Pengaruh Rasa, Harga, Kualitas pada Loyalitas
Pengaruh Rasa, Harga, Kualitas pada Loyalitas
SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Manajemen
Pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
A. Latar Belakang
Semakin berkembangnya dunia bisnis mengharuskan pengusaha di dunia bisnis
untuk berurusan dengan pesaing dan memenuhi kebutuhan konsumen. Selain
pengembangan sains dan teknologi, persaingan yang terbentuk di dunia perdagangan
sangat sulit dilalui. Terdapat perubahan yang tidak dapat dipisahkan dari akibat
globalisasi, seperti: dari waktu ke waktu. Banyak orang bersaing untuk produk dan
layanan yang menawarkan berbagai manfaat untuk semua produk dan layanan.
Memulai perusahaan tidak mudah, tetapi mempertahankannya adalah tugas yang lebih
menantang yang membuatnya semakin sulit untuk mengembangkan perusahaan.
Persaingan di dunia bisnis semakin tak terhindarkan ketika mengembangkan bisnis
restoran atau restoran, karena konsumen akan membeli lebih banyak opsi saat membeli
lebih cepat, lebih cepat, dan lebih banyak produk yang ditawarkan.
Persaingan bisnis semakin berkembang. Perusahaan memasak dapat dikatakan
tetap menjadi semacam transaksi perkembangan yang menjanjikan. Ini dapat dilihat
dari kebutuhan untuk peningkatan konsumsi masyarakat yang lebih tinggi dari waktu
tertentu. Dari kondisi tersebut, terdapat beberapa temoat usaha dengan berbagai
makanan olahan. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha untuk
memikirkan strategi apa yang akan digunakan untuk keberlangsungan usahanya.
Dunia bisnis cenderung lebih kompetitif. Perusahaan perlu memahami dan mencoba
memahami keinginan serta aspirasi konsumen. Jika perusahaan dapat memenuhi
persyaratan dan kebutuhan konsumen, itu dapat menjadi perantara bagi pengusaha
untuk memilih strategi apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk menciptakan
kepuasan pelanggan. Seorang pelaku usaha dituntut untuk bisa menganalisa apa yang
terjadi dalam dunia pasar. Selain itu, membaca keinginan konsumen juga merupakan
hal penting dalam dunia bisnis
Kemajuan teknologi saat ini, dapat memudahkan konsumen dalam mencari tahu
keinginan dirinya sendiri, kebutuhan yang diperlukan, hal-hal apa yang harus dibeli
dan teknologi dapat menjadi perantara bagi konsumen yang berguna untuk konsumen
1
UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
2
memenuhi kepuasan mereka. Oleh karena itu, peran manajemen pemasaran dan
pemasaran sangat diperlukan untuk melakukan penelitian bisnis sehingga kelemahan
dalam dunia pasar dapat diketahui dan ditingkatkan. Kotler dan Armstrong (2014:27),
"Pemasaran merupakan kegiatan di mana suatu perusahaan membentuk nilai baik untuk
pelanggannya kemudian mengembangkan hubungan yang kuat dengan pelanggan
untuk memahami nilainya sebagai imbalan." Alma (2014:30) mendefinisikan
manajemen pemasaran sebagai "proses meningkatkan efisiensi dan efektivitas
kegiatan pemasaran individu atau perusahaan." Mencapai tujuan perusahaan terkait
erat dengan rencana strategi pemasaran yang baik dan terarah. Ini adalah faktor kunci
dalam membuat perusahaan menguntungkan.
Di zaman yang secanggih ini banyak usaha di bidang kuliner yang akan terus
berinovasi. Cita rasa sangat berperan penting, konsumen untuk memenuhi kebutuhan
akan makanan dan minuman pasti lebih mengutamakan cita rasa dari minuman
tersebut, sehingga para pengusaha bersaing akan menciptakan cita rasa yang khas di
setiap makanan agar dikenal oleh masyarakat luas. Mangkunegara, (2012:61)
mengemukakan Cita rasa merupakan karakteristik pada suatu produk yang kemudian
menjadi ciri khas. Menurut Drummond & Brefere (2010:3) Cita rasa merupakan
suatu cara pemilihan makanan yang harus dibedakan dari rasa makanan tersebut hal
ynag harus dilakukan oleh sebuah perusahaan dalam persaingan usaha yaitu dengan
lebih pintar dalam melihat dan memahami keinginan pasar. Salah satu faktor yang
penting dalam memasarkan produk adalah Harga.
Harga adalah faktor penting yang menjadi pertimbangan penjual dalam
mempromosikan suatu produk. Kotler dan Armstrong (2019:345) menunjukkan.
"Harga yaitu jumlah yang dikeluarkan oleh seorang konsumen dalam membeli
produk atau layanan produk atau layanan." Harga adalah kunci untuk menarik
konsumen untuk membeli produk, jadi Anda harus mengatur produk Anda sesuai
dengan harganya. Pengusaha dapat menerapkan strategi untuk menentukan harga
yang lebih rendah dari harga atau harga pesaing yang ditawarkan oleh toko -toko lain
untuk membuat konsumen lebih tertarik. Menurut Rusyidi (2018:40), harganya
adalah aspek pertama yang dipertimbangkan penjual dalam bisnisnya untuk menjual
produknya dalam bisnisnya. Sedangkan untuk pembeli, harga adalah aspek yang
berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami. "
UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
3
Selain rasa dan harga, yang sangat penting untuk dampak perilaku konsumen,
satu hal yang perlu dipertimbangkan ketika mengelola perusahaan adalah kepuasan
pelanggan. Kepuasan produk adalah salah satu penentu keberhasilan perusahaan dalam
pengembangan bisnis, dan pelestarian kepuasan berperan dalam hukuman konsumen
yang akan kembali suatu hari. Tjiptono (2016:146) berpendapat bahwa "kepuasan
konsumen ialah perasaan yang dirasakan konsumen dan kekecewaan setelah
membandingkan antara harapan dengan kinerja yang didapat." Jika konsumen puas
dengan nilai suatu produk atau layanan, itu mungkin konsumen permanen untuk
waktu yang lama. Menurut Irawan (2018:37), "Kepuasan konsumen ditentukan oleh
produk atau layanan konsumen ketika memenuhi harapan konsumen." Konsumen
merasa puas jika keinginan mereka terpenuhi atau jika mereka sangat puas ketika
mereka melebihi harapan konsumen.
Kualitas produk adalah produk yang dapat menyampaikan rasa keamanan dan
memenuhi persyaratan konsumen. Jika produk dalam kondisi baik, itu dianggap
sebagai produk berkualitas tinggi. Menurut Tjiptono (2015:14), Kualitas produk
merupakan produk yang menjamin bahan baku yang digunakan tersebut aman,
stabilitas rasa dan menu yang beragam. Kualitas Produk adalah perusahaan yang
mencakup harapan pelanggan untuk produk, layanan, orang, orang, proses dan
lingkungan. Menurut Kotler dan Keller (2016:37), Kualitas produk merupakan
kemampuan untuk melakukan fungsi produk, dan kemampuan termasuk produksi
daya tahan, keandalan, dan akurasi. Meningkatkan kualitas suatu produk akan selalu
memengaruhi kualitas produk atau layanannya yang dipenuhi oleh produk atau
layanan yang ditawarkan dan membeli kembali produk kepada pelanggan.
Kepuasan yang baik dari konsumen yang menggunakan produk atau
layanan memiliki dampak besar pada loyalitas konsumen. Konsumen yang
memuaskan dengan produk perusahaan mengarah pada citra positif perusahaan.
Dengan cara ini, bisnis dapat menerima citra baik dari masyarakat. Seorang
konsumen cenderung memiliki tingkat kepuasan yang berbeda dan memiliki
keinginan yang berbeda untuk produk dan
Pelayanan yang diharapkan. Hal tersebut adalah strategi yang dapat diterapkan
perusahaan untuk berusaha memenuhi harapan dan kebutuhan konsumen. Karena
ketika konsumen memutuskan apakah akan membeli atau tetap setia, mereka
cenderung memahami keuntungan dari produk dan layanan sesuai dengan keinginan
mereka.
Tjiptono (2016:318) menyatakan bahwa "Loyalitas konsumen merupakan
respons seorang konsumen terhadap suatu perusahaan yang telah memberikan produk
dan pelayanan seperti yang diharapkan." Sementara itu, Kotler dan Keller (2016:138)
mendefinisikan "Loyalitas pelanggan sebagai komitmen mendalam untuk terus
membeli atau mendukung produk atau layanan yang disukai di masa depan, meskipun
ada pengaruh situasional atau usaha pemasaran yang dapat membuat pelanggan
beralih." Loyalitas konsumen dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dalam
bentuk peningkatan profit. Secara umum, loyalitas konsumen mencerminkan
kesetiaan konsumen terhadap perilaku konsumsi mereka, di mana mereka terus
menggunakan produk atau jasa tertentu karena merasa sangat puas setelah
menggunakannya, sehingga mereka merekomendasikan produk atau jasa tersebut
kepada orang lain agar merasakan kepuasan yang sama. Oleh sebab itu, loyalitas
konsumen adalah suatu hal yang harus perusahaan perjuangkan. Karena dengan
Loyalitas konsumen dapat mencapai kesuksesan usaha.
