I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi yang semakin pesat memberikan dampak yang
signifikan di berbagai sektor industri, termasuk pada industri perbankan
khususnya perbankan syariah. Oleh karena itu bank di tuntut untuk selalu bisa
beradaptasi dengan kemajuan teknologi serta menciptakan inovasi agar bisa terus
bertahan ditengah persaingan industri perbankan. Dengan memanfaatkan
kemajuan teknologi yang ada pihak bank diharapkan dapat memberikan kualitas
pelayanan yang terbaik bagi para nasabahnya.
Kualitas pelayanan merupakan hal yang sangat penting dilakukan bagi
suatu perusahaan dan juga salah satu faktor kepuasan nasabah. Kepuasan
pelayanan nasabah merupakan hal yang paling berpengaruh bagi suatu bank untuk
mempertahankan nasabah atau mendapatkan nasabah baru. Dalam upaya
meningkatkan kualitas pelayanan, suatu bank harus menyiapkan tenaga SDM
yang handal dan fasilitas yang memadai. Kepuasan nasabah merupakan tingkat
perbandingan antara harapan nasabah terhadap produk atau jasa apakah sesuai
dengan harapan nasabah atau tidak. Dengan meningkatkan kualitas layanan yang
baik harus dilakukan agar nasabah merasa nyaman dan puas dengan pelayanan
yang telah diberikan oleh perusahaan1.
Berbagai upaya dilakukan perbankan dalam meningkatkan akses
masyarakat terhadap layanan keuangan, salah satunya dengan pengembangan
layanan berbasis teknologi yaitu aplikasi mobile bangking. Layanan Mobile
1
Puji Haryanti,” Strategi Peningkatan Layanan Kepada Nasabah Dengan Penggunaan Aplikasi
Mobile Banking di Bank Syariah Indonesia Kcp Barru”, Skripsi. Institut Agama Islam Negeri.
Pare-Pare. 2023, 1-2.
banking hadir sebagai salah satu layanan yang berbasis teknologi informasi yang
ditawarkan oleh Bank. Adanya tingkat permintaan nasabah bank untuk layanan ini
yang dirasakan, sama seperti layanan ATM serta SMS banking. Dengan ketentuan
mobile banking ini hadir untuk nasabah yang ingin merasakan layanan cepat,
aman, nyaman murah, sedia setiap waktu dimanapun kapanpun dan dapat diakses
melewati perangkat mobile yang nasabah miliki. Layanan mobile banking ini
dapat menyediakan semua tuntutan tersebut.2
Mobile banking bertujuan untuk menyediakan layanan dalam melakukan
transaksi keuangan dan permintaan informasi keuangan, misalnya cek saldo,
mutasi rekening, dan sebagainya secara online. Keberadaan Mobile Banking
dalam kehidupan kita di zaman serba instan tentu bukan hal yang asing, baik
ditinjau dari aspek geografi seiring dengan semakin meluasnya daerah jangkauan
operator telepon seluler, maupun aspek demografi seiring dengan penggunaan
perangkat telepon seluler yang semakin meluas ke berbagai kalangan tanpa
mengenal batasan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan tingkat
penghasilan. Bahkan keberadaannya sudah menjadi bagian dari gaya hidup
pemilik Android, misalnya, sebagai media untuk melakukan transaksi perbankan
yang saat ini lebih dikenal dengan istilah Mobile Banking. Mobile Banking tidak
lain merupakan sebuah aplikasi layanan yang disediakan oleh Bank dimaksudkan
dapat memudahkan para penggunanya dalam mengakses informasi dalam
transaksi pada Bank Syariah Indonesia KCP Barru.
2
Abdul Hafiz dan Mulkan. Manajemen Strategi Layanan Mobile Banking Pada Bank Syariah
Mandiri (BSM). Jurnal Manajemen Dakwah, 8(1), 2020. 71.
[Link]
4
Judul: Analisis Strategi Swot pada Layanan Aplikasi Mobile Banking
dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Bank Syariah Kcp Palopo
.
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
II. KAJIAN TEORI
A. Penelitian Terdahulu Yang Relevan
1. Penelitian yang dilakukan oleh Risma Haryani Siregar, Muhammad Syahbudi
dan Muhammad Ikhsan Harahap yang berjudul “Peningkatan Strategis Inklusi
Keuangan melalui Fintech Sesuai Syariah: Analisis SWOT Bank Syariah KCP
Indonesia Gunung Tua”3. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode
kualitatif. Berdasarkan hasil ini, strategi perbaikan untuk BSI KCP Gunung
Tua adalah: pertama, memanfaatkan layanan transaksi yang dapat dilakukan
kapan saja dan di mana saja untuk menarik minat masyarakat yang suka
bertransaksi melalui mobile banking (BSI Mobile) (S 3,O3), kedua:
memanfaatkan komunitas mayoritas Muslim di Gunung Tua yang memiliki
potensi besar dengan layanan biaya operasional bank syariah Indonesia yang
murah (S1,O1), ketiga, memanfaatkan kecenderungan masyarakat yang suka
bertransaksi melalui mobile banking (BSI Mobile) dengan proses yang mudah
di BSI (S2,O3).
2. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Zulvan Jamalu Ramadhan dan
Vemy Suci Asih yang berjudul “Studi Komparatif: Kualitas Layanan Mobile
Banking BRI Syariah dan Bank Syariah Indonesia”4. Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan
mobile banking dirasakan nasabah di Bank Syariah Indonesia lebih baik
3
Risma Haryani Siregar , Muhammad Syahbudi , Muhammad Ikhsan Harahap (2021). Strategic
Enhancement of Financial Inclusion through Shariah-Compliant Fintech: A SWOT Analysis of
Bank Syariah Indonesia KCP Gunung Tua. Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan
Keagamaan, 8(1), 2021: 195-204. [Link]
4
Muhammad Zulvan Jamalu Ramadhan dan Vemy Suci Asih (2021). Studi Komparatif: Kualitas
Layanan Mobile Banking BRI Syariah dan Bank Syariah Indonesia. Indonesian Journal of
Economics and Management, 1(3),2021: 578–583. [Link]
dibandingkan BRI Syariah, dilihat dari hasil uji free sample t-test data,
penelitian ini tidak mendapatkan perbedaan yang signifikan antara layanan
mobile banking di BRI Syariah dan Bank Islam. Indonesia.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Acep Samsudin dkk yang berjudul “Strategi
Meningkatkan Kualitas Pelayanan Melalui BSI Mobile pada Bank Syariah
Indonesia”5. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa BSI Mobile merupakan super application
yang dimiliki oleh BSI karena tidak hanya memiliki fitur transaksi tetapi juga
menyediakan fitur syariah yang dapat memudahkan nasabah dalam
bertransaksi. Dengan BSI Mobile, nasabah dapat bertransaksi secara mandiri
melalui BSI Mobile tanpa harus datang ke cabang bank atau ATM. Selain itu,
keberadaan BSI Mobile mengurangi antrian nasabah di banking hall,
meningkatkan jumlah transaksi melalui e-channel BSI dan menjadikan kualitas
layanan efektif dan efisien.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Imanuel Adhitya Wulanata Chrismastianto
yang berjudul “Analisis SWOT Implementasi Teknologi Finansial Terhadap
Kualitas Layanan Perbankan di Indonesia”6. Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi
finansial tersebut memiliki tingkat efektivitas yang baik untuk meningkatkan
kualitas layanan perbankan di Indonesia, sehingga pihak manajemen perbankan
5
Acep Samsudin dkk, “Strategi Meningkatkan Kualitas Pelayanan Melalui BSI Mobile pada Bank
Syariah Indonesia. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 4(4), 2023: 1163-1170.
[Link]
6
Imanuel Adhitya Wulanata Chrismastianto,). Analisis SWOT Implementasi Teknologi Finansial
Terhadap Kualitas Layanan Perbankan Di Indonesia,. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 20(1), 2017:
133–144.
dapat mengimplementasikannya untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat
Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah 3T (Terdepan,
Terluar, dan Terpencil).
