0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan46 halaman

Kepemimpinan dan Kesehatan Konstruksi

Diunggah oleh

ervin09.john
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan46 halaman

Kepemimpinan dan Kesehatan Konstruksi

Diunggah oleh

ervin09.john
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

KEPEMIMPINAN DAN PARTISIPASI TENAGA KERJA DALAM


KESELAMATAN KONSTRUKSI

1.1 Kepedulian Pimpinan Terhadap Isu Eksternal dan Internal


Daftar Identifikasi Isu Internal dan Eksternal

KEINGINAN DAN HARAPAN


KATEGOR JENIS JENIS SUMBE
NO ISU DAMPAK
I ISU ISU SWOT R ISU INTERNAL EKSTERNAL
Kebutuhan :
- Sesuai Jadwal
-Sesuai Metode Keinginan :
Kerja Tidak
mengganggu
Strengt Harapan : aktivitas
Jadwal Pekerja Surat
Ekstern h -Tidak Terjadi
1 Pekerjaan Lebih dari Kinerja Perintah
al (Kekuat Kecelakaan Harapan :
dipercepat 1 shif Kerja
an) Penyakit Akibat Metode Kerja
Kerja Aman
-Paket Proyek terhadap
tidak lingkungan
berhenti/Tidak di
demo
Kebutuhan:
Kenginan:
- Pekerjaan
Seluruh - Tidak
Sesuai Jadwal
Pekerjaan Terganggu
- Mobilisasi
Harus Aktifitas
Tenaga
mengikuti Harapan:
Threat Instruksi Terjadwal
Wabah Covid - Protokol Ekstern - Para Pekerja
2 Kesehatan (Ancam Menteri
19 Kesehatan al Mentaati
an) PUPR Harapan:
Baik Protokol
- Pekerja Tidak
Dilapangan Kesehatan
Terkena Covid -
Maupun - Masker
19
Kantor - Jaga Jarak
- Paket Proyek
- Cuci Tangan
Tidak Berhenti
Kebutuhan :
Masalah dan
keselamatan
kerja diproyek Keinginan :
yang Jumlah
menggunakan Kecelakaan
alat pelindung Kerja Dengan
Keselamatan Strengt
diri sesuai Target Zero
dan Kesehatan Zero h Manajem
3 K3 Internal standar K3 Accident
Kerja Harus Accident (Kekuat en K3
diperhatikan an)
Harapan : Harapan :
Semua pekerja Target Zero
memakai Accident
pelindung diri Tercapai
sesuai standar
kebutuhan
masing-masing
Kebutuhan :
Keinginan :
Menyesuaikan
Tidak
Perubahan
mengganggu
Desain dan
aktivitas
Rencana
pekerjaan
Perubahan Pekerjaan ekstern Anggaran Biaya
4 Kinerja Threat Owner
Desain Terhambat al
Harapan :
Harapan :
Metode Kerja
Pengeluaran
Aman
Rencana
terhadap
Anggaran Biaya
lingkungan
tidak Berubah
5 Pembebasan Pekerjaan Kinerja ekstern Threat Masyara Kebutuhan : Keinginan :
Lahan Terhambat al kat Menyelesaikan Tidak
masalah mengganggu
pembebasan aktivitas
KEINGINAN DAN HARAPAN
KATEGOR JENIS JENIS SUMBE
NO ISU DAMPAK
I ISU ISU SWOT R ISU INTERNAL EKSTERNAL
pekerjaan
lahan
Harapan :
Harapan : Metode Kerja
Proyek tidak Aman
dihentikan terhadap
lingkungan
Kebutuhan :
Pekerjan Keinginan :
lapangan Tidak
bekerja dengan mengganggu
perasaan tenang aktivitas
Bencana Pekerjaan Bencana
6 K3 Internal Threat pekerjaan
Banjir Terhambat Alam
Harapan :
Tindakan Harapan :
pencegahan Aktivitas
terhadap segala berjalan lancar
ancaman

Pimpinan Unit Keselamatan Konstruksi

RUDI HARTONO
1.2 Organisasi Pengelola SMK
a. Struktur Organisasi Pengelola SMKK
Tingkat
Perusahaan Direktur

H. Mustari Manejer HSE

Rudi

Tingkat
Proyek
Pimpinan Tertinggi Pimpinan UKK
Pekerjaan Konstruksi
Rudi Hatono
Andi Kahar

SEM SOM SAM

Gambar 1. Strutur Organisasi Pengelolah SMKK

Ket : Garis Kordinasi

: Garis Komando
b. Struktur Organisasi Unit Keselamatan Kerja

PIMPINAN UKK
RUDI HARTONO

TEAM TANGGAP DARURAT PETUGAS K3 P3K

ARI HAMKA JULIYAS JUNITA

PEMADAM KEBAKARAN TEAM EVAKUASI

MASLIM MUSTAMIN
c. Tugas dan tanggung jawab

JABATAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB


Manejer HSE Menetapkan kebijakan Keselamatan Konstruksi Memastikan dipenuhinya
persyaratan SMKK pada pelaksanaan kegiatan Memastikan terlaksananya
pelaksanaan Keselamatan Konstruksi pada proyek konstruksi Menetapkan
Sasaran Program Keselamatan Konstruksi Melaporkan Kinerja Penerapan
SMKK kepada pengguna jasa

Pimpinan UKK Mengkoordinir penerapan SMKK di tempat kegiatan konstruksi Menyiapkan


dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam penerapan SMKK
Memastikan kegiatan Keselamatan Konstruksi di tempat kerja terlaksana
dengan baik Melakukan inspeksi Keselamatan Konstruksi di tempat kerja
Melakukan Koordinasi dengan pihak-pihak terkait

Petugas Melaksanakan induksi Keselamatan Konstruksi Melaksanakan konsultasi dan


Keselamatan komunikasi Keselamatan Konstruksi di tempat kerja Melakukan inspeksi
Konstruksi Keselamatan Konstruksi di tempat kerja Melaporkan kejadian baik berupa
insiden maupun accident kepada Manajer/Koordinator Keselamatan
Konstruksi

Petugas Tanggap Melaporkan kejadian tanggap darurat kepada Manajer/Koordinator


Darurat Keselamatan Konstruksi Mengumumkan kondisi darurat di tempat kerja,
kepada seluruh pekerja
Petugas Pengelola Menyusun rencana manajemen lalu lintas
lalu lintas Berkoordinasi dengan instansi terkait
(anggota UKK) Memastikan pelaksanaan manajemen lalu lintas
Petugas Pengelola Menyusun rencana pengelolaan lingkungan
lingkungan Melakukan inspeksi pengelolaan lingkungan di tempat kerja dan
(anggota UKK) disekitar lingkungan proyek
Petugas P3K Melakukan tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja
Memastikan peralatan P3K dalam kondisi baik Memastikan isi kotak P3K
sesuai dengan peraturan
Personil Penjamin Menyusun Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi dan
mutu mengintegrasikan dengan Program Mutu Pengawasan/MK
(anggota UKK) Berkoordinasi kepada tim proyek terkait rencana pemeriksaan
dan pengujian
Ikut serta dalam pelaksanaan audit internal
I. Lembar Kebijakan Keselamatan Konstruksi

KEBIJAKAN KESELAMATAN KONSTRUKSI

Kami berkomitmen untuk :


