0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan15 halaman

Eksplorasi Komposisi Seni Rupa SD

Seni rupa

Diunggah oleh

juwitadwiutamipga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan15 halaman

Eksplorasi Komposisi Seni Rupa SD

Seni rupa

Diunggah oleh

juwitadwiutamipga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR BAB 4

Eksplorasi Komposisi
(Pembelajaran dengan Pendekatan DEEP LEARNING)

PENYUSUN
( ____________________________________)

MODUL AJAR SENI RUPA


I. INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun :
Instansi : SD/MI ……………………………
Tahun Penyusunan : 2025
Jenjang Sekolah : SD/MI
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : B/3
Bab : Eksplorasi Komposisi
Alokasi Waktu : 6 JP x 35 menit (2 pertemuan)

B. KOMPETENSI AWAL
1. Peserta didik memahami bahwa komposisi dalam seni rupa adalah cara mengatur elemen-ele-
men visual (seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur) dalam sebuah karya seni untuk mencip-
takan kesatuan dan keseimbangan.
2. Peserta didik memahami pentingnya keseimbangan dalam komposisi, baik keseimbangan
simetris maupun asimetris.

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


Pada kegiatan pembelajaran ini akan dilatihkan 8 dimensi profil lulusan tentang:
1. Keimanan dan Ketakwaan Terhadap Tuhan YME
Peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan mengidentifikasi elemen rupa (warna, garis,
dan bentuk) di lingkungan sekitarnya. Mengamati keindahan warna, garis, dan bentuk di alam
semesta dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik akan kebesaran Tuhan yang menciptakan
segala sesuatu dengan harmoni dan keseimbangan.
2. Kewargaan
Peserta didik mampu menggunakan dan menerapkan hasil pengamatan atau pengalaman kese-
hariannya pada karya 2 atau 3 dimensi. Menciptakan karya seni berdasarkan pengamatan
lingkungan sekitar melatih peserta didik untuk menghargai budaya, keberagaman, dan estetika di
sekitar mereka, serta berkontribusi positif kepada masyarakat melalui seni.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik mampu mengenal dan mengeksplorasi ruang jauh, menengah, dan dekat. Mema-
hami konsep ruang (jauh, menengah, dan dekat) melibatkan kemampuan analisis dan penalaran
untuk membedakan perspektif visual, sehingga peserta didik dapat berpikir secara logis dan sis-
tematis.
4. Kreativitas
Peserta didik mampu menggunakan dan menerapkan hasil pengamatan atau pengalaman kese-
hariannya pada karya 2 atau 3 dimensi. Menggunakan hasil pengamatan untuk menciptakan
karya seni melatih imajinasi, inovasi, dan kemampuan mengekspresikan ide-ide baru dalam ben-
tuk visual.
5. Kolaborasi
Peserta didik mampu menggunakan dan menerapkan hasil pengamatan atau pengalaman kese-
hariannya pada karya 2 atau 3 dimensi. Proses penciptaan karya seni dapat dilakukan secara ko-
laboratif, sehingga peserta didik belajar bekerja sama, berbagi ide, dan menghasilkan karya
bersama dengan teman sebayanya.
6. Kemandirian
Peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan mengidentifikasi elemen rupa (warna, garis,
dan bentuk) di lingkungan sekitarnya. Melakukan pengamatan secara mandiri melatih peserta
didik untuk bertanggung jawab atas tugasnya sendiri dan mengembangkan kemampuan eksplo-
rasi tanpa bantuan orang lain.
7. Kesehatan
Peserta didik mampu mengenal dan mengeksplorasi ruang jauh, menengah, dan dekat. Aktivitas
eksplorasi ruang dapat melibatkan gerakan fisik seperti bergerak maju-mundur atau mengamati
objek dari berbagai jarak, yang mendukung perkembangan motorik dan kesehatan fisik peserta
didik.
8. Komunikasi
Peserta didik mampu menggunakan dan menerapkan hasil pengamatan atau pengalaman kese-
hariannya pada karya 2 atau 3 dimensi. Mengekspresikan ide-ide melalui karya seni dan menje-
laskan makna di balik karya tersebut melatih kemampuan komunikasi visual, verbal, dan non-ver-
bal.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
 Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. SARANA DAN PRASARANA/ALAT DAN BAHAN


1. Ruang Kelas / Halaman
2. LCD Projector
3. Laptop
4. Jaringan Internet/Wifi
5. Buku Guru SENI RUPA untuk SD/MI kelas III serta sumber referensi lain
6. Alat dan Bahan
1) Kertas/Buku gambar
2) Kertas lipat warna, gunting dan perekat (alternatif: pensil dan pewarna, daun, tali, batuan dsb)

E. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik reguler (bukan berkebutuhan khusus)

F. MODEL PEMBELAJARAN
1. Tatap Muka
2. Pertemuan 1: Problem-Based Learning
3. Pertemuan 2: Discovery Learning
G. PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

H. METODE PEMBELAJARAN
Pertemuan 1:Diskusi Interaktif, Observasi Langsung, Cerita Kontekstual, Demonstrasi Visual, Eksperimen Praktik,
Demonstrasi Langsung, Praktik Mandiri Terbimbing, Inkuiri Terbuka, Refleksi Individu, Evaluasi Klasikal, dan Pen-
dampingan [Link] 2:Tanya Jawab Interaktif, Diskusi Klasikal, Visualisasi Contoh, Penugasan Waktu
Individual, Praktik Langsung Individu, Pameran Kelas & Refleksi.

KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
B. Peserta didik mampu mengamati, mengenali dan mengidentifikasi elemen rupa (warna, garis,
dan bentuk) di lingkungan sekitarnya.
C. Peserta didik mampu menggunakan dan menerapkan hasil pengamatan atau pengalaman kese-
hariannya pada karya 2 atau 3 dimensi.
D. Peserta didik mampu mengenal dan mengeksplorasi ruang jauh, menengah dan dekat.

E. CAPAIAN PEMBELAJARAN
ElemenCapaian PembelajaranMengalami
(Experiencing)Mengalami (Experiencing) Mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di
sekitar/karya seni [Link]
(Reflecting)Merefleksikan (Reflecting) Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas
menggunakan kosa kata seni rupa yang [Link] dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artisti-
cally)Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically) Mengenali dan menguji coba alat dan/atau
bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya.’

Menciptakan (Making/Creating)Menciptakan (Making/Creating) Membuat karya seni rupa berdasarkan pen-


galaman dan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar.

Berdampak ((Impacting)Berdampak (Impacting) Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan
atau mewakili harapannya

F. PEMAHAMAN BERMAKNA
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat lebih mengenal dan menghargai lingkungan
sekitar dengan cara mengamati berbagai unsur rupa seperti warna, garis, dan bentuk yang ada di
sekeliling mereka. Kemampuan ini membantu peserta didik melatih kepekaan visual serta memban-
gun kesadaran terhadap keindahan dan keberagaman bentuk di alam maupun benda buatan manu-
sia.
Dengan pengamatan dan pengalaman keseharian tersebut, peserta didik diajak untuk menuangkan-
nya ke dalam karya dua atau tiga dimensi, baik berupa gambar, kolase, maupun bentuk rupa lainnya.
Kegiatan ini mendorong peserta didik untuk mengekspresikan ide, perasaan, dan imajinasinya secara
kreatif.
Selain itu, peserta didik juga dikenalkan pada konsep ruang (jauh, menengah, dekat), agar mereka
mampu menyusun objek dalam karya dengan memperhatikan letak dan jaraknya secara visual.
Pemahaman tentang ruang ini membentuk dasar kemampuan dalam menciptakan karya seni yang
utuh dan proporsional.
Secara keseluruhan, pembelajaran ini membekali peserta didik dengan kemampuan untuk melihat,
merasakan, dan menciptakan keindahan, serta mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan keterampi-
lan visual mereka sejak dini.

G. PERTANYAAN PEMANTIK
Mindful Learning
H. Apa yang kamu perhatikan ketika melihat meja atau kursi? Apakah setiap bagiannya memiliki
fungsi tertentu?
I. Apa yang kamu perhatikan ketika melihat warna-warna di sekitarmu? Apakah setiap warna memi-
liki makna tertentu?
Meaningful Learning
J. Mengapa warna primer penting dalam seni rupa? Bagaimana hal itu membantu kita menciptakan
warna lain?
K. Mengapa keseimbangan penting dalam kehidupan kita? Bagaimana hal itu memengaruhi dunia
seni rupa?
Joyful Learning
L. Jika kamu bisa menjadi seorang pelukis, warna apa yang paling seru untuk digunakan?
Bayangkan dirimu mencampur warna-warna baru!
M. Bayangkan dirimu sebagai seorang seniman. Karya apa yang paling seru untuk dibuat dengan
menggunakan keseimbangan?

