerjaan : ………………………………………………………………………………..
c. Penghasilan : ………………………………………………………………………………..
d. Nomor HP : ………………………………………………………………………………..
9. Data Ibu
a. Nama : ………………………………………………………………………………..
b. Pekerjaan : ………………………………………………………………………………..
c. Penghasilan : ………………………………………………………………………………..
d. Nomor HP : ………………………………………………………………………………..
10. Jumlah Kendaraan : Mobil ……. Motor ……. Sepedah …….
11. Mendapatkan Bantuan : PIP PKH

12. Nomer PKH/ PIP : ………………………………………………………………………………..


ANGKET KEBUTUHAN PESERTA DIDIK (KELAS 7)

Nama :
Kelas :
Petunjuk :

TIDA
NO PERNYATAAN YA
K
1 Saya belum bersungguh-sungguh beribadah pada Tuhan YME
Kadang-kadang perbuatan saya tidak sesuai dengan yang
2
diucapkan
Saya kadang lupa bersyukur atas nikmat dan karunia dari Tuhan
3 YME
4 Saya merasa pernah menyontek pada waktu ulangan
5 Saya lebih senang budaya luar (asing) daripada budaya Indonesia

6 Saya merasa kurang memiliki rasa tanggung jawab


7 Saya gampang marah tanpa tahu penyebabnya
8 Saya merasa rendah diri
9 Saya merasa malu dengan kondisi fisik (jasmani) yang dimiliki

10 Saya merasa kurang mendapatkan perhatian dari orang tua

11 Saya belum tahu cara menjaga kesehatan yang baik dan benar
12 Saya belum tahu tentang potensi diri saya sendiri
13 Saya sering mengalami sakit / alergi
Saya belum memahami kelebihan dan kekurangan yang saya
14
miliki
15 Orang tua saya tidak mempunyai penghasilan tetap
16 Saya merasa kesulitan mengatur waktu belajar dan bermain
17 Saya belum mengenal jati diri saya yang sebenarnya
Saya belum tahu perubahan apa saja yang terjadi pada masa
18
remaja
19 Saya belum terbiasa disiplin dalam kehidupan
20 Saya belum tahu cara menjadi pribadi mandiri
Pemahaman saya masih sedikit tentang bahaya atau dampak
21
rokok
Kata maaf, tolong dan terimakasih kadang lupa saya ucapkan
22 dalam pergaulan
Saya merasa malu untuk berinteraksi dengan para guru dan
23 karyawan di sekolah
Saya belum banyak mengenal lingkungan sekolah baru saya (guru,
24 fasilitas, prestasi, dll)

25 Saya merasa sulit bergaul/kaku dengan teman-teman di sekolah


26 Saya ingin menyelesaikan masalah dengan teman bermain
27 Saya belum banyak teman atau sahabat
28 Saya belum tahu tentang bullying dan cara menyikapinya
Saya sering lupa waktu ketika bermain/membuka medsos (fb, wa,
29 dll)

Saya merasa malu jika bergaul dengan teman yang beda jenis
30
kelamin
Saya jarang bermain/berteman di lingkungan tempat saya tinggal
31

32 Orang tua saya tidak peduli dengan kegiatan belajar saya


33 Saya masih kesulitan dalam memahami pelajaran tertentu
34 Saya merasa tidak nyaman kalau belajar di rumah sendiri
35 Saya belajarnya jika akan ada ulangan atau ujian saja
36 Saya belajar di rumah kalau disuruh/diperintah orang tua
37 Saya sering menunda-nunda pekerjaan sekolah
38 Saya belum tahu cara meraih prestasi di sekolah
39 Saya selalu malas untuk belajar
Saya belum terbiasa belajar kelompok, biasanya saya selalu
40
belajar sendiri
41 Saya belum paham cara yang baik belajar di sekolah baru
42 Saya belum ada teman yang cocok untuk belajar bersama
43 Saya belum tahu cara memperoleh bantuan pendidikan (beasiswa)
44 Saya terpaksa harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup
45 Saya merasa bingung memilih kegiatan ekstrakurikuler di sekolah
46 Saya merasa pesimis bisa naik kelas
47 Saya belum mempunyai cita-cita yang pasti
Saya belum banyak tahu tentang jenis-jenis pekerjaan di
48
masyarakat
49 Saya belum tahu tentang OSIS dan kegiatannya
saya merasa belum paham hubungan antara hobi, bakat, minat dan
50
kemampuan
JADWAL PELAYANAN KONSELING

Jenis Layanan Hari Sasaran Jam ke-


Layanan Klasikal Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Layanan Konseling Senin s/d Sabtu Situasional/ sesuai *menyesuaikan
Individu kebutuhan *responsive
Bimbingan dan Senin *menyesuaikan
Konseling Kelompok Jumat *menyesuaikan
Layanan Konsultasi Senin s/d Sabtu Siswa kelas 7 yang Jam istirahat
membutuhkan.
Layanan Mediasi Senin s/d Jumat Situasional/ sesuai *menyesuaikan
kebutuhan *responsive
Konferensi Kasus Senin s/d Jumat Situasional/ sesuai *menyesuaikan
kebutuhan *responsive
Home Visit Senin s/d Jumat Situasional/ sesuai *menyesuaikan
kebutuhan *responsive
Referal/Alih tangan Senin s/d Jumat Situasional/ sesuai *menyesuaikan
kasus kebutuhan *responsive

Mengetahui, Aceh Besar, 14 Juli 2025


Kepala Sekolah, Guru BK,

Zaidarsyah, S. Pd Risna Risanti, S. Pd. I


NIP. 196710161999031005 NIP. 199012262022212004
DESKRIPSI KEBUTUHAN

Kebutuhan peserta didik/ konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoretik dan hasil
asesmen kebutuhan yang dilakukan. Dalam melaksanakan tugasnya, guru bimbingan dan
konseling terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need Assesment), tujuan penyusunan
instrumen tersebut untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan [Link] hasil
needs assessment menggunakan angket dapat dipaparkan deskripsi kebutuhan sebagai
berikut :

Bidang Layanan Hasil Asesment Kebutuhan Rumusan Kebutuhan


Pribadi Sering merasa minder saat Peningkatan rasa percaya
tampil di depan kelas diri dan keterampilan
berbicara di depan umum
Mudah cemas saat Kemampuan mengelola
menghadapi ujian kecemasan dan stres
akademik
Sosial Bingung cara beradaptasi Keterampilan membangun
dengan teman baru pertemanan yang sehat dan
positif
Sering salah paham dalam Pengembangan keterampilan
komunikasi dengan teman komunikasi efektif
Belajar Sulit mengatur waktu belajar Keterampilan manajemen
di rumah waktu belajar
Mudah terdistraksi media Strategi fokus belajar yang
sosial saat belajar efektif di era digital
Karir Tidak tahu minat dan bakat Pemahaman potensi diri
yang dimiliki sebagai dasar perencanaan
karir
Kurang mengenal jenis-jenis Pemahaman awal tentang
profesi dan jalur pendidikan ragam profesi dan jalur
pendidikan

MERUMUSKAN TUJUAN

Rumusan tujuan dibuat berdasarkan deskripsi kebutuhan peserta didik/[Link] tujuan


yang akan dicapai disusun dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik/konseli
setelah memperoleh layanan bimbingan dan konseling.
Bidang Layanan Rumusan Kebutuhan Rumusan Tujuan Khusus
Pribadi Peningkatan rasa percaya Peserta didik/konseli memiliki
diri dan keterampilan kepercayaan diri yang lebih baik
berbicara di depan umum dan mampu berbicara di depan
umum dengan percaya diri.
Kemampuan mengelola Peserta didik/konseli
kecemasan dan stres memiliki keterampilan
akademik mengelola kecemasan dan
stres saat ujian dengan
strategi yang tepat.
Sosial Keterampilan membangun Peserta didik/konseli mampu
membangun hubungan
pertemanan yang sehat dan
pertemanan yang sehat dan positif
positif di lingkungan sekolah.
Pengembangan keterampilan Peserta didik/konseli mampu
komunikasi efektif berkomunikasi dengan jelas,
asertif, dan efektif dengan
teman sebaya.
Belajar Keterampilan manajemen Peserta didik/konseli mampu
waktu belajar merencanakan dan mengatur
waktu belajar secara efektif di
rumah.
Strategi fokus belajar yang Peserta didik/konseli mampu
efektif di era digital mengurangi distraksi digital
dan fokus saat belajar.
Karir Pemahaman potensi diri Peserta didik/konseli mampu
sebagai dasar perencanaan mengenali minat dan bakatnya
karir sebagai dasar perencanaan
karir.
Pemahaman awal tentang Peserta didik/konseli
ragam profesi dan jalur memahami berbagai profesi
pendidikan dan jalur pendidikan yang
dapat ditempuh di masa
depan.
RENCANA KEGIATAN/ ACTION PLAN

Bidang Tema/ Tujuan Komponen Strategi Capaian Berkesadaran Bermakna Menggembira Metode Media Evaluasi
Layanan Topik Layanan Layanan Layanan Layanan kan
Belajar Manaje Peserta Layanan Klasikal Siswa Sadar akibat Contoh Challenge buat Diskusi, Lembar Proses
men didik/konseli Dasar mampu menunda tugas kasus jadwal belajar membuat jadwal, dan Hasil
Waktu mampu merencanak nyontek & jadwal timer
Belajar merencanaka an & begadang
mengatur
n dan
waktu
mengatur
belajar
waktu belajar efektif
Belajar Fokus secara efektif Layanan Klasikal Siswa Menyadarkan Materi Games "detoks Ceramah PPT, Proses
Belajar di rumah. Dasar mampu dampak relevan HP 5 menit" interaktif stiker dan Hasil
menyusun notifikasi saat dengan , refleksi reminder
prioritas belajar kebiasaan
tugas mereka
sekolah main HP
Belajar Gaya Peserta Layanan Klasikal Siswa Sadar gaya Contoh Quiz gaya Ceramah, Lembar Proses
Belajar didik/konseli Dasar menemukan belajar berbeda gaya belajar quiz gaya dan Hasil
mampu cara belajar tiap orang belajar interaktif belajar,
mengurangi sesuai gaya (visual, PPT
mereka audio,
distraksi
kinestetik)
digital dan
Belajar Manaje Layanan Klasikal Siswa Sadar Contoh Challenge "To- Diskusi, Sticky Proses
men
fokus saat Dasar mengurangi pentingnya kasus Do List" praktik notes, dan Hasil
Tugas belajar. distraksi prioritas tugas langsung papan
digital saat menumpu tulis
belajar k

Karir Mengen Peserta Layanan Klasikal Siswa Sadar bahwa Tes minat Ice breaking Tes Lembar Proses
al didik/kon Dasar mengenali karir berawal & bakat bakat unik sederhan tes minat dan Hasil
Potensi minat dan dari potensi mini a, sharing bakat,
Diri seli bakatnya diri kartu
mampu potensi
Karir Peta mengenal Layanan Klasikal Siswa Sadar potensi Hasil Kegiatan Pemetaa Kartu Proses
Potensi i minat Dasar mampu dirinya bukan pemetaan dilakukan n minat potensi dan Hasil
Diri memetakan hanya dari akan melalui & bakat (berisi
dan minat dan keinginannya menjadi permainan (self kata-kata
bakatnya bakat sendiri, tetapi dasar awal “Tukar Kartu asesmen)
sebagai pribadinya juga dari mereka Potensi” bakat)
dasar berdasarkan pengalaman dalam sehingga
pengalaman, dan menentuk suasana lebih Lembar
perencan dan umpan pengamatan an arah interaktif dan pemetaa
aan karir. balik teman orang lain. cita-cita. menyenangkan. n diri
untuk
mendukung
perencanaa
n karir.
Karir Mengen Peserta Layanan Klasikal Siswa Sadar banyak Dihubungk Tebak profesi Quiz Kartu Proses
al didik/konseli Dasar mengenal pilihan karir an dengan interaktif profesi, dan Hasil
Profesi memahami berbagai cita-cita , diskusi video
& Cita- berbagai profesi & masa kecil
cita jalur
profesi dan
pendidikan
jalur
Karir Rencana Layanan Klasikal Siswa Sadar bahwa Kaitan Challenge "1 Diskusi, Lembar Proses
Cita-cita
pendidikan Dasar menyusun cita-cita butuh dengan langkah kecil" refleksi, cita-cita, dan Hasil
yang dapat rencana langkah prestasi menulis stiker
ditempuh di kecil teman rencana motivasi
masa depan. menuju cita- sebaya
cita
Pribadi Percaya Peserta Layanan Klasikal Siswa Siswa paham Materi Ice breaking Diskusi, PPT, Proses
Diri didik/konseli Dasar menyadari pentingnya dikaitkan dan latihan roleplay kartu dan Hasil
memiliki kelebihan percaya diri dengan ekspresi diri ekspresi
kepercayaan diri dan untuk pengalama
mampu berkembang n tampil di
diri yang lebih
tampil kelas
baik dan
percaya diri
mampu di depan
berbicara di umum
Pribadi Mengelo depan umum Layanan Klasikal Siswa lebih Menyadarkan Latihan Games Ceramah Audio Proses
la Stres dengan Dasar berani bahwa stres relaksasi & relaksasi interaktif relaksasi, dan Hasil
Ujian percaya diri. bicara di bisa diatasi tips nyata ringan , lembar
kelas jelang relaksasi refleksi
ujian napas
Pribadi Pengelo Peserta Layanan Klasikal Siswa Sadar emosi Studi Permainan Ceramah Flashcar Proses
laan didik/konseli Dasar belajar perlu dikelola kasus ekspresi wajah interaktif d emosi, dan Hasil
Emosi memiliki teknik konflik , latihan kertas
keterampilan mengatur teman ekspresi
emosi
mengelola negative
Pribadi Berani kecemasan Layanan Klasikal Siswa Sadar latihan Kaitan Games Latihan Mikrofon Proses
Bicara dan stres saat Dasar mampu membuat dengan speaking cepat berbicara mainan, dan Hasil
di Kelas ujian dengan mengelola percaya diri ujian , tepuk papan
strategi yang kecemasan praktik/ semangat skor
saat ujian presentasi
tepat.
dengan
strategi
tepat
Sosial Pertema Peserta Layanan Klasikal Siswa Paham dampak Studi Simulasi Diskusi Kartu Proses
nan didik/konseli Dasar mampu teman kasus kelompok kecil kelompo studi dan Hasil
Sehat & mampu membangun baik/buruk nyata di k, studi kasus,
Positif membangun pertemanan kelas kasus video
sehat dan pendek
hubungan
positif di
pertemanan
sekolah
Sosial Komuni
yang sehat Layanan Klasikal Siswa bisa Sadar bahwa Dihubungk Roleplay seru Roleplay, Kartu Proses
kasi dan positif di Dasar membedaka cara bicara an dengan tanya dialog, dan Hasil
Positif lingkungan n memengaruhi masalah jawab papan
sekolah. pertemanan hubungan chat grup tulis
sehat & WA/IG
toxic

