MODUL AJAR
KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)
Nama Sekolah : ................................................
Nama Penyusun : ................................................
NIP : ................................................
Mata pelajaran : Seni Rupa
Fase B, Kelas / Semester : III (Tiga) / II (Genap)
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
BAB 6 : MENGENAL KESAN RUANG
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : ......................................................
Nama Penyusun : ......................................................
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Kelas / Fase / Semester : III / B / II (Genap)
Alokasi Waktu : 6 JP (3 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 20... / 20...
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
● Pengetahuan Awal: Peserta didik dapat menggambar bentuk-bentuk dasar dan memiliki
pemahaman awal tentang ukuran (besar dan kecil). Mereka telah terbiasa menggunakan
gunting dan perekat.
● Minat: Peserta didik tertarik pada gambar pemandangan dan adegan cerita. Mereka
penasaran bagaimana sebuah gambar di kertas bisa terlihat memiliki kedalaman atau
jarak.
● Latar Belakang: Sebagian besar peserta didik familiar dengan foto, swafoto (selfie), dan
gambar pemandangan, di mana mereka secara tidak sadar telah melihat penerapan
prinsip ruang dan jarak.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Peserta didik belajar efektif dengan mengamati contoh-contoh gambar
pemandangan, foto, dan karya seni yang secara jelas menunjukkan lapisan depan,
tengah, dan belakang.
○ Auditori: Penjelasan konsep ruang dengan menggunakan analogi yang dekat dengan
kehidupan sehari-hari (seperti teman yang berjalan menjauh akan terlihat lebih kecil)
akan membantu pemahaman.
○ Kinestetik: Peserta didik memerlukan praktik langsung dalam menyusun dan
menata objek berlapis (seperti pada kartu pop-up) untuk merasakan dan memahami
konsep ruang secara fisik.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Memahami konsep ruang dalam gambar dua dimensi, yang meliputi
latar depan (foreground), latar tengah (middle ground), dan latar belakang
(background). Memahami fungsi garis horizon sebagai pemisah antara langit dan
daratan/lautan.
○ Prosedural: Menguasai teknik menggambar dan menyusun objek dengan ukuran
yang berbeda (besar di depan, kecil di belakang) dan tumpang tindih (overlapping)
untuk menciptakan ilusi kedalaman. Mampu membuat karya berlapis seperti kartu
pop-up.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Konsep ini membantu peserta
didik memahami bagaimana mata kita melihat dunia. Keterampilan ini relevan saat
mengambil foto, mengapresiasi lukisan, menonton film, dan bahkan saat menata ruangan
agar terlihat lebih luas.
● Tingkat Kesulitan: Menengah. Konsepnya intuitif namun menerapkannya secara sadar
dalam sebuah gambar memerlukan observasi dan perencanaan. Membuat kartu pop-up
menambah tingkat kerumitan teknis yang menantang.
● Struktur Materi: Dimulai dari pengenalan konsep ruang melalui observasi, dilanjutkan
dengan praktik menggambar pemandangan sederhana, dan diakhiri dengan proyek kreatif
membuat kartu pop-up.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Mengembangkan kemampuan observasi yang teliti,
perencanaan, pemecahan masalah spasial, dan apresiasi terhadap keindahan alam.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Mengagumi keindahan dan luasnya alam ciptaan Tuhan melalui kegiatan menggambar
pemandangan.
● Kewargaan: Menggambar pemandangan khas dari daerah lokal (misalnya, sawah,
pantai, pegunungan) untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepemilikan terhadap
lingkungan sekitar.
● Penalaran Kritis: Menganalisis sebuah gambar atau foto untuk mengidentifikasi
bagaimana seniman atau fotografer menciptakan kesan jauh dan dekat.
● Kreativitas: Merancang dan menciptakan sebuah diorama mini dalam bentuk kartu pop-
up yang menampilkan sebuah adegan dengan kedalaman ruang yang imajinatif.
● Kolaborasi: Saling berbagi ide dengan teman saat merancang adegan untuk kartu pop-up
dan saling membantu dalam kesulitan teknis.
