Hukum dan Rukun Thaharah dalam Islam
Hukum dan Rukun Thaharah dalam Islam
ISLAM
Islam adalah agama yang dibawa oleh nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam untuk
memberi petunjuk kepada manusia dan kebahagiaan mereka.
HUKUM ISLAM
1. Wajib
Wajib adalah sesuatu yang jika dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan mendapat
siksa.
a. Fardlu ‘ain
Fardlu ‘ain adalah sesuatu yang harus dikerjakan oleh setiap orang mukallaf . seperti Shalat lima
waktu dan puasa romadlon
b. Fardlu kifayah.
fardlu kifayah adalah sesuatu yang harus dikerjakan oleh semua orang mukallaf, akan tetapi jika
salah satu dari mereka sudah ada yang mengerjakan, maka gugur kewajiban tersebut bagi lainnya.
seperti Shalat jenazah.
2. Haram.
haram adalah sesuatu yang jika dikerjakan mendapat siksa dan jika ditinggalkan mendapat
pahala.
3. Sunnat
Sunnat adalah sesuatu yang jika dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak
mendapat siksa
4. Makruh
Makruh adalah sesuatu yang jika dikerjakan tidak mendapat siksa dan jika ditinggalkan
mendapat pahala
5. Mubah
Mubah adalah sesuatu yang jika dikerjakan tidak mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak
mendapat siksa.
1
RUKUN ISLAM
1. Meyakini bahwa tidak ada tuhan selain Alloh dan nabi Muhammad shollallohu ‘alahi wasallam
utusan alloh
2. mendirikan Shalat
3. membayar zakat
4. puasa romadlon
5. haji ke baitulloh
SYAHADAT
Lafad Syahadat adalah أشهد أن الإله اّالالله وأشهد أّن محّمدا رسول الله
Ma’na Syahadat adalah : meyakini bahwa alloh itu maha esa, tidak ada sekutu baginya untuk
disembah dan tidak ada sekutu didalam kerjaan Alloh, serta meyakini bahwa nabi Muhammad adalah
utusan alloh kepada semua Makhluq.
SHALAT
Shalat adalah : ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan di akhiri dengan salam
dengan syarat-syarat tertentu.
1. dzuhur
2. ashar
3. maghrib
4. ‘isya’
5. shubuh
SYARAT-SYARAT SHALAT
Waktu Shalat dzukur dimulai dari tergelincirnya matahari sampai pada ukuran bayangan
suatu benda sama dengan benda tersebut.
waktu Shalat ashar dimulai dari ukuran bayangan suatu benda melebihi ukuran benda
tersebut sampai terbenamnya matahari.
waktu Shalat maghrib dimulai dari terbenamnya matahari sampai hilangnya mega merah.
2
Waktu Shalat ‘isya’ dimulai dari hilangnya mega merah sampai terbitnya fajar shodiq
Waktu Shalat shubuh dimulai dari terbitnya fajar shodiq sampai terbitnya matahari
Macam-macam air
1. suci dan mensucikan: yaitu air yang turun dari langit atau bersumber dari bumi yang tiidak
berubah sifatnya dan tidak terkena najis, juga belum pernah digunakan untuk menghilangkan
hadats atau najis.
Sifat-sifat air ada tiga yaitu : 1. rasa 2. warna 3. bau
2. air yang suci tidak menyucikan ada dua, yaitu:
air kurang dari dua qullah yang pernah digunakan untuk menghilangkan hadats atau najis,
jika sifatnya tidak berubah, dan beratnya tidak bertambah
air yang berubah sifatnya karena bercampur dengan perkara suci
3. air terkena najis
Pertama adalah air yang kurang dari dua qullah yang terkena najis
kedua adalah air dua qullah atau lebih yang terkena najis dan berubah sifat-sifatnya.
dua Qullah adalah istilah dari air yang memenuhi wadah yang panjang, lebar dan
tingginya 60 cm, atau sebanyak 216 liter
WUDLU’
RUKUN WUDLU’
3
2. Membasuh wajah
Batas-batas wajah adalah : dari tempat tumbuhnya rambut sampai pangkal dagu dan dari
telinga kanan sampai telinga kiri.
3. Membasuh kedua tangan serta siku-siku
4. Mengusap sebagian kepala
5. Membasuh kedua kaki serta mata kaki
6. Berurutan (tartib)
SUNNAT-SUNNAT WUDLU
MANDI
RUKUN MANDI
1. Niat dalam hati ketika membasuh bagian pertama dari anggota tubuh. Lafadznya adalah;
1. Membaca basmalah
2. WUDLU sebelum mandi
3. Terus menerus (muwalah)
4. Mendahulukan anggota badan sebelah kanan
Hal-hal yang diharamkan bagi orang yang berhadats kecil ada tiga yaitu:
HAL-HAL YANG DIHARAMKAN BAGI ORANG YANG JUNUB ( HABIS KELUAR MANI
ATAU BERSETUBUH)
5
Hal-hal yang diharamkan bagi orang yang junub ada lima
1. Shalat
2. Thawaf
3. Menyentuh dan membawa mushaf
4. Membaca alquran, Hukum haram ini berlaku jika ia memang bermaksud membaca Al-
Qur’[Link] tidak bermaksud membaca al-Qur’an, maka diperbolehkan.