1. Menjalankan pakta komitmen Keselamatan Konstruksi yang telah
ditandatangani oleh Pimpinan perusahaan.
2. Menjamin Keselamatan Konstruksi tenaga kerja, masyarakat sekitar di
sekitar tempat kerja.
3. Melakukan perbaikan keberlanjutan terhadap sistem Manajemen dan Kinerja
Keselamatan Konstruksi guna meningkatkan budaya Keselamatan
Konstruksi yang baik di tempat kerja.
Untuk mencapainya, kami akan :
1. Membangun dan memelihara sistem manajemen Keselamatan Konstruski,
serta sumber daya yang relevan.
2. Membangun tempat kerja dan pekerjaan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan dan persyaratan lainnya terkait Keselamatan
Konstruksi
3. Memberikan pendidikan ataupun pelatihan terkait Keselamatan Konstruksi
kepada tenaga kerja untuk meningkatkan kinerja Keselamatan Konstruksi
perusahaan.
Kebijakan Penghentian Pekerjaan Konstruksi :
1. Dalam rangka menjaga lingkungan kerja pekerjaan konstruksi yang aman
dan berkeselamatan terhadap risiko bahaya cidera ringan, sedang dan berat
pada pekeja, kerusakan aset/properti, publik dan lingkungan, setiap personil
berhak untuk memberhentikan pekerjaan apabila melihat perilaku tidak
selamat atau kondisi tidak aman dalam melakukan pekerjaan.
2. Pekerjaan Konstruksi yang telah diberhentikan karena perintah penghentian
pekerjaan tidak akan dilanjutkan sampai semua aspek keselamatan
konstruksi dipenuhi sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
3. Pemimpin tertinggi Penyedia jasa memberikan kewenangan kepada
Pimpinan Unit Keselamatan Konstruksi untuk melakukan verifikasi
penghentian pekerjaan.
4. Perintah penghentian pekerjaan konstruksi harus diterapkan dengan itikad
baik dan bertanggung jawab.
5. Personil yang menyerukan perintah penghentian pekerjaan tidak boleh dan
tidak akan dikenai sanksi apabila setelah diverifikasi bahwa perintah
penghentian tersebut dianggap tidak perlu atau bahkan berdampak
mengganggu kemajuan pekerjaan.
6. Semua personil bertanggung jawab atas pencegahan kecelakaan.

Makassar, Agustus 2024


1.4 Supervisi, Training, Akuntabilitas, Sumber Daya, dan Dukungan
Kunjungan pimpinan PT. ANUGERAH PERDANA SEJAHTERA dilakukan
untuk melihat konsistensi penerapan kebijakan yang telah ditetapkan oleh
perusahaan secara berkesinambungan dengan melakukan diantaranya :
1. Kegiatan berdiskusi dengan pekerja tentang permasalahan Keselamatan
Konstruksi di lapangan
2. Memberikan solusi pemecahan terhadap permasalahan Keselamatan
Konstruksi di lapangan
3. Menegakkan kedisiplinan dengan melihat atas pelanggaran - pelanggaran
yang terjadi PT. ANUGERAH PERDANA SEJAHTERA senantiasa
melakukan konsultasi dengan pekerja dan/atau perwakilan/serikat
pekerja, diantaranya:
1) Konsultasi mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi
kinerja dan tindakan perbaikan SMKK.
2) Konsultasi dilakukan dengan cara :
a) Menyediakan mekanisme, waktu dan sumber daya yang
diperlukan untuk berkonsultasi
b) Menyediakan informasi SMKK yang valid yang dapat diakses setiap
saat
c) Menghilangkan dan/atau meminimalkan Hal – Hal yang menghambat
pekerja untuk berpartisipasi
d) Melakukan konsultasi dengan pekerja lain dengan:
- Kebijakan, kebutuhan, program dan kegiatan SMKK
- Susunan, peran, tanggung jawab dan wewenang organisasi
- Pemenuhan ketentuan peraturan perundang - undangan dan
peraturan lainnya
- Tujuan keselamatan konstruksi dan perencanaan pencapaian
- Pengendalian terhadap alih daya dan pengadaan barang dan jasa
- Pemantauan dan evaluasi
- Program audit
- Perbaikan berkelanjutan

NO : 01
Revisi : 00
Tanggal Berlaku : Agustus 2024
Kegiatan Komunikasi
Media
No Yang Dikomunikasikan Jadwal/Periode Peserta/Target Petugas pimpinan Tempat
Komunikasi

Ringkasan Peraturan, Diganti dan Dekat


Papan Semua Pekerja dan
1 Petunjuk K3, Lapangan, Sesuai HSE Officer gerbang
Pengumuman Pengunjung/Tamu
Kecelakaan. Kebutuhan Proyek

Kesadaran Bahwa Pentingnya


Poster, Semua Pekerja dan Tempat2
2 Keselamatan & Kesehatan Setiap Saat HSE Officer
Spanduk K3 Pengunjung/Tamu Strategis
Kerja

Dititik
Perhatian Terhadap Bahaya & Setiap Senin
Safety Seluruh mandor, Safety Officer, Pelaksana, Kumpul,
3 Kesiapan Bekerja Dengan Pagi Selama 5-
Morning Talk Dan Operator Mandor Dan Subkon Dengan
Selamat 15 Menit
Speaker

Kelompok Pekerja,
Tool Box Bahaya dan pencegahan Pada Setiap Saat di
4 Jenis pekerjaan Mandor atau Tukang Di Ruangan
Meeting Pekerjaan Tertentu perlukan
tertentu

Pesan Menarik Tentang


Pesan Melalui Setiap Jam 8.00 Semua Pekerja Melalui
5 Penting K3 Bagi Diri Dan Bagian Admin Proyek
Speaker/Toa Pagi Tampa Terkecuali Speaker
Keluarga

Rapat - Pencapaian Target K3 Setiap Hari Para anggota P2K3, Ruangan


6 PM/Atau QHSE Officer
Mingguan K3 - Angka Pelanggaran Kamis Mandor Dan Subkon Rapat

Kegiatan Partisipasi Pekerja Terhadap Penyusunan Rencana Kegiatan K3 & Laporan

Media
No Yang Dilibatkan Jadwal Peserta Pimpinan Tempat
Partisipasi

Dalam Di
Pelaksana, Mandor, Tukang Setiap Saat Pelaksanan, Staf Kolektifitas
2 Penyusunan Kantor/Loka
Dan OP. Diperlukan Mandor, Op Inisiatif
CSA si Kerja

