MAKALAH PANCASILA
RASISME
O
L
E
H
Anggota Kelompok:
1. Marieta Nona Alfani D3_Teknik Informatika A (3123500026)
2. Ingka Fitra Oemardi_D3 Elektronika A (2123500027)
[Link] Tegar Maulana_Telekomunikasi A(2223500026)
[Link] Abiyyu Maulana Syafa_Elektro Industri A(2323500026)
POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA
Tahun 2023/2024
Daftar Isi
Halaman judul
Daftar isi
Pendahuluan
a. Latar belakang
b. Rumusan masalah
Isi
a. Pembahasan
b. Artikel terkait
c. Masalah yang ditimbulkan
d. Solusi
e. Hubungannya dengan nilai-nilai Pancasila
f. Konstribusi di masa depan
Penutup
a. Pesan dan kesan
Kesimpulan
Daftar pustaka
Pendahuluan
[Link] belakang
Rasisme adalah perbedaan perilaku dan ketidaksetaraan berdasarkan warna kulit, ras, suku,
dan asal-usul seseorang yang membatasi atau melanggar hak dan kebebasan seseorang.
Rasisme juga sering diartikan sebagai keyakinan bahwa manusia dapat dibagi menjadi
kelompok terpisah berdasarkan ciri biologis yang disebut “ras”. Gagasan ini juga meyakini
ada hubungan sebab akibat antara ciri fisik suatu ras dengan kepribadian, kecerdasan,
moralitas, dan ciri-ciri budaya dan perilaku lainnya, yang membuat beberapa ras secara
‘bawaan’ lebih unggul dari yang lain.
Pemikiran rasis bisa membuat seseorang punya prasangka buruk terhadap ras tertentu.
Prasangka buruk ini bisa berdampak negatif terhadap orang yang terdiskriminasi. Bahkan
rasisme mengawali banyak peristiwa mengerikan dalam sejarah dunia, seperti pembantaian
Yahudi oleh Nazi.
Indonesia juga tidak lepas dari rasisme. Persentuhan orang Indonesia dengan rasisme bisa
ditelusuri setidaknya sejak masa penjajahan Belanda, ketika Dutch East India Company
(Vereenigde Oostindische Compagnie/ VOC) menetapkan penggolongan kelas dan
melegalkannya.
Masyarakat di Indonesia kala itu dibagi jadi tiga golongan. Strata tertinggi adalah golongan
Eropa yang berisi orang-orang Belanda. Strata kedua diisi golongan Timur Asing yang berisi
keturunan Arab dan Tionghoa. Strata terendah saat itu adalah masyarakat asli Indonesia.
Dalam hal ini penulis merasa tertarik untuk membuat makalah tentang rasisme. Maka
dengan ini penulis mengambuil judul “Rasisme”
[Link] masalah
1) Apa yang di maksud dengan rasisme?
2) Masalah apa saja yang toimbul akibat rasisme?
3) Solusi untuk mengatasi masalah tersebut?
4) Apakah rasisme berhubungan dengan nilai-nilai dalam Pancasila?
5) Konstribusi apa yang akan kamu lakukan di masa depan?
Isi
[Link]
1. Pengertian Rasisme
a. Menurut KBBI
Rasisme menurut KBBI: (1)Rasisme berasal dsari kata rasialisme yang artinya prasangka
berdasarkan keturunan bangsa; perlakuan yang berat terhadap (suku) bangsa yang berbeda-
beda. (2) paham bahwa ras diri sendiri adalah ras yang paling unggul; rasisme.
[Link] menurut para ahli
Menurut Oliver C. Cox, rasisme merupakan peristiwa, situasi yang menilai berbagai
tindakan, dan nilai dalam suatu kelompok berdasar perspektif kulturalnya yang memandang
semua nilai sosial masyarakat lain diluar diri mereka itu salah dan tidak dapat diterima.
Pramoedya Ananta Toer (1998:50), memberikan definisi rasisme sebagai paham yang
menolak suatu golongan masyarakat berdasarkan perbedaan ras.
B. Artikel yang Terkait
Judul artikel: Rasisme dan HAM
Link: : [Link]
C. Masalah yang ditimbulkan
Masalah yang ditimbulkan dari rasisme:
[Link] kerap berujung pada penyiksaan dan perlakuan buruk.
Rasisme memandang mereka yang berbeda sebagai bukan manusia, tapi objek yang bisa
diperlakukan semena-mena. Di negara yang terbelah konflik rasial, penyiksaan dan perlakuan
buruk sering menimpa kelompok yang menjadi target perilaku rasis.
[Link] melanggengkan impunitas.
Negara yang lalai dan tak menganggap serius rasisme bisa mengakibatkan mekanisme yang
ada tak bisa mengidentifikasi dan memperbaiki pola diskriminasi. Di banyak negara,
perlakuan buruk aparat kerap tidak bisa diinvestigasi tuntas. Kalaupun berhasil dituntut dan
didakwa, mereka hanya mendapat hukuman ringan. Sebaliknya, korban yang melapor ke
otoritas tidak mendapatkan perlindungan memadai dari ancaman dan intimidasi.
[Link] bisa menyebabkan konflik terbuka.
Untuk mempertahankan kekuasaannya, pemimpin politik kerap membangkitkan kebencian
ras untuk menggalang kekuatan mereka, memandang lawan sebagai bukan manusia yang
berhak dihormati hak-haknya, dan melegitimasi pelanggaran HAM. Hasilnya, rasisme
mencemarkan segala aspek kehidupan bermasyarakat, termasuk sistem keadilan.