Sosial Anti Peserta Layanan Klasikal Siswa Sadar dampak Contoh Drama pendek Roleplay, Video Proses
Bullyingdidik/konseli Dasar mampu serius bullying kasus diskusi edukasi, dan Hasil
mampu berkomunik nyata di poster
berkomunikas asi asertif sekolah anti-
dengan bullying
i dengan jelas,
teman
asertif, dan
sebaya
efektif dengan
Sosial Pertema teman sebaya. Layanan Klasikal Siswa Sadar ciri Cerita Games "tebak Studi Kartu Proses
nan Dasar paham teman toxic nyata di tipe teman" kasus, tipe dan Hasil
Toxic vs dampak kelas sharing teman,
Sehat bullying & kelompo video
berani k
speak up
Belajar Disiplin Peserta didik Layanan Bimbinga Siswa Sadar dampak Mengaitka Aktivitas Diskusi, Lembar Proses
Belajar mampu Dasar n mampu positif disiplin n dengan interaktif studi jadwal dan Hasil
mengatur waktu Kelompo menerapkan terhadap contoh (games time kasus, belajar,
belajar dengan k jadwal prestasi. nyata di management). challenge video
konsisten dan belajar yang kelas (siswa "7 Hari motivasi
terhindar dari teratur. berprestasi Disiplin belajar.
kebiasaan ). Belajar".
menunda-
nunda
(prokrastinasi).
Karir Meraih Peserta didik Layanan Bimbinga Siswa sadar bahwa Mengaitka Aktivitas Diskusi, Lembar Proses
Cita- menyusun Dasar n memiliki cita-cita butuh n dengan menulis "peta refleksi, cita-cita, dan Hasil
Cita langkah-langkah Kelompo mini action proses dan pengalama cita-cita". menulis stiker
kecil untuk k plan cita- usaha. n teman rencana motivasi.
mencapai cita- cita. sebaya kecil.
citanya. yang
berprestasi
Karir Belajar Peserta didik Layanan Bimbinga Siswa Sadar bahwa Mengaitka Cerita Diskusis Video Proses
dari mampu Dasar n mampu kesuksesan n tokoh inspiratif haring tokoh dan Hasil
Tokoh mengidentifikasi Kelompo menyebutka butuh dengan singkat, kuis tokoh sukses,
Sukses nilai-nilai positif k n 3 nilai perjuangan. bidang "siapa aku?". favorit. kartu
dari perjalanan positif yang minat nilai
tokoh sukses dapat ditiru siswa. tokoh.
dan dari tokoh
menerapkannya sukses.
dalam
kehidupan
sehari-hari.
Karir Temuka Peserta didik Layanan Bimbinga Siswa Sadar bahwa Mengaitka Ice breaking Diskusi,b Kartu Proses
n Api, menyadari Dasar n mampu setiap orang n dengan "potensi rainstor potensi dan Hasil
Dalam potensi diri dan Kelompo menyebutka memiliki pengalama tersembunyi". ming, diri,
Dirimu termotivasi k n minimal 2 potensi unik. n siswa self- poster
untuk potensi diri yang mapping. motivasi.
mengembangka dan cara pernah
n bakatnya. mengemban berkarya.
gkannya.
Pengembangan Tema/Topik Program BK
TEMA/ JUDUL Bidang Fokus SKKPD Indikator Capaian Waktu
TOPIK MATERI Layanan Kompetensi Pelaksanaan
Manajemen Pintar Atur Belajar Siswa mampu Kematangan Siswa membuat Juli
Waktu Waktu mengatur waktu Intelektual jadwal belajar yang
Belajar Belajar belajar dengan realistis dan diikuti
baik secara konsisten
Fokus Fokus Belajar Siswa fokus Kematangan Siswa mampu belajar Agustus
Belajar Tanpa belajar tanpa Intelektual 30–45 menit tanpa
Distraksi gangguan digital membuka media
Digital sosial
Gaya Belajar Belajar Asik Belajar Menemukan Kematangan Siswa Desember
Tanpa Stres gaya belajar Intelektual mengidentifikasi
yang sesuai gaya belajarnya dan
menerapkannya saat
belajar
Manajemen Manajemen Belajar Mampu Kematangan Siswa menyusun Februari
Tugas Tugas & PR mengatur tugas Intelektual daftar prioritas tugas
sekolah secara dan menyelesaikan
terencana tepat waktu
Mengenal Yuk Kenali Karir Mengenali Wawasan Siswa mengisi tes Juli
Potensi Diri Potensi minat, bakat, dan Kesiapan potensi diri dan
Diri! potensi diri Karir merefleksikan
hasilnya
Peta Potensi Minat dan Karir Mengenal Wawasan Siswa mendapatkan Oktober
Diri Bakat Versi potensi diri Kesiapan deskripsi potensi
Teman melalui umpan Karir dari teman sekelas
balik
Mengenal Mengenal Karir Mengenal Wawasan Siswa menyebutkan Juni
Profesi & Profesi & berbagai profesi Kesiapan 3 profesi yang
Cita-cita Cita-cita dan Karir diminati beserta
hubungannya alasannya
Rencana Jalan Karir Membuat Wawasan Siswa membuat 3 Januari
Cita-cita Menuju langkah kecil Kesiapan rencana konkret
Cita-citaku menuju cita-cita Karir mendukung cita-
citanya
Percaya Diri Aku Pribadi Menumbuhkan Kematangan Siswa berani April
Percaya kepercayaan diri Emosi mengungkapkan
Diri! pendapat di depan
teman sekelas
Mengelola Bye-bye Pribadi Mengatasi Kematangan Siswa mampu November
Stres Ujian Stres Ujian kecemasan saat Emosi mempraktikkan
ujian teknik relaksasi
sebelum ujian
Pengelolaan Aku Bisa Pribadi Mampu Kematangan Siswa mampu Mei
Emosi Kendalikan mengendalikan Emosi mengenali emosi
Emosi! emosi negatif marah dan cara
meredakannya
Berani Berani Pribadi Berani berbicara Kematangan Siswa berani Februari
Bicara di Bicara tanpa takut Emosi berbicara dalam
Kelas Tanpa dihakimi diskusi kelompok
Takut Salah kecil
Pertemanan Berteman Sosial Membangun Kematangan Siswa mengenali ciri September
Sehat & Sehat & hubungan Hubungan teman yang positif
Positif Asyik pertemanan dengan dan mendukung
yang sehat Teman
Sebaya
Komunikasi Komunikasi Sosial Mengembangkan Kematangan Siswa mampu September
Positif Asik Tanpa komunikasi Hubungan menyampaikan
Baper asertif dengan pendapat tanpa
Teman menyinggung teman
Sebaya
Anti Bullying Stop Sosial Mencegah dan Kematangan Siswa berani Januari
Bullying menolak Hubungan melapor jika ada
Sekarang! perilaku bullying dengan kasus bullying di
Teman kelas
Sebaya
Pertemanan Sahabat Sosial Membedakan Kematangan Siswa mampu Maret
Toxic vs Sejati vs pertemanan Hubungan mengidentifikasi
Sehat Toxic sehat dan dengan tanda pertemanan
Friend berbahaya Teman toxic
Sebaya
Disiplin Disiplin Belajar Melatih Kematangan Siswa mampu Agustus
Belajar Belajar kedisiplinan Emosi membuat komitmen
belajar belajar disiplin.
Meraih Cita- Meraih Karir Merencanakan Wawasan Siswa menyusun Maret
Cita Cita-Cita cita-cita masa Kesiapan rencana langkah
depan Karir menuju cita-cita.
Belajar dari Dari Karir Mengambil Wawasan Siswa dapat Oktober
Tokoh Mereka inspirasi dari Kesiapan menyebutkan 3
Sukses Aku Belajar tokoh sukses Karir teladan dari tokoh
sukses.
Temukan Aku Punya Karir Mengembangkan Wawasan Siswa membuat November
Api, Dalam Nyala, Aku semangat Kesiapan rencana karya kecil
Dirimu Bisa berkarya Karir sesuai minatnya.
Berkarya

Dukungan Sistem

Tema/Topik Judul Materi Fokus Kompetensi

Administrasi & Asesmen Jurnal, Profil Digital, Monitoring perkembangan siswa


Asesmen Non-tes

Kolaborasi Workshop Wali Kelas dan Pendampingan rencana belajar/karir


Orang Tua siswa

Pengembangan Profesional Pelatihan Guru BK Peningkatan kompetensi guru

Media BK Inovatif Podcast, Video, Papan Media penyampaian layanan kreatif


Digital
RENCANA EVALUASI DAN TINDAK LANJUT

Penilaian dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh kompetensi yang diharapkan telah

dimiliki peserta didik. Untuk itu setiap akhir pemberian layanan diperlukan adanya feedback

untuk mengetahui keberhasilan layanan yang diberikan dengan mengetahui apakah kompetensi

yang diharapkan dari materi yang diberikan sudah dimiliki oleh peserta didik. Dengan

demikian maka yang perlu diketahui adalah kondisi nyata keadaaan peserta didik terkait

dengan materi layanan yang diberikan.

Sasaran penilaian bimbingan dan konseling berorientasi pada perubahan tingkah laku

(termasuk di dalamnya pendapat, nilai dan sikap) serta perkembangan siswa. Oleh karena

itu penilaian dilakukan dalam proses dan hasil pencapaian kemajuan perubahan tingkah laku

dan perkembangan siswa tersebut.

Penilaian Proses

Penilaian proses kegiatan layanan BK dilakukan melalui analisis terhadap keterlibatan unsur-

unsur sebagaimana tercantum dalam SATLAN dan SATKUNG, untuk mengetahui efektifitas

dan efisiensi pelaksanaan kegiatan. Penilaian proses bimbingan dan konseling ditujukan

kepada penilaian selama proses yang dapat dilakukan dengan

 Mengamati partisipasi dan aktivitas siswa dalam kegistan layanan

 Mengungkapkan pemahaman siswa atas materi yang disajikan atau pemahaman atas

masalah yang dialaminya

 Mengungkapkan kegunaan layanan dan mengamati perkembangan siswa

 Mengungkapkan kelancaran proses dan suasana penyelenggaraan kegiatan layanan

Penilaian hasil

Untuk memperoleh informasi keefektifan layanan peminatan ditinjau dari hasilnya.

Fokus Penilaian
Understanding : diperolehnya informasi dan pemahaman baru

Comfort : dicapaianya keringanan beban perasaan

Action : disusunnya rencana kegiatan pasca konseling dalam rangka perwujudan upaya

pengembangan diri dan/ atau pengentasan masalah klien

Tindak Lanjut

Berdasarkan hasil evaluasi kemudian dibuatkan laporan keterlaksanaan program layanan

untuk tindak lanjut kegiatan dalam upaya pencapaian tujuan berbentuk rekomendasi
SARANA DAN PRASARANA YANG DIPERLUKAN ANTARA LAIN SEBAGAI BERIKUT:

Sarana

a. Alat pengumpul data, contoh :

1) Format-format

2) Pedoman observasi

3) Pedoman wawancara

4) Angket/ data pribadi

5) Catatan harian

6) Daftar nilai prestasi belajar

7) Catatan konseling konseling

8) Instrumen pengembangan bakat dan minat

b. Alat penyimpan data, contoh :

1) Buku perkembangan pribadi

2) Cummulative Record

3) Basis Data Prestasi Akademik

4) Daftar Peserta Didik Asuh

c. Perlengkapan teknis, contoh :

1) Buku pedoman/petunjuk

2) Blanko surat

3) Agenda surat

4) Perangkat komputer

Prasarana

Prasarana penunjang layanan :


a. Ruang bimbingan dan konseling terdiri atas : ruang tamu, ruang kerja, ruang bimbingan

dan konseling kelompok/ diskusi, ruang dokumentasi.

b. Anggaran biaya untuk menunjang kegiatan layanan terdiri atas biaya/ anggaran biaya

yang diperlukan, home visit


ANGGARAN BIAYA

Anggaran biaya menyesuaikan dengan anggaran sekolah yang dialokasikan untuk kegiatan

bimbingan dan konseling, perencanaan sarana dan biaya disusun secara rasional berdasarkan

kebutuhan.

Rencana anggaran berisi uraian jenis kegiatan dan rincian besar anggaran yang

dibutuhkan. Jumlah besar anggaran menunjukkan kebutuhan besaran anggaran untuk

mendukung keterlaksanaan program bimbingan dan konseling. Rencana anggaran disusun

untuk mendukung implementasi program secara cermat, rasional dan realistik.

Adapun rencana anggaran kegiatan bimbingan dan konseling pada pelajaran 2024/2025

tahun ini secara garis besar dapat dilihat pada tabel rincian anggaran bimbingan dan konseling

berikut ini:

Tabel 1.5 Rencana Anggaran Kegiatan Bimbingan dan Konseling Tahun Pelajaran
2024/2025

NO KEBUTUHAN RASIO VOLUME JUMLAH


DAN DANA
1 Fotokopi Instrumen 919 eksemplar x Rp. 459.500,-
RP.500,-
need assesment

2 Lembar jawab Angket 919 lembar x Rp. Rp. 459.500,-


500,-

3 Kertas 2 rim HVS 70 gram x Rp. 120.000,-

Rp. 60.000,-

4 Tinta printer 2 Botol X Rp. 25.000,- Rp. 50.000,-

5 Spidol Boardmaker 2 X RP. 7.000,- Rp. 14.000,-

6 Kertas cover 8 X RP. 5000,- Rp. 40.000,-

7 Kontribusi Works 3 X Rp.100.000,- Rp. 300.000,-


shotingkat kota dan
provinsi

8 Tranport Home Visit 12 X 31 X 50.000,- Rp. 18.600.000,-

9 Buku Penunjang 3 X 150.000 Rp. 300.000,-

10 Lemari filling kabinet 1 X Rp.1.500.000 Rp. 1.500.000

Total Rp. 21.803.000,-


RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
1. Satuan Pendidikan : SMPN 1 Ingin Jaya
2. Kelas/Fase : VII/Fase D
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Peserta didik sudah mulai menghadapi ujian dan tugas, namun
sebagian masih menunda pekerjaan, begadang, atau kesulitan
membagi waktu belajar sehingga belajar kurang efektif.

2. Karakteristik Materi Materi bersifat aplikatif, reflektif, dan kontekstual. Fokus pada
pelajaran kemampuan merencanakan dan mengatur waktu belajar secara
efektif melalui contoh nyata dan challenge membuat jadwal belajar.

3. Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME:


menyadari pentingnya menghargai waktu yang diberikan
sebagai amanah.
 Penalaran Kritis: menganalisis penyebab menunda tugas
dan dampaknya.
 Kreativitas: menyusun jadwal belajar yang menarik dan
realistis.
 Kemandirian: mampu mengatur waktu belajar sendiri
tanpa tergantung orang lain.
 Kolaborasi: berbagi strategi dan tips belajar efektif dengan
teman.

DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan  Peserta didik mampu membuat dan menerapkan jadwal


belajar yang efektif untuk mengurangi menunda tugas,
begadang, dan meningkatkan hasil belajar.

2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling


 Pendidikan Pancasila (disiplin & tanggung jawab)
 Matematika / IPA / Bahasa Indonesia (perencanaan tugas &
belajar)

3. Tujuan Layanan BK  Setelah layanan, peserta didik mampu:


 Menyebutkan dampak menunda tugas dan begadang
terhadap hasil belajar.
 Membuat jadwal belajar mingguan yang realistis.
 Mampu memanfaatkan waktu belajar secara efektif.

4. Topik Layanan “Pintar Atur Waktu Belajar”

5. Praktik Pedagogik  Pembelajaran Reflektif


 Challenge / Latihan membuat jadwal belajar.

6. Kemitraan dan  Kolaborasi dengan guru mapel untuk menyesuaikan jadwal


lingkungan pembelajaran belajar dengan tugas harian.
 Lingkungan kelas mendukung diskusi dan praktik membuat
jadwal.
 Teman sebaya sebagai partner sharing tips belajar.

7. Pemanfaatan digital  PPT contoh jadwal belajar efektif.


 Timer / aplikasi pengingat waktu belajar.
 Lembar jadwal digital (Google Sheet) atau cetak.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

 Guru menyapa siswa & doa pembuka.


 Ice Breaking: “Satu Hal yang Paling Sering Ditunda” – siswa
menyebutkan tugas yang biasanya ditunda.
 Guru bertanya: “Bagaimana perasaanmu saat begadang atau
menunda tugas?”

Inti : Kegiatan Inti

Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan akibat menunda tugas dan begadang


(penurunan konsentrasi, prestasi menurun).
 Diskusi: contoh kasus nyata (nyontek, begadang, kurang
tidur).

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Challenge: siswa membuat jadwal belajar mingguan dengan


bantuan lembar jadwal.
 Setiap siswa mempresentasikan jadwalnya dan berdiskusi:
apakah realistis & efektif?
 Praktik: menggunakan timer atau pengingat untuk membagi
sesi belajar dan istirahat.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menulis: “Satu langkah yang akan kulakukan minggu


ini untuk lebih disiplin belajar”.
 Diskusi singkat: siapa yang bisa mendukung mereka agar
tetap sesuai jadwal?

Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)


 Guru menyimpulkan: “Belajar efektif dimulai dari mengatur
waktumu dengan bijak.”
 Siswa mengucapkan afirmasi: “Aku mampu mengatur waktu
belajarku dengan efektif.”
 Doa penutup.

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab: pengalaman menunda tugas dan begadang.

Asesmen proses Observasi partisipasi diskusi, membuat jadwal, dan challenge


penggunaan timer.

Asesmen akhir Lembar jadwal belajar & rencana tindak lanjut pribadi.

Mengetahui, Aceh Besar, 14 Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

Zaidarsyah, S. Pd Risna Risanti, S. Pd. I


NIP. 196710161999031005 NIP. 199012262022212004
Lampiran Materi – “Pintar Atur Waktu Belajar”

1. Pengertian Mengatur Waktu Belajar


Kemampuan merencanaka
2. n, membagi, dan memanfaatkan waktu belajar secara efektif agar tugas selesai tepat waktu,
tidak terburu-buru, dan kualitas belajar optimal.
3. Mengapa Penting?

 Mengurangi kebiasaan menunda tugas.


 Mencegah begadang yang merusak kesehatan & konsentrasi.
 Membantu pencapaian target belajar dan prestasi akademik.

3. Cara Mengatur Waktu Belajar


a. Mengenali prioritas tugas

 Buat daftar tugas berdasarkan deadline & tingkat kesulitan.

b. Membuat jadwal belajar

 Bagikan waktu belajar ke sesi 25–40 menit dengan istirahat pendek.


 Gunakan timer untuk fokus.

c. Evaluasi harian/mingguan

 Tandai tugas yang selesai.


 Catat kendala & perbaiki jadwal minggu depan.

4. Aktivitas Pendukung (Ice Breaking & Challenge)

 Ice Breaking: “Satu Hal yang Paling Sering Ditunda”.


 Challenge: membuat jadwal belajar mingguan dengan kolaborasi teman sebaya.
 Video motivasi: “Tips Belajar Efektif Tanpa Begadang”.

LKPD – “Pintar Atur Waktu Belajar”

Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Tugas apa yang paling sering kamu tunda?


2. Bagaimana perasaanmu saat menunda atau begadang?

B. Latihan Membuat Jadwal

 Buat jadwal belajar mingguan:


Hari / Waktu / Mata Pelajaran / Durasi / Catatan

C. Rencana Mingguan

 Satu langkah yang akan dilakukan agar lebih disiplin belajar


RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan : SMPN 1 Ingin Jaya
Kelas/Fase : VII/Fase D
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 2x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai menyadari bahwa setiap orang memiliki
potensi unik. Beberapa sudah memiliki ide tentang minat dan
bakat, namun banyak yang masih bingung dan ragu
mengembangkannya.

Karakteristik Materi pelajaran Materi reflektif, partisipatif, dan aplikatif. Fokus pada pengenalan
potensi diri melalui pengalaman tes sederhana dan sharing antar
teman.

Dimensi profil lulusan  Keimanan & Ketakwaan kepada Tuhan YME: menyadari
setiap potensi diberikan Tuhan untuk dimanfaatkan dengan
baik.
 Penalaran Kritis: menganalisis minat, bakat, dan
keterampilan diri secara objektif.
 Kreativitas: menemukan cara unik untuk mengembangkan
bakat yang dimiliki.
 Kemandirian: mampu memutuskan langkah
pengembangan potensi diri sendiri.

 Kolaborasi: berbagi dan berdiskusi tentang potensi dengan


teman.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian Layanan  Peserta didik mampu mengenali minat dan bakat, serta
menyusun langkah awal untuk mengembangkannya.

Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling


 Bahasa Indonesia (ekspresi lisan & sharing pengalaman)

Tujuan Layanan BK  Menyebutkan minimal 2 potensi diri (minat atau bakat).


 Memahami hubungan potensi diri dengan masa depan karir.
 Menyusun langkah sederhana untuk mengembangkan
potensi yang dimiliki.

Topik Layanan “Yuk Kenali Potensi Diri!


Praktik Pedagogik  Pembelajaran Reflektif
 Tes Mini Minat & Bakat

 Sharing pengalaman antar teman

Kemitraan dan lingkungan  Kolaborasi dengan wali kelas untuk mendukung tes mini.
pembelajaran  Lingkungan kelas yang nyaman untuk refleksi dan sharing.
 Teman sebaya sebagai partner sharing dan feedback.