Loyalitas konsumen dapat dicapai tergantung bagaimana perusahaan
memperlakukan konsumen. Seperti menawarkan produk yang berkualitas. Selain itu,
pelayanan yang diberikan juga perlu diperhatikan. Hal ini juga berlaku dalam bisnis
kuliner, seperti rumah makan dan restoran. Setiap usaha kuliner harus memiliki strategi
yang efektif dalam menjual produknya agar konsumen tetap setia atau bahkan
jumlahnya semakin meningkat. Jika konsumen merasa puas terhdap apa yang
perusahaan berikan, mereka cenderung melakukan pembelian berulang. Dalam
konteks penelitian ini, loyalitas terkait dengan kesetiaan konsumen dalam membeli
produk pisang, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti variasi jenis pisang
yang sesuai dengan selera konsumen, harga yang terjangkau, serta persepsi lain yang
dimiliki konsumen. Dengan demikian, bisnis yang
bergerak di sektor pisang berpotensi untuk berkembang dan menarik lebih banyak
konsumen.
Berdasarkan pengamatan peneliti, terdapat beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi kesuksesan usaha. Peneliti melihat elemen yang perlu ditelaah lebih
dalam untuk membuktikan dugaan sementara. Berdasarkan latar belakang yang telah
dijelaskan, Loyalitas konsumen di tempat yang akan diteliti ini belum terbentuk
secara maksimal. Hal tersebut bisa didasari oleh beberapa faktor yang belum
terlaksana secara maksimal. Akibatnya, para ahli percaya bahwa faktor harga dan rasa
serta loyalitas pelanggan saling berkorelasi secara terus-menerus, dengan kesenangan
pelanggan bertindak sebagai mediator dalam hal ini.
Peneliti berasumsi bahwa sejumlah faktor, yang dalam hal ini merupakan
variabel penelitian, memiliki pengaruh besar terhadap terciptanya fenomena
berdasarkan perilaku konsumen. Misalnya, seperti yang telah disebutkan sebelumnya,
kuliner di Pivy Sweet memiliki cita rasa yang unik dan lezat yang dapat menarik
minat konsumen untuk melakukan pembelian. Cita rasa merupakan factor penting
yang mempengaruhi pembelian agar usaha kita terus berjalan dan tetap eksis. Mochi di
Pivy sweet memiliki berbagai varian rasa seperti coklat, stobery, vanila, matcha, oreo,
taro, dan masih banyak lainnya. Varian rasa yang banyak membuat pelanggan tidak
bosan untuk menikmatinya.
Harga biasanya memiliki pengaruh besar bagi konsumen, dimana konsumen
cenderung lebih menyukai harga yang murah dan terjangkau. Dalam usaha Pivy
sweet meskipun harganya yang lebih mahal dibanding pesaing lain masih banyak
peminatnya untuk melakukan pembelian ulang. Harga berkisar dari 5.000 sampi
dengan 25.000. Dari harga yang relativ mahal untuk kawasan Situbondo namun minat
untuk membeli salalu ada.
Kualitas produk di Pivy Sweet Situbondo sangat memuaskan, baik dari segi
ketahanan maupun tampilan. Produk ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh untuk orang
tercinta, dengan kualitas yang terjaga dengan baik. Ketahanan produk yang ditawarkan
pun luar biasa, karena mochi ini bisa bertahan hingga tiga hari jika disimpan di dalam
lemari es, dan rasanya tetap konsisten, tidak berubah. Bahan-bahan yang digunakan
dalam pembuatan produk ini juga sudah terjamin aman, sehingga konsumen tidak perlu
khawatir mengenai kualitas dan keamanannya.
Kepuasan konsumen terhadap produk makanan Pivy Sweet menjadi faktor utama
yang mendukung kelangsungan usaha ini. Pembelian ulang yang terus terjadi
menunjukkan bahwa konsumen merasa puas dengan cita rasa yang selalu konsisten.
Perpaduan rasa manis yang pas dan tekstur mochi yang kenyal memberikan
pengalaman yang menyenangkan bagi para konsumen, membuat mereka merasa puas
dan ingin kembali membeli produk ini. Tingginya tingkat kepuasan konsumen ini
berpengaruh signifikan terhadap loyalitas mereka, yang pada gilirannya turut
memperkuat reputasi dan kesuksesan jangka panjang Pivy Sweet Situbondo.
Selain itu Loyalitas konsumen juga tidak kalah penting menjadi dasr strategi
untuk meningkatkan atau menurunkan nilai produk bagi konsumen. Setiap usaha
kuliner harus memiliki strategi dalam menjalankan usahanya. Adanya Loyalitas
konsumen dapat memberikan peningkatan keuntungan terhadap usaha ini. Wujud
kesetian dalam perilaku konsumsi merupakan Loyalitas konsumen.
Berdasarkan uraian dan fenomena yang terjadi, peneliti tertarik mengangkat
penelitian ini dengan judul “Pengaruh Cita Rasa, Harga Dan Kualitas Produk Terhadap
Loyalitas Konsumen Melalui Kepuasan Konsumen Sebagai Variabel Intervening Pada
Usaha Pivy Sweet Situbondo “.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi permasalahan yang sudah dikemukakan dalam latar
belakang, maka permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah Cita rasa dapat berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan
konsumen?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah penelitian tersebut, maka tujuan penelitian ini
yaitu untuk mengetahui signifikansi pengaruh:
1. Cita rasa terhadap Kepuasan konsumen;
2. Harga terhadap Kepuasan konsumen;
3. Kualitas produk terhadap Kepuasan konsumen;
4. Cita rasa terhadap Loyalitas konsumen.
5. Harga terhadap Loyalitas konsumen;
6. Kualitas produk terhadap Loyalitas konsumen;
7. Kepuasan konsumen terhadap Loyalitas konsumen;
8. Cita rasa terhadap Loyalitas konsumen melalui Kepuasan konsumen;
9. Harga terhadap Loyalitas konsumen melalui Kepuasan konsumen;
10. Kualitas produk terhadap Loyalitas konsumen melalui Kepuasan konsumen.
D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari adanya penelitian ini yang diharapkan memberikan dampak
positif bagi berbagai pihak diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Bagi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
Sebagai suatu hasil kerja atau tugas akhir dan sebuah karya yang dapat dijadikan
sebagai tambahan referensi kepustakaan atau bahan wacana bagi mahasiswa ataupun
pihak lain yang memiliki ketertarikan penelitiaan pada bidang yang sama khususnya
yang berkenaan dengan Cita rasa, Harga dan Kualitas produk dalam menentukan
Loyalitas konsumen dengan Kepuasan konsumen sebagai variabel intervening untuk
dijadikan acuan pada penelitian selanjutnya.
2. Bagi Peneliti
Dapat menjadi landasan, bekal ilmu serta tambahan pengetahuan dalam
memperkaya refrensi kajian ilmu dan pengembangan media pembelajaran atau
penerapan media pembelajaran secara lebih lanjut. Sebagai salah satu syarat untuk
menyelesaikan pendidikan strata 1 (S1) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Abdurachman Saleh Situbondo.
A. Penelitian Terdahulu
untuk mengidentifikasi masalah yang harus diselidiki. Untuk mengatasi
masalah dan mencegah dilakukannya penelitian baru, peneliti merujuk dan
membandingkan temuan mereka dari penelitian sebelumnya. Ada beberapa hasil
penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini, diantaranya sebagai
berikut:
1. Rahmawati (2023) “Pengaruh Cita Rasa, Harga dan Kualitas Pelayanan
Terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Kasus Pada Resto Street Sushi Cabang
Meruya Jakarta Barat)”. Jurnal. Universitas Dian Nusantara, Jakarta. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Component atau Variance Based
Structural Equation Model menggunakan program Prtial Least Square (Smart-
PLS) versi PLS. Hasil penelitian menyatakan bahwa cita rasa berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, harga berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dan kualitas pelayanan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen di resto Street
Sushi cabang Meruya.