N. PERSIAPAN PEMBELAJARAN
1. Guru menyiapkan kebutuhan pembelajaran seperti Media Ajar guru, menyiapkan lembar kerja
peserta didik, dsb.
2. Guru mempersiapkan alat, bahan, dan media pembelajaran yang diperlukan

O. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama (3 JP x 35 menit)
Sub topik: Eksplorasi Komposisi
Kegiatan PembelajaranAlokasi WaktuPendahuluan
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa dilanjutkan dengan pene-
gasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai suatu kegiatan dalam rangka menanamkan
keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan peserta didik, dan lain-
lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning
Apa yang kamu perhatikan ketika melihat meja atau kursi? Apakah setiap bagiannya memiliki fungsi ter-
tentu?
 Meaningful Learning
Mengapa keseimbangan penting dalam kehidupan kita? Bagaimana hal itu memengaruhi dunia seni rupa?
 Joyful Learning
Bayangkan dirimu sebagai seorang seniman. Karya apa yang paling seru untuk dibuat dengan menggu-
nakan keseimbangan?
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya
kepada peserta didik:
 "Apa yang membuat sebuah benda dapat berdiri tegak? Apakah keseimbangan hanya ada di benda mati
saja?"
 "Menurutmu, bagaimana keseimbangan diterapkan dalam seni rupa?"
Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan
serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik selama proses pembelajaranjaran.15 menit
Kegiatan Inti
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan
Metode: Diskusi Interaktif dan Observasi Langsung
1. Guru memberikan ilustrasi mengenai Keseimbangan melalui pertanyaan pemantik, Lihatlah sekelilingmu. Ada
meja dan kursi di kelas kita. Menurutmu, apa yang membuat sebuah meja atau kursi dapat berdiri tegak dan
menopang berat tubuhmu?”. Arahkan siswa untuk mengamati struktur kaki meja dan kursi, “Apa yang terjadi jika
salah satu, dua atau tiga kakinya patah? Apakah meja dan kursi ini masih dapat berdiri tegak?”.
Deep Learning:
 Mindful Learning: "Perhatikan dengan cermat setiap bagian meja/kursi. Apa yang bisa kamu simpulkan
dari strukturnya?"
 Meaningful Learning: "Mengapa keseimbangan penting dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana hal itu
memengaruhi dunia seni rupa?"
 Joyful Learning: "Bayangkan dirimu sebagai seorang desainer. Bentuk apa yang paling seru untuk dibuat
dengan menggunakan keseimbangan?"

Sintaks 2: Identifikasi Masalah


Metode: Cerita Kontekstual dan Demonstrasi Visual
2. Peserta didik diperkenalkan pada kata Seimbang. Segala hal di dunia berjalan berdasarkan keseimbangan.
Tidak boleh terlalu banyak atau sedikit. Guru dapat memberikan contoh mengenai ketidak-seimbangan, ketika
hutan dan saluran air jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan bangunan dan jalanan beton maka akan sangat
mudah terjadi banjir dan longsor.
Diferensiasi Konten:
 Untuk peserta didik dengan kemampuan tinggi, tambahkan tantangan untuk menganalisis hubungan antara
keseimbangan alam dan seni rupa.
 Untuk peserta didik dengan kemampuan rendah, berikan panduan sederhana, misalnya hanya fokus pada
konsep dasar keseimbangan.

Sintaks 3: Pengumpulan Data


Metode: Eksperimen Praktik dan Demonstrasi Langsung
3. Dalam seni rupa, kita juga mengenal Keseimbangan dimana komposisi atau susunan gambar atau bentuk tam-
pak sama besar. Umumnya karya seni yang baik menerapkan keseimbangan komposisi, baik simetrikal.

Deep Learning:
 Meaningful Learning: "Bagaimana keseimbangan membantu kita menciptakan karya seni yang harmo-
nis?"
4. Peserta didik melipat kertas lipat berwarnanya ke satu arah hingga menyerupai buku, kemudian akan meng-
guntingnya sesuai yang dikehendaki. Peserta didik akan menjepit kertas yang dilipat di salah satu tangan se-
hingga mereka akan menggunting sekaligus 2 lembar. Hasil guntingan ini akan tampak simetris (kanan dan kiri
sama persis ukuran dan bentuknya).
Diferensiasi Proses:
 Berikan waktu tambahan bagi peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih lanjut selama praktik.
 Gunakan alat bantu visual (misalnya gambar komposisi simetrikal) bagi kelompok yang membutuhkan, se-
mentara kelompok lain bekerja mandiri.

