0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan99 halaman

Pengaruh Rasa, Harga, Kualitas pada Loyalitas

Diunggah oleh

harissuhudmaulana31
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan99 halaman

Pengaruh Rasa, Harga, Kualitas pada Loyalitas

Diunggah oleh

harissuhudmaulana31
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH CITA RASA, HARGA, DAN KUALITAS PRODUK

TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN DENGAN KEPUASAN


KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA
PIVY SWEET DI SITUBONDO

SKRIPSI

RICO ARIF PRATAMA


NIM 202113281

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
TAHUN 2025
PENGARUH CITA RASA, HARGA, DAN KUALITAS PRODUK
TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN DENGAN KEPUASAN
KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA
PIVY SWEET DI SITUBONDO

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Manajemen
Pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

RICO ARIF PRATAMA


NIM 202113281

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
TAHUN 2025
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Semakin berkembangnya dunia bisnis mengharuskan pengusaha di dunia bisnis
untuk berurusan dengan pesaing dan memenuhi kebutuhan konsumen. Selain
pengembangan sains dan teknologi, persaingan yang terbentuk di dunia perdagangan
sangat sulit dilalui. Terdapat perubahan yang tidak dapat dipisahkan dari akibat
globalisasi, seperti: dari waktu ke waktu. Banyak orang bersaing untuk produk dan
layanan yang menawarkan berbagai manfaat untuk semua produk dan layanan.
Memulai perusahaan tidak mudah, tetapi mempertahankannya adalah tugas yang lebih
menantang yang membuatnya semakin sulit untuk mengembangkan perusahaan.
Persaingan di dunia bisnis semakin tak terhindarkan ketika mengembangkan bisnis
restoran atau restoran, karena konsumen akan membeli lebih banyak opsi saat membeli
lebih cepat, lebih cepat, dan lebih banyak produk yang ditawarkan.
Persaingan bisnis semakin berkembang. Perusahaan memasak dapat dikatakan
tetap menjadi semacam transaksi perkembangan yang menjanjikan. Ini dapat dilihat
dari kebutuhan untuk peningkatan konsumsi masyarakat yang lebih tinggi dari waktu
tertentu. Dari kondisi tersebut, terdapat beberapa temoat usaha dengan berbagai
makanan olahan. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha untuk
memikirkan strategi apa yang akan digunakan untuk keberlangsungan usahanya.
Dunia bisnis cenderung lebih kompetitif. Perusahaan perlu memahami dan mencoba
memahami keinginan serta aspirasi konsumen. Jika perusahaan dapat memenuhi
persyaratan dan kebutuhan konsumen, itu dapat menjadi perantara bagi pengusaha
untuk memilih strategi apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk menciptakan
kepuasan pelanggan. Seorang pelaku usaha dituntut untuk bisa menganalisa apa yang
terjadi dalam dunia pasar. Selain itu, membaca keinginan konsumen juga merupakan
hal penting dalam dunia bisnis
Kemajuan teknologi saat ini, dapat memudahkan konsumen dalam mencari tahu
keinginan dirinya sendiri, kebutuhan yang diperlukan, hal-hal apa yang harus dibeli
dan teknologi dapat menjadi perantara bagi konsumen yang berguna untuk konsumen

1
UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
2

memenuhi kepuasan mereka. Oleh karena itu, peran manajemen pemasaran dan
pemasaran sangat diperlukan untuk melakukan penelitian bisnis sehingga kelemahan
dalam dunia pasar dapat diketahui dan ditingkatkan. Kotler dan Armstrong (2014:27),
"Pemasaran merupakan kegiatan di mana suatu perusahaan membentuk nilai baik untuk
pelanggannya kemudian mengembangkan hubungan yang kuat dengan pelanggan
untuk memahami nilainya sebagai imbalan." Alma (2014:30) mendefinisikan
manajemen pemasaran sebagai "proses meningkatkan efisiensi dan efektivitas
kegiatan pemasaran individu atau perusahaan." Mencapai tujuan perusahaan terkait
erat dengan rencana strategi pemasaran yang baik dan terarah. Ini adalah faktor kunci
dalam membuat perusahaan menguntungkan.
Di zaman yang secanggih ini banyak usaha di bidang kuliner yang akan terus
berinovasi. Cita rasa sangat berperan penting, konsumen untuk memenuhi kebutuhan
akan makanan dan minuman pasti lebih mengutamakan cita rasa dari minuman
tersebut, sehingga para pengusaha bersaing akan menciptakan cita rasa yang khas di
setiap makanan agar dikenal oleh masyarakat luas. Mangkunegara, (2012:61)
mengemukakan Cita rasa merupakan karakteristik pada suatu produk yang kemudian
menjadi ciri khas. Menurut Drummond & Brefere (2010:3) Cita rasa merupakan
suatu cara pemilihan makanan yang harus dibedakan dari rasa makanan tersebut hal
ynag harus dilakukan oleh sebuah perusahaan dalam persaingan usaha yaitu dengan
lebih pintar dalam melihat dan memahami keinginan pasar. Salah satu faktor yang
penting dalam memasarkan produk adalah Harga.
Harga adalah faktor penting yang menjadi pertimbangan penjual dalam
mempromosikan suatu produk. Kotler dan Armstrong (2019:345) menunjukkan.
"Harga yaitu jumlah yang dikeluarkan oleh seorang konsumen dalam membeli
produk atau layanan produk atau layanan." Harga adalah kunci untuk menarik
konsumen untuk membeli produk, jadi Anda harus mengatur produk Anda sesuai
dengan harganya. Pengusaha dapat menerapkan strategi untuk menentukan harga
yang lebih rendah dari harga atau harga pesaing yang ditawarkan oleh toko -toko lain
untuk membuat konsumen lebih tertarik. Menurut Rusyidi (2018:40), harganya
adalah aspek pertama yang dipertimbangkan penjual dalam bisnisnya untuk menjual
produknya dalam bisnisnya. Sedangkan untuk pembeli, harga adalah aspek yang
berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami. "
UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
3

Selain rasa dan harga, yang sangat penting untuk dampak perilaku konsumen,
satu hal yang perlu dipertimbangkan ketika mengelola perusahaan adalah kepuasan
pelanggan. Kepuasan produk adalah salah satu penentu keberhasilan perusahaan dalam
pengembangan bisnis, dan pelestarian kepuasan berperan dalam hukuman konsumen
yang akan kembali suatu hari. Tjiptono (2016:146) berpendapat bahwa "kepuasan
konsumen ialah perasaan yang dirasakan konsumen dan kekecewaan setelah
membandingkan antara harapan dengan kinerja yang didapat." Jika konsumen puas
dengan nilai suatu produk atau layanan, itu mungkin konsumen permanen untuk
waktu yang lama. Menurut Irawan (2018:37), "Kepuasan konsumen ditentukan oleh
produk atau layanan konsumen ketika memenuhi harapan konsumen." Konsumen
merasa puas jika keinginan mereka terpenuhi atau jika mereka sangat puas ketika
mereka melebihi harapan konsumen.
Kualitas produk adalah produk yang dapat menyampaikan rasa keamanan dan
memenuhi persyaratan konsumen. Jika produk dalam kondisi baik, itu dianggap
sebagai produk berkualitas tinggi. Menurut Tjiptono (2015:14), Kualitas produk
merupakan produk yang menjamin bahan baku yang digunakan tersebut aman,
stabilitas rasa dan menu yang beragam. Kualitas Produk adalah perusahaan yang
mencakup harapan pelanggan untuk produk, layanan, orang, orang, proses dan
lingkungan. Menurut Kotler dan Keller (2016:37), Kualitas produk merupakan
kemampuan untuk melakukan fungsi produk, dan kemampuan termasuk produksi
daya tahan, keandalan, dan akurasi. Meningkatkan kualitas suatu produk akan selalu
memengaruhi kualitas produk atau layanannya yang dipenuhi oleh produk atau
layanan yang ditawarkan dan membeli kembali produk kepada pelanggan.
Kepuasan yang baik dari konsumen yang menggunakan produk atau
layanan memiliki dampak besar pada loyalitas konsumen. Konsumen yang
memuaskan dengan produk perusahaan mengarah pada citra positif perusahaan.
Dengan cara ini, bisnis dapat menerima citra baik dari masyarakat. Seorang
konsumen cenderung memiliki tingkat kepuasan yang berbeda dan memiliki
keinginan yang berbeda untuk produk dan

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


4

Pelayanan yang diharapkan. Hal tersebut adalah strategi yang dapat diterapkan
perusahaan untuk berusaha memenuhi harapan dan kebutuhan konsumen. Karena
ketika konsumen memutuskan apakah akan membeli atau tetap setia, mereka
cenderung memahami keuntungan dari produk dan layanan sesuai dengan keinginan
mereka.
Tjiptono (2016:318) menyatakan bahwa "Loyalitas konsumen merupakan
respons seorang konsumen terhadap suatu perusahaan yang telah memberikan produk
dan pelayanan seperti yang diharapkan." Sementara itu, Kotler dan Keller (2016:138)
mendefinisikan "Loyalitas pelanggan sebagai komitmen mendalam untuk terus
membeli atau mendukung produk atau layanan yang disukai di masa depan, meskipun
ada pengaruh situasional atau usaha pemasaran yang dapat membuat pelanggan
beralih." Loyalitas konsumen dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dalam
bentuk peningkatan profit. Secara umum, loyalitas konsumen mencerminkan
kesetiaan konsumen terhadap perilaku konsumsi mereka, di mana mereka terus
menggunakan produk atau jasa tertentu karena merasa sangat puas setelah
menggunakannya, sehingga mereka merekomendasikan produk atau jasa tersebut
kepada orang lain agar merasakan kepuasan yang sama. Oleh sebab itu, loyalitas
konsumen adalah suatu hal yang harus perusahaan perjuangkan. Karena dengan
Loyalitas konsumen dapat mencapai kesuksesan usaha.
Loyalitas konsumen dapat dicapai tergantung bagaimana perusahaan
memperlakukan konsumen. Seperti menawarkan produk yang berkualitas. Selain itu,
pelayanan yang diberikan juga perlu diperhatikan. Hal ini juga berlaku dalam bisnis
kuliner, seperti rumah makan dan restoran. Setiap usaha kuliner harus memiliki strategi
yang efektif dalam menjual produknya agar konsumen tetap setia atau bahkan
jumlahnya semakin meningkat. Jika konsumen merasa puas terhdap apa yang
perusahaan berikan, mereka cenderung melakukan pembelian berulang. Dalam
konteks penelitian ini, loyalitas terkait dengan kesetiaan konsumen dalam membeli
produk pisang, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti variasi jenis pisang
yang sesuai dengan selera konsumen, harga yang terjangkau, serta persepsi lain yang
dimiliki konsumen. Dengan demikian, bisnis yang

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


5

bergerak di sektor pisang berpotensi untuk berkembang dan menarik lebih banyak
konsumen.
Berdasarkan pengamatan peneliti, terdapat beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi kesuksesan usaha. Peneliti melihat elemen yang perlu ditelaah lebih
dalam untuk membuktikan dugaan sementara. Berdasarkan latar belakang yang telah
dijelaskan, Loyalitas konsumen di tempat yang akan diteliti ini belum terbentuk
secara maksimal. Hal tersebut bisa didasari oleh beberapa faktor yang belum
terlaksana secara maksimal. Akibatnya, para ahli percaya bahwa faktor harga dan rasa
serta loyalitas pelanggan saling berkorelasi secara terus-menerus, dengan kesenangan
pelanggan bertindak sebagai mediator dalam hal ini.
Peneliti berasumsi bahwa sejumlah faktor, yang dalam hal ini merupakan
variabel penelitian, memiliki pengaruh besar terhadap terciptanya fenomena
berdasarkan perilaku konsumen. Misalnya, seperti yang telah disebutkan sebelumnya,
kuliner di Pivy Sweet memiliki cita rasa yang unik dan lezat yang dapat menarik
minat konsumen untuk melakukan pembelian. Cita rasa merupakan factor penting
yang mempengaruhi pembelian agar usaha kita terus berjalan dan tetap eksis. Mochi di
Pivy sweet memiliki berbagai varian rasa seperti coklat, stobery, vanila, matcha, oreo,
taro, dan masih banyak lainnya. Varian rasa yang banyak membuat pelanggan tidak
bosan untuk menikmatinya.
Harga biasanya memiliki pengaruh besar bagi konsumen, dimana konsumen
cenderung lebih menyukai harga yang murah dan terjangkau. Dalam usaha Pivy
sweet meskipun harganya yang lebih mahal dibanding pesaing lain masih banyak
peminatnya untuk melakukan pembelian ulang. Harga berkisar dari 5.000 sampi
dengan 25.000. Dari harga yang relativ mahal untuk kawasan Situbondo namun minat
untuk membeli salalu ada.

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


6

Kualitas produk di Pivy Sweet Situbondo sangat memuaskan, baik dari segi
ketahanan maupun tampilan. Produk ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh untuk orang
tercinta, dengan kualitas yang terjaga dengan baik. Ketahanan produk yang ditawarkan
pun luar biasa, karena mochi ini bisa bertahan hingga tiga hari jika disimpan di dalam
lemari es, dan rasanya tetap konsisten, tidak berubah. Bahan-bahan yang digunakan
dalam pembuatan produk ini juga sudah terjamin aman, sehingga konsumen tidak perlu
khawatir mengenai kualitas dan keamanannya.
Kepuasan konsumen terhadap produk makanan Pivy Sweet menjadi faktor utama
yang mendukung kelangsungan usaha ini. Pembelian ulang yang terus terjadi
menunjukkan bahwa konsumen merasa puas dengan cita rasa yang selalu konsisten.
Perpaduan rasa manis yang pas dan tekstur mochi yang kenyal memberikan
pengalaman yang menyenangkan bagi para konsumen, membuat mereka merasa puas
dan ingin kembali membeli produk ini. Tingginya tingkat kepuasan konsumen ini
berpengaruh signifikan terhadap loyalitas mereka, yang pada gilirannya turut
memperkuat reputasi dan kesuksesan jangka panjang Pivy Sweet Situbondo.
Selain itu Loyalitas konsumen juga tidak kalah penting menjadi dasr strategi
untuk meningkatkan atau menurunkan nilai produk bagi konsumen. Setiap usaha
kuliner harus memiliki strategi dalam menjalankan usahanya. Adanya Loyalitas
konsumen dapat memberikan peningkatan keuntungan terhadap usaha ini. Wujud
kesetian dalam perilaku konsumsi merupakan Loyalitas konsumen.
Berdasarkan uraian dan fenomena yang terjadi, peneliti tertarik mengangkat
penelitian ini dengan judul “Pengaruh Cita Rasa, Harga Dan Kualitas Produk Terhadap
Loyalitas Konsumen Melalui Kepuasan Konsumen Sebagai Variabel Intervening Pada
Usaha Pivy Sweet Situbondo “.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi permasalahan yang sudah dikemukakan dalam latar
belakang, maka permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah Cita rasa dapat berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan
konsumen?

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


7

2. Apakah Harga dapat berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan konsumen?


3. Apakah Kualitas produk dapat berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan
konsumen?
4. Apakah Cita rasa berpengaruh secara signifikan terhadap Loyalitas konsumen?
5. Apakah Harga dapat berpengaruh secara signifikan terhadap Loyalitas konsumen?
6. Apakah Kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas konsumen?
7. Apakah Kepuasan konsumen berpengaruh signifikan terhap Loyalitas konsumen ?
8. Apakah Cita rasa berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas konsumen melalui
Kepuasan konsumen?
9. Apakah Harga berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas konsumen melalui
Kepuasan konsumen?
10. Apakah Kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas konsumen
melalui Kepuasan konsumen?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah penelitian tersebut, maka tujuan penelitian ini
yaitu untuk mengetahui signifikansi pengaruh:
1. Cita rasa terhadap Kepuasan konsumen;
2. Harga terhadap Kepuasan konsumen;
3. Kualitas produk terhadap Kepuasan konsumen;
4. Cita rasa terhadap Loyalitas konsumen.
5. Harga terhadap Loyalitas konsumen;
6. Kualitas produk terhadap Loyalitas konsumen;
7. Kepuasan konsumen terhadap Loyalitas konsumen;
8. Cita rasa terhadap Loyalitas konsumen melalui Kepuasan konsumen;
9. Harga terhadap Loyalitas konsumen melalui Kepuasan konsumen;
10. Kualitas produk terhadap Loyalitas konsumen melalui Kepuasan konsumen.

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


8

D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari adanya penelitian ini yang diharapkan memberikan dampak
positif bagi berbagai pihak diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Bagi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
Sebagai suatu hasil kerja atau tugas akhir dan sebuah karya yang dapat dijadikan
sebagai tambahan referensi kepustakaan atau bahan wacana bagi mahasiswa ataupun
pihak lain yang memiliki ketertarikan penelitiaan pada bidang yang sama khususnya
yang berkenaan dengan Cita rasa, Harga dan Kualitas produk dalam menentukan
Loyalitas konsumen dengan Kepuasan konsumen sebagai variabel intervening untuk
dijadikan acuan pada penelitian selanjutnya.

2. Bagi Peneliti
Dapat menjadi landasan, bekal ilmu serta tambahan pengetahuan dalam
memperkaya refrensi kajian ilmu dan pengembangan media pembelajaran atau
penerapan media pembelajaran secara lebih lanjut. Sebagai salah satu syarat untuk
menyelesaikan pendidikan strata 1 (S1) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Abdurachman Saleh Situbondo.

3. Bagi Pemilik Usaha Pivy Sweet


Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi dan masukan positif yang
berharga bagi pelaku usaha bisnis yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam merencanakan strategi pemasaran, dan mewujudkan visi misi
serta tujuan organisasi, khususnya dalam mengembangkan dan meningkatkan
Loyalitas konsumen melalui Kepuasan konsumen pada usaha Pivy Sweet.