Tinjauan Di
Pelaksana, Mandor, Tukang Setiap Saat Tim, Pelaksanan, Kolektifitas
3 Identifikasi Kantor/Loka
Dan OP. Diperlukan Staf Mandor, Op Inisiatif
Bahaya si Kerja
Tabel 4. Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Peluang (IBPRP)
DESKRIPSI RESIKO PENILAIAN TINGKAT RESIKO PENGENDALI PENILAIAN SISA RESIKO
AN RESIKO PENGE
IDENTIFIKA NIL TINGK NIL TING KET
RESIKO PERUNDAN AWAL NDALIA
SI BAHAYA 1. Pekerja AI AT AI KAT ER
N URAIAN GAN ATAU KEMUN KEPA [Link] KEMUN KEPA N
1. Pekerja 2 Peralatan RES RESIK RES RESI AN
o PEKERJA PERSYARAT GKINAN RAHA [Link] GKINAN RAHA RESIKO
2. Peralatan 3. Material IKO O [Link] Tek IKO KO GA
AN 3. Material [Link]/Pub AN (F) N (A) nik (F) N (A) LANJUT
[Link] (FxA AWAL (FxA SISA N
lik [Link] AN
/Publik ) (TR) ) (TR)
5..APD
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1. Mobilisasi Alat dan Peralatan
1 Menaikkan Pekerja Pekerja terluka - PP 50/2012 2 5 10 Sedan [Link]/TBM 1 5 5 Kecil Penggun Unt
dan tertimpa/terti Tentang g [Link] Kerja aan alat uk
menurunka ndis alat dan Penerapan [Link]. bantu Per
n Alat ke peralatan SMK3 [Link] angkat alat
kendaraan berat - UU rambu (crane) an
angkut Alat/ Kerusakan pada 11/2021 3 3 9 sedan peringatan/bari 1 3 3 Kecil den
peralatan Alat/peralatan Cipta Kerja g kade di lokasi gan
jatuh/tergulin - PP pekerjaan bob
g 22/2020 [Link] ot
Material : Jasa Operator dan bera
Lingkungan : Konstruksi Sopir t
- UU Kompeten
2 Pengangkut Kecelakaan Kemacetan lalu 22/2009 4 3 12 Sedan [Link] 2 2 4 Kecil
an lalu lintas lintas lalu lintas g Alat dan
Alat/Peralat - PP kendaraan
an ke 14/2021 dalam keadaan
lokasi/Plant Pengguna Jalan 2 5 10 Sedan 1 5 5 Kecil
- Permen PU baik dan layak
terluka g
10/2021 operasi
Tentang
Pedoman
SMKK
- Spesifikasi
Umum
tentang
Mobilisasi
2. Galian Untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
1 Galian Tersenggol/ Pekerja terluka - PP 50/2012 2 4 8 Sedan -Induksi/TBM 1 3 3 Kecil
menggunak terlindas Tentang g -Ijin Kerja
an alat Alat berat Penerapan -CSA.
berat Terjatuh ke Terluka SMK3 3 4 12 Sedan - Toolbox 2 3 6 Seda
dalam galian - UU g Meeting ng
11/2021 - Menggunakan
Cipta Kerja APD
- PP - Memasang
22/2020 rambu
2 Pengangkut Kecelakaan Pengguna Jalan Jasa 1 5 5 Sedan peringatan/bari 1 3 3 Kecil
an Hasil lalu Lintas teluka Konstruksi g kade di lokasi
Galian - UU pekerjaan
dengan 22/2009 - Memastikan
Dump lalu lintas Operator dan
Truck
Kemacetan Lalu - PP 3 2 6 Sedan Sopir 2 2 4 Kecil
Lintas 14/2021 g Kompeten
- Permen PU - Memastikan
10/2021 Alat dan
Tentang kendaraan
Pedoman dalam
SMKK keadaan baik
- Spesifikasi dan layak
Umum operasi
tentang
Mobilisasi
3. Pasangan Batu dengan Mortar dan Pasangan Batu
1 Dropping Kecelakaan Pengguna Jalan - PP 50/2012 3 3 9 Sedan - Toolbox 2 2 4 Kecil
Material Lalu Lintas Terluka Tentang g Meeting
Disebabkan Penerapan - Memasang
Tumpukan SMK3 Rambu
material - UU Peringatan/Bar
11/2021 ikade pada
Cipta Kerja lokasi
- PP pekerjaan
2 Pekerjaan Pekerja Pekerja Terluka 22/2020 3 2 6 Sedan 2 2 4 kecil
Pasangan Tertindis Jasa g
Batu Material Konstruksi
Berat - UU
22/2009
lalu lintas
Terperosok/ Pekerja Terluka - PP 3 2 6 Sedan 2 2 4 Kecil
terjatuh ke 14/2021 g
dalam galian - Permen PU
10/2021
Tentang
Pedoman
SMKK
- Spesifikasi
Umum
tentang
Mobilisasi

5. Galian Biasa
1 Galian Tersenggol/ Pekerja terluka - PP 50/2012 2 4 8 Sedan -Induksi/TBM 1 3 3 Kecil
menggunak terlindas Tentang g -Ijin Kerja
an alat Alat berat Penerapan -CSA.
berat SMK3 - Menggunakan
Terjatuh ke cacat - UU 3 4 12 Sedan APD 2 3 6 Seda
dalam galian 11/2021 g - Memasang ng
Cipta Kerja rambu
- PP peringatan/bari
2 Pengangkut Kecelakaan Pengguna Jalan 1 5 5 Sedan 1 3 3 Kecil
22/2020 kade di lokasi
an Hasil lalu Lintas teluka g
Jasa pekerjaan
Galian
Konstruksi - Memastikan
dengan
- UU Operator dan
Dump
Kemacetan Lalu 22/2009 3 2 6 Sedan Sopir 2 2 4 Kecil
Truck
Lintas lalu lintas g Kompeten
- PP - Memastikan
14/2021 Alat dan
- Permen PU kendaraan
cacat 2 4 8 Sedan 1 4 4 Kecil
10/2021 dalam
g
Tentang keadaan baik
Pedoman dan layak
SMKK operasi
- Spesifikasi
Umum
tentang
Mobilisasi
6. Timbunan Biasa Dari Sumber Galian
1 Galian Tersenggol/ Pekerja terluka - PP 50/2012 3 4 12 Sedan -Induksi/TBM 2 3 6 Seda
Biasa terlindas Tentang g -Ijin Kerja ng
dengan Alat Alat berat Penerapan -CSA.
Berat SMK3 - Memastikan
2 Pengangkut Kecelakaan Pengguna Jalan - UU 3 5 15 Tinggi alat dan 2 3 6 Seda
an Hasil lalu Lintas teluka 11/2021 peralatan ng
Galian Cipta Kerja dalam
dengan Kemacetan Lalu - PP 3 3 9 Sedan keadaan baik 2 3 6 Seda
Dump Lintas 22/2020 g sebelum ng
Truck Jasa bekerja
Konstruksi - Memastikan
- UU Operator
22/2009 Kompeten
lalu lintas - Memasang
- PP Rambu
14/2021 peringatan/bar
- Permen PU baric di lokasi
10/2021 pekerjaan
Tentang
Pedoman
SMKK
- Spesifikasi
Umum
tentang
Mobilisasi
7. Timbunan Pilihan Dari Sumber galian
1 Galian Tersenggol/ cacat - PP 50/2012 3 4 12 Sedan -Induksi/TBM 2 3 6 Seda
Biasa terlindas Tentang g -Ijin Kerja ng
dengan Alat Alat berat Penerapan -CSA.
Berat SMK3 - Memastikan
2 Pengangkut Kecelakaan Pengguna Jalan - UU 3 5 15 Tinggi alat dan 2 3 6 Seda
an Hasil lalu Lintas teluka/meninggal 11/2021 peralatan ng
Galian Cipta Kerja dalam
dengan Kemacetan Lalu - PP 3 3 9 Sedan keadaan baik 2 3 6 Seda
Dump Lintas 22/2020 g sebelum ng
Truck Mobil Kemacetan Lalu Jasa 4 3 12 Sedan bekerja 2 2 4 Kecil
Terbalik Lintas Konstruksi g - Memastikan
Terluka/ - UU 3 5 15 Tinggi Operator 2 3 6 Seda
meninggal 22/2009 Kompeten ng
lalu lintas - Memasang
- PP Rambu
14/2021 peringatan/bar
Kendaraan 4 3 12 Sedan baric di lokasi 2 2 4 Kecil
- Permen PU
rusak g
2 Penghampa Tertabrak/ Terluka/ 10/2021 2 5 10 Sedan pekerjaan 1 3 3 Kecil
ran Material terlindas alat meninggal Tentang g
Aspal berat Pedoman
SMKK
- Spesifikasi
Umum
tentang
Mobilisasi

