0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan47 halaman

Resiliensi dan Stres Generasi Sandwich

Skripsi ini membahas pengaruh resiliensi terhadap stres pada generasi sandwich, yang memiliki tanggung jawab untuk mendukung dua generasi sekaligus. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi yang lebih tinggi berhubungan dengan tingkat stres yang lebih rendah, dengan hasil analisis menunjukkan signifikansi 0,000. Metode yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimental dengan 102 subjek, menggunakan skala CD-RISC dan DASS-42 untuk mengukur resiliensi dan stres.

Diunggah oleh

ngatnouniverse
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan47 halaman

Resiliensi dan Stres Generasi Sandwich

Skripsi ini membahas pengaruh resiliensi terhadap stres pada generasi sandwich, yang memiliki tanggung jawab untuk mendukung dua generasi sekaligus. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi yang lebih tinggi berhubungan dengan tingkat stres yang lebih rendah, dengan hasil analisis menunjukkan signifikansi 0,000. Metode yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimental dengan 102 subjek, menggunakan skala CD-RISC dan DASS-42 untuk mengukur resiliensi dan stres.

Diunggah oleh

ngatnouniverse
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH RESILIENSI TERHADAP STRES

PADA GENERASI SANDWICH

SKRIPSI

Oleh:

Dava Satrya Buana


202010230311527

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2024
PENGARUH RESILIENSI TERHADAP STRES
PADA GENERASI SANDWICH

SKRIPSI

Oleh:

Dava Satrya Buana


202010230311527

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2024
PENGARUH RESILIENSI TERHADAP STRES

PADA GENERASI SANDWICH

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Muhammadiyah Malang sebagai


Salah satu persyaratan untuk memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

Dava Satrya Buana


NIM : 202010230311527

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2024

i
ii
iii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur dipanjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,
taufiq, dan hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Pengaruh Resiliensi Terhadap Stres pada Generasi Sandwich” sebagai salah satu syarat untuk
mendapat gelar sarjana psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang. Pada proses
penyusunan skripsi ini peneliti banyak mendapatkan bimbingan, petunjuk, doa dan bantuan dari
berbagai pihak yang menyertai peneliti. Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini peneliti ingin
menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak M. Salis Yuniardi, [Link]., Ph.D., Psikolog. selaku dekan Fakultas Psikologi
Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Alifah Nabilah Masturah, [Link]., M.A. selaku dosen pembimbing yang telah banyak
meluangkan waktu dan pikiran ditengah kesibukannya untuk membimbing peneliti
sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.
3. Susanti Prasetyaningrum, [Link] selaku dosen wali yang telah memberikan ilmunya
serta menjadi orangtua ke dua saya selama menjalani Pendidikan di Universitas
Muhammadiyah Malang.
4. Bapak Sugeng Timoriyanto dan Ibu Erma Yuliatmi selaku orangtua yang selalu
mendukung, menemani dan memberikan motivasi selama pengerjaan skripsi.
5. Saudari Viyata Azzahra P. selaku saudara yang memberi motivasi.
6. Saudara sepupu yang memberikan semangat selama perkuliahan.
7. Orang terdekat Arelya Duta F. yang mendukung dan membantu mengerjakan skripsi
dari awal hingga akhir.
8. Kakak tingkat dan teman-teman BEM, kak Bachtiar, Mirza, Zakiyudin, Cantika, Kemal,
N. Shafa, Billy, Thifal, Meidy, Dira, Alif, Haekal, dan banyak lagi yang tidak dapat saya
sebutkan satu persatu, yang telah membantu saya untuk beradaptasi dan termotivasi
untuk terus melanjutkan Pendidikan perkuliahan, memberikan ilmunya dalam
perkuliahan serta memberikan bimbingan dalam mengerjakan skripsi
9. Sahabat saya Nauval H, Daffa R, Dewana A, Arya A, Tamira N, Andri S, Alvin dan
alvan R, Akbar A, teman-teman Quadtronic serta banyak lagi yang tentunya tidak bisa
saya sebutkan yang selalu memotivasi saya untuk tidak menyerah.
10. Para responden yang berjasa telah meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner.