5. Penelitian yang dilakukan oleh Qomariyatul Fitriyah yang berjudul “Analisis
SWOT Layanan Mobile Banking di Masa Pandemi Covid 19 Pada Bank BNI
Syariah Jember”7. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengan jenis penelitian pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini adalah a)
Kekuatan dan peluang yang terjadi pada layanan mobile banking adalah
pelayanan customer kepada nasabah yang baik sehingga peluang untuk
meningkatkan SDM pada masa pandemi lebih mudah, b) Kelemahan dan
ancaman yang terjadi pada layanan mobile banking adalah aplikasi yang harus
di perbarui dan signal yang mulai lemah sehingga hal ini mengancam
terjadinya penurunan SDM yang mengakibatkan nasabah mulai bosan dan
pindah pada bank lain, c) Strategi yang di lakukan dalam pelayanan mobile
banking adalah selain pelayanan excellent service dari customer setiap nasabah
yang bertransaksi selalu di kenalkan dengan nama nya mobile banking
sehinggga nasabah yang belum faham dan belum menggunakan layanan
tersebut dapat menikmati setelah customer service mengenalkannya.
B. Landasan Teori
7
Qomariyatul Fitriyah, “Analisis Swot Layanan Mobile Banking di Masa Pandemi Covid 19 Pada
Bank Bni Syariah Jember”. Skripsi. Jember: Institut Agama Islam Negeri Jember. 2021
1. Bank Syariah
a. Pengertian Bank Syariah
Bank syariah atau bank Islam adalah lembaga keuangan yang beroperasi
sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Pengoperasian bank ini mengacu
pada ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Al-Quran dan Al-Hadist. Bank
syariah beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, yang berarti bahwa
seluruh kegiatan di dalamnya diatur oleh hukum Islam. Dalam melakukan
transaksi, bank syariah menghindari praktik-praktik yang dianggap mengandung
unsur riba. Sebaliknya, bank ini lebih fokus pada kegiatan investasi berdasarkan
prinsip bagi hasil dan pembiayaan perdagangan, sejalan dengan praktik usaha
yang dilakukan pada zaman Rasulullah dan bentuk-bentuk usaha yang sudah ada
sebelumnya, asalkan tidak dilarang oleh beliau.8
Menurut Undang-Undang No. 21 tahun 2008, bank syariah adalah bank
yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah. Jenis bank
syariah meliputi Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.
Dengan demikian, bank syariah tidak hanya mentaati prinsip-prinsip syariah Islam
dalam operasionalnya, tetapi juga diakui secara resmi oleh undang-undang
sebagai lembaga keuangan yang menjalankan kegiatan sesuai dengan prinsip-
prinsip tersebut.9 Menurut Sri Wahyuni Bank syariah adalah lembaga keuangan
yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Jenis
bank syariah mencakup Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS),
8
Muhammad Rifky Amali, “Analisis SWOT Nasabah Dalam Menggunakan Layanan Digital
Banking di Masa Pandemi (Studi Kasus Pada Bank BSI KC Tegal)”, Skripsi. Semarang.
Universitas Islam Negeri Walisongo. 2023, 28.
9
Undang-Undang No. 21 tahun 2008 Tentang Bank Syariah
dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Dengan demikian, bank syariah
tidak hanya beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, tetapi juga memiliki
variasi jenis lembaga keuangan yang melayani kebutuhan dan kegiatan usaha
syariah.10
b. Fungsi Bank Syariah
Bank syariah memiliki tiga fungsi yaitu sebagai fungsi manajer investasi,
fungsi investor dan fungsi jasa keuangan lainnya. Sebagai fungsi manajer
investasi pada transaksi mudharabah bank syariah bertindak sebagai manajer
investasi dari pemilik dana atau syahībūl māl yang akan disalurkan dalam
penyaluran dana yang efektif. Kemudian bank syariah juga dapat diposisikan
sebagai investor atau pemilik dana dimana investor tersebut dapat melakukan
penanaman dana pada sektor-sektor produktif dengan resiko minim dan tidak
melanggar ketentuan syariah. Sementara itu, fungsi bank syariah merupakan
sesuatu yang melekat pada bank syariah itu sendiri misalkan dalam bentuk zakat,
infak, sedekah, dan wakaf atau jasa qarḍ Al-ḥasan. Bank syariah sama dengan
konvensional yaitu memberikan jasa kliring, transfer, inkaso dan lain-lainnya.
Akan tetapi dalam hal mekanismenya bank syariah tetap harus menggunakan
skema yang sesuai dengan prinsip syariah.11
c. Prinsip-Prinsip Bank Syariah
10
Sri Wahyuni, Perbankan Syariah: Pendekatan Penilaian Kerja, edisi pertama. (Pasuruan: CV
Qiara Media, 2019).
11
Ade Onni, Lembaga Keuangan dan Perbankan (Sumatera Barat: Insan Cendekia Mandiri, 2021),
97.
Dalam menjalankan usahanya Bank Syariah menerapkan beberapa prinsip
yaitu: prinsip keadilan, yaitu prinsip yang mencakup seluruh aspek kehidupan,
sebagaimana Allah SWT telah memerintahkan untuk berbuat adil di antara
sebagian manusia dalam banyak ayatnya. Diantara ayat yang memerintahkan kita
berbuat adil yaitu Qur‟an surah An-Nahl ayat 90 yang berbunyi:
Artinya:
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan,
memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji,
kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu
dapat mengambil pelajaran.12
Berdasarkan ayat di atas dapat diketahui bahwasanya Allah SWT
memerintahkan kita untuk berbuat "adil". Adil yang dimaksud dalam ayat tersebut
berarti mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memberikan hak
kepada masing-masing yang mempunyai hak. Adil yang diperintahkan Allah ini
mencakup adil terhadap hak-Nya dan adil terhadap hak hamba-Nya. Oleh karena
itu, bank syariah dalam operasionalnya menerapkan prinsip keadilan di dalamnya
di mana kedua belah pihak baik pihak bank maupun pihak nasabah tidak ada yang
dirugikan artinya resiko ditanggung bersama.
Prinsip selanjutnya yaitu prinsip pelarangan dalam riba yang dilakukan
dengan bentuk bunga yang dijadikan nol persen, sehingga mengharuskan bank
syariah mengambil keuntungan dengan sistem bagi hasil yang bergerak di ranah
musārakah, muḍarabah, dan musāqah, menghindari objek transaksi yang haram
12
Departemen Agama RI, Al Qur‟an dan Terjemahannya (Jakarta: Pustaka Jaya, 2017), 560.
dalam prinsip syariah dan ẓalim yang dapat menimbulkan ketidakadilan bagi
pihak lain, tidak mengandung unsur maisir, yaitu transaksi yang mengandung
unsur untung-untungan atau bentuk spekulasi serta tidak mengandung unsur
gharar yaitu keraguan dimana objek tidak jelas, tidak dimiliki, tidak diketahui
keberadaannya atau tidak dapat diserahkan saat transaksi.13
d. Perkembangan Layanan Bank Syariah
Kehadiran sistem online yang ditangani oleh teknologi komputer dan
teknologi komunikasi memungkinkan nasabah mengambil uang dari kantor
cabang dari bank yang sama yang berada dimana saja. Pada perkembangan
selanjutnya, sistem seperti ini juga dilengkapi dengan mesin-mesin ATM, yang
memungkinkan nasabah mengambil uang tanpa tergantung oleh jam kerja bank.14
Tidak puas dengan model pelayanan itu, pihak bank juga mengembangkan
layanan dengan telpon, yaitu memperkenankan nasabah memeriksa saldo
tabungan dan berinteraksi dengan mesin yang siap melayani kapan saja. Tentu
saja layanan bank tidak sampai disitu. Dengan semakin banyaknya orang yang
mengakses internet, nasabah mulai dimanjakan dengan kemudahan untuk
melakukan transaksi, misalnya melakukan transfer uang. Masih banyak aplikasi
dalam dunia perbankan yang memanfaatkan teknologi informasi. Beberapa bank
memperkenalkan layanan yang disebut layanan bergerak, yang memungkinkan
pemakai mengecek saldo tabungan ataupun melakukan transaksi seperti
pemindahbukuan melalui ponsel atau telepon seluler.15
13
Abd. Shomad, Hukum Islam Penormaan Prinsip Syariah Dalam Hukum Indonesia (Jakarta:
Kencana, 2017), 76.
14
Abdul Hafiz, “Analisis Swot Layanan Mobile Banking Pada Bank Syariah Mandiri Kantor
Cabang Pondok Indah”. Skripsi. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. 2018, 25.
15
Sutabri, T. 2016. Sistem Informasi Manajemen (Edisi Revisi). Edisi Kedua. Cetakan Pertama.
(Yogyakarta: Penerbit Andi). 2016, 304.