Pemanfaatan digital  Tes minat & bakat


 Kartu potensi diri (visual)
 Video pendek: “Kenali Bakatmu, Rencanakan Masa
Depanmu”

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan )

 Guru menyapa siswa dan memimpin doa.


 Ice Breaking: “Bakat Unik-ku” – siswa menuliskan satu
bakat unik yang mereka miliki.
 Guru memantik pertanyaan: “Apa yang paling kamu sukai
dan ingin kembangkan?”

Inti : Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan konsep minat dan bakat, serta kaitannya


dengan pengembangan karir.
 Menonton video pendek tentang siswa yang berhasil
mengembangkan bakatnya.
 Diskusi: pengalaman teman dalam menemukan minat dan
bakat.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Siswa mengikuti tes mini minat & bakat (contoh sederhana).


 Mengisi kartu potensi diri: menulis minat, bakat, dan satu
langkah awal mengembangkannya.
 Sharing kelompok: siswa menjelaskan temuan potensi diri
dan mendapatkan umpan balik.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menuliskan satu tindakan nyata minggu ini untuk


mengembangkan potensi.
 Guru memberikan motivasi: “Setiap langkah kecil
mengembangkan potensimu untuk masa depan.”

Penutup : Kegiatan Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan pentingnya mengenali potensi diri


sejak dini.
 Siswa menyebutkan satu afirmasi: “Aku siap
mengembangkan bakat dan minatku.”
 Doa penutup.

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab pengalaman mengenali minat dan bakat sebelumnya.

Asesmen proses Observasi partisipasi tes mini dan sharing kelompok.

Asesmen akhir  LKPD & kartu potensi diri

 Rencana langkah pengembangan bakat/minat

Mengetahui, Aceh Besar, 14 Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

Zaidarsyah, S. Pd Risna Risanti, S. Pd. I


NIP. 196710161999031005 NIP. 199012262022212004

Lampiran Materi – “Yuk Kenali Potensi Diri!”

1. Pengertian Minat dan Bakat


 Minat: Ketertarikan atau kesukaan terhadap suatu bidang atau aktivitas. Minat muncul karena
hal itu membuat kita senang dan bersemangat.
 Bakat: Kemampuan alami atau potensi yang dimiliki seseorang, yang bisa dikembangkan
menjadi keterampilan.

Contoh:

 Minat: Suka menggambar, menulis, bermain musik.


 Bakat: Mampu melukis dengan detail, mudah memahami bahasa asing, cepat dalam berhitung.

2. Mengapa Penting Dikenali

 Membantu menentukan arah pengembangan diri, hobi, dan karir di masa depan.
 Memudahkan memilih kegiatan yang sesuai, sehingga lebih termotivasi.
 Meningkatkan rasa percaya diri karena tahu kelebihan diri.
 Membantu merencanakan langkah konkret untuk mengembangkan potensi.

3. Cara Mengenali Potensi Diri

a. Refleksi Diri

 Tuliskan aktivitas yang paling kamu sukai dan membuatmu senang.


 Identifikasi kemampuan yang sering membuatmu bangga atau berhasil.

b. Tes Mini Minat & Bakat

 Jawab pertanyaan singkat:


1. Aktivitas apa yang paling membuatmu bersemangat?
2. Kegiatan apa yang menurutmu mudah dilakukan dibanding teman lain?
3. Saat waktu luang, apa yang paling kamu ingin lakukan?
 Gunakan jawaban ini untuk melihat pola minat dan bakat.

c. Sharing & Diskusi

 Saling bertukar hasil refleksi dan tes mini dengan teman.


 Diskusi kelompok: apakah teman melihat potensi yang mungkin tidak kamu sadari?

d. Afirmasi Positif

 Contoh: “Aku mampu menemukan dan mengembangkan potensiku.”


 Ucapkan setiap hari, terutama sebelum melakukan aktivitas yang berkaitan dengan minat atau
bakat.

4. Aktivitas Pendukung

Ice Breaking: “Bakat Unik-ku”

 Setiap siswa menyebutkan satu bakat unik atau minat yang mereka miliki.
 Bisa menggunakan media kertas warna atau papan tulis untuk menampilkan hasil.

Visualisasi Potensi

 Buat Kartu Potensi Diri (Canva atau kertas warna).


 Isi dengan: minat, bakat, satu langkah pengembangan.
Video Pendukung

 “Kenali Bakatmu, Rencanakan Masa Depanmu” (YouTube, 2–3 menit)


 Menjadi motivasi sebelum memulai tes mini atau diskusi.

LKPD – “Yuk Kenali Potensi Diri!”

Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Tulis 2 minat yang paling kamu sukai:

2. Tulis 2 bakat yang kamu miliki:

3. Aktivitas apa yang membuatmu merasa paling percaya diri?

B. Rencana Pengembangan

1. Satu langkah nyata minggu ini untuk mengembangkan potensi:

2. Siapa yang bisa mendukungmu mengembangkan potensi ini?

3. Bagaimana cara kamu memanfaatkan bakat/minat ini di kelas atau kegiatan ekstrakurikuler?

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL
IDENTITAS UMUM :

1. Satuan Pendidikan : SMPN 1 Ingin Jaya

2. Kelas/Fase : VII/ Fase D

3. Tahun Ajaran : 2025/2026


4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai menyadari sering terdistraksi HP saat belajar,
sehingga konsentrasi berkurang dan waktu belajar tidak efektif.

2. Karakteristik Materi Materi reflektif, partisipatif, dan kontekstual. Fokus pada


pelajaran kesadaran dampak distraksi digital dan strategi mengurangi
gangguan untuk belajar efektif.

3. Dimensi profil lulusan  keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: menyadari
penggunaan waktu sebagai amanah dari Tuhan.
 Penalaran Kritis: mengevaluasi kebiasaan digital yang
mengganggu belajar.
 Kreativitas: mencari cara unik agar tetap fokus belajar.
 Kemandirian: mampu mengatur diri sendiri dan membatasi
penggunaan HP saat belajar.
 Kolaborasi: berbagi tips fokus dengan teman sebaya.
 Komunikasi: menyampaikan strategi belajar tanpa distraksi
secara jelas

DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan Peserta didik mampu menyadari sumber distraksi digital,


menerapkan strategi fokus saat belajar, dan membuat rencana
penggunaan HP yang lebih bijak.

2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling

 Bahasa Indonesia (diskusi & ekspresi reflektif)

3. Tujuan Layanan BK  Setelah layanan, peserta didik mampu:


 Menyebutkan minimal dua distraksi digital yang
mengganggu fokus belajar.
 Mempraktikkan strategi detoks HP saat belajar.
 Menyusun rencana pribadi untuk mengurangi distraksi
digital.

4. Topik Layanan Fokus Tanpa Distraksi Digital

5. Praktik Pedagogik  Pembelajaran Reflektif


 Games “Detoks HP 5 Menit”

6. Kemitraan dan  Kolaborasi dengan guru mata pelajaran untuk mengaitkan


lingkungan pembelajaran materi fokus belajar.
 Lingkungan kelas yang mendukung konsentrasi (tenang &
nyaman).
 Teman sebaya sebagai mitra refleksi dan evaluasi.

7. Pemanfaatan digital  PPT tentang dampak notifikasi & strategi fokus.


 Stiker reminder fokus belajar.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

 Guru menyapa siswa & doa pembuka.


 Ice Breaking: “Cek Notifikasi” – siswa menuliskan notifikasi
paling mengganggu saat belajar.
 Guru memantik pertanyaan: “Bagaimana perasaanmu saat
terganggu HP?”

Inti : Kegiatan Inti

 Memahami (Berkesadaran & Bermakna)


o Guru menjelaskan dampak notifikasi & multitasking
digital terhadap belajar.
o Menonton video pendek tentang fokus belajar tanpa
HP.
o Diskusi: pengalaman pribadi saat terganggu HP.
 Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan )
o Games “Detoks HP 5 Menit”: siswa meletakkan HP &
mencoba fokus menulis ringkasan pelajaran atau
membuat catatan.
o Diskusi kelompok: strategi agar tetap fokus saat
belajar.
 Merefleksi (Berkesadaran)
o Siswa menuliskan strategi pribadi untuk mengurangi
distraksi digital.
o Guru memberikan umpan balik & motivasi.

Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)


 Guru menyimpulkan: “Belajar fokus tanpa gangguan
membuat hasil lebih optimal.”
 Siswa menyebutkan satu afirmasi: “Aku bisa belajar fokus
tanpa terganggu HP.”
 Doa penutup.
ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab pengalaman terganggu HP saat belajar

Asesmen proses Observasi partisipasi diskusi, games, dan refleksi.

Asesmen akhir Lembar refleksi strategi pribadi & rencana penggunaan HP.
Mengetahui, Aceh Besar, 14 Juli 2025
Kepala sekolah, Guru BK,

Zaidarsyah, S. Pd Risna Risanti, S. Pd.I


NIP. 196710161999031005 NIP. 199012262022212004

Lampiran Materi – “Fokus Tanpa Distraksi Digital”

1. Pengertian Distraksi Digital

 Gangguan yang berasal dari HP, media sosial, atau notifikasi lain yang mengurangi konsentrasi
belajar.
2. Mengapa Penting Dikelola

 Agar belajar lebih efektif dan hemat waktu.


 Membantu pencapaian hasil akademik yang optimal.
 Mengurangi stres akibat menunda belajar karena terganggu HP.

3. Cara Mengurangi Distraksi Digital


a. Mengenali sumber distraksi (chat, notifikasi, game).
b. Mengatur screen time dan mode fokus.
c. Latihan detoks HP 5 menit sebelum belajar.
d. Memberi afirmasi positif: “Aku fokus belajar dan HP menunggu.”
e. Membuat jadwal belajar yang realistis dan konsisten.

4. Aktivitas Pendukung

 Ice Breaking: “Cek Notifikasi”


 Visualisasi: Buat “Kartu Fokus-ku” di kertas warna, tulis gangguan & strategi mengatasinya.
 Video Pendukung: “Cara Fokus Belajar Tanpa HP” (YouTube, 2–3 menit)

LKPD – “Fokus Tanpa Distraksi Digital”

Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Sebutkan dua hal yang biasanya membuatmu terdistraksi saat belajar:


• ___________________________
• ___________________________
2. Bagaimana perasaanmu saat terganggu HP?
• ___________________________

B. Strategi Fokus Pribadi

1. Satu langkah yang akan dilakukan minggu ini untuk belajar tanpa distraksi digital:

2. Siapa yang dapat mendukungmu agar fokus belajar?

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KELOMPOK

1. Kelas/Semester : Kelas VII/ Semester Ganjil


2. Topik : Disiplin Belajar
3. Aspek Perkembangan : Regulasi diri, ketekunan, tanggung jawab pribadi
4. Capaian Layanan : Peserta didik mampu mengenali perilaku disiplin dalam belajar
dan menyusun rencana belajar pribadi yang disiplin
5. Fase :D
6. Waktu : 40 menit
7. Tempat : Ruang BK / Kelas
8. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik diharapkan dapat:
 Menjelaskan pentingnya disiplin belajar dalam mencapai tujuan akademik.
 Mengidentifikasi kebiasaan belajar yang tidak disiplin.
 Menyusun langkah-langkah sederhana untuk memperbaiki kebiasaan belajarnya.

Langkah Kegiatan
Kegiatan Guru Kegiatan Peserta Nilai & Profil
N
Tahapan Pembimbing / Pemimpin Didik / Anggota Pancasila yang
o
Kelompok Kelompok Ditanamkan
1 Pembentukan - Menyambut dan menyapa - Menyapa balik guru - Santun
(10 menit) siswa dengan hangat - Mengikuti permainan - Religius
- Menjelaskan tujuan dan ringan dan - Saling menghargai
asas bimbingan kelompok memperkenalkan diri - Percaya diri
- Ice breaking: “Gaya
Belajarku Lucu”
2 Peralihan (5 - Mengondisikan suasana - Menyimak aturan - Disiplin
menit) untuk masuk ke inti - Menyatakan kesiapan - Bertanggung jawab
pembahasan mengikuti kegiatan
- Menyampaikan aturan
diskusi
3 Kegiatan Inti - Menjelaskan pengertian - Mendengarkan dan - Mandiri
(30 menit) disiplin belajar menyampaikan - Bernalar kritis
- Diskusi: “Tantangan dan pendapat - Kreatif
Solusi Disiplin Belajar” - Mengisi LKPD “Langkah - Reflektif
(kelompok kecil) Disiplinku” - Gotong royong
- Memberi contoh dan - Bertanya atau berbagi (saling mendukung
memandu penyusunan pengalaman dalam kelompok)
Rencana Belajar Disiplin
(LKPD)
- Menyisipkan cerita
inspiratif “Si Andi yang
Berubah karena Jadwal
Belajar”
4 Pengakhiran - Menyimpulkan hasil - Membagikan kesan dan - Reflektif
(10 menit) diskusi dan menyampaikan hal yang dipelajari - Religius
tindak lanjut - Menuliskan kalimat - Bertanggung jawab
- Mengajak menulis satu komitmen pribadi
kalimat komitmen pribadi - Berdoa dan memberi
- Afirmasi bersama: “Aku salam
bisa belajar lebih disiplin,
dimulai hari ini.”
- Mengucapkan terima kasih
dan doa penutup

Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)


Komponen Pembelajaran Implementasi dalam Kegiatan
Mendalam
Refleksi Diskusi dan LKPD membimbing siswa mengenali kebiasaan
belajar pribadi
Aksi nyata Siswa menyusun rencana disiplin belajar yang akan dijalankan
selama seminggu
Bermakna Didasarkan pada kebiasaan dan tantangan belajar nyata siswa
Kolaboratif Diskusi kelompok mendorong empati dan solusi bersama

Lampiran LKPD

“Langkah Disiplinku”
Nama: ____________ Kelas: ____________
1. Kebiasaan belajar yang ingin aku ubah:

2. Hal yang membuatku sulit disiplin belajar:

3. Target belajar minggu ini:

4. Jadwal belajarku (minimal 3 hari):


o Hari: ______ Jam: _______
o Hari: ______ Jam: _______
o Hari: ______ Jam: _______
5. Komitmenku:
“Mulai hari ini aku akan ___________________________.”

Mengetahui, Aceh Besar, 14 Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

Zaidarsyah, S. Pd Risna Risanti, S. Pd. I


NIP. 196710161999031005 NIP. 199012262022212004

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL
IDENTITAS UMUM :
1. Satuan Pendidikan : SMPN 1 Ingin Jaya
2. Kelas/Fase : VII/ Fase D
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Peserta didik sedang berada pada masa transisi dari sekolah dasar
ke sekolah menengah pertama. Mereka mulai memperluas lingkar
pertemanan dan mencari identitas sosialnya. Beberapa sudah
memiliki pertemanan positif, namun ada juga yang terjebak dalam
pergaulan yang kurang sehat.

2. Karakteristik Materi Materi bersifat reflektif, aplikatif, dan partisipatif. Fokus pada
pelajaran pemahaman ciri pertemanan sehat dan praktik membangun
hubungan yang positif.

3. Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: menyadari
bahwa ketenangan dalam menyikapi konflik datang dari nilai-
nilai spiritual.
 Penalaran Kritis: mengevaluasi konflik batin secara logis dan
objektif.
 Kreativitas: mencari solusi unik dalam menyelesaikan konflik
diri.
 Kolaborasi: membuka ruang dialog dengan orang terdekat
dalam mencari jalan keluar.
 Kemandirian: mampu mengambil keputusan mandiri
berdasarkan suara hati dan nilai pribadi.

DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan Peserta didik mampu mengenali ciri-ciri pertemanan sehat dan
mempraktikkan cara membangun hubungan positif di sekolah.

2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling


 Pendidikan Pancasila (nilai pertemanan)
 Bahasa Indonesia (ekspresi lisan & diskusi)

3. Tujuan Layanan BK Setelah layanan, peserta didik mampu:

 Menyebutkan minimal tiga ciri teman yang baik dan sehat.


 Mengidentifikasi dampak pertemanan yang tidak sehat.
 Merancang langkah sederhana untuk menjaga pertemanan
positif di sekolah.

1.

4. Topik Layanan Berteman Sehat & Asyik


5. Praktik Pedagogik  Pembelajaran Reflektif
 Studi Kasus & Simulasi

6. Kemitraan dan  Kolaborasi dengan wali kelas untuk pemetaan kondisi


lingkungan pembelajaran pertemanan di kelas.
 Lingkungan kelas yang kondusif untuk diskusi terbuka.
 Pelibatan teman sebaya untuk studi kasus dan simulasi.

7. Pemanfaatan digital  Video pendek tentang pengaruh teman baik vs buruk.


 PPT berisi ciri-ciri pertemanan sehat.
 Lembar refleksi digital (Google Form) atau cetak.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

 Guru BK menyapa siswa dan memimpin doa.


 Ice Breaking: “Cari Temanmu!” – siswa mencari teman yang
memiliki hobi sama, lalu saling menyapa.
 Guru bertanya: “Apa yang kalian suka dari teman baik?”

Inti : Memahami (Berkesadaran)

 Guru menjelaskan apa itu pertemanan sehat dan tidak sehat.


 Menonton video pendek: “Pengaruh Teman dalam Kehidupan
Remaja”.
 Diskusi: ciri teman baik vs teman yang membawa pengaruh
negatif.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Siswa dibagi kelompok kecil dan diberikan kartu studi kasus


(contoh: diajak bolos, diajak bergosip, diajak kerja kelompok
dengan baik).
 Setiap kelompok mendiskusikan: “Apa yang harus
dilakukan?”
 Simulasi: beberapa kelompok memerankan situasi yang sehat
& tidak sehat.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa mengisi lembar refleksi: “Teman seperti apa yang aku


butuhkan? Apa yang bisa kulakukan untuk menjadi teman
yang baik?”
 Guru memberikan umpan balik dan menyimpulkan pelajaran
hari itu.

Penutup : Kegiatan Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menegaskan pesan: “Teman yang baik membuatmu


bertumbuh, bukan terjatuh.”
 Afirmasi siswa: “Aku memilih berteman dengan yang
membawa kebaikan.”
 Doa penutup.