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Penelitian Terdahulu
untuk mengidentifikasi masalah yang harus diselidiki. Untuk mengatasi
masalah dan mencegah dilakukannya penelitian baru, peneliti merujuk dan
membandingkan temuan mereka dari penelitian sebelumnya. Ada beberapa hasil
penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini, diantaranya sebagai
berikut:
1. Rahmawati (2023) “Pengaruh Cita Rasa, Harga dan Kualitas Pelayanan
Terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Kasus Pada Resto Street Sushi Cabang
Meruya Jakarta Barat)”. Jurnal. Universitas Dian Nusantara, Jakarta. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Component atau Variance Based
Structural Equation Model menggunakan program Prtial Least Square (Smart-
PLS) versi PLS. Hasil penelitian menyatakan bahwa cita rasa berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen, harga berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dan kualitas pelayanan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen di resto Street
Sushi cabang Meruya.
2. Solihin (2024) “Pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan
Pelanggan Pada Toko Sumber Rizki Cilacap Jawa Tengah”. Metode penelitian
yang digunakan adalah kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan berjumlah
100 responden. Sumber data pada penelitian adalah Data primer melalui
survei, wawancara, dan kuesioner dan data sekunder yang berupa studi
kepustakaan dan dokumentasi. Metode pengumpulan data dengan cara
kuesioner edangkan metode analisis data dengan cara regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini adalah (1) Secara parsial terdapat pengaruh positif dan
signifikan antara harga terhadap kepuasan pelanggan pada Pada Toko Sumber
Rizki Cilacap Jawa Tengah, hal tersebut dapat dibuktikan dari persamaan
regresi linier sederhana Y=3,260+0,654X1, Nilai korelasi sebesar 0,895. Nilai
koefisien determinasi sebesar 80,0%, dan nilai t hitung 19,824 > t tabel 1,984
dengan signifikan 0,000 < 0,05 (2) Secara parsial terdapat pengaruh positif dan
significan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada Toko

9
UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
10

Sumber Rizki Cilacap Jawa Tengah, hal tersebut dapat dibuktikan dari
persamaan regresi linier sederhana Y=3,246+0,538X2. Nilai korelasi sebesar
0,879. Nilai koefisien determinasi sebesar 77,3%, dan nilai t hitung 18,255 > t
tabel 1,984 dengan signifikan 0,000 < 0,05, (3) Secara simultan terdapat
pengaruh yang positif dan signifikan antara harga dan kualitas pelayanan
terhadap kepuasan pelanggan pada Toko Sumber Rizki Cilacap Jawa Tengah,
hal tersebut dapat dibuktikan dari persamaan regresi linier berganda
Y=2,707+0,430X1+0,200X2. Nilai koefisien determinasi sebesar 81,3%. Nilai
korelasi sebesar 0,902. Serta nilai F hitung 210,536 > F tabel 3,09 dengan
tingkat siginifikan 0,000 < 0,05
3. Sutowo (2023) “Pengaruh Kualitas Produk terhadap Kepuasan Konsumen
(Studi Kasus pada Konsumen Kerajinan Barongan di Gubug Barong Dwijaloka
Tawangsari Blitar)”. Jurnal. Universitas Islam Balitar. Penelitian ini
menggunakan metode survey dengan pendekatan penelitian kuantitatif.
Sampling Jenuh menjadi teknik sampling yang digunakan. Data dikumpulkan
dengan cara menebarkan kuesioner kepada konsumen kerajinan barongan di
Gubug Barong Dwijaloka sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan
kualitas produk berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen
dengan taraf signifikan senilai 0,026 ≤ dari 0,05. Dari hasil penelitian ini
diharapkan Gubug Barong Dwijaloka terus menjaga kualitas produk melalui
pemilihan bahan yang berkualitas, penetapan standard pembuatan dan
melakukan kroscek hasil secara periodik untuk menjamin kualitas dan mutu
barongan yang dihasilkan.
4. Wijaya (2024) “Pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga, Dan Cita Rasa Produk
Terhadap Loyalitas Pelanggan Dengan Kepuasan Sebagai Variable Intervening
Pada 3 Resto Di Kemuning. Jurnal. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Populasi
penelitian ini adalah masyarakat wilayah Jawa Tengah baik laki-laki maupun
perempuan yang pernah berkunjung ke Resto Bali Ndeso, Mbak Ning, dan
Ndoro Donker. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian
ini adalah non-probabilitay dengan teknik purposive sampling. Metode
pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner online. Metode

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


11

analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis model


persamaan struktural (SEM) dengan smart Parsial Least Square (PLS). Hasil
penelitian ini adalah kualitas pelayanan, harga dan Cita rasa berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan,
kualitas pelayanan dan rasa mempunyai pengaruh positif dan signifikan
terhadap loyalitas pelanggan. Kepuasan pelanggan berperan memediasi
kualitas pelayanan, harga, rasa hingga loyalitas.
5. Farisi (2020) “Pengaruh Harga dan Promosi Terhadap Loyalitas Pelanggan
Pengguna Jasa Transportasi Online di Kota Medan. Jurnal. Universitas
Muhammadiyah Sumatra Utara Medan. Pendekatan yang dilakukan dalam
penelitian ini adalah pendekatan asosiatif. Jenis data yang dikumpulkan untuk
mendukung variabel yang diteliti adalah data primer dan data sekunder. Teknik
pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, daftar pertanyaan dan
studi dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan
analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi.
Pengolahan data menggunakan program software SPSS (statistic package for
the social science) 20.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
secara parsial, masing-masing variabel Harga dan Promosi berpengaruh
terhadap Loyalitas Pelanggan Gojek di Kota Medan dan secara simultan,
variabel harga dan promosi berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan Gojek di
Kota Medan.
6. Putri (2024) “Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Loyalitas Konsumen
Melalui Kepuasan Konsumen Pada Perusahaan Shopee”. Jurnal. STIE
Malangkucecwara. Tujuan penelitian adalah mengetahui kualitas produk
terhadap loyalitas konsumen dan kepuasan konsumen serta kepuasan
konsumen kepada loyalitas konsumen dan pengaruh tidak langsung kualitas
produk terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan konsumen. Dengan
pengumpulan datanya kuisioner. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan
Uji Instrument Penelitian (Uji Validitas, Uji Reliabilitas), SEMPLS, Uji
Ketepatan Model (R-Square, Uji Hipotesis) dengan bantuan SMART PLS 4.
Sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswa STIE Malangkucecwara

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


12

Jurusan Manajemen sebanyak 100. Hasil dari penelitian berpengaruh signifikan


Kualitas Produk terhadap Kepuasan Konsumen.
7. Nurhidayati (2024) “Pengaruh Kepuasan terhadap Loyalitas Pelanggan
Bengkel Resmi PT. Citra Thamrin Motor Kota Jambi. Jurnal. Universitas
Batanghari Jambi. Teknik analisis menggunakan persamaan regresi yang
dilanjutkan dengan pengujian r Square dan pengujian hipotesis parsial dengan
uji t. Dari pengolahan data yang dilakukan diperoleh persamaan regresi Y =
6,505 + 0,465.X + e. Sedangkan dari pengujian hipotesis parsial memiliki nilai
sig < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kepuasan berpengaruh positif
dan signifikan secara parsial terhadap loyalitas pelanggan. Berdasarkan hasil
analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
kepuasan pelanggan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap
loyalitas pelanggan di Bengkel Resmi PT. Citra Thamrin Motor Kota Jambi.
Tabel 1 di bawah ini menjelaskan perbedaan dan persamaan antara penelitian
sebelumnya dan penelitian saat ini:

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


13

Tabel 1
Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu dan Saat ini

Persamaan dan Rujukan


No. Nama dan Judul Hasil
Perbedaan Hipotesa
1 Rahmawati (2023) Persamaan: Cita rasa dan H1, H2, H8.
“Pengaruh Cita Rasa, Harga terhadap H9
Variabel Cita rasa,
Harga dan Kualitas Harga dan Kepuasan
Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen
Kepuasan Konsumen Konsumen. berpengaruh
(Studi Kasus Pada secara
Resto Street Sushi Perbedaan: signifikan.
Cabang Meruya Penggunaan
Jakarta Barat)”. Intervening, tahun
Jurnal. Universitas dan objek
Dian Nusantara, penelitian.
Jakarta.
2 Solihin (2024) Persamaan: Harga terhadap H2, H9
“Pengaruh Harga Dan Kepuasan
Variabel Harga
Kualitas Pelayanan Konsumen
dan Kepuasan
Terhadap Kepuasan berpengaruh
Pelanggan
Pelanggan Pada Toko secara
Sumber Rizki Cilacap Perbedaan: signifikan.
Jawa Tengah”.
Universitas Islam Kualitas
Kadiri (UNISKA) Pelayanan, tahun
Kediri. dan objek
penelitian.

3 Sutowo (2023) Persamaan: Kualitas Produk H3, H10


“Pengaruh Kualitas terhadap
Variabel Kualitas
Produk terhadap Kepuasan
Produk dan
Kepuasan Konsumen Konsumen
Kepuasan
(Studi Kasus pada berpengaruh
Konsumen.
Konsumen Kerajinan signifikan.
Barongan di Gubug Perbedaan:
Barong Dwijaloka
Tawangsari Blitar)”. Penggunaan
Jurnal. Universitas Intervening, tahun
Islam Balitar. dan objek
penelitian.

Tabel 1 dilanjutkan

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


14

Lanjutan tabel 1

4 Wijaya (2024) Persamaan: Harga dan Cita H4, H5


“Pengaruh Kualitas Rasa
Variabel Harga,
Pelayanan, Harga, berpengaruh
Cita Rasa,
Dan Cita Rasa Produk signifikan
Loyalitas
Terhadap Loyalitas terhadap
Pelanggan,
Pelanggan Dengan Loyalitas.
Kepuasan, dan
Kepuasan Sebagai
Penggunaan
Variable Intervening
Variable
Pada 3 Resto Di
Intervening
Kemuning”. Jurnal.
Universitas Perbedaan:
Muhammadiyah
Surakarta. Tahun dan objek
penelitian.

5 Farisi (2020) Persamaan: Harga H5


“Pengaruh Harga dan berpengaruh
Variabel Harga
Promosi Terhadap signifikan
dan Loyalitas.
Loyalitas Pelanggan terhadap
Pengguna Jasa Perbedaan: Loyalitas.
Transportasi Online di
Kota Medan. Jurnal. Tahun dan objek
Universitas penelitian.
Muhammadiyah
Sumatra Utara
Medan.
6 Putri (2024) Persamaan: Kualitas produk H6
“Pengaruh Kualitas berpengaruh
Variabel Kualitas
Produk Terhadap signifikan
produk, Loyalitas
Loyalitas Konsumen terhadap
Konsumen dan
Melalui Kepuasan Loyalitas
Kepuasan
Konsumen Pada Konsumen.
Konsumen.
Perusahaan Shopee.
Jurnal. STIE Perbedaan: Tahun
Malangkucecwara. dan objek
penelitian.
7 Nurhidayati (2024) Persamaan: Kepuasan H7, H8. H9
“Pengaruh Kepuasan Konsumen
Variabel H10
terhadap Loyalitas berpengaruh
Kepuasan
Pelanggan Bengkel signifikan
Konsumen dan
Resmi PT. Citra terhadap
Loyalitas
Thamrin Motor Kota Loyalitas
Pelanggan.
Jambi. Jurnal. Pelanggan.

Tabel 1 dilanjutkan

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


15

Lanjutan tabel 1

Universitas Perbedaan:
Batanghari Jambi.
Tahun dan objek
penelitian.

8 Pratama (2024) Variabel Cita


"Pengaruh Cita Rasa, Rasa, Harga,

?
Harga Dan Kualitas Kualitas produk,
Produk Terhadap Loyalitas
Loyalitas Konsumen Konsumen dan
Melalui Kepuasan Kepuasan
Konsumen Sebagai Konsumen.
Variabel Intervening
Pada Usaha Pivy
Sweet Situbondo “.
Skripsi. Universitas
Abduracman Saleh
Saleh Situbondo.

B. Landasan Teori
1. Manajemen Pemasaran
a. Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah salah satu kegiatan yang biasanya dilakukan dalam dunia
usaha. Pemasaran merupakan elemen penting untuk keberlangsungan suatu usaha.
Dengan pamasaran, dapat menjadi sarana untuk mengenalkan suatu produk
prusahaan. Dengan pemasarn yang tepat dapat menjadi ladang kesuksesan suatu
usaha. Kotler dan Keller (2016:263) menjelaskan bahwa "Pemasaran merupakan
serangkaian kegiatan yang biasnaya dilakukan pelaku usaha untuk produk
usahanya". Kegiatan pemasaran juga proses menyerap informasi dari konsumen
seperti karakteristik konsumen, keinginan serta membaca kebutuhan konsumen.
Hasan (2015:4), "Pemasaran merupakan proses identifikasi dan proses
pengkomunikasian dan membentuk hubungan baika antara konsumen dan pemilk
usaha". Pemasaran dalam dunia usaha dapat dilakukan dengan melihat aspek-aspek
pemasaran yang telah ada. Pemasaran lebih dari sekedar fungsi bisnis untuk
mencapai kesepakatan dengan konsumen. Pemasaran bukan hanya tentang
penjualan dan mengiklankan suatu produk. Pemasaran juga bentuk dari pemahaman
perusahaan terhadap kebutuhan konsumen.

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


16

Berdasarkan beberapa penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa


pemasaran adalah proses bertemunya konsumen dengan pemilik usaha dan
memulai komunikasi pemasaran. Dengan hal tersebut, seorang pelaku usaha dapat
melakukan evaluasi terhadap produknya. Pemasaran juga merupakan kegiatan
yang saling berhubungan antara dunia bisnis dan konsumen sebagai sistem
pencapaian labadengan konsumen sebagai suatu sistem yang menghasilkan
keuntungan.
b. Pengertian Manajemen Pemasaran
Pemasaran adalah strategi bisnis yang terkait dengan kegiatan perusahaan
untuk mempromosikan penjualan produk. Pemasaran mencakup iklan, menjual
dan mengirimkan produk ke konsumen atau perusahaan lain. Pemasaran
sebenarnya muncul satu sama lain karena kebutuhan yang saling melengkapi
ketika setiap orang memiliki kebutuhan dan harapan yang tidak terbatas.
Oleh karena itu menurut Kotler dan Keller (2016:27) “Manajemen
pemasaran proses mengkomunikasian kepada konsumen terhadap apa yang
perusahaan lakukan”. Sedangkan Sudarsono (2020:2) menjelaskan bahwa
“Manajemen pemasaran mencakup proses perencanaan, pengarahan dan
koordinasi kegiatan pemasaran untuk mencapai tujuan perusahaan”.
Dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran merupakan faktor penting
yang harus di prioritaskan oleh perusahan. Perusahaan yang baik adalah yang
memiliki kegiatan manajemen pemasaran yang terstruktur dengan baik.

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


17

c. Bauran Pemasaran
Kotler dan Amstrong (2019:62) menyatakan “Bauran pemasaran merupakan
alat yang digunakan dala kegiatan pemasaran yang biasa disebut Marketing Mix”.
Bauran pemasaran adalah sekumpulan variabel yang digunakan dalam melakukan
pemasaran di suatu perusahaan. Konsep tersebut biasa digunakan untuk
melakukan strategi pemasaran untuk menarik minat konsumen terhadap suatu
produk perusahaan. Unsur-unsur bauran pemasaran terdiri dari empat poin utama,
yaitu product, price, promotion, dan place atau dikenal dengan 4P.
1) Product, merupakan elemen penting yang dibutuhkan pelaku bisnis untuk
melakukan pemasaran.
2) Price, adalah harga jual suatu produk.
3) Promotion, merupakan kegiatan untuk mempromosikan suatu barang.
4) Place, merupakan tempat yang dipilin untuk melakukan pemasaran.

2. Cita Rasa
a. Pengertian Cita Rasa
Cita rasa adalah bentuk rasa yang ditawarkan pada suatu produk. Cita rasa
adalah faktor penting dalam bisnis kuliner. Cara seseorang berperilaku saat
menikmati atau memakan sesuatu untuk pertama kalinya ditentukan oleh
bagaimana rasanya. Karena konsumen cenderung akan membeli makanan jika
rasanya enak. Meskipun suatu hidangan memiliki nilai gizi yang baik, ada kalanya
bentuknya kurang menarik. Setelah itu, produsen akan mempertimbangkan hal ini
dan memberikan cita rasa yang khas pada hidangan mereka. Secara umum,
kualitas makanan mengacu pada keseluruhan karakteristik produk makanan yang
memengaruhi pembelian konsumen. Setiap pelanggan, terutama mereka yang
memakannya sendiri atau bersama keluarga, akan sangat memperhatikan rasanya..
Selera suatu produk memang penting dan memengaruhi proses pengambilan
keputusan konsumen saat melakukan pembelian. Produk tersebut kemungkinan
besar akan dibeli karena tampilannya, yang dapat diartikan sebagai selera
konsumen.
Menurut Drummond & Brefere (2010:3) Cita rasa merupakan suatu cara
pemilihan makanan yang harus dibedakan dari rasa makanan tersebut. Cita rasa
merupakan atribut makanan yang meliputi penampakan, bau, rasa, tekstur dan
suhu. Cita rasa merupakan suatu hal yang sangat penting untuk membedakan
suatu makanan dengan makanan yang lainya. Menurut Drummond & Brefere

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


18

(2010:3) Cita rasa merupakan hasil kerja pengecap rasa (taste buds) yang terletak
di lidah, pipi, kerongkongan, atap mulut, yang merupakan bagian dari cita rasa.
Berdasarkan pendapat beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa pengertian
dari Cita rasa adalah suatu penilaian konsumen terhadap produk makanan ataupun
minuman, yang merupakan hasil dari kerja sama indera manusia lebih tepatnya
indera perasa dan dapat dibedakan dari bentuk/penampakan, bau, rasa, tekstur dan
suhu. Indera rasa terletak di lidah, pipi, kerongkongan, atap mulut, yang
merupakan bagian dari cita rasa.
b. Komponen Cita rasa
Menurut Garrow dan James (2010:124) indikator Cita rasa adalah sebagai
berikut:
1) Bau
Bau merupakan salah satu komponen cita rasa pada makanan, yaitu
memberikan aroma atau bau, maka dapat mengetahui rasa dari makanan
tersebut. Dimana bau ini dikenal dengan menggunakan hidung. Apabila
bau makanan berubah maka tentu saja akan berpengaruh pada rasa. Bau
tengik atau alkohol yang disebabkan oleh bahan makanan tersebut telah
lama disimpan yang telah terkontiminasi dengan udara luar.
2) Rasa
Rasa berbeda dengan bau dan lebih banyak melibatkan panca indera lidah.
Rasa dapat dikenali dan dibedakan oleh kuncup-kuncup cecepan yang
terletak pada papilia yaitu bagian noda darah jingga

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


19

c. Indikator Cita Rasa


Di dalam faktor Cita rasa ada tiga indikator yang mempengaruhi yaitu
menurut Wahidah (2019:12) ialah sebagai berikut:
1) Bau, ciri khas dan aroma
Merupakan salah satu komponen citra rasa pada makanan dengan
memberikan aroma dengan ciri khas pada makanan.
2) Rasa
Yaitu dapat dikenali dan dibedakan pada indra lidah seseorang yang akan
mengkonsumsinya dapat mengetahui secara spesifik tentang rasa pada
makanan.
3) Rangsangan mulut
Yaitu timbulnya rangsangan mulut setelah merasakan atau menelan suatu
manakan dengan memiliki rasa yang khas pada makanan.

3. Harga
a. Pengertian Harga
Kotler dan Amstrong (2019:345) mengemukakan bahwa " Harga produk
atau jasa adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan pembeli atau klien untuk
menerima manfaat. Harga adalah sejumlah uang atau nilai yang dibayarkan
konsumen untuk barang tertentu yang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan
atau keinginan”. Menurut Tjiptono (2016:151) "Harga adalah jumlah uang atau
satuan ukuran lain (termasuk komoditas dan layanan lain) yang diperjual belikan
untuk mendapatkan hak istimewa memiliki atau menggunakan barang atau
layanan. Singkatnya, harga adalah ukuran nilai yang dipertukarkan pembeli untuk
suatu barang.
Dalam hal promosi produk, pertimbangan pertama bagi penjual adalah
harga. Harga merupakan salah satu pertimbangan dalam membuat keputusan
untuk memuaskan keinginan pelanggan, menurut pembeli. Menurut Abdullah dan
Tantri (2015:171) menjelaskan bahwa "Saat sebuah bisnis harus menetapkan
harga untuk pertama kalinya, penetapan harga menjadi masalah." Hal ini terjadi
saat sebuah bisnis menciptakan atau membeli produk baru, memperkenalkan
produk yang sudah ada ke pasar atau wilayah baru, atau mengajukan tender
kontrak kerja baru.