1. Automatic Teller Machine (ATM)
Automatic Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri, ini adalah
saluran e-banking paling populer yang kita kenal. Setiap kita pasti mempunyai
kartu ATM dan menggunakan fasilitas ATM. Fitur tradisional ATM adalah untuk
mengetahui informasi saldo dan melakukan penarikan tunai. Dalam
perkembangannya, fitur semakin bertambah yang memungkinkan untuk
melakukan pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik
dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan yang terkini transfer ke bank
lain (dalam satu switching jaringan ATM).16 ATM masih terus digunakan selama
masyarakat masih membutuhkan uang dalam bentuk fisik dalam melakukan
pembayaran dan transaksi keuangan. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa
dimasa mendatang segala sistem transaksi tersebut beralih menggunakan uang
elektronik (uang digital) dan meninggalkan ATM dengan e-banking lainnya.
2. Electronic Banking (e-banking)
Perkembangan perbankan ditandai dengan pesatnya penggunaan electronic
banking (e-banking) untuk mendukung operasional kegiatan perbankan dan
memudahkan nasabah melakukan transaksi.17 Masyarakat dapat menggunakan
ATM, telepon atau handphone bahkan internet untuk berhubungan dengan bank,
tanpa harus repot- repot datang ke bank. Untuk memenuhi harapan konsumen dan
permintaan yang semakin meningkat, industri perbankan memiliki teknologi
16
Sutabri, T. 2016. Sistem Informasi Manajemen (Edisi Revisi). Edisi Kedua. Cetakan Pertama.
(Yogyakarta: Penerbit Andi). 2016, 305.
17
Otoritas Jasa Keuangan. 2015. Bijak Ber-Electronic Banking. Otoritas Jasa Keuangan. Jakarta.
2015, 20.
untuk menawarkan layanan perbankan atas kemudahan dan kenyamanan
pelanggan.18
Layanan mencakup layanan untuk memperoleh informasi, melakukan
komunikasi dan melaksanakan transaksi perbankan melalui media elektronik.
Pengguna electronic banking tumbuh di seluruh dunia Bank Indonesia membagi
layanan e-banking menjadi 4 kategori, yaitu phone banking, SMS banking,
internet banking dan mobile banking.19
2. Analisis SWOT
a. Pengertian Analisis SWOT
Pada dasarnya, analisis SWOT merupakan akronim atau singkatan dari 4
kata yaitu strengths, weaknesses, opportunities, dan threats. Analisis SWOT ini
merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengevaluasi strengths
(kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), threats (ancaman)
dala suatu spekulasi bisnis. Beberapa ahli menyebutkan bahwa analisis SWOT
merupakan sebuah instrument perencanaan strategis klasik yang memberikan cara
sederhana dalam menentukan sebuah strategi. Instrument ini memudahkan para
praktisi untuk menentukan apa yang bisa dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu
diperhatikan.20
Analisis SWOT adalah suatu proses mengidentifikasi beberapa faktor yang
dilakukan secara sistematis dalam rangka merumuskan strategi organisasi secara
18
Bharti M. 2016. Impact of Dimensions of Mobile Banking on User Statisfaction. Journal
of Internet Banking and Commerce 21(1), 2016: 1-22.
19
Abdul Hafiz, “Analisis Swot Layanan Mobile Banking Pada Bank Syariah Mandiri Kantor
Cabang Pondok Indah”. Skripsi. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. 2018, 27.
20
Fajar Nur’aini Dwi Fatimah. Teknik analisis SWOT : Pedoman Menyusun Strategi Yang Efektif
& Efisien Serta Cara Mengelola Kekuatan & Ancaman. (Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia,
2020), 7.
tepat. Analisis dilakukan berdasarkan logika yang dapat mengoptimalkan
kekuatan (strength) atau peluang (opportunity). Namun pada saat yang sama,
analisis ini juga harus mampu meminimalkan ancaman (threats) dan kelemahan
(weakness). Hal ini didasari pada logika bahwa strategi yang efektif merupakan
hal yang memaksimalkan kekuatan serta peluang bisnis dan meminimalkan
kelemahan dan ancaman yang ada.21 Menurut Jogiyanto analisis SWOT adalah
menilai secara keseluruhan mulai dari kekuatan kekuatan,kelemahan, tantangan
dan ancaman dari sumber daya suatu perusahaan beserta semua kesempatan dari
luar perusahaan dan tantangan dari pihak luar.22
Menurut Sumarto SWOT adalah singkatan dari streght, weakness,
opportunity, dan treath. Kekuatan (streght) dan kelemahan (weakness) mengacu
pada faktor internal, sedangkan peluang (opportunity) dan ancaman (threat)
adalah lingkungan eksternal yang mempengaruhi satu komunitas, suatu wilayah,
organisasi atau suatu aktivitas. Analisis ini dapat digunakan untuk melengkapi
teknik-teknik analisis institusi dan analisis stackholder. Sedangkan menurut
Rangkuti F, analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis
untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang
dapat memaksimalkan kekuatan (streght) dan peluang (opportunity), namun
secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman
(threat).23
21
Imam Tahyudin, dkk., Technopreneurship, (Banyumas: CV. ZT Corpora, 2022), 70.
22
Ferry Hendro Basuki dan Hartina Husein, “Analisis Swot Financial Technology Pada Dunia
Perbankan di Kota Ambon ( Survei Pada Bank di Kota Ambon ). Manis: Jurnal Manajemen Dan
Bisnis, 1(2), 2018, 66. [Link]
23
Siti Munawarah, “Analisis Swot Produk Mobile Banking Action Pada Bank Aceh Syariah”,
Skripsi. Banda Aceh: Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. 2022, 35-36.
Shinta berpendapat bahwa proses perencanaan strategis untuk
menganalisis lingkungan eksternal dan internal dapat digunakan analisis SWOT
yaitu memaksimalkan kekuatan (streght), meminimalkan kelemahan (weakness),
memaksimalkan peluang (opportunity), dan meminimalkan ancaman (threat).
Analisis SWOT adalah suatu pekerjaan yang cukup berat karena hanya dengan itu
alternatif-alternatif strategis dapat disusun. Kegagalan menganalisisnya berarti
gagal dalam mencari relasi dan titik temu antara faktor-faktor strategis dalam
lingkungan internal dan yang terdapat dalam lingkungan eksternal, sambil
mencari hubungannya dengan misi, tujuan dan sasaran juga merupakan kegagalan
dalam mempersiapkan suatu keputusan strategis yang baik.24
Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa analisis
SWOT adalah suatu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan
mengevaluasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal
(peluang dan ancaman) yang mempengaruhi kinerja suatu perusahaan. Singkatan
SWOT sendiri merujuk pada Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan),
Opportunities (peluang), Threats (ancaman). Dalam konteks industri perbankan,
analisis SWOT dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai situasi
internal dan eksternal yang memengaruhi kinerja bank atau lembaga keuangan.
b. Manfaat, Tujuan dan Fungsi Analisis SWOT
Sebagai metode analisis yang paling dasar, analisis SWOT dianggap
memiliki banyak manfaat atau kelebihan dibandingkan dengan metode analisis
24
Siti Munawarah, “Analisis Swot Produk Mobile Banking Action Pada Bank Aceh Syariah”,
Skripsi. Banda Aceh: Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. 2022, 36.
yang lain. Berikut merupakan penjabaran beberapa manfaat menggunakan metode
analisis SWOT:25
1. Analisis SWOT dapat membantu melihat suatu persoalan dari empat sisi
sekaligus yang menjadi dasar sebuah analisis persoalan, yaitu kekuatan,
kelemahan, kesempatan/peluang, dan ancaman.
2. Analisis SWOT mampu memberikan hasil berupa analisis yang cukup tajam
sehingga mampu memberikan arahan ataupun rekomendasi untuk
mempertahankan kekuatan sekaligus menambah keuntungan berdasarkan sisi
peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan juga menghindari
ancaman.
3. Analisis SWOT dapat membantu kita “membedah” organisasi dari empat sisi
yang dapat menjadi dasar dalam proses identifikasinya dan dengan analisis ini
kita dapat menemukan sisi-sisi yang terkadang terlupakan atau tidak terlihat
selama ini. Analisis SWOT dapat menjadi instrument yang cukup ampuh
dalam melakukan analisis strategi, sehingga dapat menemukan langkah yang
tepat dan terbaik sesuai dengan situasi pada saat itu.
4. Analisis SWOT dapat digunakan untuk membantu organisasi meminimalisasi
kelamahan yang ada serta menekan munculnya dampak ancaman yang
mungkin timbul.