Sintaks 4: Pengolahan Data


Metode: Praktik Mandiri Terbimbing dan Inkuiri Terbuka
5. Kemudian peserta didik menempelkan hasil guntingan tersebut tepat di tengah kertas/buku gambar mereka.
Guru akan mengenalkan istilah komposisi simetrikal. Artinya sebuah karya seni memiliki susunan gambar yang
sama besar atau sama bentuknya di kanan kiri sebuah garis tengah, baik vertikal maupun horizontal.
*Ingatkan kembali peserta didik mengenai prosedur penggunaan perekat yang tepat yaitu mengikuti bentuk dan
garis kerangka gambar.
Deep Learning:
 Mindful Learning: "Apa yang kamu pelajari tentang hubungan antara keseimbangan dan komposisi
simetrikal?"
 Meaningful Learning: "Bagaimana komposisi simetrikal membantu menciptakan harmoni dalam seni
rupa?"
 Joyful Learning: "Bagian mana dari kegiatan ini yang paling kamu nikmati? Mengapa?"
6. Peserta didik kemudian melipat kertas lipat lagi berwarnanya ke satu arah hingga menyerupai buku, kemudian
akan mengguntingnya sesuai yang dikehendaki. Peserta didik akan menjepit kertas yang dilipat di salah satu
tangan sehingga mereka akan menggunting sekaligus 2 lembar. Hasil guntingan ini akan tampak simetris
(kanan dan kiri sama persis ukuran dan bentuknya).
7. Kemudian peserta didik menempelkan hasil guntingan tersebut di dua bagian. Yang pertama lebih tinggi dari
yang kedua. Guru kemudian mengenalkan istilah komposisi asimetrik. Artinya sebuah karya seni memiliki
susunan gambar yang sama besar atau sama bentuknya namun tidak merata berada di titik yang sama di
bagian kanan/kiri sebuah garis tengah, baik vertikal maupun horizontal.
Diferensiasi Produk:
 Izinkan peserta didik memilih bentuk produk akhir (misalnya catatan observasi, gambar karya seni, atau
cerita singkat tentang proses kreatif mereka).
 Untuk peserta didik yang kurang percaya diri, minta mereka untuk menulis refleksi secara individu daripada
presentasi di depan kelas.

Sintaks 5: Refleksi
Metode: Refleksi Individu, Evaluasi Klasikal, dan Pendampingan Remedial
8. Peserta didik menuliskan nama dan membersihkan ruang kerjanya.
9. Peserta didik diminta untuk mengerjakan latihan tanpa bantuan. Pada saat yang sama, guru dapat men-
dampingi peserta didik yang mengalami kesulitan.
10. Guru dapat membahas jawaban dari setiap soal secara klasikal setelah peserta didik selesai mengerjakan se-
mua soal. Pada soal yang memiliki kemungkinan jawaban beragam dari peserta didik, guru dapat meminta pe-
serta didik tersebut untuk menjelaskan alasan dari jawabannya.
Disaat bersamaan, guru dapat mengambil penilaian.75 menitPenutup
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang telah
dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Setiap karya seni diciptakan dengan keunikannya masing-masing. Ini menunjukkan betapa besar kuasa Al-
lah SWT yang menciptakan harmoni dalam alam semesta.
 Kreativitas
Ketika kalian menciptakan komposisi simetrikal dan asimetrikal, kalian sedang menggunakan kreativitas
kalian untuk menciptakan sesuatu yang indah.
 Kolaborasi
Ketika kalian bekerja sama dalam kelompok untuk berbagi ide, kalian belajar bekerja sama dan saling men-
dukung.
 Komunikasi
etika kalian mempresentasikan karya seni dengan teman-teman, kalian sedang melatih kemampuan komu-
nikasi dan ekspresi.
 Kemandirian
Ketika kalian menyelesaikan karya seni secara individu, kalian melatih rasa tanggung jawab dan ke-
mandirian."
4. Guru mengagendakan pekerjaan rumah.
5. Guru mengagendakan materi yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya.
Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu, Nasional/Daerah dilanjutkan dengan doa, mengu-
capkan salam. 15 menit
Pertemuan Kedua (3 JP x 35 menit)
Sub topik: Projek 4
Kegiatan PembelajaranAlokasi WaktuKegiatan Pendahuluan
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa dilanjutkan dengan
penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai suatu kegiatan dalam rangka menanamkan
keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan peserta didik, dan lain-
lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
 Mindful Learning:
Apa yang kamu perhatikan ketika melihat warna-warna di sekitarmu? Apakah setiap warna memiliki makna
tertentu?
 Meaningful Learning:
Mengapa warna primer penting dalam seni rupa? Bagaimana hal itu membantu kita menciptakan warna
lain?
 Joyful Learning:
Jika kamu bisa menjadi seorang pelukis, warna apa yang paling seru untuk digunakan? Bayangkan dirimu
mencampur warna-warna baru!
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya
kepa
 "Apa yang kamu ketahui tentang keseimbangan? Apakah kamu pernah melihat contoh keseimbangan
dalam kehidupan sehari-hari?"
 "Menurutmu, bagaimana keseimbangan dapat diterapkan dalam seni rupa?"
Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan
serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik selama proses pembelajaran15 menit