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


20

Harga suatu produk atau layanan adalah istilah yang digunakan untuk
memberikan nilai moneter. Saat mempromosikan barang dan layanan mereka,
semua perusahaan harus menetapkan harga yang wajar.
Singkatnya, harga adalah pilihan penting yang berkontribusi terhadap
keberhasilan bisnis. Di pasar, harga berfungsi sebagai mekanisme ekonomi yang
mendistribusikan penawaran kepada konsumen. Harga juga menunjukkan apakah
penawaran tersebut tersedia atau tidak, serta seberapa baik penerimaan penawaran
tersebut.
b. Peranan Harga
Menurut Tjiptono (2017:319) terdapat beberapa peran Harga yaitu:
1) Bagi perekonomian
Upah, sewa, suku bunga, dan laba semuanya dipengaruhi oleh harga produk.
Karena harga berdampak pada bagaimana tenaga kerja, tanah, uang, dan
kewirausahaan didistribusikan, maka harga merupakan pengatur utama
sistem ekonomi. Suku bunga yang tinggi menarik investasi modal,
sementara upah yang tinggi menarik tenaga kerja. Harga bertindak sebagai
pengalokasi sumber daya, yang menentukan kejadian selanjutnya. Harga,
sebagai distributor sumber daya, menentukan siapa yang membeli barang
dan jasa yang dihasilkan (permintaan) dan apa yang diproduksi
(penawaran).
2) Bagi konsumen
Beberapa konsumen sangat sensitif terhadap pertimbangan harga dalam
pembelian eceran (harga menjadi satu-satunya faktor yang dipertimbangkan
saat membuat keputusan pembelian), sementara yang lain tidak. Mayoritas
pembeli mempertimbangkan pertimbangan lain selain harga, meskipun
mereka agak sensitif terhadap harga. Selain itu, harga sering kali
memengaruhi cara konsumen memandang kualitas suatu produk. Biaya
tinggi terkadang dapat diartikan sebagai tanda kualitas yang unggul,
terutama dalam kategori produk khusus..

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


21

3) Bagi Perusahaan
Harga adalah satu-satunya komponen bauran pemasaran yang menghasilkan
uang, berbeda dengan peningkatan pemasaran mahal lainnya. Penentu utama
permintaan produk di pasar adalah harganya. Daya saing dan pangsa pasar
perusahaan dipengaruhi oleh harga. Singkatnya, bisnis mendapat
keuntungan dari harga yang mereka tetapkan untuk barang dan jasa yang
mereka tawarkan.
c. Indikator Harga
Menurut Kotler dan Amstrong (2016:314) terdapat empat indikator dari
Harga adalah sebagai berikut:
1) Keterjangkauan harga
Harga yang ditetapkan oleh perusahaan dapat diakses oleh konsumen.
Biasanya, satu merek menawarkan berbagai produk dengan harga yang
bervariasi. Banyak pelanggan akan membeli produk setelah harga
ditetapkan.
2) Harga sesuai kemampuan atau daya saing harga
Pelanggan sering membandingkan harga suatu produk dengan harga
produk lain. Dalam hal ini, pembeli mempertimbangkan harga suatu
produk secara matang sebelum melakukan pembelian.
3) Kesesuaian harga dengan kualitas produk
Pelanggan sering kali mempertimbangkan harga sebagai tolok ukur
kualitas. Pelanggan cenderung lebih fokus pada perbedaan kualitas dan
sering kali memilih yang lebih mahal dari kedua pilihan tersebut.
Umumnya orang percaya bahwa harga yang tinggi berarti kualitas yang
tinggi.
4) Kesesuaian harga dengan manfaat
K Ketika manfaat yang dirasakan dari suatu produk lebih besar daripada
biayanya, konsumen memutuskan untuk membelinya. Konsumen akan
menganggap suatu produk mahal dan memutuskan untuk membelinya lagi
jika mereka yakin manfaat produk tersebut lebih besar daripada biayanya

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


22

4. Kualitas Produk
a. Pengertian Kualitas Produk
Menurut Lupiyoadi (2015:175) " Suatu produk yang memenuhi tuntutan
pelanggan dan mempunyai spesifikasi yang baik dianggap berkualitas tinggi.
Kualitas produk mengacu pada serangkaian barang dengan atribut fisik, fungsi,
dan kualitas yang baik yang dievaluasi oleh pelanggan berdasarkan kriteria
kualitas produk.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kualitas produk
Menurut Harjadi (2021:35) dalam faktor-faktor yang mempengaruhi
kualitas suatu produk yaitu:
1) Fungsi suatu produk
Fungsi untuk apa produk tersebut digunakan atau dimaksudkan.
2) Wujud luar
Faktor wujud luar yang terdapat dalam suatu produk tidak hanya terlihat
dari bentuk tetapi warna dan pembungkusannya.
3) Biaya produk bersangkuta
Biaya untuk perolehan suatu barang, misalnya harga barang serta biaya
untuk barang itu sampai kepada pembeli.
c. Indikator Kualitas produk
Menurut Tjiptono (2016:134) bahwa indikator kualitas produk sebagai
berikut:
1) Daya Tahan Produk
Lamanya waktu produk ini dapat dimanfaatkan dalam berbagai situasi dan
sesuai dengan usianya menunjukkan bahwa produk ini memiliki kualitas
daya tahan yang baik.
2) Keandalan
Ini adalah produk yang dalam jangka waktu tertentu, dapat berfungsi
dengan baik dan tanpa masalah apa pun.
3) Penyesuaian
Dengan memodifikasi stok produk saat ini, dapat memenuhi kebutuhan
pelanggan.

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


23

4) Kesesuaian produk dengan spesifikasi


Ini adalah produk aman yang dapat digunakan sesuai dengan persyaratannya dan
memiliki proses produk.

5. Kepuasan Konsumen
a. Pengertian Kepuasan Konsumen
Daryanto dan Setyobudi (2014:43) mengemukakan bahwa " Penilaian
emosional pelanggan setelah mereka menggunakan suatu produk yang memenuhi
persyaratan dan harapan mereka disebut sebagai kepuasan konsumen."
Singkatnya, kepuasan pelanggan dapat dipahami sebagai upaya untuk mencapai
tujuan atau melakukan tindakan dengan baik guna memuaskan pelanggan.
Meskipun sifatnya abstrak, gagasan tentang kepuasan pelanggan tetap menjadi
dasar teori dan praktik pemasaran, dan merupakan salah satu tujuan utama usaha
[Link] Tjiptono (2015:45) mengemukakan "Kepuasan konsumen
adalah elemen pokok dalam pemikiran dan praktik pemasaran modern, persaingan
dapat dimenangkan apabila perusahaan mampu menciptakan dan
mempertahankan konsumen".
Kemudian Tjiptono (2016:146) menambahkan "Tingkat emosi atau
ketidakpuasan yang dialami seseorang setelah membandingkan kinerja suatu
produk dengan harapan mereka dikenal sebagai kepuasan konsumen”. Ketika
pelanggan senang dengan suatu layanan, mereka cenderung akan membelinya lagi
dan menggunakannya lagi di masa mendatang ketika kebutuhan serupa muncul.
Dari berbagai definisi yang diberikan oleh para ahli di atas, kita dapat
menyimpulkan bahwa kepuasan pelanggan adalah hasil dari membandingkan
kinerja yang dicapai saat menggunakan suatu produk atau layanan dengan harapan
yang diharapkan. Loyalitas pelanggan sangat dipengaruhi oleh tingkat kepuasan
pelanggan yang tinggi terhadap suatu produk atau layanan. Reputasi perusahaan
yang baik dipengaruhi oleh tingkat kepuasan pelanggan yang diterimanya.

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


24

b. Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen


Menurut Indrasari (2019:87) terdapat lima faktor utama yang harus
diperhatikan oleh perusahaan yaitu:
1) Kualitas produk: Pelanggan senang ketika evaluasi menunjukkan bahwa
produk yang mereka gunakan berkualitas tinggi..
2) Kualitas layanan: Ketika pelanggan memperoleh layanan yang memuaskan
atau harapan mereka terpenuhi, mereka merasa senang.
3) Emosional: Ketika menggunakan produk tertentu, pelanggan sering merasa
bangga, berpikir bahwa orang lain akan tercengang, dan mengalami
tingkat kepuasan yang lebih tinggi.
4) Harga: Pelanggan menerima nilai tambah yang lebih besar dari barang
dengan kualitas yang sama tetapi dengan biaya yang relatif rendah.
5) Biaya: Pelanggan cenderung lebih senang dengan suatu produk jika mereka
tidak perlu membayar ekstra atau membuang waktu menunggu barang
tersebut tiba.
c. Indikator Kepuasan Konsumen
Tjiptono (2016:95) mengemukakan terdapat empat indikator kepuasan
konsumen yaitu:
1) Kepuasan konsumen keseluruhan
Menanyakan langsung kepada pelanggan seberapa puas mereka terhadap
barang, harga, dan layanan yang mereka terima adalah metode paling
langsung untuk mengukur kepuasan pelanggan.
2) Konfirmasi harapan
Harapan pelanggan dan operasi bisnis yang sebenarnya tidak selaras. Hal ini
terlihat dari kualitas layanan, yang merupakan komponen dari apa yang
diharapkan pelanggan dari layanan yang mereka terima. Aspek lain dari hal
ini meliputi lingkungan tempat usaha, kecepatan layanan, tingkat keramahan
atau kesopanan antara pimpinan dan karyawan, dan jenis persahabatan yang
terjalin di antara karyawan.
3) Minat pembelian ulang

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


25

Dengan menanyakan kepada pelanggan apakah mereka berencana untuk


melakukan pembelian lagi dari bisnis tersebut, kepuasan pelanggan diukur
berdasarkan perilaku. Pelanggan dengan opini positif cenderung merasa
puas, yang mendorong mereka untuk melakukan pembelian tambahan.
4) Kesediaan untuk merekomendasikan
Adalah tindakan memberi tahu satu individu atau lebih bahwa sesuatu yang
dapat dipercaya dapat direkomendasikan sebagai panduan, undangan untuk
bergabung, atau bahkan penerimaan sebagai bentuk perintah..

6. Loyalitas Konsumen
a. Pengertian Loyalitas Konsumen
Loyalitas pelanggan merupakan keadaan di mana pelanggan secara
konsisten berpartisipasi dalam proses transaksi suatu bisnis; dengan kata lain,
pelanggan yang loyal akan menjaga kestabilan bisnis dan menjadi standar bagi
pertumbuhan perusahaan. Menurut Hurriyati (2014:432), Keinginan kuat
pelanggan untuk terus melakukan pembelian berulang secara berkala di masa
mendatang, meskipun ada perubahan perilaku yang disebabkan oleh faktor
eksternal dan kampanye pemasaran, dikenal sebagai loyalitas konsumen. Secara
umum, loyalitas konsumen dipandang sebagai pengabdian seseorang terhadap
suatu hal, baik barang maupun jasa. Pernyataan “Loyalitas konsumen adalah
kesetiaan pelanggan terhadap suatu perusahaan, merek, atau produk”
Dikemukakan oleh Rangkuti (2015:30). Loyalitas pelanggan diartikan
sebagai konsumen yang melakukan pembelian, terutama yang sering dan berulang
kali melakukan pembelian, ungkap Hasan (2015:83). Loyalitas pelanggan sangat
penting bagi bisnis karena membantu perusahaan untuk tetap bertahan dalam
bisnis. Pelanggan yang loyal dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan dan
popularitas produk suatu bisnis. Pelanggan yang mengabdikan diri pada
penawaran suatu perusahaan tidak akan lagi memilih untuk menggunakan
penawaran perusahaan lain. Hal ini terlihat dari pola pembelian pelanggan yang
kerap kembali ke lokasi yang sama untuk menggunakan suatu barang atau jasa
dan memenuhi keinginannya dengan melakukan pembayaran. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor paling penting yang harus menjadi
fokus bisnis adalah loyalitas pelanggan.
Menurut definisi ini, loyalitas pelanggan adalah kecenderungan pelanggan
untuk secara konsisten membeli barang atau jasa dari suatu bisnis, menunjukkan
UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
26

komitmen mereka terhadap pemasok dan merek melalui sikap positif dan bisnis
berulang yang sering.
b. Tahapan Dalam Loyalitas Konsumen
Griffin (2015:77) menjelaskan bahwa terdapat beberapa tahapan dalam
Loyalitas konsumen yaitu:
1) Tersangka adalah orang-orang yang mungkin membeli produk atau layanan dari suatu
perusahaan; mereka disebut tersangka karena mereka akan membeli produk atau
layanan tersebut tetapi tidak mengetahui rinciannya.
2) Calon, atau individu yang memiliki permintaan dan peluang untuk membeli barang atau
jasa tertentu. Pelanggan mengetahui bisnis dan jasa yang ditawarkan meskipun mereka
belum membeli barang tersebut.
3) Calon yang telah disurvei dan mengetahui bahwa suatu produk atau jasa tertentu ada
tetapi tidak memerlukan atau tidak mampu membayarnya dikenal sebagai calon yang
tidak memenuhi syarat.
4) Klien baru, khususnya mereka yang ingin membeli sesuatu untuk pertama kalinya.
Pelanggan masih dalam tahap menjadi pelanggan baru.
5) Pelanggan tetap adalah mereka yang telah melakukan banyak pembelian suatu produk.
6) Klien, atau pelanggan yang membeli semua produk atau jasa yang mereka butuhkan.
Pelanggan sering membeli barang. Hubungan semacam ini biasanya solid dan langgeng.
7) Advokat, seperti halnya pelanggan, sering kali membeli produk dan layanan yang mereka
butuhkan. Pelanggan juga akan membujuk pelanggan lain untuk membeli produk dan
layanan.

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


27

c. Indikator Loyalitas Konsumen


Menurut Tjiptono (2014:482), Berikut adalah beberapa indikator loyalitas
pelanggan yaitu:
1) Kepuasan pelanggan
Ini adalah tingkat kebahagiaan klien terhadap produk dan layanan suatu bisnis..
2) Pembelian berulang
Hal ini mengacu pada keinginan pelanggan untuk membeli kembali barang atau
jasa yang dianggap bermanfaat dan berharga.
3) Pengabdian pelanggan
Itulah cara pelanggan berperilaku ketika mereka setia pada barang atau jasa yang
ingin mereka gunakan.
4) Kepercayaan pelanggan
Hal ini mengacu pada empati yang dimiliki pelanggan, yang membantu mereka
menahan diri agar tidak terpengaruh oleh kekurangan produk.
5) Rekomendasi pelanggan kepada pelanggan lain
Ini adalah kecenderungan pelanggan untuk menyebarkan informasi tentang
keunggulan barang atau jasa yang mereka [Link] dikonsumsinya kepada
orang lain.

C. Kerangka Konseptual
Sugiyono (2015:128), menyatakan bahwa " Variabel penelitian, khususnya
variabel independen dan dependen, secara teoritis dihubungkan oleh kerangka
konseptual". Dampak dari kelima variabel tersebut diteliti dalam penelitian ini
berdasarkan latar belakang dan evaluasi literatur. Maka dapat dilihat hubungan
dari variabel bebas Cita Rasa (X1), Harga (X2) Kualitas Produk (X3) dan variabel
terikat Loyalitas konsumen (Y2) dengan variabel intervening yang digunakan
Kepuasan konsumen (Y1).
Struktur konseptual penelitian ini, yang digambarkan pada Gambar 1,
dijelaskan sebagai berikut:

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


28

Gambar 1
Kerangka Konseptual Penelitian

Y1.1 Y1.2 Y1.3 Y1.4

X1.1

X1.2
X1. Cita
rasa H4
X1.3
H1

H8
Y2. Loyalitas
Y1. Kepuasan
konsumen
H7
X2.1 H9
H2
X2.2

X2. Harga H5
X2.3

X2.4
H3 Y2.1 Y2.2 Y2.3 Y2.4 Y2.5
H10
H6

X3.1
X3. Kualitas
X3.2 produk
X3.3
X3.4

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


29

X1. Cita Rasa X2. Harga X3. Kualitas Y1. Kepuasan Y2. Loyalitas
Wahidah Kotler dan produk konsumen konsumen
(2019:12) Amstrong Tjiptono Tjiptono (2016:95) Tjiptono
(2016:314) (2016:134) (2014:482)
Bau X1.1 Keterjangkauan Daya Tahan Kepuasan Kepuasan
Rasa X1.2 harga X2.1 Produk X3.1 konsumen konsumen Y2.1
Rangsangan Harga sesuai Keandalan keseluruhan Y1.1 Pembelian
mulut X1.3 kemampuan X3.2 Konfirmasi ulang Y2.2
X2.2 Penyesuaian harapan Y1.2 Kesetiaan
Kesesuaian X3.3 Minat pembelian konsumen Y2.3
harga dengan Kesesuaian ulang Y1.3 Kepercayaan
kualitas produk produk Kesediaan untuk konsumen Y2.4
X2.3 dengan merekomendasikan Rekomendasi
Kesesuaian spesifikasi Y1.4 Konsumen Y2.5
harga dengan X3.4
manfaat X2.4

Sumber Hipotesis :
H1 : Rahmawati (2023)
H2 : Solihin (2024)
H3 : Sutowo (2023)
H4 : Wijaya (2024)
H5 : Farisi (2020)
H6 : Putri (2024)
H7 : Nurhidayati (2024)
H8 : Rahmawati (2023), Nurhidayati (2024)
H9 : Solihin (2024), Nurhidayati (2024)
H10: Sutowo (2023), Nurhidayati (2024)

D. Hipotesis
Sugiyono (2015:64) "Dalam tantangan penelitian, hipotesis adalah
pernyataan, hubungan, atau asumsi sementara yang kebenarannya masih
dipertanyakan dan memerlukan pengujian empiris".
Hipotesis dalam penelitian ini dapat diketahui sebagai berikut:
H1: Cita rasa berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan konsumen
H2: Harga berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan konsumen
H3: Kualitas produk berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan konsumen
H4: Cita rasa berpengaruh secara signifikan terhadap Loyalitas konsumen
H5: Harga berpengaruh secara signifikan terhadap Loyalitas konsumen

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


30

H6: Kualitas produk berpengaruh secara signifikan terhadap Loyalitas konsumen


H7: Kepuasan konsumen berpengaruh secara signifikan terhadap Loyalitas
konsumen.
H8: Cita rasa berpengaruh secara signifikan terhadap Loyalitas konsumen melalui
Kepuasan konsumen
H9: Harga berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas konsumen melalui Kepuasan
konsumen
H10: Kualitas produk berpengaruh secara signifikan terhadap Loyalitas konsumen
melalui Kepuasan konsumen

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian
Sugiyono (2015:2), " Strategi perencanaan keseluruhan untuk studi yang akan
dilakukan dan digunakan sebagai panduan untuk melaksanakan penelitian dikenal
sebagai rancangan penelitian". Strategi perencanaan keseluruhan untuk studi yang
akan dilakukan dan digunakan sebagai panduan untuk melaksanakan penelitian
dikenal sebagai desain penelitian. Sugiyono (2015:147) menyatakan bahwa " Metode
deskriptif merupakan teknik analisis data di mana informasi yang terkumpul
dijelaskan tanpa menarik kesimpulan umum atau generalisasi". Sugiyono (2015:13),
"Dari awal hingga terciptanya desain penelitian, metode kuantitatif merupakan jenis
penelitian yang spesifikasinya metodis, terorganisir, dan terstruktur dengan jelas. ".
Segala sesuatu yang mencakup metodologi yang digunakan dalam sebuah
penelitian disebut sebagai desain penelitian. Penelitian ini menggunakan metodologi
kuantitatif, yang melibatkan pengukuran fenomena secara cermat. Diharapkan bahwa
metode ini akan memberikan penjelasan menyeluruh tentang variabel-variabel yang
berkaitan dengan fenomena yang diteliti. Tujuan dari desain kuantitatif ini adalah
untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel yang diteliti,
dalam penelitian ini yaitu, variabel bebas Cita rasa (X1), Harga (X2), Kualitas
produk (X3) dan variabel terikat Loyalitas konsumen (Y2) dengan variabel
intervening yang digunakan adalah Kepuasan konsumen (Y1) pada usaha Pivy Sweet.
Penelitian ini menggunakan alur pemikiran yang diubah menjadi desain
penelitian, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2 di bawah ini, untuk lebih
mendefinisikan arah penelitian:

31

UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO


32

Gambar 2
Rancangan Penelitian

START

Observasi

Variabel Bebas (X) Variabel Intervening (Y1) Variabel Terikat (Y2)


X1 : Cita rasa Y1 : Kepuasan konsumen Y2 : Loyalitas
X2 : Harga konsumen
X3 : Kualitas produk

Pengumpulan Data:
Wawancara, Studi Kepustakaan, Kuesioner dan Dokumentasi

Analisis Data:
1. Uji Validitas Konvergen
2. Uji Reliabilitas
3. Uji Asumsi Klasik
4. Uji Goodnes of Fit (GOF)
5. Koefisien Determinasi
6. Analisis Persamaan Struktural
7. Uji Hipotesis Penelitian

Pembahasan dan Deskripsi Hasil Penelitian

Simpulan dan Saran

FINISH

UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO


33

B. Waktu dan Tempat Penelitian


Waktu penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yaitu pada bulan Februari
sampai dengan bulan April 2025. Tempat penelitian ini dilakukan di stand Pivy Sweet
Jl. Madura, Selatan Terminal Kabupaten Situbondo.