iv
11. Seluruh staff dan karyawan Universitas Muhammadiyah Malang khususnya pada
jurusan Psikologi yang secara langsung dan tidak langsung membantu saya
menyelesaikan skripsi dengan tepat waktu.
Peneliti menyadari bahwa penelitian ini tidak sempurna dan banyak kekurangan, oleh sebab
itu peneliti menerima dan berharap adanya kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan
dan penelitian lebih baik kedepannya. Peneliti berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi
pembaca dan Masyarakat khususnya para generasi sandwich.
Batu, 4 Mei 2024

Peneliti

v
DAFTAR ISI

SURAT PERNYATAAN ......................................................... Error! Bookmark not defined.

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... iv

DAFTAR ISI ............................................................................................................................. vi

DAFTAR TABEL .................................................................................................................... vii

DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................................... viii

ABSTRAK ................................................................................................................................. 1

Stres ............................................................................................................................................ 4

Resiliensi .................................................................................................................................... 5

Pengaruh Resiliensi terhadap Stres ............................................................................................ 5

Hipotesis ..................................................................................................................................... 6

METODE PENELITIAN ........................................................................................................... 6

Rancangan Penelitian ............................................................................................................ 6

Subjek Penelitian ................................................................................................................... 6

Variabel dan Instrumen Penelitian ........................................................................................ 7

Prosedur dan Analisa data ..................................................................................................... 8

HASIL PENELITIAN ................................................................................................................ 9

DISKUSI .................................................................................................................................. 10

SIMPULAN DAN IMPLIKASI ............................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 13

LAMPIRAN ............................................................................................................................. 16

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Data Demografi Penelitian ........................................................................................... 7


Tabel 2. Kategorisasi Tingkat Resiliensi dan Tingkat Stres ...................................................... 9
Tabel 3. Uji Regresi Linear Sederhana ...................................................................................... 9

vii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Blueprint skala ..................................................................................................... 17


Lampiran 2. Kuesioner Penelitian ............................................................................................ 18
Lampiran 3. Tabulasi Data ....................................................................................................... 26
Lampiran 4. Uji Linearitas Data ............................................................................................... 33
Lampiran 5. Uji Normalitas Data ............................................................................................. 34
Lampiran 6. Uji Regresi Linear Sederhana .............................................................................. 35
Lampiran 7. Hasil Verifikasi Analisis Data ............................................................................. 36
Lampiran 8. Hasil Uji Plagiasi ................................................................................................. 37

viii
PENGARUH RESILIENSI TERHADAP STRES
PADA GENERASI SANDWICH
ABSTRAK
Dava Satrya Buana
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang
davasatria2001@[Link]

Abstrak.
Menjadi generasi sandwich memiliki tanggung jawab besar karena harus mengemban tanggung
jawab dari 2 generasi atau lebih dalam waktu bersamaan. Penting bagi generasi sandwich untuk
memiliki resiliensi yang baik untuk mengatasi stres yang timbul dari beban yang diterima.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh resiliensi terhadap stres pada generasi
sandwich. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimental jenis
korelasional dengan Teknik sampling non-probability dengan menggunakan metode incidental
sampling dengan kriteria subjek memiliki penghasilan sendiri dan menafkahi 2 generasi atau
lebih (generasi sandwich), total subjek pada penelitian ini sebanyak 102 subjek. Instrumen
penelitian yang dipakai adalah Connor Davidson-Resilience Scale (CD-RISC) untuk mengukur
tingkat resiliensi dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) tetapi hanya item stres saja
yang digunakan untuk mengukur tingkat stres. Hasil analisis data menggunakan metode analisis
regresi linier sederhana menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari resiliensi
terhadap stres. Terdapat pengaruh dari resiliensi terhadap stres dengan nilai signifikansi =
0,000. Ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari resiliensi terhadap stres,
semakin tinggi tingkat resiliensi maka semakin rendah tingkat stres individu.

Kata Kunci: resiliensi, stres, generasi sandwich.