● Kemandirian: Mampu merencanakan penempatan objek di latar depan, tengah, dan
belakang secara mandiri untuk mencapai efek ruang yang diinginkan.
● Kesehatan: Melatih koordinasi mata dan tangan serta ketelitian saat menggunting dan
merakit bagian-bagian kecil pada kartu pop-up.
● Komunikasi: Mampu menjelaskan karyanya dengan menggunakan kosakata yang tepat,
seperti "latar depan", "latar belakang", dan "garis horizon".
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase B, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Mengalami (Experiencing)
Mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni
rupa..
Merefleksikan (Reflecting)
Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa
kata seni rupa yang sesuai.
Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically)
Mengenali dan menguji coba alat dan/atau bahan yang dimiliki serta prosedur
penggunaannya.
Menciptakan (Making/Creating)
Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman dan hasil pengamatan terhadap
lingkungan sekitar.
Berdampak (Impacting)
Menghasilkan karya seni rupa yang berdampak pada perasaan atau mewakili harapannya.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
● Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Mengamati dan menggambar berbagai jenis lanskap
alam (gunung, pantai, hutan).
● Matematika: Memahami konsep perspektif secara sederhana (objek lebih jauh terlihat
lebih kecil) dan geometri dasar dalam membuat mekanisme pop-up.
● Bahasa Indonesia: Menuliskan deskripsi singkat tentang pemandangan atau adegan
yang mereka gambar di dalam kartu pop-up.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1: Peserta didik mampu menjelaskan konsep latar depan, tengah, dan
belakang serta fungsi garis horizon dalam menciptakan kesan ruang pada gambar. (2 JP)
● Pertemuan 2: Peserta didik mampu merancang dan membuat elemen-elemen gambar
(objek untuk latar depan, tengah, dan belakang) untuk proyek kartu pop-up. (2 JP)
● Pertemuan 3: Peserta didik mampu merakit, menyelesaikan, dan mempresentasikan
karya kartu pop-up yang menunjukkan kedalaman ruang. (2 JP)
D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik dapat menunjuk bagian latar depan, tengah, dan belakang pada sebuah
gambar pemandangan.
2. Karya gambar peserta didik menunjukkan perbedaan ukuran objek (besar di depan, kecil
di belakang).
3. Peserta didik berhasil membuat sebuah karya berlapis (kartu pop-up) yang berfungsi.
4. Penataan objek dalam kartu pop-up secara jelas menunjukkan adanya lapisan ruang yang
berbeda.
5. Peserta didik dapat menjelaskan proses pembuatan karyanya dan konsep ruang yang
diterapkannya.
E. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Jendela Ajaib: Menciptakan pemandangan tiga dimensi di atas kertas melalui pembuatan
kartu pop-up yang menampilkan pemandangan impian atau tempat favorit.
F. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Project-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek)
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik melakukan observasi secara sadar terhadap
lingkungan atau gambar, memperhatikan bagaimana posisi dan ukuran objek
berubah seiring jarak.
○ Meaningful Learning: Peserta didik memahami bahwa dengan menguasai trik
sederhana ini, mereka memiliki kekuatan untuk menciptakan ilusi dunia tiga dimensi
di atas permukaan datar, sebuah dasar penting dalam seni rupa dan desain.
○ Joyful Learning: Proses belajar dikemas dalam proyek yang menarik dan
memberikan kepuasan instan saat kartu pop-up berhasil dibuka dan "hidup".
● Metode Pembelajaran: Demonstrasi, Eksperimen, Latihan Terbimbing, Proyek.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Diferensiasi Konten: Peserta didik bebas memilih tema pemandangan yang ingin
dibuat (pantai, gunung, kota, luar angkasa, bawah laut).
○ Diferensiasi Proses: Guru menyediakan templat mekanisme pop-up sederhana bagi
peserta didik yang kesulitan. Peserta didik yang lebih mahir bisa mencoba membuat
mekanisme pop-up yang lebih kompleks dengan beberapa lapisan.