8. Lapis Pondasi Aggregat (LPA)


1 Pengangkut Mobil Kemacetan Lalu - PP 50/2012 4 3 12 Sedan -Induksi/TBM 2 2 2 Kecil Melakuk Jika
an Terbalik Lintas Tentang g -Ijin Kerja an dipe
Aggregat ke Penerapan -CSA. Penyira rluk
lokasi SMK3 - Memastikan man an
Galian - UU Alat dan seperlun atau
11/2021 peralatan ya untuk dala
Cipta Kerja dalam mengura m
- PP keadaan baik ngi kon
22/2020 - Memakai alat volume sidi
Jasa pelindung di debu terte
Konstruksi ketinggian jika ntu
Terluka/ - UU 3 5 15 Tinggi bekerja pada 2 3 6 Kecil
Meninggal 22/2009 ketinggian
lalu lintas
- PP
Kecelakaan Terluka/Cacat 14/2021 2 5 10 Sedan 1 3 3 Kecil
Lalu Lintas Meninggal - Permen PU g
10/2021
Tentang
Pedoman
SMKK
Spesifikasi
Umum
tentang
Mobilisasi
Kemacetan Lalu 2 5 10 Sedan 1 4 4 Kecil
Lintas g

2 Penghampa Pekerja Terluka/Cacat 3 4 12 Sedan 2 2 4 Kecil


ran Agregat tertabrak/terl g
Beton indas alat
berat

9. Beton Fc’ 20 Mpa


1 Pengangkut Mobil Kemacetan Lalu - PP 50/2012 4 3 12 Sedan -Induksi/TBM 2 2 2 Kecil Melakuk Jika
an Terbalik Lintas Tentang g -Ijin Kerja an dipe
Aggregat ke Penerapan -CSA. Penyira rluk
lokasi SMK3 - Memastikan man an
Galian - UU Alat dan seperlun atau
11/2021 peralatan ya untuk dala
Cipta Kerja dalam mengura m
- PP keadaan baik ngi kon
22/2020 Memakai alat volume sidi
Jasa pelindung di debu terte
Konstruksi ketinggian jika ntu
- UU bekerja pada
22/2009 ketinggian
lalu lintas
- PP
14/2021
- Permen PU
10/2021
Tentang
Pedoman
SMKK
Spesifikasi
Umum
tentang
Mobilisasi
Terluka/ 3 5 15 Tinggi 2 3 6 Kecil
Meninggal

Kecelakaan Terluka/Cacat 2 5 10 Sedan 1 3 3 Kecil


Lalu Lintas Meninggal g

Kemacetan Lalu 2 5 10 Sedan 1 4 4 Kecil


Lintas g

2 Penghampa Pekerja Terluka/Cacat 3 4 12 Sedan 2 2 4 Kecil


ran Agregat tertabrak/terl g
Beton indas alat
berat

17. Marka Jalan Termoplastik


1 Pekerja Pekerja Pekerja - PP 50/2012 3 4 12 Sedan -Induksi/TBM 2 3 6 Sedan
Melaksanak Tertabrak Tertabrak Tentang g -Ijin Kerja g
an Kendaraan Kendaraan Penerapan -CSA.
pengecatan Pengguna Pengguna Jalan SMK3 - Memastikan
Marka Jalan - UU Alat dan
11/2021 peralatan
Cipta Kerja dalam kondisi
- PP baik dan siap
22/2020 operasi
Jasa - Melakukan
Konstruksi Pemeriksaan
- UU (Checklist)
22/2009 bekisting, stood
lalu lintas sebelum
- PP pengecoran
14/2021 - Memakai alat
- Permen PU pelindung di
10/2021 ketinggian jika
Tentang bekerja pada
Pedoman ketinggian
SMKK
Spesifikasi
Umum
tentang
Mobilisasi

Tabel 5. Penjelasan Tabel IBPRP


Uraian Kegiatan : Tahapan kegiatan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan pekerjaan rutin dan non- rutin

Identifikasi Bahaya / Tipe : Menetapkan karakteristik kondisi bahaya / tindakan bahaya sesuai dengan peraturan
Kecelakaan terkait
Dampak Bahaya : Paparan /konsekuensi yang timbul akibat kondisi bahaya dan tindakan bahaya
Kekerapan : Tingkat frekuensi terjadinya peristiwa bahaya Keselamatan Konstruksi (Skala 1 – 3)
Keparahan : Tingkat keparahan / kerugian / dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh bahaya
Keselamatan Konstruksi (Skala 1 – 3)
Tingkat Risiko : Perpaduan Nilai Tingkat Kekerapan dan Nilai Tingkat Keparahan
Skala Prioritas : Urutan pelaksanaan pengendalian yang menjadi prioritas berdasarkan tingkat risiko (besar,
sedang, dan kecil)
Perundangan atau Persyaratan Lain : Acuan dalam melakukan pengendalian risiko

Pengendalian Risiko : Kegiatan yang dapat mengendalikan baik mengurangi maupun menghilangkan
dampak bahaya yang timbul

Tabel 6. Penetapan Tingkat Kekerapan


Tingkat Deskripsi Definisi
Kekerapan
 Besar kemungkinan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan
5 Hampir pasti terjadi
 Kemungkinan terjadinya kecelakaan lebih dari 2 kali dalam 1 tahun
 Kemungkinan akan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada hampir semua
4 Sangat mungkin terjadi kondisi
 Kemungkinan terjadinya kecelakaan 1 kali dalam 1 tahun terakhir
 Kemungkinan akan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada beberapa kondisi
3 Mungkin terjadi tertentu
 Kemungkinan terjadinya kecelakaan 2 kali dalam 3 tahun terakhir
2
Kecil kemungkinan  Kecil kemungkinan terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada beberapa kondisi
terjadi tertentu
 Kemungkinan terjadinya kecelakaan 1 kali dalam 3 tahun terakhir
Hampir tidak pernah  Dapat terjadi kecelakaan saat melakukan pekerjaan pada beberapa kondisi tertentu
1
terjadi  Kemungkinan terjadinya kecelakaan lebih dari 3 tahun terakhir

Tabel 7. Penetapan Tingkat Keparahan


Skala Konsekuensi
Tingkat Keselamatan Lingkungan
Keparahan Manusia
(Pekerja & Peralatan Material
Masyarakat)
5 Timbulnya fatality lebih Terdapat peralatan utama Material rusak dan perlu Menimbulkan pencemaran
dari 1 orang meninggal yang rusak total lebih dari mendatangkan material udara/air/tanah /suara yang
dunia; satu dan mengakibatkan baru yang membutuhkan mengakibatkan keluhan dari pihak
pekerjaan berhenti selama waktu lebih dari 1 minggu masyarakat;atau
atau lebih dari 1 minggu dan mengakibatkan
pekerjaan berhenti Terjadi kerusakan lingkungan di
Lebih dari 1 orang cacat Taman Nasional yang berhubungan
tetap dengan flora dan fauna;atau