[Link] menyebabkan kesenjangan akses pendidikan, pekerjaan, dan kesempatan lainnya.
Secara historis, mereka yang secara terbuka mengakui atau mempraktikkan rasisme
berpendapat bahwa anggota ras berstatus rendah harus dibatasi pada pekerjaan berstatus
rendah, sementara anggota ras dominan harus memiliki akses eksklusif ke kekuasaan politik,
sumber daya ekonomi, pekerjaan berstatus tinggi, dan hak-hak sipil lainnya.
[Link] membuat perempuan semakin terdiskriminasi.
Beberapa bentuk diskriminasi ras menimpa perempuan dan laki-laki secara berbeda.
tindakan rasis yang hampir sepenuhnya dialami perempuan, seperti sterilisasi paksa
perempuan komunitas adat. Terkadang, diskriminasi menimpa perempuan dalam cara
tertentu, misalnya ketika aparat memperkosa atau melecehkan perempuan untuk
mengintimidasi sebuah komunitas. Di saat lain, konsekuensinya berbeda untuk perempuan –
misalnya ketika pemerkosaan berujung pada kehamilan tidak diinginkan dan pengucilan.
D. Solusi
•Solusi:
[Link] Perlakuan Buruk Rasisme
Desak negara untuk melindungi warganya dari rasisme melalui berbagai aturan dan
kebijakan mengenai anti-rasisme
[Link] Korban Rasisme
Dengarkan kisah mereka yang menjadi korban rasisme baik itu merupakan teman, kerabat
dekat, ataupun keluarga. Dengan mendengarkan dan turut merasakan yang mereka alami
dapat menumbuhkan perilaku simpati yang lebih dalam.
[Link] tentang Hak Asasi Manusia
Berikan penjelasan terhadap masyarakat bahwa rasisme adalah suatu bentuk ketidakadilan
dan berdasarkan hukum Hak Asasi Manusia (HAM) dijelaskan bahwa setiap manusia
memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai serta diperlakukan secara adil.
[Link] Toleransi
Mengembangkan sikap toleransi dapat menghindarkan perpecahan antar pihak lainnya
karena masing-masing menjunjung tinggi perbedaan.
[Link] Seluruh Manusia
Mengubah pandangan dan memperlakukan setiap perempuan dan laki-laki, tanpa
memedulikan [Link] ini dapat dimulai dengan berhenti melakukan diskrimknasi terhadap
perempuan.
E. Hubungannya dengan nilai-nilai Pancasila
•Hubungan dengan nilai-nilai pancasila
Rasisme bukan sekadar tindakan diskriminatif secara suka-suka. Kasus rasisme seperti ini
tidak mencerminkan adanya wujud kemanusiaan dan keadilan sosial seperti yang tertuang
dalam Pancasila pada sila ke-2 dan ke-5 yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab
dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
F. Konstribusi di masa depan
Sebagai generasi penerus bangsa beberapa konstribusi yang dapat saya lakukan sebagai
berikut:
1)Cari tahu lebih banyak tentang rasisme (literasi)
2)Sebarkan kesadaran tentang bahaya rasisme melalui media sosial
3)Pastikan lingkungan sosial kita, seperti pendidikan dan pekerjaan, inklusif terhadap
keberagaman asal-usul dan budaya
4)Desak negara melindungi warganya dari rasisme melalui aturan dan kebijakan anti-rasisme
5)Dukung kerja-kerja lembaga yang mendukung kesetaraan dan keadilan untuk semua orang
6)Beri dukungan dan dengarkan orang-orang yang terdampak rasisme
7)Dukung keadilan rasial, yaitu perlakuan adil yang sistematis terhadap orang-orang dari
semua ras untuk menghasilkan peluang yang setara untuk semua orang.
Penutup
A. Pesan dan kesan
Pesan saya: Kita perlu menyadari pentingnya pendidikan tentang rasisme dan
sejarahnya. Ini melibatkan mengajar anak-anak dan orang dewasa tentang keragaman
budaya, sejarah rasial, serta dampak dan konsekuensi dari [Link] juga harus
mengkampangekan pentingnya menghargai perbedaan ras, etnis, agama, dan budaya. Ini
mengajarkan orang untuk tidak hanya menerima perbedaan, tetapi juga merayakannya
sebagai sumber kekayaan sosial.
Kesan saya terhadap rasisme: rasisme adalah tindakan yang sangat merugikan dan tidak
etis Rasisme adalah sumber ketidaksetaraan, diskriminasi, dan penderitaan bagi kelompok
yang menjadi sasaran rasisme. Rasisme sering kali dianggap sebagai ancaman terhadap
perdamaian dan stabilitas [Link] juga merupakan pelanggaran prinsip-prinsip
moral dasar, seperti prinsip kesetaraan, keadilan, dan penghargaan terhadap martabat
manusia. Semua orang, tanpa memandang ras atau etnisitas, layak mendapatkan hak yang
sama dan perlakuan yang adil.
Kesimpulan
Rasisme adalah perbedaan perilaku dan ketidaksetaraan berdasarkan warna kulit, ras,
suku, dan asal-usul seseorang yang membatasi atau melanggar hak dan kebebasan seseorang.
Rasisme dianggap sebagai masalah serius yang merugikan masyarakat dan melanggar
prinsip-prinsip kesetaraan dan hak asasi manusia. Upaya untuk mengurangi rasisme salah
satunya dengan mencari tahu lebih banyak tentang rasisme (literasi) dan menyebarkan
kesadaran tentang bahaya rasisme melalui media sosial.
Daftar Pustaka
Rasisme dan Ham, 10 september 2023, Amnestypedia, [Link]
ham/