Rangkuti mengemukakan bahwa tujuan analisis SWOT adalah untuk
membenarkan faktor-faktor internal dan eksternal yang telah dianalisis. Apabila
terdapat kesalahan, agar perusahaan itu berjalan dengan baik maka perusahaan itu
25
Fajar Nur’aini Dwi Fatimah. Teknik analisis SWOT : Pedoman Menyusun Strategi Yang Efektif
& Efisien Serta Cara Mengelola Kekuatan & Ancaman. (Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia,
2020), 12-13.
harus mengolah untuk mempertahankan serta memanfaatkan peluang yang ada
secara baik begitu juga pihak perusahaan harus mengetahui kelemahan yang
dihadapi agar menjadi kekuatan serta mengatasi ancaman menjadi peluang. 26
Fungsi dari analisis SWOTadalah untuk menganalisa mengenai kekuatan
dan kelemahan yang dimilikiperusahaan yang dilakukan melalui telaah terhadap
kondisi internal perusahaan, serta analisa mengenai peluang dan ancaman yang
dihadapi perusahaan yang dilakukan melalui telaah terhadap kondisi eksternal
[Link] hanya organisasi profit yang memerlukan pemasaran tetapi
organisasi non-profit juga memerlukan pemasaran guna meningkatkan pemasukan
dan upaya yang akan dicapai.27
c. Faktor-Faktor Analisis SWOT
Analisis SWOT terdiri dari empat faktor yaitu:28
1. Strength (Kekuatan)
Strenght merupakan sebuah kondisi yang menjadi sebuah kekuatan dalam
organisasi. Faktor-faktor kekuatan merupakan suatu kompetensi khusus atau
sebuah kompetensi keunggulan yang terdapat dalam tubuh organisasi itu sendiri.
Faktor-faktor kekuatan tersebut merupakan nilai plus atau keunggulan komparatif
dari sebuah organisasi.
2. Weaknesses (Kelemahan)
26
M. Afif Salim dan Agus B Siswanto. Analisis SWOT Dengan Metode Kuesioner. (Semarang:
CV. Pilar Nusantara, 2019), 2.
27
I Gusti Nyoman Alit Brahma Putra, “Analisis Swot Sebagai Strategi Meningkatkan Keunggulan
Pada Ud. Kacang Sari Di Desa Tamblang”. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 9(2), 2019.
400. [Link]
28
Fajar Nur’aini Dwi Fatimah. Teknik analisis SWOT : Pedoman Menyusun Strategi Yang Efektif
& Efisien Serta Cara Mengelola Kekuatan & Ancaman. (Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia,
2020), 13-16.
Weaknesses merupakan kondisi atau segala sesuatu hal yang menjadi
kelemahan atau kekurangan yang terdapat dalam tubuh organisasi. Pada dasarnya,
sebuah kelemahan merupakan suatu hal yang wajar ada dalam organisasi. Namun
yang terpenting adalah bagaimana organisasi membangun sebuah kebijakan
sehingga dapat meminimalisasi kelemahan tersebut atau bahkan dapat
menghilangkan kelemahan yang ada.
3. Opportunities (Peluang)
Peluang merupakan suatu kondisi lingkungan di luar organisasi yang
sifatnya menguntungkan bahkan dapat menjadi senjata untuk memajukan sebuah
perusahaan/organisasi. Anda dapat mengetahui hal-hal eksternal mana yang dapat
Anda jadikan peluang dengan cara membandingkan analisis internal (strengths
dan weaknesses) perusahaan atau organisasi Anda dengan analisis internal dari
kompetitor lain.
4. Threats (Ancaman)
Threats atau ancaman ini merupakan kebalikan dari peluang atau
opportunities. Ancaman merupakan kondisi eksternal yang dapat mengganggu
kelancaran berjalannya sebuah organisasi atau perusahaan. Ancaman dapat
melipulti hal-hal dari lingkungan yang tidak menguntungkan bagi sebuah
organisasi. Apabila ancaman tidak segera ditanggulangi maka dapat berakibat
dampak berkepanjangan sehingga menjadi sebuah penghalang atau penghambat
tercapainya visi dan misi sebuah organisasi atau perusahaan.
d. Matriks Analisis SWOT
Menurut Rangkuti matriks SWOT merupakan alat yang dapat dipakai
untuk menyusun faktor-faktor strategis perusahaan. Matriks SWOT akan
memberikan gambaran dengan jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal
yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan
yang dimilikinya. Matriks ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan
alternatif strategis.29
Tabel 2.1 Matriks SWOT
Faktor-faktor internal Strength/Kekuatan (S) Weakness/Kelemahan
(IFAS) (W)
Catat 5-10 kekuatan- Catat 5-10 kelemahan-
kekuatan faktor internal kelemahan faktor
perusahaan internal perusahaan
Faktor-faktor ekternal
(EFAS)
Opportunity/Peluang (O) Strategi S-O Strategi W-O
Catat 5-10 faktor peluang Buat strategi yang Buat strategi yang
eksternal menggunakan kekuatan memanfaatkan peluang
untuk memanfaatkan untuk mengatasi
peluang ancaman
Threat/Ancaman (T) Strategi S-T Strategi W-T
Catat 5-10 faktor ancaman Buat strategi yang Buat strategi yang
eksternal menggunakan kekuatan meminimalkan
untuk mengatasi kelemahan dan
ancaman menghindari ancaman
Berikut ini adalah keterangan dari matriks SWOT diatas:
1. Strategi S-O dibuat dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan
memanfaatkan peluang semaksimal mungkin.
29
Hasna Wijayanti. Panduan Analisis SWOT untuk Kesuksesan Bisnis (Jangan Buat Strategi
Bisnis Sebelum Baca Buku Ini). (Indonesia: Anak Hebat Indonesia, 2019), 19.
2. Strategi S-T dibuat berdasarkan bagaimana perusahaan dalam menggunakan
kekuatan untuk mengatasi masalah ancaman yang dimiliki.
3. Strategi W-O diterapkan dengan memanfaatkan peluang yang ada dengan cara
meminimalkan kelemahan yang ada.
4. Strategi W-T didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha
meminimalkan kelemahan yang dimiliki perusahaan serta menghindari
ancaman yang ada.
Selain dapat diwujudkan dalam bentuk matriks SWOT, analisis SWOT
juga dapat dipahami dalam rupa diagram. Berikut adalah diagram analisis
SWOT:30
30
Hasna Wijayanti. Panduan Analisis SWOT untuk Kesuksesan Bisnis (Jangan Buat Strategi
Bisnis Sebelum Baca Buku Ini). (Indonesia: Anak Hebat Indonesia, 2019), 24-27.
BERBAGAI PELUANG
Kuadran III Kuadran I
Mendukung Strategi Mendukung Strategi
Turn-Around Agresif
KELEMAHAN INTERNAL KEKUATAN INTERNAL
Kuadran IV Kuadran II
Mendukung Strategi Mendukung Strategi
Defensif Diversifikasi
BERBAGAI ANCAMAN
Gambar 2.1 Diagram Analisis SWOT
Berikut adalah keterangan dari masing-masing kuadran yang ada:
a) Kuadran I: Pada kuadran I berisi analisis yang berguna untuk mendukung
strategi agresif. Maksudnya, situasi ini menunjukkan situasi yang sangat
menguntungkan bagi perusahaan. Kuadran I memberikan gambaran bahwa
suatu perusahaan memiliki peluang serta kekuatan untuk dapat memandatkan
peluang pasar yang ada. Oleh karena itu, dari gambaram yang diperoleh ini,
perusahaan harus mampu menetapkan strategi yang mampu mendukung
kebijakan pertumbuhan yang agresif atau growt oriented strategy.
b) Kuadran II: Kuadran ini berisi analisis yang mendukung strategi diversifikasi.