Rusaknya aset masyarakat sekitar


secara keseluruhan Terjadi kerusakan
yang parah terhadap akses jalan
masyarakat.
4 Timbulnya fatality 1 orang Terdapat satu peralatan Material rusak dan perlu Menimbulkan pencemaran
meninggal dunia; atau utama yang rusak total mendatangkan material udara/air/tanah /suara
1 orang cacat tetap dan mengakibatkan baru yang membutuhkan namun tidak adanya keluhan
pekerjaan berhenti waktu 1 minggu dan dari pihak masyarakat;atau
selama 1 minggu mengakibatkan pekerjaan
berhenti Terjadi kerusakan lingkungan yang
berhubungan dengan flora dan
fauna;atau Rusaknya sebagian aset
masyarakat sekitar
Terjadi kerusakan sebagian akses
jalan masyarakat
3 Terdapat insiden yang Terdapat lebih dari satu Material rusak dan perlu Menimbulkan pencemaran
mengakibatkan lebih dari 1 peralatan yang rusak mendatangkan material udara/air/tanah /suara yang
pekerja dengan penanganan dan memerlukan baru yang membutuhkan mempengaruhi lingkungan kerja;atau
perawatan medis rawat inap, perbaikan dan waktu lebih dari 1 minggu
Terjadi kerusakan lingkungan
kehilangan waktu kerja mengakibatkan dan tidak mengakibatkan
yang berhubungan dengan
pekerjaan berhenti pekerjaan berhenti tumbuhan di lingkungan kerja;
selama kurang dari atau Terjadi kerusakan akses
Skala Konsekuensi
Tingkat Keselamatan Lingkungan
Keparahan Manusia
(Pekerja & Peralatan Material
Masyarakat)
tujuh hari jalan di lingkungan kerja
2 Terdapat insiden yang Terdapat satu Material rusak dan perlu
mengakibatkan 1 pekerja peralatan yang Mendatangkan material Menimbulkan pencemaran
dengan penanganan rusak, memerlukan baru yang membutuhkan udara/air/tanah /suara yang
perawatan medis rawat inap, perbaikan dan waktu kurang dari 1 mempengaruhi sebagian
kehilangan waktu kerja mengakibatkan minggu, namun tidak lingkungan kerja;atau
pekerjaan berhenti mengakibatkan
pekerjaan berhenti Terjadi kerusakan sebagian akses
selama lebih dari 1 hari
jalan di lingkungan
kerja
1 Terdapat insiden yang Terdapat satu peralatan Tidak mengakibatkan Tidak mengakibatkan gangguan
penanganannya hanya yang rusak, memerlukan kerusakan material lingkungan
melalui P3K, tidak perbaikan dan
kehilangan waktu kerja mengakibatkan pekerjaan
berhenti selama kurang dari
1 hari

Tabel 8. Penetapan Tingkat Risiko


Keparahan
Kekerapan 1 2 3 4 5 Keterangan
1 1 2 3 4 5
1-4 : Tingkat risiko kecil
2 2 4 6 8 10
5-12 : Tingkat risiko sedang
3 3 6 9 12 15
15-25 : Tingkat risiko besar
4 4 8 12 16 20

5 5 10 15 20 25

2.1 Standar dan Peraturan Perundang – Undangan Keselamatan Konstruksi


Tabel 11. Standar dan Peraturan Perundang - Undangan

Pengendalian Risiko Peraturan perundangan & Persyaratan lainnya Pasal sesuai dengan pengendalian
No risiko
1 Penggunaan tenaga kerja PP 50/2012 Tentang Penerapan SMK3 Pasal 1 ayat (6)
Yang berkompeten
2 Kewajiban perusahaan melindungi UU Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 86
pekerja Tentang Ketenagakerjaan
3 Kewajiban penerapan SMK3 UU Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 87
Tentang Ketenagakerjaan
4 Standar Keamanan, UU Nomor 2 Tahun 2017 Pasal 59
Keselamatan,Kesehatan, Keberlanjutan Tentang Jasa Konstruksi
5 Wajib lapor Pekerjaan konstruksi bangunan Permenaker no 1 tahun 1980 tentang K3 Pada Pasal 2
Konstruksi Bangunan
6 Pelaporan Kecelakaan Kerja Permenaker no 1 tahun 1980 tentang K3 Pada Pasal 4
Konstruksi Bangunan
7 Penerapan kebesihan dan kerapihan area Permenaker no 1 tahun 1980 tentang K3 Pada Pasal 6
kerja Konstruksi Bangunan
8 Kebisingan dan getaran tidak boleh elebihi Permenaker no 1 tahun 1980 tentang K3 Pada Pasal 9
NAB Konstruksi Bangunan
9 Penggunaan Alat angkat dan angkut Permenaker no 1 tahun 1980 tentang K3 Pada Pasal 28-35
Konstruksi Bangunan
10 Penggunaan Mesin-mesin Permenaker no 1 tahun 1980 tentang K3 Pada Pasal 42-44
Konstruksi Bangunan
11 Peralatan konstruksi bangunan Permenaker no 1 tahun 1980 tentang K3 Pada Pasal 50-59
Konstruksi Bangunan
Pengendalian Risiko Peraturan perundangan & Persyaratan lainnya Pasal sesuai dengan pengendalian
No risiko
12 Penggalian Permenaker no 1 tahun 1980 tentang K3 Pada Pasal 67
Konstruksi Bangunan
13 Pekerjaan beton Permenaker no 1 tahun 1980 tentang K3 Pada Pasal 72 - 76
Konstruksi Bangunan
2. DUKUNGAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
3.1 Sumber Daya
a. Peralatan

Tabel 12. Daftar Peralatan Utama

No Jenis Peralatan Jumlah Satuan

1 Asphalt Mixing Plant ( AMP ) 1 Unit

2 Asphalt Finisher 1 Unit

3 Compressor 1 Unit

4 Concrete Mixer 2 Unit

5 Dump Truck 2 -3 m3 4 Unit

6 Dump Truck 6 -8 m3 2 Unit

7 Excavator 2 Unit

8 Generator Set 1 Unit

9 Motor Greader 1 Unit

10 Tandem Roller 6 - 8 T 1 Unit

11 Tandem Roller 8 - 10 T 1 Unit

12 Tire Roller 1 Unit

13 Vibrator Roller 1 Unit

14 Water Tanker 1 Unit

15 Asphalt Sprayer 1 Unit


Pimpinan Unit Keselamatan Konstruksi

Aris Azinul Yahdi, ST


Material

Contoh Material Safety Data Sheet (LDKP) PT. Harfiah Graha Perkasa :
Tabel 16. Form Daftar Pelatihan K3

Bulan
No Topik Pelatihan
Februari Maret April Mei J uni J uli Agustus
1 Pelatihan K3
2 Tindakan Tanggap Darurat
3.4. Manajemen Komunikasi
Program komunikasi disampaikan secara lisan sekurang-kurangnya melalui safety
talk yang terdiri dari safety morning, toolbox meeting/safety briefing, HSE meeting,
safety induction dan secara tertulis melalui sarana seperti spanduk, rambu, banner
dll.

a. Jadwal Program Komunikasi


Tabel 17. Jadwal Program Komunikasi

No Jenis Komunikasi PIC Waktu Pelaksanaan


1 Induksi Keselamatan Konstruksi
Mustafa Setiap saat
(safety induction)
2 Pertemuan pagi hari
GS Setiap hari kamis jam 7.30
(safety morning)
3 Pertemuan kelompok kerja
(toolbox meeting)
Rudi Hartono Setiap pagi sebelum bekerja
4 Rapat Keselamatan Konstruksi 1 minggu sekali setiap hari
GS
(construction safety meeting) rabu jam 11.00

5 HSE Statistic Board St. Muawafah Setiap hari

6 Papan Pengumuman
Mustafa Satu minggu sekali
Keselamatan Konstruksi
3.6. Informasi Terdokumentasi
a. Seluruh pekerjaan harus memiliki informasi terkait dengan
pengendalian pekerjaan baik berupa prosedur, petunjuk kerja, petunjuk
teknis operasi, dan lain-lain yang terdokumentasi.
b. Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pengendalian dokumen atas
semua dokumen yang dimiliki dan ditandatangani oleh Kepala
Pelaksana Pekerjaan Konstruksi.
c. Semua data dan kegiatan didokumentasikan untuk dijadikan bahan
laporan kepada pihak direksi pekerjaan.
3. OPERASI KESELAMATAN KONSTRUKSI
4.1 Perencanaan Implementasi RKK
A. Struktur Organisasi Pelaksana Pekerjaan Konstruksi
Sebagai Bentuk Komitmen PT. Te’ne Jaya Perkasa Dalam Struktur
Organisasi Proyek Terdapat Fungsi Pimpinan UKK Pada Leher Pimpinan
Tertinggi Proyek Atau Pimpinan Tertinggi Pekerjaan Konstruksi.