ASESMEN :

1. Asesmen awal Tanya jawab: pengalaman berteman selama satu bulan terakhir.

2. Asesmen proses Observasi partisipasi diskusi, keterlibatan dalam simulasi.

3. Asesmen akhir Lembar refleksi & rencana tindakan pribadi.

Mengetahui, Aceh Besar, 14 Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

Zaidarsyah, S. Pd Risna Risanti, S. Pd. I


NIP. 196710161999031005 NIP. 199012262022212004

LAMPIRAN MATERI BERTEMAN SEHAT & ASYIK

1. Apa itu pertemanan sehat?


Hubungan yang saling mendukung, menghargai, jujur, dan membawa pengaruh positif.
2. Mengapa penting?
o Meningkatkan semangat belajar.
o Mengurangi konflik di sekolah.
o Membentuk karakter positif.
3. Ciri teman baik:
o Mendukung saat kita berbuat baik.
o Mengingatkan jika kita salah.
o Menghargai perbedaan.
4. Ciri teman tidak baik:
o Mengajak hal yang merugikan.
o Suka memanfaatkan atau menghina.
o Tidak mendukung perkembangan positif.
5. Cara membangun pertemanan sehat:
o Bersikap jujur & saling menghormati.
o Menetapkan batasan diri.
o Memberi dukungan satu sama lain.

LKPD – “Berteman Sehat & Asyik”


Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Sebutkan dua teman yang membantumu berkembang!


2. Apa yang membuatmu nyaman berteman dengan mereka?

B. Rencana Pribadi

1. Satu hal yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menjaga pertemanan sehat:
2. Siapa yang bisa kamu ajak mendukung langkah ini?

 Bagaimana kamu menyeimbangkan antara tekanan dan suara hati?

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
1. Satuan Pendidikan : SMPN 1 Ingin Jaya
2. Kelas/Fase : VII/ Fase D
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2x 40 menit

IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Sebagian peserta didik aktif berkomunikasi di media sosial (WA/IG)
namun belum mampu mengungkapkan pendapat secara asertif
sehingga sering terjadi kesalahpahaman, baper, atau konflik kecil.

2. Karakteristik Materi Materi bersifat aplikatif dan reflektif dengan pendekatan roleplay,
pelajaran memfokuskan pada keterampilan berkomunikasi asertif dalam
kehidupan sehari-hari.

3. Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME:


menghargai sesama dalam bertutur kata.
 Penalaran Kritis: menyadari dampak cara bicara terhadap
hubungan sosial.
 Kreativitas: menemukan cara komunikatif yang lebih positif
di media sosial.
 Kemandirian: mengatur cara berbicara tanpa harus
mengikuti tekanan kelompok.

 Kolaborasi: bekerja sama dalam roleplay untuk membangun


komunikasi yang asertif.

DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan  Peserta didik mampu berkomunikasi asertif dengan teman


sebaya, khususnya dalam konteks komunikasi digital
(WA/IG).

2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling


 Pendidikan Pancasila (etika komunikasi)
 Bahasa Indonesia (komunikasi efektif)

3. Tujuan Layanan BK  Setelah layanan, peserta didik mampu:


 Menyebutkan minimal dua ciri komunikasi asertif.
 Mempraktikkan komunikasi asertif dalam percakapan
sederhana.
 Menyusun langkah sederhana agar tidak baper saat
berdiskusi di grup kelas.

4. Topik Pembelajaran “Komunikasi Asik Tanpa Baper”

5. Praktik Pedagogik  Pembelajaran Reflektif

 Roleplay (latihan percakapan di grup WA/IG)

6. Kemitraan dan  Kolaborasi dengan wali kelas untuk mengetahui dinamika


lingkungan pembelajaran grup WA kelas.
 Lingkungan kelas yang mendukung diskusi terbuka.
 Teman sebaya sebagai mitra praktik percakapan.
7. Pemanfaatan digital  PPT contoh komunikasi asertif dan tidak asertif.
 Video singkat: “Cara Ngomong Asik Tanpa Nyakitin”.
 Kartu dialog untuk roleplay (simulasi percakapan).

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan – 5 menit)

 Guru menyapa siswa & doa pembuka.


 Ice Breaking: “Emoticon Mood” – siswa menunjukkan
ekspresi wajah sesuai emoji yang mereka sering pakai saat
chat.
 Guru bertanya: “Siapa yang pernah baper gara-gara chat
grup?”

Inti : Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru memutar video singkat tentang salah paham di grup


WA/IG.
 Diskusi: “Di mana letak salah komunikasinya? Bagaimana
seharusnya?”

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Siswa dibagi kelompok kecil.


 Masing-masing kelompok menerima kartu dialog berisi
situasi (misal: diundang kerja kelompok, ditolak
pendapatnya di chat, bercanda yang bikin baper).
 Roleplay: setiap kelompok mempraktikkan komunikasi
asertif yang lebih baik.
 Teman lain memberi umpan balik positif.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menulis: “Satu cara agar aku tidak baper saat chatting
dengan teman”.
 Diskusi singkat: siapa yang bisa mendukung mereka
mengingatkan?

Penutup : Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan: “Komunikasi asik itu bisa tanpa bikin


baper, asal kita bijak memilih kata.”
 Siswa mengucapkan afirmasi: “Aku memilih berbicara
dengan cara yang baik.”
 Doa penutup.

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab pengalaman baper di chat grup.

Asesmen proses Observasi partisipasi diskusi & roleplay

Asesmen akhir LKPD & rencana tindak lanjut pribadi


Mengetahui, Aceh Besar, 14 Juli 2025
Kepala sekolah, Guru BK,

Zaidarsyah, S. Pd Risna Risanti, S. Pd. I


NIP. 196710161999031005 NIP. 199012262022212004

Lampiran Materi – “Komunikasi Asik Tanpa Baper”

1. Pengertian Komunikasi Asertif


Komunikasi asertif adalah kemampuan menyampaikan pikiran, perasaan, dan keinginan
dengan jujur, sopan, dan menghargai orang lain.
2. Mengapa Komunikasi Asertif Penting?

 Menghindari konflik yang tidak perlu.


 Membuat hubungan lebih sehat.
 Mengurangi risiko baper dalam pergaulan.

3. Ciri Komunikasi Asertif

 Menggunakan kata yang jelas dan sopan.


 Tidak menyalahkan, tetapi fokus pada solusi.
 Mendengarkan dengan empati.

4. Cara Menghindari Baper di Chat Grup

 Jangan langsung asumsi negatif.


 Klarifikasi maksud teman sebelum bereaksi.
 Gunakan emoticon dengan bijak untuk menunjukkan suasana hati.

5. Aktivitas Pendukung (Ice Breaking & Visualisasi)

 Ice Breaking: “Emoticon Mood”


 Roleplay: simulasi chat grup yang diubah jadi lebih asertif.
 Video singkat: “Cara Ngomong Asik Tanpa Nyakitin”.

LKPD – “Komunikasi Asik Tanpa Baper”

Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Kapan terakhir kali kamu baper gara-gara chat?


2. Apa yang sebenarnya kamu harapkan dari temanmu saat itu?

B. Latihan Roleplay
Tuliskan versi komunikasimu yang lebih asertif:

 Situasi: ____________________
 Respon asertif: ____________________

C. Rencana Latihan Mingguan


Satu langkah yang akan kamu lakukan agar tidak baper minggu ini

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
5. Satuan Pendidikan : SMP N 1 Ingin Jaya
6. Kelas/Fase : kelas VII/ fase D
7. Tahun Ajaran : 2025/2026
8. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

4. Kesiapan peserta didik Siswa berada pada tahap eksplorasi diri, membutuhkan arahan
untuk mengenal potensi diri baik dari pengalaman pribadi maupun
umpan balik teman.

5. Karakteristik Materi Materi bersifat reflektif dan aplikatif, mendorong siswa


pelajaran mengeksplorasi minat dan bakat melalui pengalaman dan interaksi
sosial.

6. Dimensi profil lulusan  Penalaran Kritis: menganalisis penyebab menunda tugas


dan dampaknya.
 Kreativitas: menyusun jadwal belajar yang menarik dan
realistis.
 Kemandirian: mampu mengatur waktu belajar sendiri
tanpa tergantung orang lain.
 Kolaborasi: berbagi strategi dan tips belajar efektif dengan
teman.

DESAIN PEMBELAJARAN :

8. Capaian Layanan Siswa mampu memetakan minat dan bakat pribadinya berdasarkan
pengalaman, dan umpan balik teman untuk mendukung
perencanaan karir.

9. Lintas Disiplin Ilmu BK, Sosiologi, dan Pendidikan Karakter.

10. Tujuan Layanan BK mampu mengenali minat dan bakatnya sebagai dasar perencanaan
karir.
11. Topik Layanan Minat dan Bakat Versi Teman

12. Praktik Pedagogik Pendekatan partisipatif melalui permainan “Tukar Kartu Potensi

13. Kemitraan dan  Kemitraan: Guru BK dan wali kelas.


lingkungan pembelajaran  Lingkungan: Kelas yang mendukung suasana reflektif dan
interaktif.

14. Pemanfaatan digital Dokumentasi hasil pemetaan dapat difoto untuk portofolio siswa.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

 Guru BK menyapa siswa dengan hangat dan memimpin doa.


 Ice Breaking: “Kartu Kilas Potensi” – siswa mengambil 1
kartu secara acak yang berisi kata bakat/minat (misalnya:
kreatif, komunikatif, teliti), lalu mengungkapkan apakah kata
tersebut mirip dengan dirinya atau tidak.
 Guru bertanya:“Menurut kalian, minat dan bakat itu sama
atau berbeda?” “Siapa yang biasanya membantu kalian
mengenali kelebihan diri?”

Inti : Memahami (Berkesadaran)

 Guru menjelaskan bahwa potensi diri tidak hanya terlihat


dari keinginan sendiri, tetapi juga dari pengalaman,
aktivitas yang pernah dicoba, dan umpan balik orang
lain.
 Menampilkan video pendek: “Cara Mengenali Potensi Diri
Remaja”.
 Diskusi kelompok kecil: siswa menuliskan tiga aktivitas
yang paling mereka sukai dan dua komentar orang lain
tentang kelebihan mereka.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Permainan: “Tukar Kartu Potensi”


o Siswa berkeliling kelas saling bertukar kartu potensi
selama 3 menit.
o Setiap bertukar, mereka memberi komentar singkat:
“Aku rasa kamu cocok dengan kartu ini karena…”.
 Siswa mengisi Lembar Pemetaan Diri, menggabungkan
hasil kartu yang mereka dapat dengan penilaian diri sendiri.
 Guru memandu refleksi: “Dari kegiatan ini, potensi apa yang
paling sering disebutkan teman-temanmu?”

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menuliskan satu kalimat:


o “Potensi utama saya adalah …, dan saya ingin
mengembangkan ini dengan cara ….”
 Guru memberikan umpan balik singkat secara acak kepada
beberapa siswa.

Penutup : Kegiatan Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan:
o “Potensi diri itu tidak hanya apa yang kita mau, tetapi
juga apa yang sering kita lakukan dengan baik dan
orang lain lihat dari kita.”
 Afirmasi bersama:
o “Aku punya potensi yang berharga, dan aku mau
mengembangkannya!”
 Doa penutup dan salam.

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab singkat mengenai pemahaman awal tentang minat dan
bakat

Asesmen proses Observasi keaktifan siswa dalam permainan dan diskusi.


Asesmen akhir Lembar pemetaan diri yang diisi siswa sebagai hasil akhir.

Mengetahui, Aceh Besar, 14 Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

Zaidarsyah, S. Pd Risna Risanti, S. Pd. I


NIP. 196710161999031005 NIP. 199012262022212004

Lampiran Materi Peta Potensi Diri

Apa itu potensi diri?


Potensi diri adalah kemampuan, minat, dan bakat yang dimiliki setiap individu yang bisa berkembang
jika diasah.

Mengapa harus mengenali potensi diri?


Agar kamu dapat memilih kegiatan, jurusan, dan cita-cita sesuai kemampuanmu.
Cara mengenali potensi diri:

o Perhatikan apa yang kamu sukai (minat)


o Identifikasi apa yang kamu kuasai (bakat)
o Tanya pendapat orang lain yang mengenal kamu
o Ingat pengalaman sukses yang pernah kamu raih

Contoh Minat & Bakat:

 Minat: olahraga, membaca, mendesain, membantu orang lain


 Bakat: menggambar, public speaking, berhitung cepat, memimpin kelompok

Lampiran (Dalam RPL)

Alat & Bahan:

 Kartu potensi (berisi kata bakat: kreatif, komunikatif, pemimpin, dll.)


 LKPD Tukar Kartu Potensi
 Spidol/bolpoin
 Materi handout (opsional: bisa berupa slide atau print-out)

LKPD – Tukar Kartu Potensi

Nama Kegiatan: “Tukar Kartu Potensi”

Petunjuk:

1. Setiap siswa menerima 2 kartu potensi (misalnya: kreatif, komunikatif, teliti, peduli,
pemimpin, dll.).
2. Siswa berjalan berkeliling kelas, bertemu teman, dan saling menukar kartu dengan memberi
alasan:
o “Menurutku kamu cocok dengan kartu ini karena….”
3. Setelah 5 menit, siswa duduk kembali dengan kartu hasil tukar-menukar.
4. Siswa mencatat hasil kartu yang diperoleh di bawah ini:

LKPD Format:

 Nama: ____________
 Kartu yang aku dapat: ________________
 Menurut teman, aku kuat di bidang: ________________
 Aku setuju/tidak setuju karena: ________________
 Potensi yang ingin aku kembangkan: ________________

Refleksi:
Tuliskan satu kalimat: “Potensi diriku yang paling aku syukuri hari ini adalah ….”

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KELOMPOK

Topik : Belajar dari Tokoh Sukses


Judul Materi : “Dari Mereka, Aku Belajar”

1. Kelas/Semester: VII/ Ganjil


2. Aspek Perkembangan: Inspirasi, keteladanan, motivasi meraih tujuan
3. Capaian Layanan:
Peserta didik mampu:
 Mengidentifikasi nilai-nilai positif dari tokoh sukses yang relevan dengan kehidupannya.
 Mengaitkan perjuangan tokoh sukses dengan tantangan pribadinya.
 Mengambil langkah inspiratif dari kisah tokoh sebagai motivasi diri.
4. Fase: D
5. Waktu: 1 JP (55 menit)
6. Tempat: Ruang BK / Kelas
7. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik dapat:
 Mengenal lebih dekat kisah inspiratif tokoh sukses.
 Mampu menyerap nilai perjuangan, ketekunan, dan semangat pantang menyerah dari tokoh
tersebut.
 Menerapkan nilai-nilai itu dalam kehidupan dan perjalanan belajarnya.

Langkah Kegiatan
N Tahapan Kegiatan Guru Pembimbing / Kegiatan Peserta Nilai & Profil
o Pemimpin Kelompok Didik / Anggota Pancasila yang
Kelompok Ditanamkan
1 Pembentukan - Menyapa siswa dengan hangat- - Menyebutkan tokoh - Percaya diri-
(10 menit) Ice breaking: “Siapa Tokoh yang mereka kagumi dan Berpikir
Idolamu dan Kenapa?” alasan mengaguminya terbuka
2 Peralihan (5 - Menjelaskan tujuan layanan: - Menonton dan - Menghargai
menit) belajar dari kisah nyata tokoh menyimak kisah tokoh perjuangan-
sukses- Menampilkan potongan yang ditampilkan Reflektif
video/slide singkat tentang
perjuangan tokoh (misal: B.J.
Habibie, Najwa Shihab, Merry
Riana, Greysia Polii)
3 Kegiatan Inti - Diskusi kelompok kecil:1) Nilai - Menganalisis cerita - Mandiri-
(30 menit) positif dari tokoh tersebut2) tokoh dan Bernalar kritis-
Tantangan yang mereka hadapi3) mendiskusikan makna Reflektif-
Apa yang bisa kita tiru?- Mengisi yang bisa dipetik- Tangguh
LKPD “Dari Mereka, Aku Belajar” Mengisi LKPD secara
mandiri dan reflektif
4 Pengakhiran - Menyimpulkan pelajaran dari - Membacakan refleksi - Inspiratif-
(10 menit) tokoh yang dipelajari- Afirmasi yang menginspirasi- Berorientasi
bersama: “Aku belajar dari tokoh Menyampaikan satu nilai masa depan
sukses, tapi langkahku tetap unik yang akan mereka
dan berharga.” terapkan
Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Komponen Pembelajaran Implementasi dalam Kegiatan
Mendalam
Refleksi Mengaitkan kisah tokoh dengan tantangan pribadi
Aksi nyata Menyusun langkah inspiratif dari nilai perjuangan tokoh
Bermakna Tokoh relevan dengan kehidupan nyata dan lokalitas siswa
Kolaboratif Diskusi kelompok untuk saling menguatkan interpretasi
nilai
Lampiran LKPD
“Dari Mereka, Aku Belajar”

Nama: ______________________ Kelas: ______________________


1. Nama tokoh yang paling menginspirasiku:
2. Hal yang membuat tokoh ini layak dijadikan panutan:
3. Tantangan yang pernah mereka hadapi:
4. Nilai atau semangat hidup yang bisa aku tiru:
5. Langkah nyata yang akan aku lakukan setelah belajar dari tokoh ini:
6. Afirmasi pribadiku: “Aku bisa sukses dengan caraku sendiri karena…”

Modul ini sangat cocok untuk siswa kelas akhir (kelas IX) yang membutuhkan motivasi dan
contoh nyata dalam merancang masa depan. Guru BK bisa menyesuaikan tokoh dengan latar budaya
atau minat siswa agar lebih menyentuh dan relevan
Mengetahui, Aceh Besar, 14 Juli 2025
Kepala sekolah, Guru BK,

Zaidarsyah, S. Pd Risna Risanti, S. Pd. I


NIP. 196710161999031005 NIP. 199012262022212004

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KELOMPOK
Topik : Temukan Api dalam Dirimu
Judul Materi : “Aku Punya Nyala, Aku Bisa Berkarya”

1. Kelas/Semester: …
2. Aspek Perkembangan: Potensi diri, motivasi intrinsik, semangat berkarya
3. Capaian Layanan:
Peserta didik mampu:
 Menyadari keunikan dan potensi pribadi sebagai kekuatan internal.
 Mengidentifikasi minat yang memicu semangat dan motivasi.
 Menyusun rencana mengembangkan potensi sebagai bentuk aktualisasi diri.
4. Fase: D
5. Waktu: 1 JP (55 menit)
6. Tempat: Ruang BK / Kelas
7. Tujuan Kegiatan:
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik dapat:
 Mengenal potensi diri yang membuat mereka merasa hidup dan bersemangat.
 Menyadari bahwa setiap individu memiliki “api” atau motivasi alami yang perlu dijaga dan
dikembangkan.
 Merancang cara sederhana untuk menjaga nyala semangat dalam diri.

