PRESENTASI
KASUS
MUSKULOSKELETAL
SITI KHOIRIYATUL MU’AWANAH| P27226025349
PENDAHULUAN
Trigger finger (jari pelatuk), juga dikenal
sebagai stenosing flexor tenosynovitis,
merupakan salah satu gangguan tangan yang
umum dan dapat menyebabkan penurunan
fungsi tangan. Kondisi ini ditandai dengan
adanya fenomena jari mengunci, terbentuknya
nodul yang dapat diraba, serta penebalan pada
tendon fleksor atau selubung tendonnya. Pasien
biasanya mengeluhkan jari yang terkunci baik
saat menekuk maupun meluruskan, namun
gerakan meluruskan jari biasanya lebih nyeri
dan terbatas dibandingkan dengan saat
menekuk.
(BMC Musculoskeletal Disorders, 2024)
PATOFISIOLOGI
Trigger Finger atau stenosing tenosynovitis terjadi akibat peradangan
kronis pada tendon fleksor dan selubung tendonnya, terutama pada
pulley A1 di pangkal jari. Peradangan dan gesekan berulang
menyebabkan penebalan selubung tendon serta terbentuknya nodul,
sehingga ruang di dalam pulley menjadi sempit (stenosis). Akibatnya,
saat jari digerakkan, tendon sulit meluncur dengan bebas dan dapat
“terkunci” pada posisi fleksi. Ketika jari diluruskan, nodul tersebut tiba-
tiba melewati area sempit dan menimbulkan sensasi klik atau snap
khas seperti menarik pelatuk. Proses ini menimbulkan nyeri, kaku, dan
keterbatasan gerak yang dapat mengganggu fungsi tangan.
ETIOLOGI
Beberapa faktor penyebab dan risiko yang sering
terkait antara lain:
1. Gerakan menggenggam berulang – seperti pada
pekerjaan yang banyak menggunakan tangan
(menjahit, menulis, memegang alat, dll).
2. Penyakit sistemik – seperti diabetes mellitus,
rheumatoid arthritis, dan gout yang menyebabkan
perubahan jaringan tendon.
3. Usia dan jenis kelamin – lebih sering terjadi pada
wanita usia 40–60 tahun.
4. Trauma lokal – cedera langsung pada tendon
atau selubungnya dapat memicu peradangan.
5. Faktor anatomi atau degeneratif – penebalan
alami pada pulley A1 atau degenerasi jaringan
tendon seiring usia.
TANDA GEJALA
1. Nyeri pada pangkal jari (biasanya di daerah MCP joint).
2. Kekakuan pada jari, terutama saat bangun tidur.
3. Adanya benjolan kecil atau nodul pada jalur tendon fleksor.
4. Sensasi klik atau snapping saat menekuk dan meluruskan jari.
5. Jari terasa terkunci dalam posisi fleksi dan sulit diluruskan.
6. Nyeri bertambah saat ekstensi jari dibanding saat fleksi.
7. Pada kasus berat, jari dapat tetap terkunci dan tidak bisa
digerakkan sama sekali tanpa bantuan tangan lain.
.
STATUS KLINIS
Identitas Pasien
Nama : Ny. PW
Umur : 64 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : Pegawai pabrik
Alama : Sukoharjo
[Link] : 249399
II. PEMERIKSAAN FISIOTERAPI
4. Riwayat Penyakit Sekarang (RPS):
1. Diagnosis dokter: Pasien bekerja sebagai karyawan pabrik yang dalam aktivitas
- Trigger Finger sehari-harinya sering menggunakan tangan untuk menggenggam
2. Catatan Klinis : dan melakukan gerakan berulang. Sekitar beberapa bulan yang
a. Hasil Rontgen: lalu, pasien mulai merasakan nyeri dan kekakuan pada salah satu
Tidakterfapat pemeriksaan penunjang jari tangan, namun pada awalnya dianggap sebagai hal biasa.