Penanggung Jawab Kegiatan

Direksi Lapangan Konsultan Pengawas

PT. Anugerah Perdana


Sejahtera
Pimpinan Tertinggi Pekerjaan
Pimpinan UKK
Konstruksi
Rudi Hartono
Andi Kahar

Manager Teknik Manager Operasi Manager Keuangan

Supervisor Supervisor Supervisor


Tabel 18. Tugas dan Tanggung Jawab Terhadap Keselamatan Konstruksi
No Jabatan Tugas Dan Tanggung Jawab
1 Pimpinan 1) Menetapkan sasaran dan program keselamatan konstruksi
Tertinggi 2) Memimpin pelaksanaan penerapan manajemen keselamatan konstruksi
Pekerjaan
Konstruksi 3) Mempromosikan keselamatan konstruksi
4) Memantau dan mengevaluasi penerapan manajemen keselamatan
konstruksi
5) dst
2 Manager Teknik 1) Memberi masukan dalam perumusan sasaran dan program keselamatan
konstruksi
2) Memberi dukungan dan kepercayaan pada program keselamatan
konstruksi
3) Memastikan metode dan prosedur kerja memperhatikan keselematan
konstruksi
4) dst
3 Manager 1) Memberi masukan dalam perumusan sasaran dan program keselamatan
Produksi konstruksi
2) Memantau pelaksanaan keselematan konstruksi di lapangan bersama
Bagian Keselamatan Konstruksi
3) Memberikan pengarahan pada supervisor, mandor dan sub kontraktor
terkait tanggung jawab pelaksanaan keselamatan
Konstruksi
4) Memastikan supervisor dan sub kontraktor telah melakukan penilai
risiko pekerjaan dan memasukkan dalam pengajuan persetujuan ijin
kerjanya.
5) dst
4 Manager 1) Memberi dukungan dan kepercayaan pada program keselamatan
Keuangan konstruksi
2) Memastikan bahwa seluruh pekerja telah mendapatkan jaminan sosial
ketenagakerjaan (BPJS dan asuransi lainnya)
3) Melakukan kerjasama dengan rumah sakit terdekat dalam rangka
memnuhi fasilitas pelayanan kesehatan pekerja
4) dst
5 Pimpinan UKK 1) Menyiapkan Sasaran dan Program keselamatan konstruksi untuk
ditetapkan oleh Direktur yang menangani keselamatan konstruksi

2) Menyiapkan rencana sosialisasi, pelatihan, dan simuliasi sebagai tindak


lanjut pelaksanaan program keselamatan
Konstruksi
3) Menyiapkan prosedur Tanggap Darurat
4) Bertanggung jawab atas pelaksanaan inspeksi harian
keselamatan konstruksi.
5) Mengkoordinasikan penerapan Keselamatan Konstruksi kepada seluruh
lini organisasi.
6 Supervisor dan 1) Memastikan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan telah mengikuti
Mandor prosedur kerja yang ditetapkan
2) Memastikan bahwa peralatan dan yang digunakan oleh pekerja telah
lulus pemeriksaan/inspeksi sesuai persyaratan keselamatn konstruksi.

3) Memastikan bahwa semua pekerja di bawah pengawasannya


memakai APD dan perlengkapan
keselamatan sesuai persyaratan.
4) dst
7 Seluruh staf, 1) Mengikuti prosedur yang berlaku serta berperan aktif dalam menjaga diri
karyawan dan sendiri maupun kelompok kerjanya
No Jabatan Tugas Dan Tanggung Jawab
pekerja 2) Menghadiri orientasi keselamatan konstruksi, safety talk, tool box
meeting dan training-training yang diselenggarakan
3) Mengikuti instruksi dan pengarahan keselamatan kerja yang diberikan
oleh atasan atau petugas keselamatan konstruksi
4) Memakai APD dan peralatan keselamatan kerja yang sesuai
5) Segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan pada peralatan
konstruksi yang digunakan
6) Segera melaporkan apabila terdapat perilaku yang tidak aman di area
kerjanya.
7) dst

Tabel 19. Tugas dan Tanggung Jawab Unit Keselamatan Konstruksi

NO TIM TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

1 Pimpinan UKK 1) Mengkoordinasikan terlaksananya program keselamatan konstruksi

2) Melaksanakan inspeksi metode, peralatan, dan lingkungan kerja

3) Dst
2 Tim P3K 1) Memberikan pertolongan pertama bagi korban kecelakaan kerja atau
sakit yang diakibatkan oleh
hubungan kerja
2) Memberikan bantuan medis dan non medis (bila dibutuhkan)
terhadap korban kecelakaan kerja dengan membawa/dirujuk ke
rumah sakit yang telah ditunjuk
3) Menyediakan obat-obatan ringan untuk P3K, di clinic on site, dan
tempat-tempat yang telah ditentukan
4) Melakukan pendataan atas korban, kondisi korban, kronologis kejadian
dan sebab-sebab kecelakaan.
5) Dst
3 Tim Keamanan 1) Menjaga dan memelihara keamanana dan ketertiban proyek secara
keseluruhan
2) Menjaga terjadinya tindakan-tindakan criminal di lokasi proyek

3) Mengatur keluar masuk kendaraan dan mengontrol keluar masuk


barang dari dan keluar proyek
4) Menjaga dan memproteksi terhadap kemungkinan masuknya pihak-
pihak luar yang tidak berkepentingan
5) Dst
4 Dst

B. Daftar Induk Prosedur Dan Instruksi Kerja


Tabel 20. Daftar Induk Prosedur dan Instruksi Kerja
Nomor Daftar Dokumen
No Disahkan oleh
Dokumen (Prosedur, Instruksi Kerja)
1 NO. AUDIT INTERNAL Direktur Utama
B-003/BK/QHS INTEGRASI (AII)
E-QMS&HSE SISTIM MANAJEMEN ISO
001/2021 9001 ; 2015, ISO 14001 ;
EDISI/REVISI : 2015, ISO 45001 ; 2018, DAN
04/00 SMK3 PP.50

2 QHSE-K3/PR/02 QHSE & SMK3 Direktur Utama

3 K3/IK/08 Instruksi Kerja Ancaman Bom Direktur Utama

4 K3/IK/06 Instruksi Kerja Buang Sampah Direktur Utama

5 K3/IK/11 Instruksi Kerja Gempa Bumi Direktur Utama

6 K3/IK/02 Instruksi Kerja House Keeping Direktur Utama

7 K3/PR/14 Instruksi Kerja Inspeksi K3L Direktur Utama

8 K3/IK/09 Instruksi Kerja Kebakaran Direktur Utama

9 K3/IK/12 Instruksi Kerja Log Out - Tag Out Direktur Utama

10 K3/IK/07 Instruksi Kerja MSDS Direktur Utama

11 K3/IK/04 Instruksi Kerja P3K Direktur Utama

12 K3/IK/10 Istruksi Kerja Pengelasan Direktur Utama

13 K3/IK/03 Instruksi Kerja Safety Induksi Direktur Utama

14 K3/IK/05 Instruksi Kerja Safety Meeting Direktur Utama

15 K3/PR/16 Instruksi Kerja,Ijin Kerja Direktur Utama

16 K3/PR/15 Intruksi Kerja APD Direktur Utama

17 K3/IK/01 JSA Direktur Utama

18 No. B KESIAPSIAGAAN & TANGGAP Direktur Utama


008/BK/QHSE- DARURAT
QMS&HSE001/2021

19 No. Prosedur. Inspeksi Keselamatan & Direktur Utama


B-009/BK/QHSE- Kesehatan Kerja
QMS&HSE001/2021

20 No. Prosedur. Kerja Penutupan Proyek Direktur Utama


B-005/BK/QHSE-
PD003/2021

21 No. Prosedur. Pengendalian Dokumen Direktur Utama


B-001/BK/QHSE-
QMS&HSE001/2021

23 QHSE-K3/PR/01 Prosedur. QHSE & SMK3 Direktur Utama

24 No. Prosedur. Serah Terimah Direktur Utama


B-004/BK/QHSE-
Nomor Daftar Dokumen
No Disahkan oleh
Dokumen (Prosedur, Instruksi Kerja)
PD003/2021

