0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan26 halaman

PHBS Siswa SMA Negeri 1 Palopo

Dokumen ini membahas pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kalangan siswa SMA Negeri 1 Palopo, menekankan perlunya kesadaran dan tindakan untuk mencegah penyakit serta meningkatkan kesehatan. PHBS di sekolah bertujuan untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat agar dapat menerapkan perilaku sehat dan menciptakan lingkungan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku PHBS siswa kelas XI MIPA 3 dan memberikan masukan bagi guru dalam penerapan PHBS.

Diunggah oleh

annanur0112
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan26 halaman

PHBS Siswa SMA Negeri 1 Palopo

Dokumen ini membahas pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kalangan siswa SMA Negeri 1 Palopo, menekankan perlunya kesadaran dan tindakan untuk mencegah penyakit serta meningkatkan kesehatan. PHBS di sekolah bertujuan untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat agar dapat menerapkan perilaku sehat dan menciptakan lingkungan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku PHBS siswa kelas XI MIPA 3 dan memberikan masukan bagi guru dalam penerapan PHBS.

Diunggah oleh

annanur0112
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masalah kesehatan yang ada di Masyarakat sangatlah banyak
dan beragam macamnya. Penelusuran dari rumah ke rumah
merupakan cara yang paling efektif untuk mengetahui secara nyata
masalah kesehatan yang sebenarnya sedang dihadapi oleh masyarakat.
Sebagian masyarakat ada yang menyadari bahwa ada masalah
kesehatan yang sedang dialami dansebagian masyarakat juga ada yang
tidak menyadari bahwa terdapat masalah kesehatan yang dialami.
Hidup sehat adalah hal yang seharusnya diterapkan oleh setiap orang,
mengingat manfaat yang ditimbulkan akan sangat banyak, mulai dari konsentrasi
kerja, kesehatan dan kecerdasan anak sampai dengan keharmonisan keluarga.
menciptakan hidup sehat pun sangatlah mudah serta murah, mengingat biaya
yang harus dikeluarkan untuk pengobatan apabila mengalami gangguan
kesehatan cukup mahal.
Perilaku hidup bersih dan sehat adalah sekumpulan perilaku yang
dipraktikan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan
individu/kelompok dapat menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan
berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat. Program
perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan
pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga,
kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalan komunikasi, memberikan
informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan
perilaku, melalui pendekatan pimpinan (advokasi), bina suasana (social support)
dan pemberdayaan masyarakat (empowerman) sebagai suatu upaya untuk
membantu masyarakat untuk mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri,
dalam tatanan masing-masing, agar daat menerapkan cara-cara hidup sehat
dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan. (Maryunani A,
2013).
PHBS (Perilaku hidup bersih dan sehat) terdiri dari 5 tatanan

1
salah satunya PHBS di sekolah. PHBS di sekolah adalah upaya untuk
memperdayakan siswa,guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar
tahu, mau dan mampu memperaktikan PHBS dan berperan aktif dalam
mewujudkan sekolah sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat juga
merupakan sekumpulan perilaku yang diperaktikan oleh peserta didik,
guru,dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai
hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah
penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam
mewujudkan lingkungan sehat (Depkes RI, 2007) Menteri Kesehatan
Republik Indonesia telah membuat Pedoman Pembinaan Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat yang tertuang dalam Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 2269/MENKES/PER/XI/2011
yang mengatur upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat
atau disingkat PHBS di seluruh Indonesia dengan mengacu kepada
pola manajemen PHBS, mulai dari tahap pengkajian, perencanaan,
dan pelaksanaan serta pemantauan dan penilaian. Upaya tersebut
dilakukan untuk memberdayakan masyarakat dalam memelihara,
meningkatkan dan melindungi kesehatannya sehingga masyarakat
sadar, mau, dan mampu secara mandiri ikut aktif dalam meningkatkan
status kesehatannya.
Perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah adalah sekumpulan
perilaku yang diperaktikan oleh peserta didik, guru dan masyarakat di
lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran,
sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan
kesehatan, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat
(Kemenkes, 2014) Sekolah adalah lembaga yang di rancang untuk
pengajaran siswa/murid di bawah pengawasan guru. kurangnya
pengetahuan seseorang tentang perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS) akan mempengaruhi sikap dan tindakan seseorang terutama
bagi kesehatannya sendiri khususnya siswa-siswi SMA Negeri 1
Palopo karena dimana masa sekarang siswa mempunyai banyak
aktivitas, dan aktivitas tersebut seringkali berhubungan langsung

2
dengan lingkungan yang kotor dan menyebabkan siswa mudah
terserang penyakit. seperti siswa SMA Negeri 1 Palopo di mana pada
survei sebelumnya siswa/siswi masih kurang pengetahuan, sikap dan
tindakan terhadap PHBS karna setelah mereka selesai beraktivitas
kadang mereka tidak mencuci tangan dan langsung makan makanan
jajanan, mereka juga membuang sampah sembarangan sehingga
penjual makanan jajanan itu sendiri yang mengambil sampahnya, dan
siswa/siswi disana juga ada yang merokok, seperti kita ketahui
kurangnya pengetahuan, sikap dan tindakan seseorang terhadap PHBS
dapat menyebabkan terkena penyakit diare, DBD, flu burung,
cacingan, sakit gigi, dan sakit kulit. Berdasarkan uraian di atas maka
perlu diteliti bagaimana Gambaran perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS) siswa/siswi di SMA Negeri 1 Palopo Kelas XI MIPA 3.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dalam karya ilmiah ini adalah
Bagaimana Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) siswa/siswi
SMA Negeri 1 Palopo Kelas XI MIPA 3?

1.3 Tujuan Penulisan


Untuk mengetahui gambaran perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
siswa/siswi SMA Negeri 1 Palopo Kelas XI MIPA 3.