b. Medika mentosa (04/09/2025): Pasien sempat menanyakan keluhannya kepada rekan kerja dan
EPERINOC TAB RELAXON TAB 10.00 TABLET mendapatkan respon bahwa keluhan tersebut umum terjadi
akibat kelelahan tangan, sehingga pasien tidak segera
NA DIKLOFENAK 50 MG TAB 15.00 memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Dalam dua bulan terakhir, keluhan semakin bertambah berat, jari
3. Keluhan Utama: terasa lebih nyeri, kaku, dan terkadang sulit diluruskan setelah
-Pasien mengeluhkan kekakuan, nyeri, dan macet pada ditekuk, terutama saat bangun tidur atau setelah lama
saat digerakkan pada jari ke 3 tangan kirinya beraktivitas. Pasien akhirnya memutuskan untuk berobat ke
rumah sakit karena keluhan tidak kunjung membaik dan semakin
mengganggu aktivitas kerja. Kemudian pasien dirujuk ke rehab
5. Riwayat Penyakit Dahulu (RPD): medik untuk dilakukan fisioterapi
- Tidak ada
6. Riwayat Penyakit Penyerta (RPP): Faktor yang memperberat: saat tangan digunakan untuk
Tidak ada menggenggam, memegang alat kerja, atau melakukan gerakan
7. Riwayat Pribadi dan Keluarga : berulang.
Tidak ada Faktor yang memperingan: saat tangan diistirahatkan,
diregangkan perla
II. PEMERIKSAAN FISIOTERAPI
[Link]-tanda vital: 3. Palpasi
terdapat adanya nodul pada area sendi metacarpal phalangeal III sinistra,
1) Tekanan darah : 125 /80mmHg suhu lokal normal
2) Denyut Nadi : 79x/menit nyeri tekan dan spasme pada m. Fleksor Carpiradialis, m. Palmaris
3) Pernapasan : 21x/menit Longus, dan m. Fleksor Pollicis.
4) Temperatur : 36,0 C 4. Perkusi
5) Berat Badan : 55 kg kg Terdapat bunyi “klik” pada saat pasien menggerakkan fleksi ekstensi MCP
6) Tinggi Badan : 156 cm III sinistra
7) IMT : 22,6 (Normal)
Pemeriksaan Nyeri dengan NRS
2. Observasi dan inspeksi
-Inspeksi Statis
Hasil yang diperoleh yaitu wajah pasien
tampak normal, keadan umum pasien
baik
Warna kulit normal
Pemeriksaan LGS dengan Goniometer
Ada benjolan di Metacarpal Phalangeal
III sinistra
-Inspeksi Dinamis
Ekspresi pasien tampak menahan nyeri
saat digerakkan fleksi dan ekstensi pada
jari ke 3 tangan kiri.
Muscle Test
Hasil Pemeriksaan MMT
Pemeriksaan Gerak Dasar
Gerak Aktif
Joint Test
Pemeriksaan Gerak Dasar
Gerak Pasif
Gerak Aktif Melawan Tahanan
Pemeriksaan Spesifik:
Triggering Test” / “Locking
Phenomenon: +
• Terjadi sensasi
mengunci atau snapping
saat jari digerakkan dari
posisi fleksi ke ekstensi.
• Kadang jari tidak bisa
diluruskan tanpa bantuan
tangan lain
Terdapat bunyi klik
Kemampuan fungsional
Wrist and Hand Disability Index
Interpretasi :
0-10 : Tidak ada disabilitas
11-30 : Ringan
31-50 : sedang
>50 : Berat
ANALISIS HASIL PEMERIKSAAN
DIAGNOSA FISIOTERAPI
Impairment : Activity and Participation :
[Link] Structure [Link]
s730 (Structure of upper extremity / d440 (Fine hand use / penggunaan
struktur ekstremitas atas): Adanya tangan halus): Pasien terhambat
nodul pada area MCP III dextra.
dalam aktivitas seperti menggenggam
2. Body Function (b)
b280 (Sensation of pain / fungsi
barang kecil.
rasa nyeri): Adanya nyeri tekan dan d445 (Hand and arm use /
nyeri gerak pada area MCP III penggunaan tangan dan lengan):
dextra. Pasien mengalami kesulitan saat
b735 (Muscle tone functions / fungsi menyapu dan mengepel.
tonus otot): Adanya spasme pada m. d540 (Dressing / berpakaian): Pasien
Flexor Carpi Radialis, m. Palmaris kesulitan saat memakai kancing baju.
Longus, dan m. Flexor Pollicis. [Link]
b710 (Mobility of joint functions / d710 (Basic interpersonal interactions
fungsi mobilitas sendi): Adanya / interaksi sosial dasar) dan d750
keterbatasan lingkup gerak sendi
(Informal social relationships /
(LGS) aktif.
b730 (Muscle power functions /
hubungan sosial informal): Pasien
fungsi kekuatan otot): Adanya tidak mengalami hambatan dalam
penurunan kekuatan otot penggerak berinteraksi sosial dengan
pergelangan tangan (wrist) dan jari- lingkungan sekitar.
jari (fingers).