25 No. [Link] Jasa Direktur Utama


B-001/BK/QHSE-
PROC002/2021

26 K3/IK/17 [Link] & Komunikasi Direktur Utama

27 No. PEMANTAUAN, PENGUKURAN, Direktur Utama


B-009/BK/QHSE- DAN ANALISA
QMS&HSE001/2021

28 No. PENGALIHAN PEKERJAAN Direktur Utama


B-001/BK/QHSE- KEPADA PIHAK
HC008/2021

29 No.B-003/BK/ SELEKSI DAN EVALUASI Direktur Utama


QHSE- VENDOR
PROCOO2/2022
4.2 Pengendalian Operasi Keselamatan Konstruksi
Analisis Keselamatan Konstruksi (Construction Safety Analysis )

Construction Safety Analysis

Nama Pemohon Izin Kerja : No


:
Pekerjaan :
Pengawas Peralatan :
Tanggal Pekerjaan :
Departemen :
Alat pelindung Diri yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan :

Helm/Safety helmet Rompi Keselamatan/Safety Vest Pelindung Wajah/Face Shield


Sepatu/Safety Shoes Pelindung di Ketinggian/Full Body harness Penutup Telinga/Ear Mufs
Sarung Tangan/Safety Gloves Kacamata Pengaman/Safety Glasses Penyumbat Telinga/Ear Plug
Masker Pernafasan/Respiratory Las/Appron
Lain-Lain/Others Lain-Lain/Others Lain-Lain/Others

Identifikasi bahaya

No Urutan Langkah pekerjaan Lingkungan/keselamat


Pekerja Peralatan Material
an publik

1 Menaikkan dan menurunkan Alat dan pe  Pekerja tertimpa Alat  Alat terguling Jalan Rusak  Peke
ralatan Berat ke kendaraan Angkut  Pekerja Terjepit  Alat Terjatuh tan
 Sling Putus  Peng
 Peng
2 Mobilisasi Ke Lokasi Pekerjaan  Pekerja Meninggal  Kendaraan Terbalik Kecelakaan Lalu Lintas  Peng
 Alat/Peralatan Rusak  Mem
4.3 Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat
Melakukan kegiatan untuk untuk memperoleh derajat kesehatan setinggi-
tingginya bagi tenaga kerja konstruksi dan masyarakat di sekitar lokasi
penyelenggaraan jasa konstruksi dengan melakukan pencegahan gangguan
kesehatan dan penyakit akibat melalui cara:
a. Pemeriksaan Kesehatan
 Memuat prosedur dan/atau petunjuk kerja pengelolaan kesehatan
kerja mencakup: pemeriksaan kesehatan berkala, pemeriksaan
kesehatan khusus, pencegahan penyakit menular dan penyakit akibat
kerja yang ditandatangani oleh Ahli terkait dan Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi /Wakil Manajemen. Prosedur dan/atau petunjuk
kerja pengelolaan kesehatan kerja sekurang- kurangnya mencakup:
• Pemeriksaan kesehatan bagi seluruh pekerja dilakukan sebelum
atau beberapa saat setelah memasuki masa kerja pertama kali dan
secara berkala sekurang-kurangnya sekali dalam setahun.
• Terdapat klinik yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana
kesehatan yang dibutuhkan untuk pekerjaan konstruksi yang
memiliki risiko besar dan akses terbatas menuju fasilitas
kesehatan.
• Data yang diperoleh dari pemeriksaan kesehatan harus dicatat dan
disimpan untuk referensi.
• Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
- Terdapat peralatan P3K dengan jumlah 1 kotak P3K untuk
setiap 25 pekerja dan ditempatkan di area yang mudah dilihat
dan dijangkau.
- Isi kotak P3K sekurang-kurangnya sesuai dengan peraturan
yang berlaku.
- Isi kotak P3K harus diperiksa secara teratur dan harus dijaga
supaya tetap berisi (tidak boleh kosong).
• Pemberantasan penyakit menular dan berbahaya
Dilakukan identifikasi bahaya kesehatan dengan melakukan
tindakan pencegahan di antaranya:
- Demam berdarah dengan melakukan kegiatan Fogging yang
berkoordinasi dengan puskesmas terdekat.
- HIV/AIDS dengan melakukan tindakan pencegahan melalui
sosialisasi sesuai peraturan yang ada.
- Penyakit epidemik lainnya.
• Peningkatan kesegaran jasmani untuk menjamin kebugaran
pekerja.
• Perlindungan sosial tenaga kerja
• Seluruh pekerja memiliki BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

4.4 Investigasi Kecelakaan Konstruksi

NO PENGENDALIAN RESIKO A PENANGGUNG


URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA
WAL JAWAB

1. Mobilisasi Alat dan Peralatan

Menaikkan dan menurun


Pekerja tertimpa/tertindis
1 kan Alat ke kendaraan a [Link]/TBM
alat dan peralatan berat
ngkut
Alat/peralatan jatuh/tergu
[Link] Kerja
ling

[Link].
Manajer Pelaksa
na, Petugas K3
[Link] rambu peringatan
Pengangkutan Alat/Peral dan Pekerja
2 /barikade di lokasi pekerjaan
atan ke lokasi/Plant
Kecelakaan lalu lintas
[Link] Operator dan So
pir Kompeten

[Link] Alat dan kendar


aan dalam keadaan baik dan la
yak operasi

2. Galian Untuk Selokan Drainase dan Saluran Air

Manajer Pelaksa
-Induksi/TBM na, Petugas K3
dan Pekerja
Tersenggol/terlindas Alat
-Ijin Kerja
berat

-CSA.
Galian menggunakan al
1
at berat - Toolbox Meeting

- Menggunakan APD
Terjatuh ke dalam galian

- Memasang rambu peringatan/


barikade di lokasi pekerjaan

2 Pengangkutan Hasil Gali Kecelakaan lalu Lintas - Memastikan Operator dan So


an dengan Dump Truck pir Kompeten
- Memastikan Alat dan kendara
an dalam keadaan baik dan lay
ak operasi

3. Pasangan Batu dengan Mortar dan Pasangan Batu

KecelakaanLalu Lintas
1 Dropping Material - Toolbox Meeting
Disebabkan Tumpukan
material

Pekerja Tertindis Materia


l Berat
Manajer Pelaksa
Terperosok/terjatuh ke d na, Petugas K3
alam galian dan Pekerja
- Memasang Rambu Peringata
Pekerjaan Pasangan Bat
2 n/Barikade pada lokasi pekerja
u
an

4. Galian Biasa

-Induksi/TBM

-Ijin Kerja
Tersenggol/terlindas Alat
berat
Galian menggunakan al -CSA.
1
at berat

- Menggunakan APD Manajer Pelaksa


na, Petugas K3
dan Pekerja
- Memasang rambu peringatan/
Terjatuh ke dalam galian
barikade di lokasi pekerjaan