Langkah Kegiatan
N Tahapan Kegiatan Guru Pembimbing / Kegiatan Nilai & Profil
o Pemimpin Kelompok Peserta Didik / Pancasila yang
Anggota Ditanamkan
Kelompok
1 Pembentukan - Menyambut siswa dan - Menyebutkan - Percaya diri-
(10 menit) membagikan kata kunci: aktivitas yang Reflektif-
semangat, bakat, motivasi, membuat Komunikatif
potensi.- Ice breaking: “Aku mereka
Semangat Kalau…” – siswa bersemangat
menyebutkan aktivitas yang
membuat mereka ‘menyala’.
2 Peralihan (5 - Menyampaikan tujuan - Menyimak dan - Mandiri-
menit) kegiatan: menemukan potensi siap terlibat aktif Bernalar kritis
yang membuat siswa merasa
‘hidup’- Menjelaskan
pentingnya menjaga semangat
dari dalam diri sendiri
3 Kegiatan Inti - Menyampaikan kisah singkat - Berdiskusi - Kreatif-
(30 menit) tokoh yang menemukan dalam kelompok Reflektif-
passion dan terus menjaga kecil- Mengisi Bertanggung
semangatnya (contoh: Greysia LKPD secara jawab
Polii, Maudy Ayunda, Iqbaal reflektif
Ramadhan).- Diskusi: “Apa yang
membuatmu merasa hidup?
Apa yang ingin kamu lakukan
walau tanpa diminta?”- Mengisi
LKPD “Temukan Api dalam
Dirimu”
4 Pengakhiran - Membacakan kutipan - Menuliskan dan - Religius-
(10 menit) inspiratif: “Orang besar bukan membacakan Tangguh-
yang punya semua jawaban, komitmen Reflektif
tapi yang berani menyalakan pribadi
apinya.”- Mengajak siswa
menuliskan 1 komitmen
sederhana untuk menjaga
semangat pribadinya- Afirmasi
bersama: “Aku punya nyala
dalam diriku, dan aku akan
menjaganya!”

Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)


Komponen Pembelajaran Implementasi dalam Kegiatan
Mendalam
Refleksi Siswa menggali potensi dan minat yang membuatnya semangat
Aksi nyata Menyusun langkah menjaga semangat melalui kegiatan
sederhana
Bermakna Berdasarkan pengalaman otentik siswa tentang apa yang
mereka cintai
Kolaboratif Diskusi saling mendukung dan saling mengenal kekuatan
masing-masing

Lampiran LKPD
“Temukan Api dalam Dirimu”
Nama: ______________________ Kelas: ______________________
1. Kegiatan apa yang paling membuatku bersemangat? ______________________
2. Kapan terakhir kali aku merasa sangat hidup atau bersemangat? __________
3. Hal apa yang ingin kulakukan bahkan jika tidak disuruh? ________________
4. Orang di sekitarku sering bilang aku hebat dalam hal apa? ______________
5. Bagaimana caraku menjaga semangat itu tetap menyala? _________________
6. Afirmasiku: “Api semangatku adalah ____________________________.”
Modul ini mendorong siswa untuk tidak hanya mengetahui potensi dirinya, tetapi juga belajar
menjaganya agar tetap hidup. Guru BK dapat mengaitkan aktivitas ini dengan rencana pengembangan
karier atau proyek pribadi siswa di masa depan.

Mengetahui, Kabupaten, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

………………………… ……………………
NIP. Nip.

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2x 40 menit

IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Peserta didik sedang menghadapi periode ujian. Beberapa
mengalami kecemasan ringan hingga sedang, sulit fokus belajar, atau
merasa khawatir akan hasil ujian.

2. Karakteristik Materi Materi bersifat reflektif, aplikatif, dan partisipatif. Fokus pada
pelajaran pengenalan strategi relaksasi dan pengelolaan stres agar siswa lebih
tenang saat menghadapi ujian.

3. Dimensi profil lulusan Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: menyadari
bahwa ketenangan dalam menyikapi konflik datang dari nilai-nilai
spiritual.

 Penalaran Kritis: mengevaluasi konflik batin secara logis dan


objektif.
 Kreativitas: mencari solusi unik dalam menyelesaikan konflik
diri.
 Kolaborasi: membuka ruang dialog dengan orang terdekat
dalam mencari jalan keluar..

DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan Peserta didik mampu mengenali sumber kecemasan,


mempraktikkan strategi relaksasi, dan menurunkan stres saat
menghadapi ujian.

2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling


 Pendidikan Jasmani (relaksasi & pernapasan)
 Bahasa Indonesia (ekspresi reflektif)

3. Tujuan Layanan BK  Menyadari faktor yang memicu stres menjelang ujian.


 Mempraktikkan teknik relaksasi sederhana.
 Menyusun rencana pribadi untuk menghadapi ujian dengan
lebih tenang.

4. Topik Layanan Bye-bye Stres Ujian”

5. Praktik Pedagogik  Pembelajaran Reflektif


 Deep Learning Approach (Memahami – Mengaplikasi –
Merefleksi)
 Games relaksasi ringan

6. Kemitraan dan  Kolaborasi dengan guru mata pelajaran untuk mengaitkan


Lingkungan materi ujian.
 Lingkungan kelas yang tenang, nyaman, dan mendukung
Pembelajaran
relaksasi.
 Teman sebaya memberikan dukungan positif selama latihan.

7. Pemanfaatan digital  Audio relaksasi (musik tenang, guided breathing).


 PPT tips mengatasi stres ujian.
 Lembar refleksi siswa (Google Form atau cetak).

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)


Guru BK menyapa siswa dan memimpin doa.

Ice Breaking: “Senyum & Tarik Napas” – siswa menirukan


gerakan senyum dan pernapasan rileks selama 1 menit.

Guru menanyakan: “Apa yang biasanya membuatmu cemas


menjelang ujian?”
Inti : Memahami (Berkesadaran)

Guru menjelaskan: stres adalah respons normal terhadap ujian.

Menonton video singkat: “Tips Mengelola Stres Saat Ujian”.

Diskusi kelompok: faktor penyebab stres masing-masing siswa.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

Latihan relaksasi:

Tarik napas 4 detik, tahan 4 detik, hembuskan 4 detik

Peregangan ringan atau gerakan tubuh sederhana.

Games relaksasi ringan: siswa menirukan gerakan relaksasi


sambil berpasangan.

Siswa membuat “Strategi Bye-bye Stres-ku” di kertas atau Padlet.

Merefleksi (Berkesadaran)

Siswa menuliskan satu hal yang mereka rasakan setelah latihan


relaksasi.

Menyusun rencana pribadi untuk menghadapi ujian dengan lebih


tenang.

Guru memberikan umpan balik dan motivasi: “Tenang, percaya


diri, dan fokus adalah kunci keberhasilan.”
Penutup : Kegiatan Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

Guru menyimpulkan: “Stres itu wajar, tapi bisa dikendalikan


dengan latihan.”

Siswa menyebutkan satu afirmasi positif: “Aku siap menghadapi


ujian dengan tenang.”

Doa penutup.
ASESMEN :

1. Asesmen awal Tanya jawab: pengalaman dan perasaan saat ujian sebelumnya.

2. Asesmen proses Observasi partisipasi diskusi dan latihan relaksasi.


Penilaian keterlibatan dalam games relaksasi ringan
3. Asesmen akhir Lembar refleksi individu.

Rencana strategi pribadi menghadapi ujian.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

LAMPIRAN MATERI BYE BYE STRESS UJIAN

1. Apa itu stres?

Stres adalah reaksi alami tubuh dan pikiran ketika menghadapi tuntutan atau tekanan tertentu. Saat
ujian mendekat, stres sering muncul dalam bentuk rasa cemas, gelisah, sulit tidur, atau bahkan sakit
perut. Stres tidak selalu buruk—dalam jumlah kecil, stres bisa memacu semangat. Namun, jika
berlebihan, stres dapat mengganggu fokus dan kesehatan.

2. Mengapa penting dikelola?

Mengelola stres penting agar:

 Pikiran tetap fokus saat belajar dan mengerjakan soal.


 Tubuh lebih tenang, sehingga tidak cepat panik.
 Dapat berpikir jernih dan mengambil keputusan yang tepat selama ujian.
 Menjaga kesehatan fisik dan mental tetap stabil.

3. Cara mengelola stres:

 Mengenali penyebab stres


Catat hal-hal yang membuat cemas, misalnya kurang belajar, takut gagal, atau tekanan dari
orang tua. Dengan mengenali penyebabnya, kita bisa mencari solusi yang tepat.
 Melakukan relaksasi pernapasan
Coba duduk santai, tarik napas dalam melalui hidung selama 4 detik, tahan 2 detik, lalu
hembuskan perlahan melalui mulut selama 6 detik. Ulangi 3–5 kali sampai tubuh lebih rileks.
 Peregangan atau gerakan ringan
Lakukan stretching sederhana: putar leher ke kanan dan kiri, angkat bahu lalu turunkan, atau
gerakkan tangan ke atas sambil menarik napas dalam. Ini membantu melepaskan ketegangan.
 Memberi afirmasi positif pada diri sendiri
Ucapkan kalimat penyemangat: “Saya sudah belajar dengan baik, saya pasti bisa.” atau “Ujian
hanyalah bagian dari proses belajar.”
 Menyusun rencana belajar teratur
Buat jadwal belajar singkat namun rutin, misalnya belajar 30 menit lalu istirahat 5–10 menit.
Hindari belajar mendadak semalaman sebelum ujian (sistem kebut semalam).

LKPD – “Bye-bye Stres Ujian”


Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Apa hal yang biasanya membuatmu cemas sebelum ujian?


2. Bagaimana perasaanmu setelah latihan relaksasi?

B. Strategi Pribadi

1. Satu langkah yang akan kamu lakukan agar lebih tenang saat ujian:
2. Siapa yang bisa mendukung kamu menerapkan strategi ini?
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan :
Kelas/Fase :
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Peserta didik mampu mengenali gaya belajar mereka dan
mempraktikkan strategi belajar yang sesuai sehingga belajar lebih
menyenangkan dan minim stres.

Karakteristik Materi pelajaran Materi bersifat reflektif, partisipatif, dan aplikatif, mendorong siswa
mengenali gaya belajar masing-masing dan menemukan cara belajar
yang menyenangkan tanpa menimbulkan stres.

Dimensi profil lulusan Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Menyadari
bahwa setiap orang harus dihormati sebagai ciptaan Tuhan.

 Penalaran Kritis: Mengidentifikasi perilaku bullying dan


dampaknya secara objektif.
 Kreativitas: Menciptakan cara-cara positif untuk
menanggulangi bullying di lingkungan sekolah.
 Kemandirian: Berani bertindak atau memberi saran ketika
menyaksikan bullying.
 Kolaborasi: Mendukung teman yang menjadi korban bullying.
 Komunikasi: Mengkomunikasikan pendapat secara asertif dan
efektif

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian Layanan  Peserta didik mampu mengenali gaya belajar mereka dan
mempraktikkan strategi belajar yang sesuai sehingga belajar
lebih menyenangkan dan minim stres.

Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan & Konseling


 Bahasa Indonesia (ekspresi reflektif)
 Pendidikan Jasmani (relaksasi & fokus)

Tujuan Layanan BK  Menyebutkan gaya belajar utama diri (visual, audio, kinestetik).
 Mempraktikkan strategi belajar sesuai gaya sendiri.
 Membuat rencana belajar yang menyenangkan dan teratur.

Topik Layanan Belajar Asik Tanpa Stres”

Praktik Pedagogik  Pembelajaran Reflektif


 Quiz interaktif gaya belajar
 Ice Breaking: “Temukan Gaya Belajarmu!”

Kemitraan dan lingkungan  Kolaborasi dengan guru mata pelajaran untuk penerapan
pembelajaran strategi belajar.
 Lingkungan kelas yang nyaman, tenang, dan mendukung
eksplorasi gaya belajar.
 Teman sebaya sebagai partner sharing pengalaman belajar
efektif.

Pemanfaatan digital  PPT “Gaya Belajar Siswa”


 Quiz online gaya belajar (Kahoot / Google Form)
 Lembar gaya belajar cetak atau digital

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

 Guru menyapa siswa & doa pembuka.


 Ice Breaking: “Gerak & Tunjukkan Gaya Belajarmu” – siswa
mengekspresikan cara mereka belajar.
 Guru memantik pertanyaan: “Bagaimana biasanya kalian
belajar agar mudah paham?”

Inti : Memahami (Berkesadaran)

 Guru menjelaskan tiga gaya belajar utama: visual, audio,


kinestetik.
 Contoh praktik: mendemonstrasikan belajar dengan gambar,
mendengarkan penjelasan, atau bergerak.
 Diskusi: “Gaya belajar apa yang paling sesuai denganmu?”
Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Quiz interaktif gaya belajar untuk mengetahui tipe dominan


masing-masing siswa.
 Siswa membuat rencana belajar mingguan sesuai gaya mereka.
 Saling sharing strategi belajar efektif dengan teman sebaya.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Menuliskan satu hal yang akan dicoba minggu ini untuk belajar
lebih menyenangkan dan mengurangi stres.
 Diskusi singkat: “Bagaimana gaya belajar ini membantumu
fokus dan tenang?”

Penutup : Kegiatan Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

1. Guru menyimpulkan: “Belajar lebih asik dan efektif ketika


sesuai dengan gaya kita.”
2. Siswa menyebutkan satu afirmasi: “Aku bisa belajar asik tanpa
stres.”
3. Doa penutup.

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab pengalaman belajar siswa sebelumnya.

Asesmen proses Observasi partisipasi quiz interaktif dan sharing gaya belajar.

Asesmen akhir Lembar gaya belajar & rencana belajar pribadi.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………
LAMPIRAN MATERI – “BELAJAR ASIK TANPA STRES”

1. Pengertian Belajar Sesuai Gaya

Belajar sesuai gaya adalah cara menemukan metode belajar yang paling nyaman dan efektif bagi diri
sendiri sehingga belajar lebih menyenangkan dan stres berkurang.

2. Tiga Gaya Belajar Utama

Gaya
Ciri-ciri Contoh Aktivitas
Belajar

Mudah mengingat gambar, warna, Membuat mind map, skema, menandai catatan
Visual
diagram dengan warna

Membaca nyaring, rekaman materi, diskusi


Auditori Mudah memahami dengan mendengar
kelompok

Belajar dengan bergerak atau praktik Roleplay, simulasi, praktek eksperimen,


Kinestetik
langsung manipulatif

3. Dampak Belajar Sesuai Gaya

 Memahami materi lebih cepat


 Fokus lebih lama dan lebih sedikit stres
 Percaya diri saat mengerjakan tugas atau ujian
 Menemukan cara belajar yang menyenangkan

4. Quiz Interaktif – Menentukan Gaya Belajar

Contoh pertanyaan singkat:

1. Saya lebih mudah mengingat sesuatu jika…


o a) Ada gambarnya (Visual)
o b) Mendengarnya (Auditori)
o c) Saya praktek langsung (Kinestetik)
2. Saat belajar, saya lebih suka…
o a) Membuat diagram/sketsa
o b) Mendengarkan penjelasan guru
o c) Menggerakkan tubuh atau praktik langsung
Hasil: Tipe dengan jawaban terbanyak menunjukkan gaya dominan.

5. Aktivitas Ice Breaking – “Gerak & Tunjukkan Gaya Belajarmu”

 Setiap siswa mengekspresikan cara belajar mereka melalui gerakan atau alat bantu (misal:
menunjuk gambar, mendengar rekaman, praktik benda nyata).
 Teman menebak gaya belajar teman tersebut.
 Guru menegaskan bahwa setiap gaya sah dan bisa saling melengkapi.

Media Pendukung

 PPT: “Kenali Gaya Belajarmu” – visualisasi tiga tipe belajar, contoh aktivitas.
 Video: Tutorial singkat “Tips Belajar Asik Sesuai Gaya” (~3 menit)
 Stiker reminder: Tempel di meja belajar untuk mengingat gaya belajar yang digunakan
 Quiz digital: Google Form/Kahoot untuk menemukan gaya dominan
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Gaya belajar dominan saya adalah:

2. Mengapa gaya belajar ini membantu saya memahami materi?

B. Praktik Belajar

1. Strategi belajar yang akan dicoba minggu ini:

2. Teman yang bisa diajak berbagi tips belajar efektif:

C. Rencana Tindak Lanjut

1. Satu langkah konkret untuk belajar asik tanpa stres:

2. Cara mengevaluasi keberhasilan strategi ini:


RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan :
Kelas/Fase :
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai memiliki cita-cita atau keinginan masa depan,
namun belum memahami langkah konkret yang bisa dilakukan untuk
mencapainya.

Karakteristik Materi pelajaran Materi bersifat reflektif, partisipatif, dan aplikatif, mendorong siswa
menyusun langkah kecil yang realistis untuk mencapai cita-cita
mereka.

Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME:


Menyadari cita-cita sebagai bagian dari amanah diri dan
berusaha dengan doa.
 Penalaran Kritis: Mengevaluasi langkah yang dibutuhkan
untuk mencapai tujuan.
 Kreativitas: Menemukan cara unik dan menyenangkan untuk
mencapai cita-cita.
 Kemandirian: Membuat rencana pribadi tanpa menunggu
arahan orang lain.
 Kolaborasi: Mendiskusikan rencana dengan teman dan guru
untuk masukan positif.
 Komunikasi: Menyampaikan rencana dan aspirasi secara
jelas.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian Layanan  Peserta didik mampu menyusun rencana langkah kecil yang
dapat dilakukan untuk mendekati cita-cita mereka.

Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling


 Pendidikan Karir / PKn (nilai perencanaan & tanggung jawab)
 Bahasa Indonesia (menulis rencana dan refleksi)

Tujuan Layanan BK  Menyebutkan minimal dua langkah kecil yang dapat dilakukan
menuju cita-cita.
 Menyusun rencana harian/mingguan yang realistis.
 Merefleksikan dukungan yang bisa diterima dari teman atau
guru

Topik Layanan Jalan Menuju Cita-citaku

Praktik Pedagogik  Pembelajaran Reflektif


 Diskusi kelompok
 Challenge “1 Langkah Kecil”

Kemitraan dan lingkungan  Kolaborasi dengan wali kelas atau guru mapel terkait prestasi
pembelajaran akademik.
 Lingkungan kelas yang mendukung berbagi cita-cita dan
rencana.
 Teman sebaya sebagai partner refleksi dan motivasi.

Pemanfaatan digital  PPT: Tips menyusun langkah menuju cita-cita.


 Video motivasi: “Langkah Kecil Menuju Impian Besar”.
 Stiker motivasi dan lembar rencana harian/mingguan.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

 Guru menyapa siswa & doa pembuka.


 Ice Breaking: “Tebak Cita-cita Temanku” – siswa menebak cita-
cita teman berdasarkan petunjuk singkat.
 Guru memantik pertanyaan: “Apa cita-cita yang paling ingin
kalian capai?”

Inti : Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan pentingnya langkah kecil menuju cita-cita.


 Diskusi: Apa saja hambatan umum dalam meraih cita-cita?

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Challenge “1 Langkah Kecil”: Siswa menulis satu langkah kecil


yang bisa mereka lakukan minggu ini.
 Diskusi kelompok: berbagi rencana, memberi masukan positif.
 Menempel rencana di lembar cita-cita/stiker motivasi di
papan kelas.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menuliskan satu dukungan yang mereka butuhkan dari


teman/guru untuk melaksanakan langkah kecil.
 Guru memberikan umpan balik & menyimpulkan
pembelajaran.

Penutup : Kegiatan Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan: “Cita-cita besar dimulai dari langkah


kecil yang konsisten.”
 Siswa menyebutkan afirmasi positif: “Aku siap melangkah
menuju cita-citaku!”
 Doa penutup.

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab: Apa cita-cita yang kalian miliki dan langkah awal yang
sudah dipikirkan?
Asesmen proses  Observasi keterlibatan diskusi & challenge “1 Langkah Kecil”.
 Penilaian kemampuan memberikan masukan positif kepada
teman.

Asesmen akhir Lembar rencana langkah kecil & refleksi dukungan yang dibutuhkan.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

Lampiran Materi – “Jalan Menuju Cita-citaku”

1. Pentingnya Merencanakan Cita-cita

 Cita-cita butuh langkah konkret agar tidak hanya menjadi angan.


 Langkah kecil membantu menjaga konsistensi dan motivasi.

2. Cara Menyusun Langkah Kecil

a. Identifikasi cita-cita jangka panjang.


b. Tentukan satu langkah realistis yang bisa dilakukan minggu ini.
c. Tuliskan di lembar rencana & tempel di tempat mudah terlihat.
3. Aktivitas Pendukung

 Challenge “1 Langkah Kecil” – siswa menulis langkah dan menempelkannya di papan kelas.
 Diskusi & Refleksi – berbagi rencana dan menerima masukan teman.
 Stiker Motivasi / Lembar Rencana – media visual untuk memotivasi.

LKPD – “Jalan Menuju Cita-citaku”

Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Apa cita-cita yang paling ingin kamu capai?


• ________________________________________
2. Mengapa cita-cita itu penting bagimu?
• ________________________________________

B. Challenge “1 Langkah Kecil”

 Satu langkah kecil yang akan dilakukan minggu ini untuk mendekati cita-cita:
• ________________________________________
C. Dukungan yang Dibutuhkan

 Siapa atau apa yang bisa membantu langkahmu ini?


• ________________________________________

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan :
Kelas/Fase :
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai mengenali dampak bullying, beberapa pernah
menyaksikan atau mengalami bullying di sekolah, dan perlu dibekali
keberanian serta strategi speak up.

Karakteristik Materi pelajaran Materi reflektif, aplikatif, dan partisipatif. Menekankan kesadaran
akan dampak bullying dan cara mencegah serta menanggulanginya
melalui pengalaman nyata dan roleplay.
Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME:
Menyadari bahwa setiap orang harus dihormati sebagai
ciptaan Tuhan.
 Penalaran Kritis: Mengidentifikasi perilaku bullying dan
dampaknya secara objektif.
 Kreativitas: Menciptakan cara-cara positif untuk
menanggulangi bullying di lingkungan sekolah.
 Kemandirian: Berani bertindak atau memberi saran ketika
menyaksikan bullying.
 Kolaborasi: Mendukung teman yang menjadi korban bullying.

 Komunikasi: Mengkomunikasikan pendapat secara asertif


dan efektif.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian Layanan Peserta didik mampu mengenali dampak bullying, mengidentifikasi


perilaku bullying, dan mempraktikkan cara speak up dengan aman.

Lintas Disiplin Ilmu Bimbingan dan Konseling

 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (nilai anti-


bullying)
 Bahasa Indonesia (ekspresi lisan & diskusi)

Tujuan Layanan BK  Setelah layanan, peserta didik mampu:

 Menyebutkan minimal tiga dampak bullying.


 Mempraktikkan cara berbicara dan bertindak saat
menyaksikan bullying.
 Membuat satu rencana pencegahan bullying di kelas.

Topik Layanan “Stop Bullying Sekarang!”

Praktik Pedagogik  Pembelajaran Reflektif


 Roleplay / Drama pendek
 Diskusi kelompok

Kemitraan dan lingkungan  Kolaborasi dengan guru kelas untuk pengamatan situasi sosial
pembelajaran di kelas.
 Lingkungan kelas kondusif untuk roleplay dan diskusi terbuka.
 Teman sebaya sebagai mitra diskusi dan memberi umpan
balik.

Pemanfaatan digital  Video edukasi anti-bullying


 Poster anti-bullying
 Kartu skenario bullying

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

1. Guru menyapa siswa & doa pembuka.


2. Ice Breaking: “Emoji Perasaan” → siswa menunjukkan emoji
wajah sesuai perasaan hari ini.
3. Guru memantik pertanyaan: “Pernahkah kalian melihat teman
diganggu di sekolah?”

Inti : Memahami (Berkesadaran & Bermakna )

 Guru menjelaskan pengertian bullying, jenis bullying, dan


dampaknya.
 Menonton video edukasi: “Dampak Bullying di Sekolah”.
 Diskusi: Apa yang membuat seseorang melakukan bullying?
Apa dampaknya pada korban?

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Roleplay / drama pendek: simulasi bullying di kelas (dengan


skenario aman).
 Siswa mempraktikkan cara speak up, memberi dukungan pada
korban, dan mengajak teman lain berhenti melakukan
bullying.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menuliskan satu tindakan nyata yang akan mereka


lakukan jika menyaksikan bullying.
 Guru memberikan umpan balik dan motivasi: “Berani bicara,
berani bertindak untuk kebaikan.”

Penutup : Kegiatan Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan: “Bullying merugikan semua pihak, mari


kita hentikan bersama.”
 Siswa menyebutkan satu afirmasi: “Aku berani melawan
bullying dengan cara yang benar.”
 Doa penutup

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab pengalaman menyaksikan bullying di sekolah.

Asesmen proses Observasi partisipasi diskusi, roleplay, dan kemampuan speak up.

Asesmen akhir LKPD refleksi & rencana tindakan pribadi.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………
Lampiran Materi – “Stop Bullying Sekarang!”

1. Pengertian Bullying

 Bullying adalah tindakan sengaja yang menyakiti orang lain secara fisik, verbal, atau sosial.
 Contoh:
o Fisik: menendang, mendorong, memukul.
o Verbal: mengejek, memanggil dengan julukan buruk.
o Sosial: mengecualikan teman, menyebarkan gosip.

2. Dampak Bullying

 Korban: stres, sedih, kehilangan percaya diri, takut ke sekolah.


 Pelaku: hubungan sosial buruk, berisiko mendapat sanksi.
 Lingkungan: suasana kelas tidak nyaman, menurunkan semangat belajar.

3. Cara Mengatasi & Mencegah Bullying

1. Speak Up / Berani Bicara


o Memberitahu guru atau teman yang dipercaya saat melihat bullying.
2. Dukungan Teman Sebaya
o Membantu korban merasa aman dan tidak sendirian.
3. Asertif, Bukan Kekerasan
o Menghadapi pelaku dengan kata-kata tegas tanpa memukul atau membalas.
4. Kegiatan Positif
o Membuat poster anti-bullying.
o Mengajak teman bermain atau belajar bersama untuk membangun lingkungan yang
ramah.

4. Aktivitas Pendukung

 Ice Breaking: Emoji Perasaan (siswa mengekspresikan perasaan hari ini).


 Roleplay / Drama Pendek: Simulasi bullying dan praktik speak up.
 Video Edukasi: “Dampak Bullying di Sekolah”.
 Poster Anti-Bullying: Visualisasi pesan positif untuk kelas.

LKPD – “Stop Bullying Sekarang!”

Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Pernahkah aku melihat atau mengalami bullying? Jelaskan situasinya:

2. Bagaimana perasaan korban? Bagaimana perasaanku saat melihat kejadian itu?

B. Praktik Speak Up

1. Satu cara yang akan aku lakukan jika melihat bullying:


2. Teman siapa yang bisa aku ajak untuk mendukung tindakan ini?

C. Rencana Tindak Lanjut

1. Satu langkah yang akan aku lakukan minggu ini untuk mencegah bullying di sekolah:

2. Bagaimana aku bisa memastikan langkah itu berjalan dengan baik?


RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan :
Kelas/Fase :
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai merasa kewalahan dengan banyaknya tugas dan
PR, kadang menunda pekerjaan, sehingga stres meningkat dan hasil
belajar kurang optimal.

Karakteristik Materi pelajaran Materi reflektif, partisipatif, dan kontekstual, mendorong siswa
menyusun prioritas tugas dan belajar manajemen waktu secara efektif.

Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Menyadari
pentingnya tanggung jawab dan disiplin sebagai bentuk
amanah.
 Penalaran Kritis: Mengevaluasi tugas yang paling penting dan
mendesak.
 Kreativitas: Menemukan strategi unik dalam menyusun
prioritas tugas.
 Kemandirian: Mampu menyelesaikan tugas tepat waktu tanpa
bergantung orang lain.
 Kolaborasi: Bisa saling mengingatkan teman dalam
menyelesaikan PR.
 Komunikasi Efektif: Menyampaikan kendala tugas kepada
guru atau teman secara tepat.
 Bergotong Royong: Membantu teman dalam memanajemen
tugas bersama.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian Layanan Peserta didik mampu menyusun prioritas tugas sekolah, mengatur
waktunya, dan menyelesaikan PR tepat waktu.
Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling

 Bahasa Indonesia (ekspresi tertulis & komunikasi)

Tujuan Layanan BK  Menyusun daftar prioritas tugas mingguan (To-Do List).


 Mempraktikkan teknik manajemen tugas untuk PR.
 Menyadari akibat menunda atau menumpuk tugas.

Topik Layanan “Manajemen Tugas & PR”

Praktik Pedagogik  Pembelajaran Reflektif


 Challenge “To-Do List”
 Diskusi dan praktik langsung

Kemitraan dan lingkungan  Kolaborasi dengan guru mata pelajaran untuk memetakan
pembelajaran tugas yang sedang berlangsung.
 Lingkungan kelas yang tertib dan mendukung fokus belajar.
 Teman sebaya sebagai mitra diskusi prioritas tugas.

Pemanfaatan digital  PPT contoh penyusunan To-Do List.


 Sticky notes digital/physical untuk tracking tugas.
 Timer atau alarm untuk reminder tugas.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal / Pendahuluan (Berkesadaran &


Menggembirakan)

1. Guru BK menyapa siswa dan memimpin doa.


2. Ice Breaking: “Tumpukan Tugas” – siswa menuliskan satu tugas
yang sedang menumpuk di sticky notes dan menempelkannya
di papan.
3. Guru bertanya: “Bagaimana perasaan kalian ketika tugas
menumpuk?”

Inti : Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan pentingnya manajemen tugas dan prioritas.


 Diskusi kasus: tugas menumpuk, menunda, atau menyalin
pekerjaan teman.
 Menonton video singkat: “Tips Manajemen Tugas Efektif untuk
Remaja”.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Challenge: membuat “To-Do List” mingguan dengan prioritas


tinggi-sedang-rendah.
 Siswa mempraktikkan cara mengatur waktu tugas dan
menetapkan deadline.
 Teman sebaya memberi feedback dan saran perbaikan.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menuliskan satu langkah yang akan dilakukan minggu ini


untuk menyelesaikan tugas tepat waktu.
 Menentukan siapa yang dapat mendukung langkah tersebut
(guru/teman)

Penutup : Kegiatan Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan: “Tugas yang dikelola dengan baik akan


mengurangi stres dan meningkatkan prestasi.”
 Siswa menyebutkan satu afirmasi: “Aku mampu menyelesaikan
PR tepat waktu.”
 Doa penutup.

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab pengalaman menunda atau menumpuk tugas.

Asesmen proses Observasi partisipasi diskusi dan praktik To-Do List.

Asesmen akhir Lembar refleksi individu dan To-Do List mingguan yang dibuat siswa.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………
Lampiran Materi – “Manajemen Tugas & PR”

1. Pengertian Manajemen Tugas


o Manajemen tugas adalah kemampuan mengatur, memprioritaskan, dan menyelesaikan
pekerjaan atau PR secara efektif agar waktu dan energi digunakan sebaik mungkin.
2. Mengapa Penting
o Mengurangi stres karena tugas menumpuk.
o Membantu menyelesaikan PR tepat waktu.
o Meningkatkan hasil belajar dan prestasi.
o Memberikan rasa kontrol dan percaya diri.
3. Cara Menyusun Prioritas Tugas
a. Identifikasi Semua Tugas
o Catat semua PR, tugas proyek, atau persiapan ujian yang harus diselesaikan.
b. Tentukan Prioritas
o Gunakan metode Urgent vs Penting:
 Urgent & Penting → Kerjakan segera.
 Penting tapi tidak urgent → Jadwalkan pengerjaan.
 Urgent tapi tidak penting → Bisa mendelegasikan jika memungkinkan.
 Tidak urgent & tidak penting → Bisa dihapus/dikurangi.
c. Buat To-Do List
o Tuliskan tugas harian/mingguan dengan urutan prioritas.
o Gunakan sticky notes, papan tulis, atau aplikasi digital (Google Keep, Trello).
d. Gunakan Timer
o Tentukan waktu khusus untuk setiap tugas. Misal: 25 menit fokus → 5 menit istirahat
(Pomodoro Technique).
4. Aktivitas Pendukung (Ice Breaking & Visualisasi)
o Challenge “To-Do List”: Siswa membuat daftar tugas minggu ini dengan urutan
prioritas di sticky notes.
o Visualisasi Tugas: Buat papan tugas harian di kelas (kanban board) atau di kertas
besar.
o Simulasi Kasus: Guru menampilkan contoh PR menumpuk, siswa berdiskusi strategi
prioritas yang efektif.

Media Tambahan

 PPT: “Langkah Menyusun Prioritas Tugas”


 Sticky Notes & Papan Tulis: untuk praktik membuat To-Do List
 Video Pendek: “Tips Efektif Mengatur PR dan Tugas Sekolah” (YouTube 2-3 menit)
LKPD – “Manajemen Tugas & PR”

Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Sebutkan tiga tugas yang harus kamu selesaikan minggu ini:


2. Tugas mana yang menurutmu paling penting dan mengapa?

B. Praktik Menyusun Prioritas

 Susun urutan pengerjaan tugas dari paling urgent & penting sampai tidak urgent & tidak
penting.
 Tandai tugas yang bisa didelegasikan atau ditunda.

C. Rencana Tindakan

 Langkah pertama yang akan kamu lakukan untuk mengerjakan tugas tepat waktu:
 Siapa yang bisa membantu atau mendukungmu?

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL
IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan :
Kelas/Fase :
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Peserta didik sebagian sudah mulai berani mengekspresikan diri,
namun masih ada yang ragu atau takut salah saat berbicara di depan
teman.
Karakteristik Materi pelajaran Materi bersifat reflektif, partisipatif, dan kontekstual, mendorong
siswa melatih keberanian berbicara dengan percaya diri melalui
latihan di kelas.
Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Menyadari
bahwa ketenangan dan keberanian datang dari nilai spiritual.

 Penalaran Kritis: Mengevaluasi alasan takut salah dan


mencari solusi.
 Kreativitas: Menemukan cara unik mengekspresikan ide
secara percaya diri.
 Kemandirian: Berani tampil dan mengambil keputusan saat
berbicara di depan kelas.
 Kolaborasi: Memberikan dukungan positif kepada teman saat
latihan berbicara.

 Komunikasi: Mengungkapkan pendapat dengan jelas dan


tepat.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian Layanan Peserta didik mampu berbicara di depan teman dengan percaya diri
dan mengurangi rasa takut salah.

Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling


 Bahasa Indonesia

Tujuan Layanan BK  Menyebutkan minimal dua strategi untuk mengurangi rasa


takut salah saat bicara.
 Mempraktikkan berbicara di depan kelas dengan percaya diri.
 Menyusun satu rencana sederhana untuk latihan berbicara
mingguan.

Topik Layanan Berani Bicara Tanpa Takut Salah

Praktik Pedagogik  Pembelajaran Reflektif


 Games & Latihan Ekspresi Bicara

Kemitraan dan lingkungan  Kolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia.


pembelajaran  Lingkungan kelas mendukung praktik berbicara.
 Teman sebaya sebagai partner latihan dan umpan balik.

Pemanfaatan digital  PPT tips berbicara percaya diri.


 Video pendek: “Latih Bicara Tanpa Takut Salah”.
 Mikrofon mainan atau papan skor untuk games.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

 Guru menyapa siswa & doa pembuka.