5. Berdiam diri didalam masjid
Hal-hal yang diharamkan bagi orang haidl dan nifas ada tujuh:
1. Shalat
2. Thawaf
3. Menyentuh dan membawa Mushaf
4. Membaca Alquran, Hukum haram ini berlaku jika ia memang bermaksud membaca Al-
Qur’[Link] tidak bermaksud membaca al-Qur’an, maka diperbolehkan.
5. Berdiam diri didalam masjid
6. Puasa
7. Bersetubuh atau bersenang-senang pada bagian anggota tubuh diantara pusat dan lutut tanpa
adanya penghalang
Najis adalah : segala sesuatu yang menjijikkan dan mencegah sahnya Shalat, ketika tidak ada
yang meringankan.
Yang masuk pada jenis najis ini adalah anjing, babi dan binatang yang lahir dari keduanya
( perkawinan silang antara anjing dan babi), atau keturunan silang dengan hewan lain yang suci.
Membasuh dengan air sebanyak tujuh kali dan salah satu basuhannya dicampur dengan debu
yang suci.
Benda dan sifat najis harus sudah hilang pada basuhan pertama, jika tidak maka harus diulang
ulang sampai hilang, baru dilanjutkan basuhan yang kedua dst. Jadi yang dianggap sebagai basuhan
yang pertama adalah basuhan yang menghilangkan benda dan sifat dari najis Mugholladzah.
a. Najis Mutawassithah ‘ainiyyah, yaitu najis yang salah satu dari benda, rasa, bau dan warnanya
masih ada.
6
Najis jenis ini ada 15 macam:
Tempat yang terkena najis dibasuh dengan air sampai benda dan sifat-sifat najis ( rasa, bau d an warna)
hilang
Apabila rasa najis sulit dihilangkan, atau bau yang disertai warna sulit dihilangkan maka sudah
dianggap suci.
b. Najis Mutawassithah hukmiyah, yaitu: najis yang yang benda, rasa, bau , dan warnanya sudah
tidak [Link] air kencing yang yang sudah kering dan tidak tidak ada rasa, bau, maupun
warnanya ( tidak tampak sifat-sifatnya).
Najis Mukhaffafah adalah najis yang ringan. Yang masuk dalam kategori Mukhaffafah hanyalah
kencing bayi laki-laki yang belum makan apa-apa selain ASI dan umurnya belum mencapai dua tahun
Cara menyucikannya adalah cukup dengan memercikkan air pada tempat yang terkena najis,
setelah menghilangkan benda dan sifat-sifat najisnya terlebih dahulu.
7
SYARAT SEBELUM MELAKSANAKAN SHALAT YANG KETIGA
Aurot laki-laki ketika Shalat adalah anggota tubuh diantara pusar dan lutut
Aurot perempuan merdeka krtika Shalat adalah seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telpak
tangan.
yang perlu diperhatikan dalam pemakain rukuh, wajah bagian pinggir juga harus ditutupi,
termasukjuga dagu bagian bawah. Sebaiknya menggunakan rukuh dengan model tidak terpotong
untuk menghindari terbukanya aurot pada saat takbir dan ruku’.
Penutup aurot yang memenuhi syarat adalah yang bias menutupi warna kulit.
Orang yang Shalat dengan brdiri atau duduk , waib menghadap qiblat dengan dada
Orang yangShalat dengan tidur miring wajib menghadap qiblat dengan dada dan wajahnya
Orang yang Shalat dengan tidur terlentang wajib menghadap qiblat dengan dada dan kedua
telapak kakinya.
RUKUN SHALAT
Niat adalah menghendaki sesuatu bersaman dengan melakukannya, dan tempatnya adalah
didalam hati.
Yang dimaksud disini adalah menggambarkan didalam hati bentuk shalat secara global , diserati
bermaksud melakukannya , menyatakan kefardluan dan menentukan shalatnya( semisal dzuhur).
Sedangkan yang dimaksud dengan bersamaan adalah membersamakan gambaran hati tersebut dalam
takbir.
