0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan13 halaman

Hukum dan Rukun Thaharah dalam Islam

Diunggah oleh

Eka Febriana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan13 halaman

Hukum dan Rukun Thaharah dalam Islam

Diunggah oleh

Eka Febriana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH UDUDIYYAH

Thaharah dah Shalat

ISLAM

Islam adalah agama yang dibawa oleh nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam untuk
memberi petunjuk kepada manusia dan kebahagiaan mereka.

HUKUM ISLAM

hukum islam ada Lima, yaitu:

1. Wajib

Wajib adalah sesuatu yang jika dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan mendapat
siksa.

Wajib artinya sama dengan fardlu.

fardlu ada dua macam, yaitu:

a. Fardlu ‘ain

Fardlu ‘ain adalah sesuatu yang harus dikerjakan oleh setiap orang mukallaf . seperti Shalat lima
waktu dan puasa romadlon

b. Fardlu kifayah.

fardlu kifayah adalah sesuatu yang harus dikerjakan oleh semua orang mukallaf, akan tetapi jika
salah satu dari mereka sudah ada yang mengerjakan, maka gugur kewajiban tersebut bagi lainnya.
seperti Shalat jenazah.

2. Haram.

haram adalah sesuatu yang jika dikerjakan mendapat siksa dan jika ditinggalkan mendapat
pahala.

3. Sunnat

Sunnat adalah sesuatu yang jika dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak
mendapat siksa

4. Makruh

Makruh adalah sesuatu yang jika dikerjakan tidak mendapat siksa dan jika ditinggalkan
mendapat pahala

5. Mubah

Mubah adalah sesuatu yang jika dikerjakan tidak mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak
mendapat siksa.

1
RUKUN ISLAM

Rukun Islam ada lima yaitu:

1. Meyakini bahwa tidak ada tuhan selain Alloh dan nabi Muhammad shollallohu ‘alahi wasallam
utusan alloh
2. mendirikan Shalat
3. membayar zakat
4. puasa romadlon
5. haji ke baitulloh

SYAHADAT

Lafad Syahadat adalah ‫أشهد أن الإله اّالالله وأشهد أّن محّمدا رسول الله‬

Ma’na Syahadat adalah : meyakini bahwa alloh itu maha esa, tidak ada sekutu baginya untuk
disembah dan tidak ada sekutu didalam kerjaan Alloh, serta meyakini bahwa nabi Muhammad adalah
utusan alloh kepada semua Makhluq.

SHALAT

Shalat adalah : ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan di akhiri dengan salam
dengan syarat-syarat tertentu.

Shalat fardlu ada lima yaitu;

1. dzuhur
2. ashar
3. maghrib
4. ‘isya’
5. shubuh

SYARAT-SYARAT SHALAT

Syarat-syarat sebelum melaksanakan Shalat ada empat , yaitu:

1. mengetahui masuknya waktu Shalat


2. suci dari hadats kecil dan besar serta suci badan, tempat dan pakaian dari najis
3. menutup ‘aurot
4. menghadap qiblat

SYARAT SEBELUM MELAKUKAN SHALAT YANG PERTAMA

syarat sebelum melakukan Shalat yang pertama adalah:

mengetahui waktu Shalat

 Waktu Shalat dzukur dimulai dari tergelincirnya matahari sampai pada ukuran bayangan
suatu benda sama dengan benda tersebut.
 waktu Shalat ashar dimulai dari ukuran bayangan suatu benda melebihi ukuran benda
tersebut sampai terbenamnya matahari.
 waktu Shalat maghrib dimulai dari terbenamnya matahari sampai hilangnya mega merah.
2
 Waktu Shalat ‘isya’ dimulai dari hilangnya mega merah sampai terbitnya fajar shodiq
 Waktu Shalat shubuh dimulai dari terbitnya fajar shodiq sampai terbitnya matahari

SYARAT SEBELUM MELAKSANAKAN SHALAT YANG KEDUA.

syarat sebelum melaksanakan Shalat yang kedua adalah : THOHAROH ( BERSESUCI)


thoharoh adalah melakukan sesuatu yang menjadikan sahnya Shalat.
thoharoh ada dua macam yaitu:
1. WUDLU, mandi dan tayammum sebagai ganti dari wudlu dan mandi.
2. menghilangkan najis