2. Solihin (2024) “Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan
Pelanggan Pada Toko Sumber Rizki Cilacap Jawa Tengah”. Metode penelitian
yang digunakan adalah kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan berjumlah
100 responden. Sumber data pada penelitian adalah Data primer melalui
survei, wawancara, dan kuesioner dan data sekunder yang berupa studi
kepustakaan dan dokumentasi. Metode pengumpulan data dengan cara
kuesioner edangkan metode analisis data dengan cara regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini adalah (1) Secara parsial terdapat pengaruh positif dan
signifikan antara harga terhadap kepuasan pelanggan pada Pada Toko Sumber
Rizki Cilacap Jawa Tengah, hal tersebut dapat dibuktikan dari persamaan
regresi linier sederhana Y=3,260+0,654X1, Nilai korelasi sebesar 0,895. Nilai
koefisien determinasi sebesar 80,0%, dan nilai t hitung 19,824 > t tabel 1,984
dengan signifikan 0,000 < 0,05 (2) Secara parsial terdapat pengaruh positif dan
significan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada Toko
9
UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
10
Sumber Rizki Cilacap Jawa Tengah, hal tersebut dapat dibuktikan dari
persamaan regresi linier sederhana Y=3,246+0,538X2. Nilai korelasi sebesar
0,879. Nilai koefisien determinasi sebesar 77,3%, dan nilai t hitung 18,255 > t
tabel 1,984 dengan signifikan 0,000 < 0,05, (3) Secara simultan terdapat
pengaruh yang positif dan signifikan antara harga dan kualitas pelayanan
terhadap kepuasan pelanggan pada Toko Sumber Rizki Cilacap Jawa Tengah,
hal tersebut dapat dibuktikan dari persamaan regresi linier berganda
Y=2,707+0,430X1+0,200X2. Nilai koefisien determinasi sebesar 81,3%. Nilai
korelasi sebesar 0,902. Serta nilai F hitung 210,536 > F tabel 3,09 dengan
tingkat siginifikan 0,000 < 0,05
3. Sutowo (2023) “Pengaruh Kualitas Produk terhadap Kepuasan Konsumen
(Studi Kasus pada Konsumen Kerajinan Barongan di Gubug Barong Dwijaloka
Tawangsari Blitar)”. Jurnal. Universitas Islam Balitar. Penelitian ini
menggunakan metode survey dengan pendekatan penelitian kuantitatif.
Sampling Jenuh menjadi teknik sampling yang digunakan. Data dikumpulkan
dengan cara menebarkan kuesioner kepada konsumen kerajinan barongan di
Gubug Barong Dwijaloka sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan
kualitas produk berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen
dengan taraf signifikan senilai 0,026 ≤ dari 0,05. Dari hasil penelitian ini
diharapkan Gubug Barong Dwijaloka terus menjaga kualitas produk melalui
pemilihan bahan yang berkualitas, penetapan standard pembuatan dan
melakukan kroscek hasil secara periodik untuk menjamin kualitas dan mutu
barongan yang dihasilkan.
4. Wijaya (2024) “Pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga, Dan Cita Rasa Produk
Terhadap Loyalitas Pelanggan Dengan Kepuasan Sebagai Variable Intervening
Pada 3 Resto Di Kemuning. Jurnal. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Populasi
penelitian ini adalah masyarakat wilayah Jawa Tengah baik laki-laki maupun
perempuan yang pernah berkunjung ke Resto Bali Ndeso, Mbak Ning, dan
Ndoro Donker. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian
ini adalah non-probabilitay dengan teknik purposive sampling. Metode
pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner online. Metode
Tabel 1
Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu dan Saat ini
Tabel 1 dilanjutkan
Lanjutan tabel 1
Tabel 1 dilanjutkan
Lanjutan tabel 1
Universitas Perbedaan:
Batanghari Jambi.
Tahun dan objek
penelitian.
?
Harga Dan Kualitas Kualitas produk,
Produk Terhadap Loyalitas
Loyalitas Konsumen Konsumen dan
Melalui Kepuasan Kepuasan
Konsumen Sebagai Konsumen.
Variabel Intervening
Pada Usaha Pivy
Sweet Situbondo “.
Skripsi. Universitas
Abduracman Saleh
Saleh Situbondo.
B. Landasan Teori
1. Manajemen Pemasaran
a. Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah salah satu kegiatan yang biasanya dilakukan dalam dunia
usaha. Pemasaran merupakan elemen penting untuk keberlangsungan suatu usaha.
Dengan pamasaran, dapat menjadi sarana untuk mengenalkan suatu produk
prusahaan. Dengan pemasarn yang tepat dapat menjadi ladang kesuksesan suatu
usaha. Kotler dan Keller (2016:263) menjelaskan bahwa "Pemasaran merupakan
serangkaian kegiatan yang biasnaya dilakukan pelaku usaha untuk produk
usahanya". Kegiatan pemasaran juga proses menyerap informasi dari konsumen
seperti karakteristik konsumen, keinginan serta membaca kebutuhan konsumen.
Hasan (2015:4), "Pemasaran merupakan proses identifikasi dan proses
pengkomunikasian dan membentuk hubungan baika antara konsumen dan pemilk
usaha". Pemasaran dalam dunia usaha dapat dilakukan dengan melihat aspek-aspek
pemasaran yang telah ada. Pemasaran lebih dari sekedar fungsi bisnis untuk
mencapai kesepakatan dengan konsumen. Pemasaran bukan hanya tentang
penjualan dan mengiklankan suatu produk. Pemasaran juga bentuk dari pemahaman
perusahaan terhadap kebutuhan konsumen.
c. Bauran Pemasaran
Kotler dan Amstrong (2019:62) menyatakan “Bauran pemasaran merupakan
alat yang digunakan dala kegiatan pemasaran yang biasa disebut Marketing Mix”.
Bauran pemasaran adalah sekumpulan variabel yang digunakan dalam melakukan
pemasaran di suatu perusahaan. Konsep tersebut biasa digunakan untuk
melakukan strategi pemasaran untuk menarik minat konsumen terhadap suatu
produk perusahaan. Unsur-unsur bauran pemasaran terdiri dari empat poin utama,
yaitu product, price, promotion, dan place atau dikenal dengan 4P.
1) Product, merupakan elemen penting yang dibutuhkan pelaku bisnis untuk
melakukan pemasaran.
2) Price, adalah harga jual suatu produk.
3) Promotion, merupakan kegiatan untuk mempromosikan suatu barang.
4) Place, merupakan tempat yang dipilin untuk melakukan pemasaran.
2. Cita Rasa
a. Pengertian Cita Rasa
Cita rasa adalah bentuk rasa yang ditawarkan pada suatu produk. Cita rasa
adalah faktor penting dalam bisnis kuliner. Cara seseorang berperilaku saat
menikmati atau memakan sesuatu untuk pertama kalinya ditentukan oleh
bagaimana rasanya. Karena konsumen cenderung akan membeli makanan jika
rasanya enak. Meskipun suatu hidangan memiliki nilai gizi yang baik, ada kalanya
bentuknya kurang menarik. Setelah itu, produsen akan mempertimbangkan hal ini
dan memberikan cita rasa yang khas pada hidangan mereka. Secara umum,
kualitas makanan mengacu pada keseluruhan karakteristik produk makanan yang
memengaruhi pembelian konsumen. Setiap pelanggan, terutama mereka yang
memakannya sendiri atau bersama keluarga, akan sangat memperhatikan rasanya..
Selera suatu produk memang penting dan memengaruhi proses pengambilan
keputusan konsumen saat melakukan pembelian. Produk tersebut kemungkinan
besar akan dibeli karena tampilannya, yang dapat diartikan sebagai selera
konsumen.
Menurut Drummond & Brefere (2010:3) Cita rasa merupakan suatu cara
pemilihan makanan yang harus dibedakan dari rasa makanan tersebut. Cita rasa
merupakan atribut makanan yang meliputi penampakan, bau, rasa, tekstur dan
suhu. Cita rasa merupakan suatu hal yang sangat penting untuk membedakan
suatu makanan dengan makanan yang lainya. Menurut Drummond & Brefere
(2010:3) Cita rasa merupakan hasil kerja pengecap rasa (taste buds) yang terletak
di lidah, pipi, kerongkongan, atap mulut, yang merupakan bagian dari cita rasa.
Berdasarkan pendapat beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa pengertian
dari Cita rasa adalah suatu penilaian konsumen terhadap produk makanan ataupun
minuman, yang merupakan hasil dari kerja sama indera manusia lebih tepatnya
indera perasa dan dapat dibedakan dari bentuk/penampakan, bau, rasa, tekstur dan
suhu. Indera rasa terletak di lidah, pipi, kerongkongan, atap mulut, yang
merupakan bagian dari cita rasa.
b. Komponen Cita rasa
Menurut Garrow dan James (2010:124) indikator Cita rasa adalah sebagai
berikut:
1) Bau
Bau merupakan salah satu komponen cita rasa pada makanan, yaitu
memberikan aroma atau bau, maka dapat mengetahui rasa dari makanan
tersebut. Dimana bau ini dikenal dengan menggunakan hidung. Apabila
bau makanan berubah maka tentu saja akan berpengaruh pada rasa. Bau
tengik atau alkohol yang disebabkan oleh bahan makanan tersebut telah
lama disimpan yang telah terkontiminasi dengan udara luar.
2) Rasa
Rasa berbeda dengan bau dan lebih banyak melibatkan panca indera lidah.
Rasa dapat dikenali dan dibedakan oleh kuncup-kuncup cecepan yang
terletak pada papilia yaitu bagian noda darah jingga
3. Harga
a. Pengertian Harga
Kotler dan Amstrong (2019:345) mengemukakan bahwa " Harga produk
atau jasa adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan pembeli atau klien untuk
menerima manfaat. Harga adalah sejumlah uang atau nilai yang dibayarkan
konsumen untuk barang tertentu yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan
atau keinginan”. Menurut Tjiptono (2016:151) "Harga adalah jumlah uang atau
satuan ukuran lain (termasuk komoditas dan layanan lain) yang diperjual belikan
untuk mendapatkan hak istimewa memiliki atau menggunakan barang atau
layanan. Singkatnya, harga adalah ukuran nilai yang dipertukarkan pembeli untuk
suatu barang.