Maksudnya, suatu perusahaan mungkin akan menghadapi berbagai ancaman,
dan hal ini lumrah terjadi. Namun, perlu juga dipahami bahwa perusahaan tetap
masih mempunyai kekuatan dari segi internal. Hal inilah yang tidak boleh
dilupakan ketika menghadapi aneka ancaman yang datang dari luar. Untuk itu,
perusahaan perlu menggunakan kekuatannya agar dapat memanfaatkan
peluang jangka panjang dengan strategi diversifikasi, baik dalam produk
maupun jasa.
c) Kuadran III: Kuadran ini berisi analisis yang mendukung strategi turn –
around. Dalam hal ini, perlu dipahami bahwa suatu perusahaan mungkin akan
menghadapi aneka peluang pasar yang sangat besar. Namun, perusahaan juga
harus menyadari bahwa di lain pihak, ia juga harus menghadapi kendala-
kendala di lingkungan internal ini juga tidak boleh diabaikan ketika anda telah
melihat peluang besar. Perusahaan harus tetap fokus untuk meminimalkan
masalah-masalah internal perusahaan agar nantinya dapat merebut peluang
pasar yang lebih baik, sesuai dengan yang diharapkan.
d) Kuadran IV: Pada kuadran ini, analisis yang dilakukan bertujuan untuk
mendukung strategi defensif perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa suatu
ketika, perusahaan memungkinkan akan menghadapi situasi yang sangat tidak
menguntungkan. Akan ada ancaman dan kelemahan internal yang harus
dihadapi oleh perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan sebisa mungkin harus
bersiap dengan dukungan strategi defensif atau yang mampu membuat
perusahaan bertahan ketika menghadapi situasi sulit.
e. Tahapan Analisis SWOT
Menurut Jayadi ada tiga tahapan dalam analisis SWOT yaitu sebagai
berikut:31
a. Tahapan pengambilan data yaitu evaluasi faktor eksternal dan internal.
b. Tahap analisis yaitu pembuatan matriks internal, eksternal dan matriks SWOT .
c. Tahap pengambilan keputusan.
Tahapan pengambilan data ini digunakan untuk mengetahui faktor-faktor
yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi organisasi dapat
dilakukan dengan wawancara terhadap responden ahli yang ada pada organisasi
yang bersankutan ataupun analisis secara kuantitatif misalkan neraca, laba rugi
dan [Link] mengetahui berbagai faktor dalam organisasi maka tahap
selanjutnya adalah membuat matriks internal dan eksternal.32
3. Mobile Bangking
a. Pengertian Mobile Bangking
Bank Indonesia menyatakan bahwa mobile banking merupakan suatu
layanan perbankan yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi perbankan
melalui internet. Selain itu, lewat mobile banking nasabah juga dapat
mendapatkan informasi dan berkomunikasi dengan pihak bank. Mobile banking
merupakan bentuk pengembangan baru dari saluran pelayanan bank. Hal ini juga
mengubah strategi bisnis perbankan dimana awalnya perbankan lebih banyak
mengandalkan teknologi manusia, tetapi kini beralih ke teknologi informasi.33
31
Laela Kurniawati, “Analisa Strategi IT Dengan Pendekatan SWOT Pada UKM”. Jurnal Teknik
Informatika, I(2),2015. 238.
32
Laela Kurniawati, “Analisa Strategi IT Dengan Pendekatan SWOT Pada UKM”. Jurnal Teknik
Informatika, I(2),2015. 238.
33
Nafisah Rizki Ramadhani [Link], “Analisis SWOT Financial Teknologi Pada Kualitas Layanan
BSI Mobile di Era Disruptif”, JOMI: Jurnal Organisasi Dan Manajemen Indonesia, 3(1), 2024. 6.
Ikatan Bankir Indonesia menyebutkan bahwa mobile banking merupakan
suatu bentuk dari layanan jasa yang tersedia pada beberapa dunia perbankan yang
dapat digunakan oleh nasabah lewat pemanfaatan telepon seluler (Handphone)/
telepon seluler GSM (Global for Mobile Communication) melalui Short Message
Service (SMS)34. Menurut Wulandari mobile banking merupakan sebuah fasilitas
atau layanan perbankan menggunakan alat komunikasi bergerak seperti
handphone, dengan penyediaan fasilitas untuk bertransaksi perbankan melalui
aplikasi pada handphone. Dengan adanya handphone dan layanan mobile banking,
transaksi perbankan yang biasanya dilakukan secara manual, artinya kegiatan
yang sebelumnya dilakukan nasabah dengan mendatangi bank, kini dapat
dilakukan tanpa harus mengunjungi bank, hanya dengan menggunakan handphone
nasabah dapat menghemat waktu dan biaya.35 Sedangkan menurut Nawangasari
dan Putri mobile banking adalah layanan perbankan yang diakses nasabah melalui
smartphone untuk melakukan aktivitas perbankan seperti transfer, cek saldo,
pembayaran, dan pembelian.36
Layanan mobile banking dapat memudahkan pengguna mulai dari
pengecekan saldo ATM, transfer sesama bank maupun berbeda bank, membayar
tagihan listrik, internet, danlain-lain. Penggunanya tidak perlu mengantri di mesin
ATM atau bank untuk melakukan transaksi. Dengan mobile banking, aktivitas
[Link]
34
Muhammad Ryzki Wiryawan dan Cici Amalia Hidayati Sulaiman, “Analisis SWOT Pada
Layanan Jasa Mobile Banking Di PT Bank Panin Dubai Syariah. JSMA (Jurnal Sains Manajemen
Dan Akuntansi), 12(2), 2020. 147. [Link]
35
Siti Munawarah, “Analisis Swot Produk Mobile Banking Action Pada Bank Aceh Syariah”,
Skripsi. Banda Aceh: Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. 2022, 29.
36
Nanda Nurisya Merliani dan Retno Waluyo, “Analisis Pengembangan Fitur Aplikasi Mobile
Banking pada BANK XYZ”, Jurnal Rekayasa Informasi, Vol.11 No.2 Oktober 2022. 88.
nasabah dapat dilakukan dengan sangat mudah dan cepat. Hal inilah yang
akhirnya membuat masyarakat tertarik sehingga sudah banyak yang memakai
aplikasi mobile banking. Kepuasan nasabah menjadi faktor utama keberhasilan
bank, sehingga bank akan terus meningkatkan layanan mobile banking menjadi
lebih baik dan lebih menarik agar nasabah tetap nyaman memakai aplikasi mobile
banking. Menurut Delone dan Mclean apabila nasabah mendapatkan kepuasaan
penggunaan yang lebih tinggi maka akan menghasilkan niat untuk menggunakan
mobile banking secara maksimal.37 Penggunaan mobile banking tidak akan efektif
dan tidak dapat berjalan jika tidak ada handphone maupun akses internet. Aplikasi
mobile banking tersedia bagi setiap orang yang memiliki telepon genggam dan
dapat digunakan untuk memudahkan bertransaksi kapan saja dan di mana saja.
Hal ini dimaksudkan agar kemudahan pelayanan bank dapat memberikan tingkat
kepuasan yang memadai bagi nasabah terhadap berbagai layanan yang diberikan.
Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa mobile
banking adalah salah satu layanan yang disediakan oleh bank untuk
mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi keuangan berbentuk sebuah
aplikasi di ponsel atau smartphone yang digunakan secara online. Seperti
namanya, layanan ini dapat diakses secara mobile atau dapat diakses dimana saja
dan kapan saja melalui smartphone. Dalam layanan mobile banking, nasabah
dapat menggunakan berbagai fitur transaksi yang disediakan, mulai dari transfer
hingga membayar tagihan. Dengan adanya mobile banking, nasabah menjadi lebih
mudah untuk bertransaksi tanpa perlu uang cash.
37
Yolanda Sari Utami, “Pengaruh Penggunaan Mobile Banking Terhadap Perilaku Konsumtif
Nasabah (Studi Komparasi pada BSI KCP Kotabumi dan BRI KCP Kotabumi)”. Skripsi.
Lampung. Universitas Islam Negeri Raden Intan. 2024, 28.
b. Tipe-Tipe Layanan Jasa Mobile Bangking
Jika dilihat dari segi teknologi, mobile banking dibedakan menjadi empat
tipe jasa layanan, yaitu:38
1. Dengan menggunakan IVR (Interactive Voice Response) atau Phone-banking,
karena nasabah harus menelpon kemudian dipandu oleh pesan elektronik untuk
memilih menu-menu transaksi lewat telepon.
2. Menggunakan SMS (Short Message Service), layanan berbasis SMS dipadukan
dengan SIMtolkit dan sim card masing-masing operator sehingga akses
layanan dapat melalui menu, tidak perlu mengetik melalui SMS.
3. Dengan menggunakan WAP (Wireless Access Protocol), layanan ini
merupakan layanan mobile banking yang mereplika internet banking kedalam
sebuah ponsel yang didukung oleh teknologi WAP. Layanan yang disediakan
mirip dengan internet banking. Hanya saja tampilannya lebih sederhana
sehingga dapat ditampilkan dilayar ponsel.
4. Dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga, misalnya menggunakan aplikasi
berbasis Java, yaitu aplikasi yang mampu menghubungkan handphone
berteknologi Java dengan pihak bank melalui layanan data.
c. Fitur-Fitur Layanan Mobile Bangking
Fitur-fitur yang terdapat dalam mobile banking diartikan sebagai layanan
mesin ATM dalam versi simple dan praktis. Beberapa layanan fitur dimasing-
38
Annisa Fitri Iriani, “Minat Nasabah Dalam Penggunaan Mobile Banking Pada Nasabah Bank
Syariah Mandiri Kota Palopo”,Dinamis: Journal of Islamic Management and Bussiness 2, no. 2
2019.
masing bank memiliki kesamaan dan perbedaannya. Berikut beberapa contoh
yang umumnya ada dilayanan mobile banking:39
1. Layanan transfer antar bank ataupun beda bank.
2. Layanan pengecekan saldo.
3. Layanan pembayaran tagihan listrik, internet, air, dan lain-lain.
4. Layanan pembayaran pajak.
5. Layanan pembelian atau top up atau dompet digital seperti Dana, OVO, Gopay,
Shoppepay, Link Aja, dan lain-lain.
6. Layanan penggantian pin ATM, Pencetakan bukti transaksi dan layanan
lainnya.
7. Layanan pembayaran premi atau asuransi seperti BPJS.
d. Kelebihan dan Kelemahan Mobile Bangking
Kelebihan atau keunggulan dari layanan mobile bangking adalah:40
1. Layanan 24 jam.
2. Dapat menyimpan seluruh data-data transaksi.
3. Mudah digunakan.
4. Dapat mengetahui informasi produk terbaru dari bank tersebut.
5. Transaksi lebih aman.
Sedangkan kelemahan atau kekurangan dari layanan mobile bangking
adalah tidak bisa digunakan untuk tarik tunai karena mobile banking berupa
aplikasi, biasanya membutuhkan smartphone yang canggih, nasabah juga dituntut
39
Sadana Devica, “Pelatihan Internet Banking Dan Mobile Banking Bagi Guru Pemasaran Serta
Pelaku Ukm Di Wilayah Surabaya”, PEDULI: Jurnal Ilmiah Pengabdian Pada Masyarakat 5, no.
1 (2021): 13–22, [Link]
40
Yolanda Sari Utami, “Pengaruh Penggunaan Mobile Banking Terhadap Perilaku Konsumtif
Nasabah (Studi Komparasi pada BSI KCP Kotabumi dan BRI KCP Kotabumi)”. Skripsi.
Lampung. Universitas Islam Negeri Raden Intan. 2024, 31.
untuk memiliki internet yang baik agar proses transaksi berjalan lancar, dan rawan
risiko pencurian data saat handphone dicuri.
4. Kualitas Layanan
a. Pengertian Kualitas Layanan
Pelayanan adalah kunci keberhasilan dalam berbagai usaha pada kegiatan
yang sifatnya pemberi jasa. Peranan pelayanan akan lebih besar dan menentukan
jika pada kegiatan jasa tersebut bersaing dalam upaya merebut pangsa pasar atau
pelanggan. Salah satu cara agar penjualan jasa lebih unggul dibandingkan para
pesaing adalah dengan memberikan pelayanan yang berkualitas dan bermutu yang
memenuhi tingkat kepentingan pelanggan.41
Menurut Kotler & Keller kualitas layanan merupakan suatu usaha
memenuhi kebutuhan beserta keinginan konsumen dengan baik (viola h.71). 42
Menurut Tjiptono definisi kualitas pelayanan adalah upaya pemenuhan kebutuhan
yang dibarengi dengan keinginan konsumen serta ketepatan cara penyampaiannya
agar dapat memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan tersebut. Kualitas
pelayanan menurut Rambat Lupiyoadi adalah seberapa jauh perbedaan antara
harapan dan kenyataan para pelanggan atas pelayanan yang mereka terima.
Service quality dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi pelanggan
atas pelayanan yang benar-benar mereka terima dengan layanan sesungguhnya
yang mereka harapkan. Kualitas pelayanan yang menjadi hal pertama yang
41
Teddy Chandra [Link]. Service Quality, Consumer Satisfaction, dan Consumer Loyalty: Tinjauan
Teoritis Cetakan Pertama. (Malang: CV IRDH, 2020), 60.
42
Viola Syukrina E Janrosl dan Khadijah, “Analisis SWOT Financial Technology Terhadap
Kualitas Layanan Perbankan di Kota Batam”. Jurnal Ekobistek, 9(2), 2021. 71.
[Link]
diperhatikan serius oleh perusahaan, yang melibatkan seluruh sumber daya yang
dimiliki perusahaan.43
Kualitas pelayanan adalah suatu kondisi yang berkaitan dengan produk,
layanan atau jasa yang diharapkan dapat memenuhi harapan konsumen guna
memberikan pelayanan lebih pada nasabah. Pelayanan juga dianjurkan dalam
Islam yaitu tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Imran ayat 159, yang berbunyi:
Artinya:
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingmu”44
Pemahaman dari ayat ini yaitu dalam memberikan pelayanan kepada
anggota kita harus bersikap lemah-lembut, jika kita bersikap kasar atau tidak baik
maka anggota tersebut tentunya akan menjauh dari kita. Anggota yang sudah
menjauh akan sangat sulit untuk mendapatkan kembali, karena anggota sudah
mengetahui pelayanan yang kita berikan, sebaliknya apabila pelayanan yang kita
berikan baik maka anggota akan tetap setia dengan kita dan akan memudahkan
pula untuk mendapatkan anggota baru.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kualitas
layanan adalah tingkat keunggulan yang diberikan oleh perusahaan kepada
43
Indrasari Meithiana. Pemasaran & Kepuasan Pelanggan. Cetakan Pertama. (Surabaya: Unitomo
Press, 2019), 61-62.
44
Kementrian Agama Republik Indonesia, Al-Quran dan Terjemahan”, (Jakarta : Sinerji Pustaka
Indonesia, 2021)
nasabahnya. Kualitas layanan yang baik dapat meningkatkan kepuasan pelanggan,
membangun reputasi, dan meningkatkan keuntungan bisnis.
b. Konsep Kualitas Layanan Perbankan
Konsep tentang kualitas layanan di indsutri jasa dikembangkan sesuai
dengan konteks. Layanan dalam konteks perbankan akan berbeda dengan layanan
pada jasa telekomunikasi, rumah maka, rumah sakit, dan pendidikan. Di
perbankan konsep tentang kualiats layanan berbeda antara perbankan
konvensional dan perbankan syariah. Perbedaan konsep ini lebih pada perbedaan
atribut yang terkait dengan unsur spesifik produk dan ajsa yang ditawarkan Bank
Konvensional dengan Bank Syariah.
Kajian terkait kualitas layanan perbankan (banking service quality), dapat
diketahui dengan cara membandingkan persepsi nasabah (customer) terhadap
pelayanan yang mereka terima, disesuaikan dengan standar kualitas layanan
perbankan yang dimaksud kepada nasabahnya. Hal ini berarti apabila layanan
perbankan yang diterima atau yang dirasakan (perceived service) oleh nasabah
sesuai dengan apa yang diharapkan, maka kualitas layanan tersebut dipersepsikan
baik atau berkualitas tinggi. Sebaliknya, apabila tingkat layanan yang diterima
oleh nasabah lebih rendah daripada yang diharapkan, maka kualitas layanan
perbankan tersebut dapat dipersepsikan buruk atau berkualitas rendah. Dengan
demikian, persepsi yang ditunjukkan oleh nasabah akan mempengaruhi loyalitas
mereka terhadap perbankan dan akan menyampaikan persepsinya tersebut kepada
nasabah yang lain.45 Dengan demikian, ada dua faktor utama yang dijadikan acuan
45
Imanuel Adhitya Wulanata Chrismastianto, “Analisis SWOT Implementasi Teknologi
Finansial Terhadap Kualitas Layanan Perbankan Di Indonesia". Jurnal Ekonomi Dan Bisnis,
20(1), 2017.138.
nasabah yakni layanan yang diterima dan harapannya tentang layanan yang akan
diberikan.
c. Fungsi Pelayanan
Menurut Monier fungsi dari adanya pelayanan antara lain:46
1. Mempercepat proses pelaksanaan pekerjaan, sehingga dapat menghemat
waktu.
