Eksplorasi Komposisi Seni Rupa SD
Eksplorasi Komposisi Seni Rupa SD
Eksplorasi Komposisi
(Pembelajaran dengan Pendekatan DEEP LEARNING)
PENYUSUN
( ____________________________________)
B. KOMPETENSI AWAL
1. Peserta didik memahami bahwa komposisi dalam seni rupa adalah cara mengatur elemen-ele-
men visual (seperti garis, bentuk, warna, dan tekstur) dalam sebuah karya seni untuk mencip-
takan kesatuan dan keseimbangan.
2. Peserta didik memahami pentingnya keseimbangan dalam komposisi, baik keseimbangan
simetris maupun asimetris.
F. MODEL PEMBELAJARAN
1. Tatap Muka
2. Pertemuan 1: Problem-Based Learning
3. Pertemuan 2: Discovery Learning
G. PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
H. METODE PEMBELAJARAN
Pertemuan 1:Diskusi Interaktif, Observasi Langsung, Cerita Kontekstual, Demonstrasi Visual, Eksperimen Praktik,
Demonstrasi Langsung, Praktik Mandiri Terbimbing, Inkuiri Terbuka, Refleksi Individu, Evaluasi Klasikal, dan Pen-
dampingan [Link] 2:Tanya Jawab Interaktif, Diskusi Klasikal, Visualisasi Contoh, Penugasan Waktu
Individual, Praktik Langsung Individu, Pameran Kelas & Refleksi.
KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
B. Peserta didik mampu mengamati, mengenali dan mengidentifikasi elemen rupa (warna, garis,
dan bentuk) di lingkungan sekitarnya.
C. Peserta didik mampu menggunakan dan menerapkan hasil pengamatan atau pengalaman kese-
hariannya pada karya 2 atau 3 dimensi.
D. Peserta didik mampu mengenal dan mengeksplorasi ruang jauh, menengah dan dekat.
E. CAPAIAN PEMBELAJARAN
ElemenCapaian PembelajaranMengalami
(Experiencing)Mengalami (Experiencing) Mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di
sekitar/karya seni [Link]
(Reflecting)Merefleksikan (Reflecting) Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas
menggunakan kosa kata seni rupa yang [Link] dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artisti-
cally)Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically) Mengenali dan menguji coba alat dan/atau
bahan yang dimiliki serta prosedur penggunaannya.’
Berdampak ((Impacting)Berdampak (Impacting) Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan
atau mewakili harapannya
F. PEMAHAMAN BERMAKNA
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat lebih mengenal dan menghargai lingkungan
sekitar dengan cara mengamati berbagai unsur rupa seperti warna, garis, dan bentuk yang ada di
sekeliling mereka. Kemampuan ini membantu peserta didik melatih kepekaan visual serta memban-
gun kesadaran terhadap keindahan dan keberagaman bentuk di alam maupun benda buatan manu-
sia.
Dengan pengamatan dan pengalaman keseharian tersebut, peserta didik diajak untuk menuangkan-
nya ke dalam karya dua atau tiga dimensi, baik berupa gambar, kolase, maupun bentuk rupa lainnya.
Kegiatan ini mendorong peserta didik untuk mengekspresikan ide, perasaan, dan imajinasinya secara
kreatif.
Selain itu, peserta didik juga dikenalkan pada konsep ruang (jauh, menengah, dekat), agar mereka
mampu menyusun objek dalam karya dengan memperhatikan letak dan jaraknya secara visual.
Pemahaman tentang ruang ini membentuk dasar kemampuan dalam menciptakan karya seni yang
utuh dan proporsional.
Secara keseluruhan, pembelajaran ini membekali peserta didik dengan kemampuan untuk melihat,
merasakan, dan menciptakan keindahan, serta mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan keterampi-
lan visual mereka sejak dini.
G. PERTANYAAN PEMANTIK
Mindful Learning
H. Apa yang kamu perhatikan ketika melihat meja atau kursi? Apakah setiap bagiannya memiliki
fungsi tertentu?