○ Diferensiasi Produk: Hasil akhir bisa berupa kartu pop-up dengan satu lapisan
sederhana (latar depan dan belakang) atau kartu dengan beberapa lapisan (depan,
tengah, belakang).
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Mengajak peserta didik melihat keluar jendela kelas dan
mendeskripsikan apa yang terlihat di dekat (latar depan), di tengah, dan di kejauhan (latar
belakang).
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Menugaskan peserta didik untuk mencari
contoh kartu ucapan pop-up di rumah atau toko sebagai bahan referensi.
● Mitra Digital: Menampilkan video tutorial cara membuat berbagai mekanisme kartu
pop-up sederhana.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Meja diatur untuk memberikan ruang kerja yang cukup untuk aktivitas
menggunting dan menempel. Hasil karya dipajang dalam keadaan terbuka agar efek 3D-
nya terlihat.
● Ruang Virtual: Penggunaan proyektor untuk mendemonstrasikan langkah-langkah
pembuatan kartu pop-up secara jelas kepada seluruh kelas.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya ketelitian, kesabaran, dan saling membantu saat
menghadapi kesulitan teknis dalam melipat dan menggunting.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Menampilkan berbagai contoh desain kartu pop-up dari internet sebagai sumber inspirasi.
● Memutar musik instrumental bertema alam untuk menemani proses berkarya.
G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Memahami Lapisan Ruang
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi: Guru mengajak seorang siswa berdiri di depan dan satu siswa lagi berdiri di
belakangnya. "Siapa yang terlihat lebih besar? Mengapa?". Arahkan pada konsep jarak.
● Motivasi: Guru menunjukkan sebuah lukisan pemandangan yang indah. "Bagaimana
pelukis ini bisa membuat gunung yang besar sekali terlihat kecil di dalam lukisan ini?
Hari ini kita akan membongkar rahasianya!"
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan hari ini akan belajar tentang latar depan,
tengah, belakang, dan garis horizon.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Analisis Gambar (Meaningful): Guru menampilkan gambar pemandangan dan
memandu peserta didik mengidentifikasi: objek paling depan (besar dan detail), objek di
tengah, dan objek paling belakang (kecil, pudar, dan letaknya di atas). Guru
memperkenalkan istilah latar depan, tengah, dan belakang.
● Garis Horizon: Guru menunjukkan garis horizon, yaitu garis pertemuan antara
darat/laut dengan langit. Semua objek yang jauh akan berada di dekat atau di atas garis
ini.
● Latihan Menggambar: Peserta didik berlatih menggambar sebuah pemandangan
sederhana di buku gambar, secara sadar menerapkan tiga lapisan ruang dan garis horizon.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Guru memberikan panduan langkah demi langkah: "Ayo kita gambar garis
horizon dulu. Sekarang gambar gunung di atasnya. Lalu gambar pohon besar di
paling depan."
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Beberapa peserta didik menunjukkan gambarnya dan menjelaskan mana bagian
depan, tengah, dan belakang.
● Rangkuman: Guru menguatkan kembali tiga konsep utama hari ini.
● Tindak Lanjut: Mempersiapkan alat dan bahan untuk proyek kartu pop-up di pertemuan
berikutnya.
● Penutup: Salam dan doa.
PERTEMUAN 2 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Merancang Elemen Kartu Pop-Up
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi: Mengingat kembali konsep 3 lapisan ruang.
● Motivasi: Guru menunjukkan sebuah kartu pop-up sederhana. "Minggu lalu kita
menggambar pemandangan 3D. Hari ini kita akan membuatnya benar-benar 'muncul' dari
kertas!"
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini peserta didik akan merancang
dan membuat bagian-bagian untuk kartu pop-up mereka.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Perancangan: Setiap peserta didik merencanakan pemandangan yang akan dibuat.
Mereka membuat daftar objek apa saja yang akan ada di latar depan (misal: rumput
tinggi, bunga), latar tengah (misal: rumah, pohon), dan latar belakang (misal: gunung,
awan).