2. Meningkatkan produktifitas, baik barang maupun jasa.
3. Mendapatkan kualitas produk yang lebih atau terjamin.
4. Menimbulkan rasa kenyamanan bagi orang-orang yang berkepentingan.
5. Menimbulkan perasaan puas pada orang-orang yang berkepentingan sehingga
dapat mengurangi sifat emosional mereka.
d. Prinsip-Prinsip Kualitas Pelayanan
Dalam memberikan kualitas pelayanan yang baik, perusahaan harus
menerapkan prinsip-prinsip tertentu untuk mewujudkannya. Berkaitan dengan hal
tersebut, menurut Fandy Tjiptono dan Chandra ada enam prinsip pokok dalam
mewujudkan kualitas pelayanan baik yang di antaranya adalah sebagai berikut:47
1. Kepemimpinan
Strategi kualitas perusahaan harus merupakan inisiatif dan komitmen
manajemen puncak. Manajemen puncak harus memimpin perusahaannya untuk
meningkatkan kualitas hanya berdampak kecil terhadap perusahaannya.
2. Pendidikan
46
Abdul Hafiz, “Analisis Swot Layanan Mobile Banking Pada Bank Syariah Mandiri Kantor
Cabang Pondok Indah”. Skripsi. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. 2018, 22.
47
Fandy Tjiptono, F. & Chandra, G. Service, quality dan satisfaction. (Yogyakarta: Penerbit
ANDI, 2016), 141.
Semua personil perusahaan dari manajer puncak sampai karyawan
operasional harus memperoleh pendidikan mengenai kualitas. Aspek-aspek yang
perlu mendapat penekanan dalam pendidikan tersebut meliputi konsep kualitas
sebagai strategi bisnis, alat dan teknis implementasi strategi kualitas, dan peranan
eksekutif dalam implementasi strategi kualitas.
3. Perencanaan
Proses perencanaan strategi harus mencakup pengukuran dan tujuan
kualitas yang dipergunakan dalam mengarahkan perusahaan untuk mencapai
visinya.
4. Review
Proses review merupakan satu-satunya alat yang paling efektif bagi
manajemen untuk mengubah perilaku organisasional. Proses ini merupakan suatu
mekanisme yang menjamin adanya konstan untuk mencapai tujuan kualitas.
5. Komunikasi
Implementasi strategi kualitas dalam organisasi dipengaruhi oleh proses
komunikasi dalam perusahaan. Komunikasi harus dilakukan oleh karyawan,
pelanggan, dan stakeholder perusahaan lainnya. Seperti pemasok, pemegang
saham, pemerintah, masyarakat umum, dan lain-lain.
6. Penghargaan dan pengakuan
Penghargaan dan pengakuan merupakan aspek yang penting dalam
implementasi strategi kualitas. Setiap karyawan yang berprestasi baik perlu
diberikan penghargaan dan prestasinya tersebut diakui. Dengan demikian
diberikan penghargaan dan prestasinya tersebut diakui. Dengan demikian dapat
meningkatkan motivasi, moral kerja, rasa bangga, rasa kepemilikan setiap orang
dalam organisasi, yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi besar bagi
perusahaan dan bagi pelanggan yang dilayani.
e. Dimensi Kualitas Pelayanan
Menurut Utami [Link] ada lima dimensi kualitas layanan yang perlu
diperhatikan oleh perusahaan yaitu sebagai berikut:48
1. Keandalan (Reliability) adalah ketika perusahaan mampu menyediakan jasa
atau layanan seperti yang dijanjikan dari waktu ke waktu. Keandalan
merupakan kinerja perusahaan untuk memberikan teknik layanan yang efektif
dengan cepat, akurat dan memuaskan.
2. Terukur (Tangibles) memiliki arti bahwa jasa atau layanan yang ditawarkan
memiliki fasilitas fisik penyedia, lokasi web, peralatan, pribadi dan material
komunikasi yang riil. Dimensi ini disebut juga sebagai bukti fisik (tangibles).
Bukti fisik (tangibles) antara lain berupa fasilitas fisik, perlengkapan, sumber
daya manusia dan sarana komunikasi.
3. Ketanggapan (Responsiveness) adalah ketika karyawan perusahaan dapat
memberikan bantuan dan mampu menyediakan pelayanan dengan cepat.
Beberapa referensi menyebut responsivitas dengan istilah daya tanggap
(responsive) yaitu adanya kemauan yang tanggap dalam membantu konsumen.
4. Jaminan (Assurance) adalah ketika karyawan dapat memberikan pelayanan
yang cukup mencakup pengetahuan, kesopanan, kompetensi, dan dapat
dipercaya. Hal ini merupakan bentuk pertanggungjawaban dalam melindungi
pelanggan dan menghindarkan pelanggan dari sesuatu yang tidak diinginkan,
48
Utami [Link]. Manajemen Jasa. (Jakarta: Salemba Empat, 2019), 128.
5. Empati (Empathy) adalah ketika perusahaan penyedia jasa layanan memberikan
perhatian mendalam dan bersifat personal. Bentuk-bentuk empati yang biasanya
dimunculkan antara lain kemudahan yang terjadi dalam menjalin relasi,
komunikasi, dan persepsi akan kebutuhan pelanggan.
C. Kerangka Pikir
Dalam penelitian ini membahas tentang Analisis Strategi SWOT pada
layanan aplikasi mobile banking dalam meningkatkan kualitas layanan bank
syariah KCP Palopo. Berdasarkan uraian teoritis pada bab sebelumnya, maka
secara garis besar, kerangka pikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai
berikut:
Layanan aplikasi mobile bangking Bank
Syariah KCP Palopo
Analisis SWOT
- Kekuatan
- Kelemahan
- Peluang
- Ancaman
Peningkatan Kualitas Layanan
Gambar 2.2 Kerangka Pikir
III. METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif
dengan metode analisis SWOT, data yang telrkulmpull belrbelntulk kata-kata dan
gambar sehingga tidak menekankan pada angka. Menurut Strauss dan Corbin
penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang hasil temuaannya tidak
diperoleh melaluli prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya.49
Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field
reseach) yang pada hakikatnya merupakan metode untuk menemukan secara
khusus dan realitas tentang apa yang terjadi di masyarakat jadi mengadakan
penelitian mengenai beberapa masalah aktual yang kini berkecamuk dan
mengekspresikan di dalam bentuk gejala atau proses sosial. Selain menggunakan
penelitian lapangan penelitian ini juga menggunakan penelitian kepustakaan
(library reseach) sebagai pendukung dalam melakukan penelitian, dengan
mengumpulkan data dan informasi serta mengkaji literatur-literatur dari
perpustakaan yang mempunyai relevansi dengan penelitian ini. Diantara literatur
yang berhubungan dengan pembahasan dalam penelitian ini dan literatur yang
lainnya yang mempunyai relevansi dengan permasalahan yang akan dikaji.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Adapun lokasi penelitian ini adalah di Bank Syariah Indonesia KCP
Palopo yang beralamat di Jl. Andi Jemma No.150 Kota Palopo. Penelitian ini
akan dilaksanakan pada bulan Maret – April 2025.
C. Subjek Penelitian
Penentuan subjek penelitian sebagai sumber informasi dalam penelitian
ini, peneliti menggunakan teknik purposive sampling atau penentuan informan
ditentukan sendiri oleh peneliti dengan pertimbangan tertentu yaitu orang tersebut
49
Helaluddin dan Hengki Wijaya. Analisis Data Kualitatif Sebuah Tinjauan Teori dan Praktik.
(Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2019),10.
dianggap paling mengetahui tentang permasalahan yang akan diteliti. Adapun
subjek penelitian atau informan dalam penelitian ini adalah:
1. Manager Bank Syariah Indonesia KCP Palopo yang mengetahui tentang
pengertian dan sistem dalam pelayanan mobile banking.
2. Customer service Bank Syariah Indonesia KCP Palopo yang mengetahui
bagaimana cara dalam mengenalkan produk dan layanan yang ada di BSI KCP
Palopo termasuk dalam Pelayanan Mobile Banking pada Para Nasabah.
3. Bagian Pelayanan Bank Syariah Indonesia KCP Palopo yang
menginformasikan tentang sejarah dan profile Bank Syariah Indonesia KCP
Palopo.
4. Nasabah yang menggunakan Mobile Banking.
D. Fokus Penelitian
Fokus penelitian bermanfaat untuk melakukan pembatasan pada objek
penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini berfokus pada analisis strategi
SWOT pada layanan aplikasi mobile banking dalam meningkatkan kualitas
layanan bank syariah KCP Palopo.
E. Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak
melalui perantara media). Data primer dalam penelitian ini akan diperoleh
secara langsung dari pihak BSI KCP Palopo dan Nasabah BSI KCP Palopo
yang menggunakan aplikasi mobile bangking.