 Ice Breaking: “Tepuk Semangat” – siswa menepuk tangan
teman di samping untuk membangun energi positif.
 Guru menanyakan: “Siapa yang pernah takut salah saat bicara
di kelas?”

Inti : Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan bahwa rasa takut salah itu wajar.


 Diskusi: Mengapa takut salah muncul dan bagaimana
mengatasinya.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Games “Speaking Cepat”: Siswa diberikan topik ringan dan


berbicara 30 detik di depan teman.
 Latihan berbicara: Teman memberikan tepuk semangat &
umpan balik positif.
 Menggunakan mikrofon mainan atau papan skor untuk
menambah keseruan.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menuliskan satu langkah yang akan dilakukan minggu ini


untuk berani berbicara.
 Menentukan siapa yang bisa mendukung latihan keberanian
bicara.

Penutup : Kegiatan Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan: “Berani bicara adalah keterampilan yang


bisa dilatih, dan setiap kesalahan adalah pelajaran.”
 Siswa menyebutkan satu afirmasi positif: “Aku berani berbicara
tanpa takut salah.”
 Doa penutup.

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab pengalaman takut salah saat bicara di kelas.

Asesmen proses  Observasi partisipasi dalam games & latihan berbicara.


 Penilaian keterlibatan dalam memberi umpan balik positif
kepada teman.
Asesmen akhir LKPD refleksi & rencana latihan mingguan

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

Lampiran Materi – “Berani Bicara Tanpa Takut Salah”

1. Pengertian Berani Bicara

 Kemampuan mengekspresikan pendapat dengan percaya diri meski ada risiko salah.
 Orang yang berani bicara: fokus pada pesan, bukan takut penilaian.

2. Mengapa Penting?

 Membantu tampil percaya diri di kelas.


 Mendukung keberhasilan akademik & non-akademik.
 Mendorong komunikasi positif dengan teman & guru.

3. Cara Melatih
a. Latihan Speaking Cepat

 Berbicara 30 detik tentang topik ringan.


 Fokus pada intonasi dan kejelasan.

b. Memberi & Menerima Umpan Balik Positif

 Teman memberikan tepukan semangat dan komentar membangun.

c. Afirmasi Positif

 Contoh: “Aku mampu menyampaikan pendapat dengan jelas.”


 Diulang setiap hari sebelum tampil.

4. Aktivitas Pendukung

 Games “Speaking Cepat” – berbicara cepat tapi percaya diri.


 Ice Breaking “Tepuk Semangat” – menumbuhkan energi positif.
 Visualisasi / Media: Mikrofon mainan, papan skor, PPT tips berbicara.

LKPD – “Berani Bicara Tanpa Takut Salah”

Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Apa yang membuatmu takut salah saat bicara di kelas?

2. Kapan terakhir kali kamu berani bicara meski takut salah?

B. Praktik Bicara

 Latihan berbicara 30 detik tentang topik ringan.


 Catat perasaan sebelum dan sesudah latihan.
C. Rencana Latihan Mingguan

 Satu langkah yang akan dilakukan minggu ini untuk berani bicara:

 Teman / guru yang mendukung langkah ini:

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan :
Kelas/Fase :
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai memiliki lingkar pertemanan, namun sebagian
belum mampu membedakan teman yang mendukung atau merugikan.

Karakteristik Materi pelajaran Materi reflektif dan partisipatif, mendorong siswa menyadari ciri
pertemanan sehat dan toxic serta mempraktikkan strategi
membangun pertemanan positif.
Dimensi profil lulusan  Keimanan & Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Menghargai
teman dan bersyukur memiliki sahabat baik.
 Penalaran Kritis: Mampu menganalisis perilaku teman yang
merugikan diri.
 Kreativitas: Menemukan cara membina hubungan sehat dan
positif.
 Kemandirian: Menentukan batasan pertemanan secara
mandiri.
 Kolaborasi: Membantu teman yang terpengaruh pertemanan
toxic.

 Komunikasi Efektif: Mengungkapkan perasaan dan memberi


umpan balik positif.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian Layanan  Peserta didik mampu mengenali ciri pertemanan sehat dan
toxic serta mempraktikkan strategi menjaga pertemanan
positif.

Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling


 Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan (nilai persahabatan)
 Bahasa Indonesia (ekspresi & diskusi)

Tujuan Layanan BK  Menyebutkan minimal tiga ciri teman toxic dan teman sehat.
 Memberikan contoh tindakan yang memperkuat persahabatan
sehat.
 Membuat rencana pribadi menjaga hubungan pertemanan
positif.

Topik Layanan Sahabat Sejati vs Toxic Friend

Praktik Pedagogik  Pembelajaran Reflektif


 Games interaktif “Tebak Tipe Teman”
 Studi kasus & sharing kelompok

Kemitraan dan lingkungan  Kolaborasi dengan wali kelas untuk pemetaan dinamika
pembelajaran pertemanan di kelas.
 Lingkungan kelas kondusif untuk diskusi terbuka.
 Teman sebaya sebagai mitra games dan sharing.

Pemanfaatan digital  PPT ciri pertemanan sehat vs toxic


 Video edukasi “Sahabat Sejati vs Toxic Friend”
 Kartu tipe teman untuk games

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

 Guru menyapa siswa & memimpin doa pembuka.


 Ice Breaking: “Sahabatku & Aku” – siswa menyebut satu teman
yang mereka sukai karena sikap positifnya.
 Guru bertanya: “Apa yang membuatmu nyaman atau tidak
nyaman dengan temanmu?”
Inti : Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan konsep teman sehat vs toxic.


 Menonton video singkat tentang pertemanan toxic.
 Diskusi kelompok: contoh perilaku teman yang merugikan atau
mendukung.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Games “Tebak Tipe Teman” menggunakan kartu tipe teman.


 Sharing kelompok: strategi menghadapi teman toxic dan
memperkuat teman sehat.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menulis satu langkah untuk menjaga persahabatan


positif.
 Menyusun rencana pribadi: siapa yang dapat mendukung
langkah tersebut

Penutup : Kegiatan Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan: “Teman sehat membantumu berkembang,


teman toxic bisa merugikan. Pilih tindakan bijak.”
 Siswa menyebut afirmasi: “Aku memilih persahabatan yang
membangun.”
 Doa penutup

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab: pengalaman pertemanan positif dan negatif.

Asesmen proses  Observasi partisipasi diskusi dan games.

 Penilaian keterlibatan sharing kelompok.

Asesmen akhir LKPD refleksi pribadi & rencana tindakan menjaga pertemanan sehat.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………
LAMPIRAN MATERI – “Sahabat Sejati vs Toxic Friend”

1. Pengertian Pertemanan Sehat & Toxic

Pertemanan Sehat:

 Saling mendukung saat melakukan hal positif.


 Mengingatkan jika salah atau melakukan hal yang merugikan.
 Menghargai perbedaan pendapat.
 Memberi motivasi dan pengaruh positif.

Pertemanan Toxic:

 Sering memanfaatkan atau menghina.


 Mengajak melakukan hal yang merugikan diri sendiri atau orang lain.
 Tidak mendukung perkembangan pribadi.
 Menyebarkan gosip atau menimbulkan konflik.

2. Dampak Pertemanan Toxic

 Menurunkan kepercayaan diri.


 Meningkatkan stres dan kecemasan.
 Mengganggu konsentrasi belajar.
 Memicu konflik di lingkungan sekolah.

3. Strategi Menghadapi Teman Toxic

 Tetapkan batasan pertemanan: Pilih interaksi sehat, hindari kebiasaan negatif.


 Sampaikan pendapat secara asertif: Gunakan kalimat “Aku merasa … ketika …”.
 Fokus pada teman positif: Bangun hubungan dengan teman yang mendukung.
 Refleksi diri: Evaluasi apakah pertemanan itu membantumu berkembang.

A. Games “Tebak Tipe Teman”


 Alat: Kartu tipe teman (teman sehat / toxic).
 Cara main:
1. Guru membagi siswa ke kelompok kecil.
2. Siswa menarik kartu dan mendiskusikan apakah contoh perilaku tersebut sehat atau
toxic.
3. Kelompok menjelaskan alasannya kepada teman-teman lain.

B. Studi Kasus

 Contoh kasus nyata:


o Temanmu selalu mencontek saat ujian dan memintamu ikut, bagaimana sikapmu?
o Temanmu sering menggosip teman lain, bagaimana kamu merespons?
 Siswa berdiskusi solusi dalam kelompok kecil.

C. Video Edukasi

 Video: “Sahabat Sejati vs Toxic Friend” (YouTube, durasi 2–3 menit).


 Fungsinya: Memvisualisasikan ciri teman sehat vs toxi

LKPD – “Sahabat Sejati vs Toxic Friend”

Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Sebutkan dua teman yang membuatmu berkembang:


2. Pernahkah kamu menghadapi teman yang toxic? Bagaimana perasaanmu?

B. Rencana Pribadi

 Satu langkah yang akan kamu lakukan untuk menjaga persahabatan positif:
 Siapa yang bisa mendukungmu menjalankan langkah ini?
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
BIMBINGAN KELOMPOK

1. Topik : Meraih Cita-Cita


2. Judul Materi : “Cita-Citaku, Mimpiku, Jalanku”
3. Kelas/Semester : ……
4. Aspek Perkembangan: Penemuan jati diri, motivasi, dan visi masa depan
5. Capaian Layanan :
Peserta didik mampu:
 Menggali minat dan potensi yang dimiliki.
 Menentukan cita-cita yang ingin diraih berdasarkan keunikan diri.
 Menyusun langkah-langkah awal meraih cita-cita.
6. Fase :D
7. Waktu : 1 JP (55 menit)
8. Tempat : Ruang BK / Kelas
9. Tujuan Kegiatan :
Setelah mengikuti layanan ini, peserta didik dapat:
 Menyadari pentingnya memiliki tujuan hidup dan cita-cita.
 Menghubungkan minat, potensi, dan cita-cita yang ingin diraih.
 Membuat rencana awal untuk mewujudkan cita-citanya.

Langkah Kegiatan
N Tahapan Kegiatan Guru Pembimbing / Kegiatan Peserta Nilai & Profil
o Pemimpin Kelompok Didik / Anggota Pancasila yang
Kelompok Ditanamkan
1 Pembentukan - Menyapa hangat siswa dan - Menyimak dan - Percaya diri-
(10 menit) menjelaskan tujuan kegiatan.- Ice memperkenalkan diri Kreatif-
breaking: “Kalau aku jadi…” – siswa serta cita-cita impian Komunikatif
menyebutkan cita-cita impian mereka
secara spontan
2 Peralihan (5 - Menjelaskan bahwa setiap orang - Mendengarkan dan - Tanggung
menit) berhak punya mimpi dan langkah menyetujui aturan jawab- Disiplin
mewujudkannya- Menyampaikan kegiatan
kesepakatan kelompok
3 Kegiatan Inti - Menyampaikan materi tentang - Menyampaikan ide - Mandiri-
(30 menit) hubungan minat, potensi, dan cita- cita-cita dalam diskusi Bernalar kritis-
cita.- Menampilkan contoh tokoh kelompok- Menulis Reflektif-
inspiratif yang berhasil mengejar impian dan rencana Berorientasi
cita-citanya dari nol.- Diskusi kecil: sederhana dalam LKPD masa depan
“Apa mimpimu? Apa langkah kecil
yang bisa kamu mulai sekarang?”-
Mengisi LKPD “Mimpiku dan
Jalanku”
4 Pengakhiran - Menyimpulkan hasil diskusi- - Membagikan rencana - Bertanggung
(10 menit) Mengajak siswa menuliskan singkat yang ingin jawab- Reflektif
afirmasi: “Cita-citaku penting, dan mereka lakukan
aku sedang dalam perjalanan ke minggu ini
sana.”

Integrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)


Komponen Pembelajaran Implementasi dalam Kegiatan
Mendalam
Refleksi Siswa mengenal kekuatan diri dan mimpinya melalui diskusi
dan LKPD
Aksi nyata Menyusun rencana kecil meraih cita-cita secara konkret
Bermakna Dikaitkan langsung dengan mimpi dan pengalaman pribadi
siswa
Kolaboratif Diskusi dan saling mendukung dalam kelompok

Lampiran LKPD
“Mimpiku dan Jalanku”
Nama: ______________________ Kelas: ______________________
1. Cita-cita yang ingin aku capai: _____________________________________
2. Kenapa aku ingin meraih cita-cita itu? ______________________________
3. Hal yang sudah aku miliki sebagai bekal (minat/bakat/sikap): _________
4. Hambatan yang mungkin aku hadapi: ______________________________
5. Langkah kecil yang bisa aku mulai minggu ini: ______________________
6. Afirmasi pribadiku: “Aku akan berusaha karena…” __________________

Modul ini sangat cocok diberikan saat siswa mulai mempertanyakan arah masa depannya.
Guru BK dapat menyesuaikan tokoh inspiratif atau simulasi sesuai latar belakang lokal siswa agar
lebih kontekstual dan menyentuh makna pribadi mereka.

Mengetahui, Kabupaten, Juli 2025


Kepala Sekolah Guru BK

………………………… ……………………
NIP. Nip.
RENCANA PELAKSANAAN LAANAN BIMBINGAN KONSELING
LAYANAN KLASIKAL

- IDENTITAS UMUM :
1. Satuan Pendidikan :
2. Kelas/Fase :
3. Tahun Ajaran : 2025/2026
4. Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

- IDENTIFIKASI :

1. Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai menyadari kelebihan diri namun sebagian
masih cemas atau ragu tampil di depan teman.

2. Karakteristik Materi Materi reflektif, partisipatif, dan kontekstual, mendorong siswa


pelajaran menyadari kelebihan diri dan mempraktikkan percaya diri melalui
pengalaman di kelas.

3. Dimensi profil lulusan Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: menyadari
bahwa ketenangan dalam menyikapi konflik datang dari nilai-nilai
spiritual.

 Penalaran Kritis: mengevaluasi konflik batin secara logis


dan objektif.
 Kreativitas: mencari solusi unik dalam menyelesaikan
konflik diri.
 Kemandirian: mampu mengambil keputusan mandiri
berdasarkan suara hati dan nilai pribadi.
 Kolaborasi: membuka ruang dialog dengan orang terdekat
dalam mencari jalan keluar.

- DESAIN PEMBELAJARAN :

1. Capaian Layanan Peserta didik mampu menyadari kelebihan diri dan mempraktikkan
percaya diri berbicara di depan teman-teman kelas.

2. Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling


 Bahasa Indonesia

3. Tujuan Layanan BK  Menyebutkan minimal dua kelebihan diri yang mendukung


percaya diri.
 Mempraktikkan percaya diri saat berbicara di kelas.
 Menyusun satu rencana sederhana untuk melatih percaya
diri.

4. Topik Layanan Aku Percaya Diri!

5. Praktik Pedagogik  Pembelajaran Reflektif


 Roleplay / Latihan ekspresi diri

6. Kemitraan dan  Kolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia.


Lingkungan  Lingkungan kelas yang mendukung ekspresi diri.
 Teman sebaya sebagai mitra roleplay & umpan balik.
pembelajaran

7. Pemanfaatan digital  PPT contoh sikap percaya diri


 Video: “Percaya Diri Itu Bisa Dilatih!”
 Kartu ekspresi untuk latihan tampil

- PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan )

Guru menyapa siswa & doa pembuka.

Ice Breaking: “Ekspresi Percaya Diri” (siswa memperagakan


ekspresi wajah percaya diri).

Guru memantik pertanyaan: “Siapa yang pernah gugup saat


bicara di kelas?”
Inti : Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

Guru memutar video inspiratif tentang siswa yang awalnya


pemalu lalu berani tampil.

Diskusi: “Mengapa dia awalnya takut bicara? Apa yang


membantu dia percaya diri?”

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

Siswa mengisi LKPD: “Tiga Kelebihan Diri Saya”.

Latihan roleplay: memperkenalkan diri di depan kelas dengan


ekspresi percaya diri.

Teman memberi umpan balik positif.

Merefleksi (Berkesadaran)

Siswa menuliskan satu langkah yang akan dilakukan minggu ini


untuk melatih percaya diri.

Menyusun rencana sederhana: siapa yang dapat mendukung


langkah tersebut.
Penutup : Kegiatan Penutup (Bermakna & Menggembirakan )
Guru menyimpulkan: “Percaya diri adalah keterampilan yang
bisa dilatih.”

Siswa menyebutkan satu afirmasi positif: “Saya berani berbicara


dengan percaya diri.”

Doa penutup
- ASESMEN :

1. Asesmen awal Tanya jawab pengalaman tampil di depan kelas


pembelajaran

2. Asesmen proses Observaspartisipasi diskusi & roleplay


pembelajaran

3. Asesmen akhir LKPD & rencana tindak lanjut siswa


pembelajaran

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

Lampiran Materi – “Aku Percaya Diri!”


1. Pengertian Percaya Diri
Percaya diri adalah keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk menghadapi berbagai situasi,
mengambil keputusan, dan mengekspresikan diri dengan tepat. Orang percaya diri bisa mengatasi
rasa takut, gugup, atau cemas saat tampil di depan orang lain.

2. Mengapa Percaya Diri Penting?

 Membantu siswa tampil berani dalam berbicara dan bertindak.


 Membuat siswa lebih diterima teman sebaya karena ekspresi diri yang positif.
 Mendukung siswa untuk meraih prestasi akademik maupun non-akademik.
 Mendorong siswa untuk mengambil peluang baru tanpa takut gagal.

3. Cara Melatih Percaya Diri


a. Mengenali Kelebihan Diri

 Catat minimal tiga hal yang menjadi kelebihanmu.


 Pikirkan situasi di mana kamu merasa berhasil atau bangga dengan dirimu sendiri.

b. Latihan Berbicara Perlahan & Jelas

 Latihan di depan cermin atau teman dekat.


 Gunakan intonasi yang terdengar percaya diri.
 Fokus pada satu pesan utama ketika berbicara.

c. Memberi Afirmasi Positif pada Diri Sendiri

 Contoh: “Aku mampu berbicara dengan jelas.”


 Ucapkan afirmasi setiap pagi atau sebelum tampil di depan kelas.
 Gunakan catatan kecil, post-it, atau media digital (Padlet) untuk mengingatkan diri.

