Rencana Kerja BUM Desa Artha Dinar 2021
Rencana Kerja BUM Desa Artha Dinar 2021
TAHUN 2021
-2-
LEMBAR PENGESAHAN
Rencana Program Kerja Badan Usaha Milik Desa (BUM DESA) Artha Dinar
Sungai Bawang ini telah disetujui dan disahkan dalam Musyawarah Desa yang
dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2021.
-3-
DAFTAR ISI
BAB I
PROFIL BUM DESA
A. VISI MISI
1. VISI
BUM Desa Artha Dinar Sungai Bawang memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Mengembangkan BUM Desa sebagai lokomotif kegiatan perekonomian
dan pemberdayaan masyarakat desa untuk menigkatkan kesejahteraan
masyarakat Desa Sungai Bawang dalam mewujudkan kemandirian
dalam segala bidang.
2. Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) Sungai Bawang untuk
meningkatkan pembangguan dan penigkatan pelayanan masyarakat
Desa Sungai Bawang.
3. Menggali dan memberdayakan potensi desa untuk di dayagunakan
dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
4. Meningkatkan ketahanan ekonomi dengan menggalakkan usaha
ekonomi kerakyatan melalui program strategis di bidang produksi
pertanian, pemasaran, koperasi, usaha kecil dan menengah, serta
pariwisata.
5. Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa.
6. Mewujudkan penggunaan teknologi tepat guna untuk meningkatkan
kegiatan ekonomi masyarakat.
7. Memperkuat kelembaggan dan memperluas jaringan kerja melalui
kerjasama baik secara internal maupun eksternal desa dengan berbagi
potensi masyarakat dan berbagai pihak serta bersinergi dengan lembaga-
lembaga pemerintah guna memperkokoh perekonomian Desa Sungai
Bawang.
-5-
MUSYAWARAH
PENGAWAS PENASEHAT
DIREKTUR
SEKRETARIS BENDAHARA
No Nama Jabatan
1 Sapto Widodo, [Link] Penasihat
2 Siswanto Ketua/Anggota Pengawas
3 Achmad Jusup Junaidi, S.E, Anggota Pengawas
[Link]
4 Sriyono Anggota Pengawas
5 Slamet Sutrisno Direktur
6 Diana, [Link] Sekretaris
7 Lina Kuswati Bendahara
8 Widhiana Kusuma Wardhani, Kepala Tata Usaha
[Link]
9 Andriyawandi, S.E Koordinator Kegiatan Usaha
C. KEPEMILIKAN MODAL
Hingga Desember 2020 modal BUM Desa 100% merupakan modal penyertaan
desa dan modal yang berasal dari Bankeu Provinsi.
1) Penyertaan Modal Awal
Modal awal pendirian BUMDes Artha Dinar adalah sebesar 453.000.000 rupiah
yang berasal dari modal penyertaan Dana Desa sebesar 300.000.000 rupiah
dan Bankeu Provinsi 153.000.000 rupiah, segaimana ditetapkan
-6-
BAB II
EVALUASI KINERJA TAHUN SEBELUMNYA
A. Kondisi Internal
1. Kondisi Sumber Daya Manusia
Desa sebenarnya tidak miskin potensi tetapi persoalan utama adalah
sumber daya manusia. Pengelola BUM Desa butuh orng-orang yang kreatif
agar produknya di terima masyarakat. Modal bukan menjadi persoalan
dalam pengelolaan BUM Desa, namun dana dan sarana menjadi percuma
jika pengelolanya tidak kreatif dan tidak memahami bisnis. Dalam
mengelola BUM Desa persoalan utama adalah menyatukan visi misi antara
pengelola, pemerintah desa, dan masyarakat. Karena keberadaan BUM
Desa sangat tergantung perhatian dari pemerintah desa.
Jika ditilik kembali tujuan dari pendirian BUM Desa salah satunya
adalah untuk membuka lapangan kerja. Oleh karena itu pengelolaan BUM
Desa baiknya diutamakan diserahkan kepada masyarakat desa yang belum
memiliki pekerjaan tetap dengan tetap memperhatikan kualitas dari calon
pengelola tersebut beserta persyaratan lainnya sesuai yang ditetapkan
dalam
AD/ART BUM Desa.
BUM Desa Artha Dinar Sungai Bawang mempunyai titik kelemahan
dalam hal manajemen. Pelaksana operasional harus memiliki wawasan
atau pengetahuan mengenai desa dari berbagai aspek, seperti geografis,
budaya,sosial ekonomi dan potensi wilayah. Pelaksana operasional juga
harus memiliki jaringan dan hubungan baik dengan stackholder.
Untuk mengatasi kelemahan tersebut dibutuhkan Bimtek tentang
manajemen usaha, manajemen SDM dan Keuangan, agar pengelola mampu
mengelola BUM Desa dengan lebih baik lagi.