Alat thoharoh ( bersesuci)

Alat thoharoh(bersesuci )ada empat yaitu:

1. air, sebagai alat untuk wudlu, mandi dan menghilangkan najis


2. Debu, sebagai Alat Untuk tayammum dan menghilangkan najis Mughalladzah
3. Batu, sebagai alat untuk istinjak
4. Menyamak, untuk menyucikan kulit bangkai

Macam-macam air

macam-macam air ada lima yaitu:

1. suci dan mensucikan: yaitu air yang turun dari langit atau bersumber dari bumi yang tiidak
berubah sifatnya dan tidak terkena najis, juga belum pernah digunakan untuk menghilangkan
hadats atau najis.
 Sifat-sifat air ada tiga yaitu : 1. rasa 2. warna 3. bau
2. air yang suci tidak menyucikan ada dua, yaitu:
 air kurang dari dua qullah yang pernah digunakan untuk menghilangkan hadats atau najis,
jika sifatnya tidak berubah, dan beratnya tidak bertambah
 air yang berubah sifatnya karena bercampur dengan perkara suci
3. air terkena najis

Air yang teerkena najis ada dua:

 Pertama adalah air yang kurang dari dua qullah yang terkena najis
 kedua adalah air dua qullah atau lebih yang terkena najis dan berubah sifat-sifatnya.
 dua Qullah adalah istilah dari air yang memenuhi wadah yang panjang, lebar dan
tingginya 60 cm, atau sebanyak 216 liter
 WUDLU’

RUKUN WUDLU’

Rukun wudlu ada enam yaitu:

1. Niat dalam hati ketika membasuh wajah

Lafadz niat adalah:

‫نويت الوضوء لرفع الحدث األصغر لله تعالى‬

3
2. Membasuh wajah
 Batas-batas wajah adalah : dari tempat tumbuhnya rambut sampai pangkal dagu dan dari
telinga kanan sampai telinga kiri.
3. Membasuh kedua tangan serta siku-siku
4. Mengusap sebagian kepala
5. Membasuh kedua kaki serta mata kaki
6. Berurutan (tartib)

SUNNAT-SUNNAT WUDLU

Sunnat Sunnat wudlu antara lain:

1. membaca bismillah , dilakukan bersamaan dengan membasuh telapak tangan sebelum


berwudlu.
2. Niat melakukan sunnah wudlu didalam hati bersamaan dengan membasuh telapak tangan
sebelum berwudlu.
3. Bersiwak sebelum Wudlu’
4. Membasuh dua telapak tangan. Dilakukan bersamaan dengan membaca basmalah.
5. Berkumur. Cara yang paling sempurna adalah dengan memutarkan air dalam mulut lalu
mengeluarkannya.
6. Menghirup air kedalam hidung (istinsyaq ).cara yang paling sempurna adalah dengan
menghirup air lalu disemprotkan.
 Brkumur dan istinsyaq Sunnat dikumpulkan didalam tiga cidukan air. Maksudnya: satu ciduk
air dibuat berkumur, dan sisanya untuk istinsyaq dan begitu seterusnya sampai tiga kali.
7. Mengusap seluruh kepala.
8. Mengusap bagian luar dan dalam telinga dengan air yang baru secara bersamaan.
9. Menyelat –nyelati jari jemari kedua tangan dan kaki
10. Mendahulukan bagain kanan dalam membasuh tangan dan kaki .
11. Mengulang tiga kali ( tatslits).
12. Terus-menerus (Muwaalah). Yaitu: segera melanjutkan anggota wudlu berikutnya sebelum
keringnya air dianggota wudlu sebelumnya.
13. Menggosok – gosok anggota wudlu.
14. Membaca do’a setelah wudlu.
Lafadznya adalah:
‫َأ‬ ‫َأ‬ ‫َأ‬ ‫َأ‬
‫ْش َهُد ْن اَل إَلَه إاَّل الَّلُه َوْحَدُه اَل َش ِريَك َلُه َو ْش َهُد َّن ُمَح َّمًدا َعْبُدُه َوَر ُس وُلُه الَّلُهَّم اْجَعْلِني ِمْن‬
‫الَّتَّواِبيَن َواْجَعْلِني ِمْن اْلُمَتَطِّهِريَن واجعلني من عبادك الصالحين‬
HAL-HAL YANG DIMAKRUHKAN DALAM WUDLU