4. Aktivitas Pendukung (Ice Breaking & Visualisasi)

 Ice Breaking: “Ekspresi Percaya Diri” – siswa mengekspresikan wajah dan gerakan orang
percaya diri.
 Visualisasi: Buat Kartu Potensiku di Canva atau kertas warna, tulis kelebihan, minat, dan satu
langkah latihan percaya diri.
 Video Inspiratif: “Percaya Diri Itu Bisa Dilatih!” (YouTube) – siswa menonton sebagai motivasi
sebelum praktik

LKPD – “Aku Percaya Diri!”


Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________
A. Refleksi Diri

1. Sebutkan tiga kelebihan dirimu:

2. Kapan terakhir kali kamu merasa percaya diri? Mengapa?

B. Praktik Tampil Percaya Diri

 Latihan memperkenalkan diri di depan teman dengan ekspresi percaya diri.


 Catat perasaan sebelum dan sesudah tampil.

C. Rencana Latihan Mingguan

 Satu langkah yang akan dilakukan minggu ini untuk melatih percaya diri:

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING


LAYANAN KLASIKAL

- IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan :
Kelas/Fase :
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

- IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai menyadari emosi perlu dikelola, namun sebagian
masih kesulitan menahan kemarahan atau sedih saat menghadapi
konflik dengan teman.

Karakteristik Materi Materi reflektif, partisipatif, dan kontekstual. Fokus pada teknik
pelajaran mengatur emosi negatif melalui pengalaman nyata dan latihan
ekspresi diri.

Dimensi profil lulusan  Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME:


Menyadari pentingnya bersabar dan menjaga hati dari emosi
negatif.
 Penalaran Kritis: Menganalisis penyebab emosi dan cara
menanganinya secara logis.
 Kreativitas: Mencari cara unik menenangkan diri saat emosi
negatif muncul.
 Kemandirian: Mengontrol emosi secara mandiri.
 Kolaborasi: Memberi dukungan positif kepada teman yang
sedang emosi.
 Bernalar Kritis: Memahami dampak emosi terhadap
hubungan sosial.
 Komunikasi: Mengekspresikan perasaan secara tepat tanpa
menyakiti orang lain.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian Layanan Peserta didik mampu mengenali emosi negatif, mempraktikkan


teknik pengendalian emosi, dan mengurangi konflik dengan teman.

Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling


 Pendidikan Pancasila (nilai kesabaran & empati)
  Bahasa Indonesia (ekspresi diri & diskusi)

Tujuan Layanan BK  Setelah layanan, peserta didik mampu:


 Menyebutkan minimal dua jenis emosi negatif yang sering
dialami.
 Mempraktikkan teknik sederhana menenangkan diri saat
emosi muncul.
 Menyusun satu rencana pribadi untuk mengelola emosi di
sekolah.

Topik Layanan “Aku Bisa Kendalikan Emosi!”

Praktik Pedagogik  Pembelajaran Reflektif


 Roleplay / Latihan ekspresi wajah
 Simulasi konflik

Kemitraan dan lingkungan  Kolaborasi dengan guru kelas untuk menyediakan situasi
pembelajaran konflik nyata.
 Lingkungan kelas kondusif untuk praktik ekspresi emosi.
 Teman sebaya sebagai mitra roleplay dan memberi umpan
balik.

Pemanfaatan digital  PPT: “Jenis Emosi dan Cara Mengelolanya”


 Video singkat: “Tips Mengendalikan Emosi Remaja”
 Flashcard emosi dan kertas ekspresi untuk latihan

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Kegiatan Awal / Pendahuluan (Berkesadaran &


Awal/Pendahuuan Menggembirakan)

 Guru menyapa siswa dan memimpin doa.


 Ice Breaking: “Ekspresi Wajah Emosi-ku” – siswa
mengekspresikan emosi melalui wajah dan gerakan tubuh.
 Guru bertanya: “Apa yang biasanya membuatmu marah atau
sedih di sekolah?”
1.

Inti : Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan jenis-jenis emosi negatif dan dampaknya.


 Diskusi studi kasus konflik teman: siswa mengidentifikasi
emosi yang muncul.

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Permainan ekspresi wajah dengan flashcard emosi: siswa


menirukan dan menebak emosi teman.
 Roleplay situasi konflik dan praktik teknik menenangkan diri
(tarik napas, hitung 1–10, afirmasi positif).
 Siswa menuliskan strategi pribadi: “Aku akan melakukan ini
saat marah atau sedih…”.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menuliskan satu hal yang mereka pelajari tentang


mengendalikan emosi.
 Guru memberi umpan balik: “Emosi wajar, tapi bisa
dikendalikan dengan latihan.”

Penutup : Kegiatan Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan inti pelajaran.


 Siswa menyebutkan afirmasi positif: “Aku mampu
mengendalikan emosiku.”
 Doa penutup.

- ASESMEN :

4. Asesmen awal Tanya jawab pengalaman konflik dan emosi sebelumnya.

5. Asesmen proses Observasi partisipasi diskusi, roleplay, dan permainan ekspresi


wajah.
6. Asesmen akhir  LKPD refleksi pribadi.

 Rencana tindakan siswa untuk mengelola emosi.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025


Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………

Lampiran Materi – “Aku Bisa Kendalikan Emosi!”

1. Pengertian Emosi & Emosi Negatif

 Emosi: Reaksi psikologis dan fisik terhadap situasi tertentu.


 Emosi negatif: Marah, kesal, sedih, cemas, frustrasi.
 Contoh: Ketika teman mengambil buku tanpa izin → muncul rasa marah.

2. Mengapa Mengelola Emosi Penting

 Membantu mengurangi konflik dengan teman sebaya.


 Membuat diri lebih tenang dan fokus saat belajar.
 Meningkatkan komunikasi yang sehat dan hubungan sosial positif.
 Membantu mengambil keputusan yang lebih tepat.

3. Cara Mengelola Emosi

a. Mengenali Emosi
 Catat momen saat emosi negatif muncul.
 Identifikasi pemicu emosi.
 Contoh: “Aku merasa kesal ketika teman memotong antrianku.”

b. Teknik Menenangkan Diri

 Tarik napas 4 detik, tahan 4 detik, hembuskan 4 detik.


 Hitung 1–10 sebelum merespons situasi.
 Gunakan afirmasi positif: “Aku bisa tetap tenang.”

c. Mengekspresikan Emosi Secara Aman

 Menggambar perasaan di kertas atau flashcard emosi.


 Roleplay situasi konflik dengan teman, gunakan bahasa asertif dan sopan.

4. Aktivitas Pendukung

 Ice Breaking: “Wajah Emosi-ku” → siswa mengekspresikan emosi dengan wajah dan gerakan
tubuh.
 Flashcard Emosi: latihan menebak dan mengekspresikan emosi.
 Video Inspiratif: “Tips Mengendalikan Emosi Remaja” → motivasi sebelum praktik.
 Roleplay Konflik: simulasi situasi nyata di kelas → siswa mempraktikkan teknik menenangkan
diri.

LKPD – “Aku Bisa Kendalikan Emosi!”

Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Sebutkan emosi negatif yang sering kamu rasakan di sekolah:

2. Apa yang biasanya memicu emosimu?

B. Praktik Mengendalikan Emosi

1. Teknik menenangkan diri yang aku pilih:

2. Bagaimana perasaan sebelum dan sesudah mempraktikkan teknik ini?

C. Rencana Tindak Lanjut

1. Satu langkah yang akan aku lakukan minggu ini untuk mengendalikan emosi:

2. Siapa yang bisa mendukung aku dalam langkah ini?


RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING

LAYANAN KLASIKAL

IDENTITAS UMUM :
Satuan Pendidikan :
Kelas/Fase :
Tahun Ajaran : 2025/2026
Jumlah jam / Pertemuan : 2 x 40 menit

IDENTIFIKASI :

Kesiapan peserta didik Peserta didik mulai berpikir tentang masa depan dan profesi yang
diinginkan. Beberapa sudah memiliki cita-cita, namun banyak yang
belum memahami berbagai pilihan karir dan jalur pendidikan yang
relevan.

Karakteristik Materi pelajaran Materi bersifat reflektif, partisipatif, dan kontekstual. Membantu
siswa mengenali berbagai profesi, menyesuaikan dengan minat dan
potensi diri, serta memahami langkah pendidikan yang perlu
ditempuh.

Dimensi profil lulusan  Keimanan & Ketakwaan terhadap Tuhan YME: menyadari
bahwa setiap profesi dapat memberi manfaat bagi orang lain
dan lingkungan.
 Penalaran Kritis: mampu menilai berbagai profesi dan jalur
pendidikan secara logis.
 Kreativitas: menemukan alternatif profesi yang sesuai
minat dan bakat.
 Kemandirian: membuat keputusan mandiri tentang cita-cita
dan tujuan pendidikan.
 Kolaborasi: berdiskusi dengan teman sebaya untuk saling
memahami pilihan profesi.

DESAIN PEMBELAJARAN :

Capaian Layanan Peserta didik mampu mengenali berbagai profesi dan jalur
pendidikan, serta mengaitkannya dengan minat, bakat, dan cita-cita
pribadi.

Lintas Disiplin Ilmu  Bimbingan dan Konseling


 Pendidikan Kewarganegaraan (nilai etika profesi)
 Bahasa Indonesia (ekspresi lisan & diskusi)

Tujuan Layanan BK  Menyebutkan minimal 3 profesi yang menarik perhatian.


 Mengidentifikasi jalur pendidikan yang relevan untuk profesi
pilihan.
 Membuat rencana sederhana untuk mengembangkan minat
dan bakat yang sesuai cita-cita.

Topik Layanan Mengenal Profesi & Cita-cita

Praktik Pedagogik  Pembelajaran Reflektif


 Quiz interaktif & Tebak Profesi
 Diskusi kelompok

Kemitraan dan lingkungan  Kolaborasi dengan guru PJOK/Bahasa Indonesia untuk


pembelajaran simulasi profesi.
 Teman sebaya menjadi mitra tebak profesi dan sharing
pengalaman cita-cita.
 Lingkungan kelas mendukung diskusi dan presentasi ide.

Pemanfaatan digital  PPT daftar profesi beserta deskripsi singkat.


 Video pendek “Beragam Profesi dan Jalur Pendidikan”.
 Kartu profesi untuk games Tebak Profesi.

PENGALAMAN BELAJAR :

Kegiatan Awal/Pendahuuan Kegiatan Awal (Berkesadaran & Menggembirakan)

 Guru menyapa siswa dan doa pembuka.


 Ice Breaking: “Profesi Favorit-ku” – setiap siswa
menyebutkan profesi yang pernah mereka impikan sejak
kecil.
 Guru memantik pertanyaan: “Mengapa kamu tertarik pada
profesi itu?”

Inti : Memahami (Berkesadaran & Bermakna)

 Guru menjelaskan beragam profesi dan jalur pendidikan


yang umum.
 Menonton video pendek: “Beragam Profesi dan Pilihan
Pendidikan untuk Remaja”.
 Diskusi kelompok: profesi apa yang paling sesuai dengan
minat dan bakat temanmu?

Mengaplikasi (Bermakna & Menggembirakan)

 Games “Tebak Profesi”: menggunakan kartu profesi, siswa


menebak profesi teman berdasarkan deskripsi atau gerakan.
 Diskusi: langkah-langkah pendidikan yang perlu ditempuh
untuk mencapai profesi pilihan.

Merefleksi (Berkesadaran)

 Siswa menuliskan satu profesi yang diminati, alasannya, dan


langkah awal yang bisa dilakukan untuk mengembangkan
diri.

Penutup : Kegiatan Penutup (Bermakna & Menggembirakan)

 Guru menyimpulkan: “Cita-cita dan profesi akan tercapai jika


kamu mengenali potensi diri dan menyiapkan langkah
nyata.”
 Afirmasi siswa: “Aku mampu mengenali dan
mengembangkan potensi diri untuk masa depan.”
 Doa penutup.

ASESMEN :

Asesmen awal Tanya jawab tentang profesi favorit sejak kecil.

Asesmen proses Observasi partisipasi dalam quiz, games Tebak Profesi, dan diskusi.

Asesmen akhir Rencana langkah awal pengembangan potensi sesuai profesi yang
diminati.

Mengetahui, Kabupaten. Juli 2025

Kepala sekolah, Guru BK,

………………………. ………………………
Lampiran Materi – “Mengenal Profesi & Cita-cita”

1. Pengertian Profesi dan Cita-cita

 Profesi: Pekerjaan atau bidang keahlian yang membutuhkan keterampilan khusus dan
biasanya dilakukan secara profesional.
 Cita-cita: Impian atau tujuan hidup yang ingin dicapai, termasuk pilihan karir dan profesi.

2. Mengapa Penting Dikenali

 Memberi gambaran luas tentang berbagai pilihan karir.


 Membantu menyesuaikan jalur pendidikan dengan minat dan bakat.
 Mendorong siswa merencanakan masa depan secara realistis dan bertanggung jawab.
 Mengurangi kebingungan dan stress terkait keputusan masa depan.

3. Aktivitas & Games Sesuai RPL

a. Ice Breaking – Profesi Favorit-ku

 Setiap siswa menyebutkan profesi impian sejak kecil dan alasannya.


 Guru menuliskan berbagai profesi yang muncul di papan tulis untuk diskusi.

b. Quiz Interaktif

 Guru menampilkan deskripsi profesi (misal: “Orang ini merawat pasien di rumah sakit,
memakai jas putih dan stetoskop”).
 Siswa menebak profesi tersebut.

c. Tebak Profesi

 Siswa memeragakan profesi menggunakan gerakan tubuh atau suara.


 Teman lain menebak profesi tersebut.
 Guru memberi umpan balik dan menambahkan informasi jalur pendidikan untuk profesi itu.

d. Diskusi & Refleksi (5 menit)

 Diskusi kelompok kecil: profesi apa yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing siswa.
 Siswa menuliskan langkah awal untuk mengembangkan kemampuan terkait profesi yang
diminati.

4. Langkah Mengenali Profesi & Cita-cita

1. Identifikasi minat diri: apa yang paling kamu sukai?


2. Kenali bakat atau kelebihan: kemampuan apa yang menonjol?
3. Cari informasi profesi terkait minat dan bakatmu.
4. Buat rencana sederhana: langkah awal apa yang bisa dilakukan untuk mencapai profesi
tersebut.
5. Diskusi dan sharing dengan teman atau guru untuk memperluas perspektif

Game “Tebak Profesi” – Catatan Refleksi

1. Profesi yang kamu peragakan:


2. Bagaimana perasaanmu saat memeragakan profesi ini?
3. Apa yang kamu pelajari dari teman yang menebak profesi kamu?

Media Tambahan / Digital

 PPT: “Beragam Profesi dan Jalur Pendidikan”


 Video YouTube: “Beragam Profesi dan Jalur Pendidikan untuk Remaja” (durasi 2–3 menit)
 Kartu Profesi: Untuk games Tebak Profesi, setiap kartu berisi nama profesi dan deskripsi
singkat
 Timer / Stiker Reminder: Untuk mengatur giliran siswa dalam Tebak Profesi
LKPD – “Mengenal Profesi & Cita-cita”

Nama: ____________
Kelas: ____________
Tanggal: ____________

A. Refleksi Diri

1. Sebutkan tiga profesi yang paling menarik bagimu:

2. Mengapa kamu tertarik pada profesi tersebut?

3. Minat dan bakat apa yang kamu miliki yang relevan dengan profesi ini?

B. Rencana Pengembangan Potensi

1. Satu langkah awal yang akan kamu lakukan untuk mengembangkan minat atau bakat sesuai
profesi pilihan:

2. Siapa yang bisa membantumu melaksanakan langkah ini?


Lampiran - Intrumen Evaluasi

EVALUASI PROSES
Lembar Observasi Guru BK

SKOR
NO PERNYATAAN 2 3 4
1
1 Kegiatan yang dilakukan sudah sesuai dengan
tahapan yang direncanakan
2 Peserta didik merespon setiap tahapan kegiatan yang
dilalui dengan baik
3 Peserta didik mengikuti kegiatan layanan dengan aktif
bertanya
4 Peserta didik nampak ceria (antusias) dalam mengikuti
kegiatan layanan
5 Peserta didik menyampaikan pendapat sesuai
topik yang disampaikan
6 Peserta didik aktif menyampaikan informasi dalam diskusi
kelompok
7 Peserta didik menjawab setiap pertanyaan yang diberikan
oleh guru BK dengan kalimat yang jelas dan mudahd
ipahami
8 Peserta didik aktif merespon pendapat/memberikan
balikan dengan baik

Keterangan =

Skor minimal yang dicapai adalah 1 x8 =8, dan skor tertinggi adalah 4x8 =32
Kategori hasil:
a. Sangat Baik =28 –32
b. Baik = 23–27
c. Cukup = 18–22
d. Kurang =…– 17
EVALUASI HASIL

Understanding (pemahaman baru)


Peserta didik memahami materi melalui karya yang diunggah
Comfortable (Sikap)
Petunjuk: Berilah tanda cek (4) pada kolom YA jika pernyataan sesuai dengan kondisi
Anda dan berilah tanda cek (4) pada kolom TIDAK jika pernyataan tidak sesuai dengan
kondisi Anda!

NO PERNYATAAN YA TIDAK
SIKAP INGIN TAHU
I Saya berusaha mencari informasi mengenai materi
2 Saya berusaha mencari informasi menganai bentuk/macam
ragam dari materi
3 Saya menanyakan dampak dari materi
4 Saya mencari informasi mengenai upaya menyikapi/melakukan
tindakan terkait dengan manfaat dari materi tersebut
SIKAP PERCAYA DIRI
I Memiliki pengetahuan tentang materi
2 Membuat & mengunggah karya hasil pemahamannya tentang
materi dan manfaatnya
SIKAP KERJA SAMA
1 Mendukung program sekolah dan manfaatnya

2 Memberikan informasi tentang materi kepada orang sekitarnya


melalui karya yang diunggahnya di media sosial

Rubrik Ketercapaian:

N0 Prosentas Tingkat Ketercapaian


e
1 69 -100% Tinggi
2 34-68% Sedang
3 0 -33 % Rendah

Anda mungkin juga menyukai