Dalam hal promosi produk, pertimbangan pertama bagi penjual adalah
harga. Harga merupakan salah satu pertimbangan dalam membuat keputusan
untuk memuaskan keinginan pelanggan, menurut pembeli. Menurut Abdullah dan
Tantri (2015:171) menjelaskan bahwa "Saat sebuah bisnis harus menetapkan
harga untuk pertama kalinya, penetapan harga menjadi masalah." Hal ini terjadi
saat sebuah bisnis menciptakan atau membeli produk baru, memperkenalkan
produk yang sudah ada ke pasar atau wilayah baru, atau mengajukan tender
kontrak kerja baru.
Harga suatu produk atau layanan adalah istilah yang digunakan untuk
memberikan nilai moneter. Saat mempromosikan barang dan layanan mereka,
semua perusahaan harus menetapkan harga yang wajar.
Singkatnya, harga adalah pilihan penting yang berkontribusi terhadap
keberhasilan bisnis. Di pasar, harga berfungsi sebagai mekanisme ekonomi yang
mendistribusikan penawaran kepada konsumen. Harga juga menunjukkan apakah
penawaran tersebut tersedia atau tidak, serta seberapa baik penerimaan penawaran
tersebut.
b. Peranan Harga
Menurut Tjiptono (2017:319) terdapat beberapa peran Harga yaitu:
1) Bagi perekonomian
Upah, sewa, suku bunga, dan laba semuanya dipengaruhi oleh harga produk.
Karena harga berdampak pada bagaimana tenaga kerja, tanah, uang, dan
kewirausahaan didistribusikan, maka harga merupakan pengatur utama
sistem ekonomi. Suku bunga yang tinggi menarik investasi modal,
sementara upah yang tinggi menarik tenaga kerja. Harga bertindak sebagai
pengalokasi sumber daya, yang menentukan kejadian selanjutnya. Harga,
sebagai distributor sumber daya, menentukan siapa yang membeli barang
dan jasa yang dihasilkan (permintaan) dan apa yang diproduksi
(penawaran).
2) Bagi konsumen
Beberapa konsumen sangat sensitif terhadap pertimbangan harga dalam
pembelian eceran (harga menjadi satu-satunya faktor yang dipertimbangkan
saat membuat keputusan pembelian), sementara yang lain tidak. Mayoritas
pembeli mempertimbangkan pertimbangan lain selain harga, meskipun
mereka agak sensitif terhadap harga. Selain itu, harga sering kali
memengaruhi cara konsumen memandang kualitas suatu produk. Biaya
tinggi terkadang dapat diartikan sebagai tanda kualitas yang unggul,
terutama dalam kategori produk khusus..
3) Bagi Perusahaan
Harga adalah satu-satunya komponen bauran pemasaran yang menghasilkan
uang, berbeda dengan peningkatan pemasaran mahal lainnya. Penentu utama
permintaan produk di pasar adalah harganya. Daya saing dan pangsa pasar
perusahaan dipengaruhi oleh harga. Singkatnya, bisnis mendapat
keuntungan dari harga yang mereka tetapkan untuk barang dan jasa yang
mereka tawarkan.
c. Indikator Harga
Menurut Kotler dan Amstrong (2016:314) terdapat empat indikator dari
Harga adalah sebagai berikut:
1) Keterjangkauan harga
Harga yang ditetapkan oleh perusahaan dapat diakses oleh konsumen.
Biasanya, satu merek menawarkan berbagai produk dengan harga yang
bervariasi. Banyak pelanggan akan membeli produk setelah harga
ditetapkan.
2) Harga sesuai kemampuan atau daya saing harga
Pelanggan sering membandingkan harga suatu produk dengan harga
produk lain. Dalam hal ini, pembeli mempertimbangkan harga suatu
produk secara matang sebelum melakukan pembelian.
3) Kesesuaian harga dengan kualitas produk
Pelanggan sering kali mempertimbangkan harga sebagai tolok ukur
kualitas. Pelanggan cenderung lebih fokus pada perbedaan kualitas dan
sering kali memilih yang lebih mahal dari kedua pilihan tersebut.
Umumnya orang percaya bahwa harga yang tinggi berarti kualitas yang
tinggi.
4) Kesesuaian harga dengan manfaat
K Ketika manfaat yang dirasakan dari suatu produk lebih besar daripada
biayanya, konsumen memutuskan untuk membelinya. Konsumen akan
menganggap suatu produk mahal dan memutuskan untuk membelinya lagi
jika mereka yakin manfaat produk tersebut lebih besar daripada biayanya
4. Kualitas Produk
a. Pengertian Kualitas Produk
Menurut Lupiyoadi (2015:175) " Suatu produk yang memenuhi tuntutan
pelanggan dan mempunyai spesifikasi yang baik dianggap berkualitas tinggi.
Kualitas produk mengacu pada serangkaian barang dengan atribut fisik, fungsi,
dan kualitas yang baik yang dievaluasi oleh pelanggan berdasarkan kriteria
kualitas produk.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kualitas produk
Menurut Harjadi (2021:35) dalam faktor-faktor yang mempengaruhi
kualitas suatu produk yaitu:
1) Fungsi suatu produk
Fungsi untuk apa produk tersebut digunakan atau dimaksudkan.
2) Wujud luar
Faktor wujud luar yang terdapat dalam suatu produk tidak hanya terlihat
dari bentuk tetapi warna dan pembungkusannya.
3) Biaya produk bersangkuta
Biaya untuk perolehan suatu barang, misalnya harga barang serta biaya
untuk barang itu sampai kepada pembeli.
c. Indikator Kualitas produk
Menurut Tjiptono (2016:134) bahwa indikator kualitas produk sebagai
berikut:
1) Daya Tahan Produk
Lamanya waktu produk ini dapat dimanfaatkan dalam berbagai situasi dan
sesuai dengan usianya menunjukkan bahwa produk ini memiliki kualitas
daya tahan yang baik.
2) Keandalan
Ini adalah produk yang dalam jangka waktu tertentu, dapat berfungsi
dengan baik dan tanpa masalah apa pun.
3) Penyesuaian
Dengan memodifikasi stok produk saat ini, dapat memenuhi kebutuhan
pelanggan.
5. Kepuasan Konsumen
a. Pengertian Kepuasan Konsumen
Daryanto dan Setyobudi (2014:43) mengemukakan bahwa " Penilaian
emosional pelanggan setelah mereka menggunakan suatu produk yang memenuhi
persyaratan dan harapan mereka disebut sebagai kepuasan konsumen."
Singkatnya, kepuasan pelanggan dapat dipahami sebagai upaya untuk mencapai
tujuan atau melakukan tindakan dengan baik guna memuaskan pelanggan.
Meskipun sifatnya abstrak, gagasan tentang kepuasan pelanggan tetap menjadi
dasar teori dan praktik pemasaran, dan merupakan salah satu tujuan utama usaha
[Link] Tjiptono (2015:45) mengemukakan "Kepuasan konsumen
adalah elemen pokok dalam pemikiran dan praktik pemasaran modern, persaingan
dapat dimenangkan apabila perusahaan mampu menciptakan dan
mempertahankan konsumen".
Kemudian Tjiptono (2016:146) menambahkan "Tingkat emosi atau
ketidakpuasan yang dialami seseorang setelah membandingkan kinerja suatu
produk dengan harapan mereka dikenal sebagai kepuasan konsumen”. Ketika
pelanggan senang dengan suatu layanan, mereka cenderung akan membelinya lagi
dan menggunakannya lagi di masa mendatang ketika kebutuhan serupa muncul.
Dari berbagai definisi yang diberikan oleh para ahli di atas, kita dapat
menyimpulkan bahwa kepuasan pelanggan adalah hasil dari membandingkan
kinerja yang dicapai saat menggunakan suatu produk atau layanan dengan harapan
yang diharapkan. Loyalitas pelanggan sangat dipengaruhi oleh tingkat kepuasan
pelanggan yang tinggi terhadap suatu produk atau layanan. Reputasi perusahaan
yang baik dipengaruhi oleh tingkat kepuasan pelanggan yang diterimanya.
6. Loyalitas Konsumen
a. Pengertian Loyalitas Konsumen
Loyalitas pelanggan merupakan keadaan di mana pelanggan secara
konsisten berpartisipasi dalam proses transaksi suatu bisnis; dengan kata lain,
pelanggan yang loyal akan menjaga kestabilan bisnis dan menjadi standar bagi
pertumbuhan perusahaan. Menurut Hurriyati (2014:432), Keinginan kuat
pelanggan untuk terus melakukan pembelian berulang secara berkala di masa
mendatang, meskipun ada perubahan perilaku yang disebabkan oleh faktor
eksternal dan kampanye pemasaran, dikenal sebagai loyalitas konsumen. Secara
umum, loyalitas konsumen dipandang sebagai pengabdian seseorang terhadap
suatu hal, baik barang maupun jasa. Pernyataan “Loyalitas konsumen adalah
kesetiaan pelanggan terhadap suatu perusahaan, merek, atau produk”
Dikemukakan oleh Rangkuti (2015:30). Loyalitas pelanggan diartikan
sebagai konsumen yang melakukan pembelian, terutama yang sering dan berulang
kali melakukan pembelian, ungkap Hasan (2015:83). Loyalitas pelanggan sangat
penting bagi bisnis karena membantu perusahaan untuk tetap bertahan dalam
bisnis. Pelanggan yang loyal dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan dan
popularitas produk suatu bisnis. Pelanggan yang mengabdikan diri pada
penawaran suatu perusahaan tidak akan lagi memilih untuk menggunakan
penawaran perusahaan lain. Hal ini terlihat dari pola pembelian pelanggan yang
kerap kembali ke lokasi yang sama untuk menggunakan suatu barang atau jasa
dan memenuhi keinginannya dengan melakukan pembayaran. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor paling penting yang harus menjadi
fokus bisnis adalah loyalitas pelanggan.