C. Populasi dan Sampel


1. Populasi
Menurut Sugiyono (2016:80) "Populasi merupakan kategori generalisasi yang
terdiri atas item atau orang yang mempunyai ciri khusus yang telah diidentifikasi oleh
peneliti dan dari situ ditarik kesimpulan". Sasaran populasi pada penelitian ini adalah
seluruh konsumen yang datang membeli di Pivy Sweet. Setelah melakukan
pengamatan dan diskusi dengan pemilik bisnis, ditemukan bahwa rata-rata
kedatangan 30 pelanggan setiap hari merupakan bagian dari populasi konsumen. Data
ini kemudian diolah dengan periode waktu 3 bulan (Februari-April) Apabila dijumlah
berdasarkan hal tersebut maka penghitungannya 30 x (februari 28+ maret 31+april
30) = 2670. Maka diketahui populasi yang digunakan pada penelitian ini sebesar 2670
konsumen di Pivy Sweet.

2. Sampel
Menurut Sugiyono (2016:81) " Suatu sampel mewakili bagian dari populasi
dan atribut-atributnya". Peneliti mengambil sampel dengan menggunakan metode
Probability Sampling. Menurut Sugiyono (2016:82) "Probability Sampling adalah
pendekatan pengambilan sampel yang memberikan kemungkinan yang sama bagi
setiap elemen (anggota) populasi untuk dipilih sebagai anggota sampel". Lebih lanjut
Teknik yang digunakan adalah simple random sampling. Sugiyono (2016:82)
menyatakan " Proses pemilihan anggota sampel secara acak dari suatu populasi tanpa
memperhitungkan strata dalam populasi tersebut dikenal sebagai pengambilan sampel
acak sederhana. ".

UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO


34

Hanya sebagian kecil dari populasi yang diteliti dalam penelitian ini; tidak
semua populasi diteliti. Perhitungan rumus Slovin digunakan untuk menghitung
ukuran sampel dalam Umar (2010:146) yaitu "Ukuran sampel adalah perbandingan
populasi dengan persentase kelonggaran yang dimiliki". Dalam pengambilan sampel
ini digunakan taraf 10%
Rumus menentukan sampel:
𝑁
n=
1+𝑁 (𝑒)

Keterangan:
n = Ukuran sampel
N = Ukuran populasi
e = Toleransi kesalahan sebesar 10%
Maka dapat dihitung sebagai berikut:
N
𝑛=
1 + N(𝑒)2
2670
𝑛=
1 + 2670 (0,01)
2670
𝑛=
27,7
𝑛 = 96,38 orang
Jadi, berdasarkan perhitungan jumlah sampel yang diperlukan, diketahui bahwa jumlah
sampel yang akan diteliti sebanyak 97 responden.

D. Identifikasi Variabel dan Definisi Opersional Variabel


1. Identifikasi Variabel
Sugiyono (2016:38) "Karakteristik, kualitas, atau nilai seseorang, benda, atau
aktivitas yang menunjukkan perubahan tertentu dikenal sebagai variabel penelitian.
Ini adalah hal-hal yang dipilih peneliti untuk diteliti dan digunakan untuk membuat
kesimpulan". Dalam penelitian ini variabel-variabel tersebut diantaranya:

UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO


35

a. Variabel bebas (X)


"Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi, memengaruhi, atau
mengakibatkan kejadian pada variabel dependen". (Sugiyono, 2016:39), Variabel
bebas dalam penelitian ini terdiri dari:
1) Cita Rasa (X1)
2) Harga (X2)
3) Kualitas Produk (X3)
b. Variabel terikat (Y2)
"Variabel terikat adalah salah satu variabel yang dipengaruhi atau dihasilkan
oleh variabel independen". (Sugiyono, 2016:39) Variabel terikat dalam penelitian ini
adalah Loyalitas konsumen (Y2).
c. Variabel intervening (Y1)
" Secara teoritis, variabel intervening (berhubungan) yang memiliki dampak
tidak langsung pada hubungan antara variabel independen dan dependen". (Sugiyono,
2016:39). Variabel intervening dalam penelitian ini adalah Kepuasan konsumen (Y1).

2. Definisi Operasional Variabel


" Apa pun yang ditentukan peneliti untuk diselidiki guna mengumpulkan data
dan membuat kesimpulan disebut sebagai variabel penelitian". (Sugiyono, 2016:38).
Secara umum, rumusan variabel bersifat konseptual, artinya meskipun memiliki
makna yang dapat dipahami, rumusan tersebut tetap sangat abstrak. Berdasarkan hal
tersebut dan sejalan dengan judul penelitian yang dipilih peneliti, selanjutnya
pemahaman operasional variabel tersebut dijelaskan dalam bentuk indikator empiris,
seperti:
a. Variabel Bebas (Independent Variabel)
1) Cita Rasa (X1)
Cita rasa merupakan bentuk kerja sama dari kelima macam indera manusia yakni
perasa, pencium, perabaan pengliatan dan pendengaran. Rasa sendiri merupakan
hasil kerja pengecap rasa yang terletak dilidah, pipi, kerongkongan, atap mulut,

UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO


36

yang merupakan bagian dari cita rasa. Indikator Cita rasa menurut Wahidah
(2019:12) sebagai berikut:
a) Bau (X1.1)
Bau makanan di Pivy sweet sangat menarik membuat pelanggan ingin
membelinya terus menerus.
b) Rasa (X1.2)
Rasa enak,manis dan lembut mochi Pivy sweet merupakan keunggulan utama
yang selalu ditawarkan di usaha tersebut.
c) Rangsangan (X1.3)
Ketika mochi Pivy sweet bersentuhan dengan lidah membuat rangsangan
yang nikmat.
2) Harga (X2)
Harga suatu produk atau layanan adalah jumlah yang akan dibayarkan klien
atau konsumen untuk mendapatkan keuntungan. Indikator Harga menurut
Kotler dan Amstrong (2016:314) dapat diketahui dengan sebagai berikut:
a) Keterjangkauan harga (X2.1)
Harga pada Pivy sweet lebih murah dibanding usaha lainnya.
b) Harga sesuai kemampuan atau daya saing harga (X2.2)
Harga yang ditawarkan Pivy sweet sesuai dengan kemampuan produksi.
c) Kesesuaian harga dengan kualitas produk (X2.3)
Pivy sweet membandrol harga setara dengan kualitas produk yang
ditawarkan.
d) Kesesuaian harga dengan manfaat (X2.4)
Harga pada Pivy sweet sesuai dengan manfaat yang berikan.

UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO


37

3) Kualitas Produk
Menurut Kotler dan Amstrong (2015:253) “Kapasitas suatu produk untuk
melayani tujuannya dan memuaskan kebutuhan pelanggan sesuai dengan
keinginan mereka dikenal sebagai kualitas produk.” Indikator Menurut Tjiptono
(2016:134) indikator yang digunakan pada variabel kualitas produk sebagai
berikut :
a) Daya tahan produk (X3.1)
Pivy sweet mampu memberikan ketahanan pada semua produknya hingga
tiga harian.
b) Keandalan (X3.2)
Produk Pivy sweet mampu berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya
dengan baik.
c) Penyesuaian (X3.3)
Pivy sweet dapat memenuhi stok produk yang ada dengan permintaan
konsumen.
d) Kesesuaian produk dengan spesifikasi (X3.4)
Proses pembuatan produk di Pivy sweet sangat aman sehingga konsumen
percaya untuk melakukan pembelian kembali.
b. Variabel Terikat (Dependent Variabel)
1) Loyalitas konsumen (Y2)
Loyalitas pelanggan adalah keinginan kuat konsumen untuk terus
menggunakan jasa atau melakukan pembelian berulang di masa mendatang,
bahkan saat menghadapi perubahan perilaku yang disebabkan oleh faktor
eksternal atau kampanye pemasaran. Indikator Loyalitas konsumen menurut
Tjiptono (2014:482) dapat diketahui dengan sebagai berikut:
a) Kepuasan konsumen (Y2.1)
Yaitu perasaan puas konsumen setelah merasakan Pivy sweet yang
ditawarkan.
b) Pembelian ulang (Y2.2)

UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO


38

Yaitu minat konsumen untuk melakukan pembelian ulang di usaha Pivy


sweet.
c) Kesetiaan konsumen (Y2.3)
Yaitu perilaku loyal yang ditunjukkan oleh konsumen kepada usaha Pivy
sweet.
d) Kepercayaan konsumen (Y2.4)
Yaitu rasa empati yang dimilki konsumen kepada usaha Pivy sweet..
e) Rekomendasi konsumen terhadap konsumen lain (Y2.5)
Konsumen bersedia menawarkan Pivy sweet kepada orang lain.
c. Variabel Intervening (Intervening Variabel)
1) Kepuasan konsumen (Y)
Penilaian emosional terhadap suatu produk setelah digunakan dan memenuhi
keinginan dan harapan pelanggan dikenal sebagai kepuasan konsumen.
Indikator Kepuasan konsumen menurut Tjiptono (2016:95) dapat diketahui
dengan sebagai berikut:
a) Kepuasan konsumen keseluruhan (Y1.1)
menilai tingkat kepuasan pelanggan terhadap barang, biaya, dan layanan
yang mereka peroleh dari usaha Pivy sweet.
b) Konfirmasi harapan (Y1.2)
Meninjau apakah ekspektasi konsumen Pivy sweet dengan operasional sesuai
dengan prediksi dan harapan mereka yang sebenarnya.
c) Minat pembelian ulang (Y1.3)
Menanyakan pelanggan apakah mereka berencana melakukan pembelian lagi
di Pivy sweet pada kemudian hari ataukah tidak.
d) Kesediaan untuk merekomendasi (Y1.4)
Mencakup kesediaan para konsumen untuk merekomendasikan usaha Pivy
sweet pada orang lain secara sukarela.

UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO


39

E. Teknik Pengumpulan Data


Tujuan dari teknik pengumpulan data ini adalah untuk mendapatkan informasi
yang dapat diandalkan dan relevan mengenai isu yang sedang dibahas. Metode
pengumpulan data diperlukan untuk memperoleh data ini. Berikut ini adalah beberapa
metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini:
1. Observasi
Proses melakukan pengamatan dan mendokumentasikan berbagai proses
biologis dan psikologis yang terwujud secara langsung maupun tidak langsung dalam
suatu gejala objek penelitian disebut observasi. Pernyataan “Observasi merupakan
suatu proses yang rumit, suatu proses yang terbentuk dari berbagai proses biologis
dan psikologis” dikemukakan oleh Sugiyono (2016:145). Pada saat prapenelitian di
lapangan, peneliti menggunakan proses observasi untuk mempelajari aktivitas yang
dilakukan oleh responden yang datang untuk membeli di Pivy sweet.

2. Studi Pustaka
Membaca buku, artikel, dan referensi yang berkaitan dengan masalah yang
diteliti merupakan salah satu cara untuk mengumpulkan data dalam studi pustaka.
“Studi teoritis dan referensi lain yang berhubungan dengan nilai, budaya, dan norma
yang berkembang dalam lingkungan sosial yang diteliti”, demikian yang
didefinisikan oleh Sugiyono (2016:291) sebagai studi pustaka. Metode ini digunakan
untuk memperoleh landasan tertulis bagi penelitian yang akan dilakukan dengan
melihat penelitian dan publikasi sejenis sebelumnya.

3. Wawancara

Sugiyono (2016:137) "Wawancara digunakan sebagai metode pengumpulan


data ketika peneliti ingin melakukan penelitian pendahuluan untuk mengidentifikasi
masalah yang perlu diselidiki dan ketika jumlah responden sedikit dan mereka ingin
mendapatkan informasi yang lebih mendalam dari responden." Peneliti menggunakan
pendekatan wawancara untuk mengumpulkan data yang relevan dengan penelitian
bisnis yang akan dilakukan pada Pivy sweet.

4. Kuesioner (Angket)
Menurut Sugiyono (2016:142), “Metode angket merupakan suatu metode
UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO
40

pengumpulan data dengan cara memberikan pernyataan atau pertanyaan tertulis


kepada responden untuk dijawab". Data yang diperoleh peneliti dengan cara memberi
kuesioner kepada konsumen Pivy sweet.
Adapun cara pemberian skor atau nilai pada masing-masing bagian adalah
sebagai berikut:
Tabel 2
Pemberian Skor Penilaian (Skala Likert)
No. Skala Likert Skor
1 Sangat Setuju 5
2 Setuju 4
3 Netral 3
4 Tidak Setuju 2
5 Sangat Tidak Setuju 1
Sumber : Sugiyono (2016:93)

5. Dokumentasi
Menurut Arikunto (2015:274) “Dokumentasi merupakan suatu metode
pengumpulan informasi dengan cara mencari informasi mengenai suatu masalah atau
variabel dalam bentuk gambar dan foto”. Peneliti disini memanfaatkan foto dan
grafik sebagai bahan penelitian pada Pivy sweet di Situbondo.

UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO


41

F. Metode Analisis Data


Menganalisis peristiwa yang telah didokumentasikan sebelumnya untuk
memastikan kebenaran dan penerapannya merupakan langkah berikutnya setelah
pengumpulan data. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:

1. Uji Validitas Konvergen


Dengan melihat nilai loading factor dari koefisien loading masing-masing
indikator konstruk, maka dapat diketahui pengujian validitas konvergen. Apabila nilai
loading factor suatu indikator melebihi nilai optimal yaitu 0,7 maka indikator tersebut
dianggap sah. Hal ini menunjukkan bahwa indikator tersebut mengukur konstruk
yang dibuat secara efektif. Berdasarkan pengalaman studi empiris, “Nilai loading
factor ≥ 0,5 masih dapat diterima, bahkan sebagian ahli menerima nilai 0,4,” menurut
Haryono (2017:372).
Oleh karena itu, dinyatakan bahwa nilai loading factor kurang dari 0,4 tidak
termasuk dalam kriteria tersebut. Dengan memperhatikan validitas dan reliabilitas
konstruk yang ditunjukkan oleh nilai AVE (Average Variance Extraction), maka
pengujian validitas konvergen juga dapat memanfaatkan nilai rata-rata dari varians
yang diekstraksi. Menurut Widarjono (2015:277), “nilai AVE seharusnya ≥ 0,5 yang
berarti variabel laten dapat menjelaskan lebih dari separuh varians rata-rata
indikatornya.” Skor AVE sebesar 0,5 atau lebih menunjukkan bahwa konstruk secara
rata-rata menjelaskan lebih dari setengah varians dalam indikator. Model pengukuran
reflektif perlu memenuhi persyaratan validitas konvergen ini (Solihin dan Ratmono,
2020: 451).

UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO


42

2. Uji Reliabilitas
Untuk menunjukkan keakuratan, konsistensi, dan presisi instrumen dalam
mengukur suatu struktur, dilakukan pengujian reliabilitas. Hal ini dilakukan untuk
mengetahui sejauh mana penggunaan instrumen tersebut. Reliabilitas ditunjukkan
oleh kemampuan instrumen untuk mengukur target objek yang sama secara berulang
meskipun telah digunakan secara luas atau oleh respons seseorang yang stabil secara
konsisten terhadap pertanyaan yang diajukan. Uji reliabilitas penelitian ini
menggunakan alpha Cronbach dan reliabilitas komposit. “Jika nilai alpha Cronbach
instrumen penelitian lebih dari 0,70, maka instrumen tersebut dianggap reliabel”
(Solihin dan Ratmono 2013-92). “Suatu variabel laten dapat dikatakan reliabel jika
nilai reliabilitas komposit lebih besar dari 0,7 dan nilai alpha Cronbach lebih besar
dari 0,7,” menurut Sarwono & Narimawati (2015:18).

3. Uji Asumsi Klasik


a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk menguji dan mengetahui normal atau tidaknya
distribusi setiap variabel. Ghozali (2018:160), “Uji normalitas sangat penting
dilakukan untuk pengujian terhadap variabel lain dan menguji normalnya distribusi
variabel”. Ketika nilai Excess Kurtosis atau Skewness berada dalam rentang -2,58
hingga 2,58 dinyatakan tidak menyalahi peraturan asumsi. Uji ini juga dilakukan
guna menentukan apakah model regresi sudah memenuhi asumsi analisis statistik
atau belum.

UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO


43

b. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas dilakukan dalam penelitian untuk mengidentifikasi
hubungan antar variabel bebas. Menurut Ghozali (2018:107), “Uji multikolinieritas
dilakukan untuk menguji ada atau tidaknya hubungan variabel bebas”. Jika nilai
VIF kurang dari 0,50 maka terjadinya pelanggaran antar variabel bebas dan hal
tersebut melanggar asumsi linier.

