LAMPIRAN 1
SATUAN ACARA PENYULUHAN
DIABETES MELLITUS
SATUAN ACARA PENYULUHAN
DIABETES MELLITUS
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN
KESEHATAN SURAKARTA
2024
16
17
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok Bahasan : Penyakit Sistem Metabolisme
Sub Topik Bahasan : Diabetes Melitus
Sasaran : Warga dengan diagnosis diabetes melitus
Tempat : Rumah warga
Metode : Ceramah, diskusi, dan tanya jawab
Media : Pamflet
Waktu : 30 menit
Pemateri : Mahasiswa KKN kelompok 30 RW 30 Kel. Mojosongo
A. TUJUAN
➢ Tujuan umum
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan masyarakat lebih tau tentang
penyakit diabetes mellitus dan dapat mengetahui pencegahan serta pengobatan.
➢ Tujuan khusus
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan masyarakat akan mampu:
1. Mengetahui pengertian dari penyakit diabetes mellitus
2. Mengetahui penyebab dari penyakit diabetes mellitus
3. Mengetahui tanda gejala dari penyakit diabetes mellitus
4. Mengetahui tipe dari diabetes mellitus
5. Mengetahui pencegahan dari penyakit diabetes mellitus
No Tahap Kegiatan Waktu
1. Pembukaan • Memberikan salam 5 menit
• Memperkenalkan diri
• Menjelaskan tujuan
• Kontrak waktu
2. Penyajian • Menyampaikan materi terkait 20 menit
1. Pengertian dari penyakit diabetes mellitus
2. Penyebab dari penyakit diabetes mellitus
3. Tanda gejala dari penyakit diabetes mellitus
4. Tipe dari diabetes mellitus
5. Pencegahan dari penyakit diabetes mellitus
6. DAGUSIBU (DApatkan, Gunakan, SImpan, BUang)
obat diabetes.
18
3 Penutup • Memberikan peranyaan sebagai evauasi 5 menit
• Menyimpulkan bersama-sama hasil kegiatan
penyuluhan
• Menutup penyuluhan dan mengucapkan salam
B. EVALUASI
Setelah dilakukan penyuluhan ini diharapkan
1. Masyarakat dapat mengetahui pengertian dari penyakit diabetes mellitus
2. Masyarakat dapat mengetahui penyebab dari penyakit diabetes mellitus
3. Masyarakat dapat mengetahui tanda gejala dari penyakit diabetes mellitus
4. Masyarakat dapat mengetahui tipe dari diabetes mellitus
5. Masyarakat dapat mengetahui pencegahan dari penyakit diabetes mellitus
6. Masyarakat dapat mengetahui pentingnya meminum obat secara teratur
7. Masyarakat dapat mengetahui penerapan DAGUSIBU obat
19
MATERI PENYULUHAN
DIABETES MELITUS
A. PENGERTIAN
Suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar glukosa darah yang melebihi nilai
normal secara menahun. Sebutan Glukosa darah sering dikenal oleh masyarakat
dengan gula darah.
B. PENYEBAB
Seseorang bisa dikatakan menderita kencing manis karena beberapa penyebab, yaitu:
• Tidak melakukan pemeriksaan gula darah secara teratur. Begitu terdapat gejala
seperti lemas ataupun seperti gejala yang disebutkan sebelumnya, periksakan
segera diri Anda ke dokter. Kadang kencing manis bisa ditanggulangi dengan
pendeteksian dini.
• Nutrisi yang tidak seimbang. Pola makan seseorang yang tidak memiliki nutrisi
seimbang cenderung meningkatkan gula darah. Menu makanan yang hanya
didominasi oleh karbohidrat, lemak, dan makanan berkolesterol membuat darah
akan penuh dengan kolesterol. Lain halnya dengan serat dan sayuran yang membuat
nutrisi terserap sempurna.
• Aktifitas fisik yang tidak seimbang. Ketika jam kerja selama 8 jam hanya
didominasi oleh kegiatan duduk saja, maka otot tubuh tidak akan terlatih dengan
baik. Terlebih lagi peredaran darah akan tersumbat karena darah tidak mengalir
ketika kolesterol dan lemak jahat dalam darah tidak dikeluarkan melalui aktifitas
fisik yang menghasilkan keringat.
• Mengonsumsi minuman yang disertakan Pemanis Buatan. Kadar glukosa berlebih
dalam darah juga bisa disebabkan oleh pemanis buatan. Mengapa begitu? Karena
pemanis sederhana tidak memerlukan waktu lama untuk diserap oleh tubuh,
sedangkan pemanis buatan akan bertahan dalam darah dan merusak sistem kerja
insulin.