- Memastikan Operator dan So


pir Kompeten
Pengangkutan Hasil Gali
2 Kecelakaan lalu Lintas - Memastikan Alat dan kendara
an dengan Dump Truck
an dalam keadaan baik dan lay
ak operasi
5. Timbunan Biasa Dari Sumber Galian
-Induksi/TBM
Galian Biasa dengan Ala Tersenggol/terlindas Alat
1 -Ijin Kerja
t Berat berat
-CSA.
- Memastikan alat dan peralata
n dalam keadaan baik sebelum Manajer Pelaksa
bekerja na, Petugas K3
dan Pekerja
Pengangkutan Hasil Gali - Memastikan Operator Kompet
2 Kecelakaan lalu Lintas
an dengan Dump Truck en

- Memasang Rambu peringata


n/barbaric di lokasi pekerjaan

6. Timbunan Pilihan Dari Sumber galian


Galian Biasa dengan Ala Tersenggol/terlindas Alat -Induksi/TBM Manajer Pelaksa
1
t Berat berat -Ijin Kerja na, Petugas K3
-CSA.
- Memastikan alat dan peralata
n dalam keadaan baik sebelum
bekerja
- Memastikan Operator Kompet dan Pekerja
en
Pengangkutan Hasil Gali
2 Kecelakaan lalu Lintas
an dengan Dump Truck - Memasang Rambu peringata
n/barbaric di lokasi pekerjaan

7. Lapis Pondasi Bawah Beton Kurus


-Induksi/TBM
-Ijin Kerja
-CSA.
Kecelakaan Lalu Lintas
Pengankutan Material B - Memastikan alat dan peralata
1 n dalam keadaan baik sebelum
eton ke lokasi Pekerjaan
bekerja Manajer Pelaksa
na, Petugas K3
- Memastikan Operator Kompet dan Pekerja
Mobil Terbalik en
- Menjaga jarak aman

Tertabrak/terlindas alat b - Memasang Rambu peringata


2 Penghamparan Beton
erat n/barbaric di lokasi pekerjaan

8. Perkerasan Beton Semen (PCC)


-Induksi/TBM
-Ijin Kerja
-CSA.
Pengankutan Material B Kecelakaan Lalu Lintas - Memastikan alat dan peralata
1
eton ke lokasi Pekerjaan Mobil Terbalik n dalam keadaan baik sebelum
bekerja
- Memastikan Operator Kompet
en

- Menjaga jarak aman


Manajer Pelaksa
- Memasang Rambu peringata na, Petugas K3
n/barbaric di lokasi pekerjaan dan Pekerja
Kecelakaan lalu lintas
Tertabrak/terlindas alat b -Induksi/TBM
2 Penghamparan Beton erat
Pengankutan Material B Kecelakaan Lalu Lintas
-Ijin Kerja
eton ke lokasi Pekerjaan

-Ijin Kerja
-CSA.
Pekerja Terluka oleh alat - Memastikan Alat dan peralata
pemotong n dalam keadaan baik
9. Pekerjaan Pengecoran (Beton fc 10 Mpa/fc’15Mpa/fc’20 Mpa/fc’30 Mpa
-Induksi/TBM
Terpapar campuran beto
-Ijin Kerja
n
-CSA.
- Memastikan Alat dan peralata
n dalam kondisi baik dan siap o
perasi
Terjatuh dari ketinggian Manajer Pelaksa
- Melakukan Pemeriksaan (Che
1 Pengecoran Beton cklist) bekisting, stood sebelum na, Petugas K3
pengecoran dan Pekerja

Bekisting Rusak/roboh k - Memakai alat pelindung di ket


arna tidak kuat menahan inggian jika bekerja pada keting
beban campuran beton gian

- Toolbox meeting
- Memeriksa alat dan peralatan
sebelum di gunakan
- Memakai alat pelindung diri di
ketinggian
- Menjaga jarak aman

10. Marka Jalan Termoplastik


-Induksi/TBM
-Ijin Kerja
-CSA.
- Memastikan Alat dan peralata
n dalam kondisi baik dan siap o
perasi
- Melakukan Pemeriksaan (Che
cklist) bekisting, stood sebelum
pengecoran

- Memakai alat pelindung di ket


inggian jika bekerja pada keting
Manajer Pelaksa
Pekerja Melaksanakan p Pekerja Tertabrak Kenda gian
1 na, Petugas K3
engecatan Marka raan Pengguna Jalan
-Ijin Kerja dan Pekerja
-CSA.
- Memastikan alat dan peralata
n dalam keadaan baik sebelum
bekerja
- Memastikan Operator Kompet
en
- Menjaga jarak aman

- Memasang Rambu peringata


n/barbaric di lokasi pekerjaan

4.5 Pengelolaan Lingkungan Kerja


a. Pengukuran Kondisi Lingkungan
Nilai Peraturan
Jenis Periode
No Ambang Batas perundang-
Pengukuran Pengukuran
(NAB) undangan
1 Debu 10 e (Kalsium Permenaker No 5 tahun 3 bulanan
karbonat/plester 2018
2 Kebisingan 85 dBA (8 jam) Permenaker No 5 tahun 3 bulanan
2018
3 Getaran 0,8661 (8 Jam – Permenaker No 5 tahun 3 bulanan
seluruh tubuh) 2018
0
6 Indeks Suhu Bola 28 c (waktu kerja Permenaker No 5 tahun 3 bulanan
Basah 75-100% dengan 2018
beban kerja
Nilai Peraturan
Jenis Periode
No Ambang Batas perundang-
Pengukuran Pengukuran
(NAB) undangan
sedang)
7 Air Permenaker No 5 tahun 3 bulanan
2018
Gas Co2 (9000 Permenaker No 5 tahun 3 bulanan
8
Berbahaya mg/m3) CO (29 2018
BeI)
Uji Emisi Permenaker No 5 tahun 3 bulanan
9
Kendaraan 2018

4. EVALUASI KINERJA KESELAMATAN KONSTRUKSI


5.1 Pemantauan atau Inspeksi
Dalam hal ini dilakukan tinjauan ke lokasi pekerjaan secara berskala
untuk menilai dan melihat sejauh mana penerapan Keselamatan Konstruksi
diterapkan di lokasi pekerjaan, sebagai bahan perbaikan dan usulan untuk
setiap pertemuan rapat audit atau tinjauan manajemen.

5.2 Audit
Dalam hal ini dilakukan pencocokan antara laporan administrasi lokasi
dan Keselamatan Konstruksi dengan realisasi pelaksanaan di lapangan.
Dimana hasil audit tersebut selanjutnya dilapor dan dijadikan bahan rapat untuk
diadakan perbaikan pada rapat tinjauan manajemen.
a) Jadwal Inspeksi dan Audit
BULAN KE-
No Kegiatan PIC
1 2 3 4 5 6 7 8
Inspeksi Keselamatan
1 Konstruksi Mustafa
Patroli Keselamatan
2 Konstruksi Mustafa
3 Audit Internal St. Muawafah

5.3 Evaluasi
Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi merupakan kegiatan untuk
melihat manfaat dari pengendalian dan pelaksanaan penerapan SMKK, yang
dilakukan dengan melihat kesesuaian proses sebagaimana yang menjadi
laporan pelaksanaan pekerjaan konstruksi serta tindakan perbaikan dan
improvementnya.

5.4 Tinjauan Manajemen


Tinjauan manajemen memuat program yang bertujuan untuk
meningkatkan kinerja keselamatan konstruksi. Tinjauan manajemen
dilakukan sekurang-kurangnya berdasarkan hasil audit atau kecelakaan
kerja pada pekerjaan konstruksi yang menyebabkan fatality.

Form Risalah Rapat Tinjauan Manajemen


Hari/tanggal :
Waktu :
Tempat :
Peserta :

No Permasalahan Rencana Tindak Target Status Penanggun


Lanjut Waktu g Jawab

5.5 Peningkatan Kinerja Penerapan SMKK


Gambar. Lembar Indikator Kinerja Keselamatan Konstruksi

Anda mungkin juga menyukai