Kegiatan Inti
Sintaks 1: Pertanyaan Mendasar
Metode: Tanya Jawab Interaktif
1. Guru memulai dengan pertanyaan pemantik:
 “Apa saja yang kamu lihat di tumbuhan-warnanya, bentuknya, atau garisnya?”
 “Bagaimana tumbuhan bisa terlihat indah dalam gambar?”
Deep Learning (Meaningful Learning):
 “Mengapa penting mengenal warna, bentuk, dan garis saat menggambar sesuatu dari alam?”

Sintaks 2: Perencanaan Proyek


Metode: Diskusi Klasikal dan Visualisasi Contoh
2. Guru menjelaskan bahwa peserta didik akan membuat gambar bertema tumbuhan dengan memperhatikan kom-
posisi dan mencampur warna.
3. Guru menunjukkan beberapa contoh karya (foto, ilustrasi, atau hasil siswa tahun lalu).
4. Guru menjelaskan alat dan bahan yang diperlukan serta aturan penggunaan.
Diferensiasi Konten:
 Kemampuan tinggi: Menambahkan detail tekstur daun, batang, dan komposisi rumit.
 Kemampuan rendah: Fokus pada bentuk utama tumbuhan dan satu kombinasi warna.

Sintaks 3: Menyusun Jadwal Proyek


Metode: Penugasan Waktu Individual
5. Guru membimbing peserta didik menyusun rencana kerja sederhana:
 10 menit: membuat sketsa
 30 menit: menambahkan warna dan detail
 10 menit: merapikan dan menyiapkan untuk pajangan
Diferensiasi Proses:
 Peserta yang membutuhkan bimbingan diberi waktu tambahan untuk proses sketsa atau pewarnaan.
 Peserta yang sudah selesai lebih cepat diberi tantangan membuat gradasi atau latar.

Sintaks 4: Pelaksanaan Proyek dan Monitoring


Metode: Praktik Langsung Individu
6. Peserta didik mulai menggambar dengan tema tumbuhan menggunakan pensil terlebih dahulu.
7. Mereka melanjutkan dengan mewarnai, mencampur warna, dan membuat gradasi sesuai kemampuan.
8. Guru berkeliling untuk memberi arahan, masukan teknis, dan memotivasi.
Deep Learning (Joyful & Mindful Learning):
 “Apa bagian paling menyenangkan dari menggambar tumbuhanmu?”
 “Coba perhatikan lagi warna asli tumbuhan yang kamu lihat. Apa yang bisa kamu tiru?”
Diferensiasi Proses:
 Gunakan gambar referensi nyata untuk yang visual learner.
 Sediakan alat bantu seperti contoh gradasi warna atau teknik mencampur.

Sintaks 5: Evaluasi Hasil Proyek


Metode: Pameran Kelas & Refleksi
9. Setelah gambar selesai, peserta didik memajang hasilnya di dinding kelas.
10. Guru mengajak peserta didik mengamati hasil teman dan memberi komentar positif.
Deep Learning (Meaningful Learning):
 “Apa yang kamu pelajari dari gambar temanmu?”
 “Bagaimana kamu bisa membuat gambarmu lebih baik di waktu berikutnya?”
Diferensiasi Produk:
Format karya bisa dalam bentuk:
 Gambar tunggal
 Kolase sederhana
 Cerita pendek di balik gambar (untuk peserta yang mampu menulis narasi)