Hal-hal yang dimakruhkan dalam Wudlu adalah sebagai berikut:

1. Berlebihan menggunakan air


2. Minta bantuan orang lain kecuali ada halangan
3. Mengurangi atau melebihi tiga kali basuhan atau usapan.
4. Menghilangkan sisa air wudlu.

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN WUDLU

Hal-hal yang membatalkan wudlu ada empat:


4
1. Keluarnya sesuatu qubul atau dubur, selain sperma
2. Hilangnya akal, bias karena gila, pingsan, mabuk, epilepsy, tidur dan lain sebagainya.
Kecuali tidur dengan posisi duduk dan pantat menetapi tempat duduk(tidak goyang), maka
wudlunya tidak batal.
3. Bertemunya kulit laki-laki atau perempuan yang bukan Mahram dan sudah mencapai
batas syhwat. Rambut dan kuku tidak temasuk kategori kulit.
4. Menyentuh qubul atau dubur manusia dengan telapak tangan bagian dalam.

 MANDI

HAL-HAL YANG MEWAJIBKAN MANDI

Hal-hal yang mewajibkan mandi ada 6 (enam):

1. Bersetubuh. Yang dimaksud bersetubuh adalah masuknya (penetrasi) hasyafahnya dzakar ke


dalam vagina.
2. Keluar mani ( sperma).air mani dapat diketahui dengan salah satu dari tiga tanda: muncrat,
rasanya nikmat, baunya anyir.
3. Mati yang bukan mati syahid bagi orang islam.
4. Haidl
5. Nifas
6. Melahirkan

RUKUN MANDI

Rukun mandi ada dua :

1. Niat dalam hati ketika membasuh bagian pertama dari anggota tubuh. Lafadznya adalah;

‫نويت الغسل لرفع الحدث الألكبر فرضا لله تعالى‬


2. Mengalirkan air keseluruh kulit dan rambut.

SUNNAT SUNNAT MANDI

Sunnat Sunnat mandi ada lima :

1. Membaca basmalah
2. WUDLU sebelum mandi
3. Terus menerus (muwalah)
4. Mendahulukan anggota badan sebelah kanan

HAL-HAL YANG DIHARAMKAN BAGI ORANG YANG BERHADATS KECIL

Hal-hal yang diharamkan bagi orang yang berhadats kecil ada tiga yaitu:

1. Shalat 2. Thawaf 3. Menyentuh dan membawa mushaf

HAL-HAL YANG DIHARAMKAN BAGI ORANG YANG JUNUB ( HABIS KELUAR MANI
ATAU BERSETUBUH)

5
Hal-hal yang diharamkan bagi orang yang junub ada lima

1. Shalat
2. Thawaf
3. Menyentuh dan membawa mushaf
4. Membaca alquran, Hukum haram ini berlaku jika ia memang bermaksud membaca Al-
Qur’[Link] tidak bermaksud membaca al-Qur’an, maka diperbolehkan.
5. Berdiam diri didalam masjid

HAL-HAL YANG DIHARAMKAN BAGI ORANG HAIDL DAN NIFAS

Hal-hal yang diharamkan bagi orang haidl dan nifas ada tujuh:

1. Shalat
2. Thawaf
3. Menyentuh dan membawa Mushaf
4. Membaca Alquran, Hukum haram ini berlaku jika ia memang bermaksud membaca Al-
Qur’[Link] tidak bermaksud membaca al-Qur’an, maka diperbolehkan.
5. Berdiam diri didalam masjid
6. Puasa
7. Bersetubuh atau bersenang-senang pada bagian anggota tubuh diantara pusat dan lutut tanpa
adanya penghalang

 NAJIS DAN CARA MENYUCIKANNYA.