2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh peniliti secara tidak langsung
melaluli media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder
dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari laporan-laporan tertulis,
buku-buku, jurnal penelitian, artikel dan website yang berkaitan dengan
masalah penelitian.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan mengumpulkan data di
lapangan. Pada penelitian ini menggunakan prosedur penelitian yang
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang,
instrument utama dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri karena hanya peneliti
yang bisa berinteraksi langsung dengan informan yang berkaitan dengan variabel
yang diteliti. Adapun alat yang menjadi kebutuhan pengumpulan data dalam
penelitian ini yaitu pedoman wawancara,alat tulis dan perekam suara.
G. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu:
1. Wawancara (Interview)
Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan cara tanya
jawab yang dikerjakan dengan sistematik dan berlandaskan pada masalah, tujuan,
dan hipotesis penelitian. Dalam pengumpulan data dengan teknik wawancara
penulis mengadakan wawancara langsung dengan informan.
2. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan metode pengambilan data melalui catatan dan
keterangan tertulis yang berisi data atau informasi yang berkaitan dengan masalah
yang di teliti. Data dokumen-dokumen tersebut bisa berupa tulisan, gambar, arsip
dan sebagainya.
H. Pemeriksaan Keabsahan Data
Menurut Sugiyono, 2019 : 365) keabsahan data pada penelitian kualitatif
merupakan pembuktian keabsahan atau kevalidan data-data yang ditemukan di
lapangan. Data hasil penelitian dapat katakana valid apabila data-data tersebut
mengandung kebenaran sesuai dengan data yang ada di lapangan.50 Dalam
penelitian kualitatif, peneliti menggunakan beberapa jenis uji validasi data, antara
lain:
1. Perpanjangan pengamatan artinya dalam menguji keabsahan data peneliti harus
memfokuskan diri pada data yang telah diperoleh dilapangan, apakah data
tersebut sudah sesuai atau tidak, apabila data tersebut sudah benar setelah
dilakukan pemeriksaan maka waktu perpanjangan ini sudah berakhir.
2. Meningkatkan ketekunan dapat dilakukan dengan melakukan penelitian dengan
lebih teliti dan dilakukan secara terus menerus. Kepastian data dan urut-urutan
kejadian pengumpulan data tersebut kemudian dapat dicatat secara valid dan
terstruktur. Semakin tekun seorang peneliti maka ia dapat memeriksa valid atau
tidaknya data yang ditemukan sehingga peneliti dapat mendeskripsikan data
tersebut secara valid dan terstruktur dalam kaitannya dengan objek penelitian.
3. Triangulasi artinya pengecekan kembali data-data yang telah telah diperoleh
dari berbagai sumber dan berbagai waktu. Ada tiga triangulasi yang
digunakan:
50
Sugiyono. Metodelogi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R&D. (Bandung: ALFABETA,
2019), 365.
a. Triangulasi sumber artinya pengujian keabsahan data yang telah di peroleh
dari berbagai sumber.
b. Triangulasi teknik artinya pengecekan sumber data yang diperoleh dengan
berbagai cara,apabila ditemukan perbedaan antara data tersebut maka
peneliti harus melakukan diskusi kembali dengan sumber data yang
bersangkutan untuk memastikan data mana yang dianggap benar.
c. Triangulasi waktu dalam penelitian untuk mengecek keabsahan data maka
perlu dilakukan pengecekan yang berhubungan dengan penelitian kita baik
dilakukan dengan wawancara, observasi, atau teknik yang berbeda dalam
waktu yang berbeda. Apakah data tersebut sudah benar atau tidak, apabila
data tersebut tidak benar maka perlu dilakukan lagi penelitian agar
diperoleh kepastian datanya.51
4. Analisis kasus negatif adalah kasus yang berlawanan dengan hasil uji.
Analisis kasus negatif dilakukan untuk menemukan data yang tidak sesuai
atau berlawanan dengan temuan data. Apabila tidak terdapat data yang
bertentangan atau sesuai dengan hasil data, maka data yang ditemukan
merupakan data yang kredibel. Namun, jika peneliti masih menerima data
yang bertentangan dengan kesimpulannya, ia boleh mengubah
kesimpulannya.
5. Mengadakan member check merupakan suatu proses untuk meninjau data
yang telah peneliti peroleh dari penyedia data. Member check tersebut
berupaya untuk mengetahui apakah data yang diperoleh sesuai dengan data
51
Zuchri Abdussamad and Patta Rapanna, Metode Penelitian Kualitatif (CV. Syakir Media Press,
2021), [Link]
yang diberikan oleh penyedia data. Jika penyedia data mengkonfirmasi
datanya, berarti data tersebut valid dan lebih dapat diandalkan. Tujuannya
agar informasi yang diperoleh dan digunakan untuk menulis laporan
konsisten dengan sumber data atau orang yang memberikan informasi
tersebut.52
I. Teknik Analisis Data
Adapun definisi istilah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Analisis SWOT adalah suatu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi
dan mengevaluasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor
eksternal (peluang dan ancaman) yang mempengaruhi kinerja suatu
perusahaan.
2. Mobile bangking adalah salah satu layanan yang disediakan oleh bank untuk
mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi keuangan berbentuk
sebuah aplikasi di ponsel atau smartphone yang digunakan secara online.
3. Kualitas layanan adalah tingkat keunggulan yang diberikan oleh perusahaan
kepada nasabahnya.
J. Definisi Istilah
52
Sugiyono. Metodelogi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R&D. (Bandung: ALFABETA,
2019), 367.
DAFTAR PUSTAKA
Janrosl, V. S. E., & Khadijah. Analisis SWOT Financial Technology Terhadap
Kualitas Layanan Perbankan di Kota Batam. Jurnal Ekobistek, 9(2),
2021: 70–76. [Link]
Kurniawati, L. Analisa Strategi IT Dengan Pendekatan SWOT Pada UKM. Jurnal
Teknik Informatika, I(2), 2015: 237–243.
Merliani, N., & Waluyo, R. (2022). Analisis Pengembangan Fitur Aplikasi Mobile
Banking Pada Bank XYZ. JURNAL REKAYASA INFORMASI, 11(2),
2022: 86-91. Retrieved from
[Link]
1370
Putra, I. G. N. A. B. Analisis Swot Sebagai Strategi Meningkatkan Keunggulan
Pada UD. Kacang Sari di Desa Tamblang. Jurnal Pendidikan Ekonomi
Undiksha, 9(2), 2019: 397-407.
[Link]
Ramadhan, M. Z. J., & Asih, V. S. (2021). Studi Komparatif: Kualitas Layanan
Mobile Banking BRI Syariah dan Bank Syariah Indonesia. Indonesian
Journal of Economics and Management, 1(3), 578–583.
[Link]
Ramadhan, Nafisah Rizki, Yoiz Shofwa Shafrani, dan Wahyu Rachmawati, D.
Analisis SWOT Financial Teknologi Pada Kualitas Layanan BSI
Mobile Di Era Diskruptif. JOMI: Jurnal Organisasi Dan Manajemen
Indonesia, 3(1), 2024: 1-13.
[Link]
Samsudin, A., Nugroho, R. H., Zakaria, R., Putri, R. T. E., Wirawan, G. A.,
Saputra, R. N., & Widad, S. W. Strategi Meningkatkan Kualitas
Pelayanan Melalui BSI Mobile pada Bank Syariah Indonesia. El-Mal:
Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 4(4), 2023: 1163-1170.
[Link]
Siregar, R. H., Syahbudi, M., & Harahap, M. I. Strategic Enhancement of
Financial Inclusion through Shariah-Compliant Fintech: A SWOT
Analysis of Bank Syariah Indonesia KCP Gunung Tua. Jurnal Ilmiah
Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan, 8(1), 2021.
[Link]
Sugiyono. Metodelogi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R&D. Bandung:
ALFABETA. 2019.
Wiryawan, M. R. W., & Hidayati Sulaiman, C. A. (2020). Analisis SWOT Pada
Layanan Jasa Mobile Banking Di PT Bank Panin Dubai Syariah.
JSMA (Jurnal Sains Manajemen Dan Akuntansi), 12(2), 2020: 141–
158. [Link]
Whidya, Utami Christina, Pranatasari, dan Sudyasjayanti. Manajemen Jasa.
Jakarta: Salemba Empat. 2019
Wulannata, A. I. Analisis SWOT Implementasi Teknologi Finansial Terhadap
Kualitas Layanan Perbankan Di Indonesia,. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis,
20(1), 2017: 133–144.