Sintaks 6: Refleksi dan Tindak Lanjut


Metode: Refleksi Tertulis dan Verbal
11. Guru membagikan pertanyaan reflektif secara lisan/tertulis:
 “Bagian mana yang paling sulit/suka kamu gambar?”
 “Apa warna favorit yang kamu gunakan? Mengapa?”
 “Jika kamu menggambar ulang, apa yang akan kamu perbaiki?”
Diferensiasi Refleksi:
 Peserta yang kurang percaya diri boleh menulis refleksi dalam gambar.
Peserta yang percaya diri boleh membagikan refleksi secara lisan.75 menitKegiatan Penutup
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang
telah dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Setiap karya seni diciptakan dengan keunikannya masing-masing. Ini menunjukkan betapa besar kuasa
Allah SWT yang menciptakan harmoni dalam alam semesta.
 Kreativitas
Ketika kalian menciptakan komposisi seimbang, kalian sedang menggunakan kreativitas kalian untuk men-
ciptakan sesuatu yang indah.
 Kolaborasi
Ketika kalian bekerja sama dalam kelompok untuk berbagi ide, kalian belajar bekerja sama dan saling
mendukung.
 Komunikasi
Ketika kalian mempresentasikan karya seni dengan teman-teman, kalian sedang melatih kemampuan ko-
munikasi dan ekspresi.
 Kemandirian
Ketika kalian menyelesaikan karya seni secara individu, kalian melatih rasa tanggung jawab dan ke-
mandirian.
4. Guru mengagendakan pekerjaan rumah.
Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu, Nasional/Daerah dilanjutkan dengan doa, men-
gucapkan salam. 15 menit
P. ASESMEN
 NoJenis AsesmenBentuk AsesmenDiagnostikPertanyaan pemantik sebelum pembelajaran dimulai
Tanya jawab sebagai tindak [Link] proses, observasi sikap, performa berupa presentasi dan pam-
eran hasil karya, keterampilan dan pengetahuan selama kegiatan [Link] (Soal Pilihan Ganda)
Q. KEGIATAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN
1. Kegiatan Remedial:
Peserta didik yang hasil belajarnya belum mencapai target guru melakukan pengulangan materi
dengan pendekatan yang lebih individual dan memberikan tugas individual tambahan untuk mem-
perbaiki hasil belajar peserta didik yang bersangkutan.
2. Kegiatan Pengayaan:
Peserta didik yang daya tangkap dan daya kerjanya lebih dari peserta didik lain, guru memberikan
kegiatan pengayaan yang lebih menantang dan memperkuat daya serapnya terhadap materi
yang telah dipelajari.
R. REFLEKSI GURU
NoPertanyaanJawabanMengapa keseimbangan sangat penting dalam sebuah karya?Apa yang akan terjadi ketika
sesuatu/sebuah karya tidak seimbang?Bagaimana cara untuk membuat sebuah komposisi karya menjadi seimbang?
…………………………
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

……………………. …………………….
NIP. - NIP. -
LAMPIRAN
Lampiran 1. Penilaian
1. PENILAIAN DIAGNOSTIK
1. Diagnostik Non Kognitif
Asesmen diagnostik non kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali hal-hal meliputi
kesejahteraan psikologi peserta didik, sosial emosi, aktivitas peserta didik selama belajar di rumah,
kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik, gaya belajar, karakter, dan minat peserta didik.
NoPertanyaanPilihan JawabanYaTidakApa kabar hari ini?Apakah ada yang sakit hari ini?Apakah kalian
dalam keadaan sehat?Apakah anak-anak merasa bersemangat hari ini?Apakah anak-anak sudah makan?
Apakah tadi malam sudah belajar?
2. Diagnostik Kognitif
NoPertanyaanApa yang kamu perhatikan ketika melihat meja atau kursi? Apakah setiap bagiannya memiliki fungsi
tertentu?Apa yang kamu perhatikan ketika melihat warna-warna di sekitarmu? Apakah setiap warna memiliki makna
tertentu?Mengapa warna primer penting dalam seni rupa? Bagaimana hal itu membantu kita menciptakan warna
lain?Mengapa keseimbangan penting dalam kehidupan kita? Bagaimana hal itu memengaruhi dunia seni rupa?Jika
kamu bisa menjadi seorang pelukis, warna apa yang paling seru untuk digunakan? Bayangkan dirimu mencampur
warna-warna baru!Bayangkan dirimu sebagai seorang seniman. Karya apa yang paling seru untuk dibuat dengan
menggunakan keseimbangan?
2. PENILAIAN FORMATIF
1. Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap
Pedoman Pengamatan Sikap
Kelas : …………………………………..
Hari, Tanggal : …………………………………..
Pertemuan Ke- : …………………………………..
Materi Pembelajaran : …………………………………..
NoNama Peserta DidikAspek PenilaianReligiusKomunikatifTanggung
JawabDemokratisBerilah tanda cek list (P) pada kolom yang tersedia jika peserta didik sudah
menunjukan sikap/perilaku tersebut.