Menurut definisi ini, loyalitas pelanggan adalah kecenderungan pelanggan
untuk secara konsisten membeli barang atau jasa dari suatu bisnis, menunjukkan
UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
26
komitmen mereka terhadap pemasok dan merek melalui sikap positif dan bisnis
berulang yang sering.
b. Tahapan Dalam Loyalitas Konsumen
Griffin (2015:77) menjelaskan bahwa terdapat beberapa tahapan dalam
Loyalitas konsumen yaitu:
1) Tersangka adalah orang-orang yang mungkin membeli produk atau layanan dari suatu
perusahaan; mereka disebut tersangka karena mereka akan membeli produk atau
layanan tersebut tetapi tidak mengetahui rinciannya.
2) Calon, atau individu yang memiliki permintaan dan peluang untuk membeli barang atau
jasa tertentu. Pelanggan mengetahui bisnis dan jasa yang ditawarkan meskipun mereka
belum membeli barang tersebut.
3) Calon yang telah disurvei dan mengetahui bahwa suatu produk atau jasa tertentu ada
tetapi tidak memerlukan atau tidak mampu membayarnya dikenal sebagai calon yang
tidak memenuhi syarat.
4) Klien baru, khususnya mereka yang ingin membeli sesuatu untuk pertama kalinya.
Pelanggan masih dalam tahap menjadi pelanggan baru.
5) Pelanggan tetap adalah mereka yang telah melakukan banyak pembelian suatu produk.
6) Klien, atau pelanggan yang membeli semua produk atau jasa yang mereka butuhkan.
Pelanggan sering membeli barang. Hubungan semacam ini biasanya solid dan langgeng.
7) Advokat, seperti halnya pelanggan, sering kali membeli produk dan layanan yang mereka
butuhkan. Pelanggan juga akan membujuk pelanggan lain untuk membeli produk dan
layanan.
C. Kerangka Konseptual
Sugiyono (2015:128), menyatakan bahwa " Variabel penelitian, khususnya
variabel independen dan dependen, secara teoritis dihubungkan oleh kerangka
konseptual". Dampak dari kelima variabel tersebut diteliti dalam penelitian ini
berdasarkan latar belakang dan evaluasi literatur. Maka dapat dilihat hubungan
dari variabel bebas Cita Rasa (X1), Harga (X2) Kualitas Produk (X3) dan variabel
terikat Loyalitas konsumen (Y2) dengan variabel intervening yang digunakan
Kepuasan konsumen (Y1).
Struktur konseptual penelitian ini, yang digambarkan pada Gambar 1,
dijelaskan sebagai berikut:
Gambar 1
Kerangka Konseptual Penelitian
X1.1
X1.2
X1. Cita
rasa H4
X1.3
H1
H8
Y2. Loyalitas
Y1. Kepuasan
konsumen
H7
X2.1 H9
H2
X2.2
X2. Harga H5
X2.3
X2.4
H3 Y2.1 Y2.2 Y2.3 Y2.4 Y2.5
H10
H6
X3.1
X3. Kualitas
X3.2 produk
X3.3
X3.4
X1. Cita Rasa X2. Harga X3. Kualitas Y1. Kepuasan Y2. Loyalitas
Wahidah Kotler dan produk konsumen konsumen
(2019:12) Amstrong Tjiptono Tjiptono (2016:95) Tjiptono
(2016:314) (2016:134) (2014:482)
Bau X1.1 Keterjangkauan Daya Tahan Kepuasan Kepuasan
Rasa X1.2 harga X2.1 Produk X3.1 konsumen konsumen Y2.1
Rangsangan Harga sesuai Keandalan keseluruhan Y1.1 Pembelian
mulut X1.3 kemampuan X3.2 Konfirmasi ulang Y2.2
X2.2 Penyesuaian harapan Y1.2 Kesetiaan
Kesesuaian X3.3 Minat pembelian konsumen Y2.3
harga dengan Kesesuaian ulang Y1.3 Kepercayaan
kualitas produk produk Kesediaan untuk konsumen Y2.4
X2.3 dengan merekomendasikan Rekomendasi
Kesesuaian spesifikasi Y1.4 Konsumen Y2.5
harga dengan X3.4
manfaat X2.4
Sumber Hipotesis :
H1 : Rahmawati (2023)
H2 : Solihin (2024)
H3 : Sutowo (2023)
H4 : Wijaya (2024)
H5 : Farisi (2020)
H6 : Putri (2024)
H7 : Nurhidayati (2024)
H8 : Rahmawati (2023), Nurhidayati (2024)
H9 : Solihin (2024), Nurhidayati (2024)
H10: Sutowo (2023), Nurhidayati (2024)
D. Hipotesis
Sugiyono (2015:64) "Dalam tantangan penelitian, hipotesis adalah
pernyataan, hubungan, atau asumsi sementara yang kebenarannya masih
dipertanyakan dan memerlukan pengujian empiris".
Hipotesis dalam penelitian ini dapat diketahui sebagai berikut:
H1: Cita rasa berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan konsumen
H2: Harga berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan konsumen
H3: Kualitas produk berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan konsumen
H4: Cita rasa berpengaruh secara signifikan terhadap Loyalitas konsumen
H5: Harga berpengaruh secara signifikan terhadap Loyalitas konsumen
A. Rancangan Penelitian
Sugiyono (2015:2), " Strategi perencanaan keseluruhan untuk studi yang akan
dilakukan dan digunakan sebagai panduan untuk melaksanakan penelitian dikenal
sebagai rancangan penelitian". Strategi perencanaan keseluruhan untuk studi yang
akan dilakukan dan digunakan sebagai panduan untuk melaksanakan penelitian
dikenal sebagai desain penelitian. Sugiyono (2015:147) menyatakan bahwa " Metode
deskriptif merupakan teknik analisis data di mana informasi yang terkumpul
dijelaskan tanpa menarik kesimpulan umum atau generalisasi". Sugiyono (2015:13),
"Dari awal hingga terciptanya desain penelitian, metode kuantitatif merupakan jenis
penelitian yang spesifikasinya metodis, terorganisir, dan terstruktur dengan jelas. ".
Segala sesuatu yang mencakup metodologi yang digunakan dalam sebuah
penelitian disebut sebagai desain penelitian. Penelitian ini menggunakan metodologi
kuantitatif, yang melibatkan pengukuran fenomena secara cermat. Diharapkan bahwa
metode ini akan memberikan penjelasan menyeluruh tentang variabel-variabel yang
berkaitan dengan fenomena yang diteliti. Tujuan dari desain kuantitatif ini adalah
untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel yang diteliti,
dalam penelitian ini yaitu, variabel bebas Cita rasa (X1), Harga (X2), Kualitas
produk (X3) dan variabel terikat Loyalitas konsumen (Y2) dengan variabel
intervening yang digunakan adalah Kepuasan konsumen (Y1) pada usaha Pivy Sweet.
Penelitian ini menggunakan alur pemikiran yang diubah menjadi desain
penelitian, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2 di bawah ini, untuk lebih
mendefinisikan arah penelitian:
31
Gambar 2
Rancangan Penelitian
START
Observasi
Pengumpulan Data:
Wawancara, Studi Kepustakaan, Kuesioner dan Dokumentasi
Analisis Data:
1. Uji Validitas Konvergen
2. Uji Reliabilitas
3. Uji Asumsi Klasik
4. Uji Goodnes of Fit (GOF)
5. Koefisien Determinasi
6. Analisis Persamaan Struktural
7. Uji Hipotesis Penelitian
FINISH
2. Sampel
Menurut Sugiyono (2016:81) " Suatu sampel mewakili bagian dari populasi
dan atribut-atributnya". Peneliti mengambil sampel dengan menggunakan metode
Probability Sampling. Menurut Sugiyono (2016:82) "Probability Sampling adalah
pendekatan pengambilan sampel yang memberikan kemungkinan yang sama bagi
setiap elemen (anggota) populasi untuk dipilih sebagai anggota sampel". Lebih lanjut
Teknik yang digunakan adalah simple random sampling. Sugiyono (2016:82)
menyatakan " Proses pemilihan anggota sampel secara acak dari suatu populasi tanpa
memperhitungkan strata dalam populasi tersebut dikenal sebagai pengambilan sampel
acak sederhana. ".