2. Perkembangan Usaha BUM Desa dan Unit Usaha BUM Desa
a. Unit Usaha Kios Pupuk
Unit usaha kios pupuk adalah unit usaha yang pertama kali dibentuk
oleh BUM Desa Artha Dinar Sungai Bawang yang dilatar belakangi oleh
kondisi perekonomian masyarakat desa yang sebagian besar bekerja
sebagai petani dan pekebun.
Sehingga pupuk menjadi kebutuhan pokok para petani.
Jumlah modal awal : Rp. 300.000.000
Omset Penjualan / Desember 2020 : Rp. 447.599.667
-8-
Payfaaz 111.456
Pulsa 9.411
Kas Wifi 0
Gerai 6.418.000
Minuman
Piutang 107.877.167
Dagang
Kredit 21.725.359
- 10 -
Elektronik
Persediaan 82.558.833
Pupuk
Persediaan 140.609.037
Toko
DO Abu putih 32.717.500
TOTAL 52.5174.601 TOTAL 53.660.514
B. Kondisi Eksternal
1. Tantangan Usaha
Strategi Menghadapi
No. Tantangan Usaha Kondisi Harapan
Tantangan
1 Sumber Daya Manusia SDM yang memiliki Mengadakan pelatihan,
kompetensi yang bimtek dan studi
memadai banding.
2 Persaingan Produk BUM Desa Melakukan inovasi
Memiliki daya saing secara terus menerus
yang tinggi terhadap produk
yang dihasilkan, dan
metode-metode
- 11 -
2. Potensi
No Potensi Kondisi Harapan Strategi Memanfaatkan
Potensi
1 Industri Kecil UMKM berjalan dengan Membuka sentra
baik dan memiliki UMKM untuk pusat
wadah untuk pemasaran produk,
pemasaran produk dan menyediakan
- 12 -
Potensi yang dimiliki oleh Desa Sungai Bawang harus dapat dimanfaatkan
secara maksimal agar dapat menjadi tumpuan ekonomi masyarakat serta
meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sungai Bawang.
3. Peluang
atau kemasan.
3 Usaha Kuliner Menjadi salah satu Bekerjasama dengan
sentra kuliner pedagang kuliner dan
menyediakan tempat
sebagai pusat kuliner
desa.
4 Penyewaan Ruko Pendapatan Tetap dari Melobi
penyewaan ruko pedagang/pengusaha
yang belum memiliki
tempat usaha.
5. Penyewaan mainan Memberikan sarana menyediakan
anak – anak hiburan dan belajar kebutuhan untuk
sambil bermain untuk hiburan masyarakat,
masyarakat desa dan bekerjasama
sungai bawang dengan badut dan
band lokal,
mengadakan acara seni
budaya setiap bulan
untuk menarik dan
menghidupkan
kreativitas masyarakat.
4. Prospek Usaha
Strategi
No. Prospek Usaha Kondisi Harapan Memanfaatkan
Prospek Usaha
1 Perdagangan Meningkatkan Pemanfaatan
keuntungan SDM/SDA
2 Jasa Meningkatkan Pemanfaatan SDA
keuntungan
3 Sentra Industri Kecil Memfasilitasi Kerjasama dengan
pelaku UMKM pelaku UMKM
- 14 -
BAB III
RENCANA KERJA
A. Sasaran BUM Desa
C. Rencana Kerja
a) Matrik Rencana Kerja
Alokasi Indikator Waktu
No Program/Kegiatan Sumber Output
Anggaran (Rp.) Keberhasilan Pelaksanaan
Modal 100% Jan-Des
[Link] Pupuk 200.000.000
