0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Panduan CSS: Selector dan Pseudo-class

Diunggah oleh

rekorinu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Panduan CSS: Selector dan Pseudo-class

Diunggah oleh

rekorinu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Selector

Ada beberapa

Yang pertama ada elemen HTML yang sdh kita buat sebelumnya, seperti h1, p, h2 dan tag-tag lain

Atau kita bisa membuat sendiri selector kita dengan menggunakan id atau class

Jika kita ingin memberikan jenis font pada body kan tinggal buat saja

Body { font-family: arial;}

Semisal ada h1 dan h2

Kita bisa memberikan masing-masing atau bisa juga di gruping dengan menggunakan tanda koma

Kita gunakan operator koma yg bisa diartikan dengan ”dan”

H1, h2 { color:green; }

Terus semisal h2 mau dikasih perlakuan lain masih bisa kita tambah dibawahnya semisal

H2 {font-stlye: italic;}

Dan seterusnya

Semisal ad aul dan ol, Kita tidak bisa menuliskan ol {color:orange;} maka warnanya tidak berubah, karena
yg berubah sebenarnya bukan ol tapi a di dalamnya, maka jika saya tulisakan

A {color; orange;} maka seluruh a akan berubah menjadi warna orange, padahal kita maunya :

A yg di dalam ul warna pink

A yg di dalam ol warna ungu

Maka kita bisa menggunakan operator spasi ul li a {color : orange;} atau ol lo a {color:red;}

Kemudian ada 2 paragraf (2p) gimana jika kita mau p yg atas merah, p yg bawah

Tidak bs menggunakan spasi lagi Paragraf tidak di dalam sesuatu yg berbeda seperti ol dan ul

Kita harus berikan dia selector khusus ada id dan class

<p id=”p1”> Lorem <p/>

Untuk id di css kalian tuliskan crash (tanda #)

#p1 { color:orange}

<p class=”p2”> Lorem <p/>

Klo kelas kita gunakan titik

.p2 {color:red;}

Di teori id-> knp sebaiknya tidak


digunakan CSS? Menggunakan Id bebannya lebih berat, ilustrasi elemen 1, class 10x lipat lebih berat, id
100x lipat lebih berat

Klo menggunakan class misal mau menambahkan class lagi bisa

<p class=”p2 cetak-tebal”> Lorem <p/>

Kit abisa menambahkan

.p2 {color:red;}

.cetak-tebal { font-weight: bold; }

[Link]-tebal { font-size: 30px; } (ini kita baca css tlg carikan saya paragraph tapi yg memiliki class cetak
tebal saja, jadi selain paragraph tidak akan di proses)

Pseudo-class
Knp Kelas semu? Sebenernya kelasnya ada tapi aktif di keadaan tertentu aja

Pseudo class ini terbagi menjadi beberapa tipe, pertama 1. Yg berhubungan dgn link a href, otomatis
warna nya berubah dgn lain (biru) pernah merhatikan klo sdh pernah di klik linknya itu dia berubah jd
ungu , nah ini karena pseudo class ini.

Hover, pc aktif ketika kita sorot elemen nya menggunkan mouse – ketika mouse nya di atas elemen maka
style nya aktif

Active, ketika klik pakai mouse

Visited, Ketika linknya sdh pernah dikunjungi sebelumnya maka warnanya berubah jadi ungu

Kita buat dlu list (10 link, dan 2 paragraf)

kita sudah buat class hello di hello word, kita coba untuk tipe link

awal nya semua link berwarna default yaitu biru kita bisa merubah warnanya dengan

Anda mungkin juga menyukai