1.4 Manfaat Penulisan


1. Bagi Penulis
Dengan penelitian yang dilakukan makan peneliti mendapatkan
pengalaman, wawasan dan pengetahuan dalam melakukan penelitian
mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
2. Bagi Guru
Sebagai bahan masukan bagi pimpinan/Guru-guru di SMA Negeri 1
Palopo untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi
siswa/siswi agar terhindar dari penyakit.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan


2.1.1 Pengetahuan
Pengetahuan adalah sesuatu yang dikemukakan seseorang yang merupakan
hasil dari tahu. Hal ini dapat terjadi setelah individu melakukan penginderaan
terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indra manusia,
yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba, dimana sebagian
penginderaan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo, 2003).
Biasanya dalam proses mencari tahu ini mencakup berbagai metode dan konsep
baik melalui proses pendidikan maupun pengalaman. Pengetahuan bias diperoleh
dari pengalaman. Selain juga dari guru, orang tua, teman, buku dan media masa
(Notoatmodjo, 2003). Dalam pengetahuan ada 6 tingkatan yaitu:
1. Tahu (know). Diartikan sebagai mengingat materi yang telah diberikan
sebelumnya. Termasuk mengingat kembali sesuatu yang spesifik dari seluruh
rangsangan yang telah diterima.
2. Memahami (comprehension) Yaitu kemampuan untuk menjelaskansecara
benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi
tersebut secara benar.
3. Aplikasi (application) Merupakan kemampuan untuk menggunakan materi
yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya.
4. Analisis (analysis) Adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau
obyek kedalam komponenkomponen tapi masih dalam satu struktur organisasi
dan masih ada kaitannya satu sama lain.
5. Sintesis (synthesis) Merupakan suatu kemampuan untuk meletakkan atau
menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.
6. Evaluasi (evaluation) Berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan
justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau obyek. Pengetahuan pada
anak usia sekolah merupakan perubahan yang terjadi pada aspek kognitifnya.
Daya pikir anak usia sekolah berkembang kearah pikir konkrit, rasional, dan
obyektif. (Notoatmodjo,2007).

4
Faktor yang mempengaruhi Pengetahuan faktor – faktor yang
mempengaruhi pengetahuan menurut Notoadmodjo 2007 yaitu :
a. Pendidikan Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi
pendidikan makin mudah untuk menerima informasi. Pengetahuan anak
tentang sesuatu obyek juga mengandung dua aspek yaitu aspek positif dan
negatif. Kedua aspek inilah yang akhirnya akan menentukan sikap
seseorang terhadap obyek tertentu. Semakin banyak aspek positif dari obyek
yang diketahui, akan menumbuhkan sikap makin positif terhadap obyek
tersebut.
b. Informasi media massa Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan
formal maupun non formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek
(immediate impact) sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan
pengetahuan.
c. Sosial budaya dan ekonomi Kebiasaan dan tradisi yang dilakukan anak
didalam keluarga maupu masyarakat akan mengembangkan pola kognitif
anak dan akan membentuk sebuah perilaku. Status ekonomi juga akan
menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan
(Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol.10 No.4 Januari 2015).
d. Lingkungan Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar anak,
baik lingkungan fisik, biologis, maupun sosial. Lingkungan berpengaruh
terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam anak yang berada dalam
lingkungan tersebut. Hal ini terjadi karena adanya interaksi timbal balik
ataupun tidak yang akan direspon sebagai pengetahuan oleh setiap anak.
e. Pengalaman Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara
untuk memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang kembali
pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi
masa lalu.
f. Usia Usia mempengaruhiterhadap daya tangkap dan pola pikir anak.
Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan
pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik.
Pertambahan usia juga di iringi bertambahnya ukuran fisik (anatomi) dan
struktur tubuh dalam arti sebagian atau seluruhnya karena adanya

5
multiplikasi (bertambah banyaknya) selsel tubuh dan juga karena
bertambahnya sel. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dan
struktur fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur, dapat
diperkirakan dan diramalkan sebagai hasil dari proses diferensiasi sel,
jaringan tubuh, organ-organ dan sistemnya yang terorganisasi (Nursalam,
2008).
2.1.2 Sikap
Sikap merupakan reaksi / respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu
stimulus atau obyek. (Notoatmodjo,2003) Sedangkan menurut Widayatun, 1999,
sikap adalah keadaan mental dan saraf dari kesiapan yang diatur melalui
pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik / terarah terhadap respon
individu pada semua obyek dan situasi yang berkaitan dengannya. Dari berbagai
batasan tentang sikap dapat disimpulkan bahwa manifestasi sikap itu tidak dapat
langsung dilihat tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku
tertutup. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi
terhadap stimulus tertentu. New Comb salah seorang ahli psikologi social
menyatakan bahwa sikap itu merupakan suatu kesiapan / kesediaan untuk
bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu. Sikap belum
merupakan suatu tindakan atau aktivitas akan tetapi merupakan predisposisi
tindakan atau perilaku.
2.1.3 Tindakan
Tindakan adalah suatu sikap yang belum tentu terwujud dalam suatu tindakan
(overt behaviour) untuk mewujudkan agar sikap menjadi suatu perbuatan nyata
diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan, antara lain
adalah adanya fasilitas. Tingkat-tingkat dari tindakan yaitu:
a. Presepsi yaitu mengenal dan memiliki berbagai objek sehubungan dengan
tindakan yang akan diambil.
b. Respon terpimpin yaitu dapat melakukan sesuatu dengan urutan yang benar
sesuai dengan contoh.
c. Mekanisme yaitu apabila seseorang dapat melakukan sesuatu dengan benar
secara otomatis atau sesuatu itu merupakan kebiasaan.
d. Adaptasi yaitu suatu praktek atau tindakan yang sudah berkembang dengan

6
baik. Pengukuran tindakan dapat dilakukan dengan cara mengobservasi
tindakan atau kegiatan responden.
2.2 Sasaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Sasaran PHBS )
Menurut Depkes RI, (2008) dikembangkan dalam lima tatanan yaitu di rumah
atau tempat tinggal, di tempat kerja, di tempat tempat umum, institusi pendidikan,
dan di sarana kesehatan. Sedangkan sasaran PHBS di institusi pendidikan adalah
seluruh warga institusi pendidikan yang terbagi dalam:
a. Sasaran primer yaitu sasaran utama dalam institusi pendidikan yang akan
dirubah perilakunya atau murid dan guru yang bermasalah (individu/kelompok
dalam institusi pendidikan yang bermasalah).
b. Sasaran sekunder yaitu sasaran yang mempengaruhi individu dalam institusi
pendidikan yang bermasalah misalnya, kepala sekolah, guru, orang tua murid,
kader kesehatan sekolah, tokoh masyarakat, petugas kesehatan dan lintas sektor
terkait .
c. Sasaran tersier merupakan sasaran yang diharapkan menjadi pembantu dalam
mendukung pendanaan, kebijakan, dan kegiatan untuk tercapainya pelaksanaan
PHBS di institusi pendidikan seperti, kepala desa, lurah, camat, kepala
Puskesmas, Diknas, guru, tokoh masyarakat, dan orang tua murid.
2.3 Strategi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Kebijakan Nasional Promosi kesehatan menetapkan tiga strategi dasar promosi
kesehatan dan PHBS menurut (Manda 2006) yaitu :
a. Gerakan Pemberdayaan (Empowerment) merupakan proses pemberian
informasi secara terus menerus dan berkesinambungan agar sasaran berubah
dari aspek knowledge, attitude, dan practice. Sasaran utama dari pemberdayaan
adalah individu dan keluarga, serta kelompok masyarakat.
b. Bina Suasana (Social Support) adalah upaya menciptakan lingkungan sosial
yang mendorong individu anggota masyarakat untuk mau melakukan perilaku
yang diperkenalkan. Terdapat tiga pendekatan dalam bina suasana antara lain:
1. Pendekatan individu
2. Pendekatan kelompok
3. Pendekatan masyarakat umum
c. Advokasi (Advocacy) adalah upaya yang terencana untuk mendapatkan