2021
Modal 100% Jan-Des
[Link] Dagang 150.000.000
2021
Keuangan Mikro & Modal 100% Jan-Des
3. 30.000.000
PPOB 2021
Modal 100% Jan-Des
[Link] Internet Desa 5.000.000
2021
Modal Tersedianya 100% November 2021
[Link] 55.000.000 kendaraan
operasional
Modal 100% Jan-Des
[Link] 5.000.000
2021
BankeuPenyewaan 100% Jan-Des
[Link] 57.000.000
ruko 2021
RKAP tahun
RKAP Terakhir
mendatang
Uraian %
Jumlah % Jumlah %
1 2 3 4 5 6=2:4
Penjualan
Beban Pokok Penjualan Laba 1,300,000,000 1,060,029,383
Bruto 985,162,571
1,200,000,000
Tahun Berjalan
Tangguhan 28,025,000
10,800,894
Laba Setelah Pajak
Pendapatan Konprehensif
Lain
Laba (Rugi) Konprehensif Setelah Pajak 28,025,000 10,800,894 259%
Utang Bunga
Utang Pajak
Uang Muka Pemesanan
Beban yang masih harus 7,805,275 -361,551
dibayar
Utang lain-lain
Jumlah Liabilitas jangka 47,805,275 53,660,514 89.1%
pendek
Liabilitas jangka Panjang
Utang Jangka Panjang
Kewajiban Imbalan Kerja
Kewajiban Pajak Tangguhan
Jumlah Liabilitas Jangka - - -
Panjang
Jumlah Liabilitas 47,805,275 53,660,514 89.1%
EKUITAS
Modal dasar 583,514,675 583,514,675
Penyertaan modal pemerintah
Cadangan likuidasi
Modal hibah
Saldo deficit 37,050,000 11,369,362
Jumlah Ekuitas 620,564,675 594,884,037 104.3%
Jumlah Liabilitas Dan Ekuitas 668,369,950 648,544,551 103.1%
Penerimaan 0 0 0%
1. Optimalisasi Aset Tetap
Pengeluaran
2. Investasi asset tetap
3. Investasi asset tak
berwujud
Surplus (Defisit) Investasi 0 0 0%
AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan 0 0 0%
1. PMN – Equity
2. Pihak ketiga/Perbankan
3. Lainnya
Sub total penerimaan 0 0 0%
Pengeluaran
1. Utang Pajak 0 0 0%
2. Pemberhentian karyawan 0 0 0%
3. Utang Usaha 0 0 0%
4. Pihak Ketiga/Perbankan 0 0 0%
5. Beban Lain – lain 0 0 0%
Sub total pengeluaran 0% 0% 0%
Surplus (defisit) Pendanaan - - -
Surplus (defisit) Perusahaan 29,500,000 11,369,362 259.5%
SALDO AKHIR KAS & SETARA 70,869,362 41,369,362 171.3%
KAS
ASPEK ADMINISTRASI
1. LAPORAN 0,08 0,08% 0,08 0,08% 0,03 0,03%
PERHITUNGAN
TAHUNAN 0,05 0,05% 0,05 0,05% 0,02 0,02%
2. RANCANGAN RKAP 0,05 0,05% 0,05 0,05% 0,02 0,02%
3. LAPORAN PERIODIK
4. KINERJA PKBL 0,05 0,05% 0,05 0,05% 0,01 0,01%
- EFEKTIFITAS 0,02 0,02% 0,02 0,02% 0,01 0,01%
PENYALURAN
- TINGKAT
KOLEKTIBILITAS
TOTAL 0,25 0,25% 0,25 0,25% 0,09 0,09%
TOTAL SKOR 131,18 131,18% 131,18 131,18% 113,83 113,83%
TINGKAT KESEHATAN
PERUSAHAAN
- 22 -
BAB IV
INDIKATOR KINERJA KUNCI PELAKSANA OPERASIONAL
Berikut Rancangan Rencana Program Kerja/ Rencana Program Kerja secara
terperinci:
RKAP Tahun RKAP Terakhir
NO INDIKATOR KPI FORMULA Mendatang
SATUAN
TARGET BOBO
CAPAIAN
NILAI
T (%)
(NILAI
)