4. Uji Goodness Of Fit (GOF)


Adalah upaya untuk memahami distribusi dari sampel apakah mencontoh
distribusi teoritis tertentu dan menentukan sebaran data sampel sudah memenuhi
kaidah teoritis tertentu. Menurut Ghozali (2015:82), “Goodnes of fit dilakukan
untuk mengevaluasi suatu model penelitian sesuai dengan keadaan lapangan atau
belum”. Fit indeks penelitian ini adalah:
a. Jika SRMR ≤ 0,09
b. Jika nilai yang didapat Chi-Square itu kecil
c. Jika NFI > 0,05 (mendekati angka 1)

5. Uji Koefisien Determinasi


Pada hakikatnya, koefisien determinasi (R) digunakan untuk mengukur
seberapa baik suatu model dapat memperhitungkan perubahan variabel dependen.
Nilai koefisien determinasi berkisar antara 0 hingga 1. Kemampuan variabel
independen (perputaran modal kerja, struktur modal, dan ukuran perusahaan) untuk
menjelaskan perubahan variabel dependen (profitabilitas) sangat terbatas ketika nilai
R2 kecil (sekitar 0). Ketika variabel independen menghasilkan hampir semua
informasi yang diperlukan untuk meramalkan perubahan variabel dependen, nilainya
mendekati 1. Rasio determinasi berganda (R) sering kali berada di antara 0 dan 21
(Ghozali, 2018:97). "Jika koefisien determinasi mendekati 1, dapat dikatakan bahwa
variabel independen memengaruhi variabel dependen," menurut Sanusi (2011:136).
Akibatnya, persentase perubahan variabel dependen (Y) yang disebabkan oleh
variabel independen (X) dipastikan menggunakan koefisien determinasi.
Persyaratan uji koefisien determinasi (R-Square) dalam penelitian ini
diimplementasikan menggunakan Smart PLS 3.0 dan memiliki ketentuan sebagai
berikut.
UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO
44

Tabel 3
Koefisien Determinasi R2 (R-Square)
No Nilai R-Square Keterangan
1 <4% Pengaruh rendah sekali
2 5%-16% Pengaruh rendah tapi pasti
3 17%-49% Pengaruh cukup berarti
4 50%-80% Pengaruh tinggi
5 >80% Pengaruh tinggi sekali
Sumber : Supranto (2015:227)

6. Analisis Persamaan Struktural (inner model)


Persamaan struktural digunakan untuk mengetahui korelasi variabel dependen
dengan variabel lain. Menurut Ghozali (2018:36), “Inner model diukur dengan R
Square dan Q Square sebagai evaluasi inner model dalam Smart PLS 3.0. Rumus
persamaan struktural dalam penelitian ini adalah:
a. Persamaan struktural (inner model)
Hasil uji statistik menggunakan smart PLS 3.0 tersebut, selanjutnya dapat
dijabarkan ke dalam linier inner model sebagai berikut:
Y1 = β1X1 + β2X2 + βX3 + e
Y2 = β4X1 + β5X2 + β6X3 + e
Y2 = β7Y1 + e

b. Hasil persamaan linier menggunakan variabel intervening


Y2 = (β8X1 + Y1) β9X2 +Y1 ) (β10X3 + Y1 ) + e
Keterangan :
Y1 : Variabel intervening yaitu Kepuasan konsumen
Y2 : Variabel terikat yaitu Loyalitas konsumen
X1 : Variabel bebas yaitu Cita rasa
X2 : Variabel bebas yaitu Harga
X3 : Variabel bebas yaitu Kualiutas produk
β1, β4, β8 : Koefisien regresi variabel Cita rasa
β2, β5, β9 : Koefisien regresi variabel Harga
β3, β6, β10 : Koefisien regresi variabel Kualitas produk
β7 : Koefisien regresi variabel Kepuasan konsumen
e : Nilai residu atau kemungkinan kesalaha
UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO
45

7. Uji Hipotesis Penelitian


Menurut Ghozali (2018:97) "Tujuan utama pengujian hipotesis adalah untuk
memastikan apakah variabel independen dan dependen dalam suatu penelitian
memiliki dampak yang berarti atau tidak." Uji Smart PLS 3.0 merupakan uji
penelitian persamaan struktural yang menggunakan analisis bootstrapping
sebagaimana dievaluasi oleh program untuk menguji hubungan antara variabel
independen dan dependen guna menentukan dampak variabel independen terhadap
variabel dependen. Terdapat dampak langsung dari variabel [Link]
kriteria pengukuran output PLS yang perlu diperhatikan pada saat melakukan
penelitian yang dapat diketahui sebagai berikut:
a. Nilai Original Sampel menunjukkan pengaruh Negatif atau Positif
b. Nilai T Statistic digunakan untuk mengukur signifikan pengaruh
1) Jika nilai T Statistic kurang dari 1,964 (<1,964) maka tidak berpengaruh
signifikan:
2) Jika nilai T Statistic lebih dari/sama dengan 1,964 (>1,964) maka
berpengaruh signifikan:
c. Nilai P value: digunakan untuk mengukur signifikan pengaruh:
1) Jika P value > dari 0,05 (>5%) maka tidak berpengaruh signifikan;
2) Jika P value < dari 0,05 (<5%) maka berpengaruh signifikan.

UNIVERSITAS ABDURACMAN SALEH SITUBONDO


BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian


1. Sejarah Singkat Pivy Sweet
Pivy Sweet merupakan salah satu usaha jajanan kekinian yang kini cukup
dikenal di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Usaha ini berlokasi strategis di Jl.
Madura, tepatnya di sebelah selatan terminal Situbondo, sehingga mudah dijangkau
oleh berbagai kalangan masyarakat. Berdirinya Pivy Sweet berawal dari fenomena
viralnya mochi daifuku di media sosial pada masa pandemi Covid-19 tahun 2021,
ketika masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan mulai mencari
alternatif makanan yang unik dan menarik untuk dicoba. Melihat tren tersebut, sang
pemilik yang memiliki ketertarikan di bidang kuliner kemudian mengambil inisiatif
untuk memulai bisnis makanan ringan dengan produk utama mochi daifuku, yaitu
kue ketan berisi isian manis dengan tekstur lembut dan kenyal.
Berawal dari rumah dengan modal dan alat produksi terbatas, Pivy Sweet
mulai menawarkan produk mochinya ke lingkungan sekitar serta memasarkan lewat
media sosial seperti Instagram dan WhatsApp. Ternyata, respon pasar sangat positif
karena selain mengikuti tren, mochi buatan Pivy Sweet memiliki Cita rasa yang
konsisten enak, tekstur yang lembut, dan kemasan yang menarik. Keunggulan
utama dari Pivy Sweet terletak pada konsistensi kualitas produknya. Bahan baku
yang digunakan dipilih secara premium dan diolah secara harian, sehingga produk
selalu segar saat sampai ke tangan konsumen. Hal ini menciptakan kepercayaan dan
loyalitas dari para pelanggan.
Selain itu, harga produk yang ditawarkan relatif terjangkau dan sesuai dengan
kantong pelajar maupun mahasiswa, tanpa mengurangi kualitas rasa. Dalam waktu
singkat, Pivy Sweet mampu menciptakan basis pelanggan yang loyal dan terus
berkembang melalui promosi dari mulut ke mulut serta keberadaan digital di media
sosial. Tidak berhenti pada satu produk saja, Pivy Sweet terus berinovasi dengan
menambahkan berbagai varian menu seperti roll crepes, milk bund thailand yang
lembut dan creamy, cheesecuit yang lumer di mulut, serta brownies dengan cita rasa
premium. Inovasi menu dilakukan untuk menjawab selera pasar yang terus
berkembang serta menjaga daya saing usaha di tengah maraknya bisnis kuliner

46
UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
47

lokal. Hingga saat ini, Pivy Sweet tetap mempertahankan reputasinya sebagai salah
satu destinasi jajanan viral yang paling digemari di Situbondo, baik oleh anak-anak,
remaja, hingga orang dewasa yang ingin mencicipi camilan manis berkualitas tinggi
dengan harga bersahabat.

2. Kegiatan Operasional Pivy Sweet


Kegiatan operasional Pivy Sweet dijalankan oleh owner bersama ibunya
yang bertanggung jawab dalam proses produksi, sedangkan kegiatan penjualan
dilakukan oleh karyawan yang ditugaskan khusus untuk melayani pembeli di lapak.
Proses produksi dilakukan setiap pagi secara rutin di rumah, dimulai dari pemilihan
bahan baku, pengolahan adonan, hingga pengisian varian rasa mochi dan produk
lainnya seperti roll crepes, milk bund Thailand, cheesecuit, dan brownies.
Bahan-bahan yang digunakan dipilih langsung oleh owner untuk
memastikan kualitas dan kesegaran tetap terjaga. Produk diproses secara harian
agar tetap fresh ketika dijual ke konsumen. Setelah semua produk selesai
diproduksi, owner akan membawa produk ke lapak yang berada di Jl. Madura,
Selatan Terminal Kabupaten Situbondo. Di sana, penjual bertugas melayani
pembeli secara langsung, menerima pesanan, serta memastikan produk ditata
dengan menarik di meja display. Selain operasional langsung, owner juga
menangani kegiatan promosi dan pemasaran melalui media sosial seperti Instagram
dan WhatsApp, termasuk mengelola konten, menjawab pertanyaan konsumen, dan
menerima pesanan online.

3. Struktur Organisasi
Adapun struktur organisasi yang ada pada Pivy sweet adalah sebagai berikut:
Gambar 3
Struktur Organisasi
Pengelola
Hafidatur Rafika

Anggota Anggota
Putri Ria

Sumber: Pivy sweet 2025

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


48

Adapun fungsi ataupun tugas dan tanggung jawab tiap bagian akan dijelaskan
sebagai berikut :

a. Pengelola : Pengambilan keputusan strategis yang berdampak jangka panjang


terhadap pertumbuhan bisnis. Mengelola keuangan secara menyeluruh, dan
memastikan keberlanjutan modal usaha Menetapkan kebijakan harga dan
menentukan varian produk sesuai dengan tren pasar dan preferensi konsumen.
b. Anggota : Menjaga stand
c. Anggota : Memasak dan Mengelola persediaan bahan baku.

B. Hasil Penelitian
1. Analisis Deskriptif
a. Deskriptif Responden
Responden yang menjadi subjek penelitian ini adalah para konsumen Pivy
sweet yang dipilih sejumlah 96 orang. Adapun karakteristik responden dapat dilihat
dari Tabel 4 berikut ini :
Tabel 4
Jumlah Responden Konsumen Pivy sweet
Karakteristik Jumlah Persentase
Jenis Kelamin
a. Laki-Laki 20 20,8%
b. Perempuan 76 79,2%
Total 96 100%
Sumber : Lampiran 6, 2025
Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan bahwa konsumen Pivy sweet terbanyak
adalah dari konsumen berjenis kelamin perempuan yaitu 79,2% responden
sedangkan sisanya berjenis kelamin laki-laki yaitu 20,8%.
b. Deskripsi Penilaian Responden atas Variabel Penelitian
Deskripsi penelitian ini menjelaskan hasil penelitian terkait jawaban
responden dari kuesioner/angket untuk variabel Cita rasa, Harga, Kualitas produk,
Kepuasan konsumen, dan Loyalitas konsumen. Berdasarkan jawaban responden
dengan menggunakan 5 kategori berdasarkan skala likert dapat dijelaskan seperti
berikut :

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


49

1) Variabel Cita rasa (X1)


Berdasarkan hasil pengujian statistik maka hasil penelitian responden
terhadap Cita rasa adalah sebagai berikut:
Tabel 5
Distribusi Jawaban Variabel Cita rasa
Indikator Frekuensi STS TS N S SS Total
F - - 20 46 30 96
Bau (X1.1)
% - - 20,8 47,9 31,3 100
F - - 16 45 35 96
Rasa (X1.2)
% - - 16,7 46,9 36,5 100

F - - 18 49 29 96
Rangsangan
mulut ( X1.3)
% - - 18,8 51,0 30,2 100
Sumber : Lampiran 6, 2025
Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui bahwa jawaban responden tentang Cita
rasa pada Pivy sweet di Situbondo dengan 3 indikator yaitu:
a) Pada pernyataan pertama dengan nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 30 orang
(31,3%), nilai 4 (setuju) sebanyak 46 orang (47,9%), dan nilai terendah 3
(netral) sebanyak 20 orang (20,8%), dengan demikian menunjukkan
bahwa responden menyatakan setuju untuk indikator “Bau” tersebut.
b) Pada pernyataan kedua dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 16 orang
(16,7%), dan nilai 4 (setuju) sebanyak 45 orang (46,9%), kemudian nilai 5
(sangat setuju) sebanyak 35 orang (36,5%), dengan demikian
menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk indikator
“Rasa” tersebut.
c) Pada pernyataan ketiga dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 18 orang
(18,8%), dan nilai 4 (setuju) sebanyak 49 orang (51,0%), kemudian nilai 5
(sangat setuju) sebanyak 29 orang (30,2%), dengan demikian
menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk indikator
“Rangsangan mulut” tersebut.
2) Variabel Harga (X2)
Berdasarkan hasil pengujian statistik maka hasil penelitian responden
terhadap Harga adalah sebagai berikut:

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


50

Tabel 6
Distribusi Jawaban Variabel Harga
Indikator Frekuensi STS TS N S SS Total
F - - 15 42 39 96
Keterjangkauan
harga (X1.1)
% - - 15,6 43,8 40,6 100
Harga sesuai F - - 15 43 38 96
kemampuan
(X1.2) % - - 15,6 44,8 39,6 100
Kesesuaian F - - 17 43 36 96
harga dengan
Kualitas produk % - - 17,7 44,8 37,5 100
( X1.3)
Kesesuaian F - - 9 50 37 96
Harga dengan
manfaat (X1.4) % - - 9,4 52,1 38,5 100
Sumber : Lampiran 6, 2025
Berdasarkan Tabel 6 dapat diketahui bahwa jawaban responden tentang
Harga pada Pivy sweet di Situbondo dengan 4 indikator yaitu:
a) Pada pernyataan pertama dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 15
orang (15,6%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 42 orang (43,8%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 39 orang (40,6%), dengan
demikian menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk
indikator “Keterjangkauan harga” tersebut.
b) Pada pernyataan kedua dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 15 orang
(15,6%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 43 orang (44,8%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 38 orang (39,6%), dengan
demikian menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk
indikator “Harga sesuai kemampuan” tersebut.
c) Pada pernyataan ketiga dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 17 orang
(17,7%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 43 orang (44,8%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 36 orang (37,5%), dengan
demikian menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk
indikator “Kesesuaian harga dengan kualitas produk” tersebut.
d) Pada pernyataan keempat dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 9
orang (9,4%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 50 orang (52,1%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 37 orang (38,5%), dengan

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


51

demikian menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk


indikator “Kesesuaian harga dengan manfaat” tersebut.
3) Varibel Kualitas produk (X3)
Berdasarkan hasil pengujian statistik maka hasil penelitian responden
terhadap Kualitas produk adalah sebagai berikut:
Tabel 7
Distribusi Jawaban Variabel Kualitas produk
Indikator Frekuensi STS TS N S SS Total
F - - 19 39 38 96
Daya Tahan
Produk (X2.1)
% - - 19,8 40,6 39,6 100
F - - 18 38 40 96
Keandalan
(X2.2)
% - - 18,8 39,6 41,7 100
F - - 25 40 31 96
Penyesuaian
(X2.3)
% - - 26,0 41,7 32,3 100
Kesesuaian F - - 15 43 38 96
produk dengan
spesifikasi % - - 15,6 44,8 39,6 100
(X2.4)
Sumber : Lampiran 6, 2025
Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui bahwa jawaban responden tentang
Kualitas produk pada Pivy sweet di Situbondo dengan 4 indikator yaitu:
a) Pada pernyataan pertama dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 19
orang (19,8%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 39 orang (40,6%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 38 orang (39,6%), dengan
demikian menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk
indikator “Daya Tahan Produk” tersebut.
b) Pada pernyataan kedua dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 18 orang
(18,8%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 38 orang (39,6%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 40 orang (41,7%), dengan
demikian menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk
indikator “Keandalan” tersebut.
c) Pada pernyataan ketiga dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 25 orang
(26,0%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 40 orang (41,7%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 31 orang (32,3%), dengan

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


52

demikian menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk


indikator “Penyesuaian” tersebut.
d) Pada Pernyataan keempat dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 15
orang (15,6%), dan nilai 4 (setuju) sebanyak 43 orang (44,8%), kemudian
nilai tertinggi 5 (sangat setuju) sebanyak 38 orang (39,6%), dengan
demikian menunjukkan bahwa responden menyatakan sangat setuju untuk
indikator “Kesesuaian produk dengan spesifikasi” tersebut.
4) Variabel Kepuasan konsumen (Y1)
Berdasarkan hasil pengujian statistik maka hasil penelitian responden
terhadap Kepuasan konsumen adalah sebagai berikut:
Tabel 8
Distribusi Jawaban Variabel Kepuasan konsumen
Indikator Frekuensi STS TS N S SS Total
F - - 20 46 30 96
Kepuasan konsumen
keseluruhan (Y1.1)
% - - 20,8 47,9 31,3 100
F - - 17 43 36 96
Konfirmasi harapan
(Y1.2)
% - - 17,7 44,8 37,5 100
F - - 14 48 34 96
Minat pembelian
ulang (Y1.3)
% - - 14,6 50,0 35,4 100
Kesediaan untuk F - - 23 41 32 96
merekomendasikan
(Y1.4) % - - 24,0 42,7 33,3 100
Sumber : Lampiran 6, 2025
Berdasarkan Tabel 8 dapat diketahui bahwa jawaban responden tentang
Kepuasan konsumen pada Pivy sweet di Situbondo dengan 4 indikator yaitu:
a) Pada pernyataan pertama dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 20
orang (20,8%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 46 orang (47,9%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 30 orang (31,3%), dengan
demikian menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk
indikator “Kepuasan konsumen keseluruhan” tersebut.
b) Pada pernyataan kedua dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 17 orang
(17,7%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 43 orang (44,8%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 36 orang (37,5%), dengan
demikian menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk
indikator “Konfirmasi harapan” tersebut.

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


53

c) Pada pernyataan ketiga dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 14 orang


(14,6%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 48 orang (50,8%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 34 orang (35,4%), dengan
demikian menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk
indikator “Minat pembelian ulang” tersebut.
d) Pada Pernyataan keempat dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 23
orang (24,0%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 41 orang (42,7%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 32 orang (33,3%), dengan
demikian menunjukkan bahwa responden menyatakan setuju untuk
indikator “Kesediaan untuk merekomendasikan” tersebut.
5) Variabel Loyalitas konsumen (Y2)
Berdasarkan hasil pengujian statistik maka hasil penelitian responden
terhadap Loyalitas konsumen adalah sebagai berikut:
Tabel 9
Distribusi Jawaban Variabel Loyalitas konsumen
Indikator Frekuensi STS TS N S SS Total
Kepuasan F - - 23 47 26 96
konsumen
(Y2.1) % - - 24,0 49,0 27,1 100
Pembelian F - - 23 42 31 96
ulang
(Y2.2) % - - 24,0 43,8 32,3 100
Kesetiaan F - - 23 37 36 96
konsumen
(Y2.3) % - - 24,0 38,5 37,5 100
Kepercayaan F - - 27 38 31 96
konsumen
(Y2.4) % - - 28,1 39,6 32,3 100
Rekomendasi F - - 18 48 30 96
konsumen
(Y2.5) % - - 18,8 50,0 31,3 100
Sumber : Lampiran 6, 2025
Berdasarkan Tabel 9 dapat diketahui bahwa jawaban responden tentang
Loyalitas konsumen pada Pivy sweet di Situbondo dengan 5 indikator yaitu:
a) Pada pernyataan pertama dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 23
orang (24,0%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 47 orang (49,0%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 26 orang (27,1%), dengan
demikian menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan setuju
untuk indikator “Kepuasan konsumen” tersebut.

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


54

b) Pada pernyataan kedua dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 23 orang


(24,0%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 42 orang (43,8%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 31 orang (32,3%), dengan
demikian menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan setuju
untuk indikator “Pembelian ulang” tersebut.
c) Pada pernyataan ketiga dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 23 orang
(24,0%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 37 orang (38,5%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 36 orang (37,5%), dengan
demikian menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan setuju
untuk indikator “Kesetiaan konsumen” tersebut.
d) Pada pernyataan keempat dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 27
orang (28,1%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 38 orang (39,6%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 31 orang (32,3%), dengan
demikian menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan setuju
untuk indikator “Kepercayaan konsumen” tersebut.
e) Pada pernyataan kelima dengan nilai terendah 3 (netral) sebanyak 18 orang
(18,8%), dan nilai tertinggi 4 (setuju) sebanyak 48 orang (50,0%),
kemudian nilai 5 (sangat setuju) sebanyak 30 orang (31,3%), dengan
demikian menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan setuju
untuk indikator “Rekomendasi konsumen” tersebut.