Abstract.
Being a sandwich generation has a big responsibility because it has to carry the responsibilities
of 2 or more generations at the same time. It is important for the sandwich generation to have
good resilience to cope with the stress arising from the burden received. The purpose of this
study was to determine the effect of resilience on stress in the sandwich generation. The
research method is quantitative non-experimental correlational with non-probability sampling
technique, using incidental sampling method with the subject criteria that subjects have income
and provide for 2 or more generations (sandwich generation), the total subjects in this study
were 102 subjects. The research instruments were the Connor Davidson-Resilience Scale (CD-
RISC) to measure the level of resilience and the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) but
only stress items were used to measure stressed levels. The results of data analysis using the
simple linear regression analysis method showed that there is a significant effect of resilience
on stress. There is an impact of resilience on stress with a significance value = 0.000. This
shows that there is a significant effect of resilience on stress, the higher the level of resilience,
the lower the individual stress level.

Keywords: resilience, stress, sandwich generation.

1
2

Generasi sandwich merupakan generasi yang menafkahi generasi di atasnya yaitu orangtua
mereka dan generasi dibawahnya yaitu anaknya (muller, 1981). Istilah ini merupakan
perumpamaan seseorang yang menafkahi diibaratkan sebagai daging dan 2 generasi yang
dinafkahi merupakan roti yang mengapit daging. Generasi sandwich akan dihadapkan dengan
tantangan mengatur beban pengasuhan mereka dengan tuntutan pekerjaan (Sudarji et al, 2021).
Lebih detailnya generasi sandwich menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan pekerjaan
dan tanggungjawab mengasuh multigenerasi, membesarkan anak kecil, mendukung anak untuk
menjadi dewasa, merawat orang tua yang telah lanjut usia dan juga menjalankan peran rumah
tangga (Burke, 2017).

Menurut hasil survey [Link] yang dilakukan pada tanggal 1 Agustus – 22 Oktober
2023, sebanyak 46,3% generasi z di Indonesia merupakan generasi sandwich (Rizaty, 2023).
Harian Kompas juga melakukan survey pada 9-11 Agustus 2022, sebanyak 504 responden dari
34 provinsi mengikuti survey ini. Hasilnya 7 dari 10 responden merupakan generasi sandwich.
Didapatkan data sebanyak 7,5% generasi sandwich dari kalangan usia 55 tahun ke atas atau
biasa disebut dengan baby boomer dan silent gen, kemudian disusul dengan Gen Z atau usia
kurang dari 24 tahun dengan persentase sebanyak 16,3%, kemudian Gen X atau rentang usia
40-55 tahun yaitu sebanyak 32,6%, dan yang paling banyak adalah Gen Y atau rentang usia 24-
39 tahun dengan persentase 43,6%. (Krisdamarjati, 2022). Dapat disimpulkan dari data diatas
bahwa generasi sandwich merupakan fenomena di semua kalangan generasi, khususnya bagi
mereka yang sudah berpenghasilan, generasi Y yang berada di usia produktif yang paling
banyak menjadi generasi sandwich, ini dikarenakan generasi Y masih sudah memiliki
penghasilan dan kebanyakan pada usia ini para generasi Y sudah mempunyai anak dan memiliki
orang yang tidak pada umur produktif sebagai tanggungannya. Generasi sandwich akan terus
bertambah seiring waktu walaupun percepatan bertambahnya tidak signifikan (Nuryasman &
Elizabeth, 2023).

Menjadi generasi sandwich akan berdampak negatif pada sisi psikologis, fisik, karir, finansial,
dan kesejahteraan keluarga, masalah psikologis ini bisa menyebabkan masalah kesehatan. Para
generasi sandwich mempunyai tuntutan dan tekanan yang mengakibatkan mereka mendapatkan
stress, masalah tidur, depresi, merasa cemas, merasa kelelahan. Tugas yang diemban sebagai
pengasuh seperti bantuan fisik dalam aktivitas sehari-hari, transportasi, pemeliharaan rumah,
mengelola atau memberikan dukungan keuangan langsung, memeriksakan Kesehatan,
memberikan penguatan emosional, memberikan dukungan spiritual. Generasi sandwich
memberikan bantuannya pada anggota keluarga yang tidak mampu melakukan secara mandiri
seperti kesusahan ekonomi, umur tua, masalah kesehatan, dan mungkin alasan lainnya (Salmon
et al, 2017).