I. Apa yang kamu perhatikan ketika melihat warna-warna di sekitarmu? Apakah setiap warna memi-
liki makna tertentu?
Meaningful Learning
J. Mengapa warna primer penting dalam seni rupa? Bagaimana hal itu membantu kita menciptakan
warna lain?
K. Mengapa keseimbangan penting dalam kehidupan kita? Bagaimana hal itu memengaruhi dunia
seni rupa?
Joyful Learning
L. Jika kamu bisa menjadi seorang pelukis, warna apa yang paling seru untuk digunakan?
Bayangkan dirimu mencampur warna-warna baru!
M. Bayangkan dirimu sebagai seorang seniman. Karya apa yang paling seru untuk dibuat dengan
menggunakan keseimbangan?
N. PERSIAPAN PEMBELAJARAN
1. Guru menyiapkan kebutuhan pembelajaran seperti Media Ajar guru, menyiapkan lembar kerja
peserta didik, dsb.
2. Guru mempersiapkan alat, bahan, dan media pembelajaran yang diperlukan
O. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama (3 JP x 35 menit)
Sub topik: Eksplorasi Komposisi
Kegiatan PembelajaranAlokasi WaktuPendahuluan
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa dilanjutkan dengan pene-
gasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai suatu kegiatan dalam rangka menanamkan
keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan peserta didik, dan lain-
lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
Mindful Learning
Apa yang kamu perhatikan ketika melihat meja atau kursi? Apakah setiap bagiannya memiliki fungsi ter-
tentu?
Meaningful Learning
Mengapa keseimbangan penting dalam kehidupan kita? Bagaimana hal itu memengaruhi dunia seni rupa?
Joyful Learning
Bayangkan dirimu sebagai seorang seniman. Karya apa yang paling seru untuk dibuat dengan menggu-
nakan keseimbangan?
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya
kepada peserta didik:
"Apa yang membuat sebuah benda dapat berdiri tegak? Apakah keseimbangan hanya ada di benda mati
saja?"
"Menurutmu, bagaimana keseimbangan diterapkan dalam seni rupa?"
Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan
serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik selama proses pembelajaranjaran.15 menit
Kegiatan Inti
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan
Metode: Diskusi Interaktif dan Observasi Langsung
1. Guru memberikan ilustrasi mengenai Keseimbangan melalui pertanyaan pemantik, Lihatlah sekelilingmu. Ada
meja dan kursi di kelas kita. Menurutmu, apa yang membuat sebuah meja atau kursi dapat berdiri tegak dan
menopang berat tubuhmu?”. Arahkan siswa untuk mengamati struktur kaki meja dan kursi, “Apa yang terjadi jika
salah satu, dua atau tiga kakinya patah? Apakah meja dan kursi ini masih dapat berdiri tegak?”.
Deep Learning:
Mindful Learning: "Perhatikan dengan cermat setiap bagian meja/kursi. Apa yang bisa kamu simpulkan
dari strukturnya?"
Meaningful Learning: "Mengapa keseimbangan penting dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana hal itu
memengaruhi dunia seni rupa?"
Joyful Learning: "Bayangkan dirimu sebagai seorang desainer. Bentuk apa yang paling seru untuk dibuat
dengan menggunakan keseimbangan?"
Deep Learning:
Meaningful Learning: "Bagaimana keseimbangan membantu kita menciptakan karya seni yang harmo-
nis?"
4. Peserta didik melipat kertas lipat berwarnanya ke satu arah hingga menyerupai buku, kemudian akan meng-
guntingnya sesuai yang dikehendaki. Peserta didik akan menjepit kertas yang dilipat di salah satu tangan se-
hingga mereka akan menggunting sekaligus 2 lembar. Hasil guntingan ini akan tampak simetris (kanan dan kiri
sama persis ukuran dan bentuknya).