Najis adalah : segala sesuatu yang menjijikkan dan mencegah sahnya Shalat, ketika tidak ada
yang meringankan.

Najis ada tiga macam:

1. Najis mughalladzah (najis yang berat),.

Yang masuk pada jenis najis ini adalah anjing, babi dan binatang yang lahir dari keduanya
( perkawinan silang antara anjing dan babi), atau keturunan silang dengan hewan lain yang suci.

 Cara menyucikan najis Mughalladzah

Membasuh dengan air sebanyak tujuh kali dan salah satu basuhannya dicampur dengan debu
yang suci.

Benda dan sifat najis harus sudah hilang pada basuhan pertama, jika tidak maka harus diulang
ulang sampai hilang, baru dilanjutkan basuhan yang kedua dst. Jadi yang dianggap sebagai basuhan
yang pertama adalah basuhan yang menghilangkan benda dan sifat dari najis Mugholladzah.

2. Najis Mutawassithah(najis yang sedang).

Najis Mutawassithah ada dua:

a. Najis Mutawassithah ‘ainiyyah, yaitu najis yang salah satu dari benda, rasa, bau dan warnanya
masih ada.

6
Najis jenis ini ada 15 macam:

1. Setiap benda cair yang memabukkan


2. Air kencing,selain kencing bayi laki-laki dibawah dua tahun yang belum makan apa2 selain air
susu ibu.
3. Madzi, yaitu cairan berwarna putih agak pekat yang keluar dari kemaluan. Cairan ini biasanya
keluar ketika syahwat sebelum memuncak (ejakulasi)
4. Wadi, yaitu cairan putih, keruh, kental yang keluar dari kemaluan. Biasanya keluar setelah kencing
ketikan ditahan, atau disaat membawa benda berat.
5. Tinja atau kotoran manusia.
6. Kotoran hewan, baik yang halal dimakan dagingnya atau tidak
7. Air luka yang berubah baunya
8. Nanah
9. Darah, baik darah manusia atau lainnya ,selain hati dan limpa
10. Air Empedu
11. Muntahan, ya’ni sesuatu yang keluar dari perut ketika muntah
12. Kunyahan hewan yang dikeluarkan dari perutnya
13. Air susu hewan yang tidak halal dimakan dagingnya
14. Semua bagian tubuh dari bangkai, kecuali bangkai belalang, ikan dan jenazah manusia.
15. Organ hewan yang terpotong ketika masih hidup ( kecuali bulu atau rambut hewan yang halal
dimakan dagingnya)

 Cara menyucikan najis Mutawassithah ‘ainiyyah

Tempat yang terkena najis dibasuh dengan air sampai benda dan sifat-sifat najis ( rasa, bau d an warna)
hilang

Apabila rasa najis sulit dihilangkan, atau bau yang disertai warna sulit dihilangkan maka sudah
dianggap suci.

b. Najis Mutawassithah hukmiyah, yaitu: najis yang yang benda, rasa, bau , dan warnanya sudah
tidak [Link] air kencing yang yang sudah kering dan tidak tidak ada rasa, bau, maupun
warnanya ( tidak tampak sifat-sifatnya).

 Cara menyucikan najis Mutawassithah hukmiyyah

Mengalirkan air pada bagian yang terkena najis.

3. Najis Mukhaffafah(najis yang ringan)

Najis Mukhaffafah adalah najis yang ringan. Yang masuk dalam kategori Mukhaffafah hanyalah
kencing bayi laki-laki yang belum makan apa-apa selain ASI dan umurnya belum mencapai dua tahun

Cara menyucikan najis Mukhaffafah

Cara menyucikannya adalah cukup dengan memercikkan air pada tempat yang terkena najis,
setelah menghilangkan benda dan sifat-sifat najisnya terlebih dahulu.

7
SYARAT SEBELUM MELAKSANAKAN SHALAT YANG KETIGA

Syarat sebelum melaksanakan Shalat yang ketiga adalah, MENUTUP AUROT

Aurot laki-laki ketika Shalat adalah anggota tubuh diantara pusar dan lutut

Aurot perempuan merdeka krtika Shalat adalah seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telpak
tangan.

yang perlu diperhatikan dalam pemakain rukuh, wajah bagian pinggir juga harus ditutupi,
termasukjuga dagu bagian bawah. Sebaiknya menggunakan rukuh dengan model tidak terpotong
untuk menghindari terbukanya aurot pada saat takbir dan ruku’.