● Membuat Elemen (Joyful): Peserta didik menggambar dan mewarnai semua objek
tersebut di kertas terpisah, lalu mengguntingnya dengan rapi. Ingatkan untuk membuat
objek latar depan paling besar dan objek latar belakang paling kecil.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Guru menyediakan gambar-gambar objek siap gunting (pohon, rumah,
awan) bagi peserta didik yang kesulitan menggambar.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Peserta didik menunjukkan koleksi elemen yang sudah mereka buat.
● Tindak Lanjut: Semua potongan disimpan dalam amplop atau map agar tidak hilang,
siap untuk dirakit minggu depan.
● Penutup: Membersihkan sisa kertas, salam, dan doa.
PERTEMUAN 3 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Merakit Jendela Ajaib
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi: Peserta didik mengeluarkan elemen-elemen yang sudah mereka siapkan.
● Motivasi: "Hari ini adalah hari paling seru! Kita akan menyatukan semua potongan ini
dan melihat keajaiban terjadi saat kartu kita dibuka!"
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tujuan hari ini adalah merakit kartu pop-up.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Demonstrasi Mekanisme (Meaningful): Guru mendemonstrasikan cara membuat
mekanisme pop-up paling sederhana. Lipat kertas karton menjadi dua. Di bagian lipatan,
gunting dua garis lurus sejajar, lalu dorong bagian tersebut ke dalam. Ini akan menjadi
"panggung" untuk menempelkan objek.
● Merakit (Mindful & Joyful): Peserta didik membuat mekanisme pop-up pada kartu
dasarnya. Kemudian, mereka mulai menempelkan elemen-elemennya.
○ Latar belakang (gunung, awan) ditempel langsung di dinding belakang kartu.
○ Latar tengah (rumah, pohon) ditempel pada mekanisme pop-up.
○ Latar depan (rumput, bunga) ditempel di bagian paling depan kartu.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Guru dan teman yang sudah bisa membantu peserta didik yang kesulitan
membuat mekanisme lipatan.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Pameran dan Apresiasi: Semua "Jendela Ajaib" dipajang di atas meja. Peserta didik
berkeliling, membuka kartu teman-temannya, dan mengapresiasi hasilnya.
● Refleksi: Guru bertanya, "Apa bagian tersulit dari membuat kartu ini?", "Apa
perasaanmu saat kartumu berhasil terbuka?".
● Tindak Lanjut: Peserta didik boleh membawa pulang karyanya untuk ditunjukkan
kepada orang tua.
● Penutup: Membersihkan kelas, salam, dan doa.
H. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab: Di awal pertemuan pertama, meminta peserta didik mendeskripsikan
pemandangan di luar jendela untuk mengetahui kemampuan observasi jarak mereka.
ASESMEN FORMATIF
● Tanya Jawab: "Objek apa yang akan kamu letakkan di latar depan? Mengapa ukurannya
harus paling besar?", "Di mana posisi garis horizon pada gambarmu?".
● Observasi: Mengamati kemampuan peserta didik dalam mengikuti instruksi melipat dan
menggunting untuk mekanisme pop-up.
● Produk (Proses):
○ Kualitas gambar pemandangan berlapis pada pertemuan 1.
○ Kelengkapan dan kesesuaian ukuran elemen-elemen gambar pada pertemuan 2.
ASESMEN SUMATIF
● Produk (Proyek):
○ Karya Kartu Pop-Up: Penilaian difokuskan pada:
1. Kejelasan dalam menunjukkan tiga lapisan ruang (depan, tengah, belakang).
2. Fungsionalitas mekanisme pop-up (dapat membuka dan menutup dengan baik).
3. Kreativitas tema dan kerapian hasil akhir (menggunting, menempel, dan
mewarnai).
● Praktik (Kinerja):
○ Presentasi Lisan: Kemampuan peserta didik untuk membuka kartunya dan
menjelaskan bagian-bagiannya menggunakan istilah yang tepat.
● Tes Tertulis: Tidak dilaksanakan.
Mengetahui, ..........., ......................... 20..
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
.......................................... ..........................................
NIP. ................................ NIP. ................................