A. KEUANGAN & PASAR 22.0 22.7
1 Pertumbuhan Penjualan th berjalan x 2,4232306 2,5 1,0947928 1,1
Pendapatan dan % 100 % Penjualan th 62 169
Jumlah sebelumnya
Produk Terjual
2 Pertumbuhan % Penjualan th berjalan x 1,2078909 1,2 0,9291469 1
aset 100 % 976 212
Penjualan th
sebelumnya
3 DST.
B. FOKUS PELANGGAN 22.0 18.6
4 Loyalitas % Jumlah pelanggan yang 2,4232306 2,5 1,0947928 1,1
Pelanggan sama dg thn sblmnya x 62 169
100% Jumlah
pelanggan thn sblmnya
5 Meningkatka % Pesanan Masuk th 1,2078909 1,2 0,9291469 1
n Pesanan berjalan x 100% 976 212
Pesanan Masuk th
sebelumnya
6 DST.
C. FOKUS EFEKTIFITAS PRODUK DAN PROSES 18.0 12.0
7 Investasi % Realisasi Program 0 0 0 0
Investasi th berjalan x
100% Rencana Program
Investasi th berjalan
8 Tingkat Total Penjualan x
Pemenuhan % 100% Total Order
Pesanan Masuk
9 DST.
D. FOKUS TENAGA KERJA 15.0 6.0
10 Peningkatan Realisasi jml karyawan 0 0 0 0
- 23 -
BAB V
RENCANA KERJA SAMA
1. Pihak – Pihak
Pihak BUM Desa BRI
Kewajiban Mengelola Produk dan Menyediakan Produk dan
layanan BRILink Pelayanan BRILink
Hak Menerima keuntungan dari Menerima keuntungan
pembagian Fee BRILink dari pembagian Fee
BRILink
3. Besaran Investasi
Pihak yang
No. Kebutuhan Biaya Peruntukan Menanggung
Biaya
1. Rp. 3.000.000 Saldo kegiatan BUM Desa Artha
Transaksi Dinar Sungai
Bawang
BAB VI
RENCANA KEGIATAN DAN KEBUTUHAN
1. Kios Pupuk
No Jenis Barang Jumlah Harga Satuan Total
1. Gudang 1 unit 14.000.000 14.000.000
2. Pupuk Kimia 200 sak 450.000 90.000.000
3 Pupuk Abu 20 ton 1.150.000 23.000.000
4. Saprodi 200 lt 90.000 18.000.000
5 Kendaraan operasional 1 unit 55.000.000 55.000.000
Total 200.000.000
2. Usaha Dagang
No Jenis Barang Jumlah Harga Satuan Total
1. Material Bangunan
a. Semen 250 sak Rp. 63.000 Rp. 15.750.000
b. Besi 200 batang Rp. 60.000 Rp. 12.000.000
c. Pipa 50 batang Rp. 138.000 Rp. 6.900.000
d. Kayu 10 kubik Rp. 1.700.000 Rp. 17.000.000
e. Selang 10 ball Rp. 650.000 Rp. 6.500.000
f. Cat 50 pail Rp. 250.000 Rp. 12.500.000
g. Plamir 25 pail Rp. 280.000 Rp. 7.000.000
h. Keramik 200 kotak Rp. 50.000 Rp. 10.000.000
i. Seng 10 kodi Rp. 1.350.000 Rp. 13.500.000
j. Triplek 50 lembar Rp. 65.000 Rp. 3.250.000
k. GRC 50 lembar Rp. 61.000 Rp. 3.050.000
l. Tong Air 25 pcs Rp. 480.000 Rp. 12.000.000
m. Kuas 50 kotak Rp. 144.000 Rp. 7.200.000
n. Engsel 100 pcs Rp. 25.000 Rp. 2.500.000
2. Alat Tulis Kantor
a. Buku Tulis 48 lusin Rp. 36.000 Rp. 1.728.000
- 26 -
3. Simpan Pinjam
No Jenis Barang Jumlah Harga Satuan Total
1. Simpanan 73.514.675
2. Pinjaman 36.526.000
- 27 -
Total 30.000.000
C. Rencana Lokasi
Lokasi yang dianggap strategis dan akan digunakan untuk kegiatan usaha
BUM Desa Artha Dinar Sungai Bawang yaitu di jalan poros Desa Sungai
Bawang.
Dengan beberapa kegiatan usaha yang akan dilaksanakan, tenaga kerja yang
dibutuhkan adalah 4 orang. Namun dikarenakan adanya keterbatasan
pendanaan, maka diputuskan untuk sementara waktu yang terjun langsung
dalam kegiatan usaha tersebut adalah anggota BUM desa itu sendiri dan hanya
menambah 1 orang pegawai untuk kebutuhan teknis. Untuk kedepannya
kebutuhan tenaga kerja akan dianalisa sesuai dengan perkembangan kegiatan
usaha.
Sebagai pelaku usaha kita perlu menyikapi persaingan usaha yang terjadi.
Pelaku usaha yang terdapat di perencanaan lokasi yang akan digunakan
memiliki
beberapa kekurangan diantaranya :
Unit pupuk dan usaha dagang belum memiliki kendaraan operasional
Perbaikan kerusakan jaringan harus menunggu 1 atau 2 hari karena
teknisi tidak berdomisili di Desa Sungai Bawang.
Gedung toko kurang luas
Akses ke toko kurang memadai
Untuk menyikapi hal tersebut BUM Desa memiliki beberapa startegi, sbb:
1. Akan mengadakan kendaraan operasional.
2. Melatih tenaga lokal untuk kemudian direkrut menjadi Teknisi jaringan
BUM Desa
3. Menambah Bandwith
4. Memperluas bangunan toko.
F. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran dengan perhitungan biaya pemasaran yang dibutuhkan
mengacu pada:
1. Strategi tempat (Place):
Lokasi usaha terletak di ajalan utama desa;
Tempat yang strategis dan luas.
2. Strategi harga (price):
Harga yang terjangkau oleh semua kalangan masyarakat dan pelaku
ekonomi.
3. Strategi produk yaitu mengutamakan keunggulan produk atau jasa.
Memproduksi / menjual produk atau jasa yang menarik dan belum ada
sebelumnya;
4. Strategi promosi: melalui media social
- 29 -
DIREKTUR
BUM Desa Artha Dinar