2. Uji Validitas Konvergen


Validitas konvergen digunakan untuk mengetahui validitas yang dinilai
berdasarkan korelasi antara indikator dengan variabel laten. Validitas konvergen
bisa dilihat dari nilai outer loading dan nilai AVE (average variance extracted) dari
setiap indikator.

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


55

Tabel 10
Uji Validitas Konvergen (outer loading)
X3. Y1. Y2.
X1. Cita X2.
Indikator Kualitas Kepuasan Loyalitas Keterangan
rasa Harga
produk konsumen Konsumen
X1.1 0.941 Valid
X1.2 0.864 Valid
X1.3 0.919 Valid
X2.1 0.917 Valid
X2.2 0.802 Valid
X2.3 0.873 Valid
X2.4 0.771 Valid
X3.1 0.853 Valid
X3.2 0.845 Valid
X3.3 0.839 Valid
X3.4 0.727 Valid
Y1.1 0.846 Valid
Y1.2 0.789 Valid
Y1.3 0.760 Valid
Y1.4 0.818 Valid
Y2.1 0.799 Valid
Y2.2 0.838 Valid
Y2.3 0.891 Valid
Y2.4 0.886 Valid
Y2.5 0.822 Valid
Sumber : Lampiran 4, 2025
Berdasarkan Tabel 10 diatas menunjukkan bahwa nilai outer loading untuk
masing-masing indikator (X1.1, X1.2, X1.3, X2.1, X2.2, X2.3, X2.4, X3.1, X3.2, X3.3, X3.4,
Y1.1, Y1.2, Y1.3, Y1.4, Y2.1, Y2.2, Y2.3, Y2.4, Y2.5.) yaitu lebih dari 0,7 dengan demikian
intrumen penelitian dapat dinyatakan valid (angka berwarna hijau). Uji validitas
konvergen dengan menggunakan nilai Average Varian Extracted (AVE) disajikan
sebagai berikut :
Tabel 11
Uji Validitas Konvergen (AVE)
Average Variance Extracted
Variabel Penelitian (AVE)
Keterangan
X1. Cita rasa 0.826 Valid
X2. Harga 0.710 Valid
X3. Kualitas produk 0.668 Valid
Y1. Kepuasan konsumen 0.646 Valid
Y2. Loyalitas konsumen 0.719 Valid
Sumber : Lampiran 4, 2025
Berdasarkan Tabel 11 hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Average
Variance Extracted diatas 0,5 (angka berwarna hijau) maka dapat diartikan bahwa
instrumen yang digunakan didalam penelitian dikatakan “Valid”.

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


56

3. Uji Reliabilitas
Uji Reabilitas dalam penelitian ini menggunakan Cronbach alpha. Intrument
penelitian dikatakan reliable apabila memiliki nilai lebih besar dari 0,70 dan
mencapai composite reliability di atas 0,70. Pada output Construct Reliability and
Validity, selanjutkan disajikan dalam Tabel 12 berikut ini:
Tabel 12
Uji Reliabilitas
Variabel Penelitian Cronbach’s Alpha Keterangan
X1. Cita rasa 0.894 Reliabel
X2. Harga 0.862 Reliabel
X3. Kualitas produk 0.833 Reliabel
Y1. Kepuasan konsumen 0.817 Reliabel
Y2. Loyalitas konsumen 0.902 Reliabel
Sumber : Lampiran 4, 2025
Berdasarkan hasil analisis data pada Tabel 12 diatas, menunjukkan bahwa
nilai cronbachs alpha lebih besar dari 0,70 dengan demikian instrumen yang
digunakan Reliabel dalam penelitian ini.

4. Uji Asumsi Klasik


a. Multikolinieritas
Uji multikolinieritas dapat dilakukan dengan melihat nilai Cllinierity
Statistics (VIF) pada “Inner VIF Values” pada hasil analisis aplikasi partial least
square Smart PLS 3.0, kemudian disajikan Tabel 13 Uji Asumsi Klasik
Multikolinieritas seperti berikut ini:
Tabel 13
Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas
X3. Y1. Y2.
X1. Cita X2.
Variabel Penelitian Kualitas Kepuasan Loyalitas
rasa Harga
produk konsumen konsumen
X1. Cita rasa 2.130 3.696
X2. Harga 4.922 6.150
X3. Kualitas produk 4.974 5.072
Y1. Kepuasan
7.019
konsumen
Y2. Loyalitas konsumen
Sumber : Lampiran 4, 2025
Berdasarkan data analisis smart PLS 3.0, tidak terjadi pelanggaran asumsi
klasik “Multikolinieritas” nilai VIF (varians inflation factor) < 5,00, namun apabila
nilai VIF > 5,00 maka melanggar asumsi multikolineritas atau variabel bebas saling

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


57

mempengaruhi (angka berwarna merah). Berdasarkan hasil analisis diatas


menunjukkan bahwa Cita rasa (X1) dan Kualitas produk (X3) saling berkorelasi
dalam mempengaruhi Kepuasan konsumen (Y1), artinya terjadi pelanggaran asumsi
klasik multikolineritas. Di samping itu Cita rasa (X1), Harga (X2), Kualitas produk
(X3) juga saling berkorelasi dalam mempengaruhi Loyalitas pelanggan (Y2), hal ini
juga menunjukkan terjadi pelanggaran asumsi klasik multikolineritas. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa hasil temuan berdsarkan olah data statistik
menujukkan bahwa variabel bebas saling berkorelasi baik dalam mempengaruhi
Kepuasan konsumen maupun Loyalitas konsumen
b. Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing data
penelitian tiap variabel berdistribusi normal atau tidak, dalam arti distribusi data
tidak menjauhi nilai tengah (median) yang berakibat pada penyimpangan (standart
deviation) yang tinggi. Dikatakan tidak melanggar asumsi normalitas apabila nilai
Excess Kurtois atau Skewness berada dalam rentang -2,58<CR<2,58. Selanjutnya
didalam skripsi disajikan Tabel 14 Uji Asumsi Klasik Normalitas seperti berikut
ini:
Tabel 14
Uji Asumsi Klasik Normalitas
Indikator Excess Kurtois Skewness Keterangan
X1.1 -1,026 -0.157 Normal
X1.2 -0.943 -0.300 Normal
X1.3 -0.891 -0.157 Normal
X2.1 -0.939 -0.404 Normal
X2.2 -0.932 -0.379 Normal
X2.3 -1,011 -0.316 Normal
X2.4 -0.642 -0.320 Normal
X3.1 -1,137 -0.342 Normal
X3.2 -1,101 -0.402 Normal
X3.3 -1,272 -0.107 Normal
X3.4 -0.932 -0.379 Normal
Y1.1 -1,026 -0.157 Normal
Y1.2 -1,011 -0.316 Normal
Y1.3 -0.817 -0.283 Normal
Y1.4 -1,217 -0.158 Normal
Y2.1 -1,028 -0.046 Normal
Y2.2 -1,191 -0.138 Normal
Y2.3 -1,295 -0.241 Normal
Y2.4 -1,344 -0.073 Normal
Y2.5 -0.817 -0.283 Normal
Sumber : Lampiran 4, 2025

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


58

Berdasarkan Tabel 14 diatas, maka dapat diartikan bahwa sebaran data


seluruh indikator tersebut berdistribusi normal.

5. Uji Goodness of Fit (GOF)


Tahap selanjutnya adalah mengevaluasi tingkat kesesuain model. Uji
goodness of fit (GOF) pada prinsipnya bertujuan untuk mengetahui apakah sebuah
distribusi data dari sampel mengikuti sebuah distribusi teoritis tertentu ataukah
tidak. Pada Smart PLS 3.0, uji ini menggunakan tiga ukuran fit model yaitu SRMR
(Standardized Root Mean Square Residual), Chi Square dan NFI (Normed Fit
Index). Model penelitian dikatakan fit apabila konsep struktural yang dibangun
didalam penelitian telah sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan, sehingga
hasil penelitian bisa diterima baik dari segi teoritis maupun praktis. Selanjutnya
disajikan dalam Tabel 15 Uji Goodness of Fit seperti berikut :
Tabel 15
Uji Goodness of Fit (GOF)
Saturated Estimated Keterangan
Cut Off
Model Model Model
SRMR 0.099 0.099 < 0.10 Good fit
d_ULS 2.038 2.038 >0.05 Good fit
d_G n/a n/a > 0.05 Good fit

Chi-Square infinite infinite Diharapkan kecil Good fit

NFI n/a n/a >0,09 (mendekati 1) Marginal fit


Sumber : Lampiran 4, 2025

6. Uji Koefisien Determinasi


Uji Inner model dilakukan untuk menguji hubungan antara konstruk eksogen
dan endogen yangtelah dihipotesiskan. Uji ini dapat diketahui melalui nilai R-
Square Adjusted untuk variabel independen lebih dari dua. Perubahan nilai R-
Square dapat digunakan untuk menilai pengaruh variabel laten independen tertentu
terhadap variabel laten dependen.
Pada output R Square, selanjutnya disajikan dalam skripsi Tabel 16 Uji
Koefisien Determinasi seperti berikut :

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


59

Tabel 16
Uji Koefisien Determinasi
Variabel Terikat R-Square (R2) R-Square Adjusted
Y1. Kepuasan konsumen 0.858 0.853
Y2. Loyalitas konsumen 0.861 0.855
Sumber : Lampiran 4, 2025
Berdasarkan Tabel 16 tersebut, dapat diartikan bahwa :
a. Variabel Cita rasa (X1), Harga (X2) dan Kualitas produk (X3) mempengaruhi
Kepuasan konsumen (Y1) sebesar 0,853 (85,3%) sangat tinggi, sedangkan
sisanya 14,7% dipengaruhi variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.
b. Variabel Cita rasa (X1) Harga (X2) dan Kualitas produk (X3) mempengaruhi
Loyalitas konsumen (Y2) sebesar 0,855 (85,5%) tinggi, sedangkan sisanya
14,5% dipengaruhi variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.

7. Analisis Persamaan Struktural (inner model)


Penyajian Tabel 17 Analisis Persamaan Struktural (inner model) dalam
skripsi yaitu sebagai berikut :
Tabel 17
Analisis Persamaan Struktural (inner model)
Original Sample Standard T Statistics P
Sample Mean Deviation (|O/STDEV|) Values
(O) (M) (STDEV)
X1. Cita rasa →Y1. Kepuasan
0,472 0,475 0,075 6,356 0,000
konsumen
X2. Harga → Y1. Kepuasan
0,418 0,422 0,100 4,062 0,000
konsumen
X3. Kualitas produk → Y1. 0,118 0,112 0,093 1,229 0,220
Kepuasan konsumen
X1. Cita rasa → Y2. Loyalitas
0,060 0,066 0,080 0,762 0,446
Konsumen
X2. Harga → Y2. Loyalitas
-0,286 -0,283 0,087 3,125 0,002
Konsumen
X3. Kualitas produk → Y2.
0,259 0,253 0,076 3,170 0,002
Loyalitas Konsumen
Y1. Kepuasan konsumen → Y2. 0,898 0,896 0,097 9,024 0,000
Loyalitas konsumen
X1. Cita rasa → Y1. Kepuasan
konsumen →Y2. Loyalitas 0,424 0,424 0,075 5,645 0,000
konsumen
X2. Harga → Y1. Kepuasan
konsumen → Y2. Loyalitas 0,376 0,380 0,104 3.625 0,000
konsumen
X3. Kualitas produk → Y1.
Kepuasan konsumen → Y2. 0,106 0,101 0,085 1,252 0,211
Loyalitas konsumen
Sumber : Lampiran 5, 2025

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


60

Hasil analisis penelitian dengan menggunakan analisis Smart PLS (partial


least square) tersebut selanjutnya dibuat persamaan struktural.
a. Persamaan struktural (inner model)
Hasil uji statistik selanjutnya dapat dijabarkan ke dalam persamaan linier inner
model sebagai berikut :
Y1 = β1X1 + β2X2 + β3X3 + e
= 0,472X1 + 0,418 X2 + 0,118X3 + e
Y2 = β4X1 + β5X2 + β6X3+ e
= 0,060X1 + -0,286X2 + 0,259X3 + e
Y2 = β7Y1 + e
= 0,898Y1
b. Hasil persamaan linear dengan menggunakan variabel intervening sebagai
berikut:
Y2 = (b8X1+Y1) (b9X2+Y1 ) + (b10 X3+Y1) + e
= (0,424 X1+Y1) + (0,376 X2+Y1)+ (0,106 X3+Y1) + e
Persamaan linier tersebut menunjukkan arti dan dapat dijelaskan sebagai
berikut :
β1 (0,472) : Koefisien regresi Cita rasa (X1) untuk uji pengaruh terhadap
Kepuasan konsumen (Y1), artinya kenaikan variabel Cita rasa sebesar
1 (satu) satuan, maka Kepuasan konsumen meningkat sebesar 0.472
dengan asumsi variabel lain (Harga dan Kualitas produk) nilainya
konstan.
β2 (0,418) : Koefisien regresi Harga (X2) untuk uji pengaruh terhadap Kepuasan
konsumen (Y1), artinya kenaikan variabel Harga sebesar 1 (satu)
satuan, maka Kepuasan konsumen meningkat sebesar 0,418 dengan
asumsi variabel lain (Cita rasa dan Kualitas produk) nilainya konstan.
β3 (0,118) : Koefisien regresi Kualitas produk (X3) untuk uji pengaruh terhadap
Kepuasan konsumen (Y1), artinya kenaikan variabel Kualitas produk
sebesar 1 (satu) satuan, maka Kepuasan konsumen meningkat sebesar
0,118 dengan asumsi variabel lain (Cita rasa dan Harga) nilainya
konstan.
β4 (0,060) : Koefisien regresi Cita rasa (X1) untuk uji pengaruh terhadap

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


61

Loyalitas konsumen (Y2), artinya kenaikan variabel Cita rasa sebesar


1 (satu) satuan, maka Loyalitas konsumen menurun sebesar 0,060
dengan asumsi variabel lain (Harga dan Kualitas produk) nilainya
konstan.
β5 (-0,286) : Koefisien regresi Harga (X2) untuk uji pengaruh terhadap Loyalitas
konsumen (Y2), artinya kenaikan variabel Harga sebesar 1 (satu)
satuan, maka Loyalitas konsumen menurun sebesar 0,286 dengan
asumsi variabel lain (Cita rasa dan Kualitas produk) nilainya konstan.
β6 (0,259) : Koefisien regresi Kualitas produk (X3) untuk uji pengaruh terhadap
Loyalitas konsumen (Y2), artinya kenaikan variabel Kualitas produk
sebesar 1 (satu) satuan, maka Loyalitas konsumen meningkat sebesar
0,259 dengan asumsi variabel lain (Cita rasa dan Harga) nilainya
konstan.
β7 (0,898) : Koefisien regresi Kepuasan konsumen (Y1) untuk uji pengaruh
terhadap Loyalitas konsumen (Y2), artinya kenaikan variabel
Kepuasan konsumen sebesar 1 (satu) satuan, maka Loyalitas
konsumen meningkat sebesar 0,898 dengan asumsi variabel lain (Cita
rasa, Harga dan Kualitas produk) nilainya konstan.
β8 (0,424) : Koefisien regresi Cita rasa (X1) untuk uji pengaruh terhadap Loyalitas
konsumen (Y2), melalui Kepuasan konsumen (Y1), artinya kenaikan
variabel Cita rasa sebesar 1 (satu) satuan, maka Loyalitas konsumen
meningkat sebesar 0,424 melalui Kepuasan konsumen dengan asumsi
variabel lain (Harga dan Kualitas produk) nilainya konstan.
β9 (0,376) : Koefisien regresi Harga (X2) untuk uji pengaruh terhadap Loyalitas
konsumen (Y2), melalui Kepuasan konsumen (Y1), artinya kenaikan
variabel Cita rasa sebesar 1 (satu) satuan, maka Loyalitas konsumen
meningkat sebesar 0,376 melalui Kepuasan konsumen dengan asumsi
variabel lain (Cita rasa dan Kualitas produk) nilainya konstan.
β10 (0,106) : Koefisien regresi Kualitas produk (X3) untuk uji pengaruh terhadap
Loyalitas konsumen (Y2), melalui Kepuasan konsumen (Y1), artinya
kenaikan variabel Cita rasa sebesar 1 (satu) satuan, maka Loyalitas
konsumen meningkat sebesar 0,106 melalui Kepuasan konsumen

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


62

dengan asumsi variabel lain (Cita rasa dan Harga) nilainya konstan.
8. Uji Hipotesis Penelitian
a. Uji Hipotesis Penelitian Pengaruh Langsung
Gambar 4
Hasil Uji Model Struktural PLS

Sumber : Lampiran 5, 2025

Berdasarkan Gambar 4 diatas, hasil uji hipotesis menggunakan aplikasi Smart


PLS disajikan dalam Tabel 18 seperti berikut ini :
Tabel 18
Uji Hipotesis Penelitian
Original Sample Standard T Statistics P
Sample Mean Deviation (|O/STDEV|) Values
(O) (M) (STDEV)
X1. Cita rasa →Y1. Kepuasan
0,472 0,475 0,075 6,356 0,000
konsumen
X2. Harga → Y1. Kepuasan
0,418 0,422 0,100 4,062 0,000
konsumen
X3. Kualitas produk → Y1. 0,118 0,112 0,093 1,229 0,220
Kepuasan konsumen
X1. Cita rasa → Y2. Loyalitas
0,060 0,066 0,080 0,762 0,446
Konsumen
X2. Harga → Y2. Loyalitas
-0,286 -0,283 0,087 3,125 0,002
konsumen
X3. Kualitas produk → Y2.
0,259 0,253 0,076 3,170 0,002
Loyalitas konsumen
Y1. Kepuasan konsumen → 0,898 0,896 0,097 9,024 0,000
Y2. Loyalitas konsumen
Sumber : Lampiran 5, 2025

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


63

Berdasarkan Tabel 18 diatas, selanjutnya hasil uji hipotesis disajikan sebagai


berikut:
1) Hipotesis 1. Cita rasa (X1) berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan konsumen
(Y1)
Hasil uji hipotesis pertama dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
positif (0,472), Nilai T-Statistic yaitu 6,356 (>1,964) dan nilai P Value yaitu
sebesar 0,000 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Cita rasa (X1)
berpengaruh signifikan positif terhadap Kepuasan konsumen (Y1) dengan
demikian Hipotesis ke 1 diterima.
2) Hipotesis 2. Harga (X2) berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan konsumen
(Y1)
Hasil uji hipotesis kedua dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
positif (0,418), Nilai T-Statistic yaitu 4,062 (>1,964) dan nilai P Value yaitu
sebesar 0,000 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Harga (X2) berpengaruh
signifikan positif terhadap Kepuasan konsumen (Y1) dengan demikian
Hipotesis ke 2 diterima.
3) Hipotesis 3. Kualitas produk (X3) berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan
konsumen (Y1)
Hasil uji hipotesis ketiga dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
positif (0,118), Nilai T-Statistic yaitu 1,229 (<1,964) dan nilai P Value yaitu
sebesar 0,220 (>0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Kualitas produk (X3)
berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kepuasan konsumen (Y1)
dengan demikian Hipotesis ke 3 ditolak.
4) Hipotesis 4. Cita rasa (X1) berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas konsumen
(Y2)
Hasil uji hipotesis keempat dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
positif (0,060), Nilai T-Statistic yaitu 0,762 (<1,964) dan nilai P Value yaitu
sebesar 0,446 (>0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Cita rasa (X1)
berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Loyalitas konsumen (Y2)
dengan demikian Hipotesis ke 4 ditolak.
5) Hipotesis 5. Harga (X2) berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas konsumen
(Y2)