Penutup aurot yang memenuhi syarat adalah yang bias menutupi warna kulit.

SYARAT SEBELUM MELAKSANAKAN SHALAT YANG KEEMPAT

Syarat melaksanakan Shalat yang kempat adlah menghadap qiblat.

Orang yang Shalat dengan brdiri atau duduk , waib menghadap qiblat dengan dada

Orang yangShalat dengan tidur miring wajib menghadap qiblat dengan dada dan wajahnya

Orang yang Shalat dengan tidur terlentang wajib menghadap qiblat dengan dada dan kedua
telapak kakinya.

RUKUN SHALAT

Rukun Shalat ada 17 ( tujuh belas),

1. Niat bersamaan takbirotul ihrom

Niat adalah menghendaki sesuatu bersaman dengan melakukannya, dan tempatnya adalah
didalam hati.

Yang dimaksud disini adalah menggambarkan didalam hati bentuk shalat secara global , diserati
bermaksud melakukannya , menyatakan kefardluan dan menentukan shalatnya( semisal dzuhur).
Sedangkan yang dimaksud dengan bersamaan adalah membersamakan gambaran hati tersebut dalam
takbir.

Membaca lafadz niat hukumnya sunnat, dan dilaksanakan sebelum takbir.

Lafadz niat adalah sebagai berikut:

‫إماما) لله تعالى‬/ ‫ أصلي فرض الظهر أربع ركعات مستقبل القبلة أداء(مأموما‬
‫إماما) لله تعالى‬/ ‫ أصلي فرض العصر أربع ركعات مستقبل القبلة أداء(مأموما‬
‫إماما) لله‬/ ‫ أصلي فرض المغرب ثالث ركعات مستقبل القبلة أداء(مأموما‬
‫تعالى‬
‫إماما) لله تعالى‬/ ‫ أصلي فرض العشاء أربع ركعات مستقبل القبلة أداء(مأموما‬
‫إماما) لله تعالى‬/ ‫ أصلي فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة أداء(مأموما‬
2. Berdiri ketika Shalatnya fardlu bagi orang yang mampu
8
3. Takbirotul ikhrom. Lafadz adalah ” ‫“ الله أكبر‬
4. Membaca surat al fatihah disetiap rakaat

Pembacaan surat al fatihah wajib memenuhi syarat sebagai berikut:

a. tartib, yaitu sesuai dengan urutan ayat yang ada didalam alquran
b. Muwaalah, yaitu berkesinambungan antara satu kalimat dengan kalimat berikutnya, tidak
dipisah dengan diam atau membaca dzikir yang tidak ada hubungannya dengan Shalat
c. Harus dibaca lengkap
d. Menyuarakan tasydidnya yang jumlahnya ada 14
e. Mengucapkan huruf dengan benar( sesuai makhrajnya)
5. Ruku’.batas minimal ruku’ adalah membungkunk , tidak Ndegek, kira2 kedua tangan bisa meraih
lutut
6. Tuma’ninah ketika ruku’. Thuma’ninah adalah diam sejenak dintara dua gerakan
7. I’tidal. Yaitu kembali ke posisi semula sebelum ruku’
8. Thuma’ninah ketika I’tidal
9. Sujud dua kali. Sujud secara syari’at adalah meletakkan tujuh anggota badan diatas tempat Shalat
Tujuh anggota badan tersebut adalah: kening, dua lutut,dua telapak tangan,dan bagian dalam
jari2 kedua kaki. Sudah dianggap cukup dengan menempelkan sebagian saja.
10. Thuma’ninah ketika sujud
11. Duduk diantara dua sujud
12. Thuma’ninah kettika duduk diantara dua sujud
13. Duduk tasyahhud akhir
14. Membaca tasyahhud
Lafadz tasyahhud yang paling sempurna adalah:

‫َأ‬
‫الَّتِح َّياُت اْلُمَباَر َكاُت الَّصَلَواُت الَّطِّيَباُت ِلَّلِه الَس اَل ٌم َعَلْيك ُّيَها النبي َوَر ْح َمُة الَّلِه‬
‫َأ‬ ‫َأ‬ ‫َأ‬ ‫َأ‬
‫َوَبَر َكاُتُه الَس اَل ٌم َعَلْيَنا َوَعَلى ِع َباِد الَّلِه الَّص اِلِح يَن ْش َهُد ْن اَل إَلَه إاَّل الَّلُه َو ْش َهُد َّن‬
‫ُمَح َّمًدا رسول الَّلِه‬

Dalammembaca tasyahud wajib memenuhi syarat sebagai berikut: Muwaalah, yaitu


berkesinambungan antara satu kalimat dengan kalimat berikutnya, Menyuarakan
tasydidnya ,Mengucapkan huruf dengan benar( sesuai makhrajnya).
15. Membaca sholawat nabi setelah tasyahud akhir.
lafadz nya yang paling ringkas adalah
‫ اللهم صل على محمد‬yang lebih utama ditambah lafadz ‫سيدنا‬
16. Salam yang petama.
Lafadz salam yang paling ringkas adalah ‫ السسالم عليكم‬dan yang paling sempurna adalah
‫السالم عليكم ورحمة الله‬
17. Tartib( berurutan dalam melaksnakan rukun Shalat)

SUNNAT SUNNAT DIDALAM SHALAT


Sunnat-sunnat didalam Shalat ada dua macam, yaitu:
1. Sunnat Ab’adl, yaitu hal2 yang ketika tidak dikerjakan sunnat diganti dengan sujud sahwi
Sunnat Ab’adl ada tujuh yaitu:
a. Duduk tasyahhud awal
b. Membaca tasyahhud disaat duduk tasyahhud awal.
c. Membaca sholawat kepada nabi pada waktu duduk tasyahud Awwal
Lafadznya adalah : ‫اللهم صل على سيدنا محمد‬
9
d. Membaca sholawat kepada keluarga nabi Muhammad pada waktu duduk tasyahhud akhir
Lafadznya adalah :
‫َوَباِرْك سيدنا َعَلى ُمَح َّمٍد َوَعَلى آِل ُمَح َّمٍد َكَما‬، ‫َوَعَلى آِل ُمَح َّمٍد َكَما َصَّلْيَت َعَلى سيدنا ِإْبَر اِهيَم‬....................
‫ ِإَّنَك َحِميٌد َمِج يٌد‬، ‫ َوَعَلى آِل سيدنا ِإْبَر اِهيَم ِفى اْلَعاَلِميَن‬، ‫َباَر ْكَت َعَلى سيدنا ِإْبَر اِهيَم‬
e. Membaca do’a Qunut ketika Shalat shubuh dan diakhir Shalat witir pada separoh yang akhir dari
bulan Ramadlan.
Lafadznya adalah :
‫الَّلُهَّم اْهِدِني ِفيَمْن َهَدْيَت َوَعاِفِني ِفيَمْن َعاَفْيت َوَتَوَّلِني ِفيَمْن َتَوَّلْيت َوَباِرْك ِلي ِفيَما َأْعَطْيت َوِقِني َش َّر َما‬
‫َقَضْيت َفِإَّنك َتْقِضي َواَل ُيْقَضى َعَلْيك َوِإَّنُه اَل َيِذُّل َمْن َواَلْيت َواَل َيِعُّز َمْن َعاَدْيت َتَباَر َكْت َر َّبَنا َفَلَك اْلَح ْمُد َعَلى‬
‫َما َقَضْيت َأْس َتْغِفُر ك َوَأُتوُب إَلْيك‬
f. Berdiri ketika membaca qunut
g. Membaca sholawatkepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabat dalam do’a qunut
Lafadznya adalah:
‫وصلى الله على سيدنا محمد النبي األمي وعلى أله وصحبه وبارك وسلم‬