2. Instrumen Penilaian Observasi dan Tanya Jawab


Observasi Terhadap Diskusi dan Tanya Jawab
NoNama Peserta DidikPernyataanSkorPengungkapan Gagasan yang OrisinilKebenaran
KonsepKetepatan Penggunaan Istilah121212Keterangan: 1 = tidak, 2 = ya
Penilaian sikap untuk setiap peserta didik dapat menggunakan rumus berikut

3. Instrumen Penilaian Kompetensi Keterampilan


Pedoman Penilaian Kompetensi Keterampilan
NoNama Peserta DidikAspek PenilaianJumlah Nilai123
Aspek dan Rubrik Penilaian
NoAspek PenilaianNilaiPerolehan NilaiKejelasan dan kedalaman informasiInformasi disampaikan secara jelas,
lengkap, dan relevan dengan topik/tema yang didiskusikan.30Informasi disampaikan secara jelas, lengkap,
tetapi kurang relevan dengan topik/tema yang didiskusikan.20Informasi disampaikan secara jelas, tetapi kurang
lengkap.10Keaktifan dalam berdiskusiSangat aktif dalam diskusi.30Cukup aktif dalam diskusi.20Kurang aktif
dalam diskusi.20Kejelasan dan kerapian dalam presentasiPresentasi sangat jelas dan rapi.40Presentasi
cukup jelas dan rapi.30Presentasi dengan jelas tetapi kurang rapi.20Presentasi dengan kurang jelas dan kurang
rapi.10
Perhitungan Perolehan nilai
Nilai akhir yang diperoleh merupakan akumulasi dari perolehan nilai untuk setiap aspek dengan
ketentuan sebagai berikut:
Jika peserta didik pada aspek pertama memperoleh nilai 20, aspek kedua 30, aspek keempat 40,
maka total perolehan nilainya adalah 90.

4. Instrumen Penilaian Kompetensi Pengetahuan


Soal Tes
NoSoalApa yang dimaksud dengan komposisi simetrikal?Apa yang dimaksud dengan komposisi asimetrik?Apa yang
dimaksud dengan komposisi radial?Coba buatlah gambar bentuk simetris?Mengapa penting bagi seorang siswa un-
tuk memahami konsep komposisi dalam karyanya?
Kunci Jawaban Soal Tes
NoSoalSebuah karya seni yang memiliki susunan gambar yang sama besar atau sama bentuknya di kanan kiri se-
buah garis tengah, baik vertikal maupun [Link] karya seni yang memiliki susunan gambar yang sama be-
sar atau sama bentuknya namun tidak merata berada di titik yang sama di bagian kanan/kiri sebuah garis tengah,
baik vertikal maupun [Link] karya seni yang memiliki susunan gambar yang memancar keluar dari satu

titik. Konsep komposisi membantu siswa mencapai keseimbangan visual yang


harmonis dalam karya mereka. Mereka belajar cara mengatur proporsi, agar karya terlihat seimbang dan menarik se-
cara estetis.
3. PENILAIAN SUMATIF
Asesmen sumatif merupakan asesmen yang dilakukan guru setelah menyelesaikan proses pembela-
jaran. Hasil asesmen sumatif digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, men-
gukur konsep dan pemahaman peserta didik, serta mendorong untuk melakukan aksi dalam mencapai
kompetensi yang dituju.
Soal Pilihan Ganda
1. Arti dari komposisi simetrikal adalah ….
2. Sebuah karya seni memiliki susunan gambar yang sama besar atau sama bentuknya namun tidak
merata berada di titik yang sama di bagian kanan/kiri sebuah garis tengah, baik vertikal maupun
horizontalSebuah karya seni memiliki susunan gambar yang sama besar atau sama bentuknya di
kanan kiri sebuah garis tengah, baik vertikal maupun horizontalSebuah karya seni yang tidak
memiliki susunan gambar yang berbeda ukurannyaSebuah karya seni memiliki susunan gambar
yang memancar keluar dari satu titikYang dimaksud dengan komposisi dalam seni rupa adalah ….
3. Pemilihan warnaTeknik melukisJenis bahan yang digunakanPenempatan elemen-elemen visual
dalam suatu karyaKomposisi simetris adalah komposisi yang ….
4. Tidak teraturMenggunakan warna cerah Seimbang di kedua sisiMenggunakan bentuk geometris-
Arti dari asimetris adalah ….
5. Sebuah karya seni memiliki susunan gambar yang sama besar atau sama bentuknya namun tidak
merata berada di titik yang sama di bagian kanan/kiri sebuah garis tengah, baik vertikal maupun
horizontalSebuah karya seni memiliki susunan gambar yang sama besar atau sama bentuknya di
kanan kiri sebuah garis tengah, baik vertikal maupun horizontalSebuah karya seni memiliki
susunan gambar yang memancar keluar dari satu titikSebuah karya seni yang tidak memiliki
susunan gambar yang berbeda ukurannyaArti dari komposisi radial adalah ….
6. Sebuah karya seni yang tidak memiliki susunan gambar yang berbeda ukurannyaSebuah karya
seni memiliki susunan gambar yang memancar keluar dari satu titikSebuah karya seni memiliki
susunan gambar yang sama besar atau sama bentuknya di kanan kiri sebuah garis tengah, baik
vertikal maupun horizontalSebuah karya seni memiliki susunan gambar yang sama besar atau
sama bentuknya namun tidak merata berada di titik yang sama di bagian kanan/kiri sebuah garis
tengah, baik vertikal maupun horizontalContoh dari komposisi simetrik adalah ….
7. Kupu-kupu dengan sayap yang samaLukisan abstrakGunung berapi meletusPohon tertiup
anginKomposisi radial sering digunakan dalam ….
8. Desain tekstilLukisan pemandanganFotografi potretGambar bunga Komposisi asimetrik dapat men-
ciptakan kesan ….
9. Keteraturan yang sempurnaKeseimbangan visual yang tidak sama namun tetap harmonisFokus
pada satu titik pusatKebosanan dan monotonKomposisi radial dapat memberikan kesan ….
10. Keteraturan yang statisKeseimbangan yang tidak samaGerakan yang berpusatKeteraturan yang
formalSeni rupa yang menggunakan komposisi radial biasanya memiliki ….
11. Pusat fokusDua titik fokusBeberapa titik fokusTitik fokus yang tidak jelasLukisan yang menggu-
nakan prinsip radial memiliki titik fokus ….
12. Di tengahDi kiriDi kananDi atasPerhatikan gambar berikut!