Hanya sebagian kecil dari populasi yang diteliti dalam penelitian ini; tidak
semua populasi diteliti. Perhitungan rumus Slovin digunakan untuk menghitung
ukuran sampel dalam Umar (2010:146) yaitu "Ukuran sampel adalah perbandingan
populasi dengan persentase kelonggaran yang dimiliki". Dalam pengambilan sampel
ini digunakan taraf 10%
Rumus menentukan sampel:
𝑁
n=
1+𝑁 (𝑒)
Keterangan:
n = Ukuran sampel
N = Ukuran populasi
e = Toleransi kesalahan sebesar 10%
Maka dapat dihitung sebagai berikut:
N
𝑛=
1 + N(𝑒)2
2670
𝑛=
1 + 2670 (0,01)
2670
𝑛=
27,7
𝑛 = 96,38 orang
Jadi, berdasarkan perhitungan jumlah sampel yang diperlukan, diketahui bahwa jumlah
sampel yang akan diteliti sebanyak 97 responden.
yang merupakan bagian dari cita rasa. Indikator Cita rasa menurut Wahidah
(2019:12) sebagai berikut:
a) Bau (X1.1)
Bau makanan di Pivy sweet sangat menarik membuat pelanggan ingin
membelinya terus menerus.
b) Rasa (X1.2)
Rasa enak,manis dan lembut mochi Pivy sweet merupakan keunggulan utama
yang selalu ditawarkan di usaha tersebut.
c) Rangsangan (X1.3)
Ketika mochi Pivy sweet bersentuhan dengan lidah membuat rangsangan
yang nikmat.
2) Harga (X2)
Harga suatu produk atau layanan adalah jumlah yang akan dibayarkan klien
atau konsumen untuk mendapatkan keuntungan. Indikator Harga menurut
Kotler dan Amstrong (2016:314) dapat diketahui dengan sebagai berikut:
a) Keterjangkauan harga (X2.1)
Harga pada Pivy sweet lebih murah dibanding usaha lainnya.
b) Harga sesuai kemampuan atau daya saing harga (X2.2)
Harga yang ditawarkan Pivy sweet sesuai dengan kemampuan produksi.
c) Kesesuaian harga dengan kualitas produk (X2.3)
Pivy sweet membandrol harga setara dengan kualitas produk yang
ditawarkan.
d) Kesesuaian harga dengan manfaat (X2.4)
Harga pada Pivy sweet sesuai dengan manfaat yang berikan.
3) Kualitas Produk
Menurut Kotler dan Amstrong (2015:253) “Kapasitas suatu produk untuk
melayani tujuannya dan memuaskan kebutuhan pelanggan sesuai dengan
keinginan mereka dikenal sebagai kualitas produk.” Indikator Menurut Tjiptono
(2016:134) indikator yang digunakan pada variabel kualitas produk sebagai
berikut :
a) Daya tahan produk (X3.1)
Pivy sweet mampu memberikan ketahanan pada semua produknya hingga
tiga harian.
b) Keandalan (X3.2)
Produk Pivy sweet mampu berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya
dengan baik.
c) Penyesuaian (X3.3)
Pivy sweet dapat memenuhi stok produk yang ada dengan permintaan
konsumen.
d) Kesesuaian produk dengan spesifikasi (X3.4)
Proses pembuatan produk di Pivy sweet sangat aman sehingga konsumen
percaya untuk melakukan pembelian kembali.
b. Variabel Terikat (Dependent Variabel)
1) Loyalitas konsumen (Y2)
Loyalitas pelanggan adalah keinginan kuat konsumen untuk terus
menggunakan jasa atau melakukan pembelian berulang di masa mendatang,
bahkan saat menghadapi perubahan perilaku yang disebabkan oleh faktor
eksternal atau kampanye pemasaran. Indikator Loyalitas konsumen menurut
Tjiptono (2014:482) dapat diketahui dengan sebagai berikut:
a) Kepuasan konsumen (Y2.1)
Yaitu perasaan puas konsumen setelah merasakan Pivy sweet yang
ditawarkan.
b) Pembelian ulang (Y2.2)
2. Studi Pustaka
Membaca buku, artikel, dan referensi yang berkaitan dengan masalah yang
diteliti merupakan salah satu cara untuk mengumpulkan data dalam studi pustaka.
“Studi teoritis dan referensi lain yang berhubungan dengan nilai, budaya, dan norma
yang berkembang dalam lingkungan sosial yang diteliti”, demikian yang
didefinisikan oleh Sugiyono (2016:291) sebagai studi pustaka. Metode ini digunakan
untuk memperoleh landasan tertulis bagi penelitian yang akan dilakukan dengan
melihat penelitian dan publikasi sejenis sebelumnya.
3. Wawancara
4. Kuesioner (Angket)
Menurut Sugiyono (2016:142), “Metode angket merupakan suatu metode
UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO
40
5. Dokumentasi
Menurut Arikunto (2015:274) “Dokumentasi merupakan suatu metode
pengumpulan informasi dengan cara mencari informasi mengenai suatu masalah atau
variabel dalam bentuk gambar dan foto”. Peneliti disini memanfaatkan foto dan
grafik sebagai bahan penelitian pada Pivy sweet di Situbondo.
2. Uji Reliabilitas
Untuk menunjukkan keakuratan, konsistensi, dan presisi instrumen dalam
mengukur suatu struktur, dilakukan pengujian reliabilitas. Hal ini dilakukan untuk
mengetahui sejauh mana penggunaan instrumen tersebut. Reliabilitas ditunjukkan
oleh kemampuan instrumen untuk mengukur target objek yang sama secara berulang
meskipun telah digunakan secara luas atau oleh respons seseorang yang stabil secara
konsisten terhadap pertanyaan yang diajukan. Uji reliabilitas penelitian ini
menggunakan alpha Cronbach dan reliabilitas komposit. “Jika nilai alpha Cronbach
instrumen penelitian lebih dari 0,70, maka instrumen tersebut dianggap reliabel”
(Solihin dan Ratmono 2013-92). “Suatu variabel laten dapat dikatakan reliabel jika
nilai reliabilitas komposit lebih besar dari 0,7 dan nilai alpha Cronbach lebih besar
dari 0,7,” menurut Sarwono & Narimawati (2015:18).
b. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas dilakukan dalam penelitian untuk mengidentifikasi
hubungan antar variabel bebas. Menurut Ghozali (2018:107), “Uji multikolinieritas
dilakukan untuk menguji ada atau tidaknya hubungan variabel bebas”. Jika nilai
VIF kurang dari 0,50 maka terjadinya pelanggaran antar variabel bebas dan hal
tersebut melanggar asumsi linier.
Tabel 3
Koefisien Determinasi R2 (R-Square)
No Nilai R-Square Keterangan
1 <4% Pengaruh rendah sekali
2 5%-16% Pengaruh rendah tapi pasti
3 17%-49% Pengaruh cukup berarti
4 50%-80% Pengaruh tinggi
5 >80% Pengaruh tinggi sekali
Sumber : Supranto (2015:227)
46
UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
47
lokal. Hingga saat ini, Pivy Sweet tetap mempertahankan reputasinya sebagai salah
satu destinasi jajanan viral yang paling digemari di Situbondo, baik oleh anak-anak,
remaja, hingga orang dewasa yang ingin mencicipi camilan manis berkualitas tinggi
dengan harga bersahabat.
3. Struktur Organisasi
Adapun struktur organisasi yang ada pada Pivy sweet adalah sebagai berikut:
Gambar 3
Struktur Organisasi
Pengelola
Hafidatur Rafika
Anggota Anggota
Putri Ria
Adapun fungsi ataupun tugas dan tanggung jawab tiap bagian akan dijelaskan
sebagai berikut :
B. Hasil Penelitian
1. Analisis Deskriptif
a. Deskriptif Responden
Responden yang menjadi subjek penelitian ini adalah para konsumen Pivy
sweet yang dipilih sejumlah 96 orang. Adapun karakteristik responden dapat dilihat
dari Tabel 4 berikut ini :
Tabel 4
Jumlah Responden Konsumen Pivy sweet
Karakteristik Jumlah Persentase
Jenis Kelamin
a. Laki-Laki 20 20,8%
b. Perempuan 76 79,2%
Total 96 100%
Sumber : Lampiran 6, 2025
Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan bahwa konsumen Pivy sweet terbanyak
adalah dari konsumen berjenis kelamin perempuan yaitu 79,2% responden
sedangkan sisanya berjenis kelamin laki-laki yaitu 20,8%.
b. Deskripsi Penilaian Responden atas Variabel Penelitian
Deskripsi penelitian ini menjelaskan hasil penelitian terkait jawaban
responden dari kuesioner/angket untuk variabel Cita rasa, Harga, Kualitas produk,
Kepuasan konsumen, dan Loyalitas konsumen. Berdasarkan jawaban responden
dengan menggunakan 5 kategori berdasarkan skala likert dapat dijelaskan seperti
berikut :
F - - 18 49 29 96
Rangsangan
mulut ( X1.3)
% - - 18,8 51,0 30,2 100
Sumber : Lampiran 6, 2025
Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui bahwa jawaban responden tentang Cita
rasa pada Pivy sweet di Situbondo dengan 3 indikator yaitu:
a) Pada pernyataan pertama dengan nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 30 orang
(31,3%), nilai 4 (setuju) sebanyak 46 orang (47,9%), dan nilai terendah 3
(netral) sebanyak 20 orang (20,8%), dengan demikian menunjukkan
bahwa responden menyatakan setuju untuk indikator “Bau” tersebut.
b) Pada pernyataan kedua dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 16 orang
(16,7%), dan nilai 4 (setuju) sebanyak 45 orang (46,9%), kemudian nilai 5
(sangat setuju) sebanyak 35 orang (36,5%), dengan demikian
menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk indikator
“Rasa” tersebut.
c) Pada pernyataan ketiga dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 18 orang
(18,8%), dan nilai 4 (setuju) sebanyak 49 orang (51,0%), kemudian nilai 5
(sangat setuju) sebanyak 29 orang (30,2%), dengan demikian
menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk indikator
“Rangsangan mulut” tersebut.