• Cemilan tidak sehat. Apa yang kita konsumsi merupakan pilihan. Jika tidak pintar
dalam memilih cemilan, seperti coklat atau es krim, maka glukosa dalam darah
meningkat. Pilihlah dengan pintar cemilan yang menyehatkan bagi aliran darah dan
tentu saja diri anda, seperti buah, sayur ataupun biji-bijian.
20
C. TANDA GEJALA
Diabetes seringkali muncul tanpa gejala. Namun demikian ada beberapa gejala yang
harus diwaspadai sebagai syarat kemungkinan diabetes. Gejala tipikal yang sering
dirasakan penderita diabetes antara lain poliuria (sering buang air kecil), polidipsia
(sering haus), dan polifagia (banyak makan/ mudah lapar). Selain itu sering pula
muncul keluhan penglihatan kabur, koordinasi gerak anggota tubuh terganggu,
kesemutan pada tangan atau kaki, timbul gatal-gatal yang seringkali sangat
mengganggu (pruritus), dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.
• Pada DM Tipe I gejala klasik yang umum dikeluhkan adalah poliuria, polidipsia,
polifagia, penurunan berat badan, cepat merasa lelah (fatigue), iritabilitas, dan
pruritus (gatal-gatal pada kulit).
• Pada DM Tipe 2 gejala yang dikeluhkan umumnya hampir tidak ada. DM Tipe 2
seringkali muncul tanpa diketahui, dan penanganan baru dimulai beberapa tahun
kemudian ketika penyakit sudah berkembang dan komplikasi sudah terjadi.
Penderita DM Tipe 2 umumnya lebih mudah terkena infeksi, sukar sembuh dari
luka, daya penglihatan makin buruk, dan umumnya menderita hipertensi,
hiperlipidemia, obesitas, dan juga komplikasi pada pembuluh darah dan syaraf.
D. GEJALA
Berdasarkan gejalanya Diabetes Melitus dibagi menjadi 2, yaitu gejala utama dan
gejala tambahan. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Gejala Utama:
a. Intensitas buang air kecil yang cukup sering
b. Cepat merasa lapar
c. Sering merasa haus
2. Gejala Tambahan:
a. Berat badan menurun cepat tanpa ada penyebab yang jelas
b. Kesemutan
c. Gatal di daerah kemaluan pada wanita
d. Keputihan pada wanita
e. Luka yang sulit sembuh
f. Impotensi pada pria
g. Bisul yang hilang timbul
21
h. Penglihatan yang kabur
i. Cepat lelah
j. Mudah mengantuk
E. TIPE DIABETES
1. DM tipe 1 : DM yang disebabkan tidak adanya produksi insulin sama sekali.
2. DM tipe 2 : DM yang disebabkan tidak cukup dan tidak efektifnya kerja
insulin.
3. DM Gestasional : DM yang terjadi saat kehamilan
4. DM tipe lainnya :DM tipe lain yang disebabkan oleh pemakaian obat,
penyakit lainlain, dsb.
F. PENCEGAHAN
Adapun program penanggulangan Diabetes bisa dilakukan dengan berbagai macam
cara diantaranya:
• Pemeriksaan Kesehatan Secara Teratur
Pedulilah akan kesehatan Anda. Banyak orang mengabaikan gejala tipe 2 karena
merasa badan sehat-sehat saja. Diabetes yang tidak dideteksi secara dini dapat
menyebar ke organ lain dan menimbulkan penyakit komplikasi. Kalau anda ingin
yakin terbebas, maka jalan satu-satunya yang paling efektif yaitu melakukan
pemeriksaan kesehatan. Tes atau screening bisa dilayani di setiap fasilitas
penyedia kesehatan, seperti fasilitas kesehatan, tempat praktek dokter, klinik atau
laboratorium.
• Menjalani Pengobatan Secara Intensif
Tujuan pengobatan jelas untuk membuat gula darah mendekati normal ataupun
menjadi normal. Walaupun pengobatan dijalani secara intensif, pemilihan
makanan dan aktifitas sangatlah menentukan akan normalnya gula darah. Jangan
membeli obat bebas, karena obat diabetes hanya boleh ditebus dengan resep
dokter. Obat anti diabetes ada yang dimasukkan secara oral berupa tablet ataupun
obat dalam bentuk injeksi. Insulin yang diinjeksikan wajib untuk penderita
Diabetes tipe 1 sedangkan untuk tipe 2 digunakan obat oral.
• Aktif Secara Fisik
Setelah obat, maka penderita Diabetes haruslah aktif secara fisik, artinya segala
kegiatan fisik haruslah dilakukan agar membantu kadar gula dalam darah keluar
dan darah kembali memproduksi insulin. Penelitian menunjukkan bahwa orang
22
yang punya aktifitas fisik punya resiko lebih kecil sebanyak 30-50% dibandingkan
dengan individu pasif.