V TUJUAN V PROGNOSIS V INTERVENSI
a. Jangka Pendek
Skripsi “Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Infrared
Kasus Trigger Finger Dengan Modalitas Infra US
1) Mengurangi nyeri pada area MCP III Red, Transcutaneous Electrical Nerve
dextra Stimulation Dan Terapi Latihan” di RSUD Ir.
2) Mengurangi spasme pada m. Fleksor Soekarno Sukoharjo.
• Modality: Infra Red + TENS + latihan latihan
Carpiradialis, m. Palmaris Longus, dan
terapeutik.
m. Fleksor Pollicis • Hasil setelah 6 kali terapi: nyeri menurun,
3) Menghilangkan nodule pada area range gerak sendi meningkat (fleksi-ekstensi
MCP III dextra pada MCP, PIP, DIP), serta kekuatan otot fleksor
dan ekstensor meningkat.
4) Meningkatkan dan memelihara LGS
• Catatan: Tidak ada kontrol/modalitas US
gerak aktif fleksi dan ekstensi dalam penelitian ini, sehingga tidak bisa
5) Meningkatkan kekuatan otot langsung dibandingkan apakah US + IR lebih
baik dari IR sendiri.
b. Jangka Panjang
Membantu mengembalikan aktivitas
fungsional tangan pasien sehingga dapat
beraktivitas sehari-hari dengan baik.
PELAKSANAAN TERAPI
Septiani dkk. (2020) dengan judul “Penatalaksanaan Fisioterapi
pada Kasus Trigger Finger dengan Modalitas Infra Red,
Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), dan Terapi
Latihan”
Infra Red
F : 150 watt
I : 80 - 100 watt (tergantung toleransi pasien)
T : 15 menit
T : luminous
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Purnamasari dkk. (2022)
dengan judul “Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Trigger
Finger Dextra dengan Modalitas Ultrasound, Exercise Therapy, dan
Auto Stretching”
Ultrasound
F : 1 Mhz
I : 1,5 - 2 watt/cm3
T : 5 menit
T : continuous (100% duty cycle)
HOME PROGRAM
Tendon Gliding Exercise
Tujuan: Menjaga kelancaran pergerakan tendon flexor agar tidak
mudah mengunci.
Cara:
• Letakkan tangan di posisi netral (telapak menghadap ke depan).
• Lakukan gerakan berikut secara perlahan:
1. Posisi lurus (Straight hand): Semua jari lurus.
2. Hook fist: Tekuk semua jari pada dua ruas ujung (PIP dan DIP),
biarkan pangkal jari (MCP) tetap lurus.
3. Full fist: Genggam penuh semua jari hingga menyentuh
telapak tangan.
4. Straight fist: Tekuk jari di dua ruas bawah tanpa melibatkan
ujung jari.
• Ulangi 10–15 kali, 2–3 set per hari.
• Fokus pada jari ke-3, tapi tetap gerakkan semua jari agar
tendon tidak saling menegang.
Edukasi dan Home Program
Edukasi : Home Program :
• Menghindari aktivitas yang melibatkan gerakan
menggenggam, mencubit, atau menekan kuat • Kompres hangat sebelum
secara berulang dengan jari ke-3. latihan untuk melunakkan
• Selalu menggerakkan jari dan pergelangan tangan
jaringan, dan kompres dingin
secara perlahan untuk mencegah terjadinya
kekakuan dan menjaga kelenturan tendon. setelah latihan jika terasa
• Melakukan kompres hangat pada area sekitar jari nyeri.
ke-3 selama 10–15 menit untuk mengurangi nyeri
dan meningkatkan sirkulasi.
• Menggerakkan jari ke-3
• Menghindari pemijatan atau penekanan secara perlahan setiap
berlebihan pada area yang nyeri atau menimbulkan beberapa jam agar tidak kaku,
sensasi “klik” pada jari.
• Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang terutama setelah beristirahat
mendukung kesehatan tendon dan jaringan lunak, lama.
seperti makanan tinggi protein, vitamin C, dan
kolagen.
EVALUASI
Evaluasi nyeri
Evaluasi LGS
EVALUASI
Kekuatan otot menggunakan MMT
EVALUASI
Kemampuan Fungsional
Wrist and Hand Disability Index
Interpretasi :
0-10 : Tidak ada disabilitas
11-30 : Ringan
31-50 : sedang
>50 : Berat
HASIL EVALUASI
Thank
You