2) Variabel Harga (X2)
Berdasarkan hasil pengujian statistik maka hasil penelitian responden
terhadap Harga adalah sebagai berikut:
Tabel 6
Distribusi Jawaban Variabel Harga
Indikator Frekuensi STS TS N S SS Total
F - - 15 42 39 96
Keterjangkauan
harga (X1.1)
% - - 15,6 43,8 40,6 100
Harga sesuai F - - 15 43 38 96
kemampuan
(X1.2) % - - 15,6 44,8 39,6 100
Kesesuaian F - - 17 43 36 96
harga dengan
Kualitas produk % - - 17,7 44,8 37,5 100
( X1.3)
Kesesuaian F - - 9 50 37 96
Harga dengan
manfaat (X1.4) % - - 9,4 52,1 38,5 100
Sumber : Lampiran 6, 2025
Berdasarkan Tabel 6 dapat diketahui bahwa jawaban responden tentang
Harga pada Pivy sweet di Situbondo dengan 4 indikator yaitu:
a) Pada pernyataan pertama dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 15
orang (15,6%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 42 orang (43,8%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 39 orang (40,6%), dengan
demikian menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk
indikator “Keterjangkauan harga” tersebut.
b) Pada pernyataan kedua dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 15 orang
(15,6%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 43 orang (44,8%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 38 orang (39,6%), dengan
demikian menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk
indikator “Harga sesuai kemampuan” tersebut.
c) Pada pernyataan ketiga dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 17 orang
(17,7%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 43 orang (44,8%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 36 orang (37,5%), dengan
demikian menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk
indikator “Kesesuaian harga dengan kualitas produk” tersebut.
d) Pada pernyataan keempat dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 9
orang (9,4%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 50 orang (52,1%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 37 orang (38,5%), dengan
Tabel 10
Uji Validitas Konvergen (outer loading)
X3. Y1. Y2.
X1. Cita X2.
Indikator Kualitas Kepuasan Loyalitas Keterangan
rasa Harga
produk konsumen Konsumen
X1.1 0.941 Valid
X1.2 0.864 Valid
X1.3 0.919 Valid
X2.1 0.917 Valid
X2.2 0.802 Valid
X2.3 0.873 Valid
X2.4 0.771 Valid
X3.1 0.853 Valid
X3.2 0.845 Valid
X3.3 0.839 Valid
X3.4 0.727 Valid
Y1.1 0.846 Valid
Y1.2 0.789 Valid
Y1.3 0.760 Valid
Y1.4 0.818 Valid
Y2.1 0.799 Valid
Y2.2 0.838 Valid
Y2.3 0.891 Valid
Y2.4 0.886 Valid
Y2.5 0.822 Valid
Sumber : Lampiran 4, 2025
Berdasarkan Tabel 10 diatas menunjukkan bahwa nilai outer loading untuk
masing-masing indikator (X1.1, X1.2, X1.3, X2.1, X2.2, X2.3, X2.4, X3.1, X3.2, X3.3, X3.4,
Y1.1, Y1.2, Y1.3, Y1.4, Y2.1, Y2.2, Y2.3, Y2.4, Y2.5.) yaitu lebih dari 0,7 dengan demikian
intrumen penelitian dapat dinyatakan valid (angka berwarna hijau). Uji validitas
konvergen dengan menggunakan nilai Average Varian Extracted (AVE) disajikan
sebagai berikut :
Tabel 11
Uji Validitas Konvergen (AVE)
Average Variance Extracted
Variabel Penelitian (AVE)
Keterangan
X1. Cita rasa 0.826 Valid
X2. Harga 0.710 Valid
X3. Kualitas produk 0.668 Valid
Y1. Kepuasan konsumen 0.646 Valid
Y2. Loyalitas konsumen 0.719 Valid
Sumber : Lampiran 4, 2025
Berdasarkan Tabel 11 hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Average
Variance Extracted diatas 0,5 (angka berwarna hijau) maka dapat diartikan bahwa
instrumen yang digunakan didalam penelitian dikatakan “Valid”.
3. Uji Reliabilitas
Uji Reabilitas dalam penelitian ini menggunakan Cronbach alpha. Intrument
penelitian dikatakan reliable apabila memiliki nilai lebih besar dari 0,70 dan
mencapai composite reliability di atas 0,70. Pada output Construct Reliability and
Validity, selanjutkan disajikan dalam Tabel 12 berikut ini:
Tabel 12
Uji Reliabilitas
Variabel Penelitian Cronbach’s Alpha Keterangan
X1. Cita rasa 0.894 Reliabel
X2. Harga 0.862 Reliabel
X3. Kualitas produk 0.833 Reliabel
Y1. Kepuasan konsumen 0.817 Reliabel
Y2. Loyalitas konsumen 0.902 Reliabel
Sumber : Lampiran 4, 2025
Berdasarkan hasil analisis data pada Tabel 12 diatas, menunjukkan bahwa
nilai cronbachs alpha lebih besar dari 0,70 dengan demikian instrumen yang
digunakan Reliabel dalam penelitian ini.
Tabel 16
Uji Koefisien Determinasi
Variabel Terikat R-Square (R2) R-Square Adjusted
Y1. Kepuasan konsumen 0.858 0.853
Y2. Loyalitas konsumen 0.861 0.855
Sumber : Lampiran 4, 2025
Berdasarkan Tabel 16 tersebut, dapat diartikan bahwa :
a. Variabel Cita rasa (X1), Harga (X2) dan Kualitas produk (X3) mempengaruhi
Kepuasan konsumen (Y1) sebesar 0,853 (85,3%) sangat tinggi, sedangkan
sisanya 14,7% dipengaruhi variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.
b. Variabel Cita rasa (X1) Harga (X2) dan Kualitas produk (X3) mempengaruhi
Loyalitas konsumen (Y2) sebesar 0,855 (85,5%) tinggi, sedangkan sisanya
14,5% dipengaruhi variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.
dengan asumsi variabel lain (Cita rasa dan Harga) nilainya konstan.
8. Uji Hipotesis Penelitian
a. Uji Hipotesis Penelitian Pengaruh Langsung
Gambar 4
Hasil Uji Model Struktural PLS
Hasil uji hipotesis kelima dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
negatif (-0,286), Nilai T-Statistic yaitu 3,125 (>1,964) dan nilai P Value yaitu
sebesar 0,002 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Harga (X2) berpengaruh
signifikan negatif terhadap Kepuasan konsumen (Y2) dengan demikian
Hipotesis ke 5 diterima.
6) Hipotesis 6. Kualitas produk (X3) berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas
konsumen (Y2)
Hasil uji hipotesis keenam dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
positif (0,259), Nilai T-Statistic yaitu 3,170 (>1,964) dan nilai P Value yaitu
sebesar 0,002 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Kualitas produk (X3)
berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas konsumen (Y2) dengan
demikian Hipotesis ke 6 diterima.
7) Hipotesis 7. Kepuasan konsumen (Y1) berpengaruh signifikan terhadap
Loyalitas konsumen (Y2)
Hasil uji hipotesis ketujuh dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
positif (0,898), Nilai T-Statistic yaitu 9,024 (>1,964) dan nilai P Value yaitu
sebesar 0,000 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Kepuasan konsumen (Y1)
berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas konsumen (Y2) dengan
demikian Hipotesis ke 7 diterima.
b. Uji Hipotesis Penelitian Pengaruh Tidak Langsung / Uji Melalui
Intervening Variabel
Penyajian tabel uji hipotesis penelitian (pengaruh tidak langsung) disajikan
dalam Tabel 19 sebagai berikut :
Tabel 19
Uji Hipotesis Penelitian
Original Sample Standard T Statistics P
Sample Mean Deviation (|O/STDEV|) Values
(O) (M) (STDEV)
X1. Cita rasa → Y1.
Kepuasan konsumen →Y2. 0,424 0,424 0,075 5,645 0,000
Loyalitas konsumen
X2. Harga → Y1. Kepuasan
konsumen → Y2. Loyalitas 0,376 0,380 0,104 3.625 0,000
konsumen
X3. Kualitas produk → Y1.
Kepuasan konsumen → Y2. 0,106 0,101 0,085 1,252 0,211
Loyalitas konsumen
Sumber : Lampiran 5, 2025
C. Pembahasan
1. Pengaruh Cita rasa Terhadap Kepuasan konsumen
Hasil uji hipotesis pertama dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
positif (0,472), Nilai T-Statistic yaitu 6,356 (>1,964) dan nilai P Value yaitu sebesar
0,000 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Cita rasa (X1) berpengaruh
signifikan positif terhadap Kepuasan konsumen (Y1) dengan demikian Hipotesis
ke 1 diterima.