• Memperbaiki Kualitas Makanan
Penderita Diabetes ataupun Anda yang ingin bebas haruslah mempunyai diet
seiring dengan itu, kualitas makanan sangat mendapatkan peranan penting bagi
penderita Diabetes. Perbanyak makanan sehat yang dianjurkan oleh para penderita
Diabetes. Kurangi gula, minyak, dan semua makanan berlemak lainnya. Ingatlah
untuk selalu mengikutkan buah ke dalam menu Anda. Gangguan kulit serta
infeksinya mengharuskan penderita Diabetes untuk wajib perhatikan.
• Dukungan Masyarakat
Masyarakat bisa memberikan dukungan untuk para penderita Diabetes dengan
aktivitas yang berhubungan dengan fisik, seperti berjalan kaki menelusuri taman.
Selain itu, masyarakat perlu ditanamakan tentang kesadaran untuk mengobati
Diabetes serta komplikasinya. Advokasi akan penyakit Diabetes pun harus
dilakukan juga sehingga aktifitas fisik menjadi semakin bertambah lagi
peminatnya. Tempat-tempat publik pun harus turut mendukung Indonesia bebas
Diabetes. Penyediaan gula non kalori harus lebih diperbanyak. Para penderita
Diabetes pun layak mendapat perlakuan yang sama dengan manusia yang lainnya.
G. DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, Buang)
1) DA (dapatkan obat)
Belilah obat di tempat yang paling terjamin, yaitu di Apotek. Penyimpanan obat di
Apotek lebih terjamin sehingga obat sampai ke tangan pasien dalam kondisi baik
(keadaan fisik dan kandungan kimianya belum berubah). Untuk mendapatkan obat
dengan benar mari datanglah ke Apotek, karena Apotek merupakan tempat
pelayanan obat resmi sehingga kita dapat berkonsultasi dengan Apoteker di Apotek
untuk mendapatkan obat yang aman, berkualitas dan bermanfaat Tips untuk
mendapatkan obat dengan benar yaitu:
a. Perhatikan informasi yang terdapat pada brosur dan kemasan.
b. Perhatikan kadaluarsa obat.
c. Tebuslah resep dokter di Apotek yang jelas legalitasnya.
2) Gu (gunakanobat)
Gunakan obat dengan benar. Penggunaan obat harus sesuai dengan aturan yang
tertera pada wadah atau etiket. Pastikan Apoteker memberitahukan cara pemakaian
23
obat yang diberikan dengan jelas,khususnya untuk obat dengan sediaan yang tidak
terlalu dikenal oleh Masyarakat umum.
3) Si (Simpan obat)
Supaya obat yang dipakai tidak rusak maka perlu menyimpan obatdengan benar,
sesuai dengan petunjuk pemakaian yang ada di dalam kemasan. Kebanyakan obat
tidak boleh terpapar oleh sinar matahari secara langsung untuk itu obat perlu di
simpan di tempat yang tertutup dan kering. Selain itu jauhkan obat dari anak-anak
dengan penyimpannya ditempat yang sulit dijangkau oleh anak-anak. Konsultasi
dengan apoteker di Apotek tentang cara penyimpanan obat karena setiap obat
memerlukan kondisi penyimpanan yang berbeda.
Tips untuk penyimpanan obat dengan benar yaitu:
a. Baca aturan penyimpanan obat pada kemasan.
b. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
c. Kunci almari penyimpanan
4) Bu(buang obat)
Bila obat telah kadaluarsa atau rusak maka obat tidak boleh diminum, untuk itu obat
perlu dibuang. Obat jangan dibuang secara sembarangan, agar tidak di salah
gunakan. Obat dapat dibuang dengan terlebih dahulu dibuka kemasannya, direndam
dalam air, lalu dipendam didalam tanah. Cara untuk membuang obat dengan benar
yaitu:
a. Hilangkan label pada wadah kemasan.
b. Untuk obat berbentuk tablet dan kapsul dihancurkan dan dicampur dengan tanah,
masukkan ke plastik dan buang.
DAFTAR PUSTAKA
KEMENKES. 2018. Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Penyakit
Diabetes Mellitus. [Link]
diabetesmelitus
UPK KEMENKES RI. 2021. Mengenal Gejala Diabetes
Melitus. [Link]
P2PTM Kemenkes RI.2018. Apa Saja Tipe Penyakit DM?.
[Link]
diabetesmelitus/page/14/apa-saja-tipe-penyakit
24
LEAFLET
25
LAMPIRAN 2
DOKUMENTASI
A. Observasi keadaan Ny. R
B. Penyuluhan