7
dukungan dari pihak-pihak terkait (stakeholders).Pihak-pihak terkait ini dapat
berupa tokoh masyarakat formal yang berperan sebagai penentu kebijakan
pemerintahan dan penyandang dana pemerintah. Selain itu, tokoh masyarakat
informal seperti tokoh agama, tokoh pengusaha, dan lain sebagainya dapat
berperan sebagai penentu kebijakan tidak tertulis dibidangnya atau sebagai
penyangah dana non pemerintah. Sasaran advokasi terdapat tahapan-tahapan
yaitu:
1. Mengetahui adanya masalah
2. Tertarik untuk ikut menyelesaikan masalah
[Link] terhadap pemecahan masalah dengan mempertimbangkan alternatif
pemecahan masalah
4. Sepakat untuk memecahkan masalah dengan memilih salah satu alternatif
pemecahan masalah.
5. Memutuskan tindak lanjut kesepakatan.
2.4 Pengertian PHBS di Sekolah
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah adalah sekumpulan perilaku
yang dipraktikan oleh peserta didik, guru dan maasyarakat di lingkungan Sekolah
atas dasar Kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu
mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, serta berperan aktif dalam
mewujudkan lingkungan sehat (Kemenkes, 2014).
PHBS di Sekolah adalah upaya untuk memperdayakan siswa,guru dan
masyarakat lingkungan sekolah agar tahu,mau, dan mampu memperaktikan PHBS
dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Perilaku hidup Bersih dan
Sehat juga merupakan sekumpulan perilaku yang diperaktikan oleh peserta didik,
guru, dan masyarakat lingkungan Sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil
pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan
kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan Sehat (Depkes
RI,2007).
2.5 Tujuan PHBS di Sekolah
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah mempunyai tujuan
yakni:
1. Tujuan Umun

8
Memperdayakan setiap siswa, guru dan masyarakat lingkungan Sekolah agar
tahu, mau dan mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dengan
menerapkan PHBS dan berperan aktif mewujudkan Sekolah sehat.
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatkan Pengetahuan tentang PHBS bagi setiap siswa, guru, dan
masyarakat lingkungan Sekolah.
b. Meningkatkan peran serta aktif setiap siswa, guru, dan Masyarakat lingkungan
Sekolah ber PHBS di Sekolah.
c. Memandirikan setiap siswa, Guru, dan Masyarakat lingkungan Sekolah ber
PHBSF.
2.6 Manfaat PHBS di Sekolah
1. Manfaat bagi siswa:
a. Meningkatkan kesehatannya dan tidak mudah sakit
b. Meningkatkan semangat belajar
c. Meningkatkan Produktifitas belajar
d. Menurunkan angka Absensi karena sakit
2. Manfaat bagi warga Sekolah:
a. Meningkatnya semangat belajar siswa berdampak positif terhadap pencapaian
target dan tujuan.
b. Menurunnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan oleh orangtua
c. Meningkatnya citra Sekolah yang Positif.
3. Manfaat bagi Sekolah:
a. Adanya bimbingan teknis pelaksanaan pembinaan PHBS di Sekolah
b. Adanya dukungan buku pedoman da media promosi PHBS di Sekolah
4. Manfaat bagi Masyarakat
a. Mempunyai lingkungan sekolah yang sehat
b. Dapat mencontoh perilaku hidup Bersih dan Sehat yang diterapkan oleh
Sekolah.
5. Manfaat bagi Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota
[Link] yang Sehat menunjukan kinerja dan citra
Pemerintah/Provinsi/Kabupaten/Kota yang baik.
b. Dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam pembinaan PHBS

9
di Sekolah.

2.7 Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah


Menurut (Depkes RI, 2001) Ada 8 Indikator Perilaku hidup Bersih dan
Sehat di Sekolah Antara lain:
2.7.1 Mencuci Tangan dengan Air Bersih yang Mengalir dan Sabun
Anak sering bermain dengan tanah atau batu dan bermain di tempat-
tempat yang kurang bersih seperti selokan. Ada cara lain yang cukup “ampuh”
yang dapat menghindarkan anak dari kuman-kuman penyakit yaitu dengan
kebiasaan mencuci tangan. Kebiasaan mencuci tangan masyarakat Indonesia
masih belum baik. Terlihat dari kebiasaan mencuci tangan dengan menggunakan
semangkuk air atau kobokan untuk membasuh tangan sebelum makan. Padahal
kebiasan sehat mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun dapat
menyelamatkan nyawa dengan mencegah penyakit (Hasyim,
2009). Alasan seseorang harus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
adalah:
a. Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab
penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan.
b. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa
menimbulkan penyakit (Depkes RI, 2001).
c. Mencuci tangan dengan air yang mengalir hanya dapat menghilangkan kuman
25% dari tangan, sedangkan mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir
dan sabun akan dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman hingga
80% dari tangan (Hasyim, 2009)
Saat harus mencuci tangan yaitu:
a. Setiap kali tangan kita kotor (setelah memegang uang, memegangbinatang,
berkebun)
b. Setelah buang air besar
c. Sebelum makan dan sebelum memegang makanan
Manfaat mencuci tangan diantaranya:
a. Membunuh kuman penyakit yang ada di tangan
b. Mencegah penularan penyakit seperti diare, disentri, kolera, thypus,