Berdasarkan pengujian maka dapat disimpulkan bahwa Cita rasa mampu
memberikan pengaruh besar terhadap Kepuasan konsumen. Hal ini menunjukkan
bahwa konsumen merasa puas dengan Cita rasa mochi dan produk lain yang
ditawarkan oleh Pivy Sweet. Kualitas rasa yang konsisten dan khas menjadikan Cita
rasa sebagai faktor penting dalam meningkatkan Kepuasan konsumen. Hasil
penelitian ini mendukung penelitian terdahulu Rahmawati (2023).
sebesar 0,446 (>0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Cita rasa (X1) berpengaruh
positif namun tidak signifikan terhadap Loyalitas konsumen (Y2) dengan demikian
Hipotesis ke 4 ditolak.
Berdasarkan pengujian, dapat disimpulkan bahwa meskipun Cita rasa
dianggap baik, faktor ini tidak cukup kuat untuk membentuk Loyalitas secara
langsung. Konsumen mungkin menyukai produk namun belum tentu akan
melakukan pembelian ulang secara konsisten hanya karena Cita rasa. Hasil
penelitian ini tidak mendukung penelitian terdahulu Wijaya (2024).
membeli jika produk yang ditawarkan memiliki kualitas yang konsisten dan
memuaskan. Semakin baik Kualitas produk yang diberikan oleh Pivy Sweet, maka
semakin besar kemungkinan konsumen akan melakukan pembelian ulang dan
menjadi pelanggan tetap. Konsumen merasa percaya dan puas terhadap produk
yang berkualitas, sehingga mereka cenderung lebih loyal. Oleh karena itu, menjaga
standar kualitas menjadi hal penting bagi keberlangsungan Pivy Sweet. Hasil
penelitian ini mendukung dan memperkuat temuan penelitian terdahulu oleh Putri
(2024).
belum mampu menciptakan kepuasan yang cukup kuat untuk secara signifikan
membentuk Loyalitas konsumen. Konsumen mungkin menganggap bahwa kualitas
merupakan sesuatu yang sudah seharusnya dimiliki, sehingga faktor ini tidak
menjadi pembeda utama dalam membentuk loyalitas. Oleh karena itu, Pivy Sweet
perlu meningkatkan nilai tambah dalam Kualitas produk, seperti pengemasan yang
lebih menarik atau inovasi rasa, agar mampu memberikan kepuasan yang lebih
tinggi dan berdampak pada loyalitas. Hasil penelitian ini mendukung dan
memperkuat temuan penelitian terdahulu oleh Sutowo (2023), Nurhidayati (2024)
A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya,
maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dari keseluruhan hasil penelitian yaitu
sebagai berikut :
1. Cita rasa berpengaruh signifikan positif terhadap Kepuasan konsumen (H1
diterima);
2. Harga berpengaruh signifikan positif terhadap Kepuasan konsumen (H2
diterima);
3. Kualitas produk berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap terhadap
Kepuasan konsumen (H3 ditolak);
4. Cita rasa berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap terhadap Loyalitas
konsumen (H4 ditolak);
5. Harga berpengaruh signifikan negatif terhadap Loyalitas konsumen (H5
diterima);
6. Kualitas produk berpengaruh signifikan positif terhadap terhadap Loyalitas
konsumen (H6 diterima);
7. Kepuasan konsumen berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas
konsumen (H7 diterima);
8. Cita rasa berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas konsumen melalui
Kepuasan konsumen (H8 diterima);
9. Harga berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas konsumen melalui
Kepuasan konsumen (H9 diterima);
10. Kualitas produk berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Loyalitas
konsumen melalui Kepuasan konsumen (H10 ditolak).
B. Saran
1. Bagi Pivy Sweet
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Pivy Sweet terus
mempertahankan dan meningkatkan Cita rasa produknya karena terbukti
berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan konsumen. Harga yang kompetitif juga
perlu dijaga agar tetap terjangkau namun tetap mencerminkan Kualitas produk.
71
UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
72
Kualitas produk sebaiknya ditingkatkan secara menyeluruh, baik dari segi tampilan,
kemasan, maupun kebersihan, agar dapat mendorong Loyalitas konsumen. Selain
itu, pelayanan yang ramah dan pengalaman berbelanja yang nyaman perlu
diperhatikan karena dapat memengaruhi Loyalitas secara tidak langsung.
Mengingat Kepuasan berpengaruh besar terhadap Loyalitas, maka seluruh aspek
operasional perlu dikelola dengan baik untuk menjaga Kepuasan konsumen.
3. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini bagi peneliti lain hendaknya dapat menjadi bahan
masukan untuk mengembangkan model-model penelitian terbaru yang berkaitan
dengan variabel Cita rasa, Harga, dan Kualitas produk, Kepuasan konsumen dan
Loyalitas konsumen yang dapat dikembangkan lagi serta sesuai dengan kebutuhan
ilmu saat ini. Untuk penelitian selanjutnya penulis menyarankan untuk meneliti
fakor-faktor lain di luar variabel tersebut, seperti Promosi dan Lokasi yang juga
berpotensi memengaruhi Kepuasan konsumen dan Loyalitas konsumen.
PIVY SWEET
Jalan Madura, Kecamatan Situbondo
SITUBONDO
Lampiran : -
Perihal : Pemberian Ijin Penelitian
Di-
Situbondo
Demikian yang dapat kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami
sampaikan terima kasih.
Owner
Pivy Sweet
Hafidatur R
Lampiran 2 : Kuesioner Penelitian
KUESIONER PENELITIAN
Kepada:
Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i
Konsumen Pivy Sweet
Dengan Hormat,
Situbondo, ………….2025
Hormat Kami,
KUESIONER
A. Identitas Responden
Nama : .................................................................................
Jenis Kelamin : Laki-Laki Perempuan
No. Responden : (*Diisi oleh peneliti sendiri)
C. Daftar Pertanyaan
14.
Minat pembelian ulang (Y1.3)
Saya akan membeli produk di
tempat ini lagi jika saya
membutuhkan.
Kesediaan untuk
15.
merekomendasikan (Y1.4)
Saya akan merekomendasikan
produk ini kepada teman atau
keluarga saya.
Outer Loadings
R Square
Variabel Terikat R-Square (R2) R-Square Adjusted
Y1. Kepuasan konsumen 0.858 0.853
Y2. Loyalitas konsumen 0.861 0.855
Normality of Data
Indikator Excess Kurtois Skewness Keterangan
X1.1 -1,026 -0.157 Normal
X1.2 -0.943 -0.300 Normal
X1.3 -0.891 -0.157 Normal
X2.1 -0.939 -0.404 Normal
X2.2 -0.932 -0.379 Normal
X2.3 -1,011 -0.316 Normal
X2.4 -0.642 -0.320 Normal
X3.1 -1,137 -0.342 Normal
X3.2 -1,101 -0.402 Normal
X3.3 -1,272 -0.107 Normal
X3.4 -0.932 -0.379 Normal
Y1.1 -1,026 -0.157 Normal
Y1.2 -1,011 -0.316 Normal
Y1.3 -0.817 -0.283 Normal
Y1.4 -1,217 -0.158 Normal
Y2.1 -1,028 -0.046 Normal
Y2.2 -1,191 -0.138 Normal
Y2.3 -1,295 -0.241 Normal
Y2.4 -1,344 -0.073 Normal
Y2.5 -0.817 -0.283 Normal
Path Coefficients
Original Sample Standard T Statistics P
Sample Mean Deviation (|O/STDEV|) Values
(O) (M) (STDEV)
X1. Cita rasa →Y1.
0,472 0,475 0,075 6,356 0,000
Kepuasan konsumen
X2. Harga → Y1. Kepuasan
0,418 0,422 0,100 4,062 0,000
konsumen
X3. Kualitas produk → Y1. 1,229 0,220
0,118 0,112 0,093
Kepuasan konsumen
X1. Cita rasa → Y2.
0,060 0,066 0,080 0,762 0,446
Loyalitas konsumen
X2. Harga → Y2. Loyalitas
-0,286 -0,283 0,087 3,125 0,002
Konsumen
X3. Kualitas produk → Y2.
0,259 0,253 0,076 3,170 0,002
Loyalitas konsumen
Y1. Kepuasan konsumen → 0,898 0,896 0,097 9,024 0,000
Y2. Loyalitas konsumen
FREQUENCIES VARIABLES=JK X1.1 X1.2 X1.3 X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X3.1
X3.2 X3.3 X3.4 Y1.1 Y1.2 Y1.3 Y1.4 Y2.1 Y2.2 Y2.3 Y2.4 Y2.5
/STATISTICS=MEAN MEDIAN MODE
/ORDER=ANALYSIS.
Frequencies
Notes
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Bau
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Rasa
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Keterjangkauan harga
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Penyesuaian
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Konfirmasi harapan
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Kepuasan konsumen
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Pembelian ulang
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Kepercayaan konsumen
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Rekomendasi konsumen
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Barcode Kuesioner