Gambar di atas adalah contoh dari bentuk ….


13. AsimetrikNetralSimetrikRadialKomposisi radial sering digunakan dalam desain ….
14. PakaianLanskapKulinerMandalaContoh sederhana dari komposisi radial adalah ….
15. BatuRoda Daun jatuhRumahJaring laba-laba adalah contoh bentuk yang memiliki komposisi ….
SimetrisAsimetrisNetralRadial
Kunci Jawaban
B6.A11.AD7.D12.CC8.B13.DA9.C14.BB10.A15.D
Penskoran :
Tiap jawaban benar bernilai 1 sehingga jumlah skor adalah 15.
Nilai = Perolehan Nilai x 100
15
Lampiran 2. Lembar Kerja Peserta Didik

LKPD
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
No. Absen :

A. Tujuan
Peserta didik mampu mengamati, mengenali dan mengidentifikasi elemen rupa (warna, garis, dan bentuk) di
lingkungan sekitarnya.

B. Alat dan Bahan


1. Alat tulis
2. Kertas/Buku Gambar
3. Spidol/crayon/pensil warna
4. Lembar Kerja Peserta Didik
*dapat menyesuaikan kebutuhan peserta didik.

C. Instruksi Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Gambarlah dengan tema tumbuhan dengan komposisi yang seimbang.
3. Perkaya warna pada gambar yang kamu buat dengan mencampurkan beberapa warna.
4. Kalian juga dapat membuat gradasi warna dengan menggunakan pensil warna.
5. Pajang hasil karyamu di kelas.
Lampiran 3. Bahan Bacaan Untuk Peserta Didik dan Guru
Bahan bacaan untuk peserta didik dan guru diambilkan dari buku guru SENI RUPA untuk SD/MI kelas III
dan media ajar guru Indonesia serta bisa juga menambahkan dari sumber internet yang berkaitan dengan
materi yang dipelajari.

Lampiran 4. Glosarium
NoIstilahArtiKeseimbangankeadaan yang terjadi apabila semua gaya dan kecenderungan yang ada tepat diimbangi
atau dinetralkan oleh gaya dan kecenderungan yang sama, tetapi berlawananKolaseteknik penyusunan karya sastra
dengan cara menempelkan bahan-bahan, seperti ungkapan asing dan kutipan, biasanya dianggap tidak berhubun-
gan satu dengan yang lainKomposisicara berbagai elemen dan unsur seni disusun dan diatur dalam sebuah kar-
yaRadialberkenaan dengan atau menyerupai jari-jari lingkaranSimetrissama kedua belah bagiannya;
setangkup........................................
Lampiran 5. Daftar Pustaka
Raindriati, R. (2022). Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III. Jakarta: Kementerian Pen-
didikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Anda mungkin juga menyukai