10
kecacingan, penyakit kulit, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), flu burung
atau SARS.
c. Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman
Cara mencuci tangan yang baik dan benar, yaitu:
a. Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun
b. Bersihkan telapak, punggung tangan dan pergelangan tangan lengan, gosok
bila perlu
c. Bersihkan juga sela-sela jari dan lipatan kuku jari
d. Setelah itu keringkan dengan lap bersih. (Depkes RI, 2001) G.2
2.7.2 Jajan Di Kantin Sekolah Yang Sehat
Jajan bagi anak merupakan hal yang paling sering dilakukan, dan hal ini
dapat membahayakan apabila jajanan yang mereka konsumsi tidak sehat, hal ini
sesuai dengan penelitian yang dilakukan di Bogor dimana telah ditemukan
Salmonella Paratyphi A di 25%-50% sampel minuman yang dijual di kaki lima.
Bakteri ini mungkin berasal dari es batu yang tidak dimasak terlebih dahulu.
Selain cemaran mikrobiologis, cemaran kimiawi yang umum ditemukan pada
makanan jajanan kaki lima adalah penggunaan bahan tambahan pangan (BTP)
ilegal seperti borax (pengawet yang mengandung logam berat Boron), formalin
(pengawet yang digunakan untuk mayat), rhodamin B (pewarna merah pada
tekstil), dan methanilyellow (pewarna kuning pada tekstil) (Judwarwanto, 2008).
Menurut Depkes RI (2001) alasan tidak boleh jajan di sembaran, tempat, harus di
kantin sekolah karena:
a. Makanan dan minuman yang dijual cukup bergizi, terjamin kebersihannya,
terbebas dari zat-zat berbahaya dan terlindung dari serangga dan tikus.
b. Makanan yang bergizi akan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan siswa,
sehingga siswa menjadi lebih berprestasi di sekolah.
c. Tersedianya air bersih yang mengalir dan sabun untuk mencuci tangan dan
peralatan makan.
d. Tersedianya tempat sampah yang tertutup dan saluran pembuangan air kotor.
Adanya pengawasan secara teratur oleh guru, siswa dan komite sekolah.
2.7.3 Membuang Sampah pada Tempatnya
Membuang sampah pada tempatnya merupakan cara sederhana yang besar

11
manfaatnya untuk menjaga kebersihan lingkungan, namun sangat susah
untukditerapkan. Hasil penelitian ini sesuai dengan pernyataan oleh Andang
Binawan yang menyebutkan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan
dilakukan hampir di semua kalanganmasyarakat, tidak hanya warga miskin,
bahkan mereka yang berpendidikan tinggi pun melakukannya (Kartiadi, 2009).
Alasan harus membuang sampah ditempatnya adalah karena sampah adalah suatu
bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun
alam. Selain kotor, tidak sedap dipandang mata, sampah juga mengundang kuman
penyakit. Oleh karena itu sampah harus dibuang di tempat sampah. Secara garis
besar, Depkes RI (2001) membedakan sampah menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Sampah anorganik atau kering, yang tidak dapat mengalami pembusukan
secara alamiah, contoh: logam, besi, kaleng, plastik, karet, atau botol.
b. Sampah organik atau basah, yang dapat mengalami pembusukan secara alami,
contoh: sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah, atau
sisa buah.
c. Sampah berbahaya, contoh: baterai, botol racun nyamuk, atau jarum suntik
bekas.
Akibat dari membuang sampah sembarangan adalah:
a. Sampah menjadi tempat berkembang biak dan sarang serangga
dan tikus
b. Sampah menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan
udara
c. Sampah menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang
membahayakan kesehatan
d. Sampah dapat menimbulkan kecelakaan dan kebakaran
Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan cara memusnahkan atau
memanfaatkannya. Beberapa cara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan
secara sederhana sebagai berikut:
a. Penumpukan
Dengan metode ini sebenarnya sampah tidak dimusnahkan secara langsung,
namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organik. Metode penumpukan bersifat
murah, sederhana, tetapi menimbulkan risiko karena berjangkitnya penyakit

12
menular, menyebabkanpencemaran udara, terutama bau, sumber penyakit da
mencemari sumber-sumber air.
a. Pengkomposan
Cara pengkomposan merupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk
yang mempunyai nilai ekonomi.
b. Pembakaran
Metode ini dapat dilakukan hanya untuk sampah yang dapat dibakar habis. Harus
diusahakan jauh dari pemukiman untuk menghindari pencemaran asap, bau, dan
kebakaran.
c. Sanitari landfill
Metode ini hampir sama dengan pemupukan, tetapi cekungan yang telah penuh
terisi sampah ditutupi tanah, namun cara ini memerlukan areal khusus yang sangat
luas.
Dalam pemanfaatan sampah, sampah basah dapat dijadikan kompos dan
makanan ternak, sampah kering dapat dipakai kembali dan didaur ulang seperti
sampah kertas dapat didaur ulang. Daur ulang adalah salah satu strategi
pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan,
pemrosesan, pendistribusian, dan pembuatan produk atau material bekas pakai.
Material yang dapat didaur ulang misalnya:
1) Botol bekas wadah kecap, saos, sirup, cremer, baik yang putih bening maupun
yang berwarna, terutama gelas atau kaca yang tebal.
2) Kertas, terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus, kecuali kertas
yang berlapis minyak.
3) Alumunium bekas wadah minuman ringan, bekas kemasan kue
4) Besi bekas rangka meja, besi rangka beton.
5) Plastik bekas tempat shampoo, air mineral, jerigen, ember
6) Sampah basah dapat diolah menjadi kompos
Pengelolaan sampah sangat besar sekali manfaatnya bagi diri kita sendiri,
orang lain, maupun bagi lingkungan sekitar kita (Kartiadi, 2009), diantaranya:
a. Menghemat sumber daya alam
b. Menghemat energi
c. Mengurangi uang belanja