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


64

Hasil uji hipotesis kelima dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
negatif (-0,286), Nilai T-Statistic yaitu 3,125 (>1,964) dan nilai P Value yaitu
sebesar 0,002 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Harga (X2) berpengaruh
signifikan negatif terhadap Kepuasan konsumen (Y2) dengan demikian
Hipotesis ke 5 diterima.
6) Hipotesis 6. Kualitas produk (X3) berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas
konsumen (Y2)
Hasil uji hipotesis keenam dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
positif (0,259), Nilai T-Statistic yaitu 3,170 (>1,964) dan nilai P Value yaitu
sebesar 0,002 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Kualitas produk (X3)
berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas konsumen (Y2) dengan
demikian Hipotesis ke 6 diterima.
7) Hipotesis 7. Kepuasan konsumen (Y1) berpengaruh signifikan terhadap
Loyalitas konsumen (Y2)
Hasil uji hipotesis ketujuh dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
positif (0,898), Nilai T-Statistic yaitu 9,024 (>1,964) dan nilai P Value yaitu
sebesar 0,000 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Kepuasan konsumen (Y1)
berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas konsumen (Y2) dengan
demikian Hipotesis ke 7 diterima.
b. Uji Hipotesis Penelitian Pengaruh Tidak Langsung / Uji Melalui
Intervening Variabel
Penyajian tabel uji hipotesis penelitian (pengaruh tidak langsung) disajikan
dalam Tabel 19 sebagai berikut :
Tabel 19
Uji Hipotesis Penelitian
Original Sample Standard T Statistics P
Sample Mean Deviation (|O/STDEV|) Values
(O) (M) (STDEV)
X1. Cita rasa → Y1.
Kepuasan konsumen →Y2. 0,424 0,424 0,075 5,645 0,000
Loyalitas konsumen
X2. Harga → Y1. Kepuasan
konsumen → Y2. Loyalitas 0,376 0,380 0,104 3.625 0,000
konsumen
X3. Kualitas produk → Y1.
Kepuasan konsumen → Y2. 0,106 0,101 0,085 1,252 0,211
Loyalitas konsumen
Sumber : Lampiran 5, 2025

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


65

1) Hipotesis 8. Cita rasa (X1) berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas


konsumen (Y2) melalui Kepuasan konsumen (Y1)
Hasil uji hipotesis kedelapan dengan mengacu pada nilai original sample
yaitu positif (0,424), Nilai T-Statistic yaitu 5,645 (>1,964) dan nilai P Value
yaitu sebesar 0,000 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Cita rasa (X1)
berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas konsumen (Y2) melalui
Kepuasan konsumen (Y1), dengan demikian Hipotesis ke 8 diterima.
2) Hipotesis 9. Harga (X2) berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas konsumen
(Y2) melalui Kepuasan konsumen (Y1)
Hasil uji hipotesis kesembilan dengan mengacu pada nilai original sample
yaitu positif (0,376), Nilai T-Statistic yaitu 3.625 (<1,964) dan nilai P Value
yaitu sebesar 0,000 (>0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Harga (X2)
berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas konsumen (Y2) melalui
Kepuasan konsumen (Y1), dengan demikian Hipotesis ke 9 diterma.
3) Hipotesis 10. Kualitas produk (X3) berpengaruh signifikan terhadap
Loyalitas konsumen (Y2) melalui Kepuasan konsumen (Y1)
Hasil uji hipotesis kesepuluh dengan mengacu pada nilai original sample
yaitu positif (0,106), Nilai T-Statistic yaitu 1,252 (<1,964) dan nilai P Value
yaitu sebesar 0,211 (>0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Kualitas produk
(X3) berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Loyalitas
konsumen (Y2) melalui Kepuasan konsumen (Y1), dengan demikian
Hipotesis ke 10 ditolak.

C. Pembahasan
1. Pengaruh Cita rasa Terhadap Kepuasan konsumen
Hasil uji hipotesis pertama dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
positif (0,472), Nilai T-Statistic yaitu 6,356 (>1,964) dan nilai P Value yaitu sebesar
0,000 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Cita rasa (X1) berpengaruh
signifikan positif terhadap Kepuasan konsumen (Y1) dengan demikian Hipotesis
ke 1 diterima.
Berdasarkan pengujian maka dapat disimpulkan bahwa Cita rasa mampu
memberikan pengaruh besar terhadap Kepuasan konsumen. Hal ini menunjukkan
bahwa konsumen merasa puas dengan Cita rasa mochi dan produk lain yang

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


66

ditawarkan oleh Pivy Sweet. Kualitas rasa yang konsisten dan khas menjadikan Cita
rasa sebagai faktor penting dalam meningkatkan Kepuasan konsumen. Hasil
penelitian ini mendukung penelitian terdahulu Rahmawati (2023).

2. Pengaruh Harga Terhadap Kepuasan konsumen


Hasil uji hipotesis kedua dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
positif (0,418), Nilai T-Statistic yaitu 4,062 (>1,964) dan nilai P Value yaitu sebesar
0,000 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Harga (X2) berpengaruh signifikan
positif terhadap Kepuasan konsumen (Y1) dengan demikian Hipotesis ke 2
diterima.
Berdasarkan pengujian maka dapat disimpulkan bahwa Harga menjadi faktor
penting yang mendukung terciptanya Kepuasan konsumen. Konsumen merasa
bahwa Harga yang ditawarkan cukup terjangkau dengan Kualitas produk yang baik.
Ini menunjukkan bahwa strategi Harga yang digunakan Pivy Sweet sudah tepat
dalam menjangkau berbagai kalangan dan mendorong Kepuasan konsumen secara
umum. Hasil penelitian ini mendukung penelitian terdahulu Solihin (2024).

3. Pengaruh Kualitas produk Terhadap Kepuasan konsumen


Hasil uji hipotesis ketiga dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
positif (0,118), Nilai T-Statistic yaitu 1,229 (<1,964) dan nilai P Value yaitu sebesar
0,220 (>0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Kualitas produk (X3) berpengaruh
positif namun tidak signifikan terhadap Kepuasan konsumen (Y1) dengan demikian
Hipotesis ke 3 ditolak.
Berdasarkan pengujian, dapat disimpulkan bahwa Kualitas produk belum
mampu memberikan pengaruh besar terhadap Kepuasan konsumen. Hal ini
menunjukkan bahwa meskipun produk secara umum berkualitas, konsumen lebih
terfokus pada aspek lain seperti Cita rasa atau Harga, sehingga perlu adanya
peningkatan Kualitas yang lebih terasa secara langsung oleh konsumen. Hasil
penelitian ini tidak mendukung penelitian terdahulu Sutowo (2023).

4. Pengaruh Cita rasa Terhadap Loyalitas konsumen


Hasil uji hipotesis keempat dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
negatif (0,060), Nilai T-Statistic yaitu 0,762 (<1,964) dan nilai P Value yaitu

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


67

sebesar 0,446 (>0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Cita rasa (X1) berpengaruh
positif namun tidak signifikan terhadap Loyalitas konsumen (Y2) dengan demikian
Hipotesis ke 4 ditolak.
Berdasarkan pengujian, dapat disimpulkan bahwa meskipun Cita rasa
dianggap baik, faktor ini tidak cukup kuat untuk membentuk Loyalitas secara
langsung. Konsumen mungkin menyukai produk namun belum tentu akan
melakukan pembelian ulang secara konsisten hanya karena Cita rasa. Hasil
penelitian ini tidak mendukung penelitian terdahulu Wijaya (2024).

5. Pengaruh Harga Terhadap Loyalitas konsumen


Hasil uji hipotesis kelima dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
negatif (-0,286), Nilai T-Statistic yaitu 3,125 (>1,964) dan nilai P Value yaitu
sebesar 0,002 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Harga (X2) berpengaruh
signifikan negatif terhadap Kepuasan konsumen (Y2) dengan demikian Hipotesis
ke 5 diterima.
Berdasarkan pengujian maka dapat disimpulkan bahwa Harga berpengaruh
secara signifikan terhadap Loyalitas konsumen, namun pengaruhnya bersifat
negatif. Artinya, semakin tinggi Harga yang ditawarkan oleh Pivy Sweet, maka
kemungkinan konsumen untuk tetap loyal atau melakukan pembelian ulang akan
menurun. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Harga memengaruhi kepuasan,
jika harganya dianggap terlalu mahal maka hal itu bisa membuat konsumen enggan
untuk kembali membeli. Oleh karena itu, penting bagi Pivy Sweet untuk menjaga
Harga yang kompetitif agar tetap mempertahankan pelanggan setia. Hasil penelitian
ini mendukung dan memperkuat temuan penelitian terdahulu oleh Farisi (2020).

6. Pengaruh Kualitas produk Terhadap Loyalitas konsumen


Hasil uji hipotesis keenam dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
positif (0,259), Nilai T-Statistic yaitu 3,170 (>1,964) dan nilai P Value yaitu sebesar
0,002 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Kualitas produk (X3) berpengaruh
signifikan positif terhadap Loyalitas konsumen (Y2) dengan demikian Hipotesis ke
6 diterima.
Berdasarkan pengujian maka dapat disimpulkan bahwa Kualitas produk yang
baik mampu membentuk Loyalitas konsumen. Konsumen cenderung akan kembali

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


68

membeli jika produk yang ditawarkan memiliki kualitas yang konsisten dan
memuaskan. Semakin baik Kualitas produk yang diberikan oleh Pivy Sweet, maka
semakin besar kemungkinan konsumen akan melakukan pembelian ulang dan
menjadi pelanggan tetap. Konsumen merasa percaya dan puas terhadap produk
yang berkualitas, sehingga mereka cenderung lebih loyal. Oleh karena itu, menjaga
standar kualitas menjadi hal penting bagi keberlangsungan Pivy Sweet. Hasil
penelitian ini mendukung dan memperkuat temuan penelitian terdahulu oleh Putri
(2024).

7. Pengaruh Kepuasan konsumen Terhadap Loyalitas konsumen


Hasil uji hipotesis ketujuh dengan mengacu pada nilai original sample yaitu
positif (0,898), Nilai T-Statistic yaitu 9,024 (>1,964) dan nilai P Value yaitu sebesar
0,000 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Kepuasan konsumen (Y1)
berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas konsumen (Y2) dengan demikian
Hipotesis ke 7 diterima.
Berdasarkan hasil pengujian maka dapat disimpulkan bahwa Kepuasan
konsumen merupakan faktor kunci dalam menciptakan Loyalitas. Konsumen yang
merasa puas terhadap pengalaman mereka di Pivy Sweet cenderung akan
melakukan pembelian ulang, merekomendasikan produk kepada orang lain, dan
menjadi pelanggan setia. Hasil penelitian ini mendukung dan memperkuat temuan
penelitian terdahulu oleh Meylisa (2019).

8. Pengaruh Cita rasa Terhadap Loyalitas konsumen melalui Kepuasan


konsumen
Hasil uji hipotesis kedelapan dengan mengacu pada nilai original sample
yaitu positif (0,424), Nilai T-Statistic yaitu 5,645 (>1,964) dan nilai P Value yaitu
sebesar 0,000 (<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Cita rasa (X1) berpengaruh
signifikan positif terhadap Loyalitas konsumen (Y2) melalui Kepuasan konsumen
(Y1), dengan demikian Hipotesis ke 8 diterima.
Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa Cita rasa mochi yang
unik dan lezat di Pivy Sweet mampu memberikan kepuasan yang tinggi kepada
konsumen, yang pada akhirnya meningkatkan Loyalitas. Variasi rasa mochi seperti
coklat, matcha, oreo, taro, dan lainnya berhasil memenuhi ekspektasi konsumen dan

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


69

mendorong pembelian berulang. Dengan demikian, pengelola Pivy Sweet perlu


terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas Cita rasa untuk menjaga
kepuasan yang berdampak langsung pada Loyalitas konsumen. Hasil penelitian ini
mendukung dan memperkuat temuan penelitian terdahulu oleh Rahmawati (2023),
Nurhidayati (2024)

9. Pengaruh Harga Terhadap Loyalitas konsumen melalui Kepuasan


konsumen
Hasil uji hipotesis kesembilan dengan mengacu pada nilai original sample
yaitu positif (0,376), Nilai T-Statistic yaitu 3.625 (<1,964) dan nilai P Value yaitu
sebesar 0,000 (>0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Harga (X2) berpengaruh
signifikan positif terhadap Loyalitas konsumen (Y2) melalui Kepuasan konsumen
(Y1), dengan demikian Hipotesis ke 9 diterima.
Berdasarkan pengujian tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun Harga
mochi Pivy Sweet cenderung lebih tinggi dibanding pesaing lain di Situbondo,
konsumen tetap merasa puas dan loyal karena nilai yang mereka dapatkan
sebanding dengan Kualitas produk yang ditawarkan. Hal ini menunjukkan bahwa
persepsi terhadap harga yang adil dan sesuai dengan mutu produk dapat
meningkatkan kepuasan dan pada akhirnya memperkuat loyalitas. Oleh karena itu,
Pivy Sweet perlu mempertahankan keseimbangan antara Harga dan kualitas sebagai
strategi untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan konsumen. Hasil
penelitian ini mendukung dan memperkuat temuan penelitian terdahulu oleh
Solihin (2024), Nurhidayati (2024)

10. Pengaruh Kualitas produk Terhadap Loyalitas konsumen melalui


Kepuasan konsumen
Hasil uji hipotesis kesepuluh dengan mengacu pada nilai original sample
yaitu positif (0,106), Nilai T-Statistic yaitu 1,252 (<1,964) dan nilai P Value yaitu
sebesar 0,211 (>0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Kualitas produk (X3)
berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Loyalitas konsumen (Y2)
melalui Kepuasan konsumen (Y1), dengan demikian Hipotesis ke 10 ditolak.
Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa meskipun Kualitas
produk mochi di Pivy Sweet cukup baik dari segi tampilan dan ketahanan, namun

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


70

belum mampu menciptakan kepuasan yang cukup kuat untuk secara signifikan
membentuk Loyalitas konsumen. Konsumen mungkin menganggap bahwa kualitas
merupakan sesuatu yang sudah seharusnya dimiliki, sehingga faktor ini tidak
menjadi pembeda utama dalam membentuk loyalitas. Oleh karena itu, Pivy Sweet
perlu meningkatkan nilai tambah dalam Kualitas produk, seperti pengemasan yang
lebih menarik atau inovasi rasa, agar mampu memberikan kepuasan yang lebih
tinggi dan berdampak pada loyalitas. Hasil penelitian ini mendukung dan
memperkuat temuan penelitian terdahulu oleh Sutowo (2023), Nurhidayati (2024)

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


BAB V SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya,
maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dari keseluruhan hasil penelitian yaitu
sebagai berikut :
1. Cita rasa berpengaruh signifikan positif terhadap Kepuasan konsumen (H1
diterima);
2. Harga berpengaruh signifikan positif terhadap Kepuasan konsumen (H2
diterima);
3. Kualitas produk berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap terhadap
Kepuasan konsumen (H3 ditolak);
4. Cita rasa berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap terhadap Loyalitas
konsumen (H4 ditolak);
5. Harga berpengaruh signifikan negatif terhadap Loyalitas konsumen (H5
diterima);
6. Kualitas produk berpengaruh signifikan positif terhadap terhadap Loyalitas
konsumen (H6 diterima);
7. Kepuasan konsumen berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas
konsumen (H7 diterima);
8. Cita rasa berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas konsumen melalui
Kepuasan konsumen (H8 diterima);
9. Harga berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas konsumen melalui
Kepuasan konsumen (H9 diterima);
10. Kualitas produk berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Loyalitas
konsumen melalui Kepuasan konsumen (H10 ditolak).

B. Saran
1. Bagi Pivy Sweet
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Pivy Sweet terus
mempertahankan dan meningkatkan Cita rasa produknya karena terbukti
berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan konsumen. Harga yang kompetitif juga
perlu dijaga agar tetap terjangkau namun tetap mencerminkan Kualitas produk.

71
UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO
72

Kualitas produk sebaiknya ditingkatkan secara menyeluruh, baik dari segi tampilan,
kemasan, maupun kebersihan, agar dapat mendorong Loyalitas konsumen. Selain
itu, pelayanan yang ramah dan pengalaman berbelanja yang nyaman perlu
diperhatikan karena dapat memengaruhi Loyalitas secara tidak langsung.
Mengingat Kepuasan berpengaruh besar terhadap Loyalitas, maka seluruh aspek
operasional perlu dikelola dengan baik untuk menjaga Kepuasan konsumen.

2. Bagi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo


Hasil penelitian ini bagi Universitas dapat menjadi dasar pengembangan
kurikulum tentang Manajemen Pemasaran yang selanjutnya dapat menambah
kajian ilmu, pengetahuan dan informasi maupun referensi kepustakaan serta bahan
wacana bagi mahasiswa ataupun pihak lain khususnya yang berkenaan dengan Cita
rasa, Harga, dan Kualitas produk, Kepuasan konsumen dan Loyalitas konsumen
dalam menentukan keputusan berkunjung terhadap pemasaran suatu jajanan di
Situbondo.

3. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini bagi peneliti lain hendaknya dapat menjadi bahan
masukan untuk mengembangkan model-model penelitian terbaru yang berkaitan
dengan variabel Cita rasa, Harga, dan Kualitas produk, Kepuasan konsumen dan
Loyalitas konsumen yang dapat dikembangkan lagi serta sesuai dengan kebutuhan
ilmu saat ini. Untuk penelitian selanjutnya penulis menyarankan untuk meneliti
fakor-faktor lain di luar variabel tersebut, seperti Promosi dan Lokasi yang juga
berpotensi memengaruhi Kepuasan konsumen dan Loyalitas konsumen.

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Lampiran 1 : Surat Keterangan Penelitian
Lampiran 1

PIVY SWEET
Jalan Madura, Kecamatan Situbondo
SITUBONDO

Nomer : Pivy Sweet/I/2025 Situbondo, 1 Maret 2025

Lampiran : -
Perihal : Pemberian Ijin Penelitian

Kepada Yth : Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Di-
Situbondo

Dengan ini kami memberikan persetujuan untuk melakukan penelitian Skripsi di


Pivy Sweet kepada Mahasiswa Universitas Abdurachman Saleh Situbondo.

Nama : Rico Arif Pratama


Konsentrasi Skripsi : Manajemen Pemasaran
Waktu Penelitian : Maret sd/ April 2025

Demikian yang dapat kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami
sampaikan terima kasih.

Situbondo, 1 Maret 2025

Owner
Pivy Sweet

Hafidatur R
Lampiran 2 : Kuesioner Penelitian

KUESIONER PENELITIAN

Kepada:
Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i
Konsumen Pivy Sweet
Dengan Hormat,

Saya Rico Arif Pratama mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis


Universitas Abdurachman Saleh Situbondo sedang mengadakan penelitian
mengenai “Pengaruh Cita Rasa, Harga Dan Kualitas Produk Terhadap
Loyalitas Konsumen Melalui Kepuasan Konsumen Sebagai Variabel
Intervening Pada Usaha Pivy Sweet Situbondo”. Bersama ini, saya
mengharapkan kesediaan dan bantuan Bapak/Ibu untuk mengisi kuesioner berikut
dengan sejujur-jujurnya untuk keperluan penelitian ilmiah ini (Skripsi). Berikan
tanda Check Point/centang (√) pada kolom yang tersedia dan dipilih sesuai dengan
kondisi atau keadaan yang sebenarnya. Data yang diperoleh dari isian
Bapak/Ibu/Sdr akan sangat dijaga kerahasiannya. Atas kesediaan dan bantuan yang
Bapak/Ibu/Sdr berikan, saya ucapkan terima kasih.