Diferensiasi Proses:
Berikan waktu tambahan bagi peserta didik yang membutuhkan bimbingan lebih lanjut selama praktik.
Gunakan alat bantu visual (misalnya gambar komposisi simetrikal) bagi kelompok yang membutuhkan, se-
mentara kelompok lain bekerja mandiri.
Sintaks 5: Refleksi
Metode: Refleksi Individu, Evaluasi Klasikal, dan Pendampingan Remedial
8. Peserta didik menuliskan nama dan membersihkan ruang kerjanya.
9. Peserta didik diminta untuk mengerjakan latihan tanpa bantuan. Pada saat yang sama, guru dapat men-
dampingi peserta didik yang mengalami kesulitan.
10. Guru dapat membahas jawaban dari setiap soal secara klasikal setelah peserta didik selesai mengerjakan se-
mua soal. Pada soal yang memiliki kemungkinan jawaban beragam dari peserta didik, guru dapat meminta pe-
serta didik tersebut untuk menjelaskan alasan dari jawabannya.
Disaat bersamaan, guru dapat mengambil penilaian.75 menitPenutup
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang telah
dilakukan.
2. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Guru dapat mengaitkan dengan Dimensi Profil Lulusan:
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Setiap karya seni diciptakan dengan keunikannya masing-masing. Ini menunjukkan betapa besar kuasa Al-
lah SWT yang menciptakan harmoni dalam alam semesta.
Kreativitas
Ketika kalian menciptakan komposisi simetrikal dan asimetrikal, kalian sedang menggunakan kreativitas
kalian untuk menciptakan sesuatu yang indah.
Kolaborasi
Ketika kalian bekerja sama dalam kelompok untuk berbagi ide, kalian belajar bekerja sama dan saling men-
dukung.
Komunikasi
etika kalian mempresentasikan karya seni dengan teman-teman, kalian sedang melatih kemampuan komu-
nikasi dan ekspresi.
Kemandirian
Ketika kalian menyelesaikan karya seni secara individu, kalian melatih rasa tanggung jawab dan ke-
mandirian."
4. Guru mengagendakan pekerjaan rumah.
5. Guru mengagendakan materi yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya.
Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu, Nasional/Daerah dilanjutkan dengan doa, mengu-
capkan salam. 15 menit
Pertemuan Kedua (3 JP x 35 menit)
Sub topik: Projek 4
Kegiatan PembelajaranAlokasi WaktuKegiatan Pendahuluan
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa dilanjutkan dengan
penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai suatu kegiatan dalam rangka menanamkan
keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan peserta didik, dan lain-
lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau bernyanyi. (Joyful Learning)
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning:
Mindful Learning:
Apa yang kamu perhatikan ketika melihat warna-warna di sekitarmu? Apakah setiap warna memiliki makna
tertentu?
Meaningful Learning:
Mengapa warna primer penting dalam seni rupa? Bagaimana hal itu membantu kita menciptakan warna
lain?
Joyful Learning:
Jika kamu bisa menjadi seorang pelukis, warna apa yang paling seru untuk digunakan? Bayangkan dirimu
mencampur warna-warna baru!
4. Guru mengadakan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya
kepa
"Apa yang kamu ketahui tentang keseimbangan? Apakah kamu pernah melihat contoh keseimbangan
dalam kehidupan sehari-hari?"
"Menurutmu, bagaimana keseimbangan dapat diterapkan dalam seni rupa?"
Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan menjelaskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan
serta hal-hal apa saja yang akan dinilai dari peserta didik selama proses pembelajaran15 menit
Kegiatan Inti
Sintaks 1: Pertanyaan Mendasar
Metode: Tanya Jawab Interaktif
1. Guru memulai dengan pertanyaan pemantik:
“Apa saja yang kamu lihat di tumbuhan-warnanya, bentuknya, atau garisnya?”
“Bagaimana tumbuhan bisa terlihat indah dalam gambar?”