13
d. Menghemat lahan tempat pembuangan akhir (TPA)
e. Meminimalkan lingkungan jentik di sekolah.
2.7.4 Mengikuti Kegiatan Olahraga di Sekolah
Olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk
memelihara gerak (mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak
(meningkatkan kualitas hidup). Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang
terencana dan terstruktur, yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan
ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani sangat
penting dalam menunjang aktivitas kehidupan sehari-hari, akan tetapi nilai
kebugaran jasmani tiap-tiap orang berbeda-beda sesuai dengan tugas atau profesi
masing-masing. Kebugaran jasmani terdiri dari komponen-komponen yang
dikelompokkan menjadi kelompok yang berhubungan dengan kesehatan (Health
Related Physical Fitness) dan kelompok yang berhubungan dengan ketrampilan
(Skill Related Physical Fitness).
Alasan mengikuti kegiatan olahraga di sekolah adalah untuk memelihara
kesehatan fisik dan mental agar tetap sehat dan tidak mudah sakit. Selain itu juga
untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik. Manfaat olahraga antara lain:
a. Terhindar dari penyakit jantung, stroke, osteoporosis, kanker, tekanan darah
tinggi, kencing manis
b. Berat badan terkendali
c. Otot lebih lentur dan tulang lebih kuat
d. Bentuk tubuh menjadi ideal dan proporsional
e. Lebih percaya diri
f. Lebih bertenaga dan bugar
g. Keadaan kesehatan menjadi lebih baik
2.7.5 Tidak Merokok di Sekolah
Rokok mengandung kurang lebih 4.000 elemen-elemen, dan setidaknya
200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok
adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Oleh karena itu kebiasaan merokok
harus dihindarkan sejak dini mulai dari tingkat sekolah dasar (Wastuwibowo,
2008).
Alasan tidak boleh merokok di sekolah karena rokok ibarat pabrik bahan

14
kimia. Dalam satu batang rokok yang diisap akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan
kimia berbahaya diantaranya yang paling berbahaya adalah nikotin, tar, dan
karbon monoksida. Nikotin menyebabkan ketagihan dan merusak jantung serta
aliran darah, tar menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan kanker, sedangkan
karbon monoksida menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa
oksigen, sehingga sel-sel tubuh akan mati.
Menurut Depkes RI (2003), seorang perokok dibedakan menjadi dua,
yaitu:
a. Perokok aktif adalah orang yang merokok secara rutin walaupun itu cuma 1
batang dalam sehari. Atau orang yang menghisap rokok walau tidak rutin
sekalipun atau hanya sekedar coba-coba.
b. Perokok pasif adalah orang yang bukan perokok, tetapi menghirup asap rokok
orang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang
sedang merokok.
Bahaya merokok (Depkes RI, 2003), antara lain:
a. Menyebabkan kerontokan rambut
b. Gangguan pada mata, seperti katarak
c. Kehilangan pendengaran lebih awal dibanding bukan perokok
d. Menyebabkan penyakit paru-paru, jantung dan kanker
e. Merusak gigi dan menyebabkan bau mulut yang tidak sedap
f. Tulang lebih mudah keropos.
2.7.6 Menimbang Berat Badan dan Mengukur Tinggi Badan Setiap 6 Bulan
Mengukur berat dan tinggi badan merupakan salah satu upaya untuk
mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan diketahuinya tingkat
pertumbuhan dan perkembangan anak maka dapat memberikan masukan untuk
peningkatan konsumsi makanan yang bergizi bagi pertumbuhan anak. Sedangkan
untuk mengetahui pertumbuhan seorang anak normal atau tidak, bisa diketahui
melalui cara membandingkan ukuran tubuh anak yang bersangkutan dengan
ukuran tubuh anak seusia pada umumnya. Apabila anak memiliki ukuran tubuh
melebihi ukuran rata-rata anak yang seusia pada umumnya, maka
pertumbuhannya bisa dikatakan maju. Sebaliknya bila ukurannya lebih kecil
berarti pertumbuhannya lambat. Pertumbuhan dikatakan normal apabila ukuran

15
tubuhnya sama dengan ukuran rata-rata anak-anak lain seusianya.
Alasan siswa perlu ditimbang setiap 6 bulan adalah untuk memantau
pertumbuhan berat badan dan tinggi badan normal siswa agar segera diketahui
jika ada siswa yang mengalami gizi kurang maupun gizi lebih. Cara untuk
mengetahui pertumbuhan dan perkembangan siswa yaitu dengan mencatat hasil
penimbangan berat badan dan tinggi badan tiap siswa di Kartu Menuju Sehat
(KMS) anak sekolah maka akan telihat berat badan atau tinggi badan naik atau
tidak naik (terlihat perkembangannya). Manfaat penimbangan siswa setiap 6 bulan
di sekolah (Depkes, 2001) antara lain:
a. Untuk mengetahui apakah siswa tumbuh sehat.
b. Untuk mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan siswa.
c. Untuk mengetahui siswa yang dicurigai gizi kurang dan gizi lebih, sehingga
jika ada kelainan yang berpengaruh langsung dalam proses belajar di sekolah,
dapat segera dirujuk ke Puskesmas.
Jenis-jenis kondisi gizi tidak seimbang yang dapat diketahui setelah
melakukan penimbangan berat badan adalah:
a. Gizi buruk
Gizi buruk adalah bila kondisi gizi kurang berlangsung lama, maka akan
berakibat semakin berat tingkat kekurangannya. Pada keadaanya ini dapat menjadi
kwarshiorkor dan marasmus yang biasanya disertai penyakit lain seperti diare,
infeksi, penyakit pencemaan, infeksi saluran pernafasan bagian atas, dan anemia.
Tanda-tanda gizi buruk (Meru, 2008) yaitu:
1) Sangat kurus, tulang iga tampak jelas
2) Wajah terlihat lebih tua
3) Tidak bereaksi terhadap rangsangan (apatis)
4) Rambut tipis, kusam, warna rambut jagung, dan bila dicabut tidak sakit
5) Kulit keriput
6) Pantat kendur dan keriput
7) Perut cekung atau buncit
8) Bengkak pada punggung kaki yang berisi cairan dan bila ditekan lama
kembali
9) Bercak merah kehitaman pada tungkai dan pantat.