Situbondo, ………….2025
Hormat Kami,

Rico Arif Pratama


NIM. 202113281

KUESIONER

A. Identitas Responden
Nama : .................................................................................
Jenis Kelamin : Laki-Laki Perempuan
No. Responden : (*Diisi oleh peneliti sendiri)

B. Petunjuk Pengisian Kuesioner


Berikan tanda check point/centang (√) pada kolom pertanyaan sesuai
dengan keadaan yang sebenarnya, dengan ketentuan sebagai berikut:
Alternatif Pilihan Kode Bobot Nilai Positif
Sangat Setuju SS 5
Setuju S 4
Netral N 3
Tidak Setuju TS 2
Sangat Tidak Setuju STS 1

C. Daftar Pertanyaan

No. Butir Pernyataan Alternatif Jawaban


A Cita rasa SS S N TS STS
1. Bau, ciri khas dan aroma
(X1.1)
Makanan ini memiliki ciri khas
aroma yang mudah dikenali.
2. Rasa (X1.2)
Rasa makanan ini sangat enak.
3. Rangsangan mulut (X1.3)
Makanan ini memberikan
sensasi nyaman saat dikunyah.

No. Butir Pernyataan Alternatif Jawaban


B Harga SS S N TS STS
4. Keterjangkauan harga (X2.1)
Harga produk ini dapat
dijangkau oleh saya.
Harga sesuai kemampuan
5.
(X2.2)
Saya merasa harga produk ini
lebih kompetitif dibandingkan
produk sejenis yang ada di
pasaran.
6. Kesesuaian harga dengan
kualitas produk (X2.3)
Saya percaya bahwa produk ini
memiliki kualitas yang baik
untuk harga yang ditawarkan.
Kesesuaian harga dengan
7.
manfaat (X2.4)
Saya merasa harga produk ini
sesuai dengan manfaat yang
saya peroleh.

No. Butir Pernyataan Alternatif Jawaban


C Kualitas produk SS S N TS STS
8. Daya Tahan Produk (X3.1)
Produk makanan ini memiliki
ketahanan yang baik sesuai
dengan standar penyimpanan.
9. Keandalan (X3.2)
Produk ini memiliki rasa yang
konsisten setiap kali saya
mengonsumsinya.
10. Penyesuaian (X3.3)
Produk makanan ini selalu
tersedia di tempat yang sering
saya kunjungi.
Kesesuaian produk dengan
11.
spesifikasi (X3.3)
Produk makanan ini aman
untuk dikonsumsi.

No. Butir Pernyataan Alternatif Jawaban


D Kepuasan Konsumen SS S N TS STS
Kepuasan konsumen
12.
keseluruhan (Y1.1)
Secara keseluruhan, saya puas
dengan produk yang saya beli
di pivy sweet.
13. Konfirmasi harapan (Y1.2)
Pelayanan yang saya terima di
tempat ini sesuai dengan
harapan saya.

14.
Minat pembelian ulang (Y1.3)
Saya akan membeli produk di
tempat ini lagi jika saya
membutuhkan.
Kesediaan untuk
15.
merekomendasikan (Y1.4)
Saya akan merekomendasikan
produk ini kepada teman atau
keluarga saya.

No. Butir Pernyataan Alternatif Jawaban


E Loyalitas konsumen SS S N TS STS
16. Kepuasan konsumen (Y2.1)
Saya merasa puas dengan
kualitas produk yang saya beli
dari perusahaan ini.
17. Pembelian ulang (Y2.2)
Saya puas dengan produk ini
sehingga saya akan membeli
produk ini lagi bila diperlukan.
18. Kesetiaan konsumen (Y2.3)
Saya akan membeli produk ini
meskipun ada produk serupa
dari merek lain.
Kepercayaan konsumen
19.
(Y2.4)
Saya percaya bahwa produk
dari Pivy sweet selalu
memberikan kualitas yang
baik.
Rekomendasi konsumen
20. terhadap konsumen lain
(Y2.5)
Berdasarkan pengalaman saya,
saya akan menyarankan orang
lain untuk membeli produk ini.
Lampiran 3 : Data Primer Penelitian
Data Responden
Jenis
No Cita rasa Harga Kualitas produk Kepuasan konsumen Loyalitas konsumen
Kelamin
X1.1 X1.2 X1.3 X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 Y1.1 Y1.2 Y1.3 Y1.4 Y2.1 Y2.2 Y2.3 Y2.4 Y2.5
1 P 4 4 3 3 3 4 4 5 5 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4
2 P 3 4 3 4 5 5 5 4 4 3 5 3 5 4 3 4 4 3 3 4
3 P 4 5 4 5 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4
4 P 4 5 4 4 5 4 4 3 4 4 5 4 4 5 5 4 4 4 4 5
5 L 4 4 4 5 3 5 5 5 5 5 3 4 5 4 5 4 4 5 4 4
6 P 4 4 4 3 5 3 4 4 3 3 5 4 3 4 3 3 3 3 3 4
7 P 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3
8 P 5 5 5 5 3 5 5 5 5 4 3 5 5 4 5 4 5 4 5 4
9 P 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 4 5
10 P 4 5 4 5 4 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 5
11 L 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4
12 L 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 4 5 5
13 P 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4
14 P 3 3 3 3 5 3 3 3 3 3 5 3 3 4 3 3 3 3 4 4
15 P 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5
16 P 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5
17 P 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4
18 P 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4
19 P 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 4 4 5
20 P 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 5 4
21 P 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
22 P 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4
23 P 5 5 5 4 4 4 3 3 3 4 4 5 4 3 3 4 3 4 3 3
24 P 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4
25 P 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
26 P 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5
27 P 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4
28 P 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4
29 P 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5
30 L 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3
31 L 4 5 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Data Responden
Jenis
No Cita rasa Harga Kualitas produk Kepuasan konsumen Loyalitas konsumen
Kelamin
X1.1 X1.2 X1.3 X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 Y1.1 Y1.2 Y1.3 Y1.4 Y2.1 Y2.2 Y2.3 Y2.4 Y2.5
32 L 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 5 5 4 4 5 5 5
33 P 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4
34 P 5 4 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 4 4 4 5 5 5 4
35 P 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4
36 P 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
37 P 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
38 P 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
39 P 5 5 5 4 4 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5
40 L 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5
41 L 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 5 5 3 4 4 5 5 5
42 L 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 5 5
43 L 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5
44 P 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
45 P 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4
46 P 5 5 5 4 4 5 5 4 5 4 4 5 5 4 5 4 5 4 4 4
47 P 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4
48 P 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5
49 P 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5
50 P 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4
51 P 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5
52 P 4 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5
53 P 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4
54 P 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3
55 P 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4
56 P 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4
57 P 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4
58 P 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3
59 P 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5
60 P 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5
61 L 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5
62 P 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4
63 L 4 4 5 4 4 4 4 5 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3
64 P 5 4 4 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 4 5 4 4

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Data Responden
Jenis
No Cita rasa Harga Kualitas produk Kepuasan konsumen Loyalitas konsumen
Kelamin
X1.1 X1.2 X1.3 X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 Y1.1 Y1.2 Y1.3 Y1.4 Y2.1 Y2.2 Y2.3 Y2.4 Y2.5
65 L 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4
66 P 3 3 4 4 4 4 5 5 5 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3
67 P 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
68 P 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3
69 P 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 4 4 4
70 P 5 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5
71 L 4 4 4 5 5 4 4 3 3 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4
72 L 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5
73 P 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 4 4 3 4
74 L 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 4 4 4 4 5 5 4
75 P 3 4 3 4 4 4 5 5 5 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4
76 P 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 4 4 4 5 5 4 4 4
77 P 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4
78 P 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4
79 P 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
80 P 4 5 4 5 5 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 5 5 5
81 P 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5
82 P 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 5 5 4 4 4
83 P 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4
84 P 4 4 4 5 5 5 4 5 4 4 5 4 5 5 4 4 4 5 5 5
85 P 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 5 5 4 4 4 5 5 5
86 P 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3
87 P 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4
88 P 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4
89 L 4 5 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5
90 L 4 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 4 5 4 4
91 L 4 4 4 5 5 5 4 5 4 4 5 4 5 5 4 4 4 5 5 5
92 L 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3
93 P 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3
94 P 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4
95 P 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
96 P 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Lampiran 4 : Uji Algoritma Data
Gambar Algoritma Data Smart PLS

Outer Loadings

X3. Y1. Y2.


X1. Cita X2.
Indikator rasa Harga
Kualitas Kepuasan Loyalitas Keterangan
produk konsumen Konsumen
X1.1 0.941 Valid
X1.2 0.864 Valid
X1.3 0.919 Valid
X2.1 0.917 Valid
X2.2 0.802 Valid
X2.3 0.873 Valid
X2.4 0.771 Valid
X3.1 0.853 Valid
X3.2 0.845 Valid
X3.3 0.839 Valid
X3.4 0.727 Valid
Y1.1 0.846 Valid
Y1.2 0.789 Valid
Y1.3 0.760 Valid
Y1.4 0.818 Valid
Y2.1 0.799 Valid
Y2.2 0.838 Valid
Y2.3 0.891 Valid
Y2.4 0.886 Valid
Y2.5 0.822 Valid

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Construct Reliability and Validity
Average
Cronbach’s Composite
rho_A Variance
Alpha Reliability
Extracted (AVE)
X1. Cita rasa 0.894 0.900 0.934 0.826
X2. Harga 0.862 0.872 0.907 0.710
X3. Kualitas produk 0.833 0.840 0.889 0.668
Y1. Kepuasan konsumen 0.817 0.822 0.879 0.646
Y2. Loyalitas konsumen 0.902 0.904 0.927 0.719

R Square
Variabel Terikat R-Square (R2) R-Square Adjusted
Y1. Kepuasan konsumen 0.858 0.853
Y2. Loyalitas konsumen 0.861 0.855

Collinearity Statistic (VIF)


X3.
X1. Cita Y1. Kepuasan Y2. Loyalitas
X2. Harga Kualitas
rasa konsumen Konsumen
produk
X1. Cita rasa 2.130 3.696
X2. Harga 4.922 6.150
X3. Kualitas
4.974 5.072
produk
Y1. Kepuasan
7.019
konsumen
Y2. Loyalitas
konsumen

Normality of Data
Indikator Excess Kurtois Skewness Keterangan
X1.1 -1,026 -0.157 Normal
X1.2 -0.943 -0.300 Normal
X1.3 -0.891 -0.157 Normal
X2.1 -0.939 -0.404 Normal
X2.2 -0.932 -0.379 Normal
X2.3 -1,011 -0.316 Normal
X2.4 -0.642 -0.320 Normal
X3.1 -1,137 -0.342 Normal
X3.2 -1,101 -0.402 Normal
X3.3 -1,272 -0.107 Normal
X3.4 -0.932 -0.379 Normal
Y1.1 -1,026 -0.157 Normal
Y1.2 -1,011 -0.316 Normal
Y1.3 -0.817 -0.283 Normal
Y1.4 -1,217 -0.158 Normal
Y2.1 -1,028 -0.046 Normal
Y2.2 -1,191 -0.138 Normal
Y2.3 -1,295 -0.241 Normal
Y2.4 -1,344 -0.073 Normal
Y2.5 -0.817 -0.283 Normal

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Model Fit
Saturated Estimated Keterangan
Cut Off
Model Model Model
SRMR 0.099 0.099 < 0.10 Good fit
d_ULS 2.038 2.038 >0.05 Good fit
d_G n/a n/a > 0.05 Good fit
Chi-
infinite infinite Diharapkan kecil Good fit
Square
NFI n/a n/a >0,09 (mendekati 1) Marginal fit

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Lampiran 5 : Uji Boostraping Data
Gambar Boostraping Data PLS

Path Coefficients
Original Sample Standard T Statistics P
Sample Mean Deviation (|O/STDEV|) Values
(O) (M) (STDEV)
X1. Cita rasa →Y1.
0,472 0,475 0,075 6,356 0,000
Kepuasan konsumen
X2. Harga → Y1. Kepuasan
0,418 0,422 0,100 4,062 0,000
konsumen
X3. Kualitas produk → Y1. 1,229 0,220
0,118 0,112 0,093
Kepuasan konsumen
X1. Cita rasa → Y2.
0,060 0,066 0,080 0,762 0,446
Loyalitas konsumen
X2. Harga → Y2. Loyalitas
-0,286 -0,283 0,087 3,125 0,002
Konsumen
X3. Kualitas produk → Y2.
0,259 0,253 0,076 3,170 0,002
Loyalitas konsumen
Y1. Kepuasan konsumen → 0,898 0,896 0,097 9,024 0,000
Y2. Loyalitas konsumen

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Mean, STDEV, T-Values, P-Values
Original Sample Standard T Statistics P
Sample Mean Deviation (|O/STDEV|) Values
(O) (M) (STDEV)
X1. Cita rasa →Y1.
Kepuasan konsumen
X2. Harga → Y1. Kepuasan
0,418 0,422 0,100 4,062 0,000
konsumen
X3. Kualitas produk → Y1.
Kepuasan konsumen
X1. Cita rasa → Y2.
0,060 0,066 0,080 0,762 0,446
Loyalitas Konsumen
X2. Harga → Y2. Loyalitas
Konsumen
X3. Kualitas produk → Y2.
-0,286 -0,283 0,087 3,125 0,002
Loyalitas Konsumen
Y1. Kepuasan konsumen →
Y2. Loyalitas konsumen

Specific Indirect Effects


Original Sample Standard T Statistics P
Sample Mean Deviation (|O/STDEV|) Values
(O) (M) (STDEV)
X1. Cita rasa → Y1.
Kepuasan konsumen →Y2. 0,424 0,424 0,075 5,645 0,000
Loyalitas konsumen
X2. Harga → Y1. Kepuasan
konsumen → Y2. Loyalitas 0,376 0,380 0,104 3.625 0,000
konsumen
X3. Kualitas produk → Y1.
Kepuasan konsumen → Y2. 0,106 0,101 0,085 1,252 0,211
Loyalitas konsumen

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Lampiran 6 : Analisis Deskriptif Penelitian

FREQUENCIES VARIABLES=JK X1.1 X1.2 X1.3 X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X3.1
X3.2 X3.3 X3.4 Y1.1 Y1.2 Y1.3 Y1.4 Y2.1 Y2.2 Y2.3 Y2.4 Y2.5
/STATISTICS=MEAN MEDIAN MODE
/ORDER=ANALYSIS.
Frequencies
Notes

Output Created 10-JUL-2025 14:46:55


Comments
Input Active Dataset DataSet0
Filter <none>
Weight <none>
Split File <none>
N of Rows in Working
96
Data File
Missing Value Definition of Missing User-defined missing values are
Handling treated as missing.
Cases Used Statistics are based on all cases
with valid data.
Syntax FREQUENCIES
VARIABLES=JK X1.1 X1.2
X1.3 X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X3.1
X3.2 X3.3 X3.4 Y1.1 Y1.2 Y1.3
Y1.4 Y2.1 Y2.2 Y2.3 Y2.4 Y2.5
/STATISTICS=MEAN
MEDIAN MODE
/ORDER=ANALYSIS.
Resources Processor Time 00:00:00.00

Elapsed Time 00:00:00.01

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Frequency Table
JENIS KELAMIN

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid L 20 20.8 20.8 20.8

P 76 79.2 79.2 100.0

Total 96 100.0 100.0

Bau

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 20 20.8 20.8 20.8

4 46 47.9 47.9 68.8

5 30 31.3 31.3 100.0

Total 96 100.0 100.0

Rasa

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 16 16.7 16.7 16.7

4 45 46.9 46.9 63.5

5 35 36.5 36.5 100.0

Total 96 100.0 100.0

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Rangsangan mulut

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 18 18.8 18.8 18.8

4 49 51.0 51.0 69.8

5 29 30.2 30.2 100.0

Total 96 100.0 100.0

Keterjangkauan harga

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 15 15.6 15.6 15.6

4 42 43.8 43.8 59.4

5 39 40.6 40.6 100.0

Total 96 100.0 100.0

Harga sesuai kemampuan

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 15 15.6 15.6 15.6

4 43 44.8 44.8 60.4

5 38 39.6 39.6 100.0

Total 96 100.0 100.0

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Kesesuaian harga dengan kualitas produk

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 17 17.7 17.7 17.7

4 43 44.8 44.8 62.5

5 36 37.5 37.5 100.0

Total 96 100.0 100.0

Kesesuaian harga dengan manfaat

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 9 9.4 9.4 9.4

4 50 52.1 52.1 61.5

5 37 38.5 38.5 100.0

Total 96 100.0 100.0

Daya Tahan Produk

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 19 19.8 19.8 19.8

4 39 40.6 40.6 60.4

5 38 39.6 39.6 100.0

Total 96 100.0 100.0

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Keandalan

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 18 18.8 18.8 18.8

4 38 39.6 39.6 58.3

5 40 41.7 41.7 100.0

Total 96 100.0 100.0

Penyesuaian

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 25 26.0 26.0 26.0

4 40 41.7 41.7 67.7

5 31 32.3 32.3 100.0

Total 96 100.0 100.0

Kesesuain produk dengan spesifikasi

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 15 15.6 15.6 15.6

4 43 44.8 44.8 60.4

5 38 39.6 39.6 100.0

Total 96 100.0 100.0

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Kepuasan konsumen keseluruhan

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 20 20.8 20.8 20.8

4 46 47.9 47.9 68.8

5 30 31.3 31.3 100.0

Total 96 100.0 100.0

Konfirmasi harapan

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 17 17.7 17.7 17.7

4 43 44.8 44.8 62.5

5 36 37.5 37.5 100.0

Total 96 100.0 100.0

Minat pembelian ulang

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 14 14.6 14.6 14.6

4 48 50.0 50.0 64.6

5 34 35.4 35.4 100.0

Total 96 100.0 100.0

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Kesediaan untuk merekomendasikan

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 23 24.0 24.0 24.0

4 41 42.7 42.7 66.7

5 32 33.3 33.3 100.0

Total 96 100.0 100.0

Kepuasan konsumen

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 23 24.0 24.0 24.0

4 47 49.0 49.0 72.9

5 26 27.1 27.1 100.0

Total 96 100.0 100.0

Pembelian ulang

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 23 24.0 24.0 24.0

4 42 43.8 43.8 67.7

5 31 32.3 32.3 100.0

Total 96 100.0 100.0

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Kesetiaan konsumen

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 23 24.0 24.0 24.0

4 37 38.5 38.5 62.5

5 36 37.5 37.5 100.0

Total 96 100.0 100.0

Kepercayaan konsumen

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 27 28.1 28.1 28.1

4 38 39.6 39.6 67.7

5 31 32.3 32.3 100.0

Total 96 100.0 100.0

Rekomendasi konsumen

Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent

Valid 3 14 14.6 14.6 14.6

4 48 50.0 50.0 64.6

5 34 35.4 35.4 100.0

Total 96 100.0 100.0

UNIVERSITAS ABDURACHMAN SALEH SITUBONDO


Lampiran 7 : Dokumentasi

Dokumentasi Bersama Pemilik Pivy Sweet

Dokumentasi Produk Pivy Sweet


Link kuesioner : [Link]

Barcode Kuesioner

Instagram Pivy Sweet Dokumentasi Penyebaran Kuesioner


Pada Konsumen
Pengisian link kusioner

Anda mungkin juga menyukai