إماما) لله تعالى/ أصلي فرض الظهر أربع ركعات مستقبل القبلة أداء(مأموما
إماما) لله تعالى/ أصلي فرض العصر أربع ركعات مستقبل القبلة أداء(مأموما
إماما) لله/ أصلي فرض المغرب ثالث ركعات مستقبل القبلة أداء(مأموما
تعالى
إماما) لله تعالى/ أصلي فرض العشاء أربع ركعات مستقبل القبلة أداء(مأموما
إماما) لله تعالى/ أصلي فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة أداء(مأموما
2. Berdiri ketika Shalatnya fardlu bagi orang yang mampu
8
3. Takbirotul ikhrom. Lafadz adalah ” “ الله أكبر
4. Membaca surat al fatihah disetiap rakaat
a. tartib, yaitu sesuai dengan urutan ayat yang ada didalam alquran
b. Muwaalah, yaitu berkesinambungan antara satu kalimat dengan kalimat berikutnya, tidak
dipisah dengan diam atau membaca dzikir yang tidak ada hubungannya dengan Shalat
c. Harus dibaca lengkap
d. Menyuarakan tasydidnya yang jumlahnya ada 14
e. Mengucapkan huruf dengan benar( sesuai makhrajnya)
5. Ruku’.batas minimal ruku’ adalah membungkunk , tidak Ndegek, kira2 kedua tangan bisa meraih
lutut
6. Tuma’ninah ketika ruku’. Thuma’ninah adalah diam sejenak dintara dua gerakan
7. I’tidal. Yaitu kembali ke posisi semula sebelum ruku’
8. Thuma’ninah ketika I’tidal
9. Sujud dua kali. Sujud secara syari’at adalah meletakkan tujuh anggota badan diatas tempat Shalat
Tujuh anggota badan tersebut adalah: kening, dua lutut,dua telapak tangan,dan bagian dalam
jari2 kedua kaki. Sudah dianggap cukup dengan menempelkan sebagian saja.
10. Thuma’ninah ketika sujud
11. Duduk diantara dua sujud
12. Thuma’ninah kettika duduk diantara dua sujud
13. Duduk tasyahhud akhir
14. Membaca tasyahhud
Lafadz tasyahhud yang paling sempurna adalah:
َأ
الَّتِح َّياُت اْلُمَباَر َكاُت الَّصَلَواُت الَّطِّيَباُت ِلَّلِه الَس اَل ٌم َعَلْيك ُّيَها النبي َوَر ْح َمُة الَّلِه
َأ َأ َأ َأ
َوَبَر َكاُتُه الَس اَل ٌم َعَلْيَنا َوَعَلى ِع َباِد الَّلِه الَّص اِلِح يَن ْش َهُد ْن اَل إَلَه إاَّل الَّلُه َو ْش َهُد َّن
ُمَح َّمًدا رسول الَّلِه
SUJUD SAHWI:
Sujud sahwi adalah sujud dua kali yang dilakukan setelah tasyahhud dan sebelum salam
Sebab-sebab disunnatkan melakukan sujud sahwi sebagai berikut:
1. Meninggalkan sebagian dari sunnat ab’adl Shalat
2. Melakukan sesuatu karena lupa yang bila disengaja membatalkn Shalat, seperti berbicara sedikit
karena lupa
3. Ragu-ragu dalam bilangan rokaat. Bila ragu-ragu dalam bilangan roka’at , maka yang harus
diyaqini adalah bilangan yang sedikit kemudian menyempurnakannya lalu sujud sahwi
4. Memindah rukun qawliy yang tidak membatalkan Shalat , seperti mengulang fatihah pada waktu
ruku’.
2. Sunnat hay’at
Sunnat hay’at yaitu sesuatu yang bukan rukun, dan bukan sunnat ab’adl dan tidak boleh diganti dengan
sujud sahwi
Sunnat hay’at antara lain:
1. Mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu ketika takbirotul ihrom, akan ruku’,bangundari
ruku’, dan ketika berdiri dari tasyahhud awal
2. Meletakkan tangan kanan dibawah tangan kiri dibawah dada dan diatas pusar
3. Membaca do’a iftitah. Lafadznya adalah:
وسبحان الله بكرة وأصيال إني َوَّج ْهت َوْج ِهي ِلَّلِذي َفَطَر َأ
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا
اَل
ْن ا ُمْش َأِرِكيَن إَّن َص ِتي َوُنُس ِكي َوَمْحَياَيْل الَّسَمَواِت َواَأْلْرَض َح ِنيًفا ُمْس ِلًما َوَما َنا ِم
ُأ
َوَمَماِتي ِلَّلِه َر ِّب اْلَعاَلِميَن اَل َش ِريَك َلُه َوِبَذِلَك ِمْر ُت َو َنا ِمْن اْلُمْس ِلِميَن
4. Membaca ta’awwudz. Lafadz yang paling utama adalah :
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
5. Membaca dengan keras pada tempatnya, membaca dengan samar pada tempatnya
6. Membaca “AAmiiin” setelah fatihah
7. Membaca surat setelah fatihah pada roka’at pertama dan kedua bagi selain ma’mum yang
mendengar bacaan imam
8. Membaca takbir ketika bangun dan turun
9. Membaca “ ”سمع الله لمن حمدهketika mengangkat kepala dari ruku’
10. Membaca “”ربنا لك الحمد ملء السموات وملء األرض وملء ما شئت من شيء بعد
ketika I’tidal
11. Membaca “ “ سبحان ربي العظيم وبحمدهtiga kali ketika ruku’
12. Membaca “ “ سبحان ربي األعلى وبحمدهtiga kali ketika sujud
13. Meletakkan kedua tangan diatas paha ketika duduk tasyahhud awwal dan tasyahhud akhir sambil
membuka tangan kiri dan menggenggam tangan kanan kecuali jari telunjuk
14. Duduk iftirasy
15. Duduk tawarruk pada tasyahhud akhir
10
16. Salam yang kedua
12
13