SUJUD SAHWI:
Sujud sahwi adalah sujud dua kali yang dilakukan setelah tasyahhud dan sebelum salam
Sebab-sebab disunnatkan melakukan sujud sahwi sebagai berikut:
1. Meninggalkan sebagian dari sunnat ab’adl Shalat
2. Melakukan sesuatu karena lupa yang bila disengaja membatalkn Shalat, seperti berbicara sedikit
karena lupa
3. Ragu-ragu dalam bilangan rokaat. Bila ragu-ragu dalam bilangan roka’at , maka yang harus
diyaqini adalah bilangan yang sedikit kemudian menyempurnakannya lalu sujud sahwi
4. Memindah rukun qawliy yang tidak membatalkan Shalat , seperti mengulang fatihah pada waktu
ruku’.

2. Sunnat hay’at
Sunnat hay’at yaitu sesuatu yang bukan rukun, dan bukan sunnat ab’adl dan tidak boleh diganti dengan
sujud sahwi
Sunnat hay’at antara lain:
1. Mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu ketika takbirotul ihrom, akan ruku’,bangundari
ruku’, dan ketika berdiri dari tasyahhud awal
2. Meletakkan tangan kanan dibawah tangan kiri dibawah dada dan diatas pusar
3. Membaca do’a iftitah. Lafadznya adalah:
‫وسبحان الله بكرة وأصيال إني َوَّج ْهت َوْج ِهي ِلَّلِذي َفَطَر‬ ‫َأ‬
‫الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا‬
‫اَل‬
‫ْن ا ُمْش َأِرِكيَن إَّن َص ِتي َوُنُس ِكي َوَمْحَياَي‬‫ْل‬ ‫الَّسَمَواِت َواَأْلْرَض َح ِنيًفا ُمْس ِلًما َوَما َنا ِم‬
‫ُأ‬
‫َوَمَماِتي ِلَّلِه َر ِّب اْلَعاَلِميَن اَل َش ِريَك َلُه َوِبَذِلَك ِمْر ُت َو َنا ِمْن اْلُمْس ِلِميَن‬
4. Membaca ta’awwudz. Lafadz yang paling utama adalah :
‫أعوذ بالله من الشيطان الرجيم‬
5. Membaca dengan keras pada tempatnya, membaca dengan samar pada tempatnya
6. Membaca “AAmiiin” setelah fatihah
7. Membaca surat setelah fatihah pada roka’at pertama dan kedua bagi selain ma’mum yang
mendengar bacaan imam
8. Membaca takbir ketika bangun dan turun
9. Membaca “‫ ”سمع الله لمن حمده‬ketika mengangkat kepala dari ruku’
10. Membaca “‫”ربنا لك الحمد ملء السموات وملء األرض وملء ما شئت من شيء بعد‬
ketika I’tidal
11. Membaca “ ‫ “ سبحان ربي العظيم وبحمده‬tiga kali ketika ruku’
12. Membaca “‫ “ سبحان ربي األعلى وبحمده‬tiga kali ketika sujud
13. Meletakkan kedua tangan diatas paha ketika duduk tasyahhud awwal dan tasyahhud akhir sambil
membuka tangan kiri dan menggenggam tangan kanan kecuali jari telunjuk
14. Duduk iftirasy
15. Duduk tawarruk pada tasyahhud akhir
10
16. Salam yang kedua

MAKRUH MAKRUH SHALAT:


Makruh makruh Shalat antara lain:
1. Menahan hadats
2. Memejamkan mata, kecuali jika dapat menambah khusyu’
3. Mengarahkan pandangan pada selain tempat sujud
4. Menoleh dengan wajah
5. Shalat dengan kepala terbuka bagi laki-laki
6. Berkacak pinggang
7. Shalat ketika mengantuk
8. Shalat disaat lapar
9. Shalat didekat makanan yang menarik selera
10. Melakukan sesuatu yang dapat menghilangkan kekhusyu’an
11. Meletakkan kedua tangan pada lengan ketika takbirotul ihram
12. Membentangkan kedua tangan ketika sujud, seperti binatang buas yang mengendap endap hendak
menerkam buruan
13. Mengerjakan shalat dengan cepat karena dapat menghilangkan kekhusyu’an
14. Meninggalkan bacan – bacaan yang di sunnatkan