Deep Learning (Meaningful Learning):
“Mengapa penting mengenal warna, bentuk, dan garis saat menggambar sesuatu dari alam?”
……………………. …………………….
NIP. - NIP. -
LAMPIRAN
Lampiran 1. Penilaian
1. PENILAIAN DIAGNOSTIK
1. Diagnostik Non Kognitif
Asesmen diagnostik non kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali hal-hal meliputi
kesejahteraan psikologi peserta didik, sosial emosi, aktivitas peserta didik selama belajar di rumah,
kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik, gaya belajar, karakter, dan minat peserta didik.
NoPertanyaanPilihan JawabanYaTidakApa kabar hari ini?Apakah ada yang sakit hari ini?Apakah kalian
dalam keadaan sehat?Apakah anak-anak merasa bersemangat hari ini?Apakah anak-anak sudah makan?
Apakah tadi malam sudah belajar?
2. Diagnostik Kognitif
NoPertanyaanApa yang kamu perhatikan ketika melihat meja atau kursi? Apakah setiap bagiannya memiliki fungsi
tertentu?Apa yang kamu perhatikan ketika melihat warna-warna di sekitarmu? Apakah setiap warna memiliki makna
tertentu?Mengapa warna primer penting dalam seni rupa? Bagaimana hal itu membantu kita menciptakan warna
lain?Mengapa keseimbangan penting dalam kehidupan kita? Bagaimana hal itu memengaruhi dunia seni rupa?Jika
kamu bisa menjadi seorang pelukis, warna apa yang paling seru untuk digunakan? Bayangkan dirimu mencampur
warna-warna baru!Bayangkan dirimu sebagai seorang seniman. Karya apa yang paling seru untuk dibuat dengan
menggunakan keseimbangan?
2. PENILAIAN FORMATIF
1. Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap
Pedoman Pengamatan Sikap
Kelas : …………………………………..
Hari, Tanggal : …………………………………..
Pertemuan Ke- : …………………………………..
Materi Pembelajaran : …………………………………..
NoNama Peserta DidikAspek PenilaianReligiusKomunikatifTanggung
JawabDemokratisBerilah tanda cek list (P) pada kolom yang tersedia jika peserta didik sudah
menunjukan sikap/perilaku tersebut.
LKPD
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
No. Absen :
A. Tujuan
Peserta didik mampu mengamati, mengenali dan mengidentifikasi elemen rupa (warna, garis, dan bentuk) di
lingkungan sekitarnya.
C. Instruksi Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Gambarlah dengan tema tumbuhan dengan komposisi yang seimbang.
3. Perkaya warna pada gambar yang kamu buat dengan mencampurkan beberapa warna.
4. Kalian juga dapat membuat gradasi warna dengan menggunakan pensil warna.
5. Pajang hasil karyamu di kelas.
Lampiran 3. Bahan Bacaan Untuk Peserta Didik dan Guru
Bahan bacaan untuk peserta didik dan guru diambilkan dari buku guru SENI RUPA untuk SD/MI kelas III
dan media ajar guru Indonesia serta bisa juga menambahkan dari sumber internet yang berkaitan dengan
materi yang dipelajari.
Lampiran 4. Glosarium
NoIstilahArtiKeseimbangankeadaan yang terjadi apabila semua gaya dan kecenderungan yang ada tepat diimbangi
atau dinetralkan oleh gaya dan kecenderungan yang sama, tetapi berlawananKolaseteknik penyusunan karya sastra
dengan cara menempelkan bahan-bahan, seperti ungkapan asing dan kutipan, biasanya dianggap tidak berhubun-
gan satu dengan yang lainKomposisicara berbagai elemen dan unsur seni disusun dan diatur dalam sebuah kar-
yaRadialberkenaan dengan atau menyerupai jari-jari lingkaranSimetrissama kedua belah bagiannya;
setangkup........................................
Lampiran 5. Daftar Pustaka
Raindriati, R. (2022). Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas III. Jakarta: Kementerian Pen-
didikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.