16
b. Gizi lebih
Masalah ini disebabkan karena konsumsi makanan yang melebihi dari
yang dibutuhkan, terutama konsumsi lemak yang tinggi dan makanan dari gula
murni. Pada umumnya masalah ini banyak terdapat di daerah perkotaan dengan
dijumpainya balita yang kegemukan. Tanda-tanda gizi lebih (Meru, 2008) yaitu:
1) Berat badan jauh di atas berat normal
2) Bentuk tubuh terlihat tidak seimbang
3) Tidak dapat bergerak bebas
4) Nafas mudah tersengal-sengal jika melakukan kegiatan
5) Mudah lelah
6) Malas melakukan kegiatan.
c. Gizi kurang
Gizi kurang disebabkan karena konsumsi gizi yang tidak mencukupi
kebutuhannya dalam waktu tertentu (Meru, 2008).
2.7.7 Memberantas jentik nyamuk di sekolah secara rutin
Sekolah menjadi bebas jentik dan warga sekolah serta masyarakat sekolah
terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. seperti
demam berdarah, malaria, dan kaki gajah. Memberantas jentik di sekolah adalah
kegiatan memeriksa tempat-tempat penampungan air bersih yang ada di sekolah
(bak mandi, kolam) apakah bebas dari jentik nyamuk atau tidak. Kegiatan
memberantas jentik nyamuk di sekolah diantaranya:
a. Lakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus
(menguras, menutup, mengubur, plus menghindari gigitan nyamuk)
b. PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik, dan kepompong nyamuk
penular berbagai penyakit, seperti demam berdarah, demam dengue,
chikungunya, malaria, filariasis (kaki gajah) di tempat-tempat
perkembangbiakannya.
Tiga (3) M plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN,yaitu:
a. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi,
kolam, tatakan pot kembang
b. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti lubang bak kontrol,

17
lubang pohon, lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan
c. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung
air, seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan
(bekas botol atau gelas air mineral, plastic kresek)
d. Plus menghindari gigitan nyamuk, yaitu:
1) Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk, misalnya memakai
obat nyamuk oles atau diusap ke kulit
2) Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai
3) Memperbaiki saluran dan talang air yang rusak
4) Menaburkan larvasida (bubuk pembunuh jentik) di tempat-tempat yang sulit
dikuras, misalnya di talang air atau di daerah sulit air.
5) Memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampung air,
misalnya ikan cupang, ikan nila
6) Menanam tumbuhan pengusir nyamuk, misalnya zodia, lavender, rosemary
Manfaat sekolah bebas jentik adalah:
a. Populasi nyamuk menjadi terkendali sehingga penularan penyakit dengan
perantara nyamuk dapat dicegah atau dikurangi
b. Kemungkinan terhindar dan berbagai penyakit semakin besar seperti demam
berdarah dengue (DBD), malaria, chikungunya, atau kaki gajah.
c. Lingkungan sekolah menjadi bersih dan sehat
Cara pemeriksaan jentik berkala dapat dilakukan secara sederhana dengan
menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik. Jika ditemukan jentik,
warga sekolah dan masyarakat sekolah diminta untuk menyaksikan atau
melihat jentik, kemudian langsung dilanjutkan dengan PSN melalui 3 M atau
3 M plus. Setelah itu mencatat hasil pemeriksaan jentik

2.7.8 Buang air besar dan buang air kecil di jamban sekolah
Jamban merupakan sanitasi dasar penting yang harus dimiliki setiap
masyarakat. Pentingnya buang air bersih di jamban yang bersih adalah untuk
menghindari dari berbagai jenis penyakit yang timbul karena sanitasi yang buruk.
Oleh karena itu jamban harus mengikuti standar pembuatan jamban yang sehat
dimana harus terletak minimal 10 meter dari sumber air dan mempunyai saluran
pembuangan udara agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Jamban adalah suatu

18
ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia, yang terdiri atas
tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa
(cemplung), yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk
membersihkannya. Jenis jamban ada dua, yaitu:
a. Jamban cemplung
Jamban yang penampungannya berupa lubang berfungsi menyimpan dan
meresapkan cairan kotoran/ tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran ke
dasar lubang. Untuk jamban cemplung diharuskan ada penutup agar tidak berbau.
b. Jamban tangki septik atau leher angsa
Jamban berbentuk leher angsa yang penampungannya berupa tangki septik kedap
air yang berfungsi sebagai wadah proses penguraian atau dekomposisi kotoran
manusia yang dilengkapi dengan resapannya.
Manfaat yang dapat diperoleh jika menggunakan jamban bersih adalah:
1. Menjaga lingkungan bersih, sehat dan tidak berbau
2. Tidak mencemari sumber air yang ada di sekitarnya
3. Tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang dapat menjadi penular
penyakit diare, kolera, disentri, thypus, kecacingan, penyakit infeksi saluran
pencernaan, penyakit kulit dan keracunan.
4. Perilaku kita sangat merugikan pengguna jamban berikutnya.
5. Buang air besar dan buang air kecil haruslah di jamban untuk mencegah
penularan penyakit, karena tinja dan urine (air kencing) banyak mengandung
kuman penyakit.
6. Menyiram hingga bersih setelah buang air besar atau buang air kecil.
7. Buanglah sampah pada tempatnya, agar jamban tidak tersumbat dan penuh
dengan sampah.
8. Mengingatkan guru dan penjaga sekolah untuk mengawasi dan memastikan
bahwa jamban yang tersedia selalu dalam keadaan bersih.

2.8 Contoh PHBS dalam kehidupan sehari-hari


1. Mendapatkan tidur yang cukup setiap hari
Tidur yang cukup memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga
kesehatan tubuh kamu. Walaupun kamu telah menerapkan pola makan yang sehat
dan olahraga yang teratur, jika tidak diikuti dengan tidur yang cukup, maka semua