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN SHALAT


Hal-hal yang membatalkan Shalat antara lain:
1. Mengucapkan kata2 dengan sengaja sampai dua huruf walaupun tidak bias difaham, atau satu
huruf namun bias difaham
2. Bergerak tiga kali berturut turut dengan gerakan berat. Bergerak dengan tujuan main –main
meskipun hanya sedikit atau tidak berturut turut juga membatalkan Shalat
3. Hadats
4. Terkena najis
5. Terbukanya aurot
6. Merubah niat ( bernaksud menghentikan Shalat). Ragu-ragu untuk memutus Shalat juga
membatalkan Shalat
7. Berpaling dari qiblat dengan dada
8. Menelan makanan atau air walaupun sedikit
9. Tertawa
10. Murtad
Perbedaan laki-laki dan perempuan didalam Shalat
Hal-hal yang berbeda antara laki-laki dan perempuan didalam Shalat ada lima yaitu:
1. Ketika ruku’ dan sujud
Laki-laki: merenggangkan kedua siku dari lambung
Perempuan: menempelkannya
2. Ketika ruku’ dan sujud
Laki-laki:menjauhkan perut dari kedua paha
Perempuan: menempelkannya
3. Keras dan samarnya bacaan
Laki-laki membaca keras pad tempatnya
Perempuan: membaca samar ketika berada didekat laki-laki lain
4. Ketika mengingatkan imam
Laki-laki :membaca tasbih dengan hanya bertujuan dzikir atau disertai mengingatkan.
Perempuan: menepukkan telapak tangan kanan pada bagian luar telapak tangan kiri
5. Aurot
Laki-laki: Antara pusar dan lutut
Perempuan:seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan

WAKTU MAKRUH TAHRIM MELAKUKAN SHALAT


11
Waktu waktu yang hukumnya makruh tahrim melakukan shalat yang tanpa didahului sebab
adalima:
1. Setelah subuh sampai terbitnya matahari
2. Ketika matahari terbit sampai setinggi kurang lebih 7 dziro’ ( 5,4 drajat)
3. Ketika waktu istiwa’ sampai matahari tergelincir kecuali hari jum’at atau dikota makkah
4. Setelah Shalat ashar sampai matahari mulai terbenam
5. Ketika matahari mulai terbenam sampai sempurna.
SHALAT-SHALAT SUNNAT
Shalat sunnat ada dua macam
a. Shalat sunnat rawatib, yaitu shalat sunnat yang mengikuti Shalat fardlu
Shalat sunnat rawatib dibagi menjadi dua, yaitu muakkad dan ghoiru muakkad
 Shalat rawatib yang muakkad ada sepuluh rokaat, yaitu: dua rokaat sebelum Shalat
dzuhur,dua rokaat setelahnya,dua rokaat setelah Shalat maghrib,dua rokaat setelah Shalat
isya’, dan dua rokaat sebelum Shalat subuh
 Shalat rawatib ghoiru muakkad juga ada sepuluh rokaat yaitu: dua rokaat sebelum Shalat
dzuhur,dua rokaat setelahnya,empat rokaar sebelum Shalat ashar,dan dua rokaat sebelum
Shalat isya’
b. Shalat sunnat ghoiru rawatib
Shalat sunnat ghoiru rawatib antara lain:
 Shalat witir, yaitu Shalat Sunnat, dan dilakukan setelah Shalat isya’
Shalat witir paling sedikit 1 rokaat dan paling banyak 11 rokaat
 Shalat tarowih
Shalat tarowih adalah Shalat sunnat yang dilakukan setelah Shalat isya’ pada bulan
ramadlan. Berjumlah 20 (dua puluh)rokaat dengan10( sepulu) kali salaman
 Shalat dluha, yaitu shalat sunnat yang dilakukan mulai ketika matahari naik kurang lebih
tujuh dziro’ ( 4,5 drajat) sampai tergelincir
Shalat dluha paling sedikit dua rokaat dan paling banyak delapan rokaat
 Shalat ‘idul fitri dan idul adlha
 Shalat gerhana matahari atau bulan
 Dan lain lain

12
13

Anda mungkin juga menyukai