19
itu akan sia-sia. Bahkan kurang tidur dapat menyebabkan berbagai penyakit
serius, seperti diabetes, penyakit jantung, obesitas, sleep apnea, hingga kematian
dini. Pada orang dewasa, umumnya waktu tidur yang cukup yaitu selama 7 hingga
8 jam setiap harinya.
Perbedaan usia juga menentukan perbedaan waktu tidur yang cukup bagi
setiap orang. Saat orang dewasa dan lansia dianjurkan untuk tidur selama 7-8 jam,
remaja dan anak-anak dianjurkan untuk mendapatkan tidur selama 9-10 jam.
Selain itu, anak prasekolah dianjurkan tidur selama 11-12 jam setiap harinya, lalu
bayi dan balita dianjurkan untuk tidur selama 16-18 jam sehari.
2. Menjaga kebersihan rumah
Memulai perilaku hidup bersih dan sehat dari rumah tak lengkap rasanya
jika tidak membahas tentang kebersihan kamar dan ruang-ruang yang ada di
rumah. Dengan tempat tinggal yang bersih, kamu dan anggota keluarga dapat
terhindar dari berbagai penyakit yang mengancam kesehatan. Oleh karena itu,
kebersihan rumah perlu dijaga, dan ini merupakan tanggung jawab setiap anggota
keluarga.
Memiliki rumah yang bersih dan sehat merupakan impian setiap orang.
Namun kenyataannya, masih banyak orang yang tinggal dalam rumah yang kotor
dan tidak memenuhi standar kesehatan. Padahal, kondisi rumah seperti ini dapat
menjadi tempat bagi virus, kuman, dan hama penyakit, seperti kecoa dan tikus,
untuk berkembang biak, sehingga penghuninya dapat dengan mudah terkena
berbagai penyakit, seperti diare, tifus, dan demam berdarah dengue (DBD).
Mulailah membersihkan rumah dan lingkungan sekitarnya secara rutin,
mulai dari kamar, kamar mandi, dapur, halaman, teras, dan halaman. Selain
membersihkan ruangan-ruangan tersebut, Anda juga harus menempatkan sistem
ventilasi di setiap ruangan. Ventilasi memungkinkan adanya sirkulasi udara di
dalam rumah, sehingga rumah tidak menjadi lembap. Dengan begitu, kuman,
bakteri, maupun jamur tidak mudah tumbuh.
3. Minum air putih yang cukup
Tahukah kamu bahwa 50% lebih tubuh manusia terdiri dari air? Tanpa
adanya air termasuk dengan minum air putih, kita tidak dapat menjaga suhu tubuh
normal, melumasi sendi, atau membuang zat tidak terpakai melalui keringat,

20
urine, dan buang air besar. Tubuh kita memerlukan air atau cairan yang berguna
dalam proses pencernaan, penyerapan zat atau kandungan makanan untuk energi,
sirkulasi darah, transportasi nutrisi, memproduksi cairan atau air ludah, serta
mempertahankan suhu [Link] karena itu, kita perlu banyak mengonsumsi air
agar tubuh tidak dehidrasi atau kekurangan air, yang bisa menyebabkan tubuh
lemas, otot lemah dan kram, tidak fokus, serta meningkatkan risiko kelelahan.
Umumnya kita sering mendengarkan nasihat bahwa kita perlu minum air
putih sebanyak 8 gelas air setiap hari, yang setara dengan 1,5 liter. Namun, Institut
of Medicine’s Food and Nutrition Board merekomendasikan bahwa wanita
sebenarnya memerlukan 2,6 liter air setiap hari dan pria memerlukan sekitar 3,7
liter setiap hari.
Anda bisa mendapatkan cakupan air yang cukup setiap hari dengan
meminum air putih dan mengonsumsi cairan seperti sup dan minuman ringan,
bersama dengan buah dan sayuran yang mengandung air.
4. Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih
Perilaku hidup bersih dan sehat yang bisa dimulai di rumah lainnya yaitu
mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. Tangan yang kotor dapat menjadi
sarang tumbuhnya kuman dan penyakit, karena itu untuk mencegahnya kamu
harus mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. Biasakan untuk mencuci
tangan setelah buang air besar/kecil, sebelum dan sesudah makan, dan juga setelah
beraktivitas.
Kalau kamu sedang beraktivitas di luar atau sedang dalam perjalanan,
kamu bisa menyiapkan handsanitizer sebagai pengganti air dan sabun cuci tangan.
Hand Sanitizer bisa menjadi alternatif untukmu yang harus beraktivitas di
lapangan. Tetapi, hal ini tidak boleh dijadikan pilihan utama ya. Karena yang
paling efektif tetaplah mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. Segera cuci
tanganmu langsung ketika menemukan kamar mandi atau wastafel ya.
5. Rajin mengonsumsi buah dan sayur
Di musim pandemi saat ini, tidak sedikit orang yang menjadikan bercocok
tanam menjadi hobi baru mereka. Selain sebagai hobi, hal ini juga menambahkan
keuntungan secara materi. Tanaman seperti buah dan sayur yang ditanam bisa

21
dikonsumsi pribadi, atau juga dijual ke kerabat terdekat dan bahkan ke
minimarket.
Untuk kamu yang tidak memiliki cukup lahan di rumah, kamu bisa
mencoba menanam aneka buah dan sayur dengan cara hidroponik. Alat-alat yang
dibutuhkan juga tidak begitu sulit. Kamu bisa menanam daun bawang di bekas
plastik air mineral, styrofoam, atau pipa paralon kecil yang sudah tidak terpakai.
Buah dan sayur yang sudah kamu tanam bisa kamu konsumsi bersama keluarga
dan kerabat. Kamu harus rajin mengonsumsi buah dan sayur ke dalam menu
sehari-hari untuk menjaga daya tahan tubuh supaya tetap sehat. Buah dan sayur
kaya akan kandungan vitamin, mineral, dan serat yang sangat dibutuhkan tubuh.
Kamu juga bisa mengombinasikan buah dan sayur seperti dengan membuat salad,
ataupun jus buah dan sayur.
6. Rutin melakukan aktivitas fisik
Perilaku hidup bersih dan sehat yang tidak kalah penting yaitu rutin
melakukan aktivitas fisik. Banyak aktivitas fisik yang mudah dan seru untuk
dilakukan, seperti jogging, bersepeda, workout di rumah, juga berenang. Supaya
lebih seru, kamu bisa mengajak saudara atau kerabat untuk melakukan aktivitas
fisik bersama.
Tentunya banyak manfaat yang didapat dari rajin beraktivitas fisik seperti
berolahraga. Berbeda dari mereka yang jarang atau bahkan tidak berolahraga sama
sekali. Jika tubuh jarang berolahraga atau melakukan kegiatan fisik lainnya, tubuh
akan rentan terserang berbagai penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, stroke
sampai kanker. Nah, jangan sampai hal tersebut terjadi ya. Untuk itu mulai dari
sekarang biasakan untuk disiplin berolahraga. Meskipun awalnya sulit, ketika
sudah dibiasakan pasti kamu akan terbiasa dengan sendirinya. Seperti jogging
setiap sabtu dan minggu, menjadi satu minggu tiga sampai empat kali. Jika
biasanya hanya melakukannya di pagi hari, kamu bisa mulai membiasakan untuk
jogging di sore hari juga.
7. Selalu menggunakan air bersih
Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi manusia. Semua
kebutuhan dasar seperti minum, mandi, dan mencuci pakaian membutuhkan air
yang bersih. Air yang bersih tentunya sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan

22
membuat kita terhindar dari berbagai macam penyakit seperti diare, kolera dan
disentri. Maka dari itu, selalu perhatikan air yang kamu gunakan serta yang kamu
minum ya. Pastikan air tersebut bersih dan ketahui juga sumbernya. Misalnya
ketika kamu membeli minuman yang dijual di pinggir jalan, kamu harus
perhatikan apakah air yang digunakan tersebut bersih dan berasal dari air mineral
untuk diminum atau bukan. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyakit masuk ke
dalam tubuhmu yang bisa mengganggu sistem pencernaan.
8. Menjaga kebersihan lemari pendingin
Apakah Anda mengetahui bahwa kulkas yang kotor dapat menjadi tempat
baik untuk perkembangbiakan bakteri merugikan seperti Salmonella, Listeria, dan
E. coli Sebuah studi menemukan bahwa laci penyimpanan sayur yang terdapat di
dalam kulkas mengandung rata-rata 7850 unit bakteri per sentimeter persegi.
Mengamati suhu kulkas dan freezer adalah hal penting karena dapat mencegah tak
hanya keracunan makanan, namun juga mengurangi sisa makanan dalam kulkas.
Banyak kulkas yang tidak diatur pada suhu yang tepat, sehingga tidak aman untuk
penyimpanan makanan.
Bakteri yang merugikan seperti Listeria monocytogenes, dapat
berkembang biak secara cepat jika suhu kulkas tidak tepat, yakni di bawah 20
derajat Celsius dan freezer setidaknya minus 15 derajat Celsius. Menjaga
makanan pada suhu ini telah terbukti mengurangi kecepatan berkembangbiaknya
bakteri merugikan dan mengurangi makanan yang mudah busuk. Dengan
perubahan cuaca, Anda juga harus memperhatikan kapan harus menyetel ulang
suhu pada kulkas dan lemari pendingin. Tak hanya soal suhu, Anda juga harus
memastikan bahwa pintunya tertutup dengan rapat. Ketika pintu tidak rapat dan
terdapat suhu yang berkisar 5 derajat Celsius hingga 60 derajat Celsius di
dalamnya, bakteri merugikan mulai berkembang biak.
Kelembapan juga rentan masuk ke dalam kulkas, sehingga memicu
tumbuhnya bakteri anaerob. Semua bakteri yang merugikan dan masuk ke saluran
pencernaan anda akan menimbulkan gejala dari nyeri perut, mual, muntah, malas
makan, hingga diare.

23
9. Menguras genangan air secara rutin
Memberantas jentik nyamuk adalah salah satu perilaku hidup bersih dan
sehat di rumah tangga. Nyamuk yang biasanya bersarang di genangan air bersih di
dalam dan di luar rumah harus sering dibersihkan. Jika tidak segera dibersihkan,
genangan tersebut menjadi sarang bagi jentik-jentik nyamuk untuk
berkembangbiak dan menularkan berbagai macam penyakit seperti demam
berdarah. Segera bersihkan setiap genangan yang ada di lingkungan rumahmu ya.
Jangan sampai kita lupa dan membiarkannya begitu saja. Cara sederhana ini bisa
melindungi kamu dan keluarga terhindar dari demam berdarah, dan juga malaria.
10. Tidak merokok
Seperti yang sudah umum diketahui, merokok bisa menimbulkan berbagai
penyakit seperti kanker, serangan jantung, dan juga masalah pernapasan lainnya.
Dampak negatif yang ditimbulkan pun bukan hanya bagi perokok aktif, tapi juga
bagi perokok pasif yaitu orang-orang di sekitarnya. Jangan sampai karena sering
merokok orang terdekatmu terkena dampaknya. Maka, hentikan kebiasaan
merokok secara perlahan sebagai langkah menjaga diri dan keluarga untuk tetap
sehat.

24
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari karya ilmiah ini adalah:


1. Pengetahuan adalah sesuatu yang dikemukakan seseorang yang
merupakan hasil dari tahu.
2. Sikap merupakan reaksi / respon seseorang yang masih tertutup terhadap
suatu stimulus atau obyek.
3. Tindakan adalah suatu sikap yang belum tentu terwujud dalam suatu
tindakan (overt behaviour) untuk mewujudkan agar sikap menjadi suatu
perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang
memungkinkan.
4. PHBS di Sekolah adalah upaya untuk memperdayakan siswa,guru dan
masyarakat lingkungan sekolah agar tahu,mau, dan mampu
memperaktikan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah
sehat.
5. Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah yaitu mencuci
tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun, jajan di kantin sekolah
yang sehat, membuang sampah pada tempatnya, mengikuti kegiatan
olahraga di sekolah dan tidak merokok di sekolah, menimbang berat
badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan, memberantas jentik
nyamuk di sekolah secara rutin dan buang air besar dan buang air kecil di
jamban sekolah.
6. contoh PHBS dalam kehidupan sehari-hari adalah mendapatkan tidur
yang cukup setiap hari, minum air putih yang cukup, mencuci tangan
dengan sabun dan air bersih, rajin mengonsumsi buah dan sayur, rutin
melakukan aktivitas fisik, selalu menggunakan air bersih, menjaga
kebersihan lemari pendingin, menguras genangan air secara rutin dan
tidak merokok.

25
3.2 Saran
Adapun saran yang diberikan yaitu:
1. Untuk meningkatkan pengetahuan siswa, perlu dilakukan pembinaan
kepada siswa secara terus menerus, melalui penyuluhan baik oleh petugas
kesehatan maupun guru di sekolah dengan cara penjelasan melalui poster,
maupun pemutaran film yang berisi pesan PHBS, sehingga melalui
penyuluhan ini siswa tertarik dan cepat mengerti apa yang disampaikan.
2. Untuk meningkatkan sikap kepada siswa siswi SMA Negeri 1 Palopo
khusunya kelas XI MIPA 3 perlu adanya arahan tentang PHBS yang baik
untuk terwujudnya sikap hidup sehat.
3. Untuk meningkatkan tindakan hidup sehat melalui perilaku siswa
dilakukan upaya menanamkan prinsip hidup sehat sedini mungkin yang
dikenal dengan istilah tiga program pokok (trias ) UKS yakini:
pendidikan kesehatan (Health Education in School), Pelayanan
Kesehatan (School Healt Service), dan pembinaan lingkungan sekolah
sehat.

26

Anda mungkin juga menyukai