Memberikan dukungan finansial merupakan salah satu beban yang ditanggung oleh generasi
sandwich, selain membiayai keperluan sendiri para generasi sandwich juga mempunyai
tanggung jawab membiayai dan menafkahi generasi di atasnya yaitu orangtuanya yang sudah
tidak pada usia produktif dan juga membiayai anak mereka untuk berkembang, menjadi
generasi sandwich mengharuskan mereka untuk memberikan lebih banyak penghasilannya dan
jasa daripada yang mereka terima sebagai imbalannya (Salmon et al, 2017).

Selain itu, menjadi generasi sandwich juga berdampak pada kesehatan fisik dan juga mental.
Luna et al (2021) generasi sandwich menunjukkan tingkat kesehatan sedikit lebih rendah
daripada yang bukan generasi sandwich, beberapa hal yang mempengaruhi kesehatan mereka
adalah stres, tingkat pendidikan, frekuensi mengasuh, optimisme, intelegensi emosional. Jang
3

et al (2021) melakukan penelitian kepada para generasi sandwich untuk mengukur apakah
tanggungjawab mengasuh mempengaruhi kelelahan emosional, mengasuh yang dimaksud
berarti memberikan dukungan secara spiritual, emosional, fisik dan juga finansial, hasilnya
menunjukkan bahwa para pengasuh yaitu generasi sandwich merasa kelelahan emosional.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Riley dan Bowen (2015) juga menyebutkan bahwa generasi
sandwich juga memiliki tingkat stres yang tinggi dan juga memiliki risiko tinggi ketegangan
mental, generasi sandwich menghadapi banyak tantangan seperti menemukan waktu, energi,
dan sumber daya untuk menyeimbangkan tuntutan orangtua dan kebutuhan anak yang
ditanggung, serta tanggung jawab pada pekerjaan atau karir. Responden pada penelitian
tersebut merasa menjadi generasi sandwich membuatnya berubah, menjadi generasi sandwich
membuatnya lemah secara fisik dan psikis, pengalaman tersebut menguras emosi. Diperkuat
dengan penelitian oleh Patterson (2021) bahwa generasi sandwich memiliki tingkat depresi
yang lebih tinggi dari pada non-generasi sandwich, hal tersebut dikarenakan banyaknya
tanggungjawab yang diemban oleh generasi sandwich, generasi sandwich melaporkan depresi
sebanyak 25,5% dibandingkan dengan yang hanya mengasuh 1 generasi hanya melaporkan
tingkat depresi sebanyak 21,7%.

Stres merupakan bentuk adaptasi tubuh terhadap respon melawan atau lari yang bisa
membahayakan dalam kasus tertentu (Yang et al, 2017). Stres merupakan bentuk respon
individu terhadap perubahan, kejadian, masalah yang mengancam dan dapat mengganggunya
(willda et al, 2016). Stres bisa terjadi pada siapapun dan dimanapun, akan menjadi masalah jika
stres yang dialami semakin banyak dan menumpuk, dampaknya akan berpengaruh pada kondisi
fisik dan mental seseorang. Secara umum stres hanya terbagi menjadi 3 pendekatan: stres model
stimulus yaitu stres yang disebabkan oleh rangsangan atau stimulus, stres model respon yaitu
stres yang muncul akibat tanggapan dari stimulus yang didapatkan atau stres yang berupa
respon dari stimulus dan stres model transaksional yaitu stres yang berfokus pada respon emosi
dan proses kognitif berdasarkan interaksi antara individu manusia dengan lingkungan. (Gaol,
2016). Stres bisa menjangkiti dan berdampak pada siapa saja, contohnya pada penuntut ilmu
yang bisa menyebabkan penurunan prestasi akademik (Wiyono, 2022), Pada pekerja atau
pegawai bisa juga menurunkan produktivitas kerja dan kinerja (Wartono, 2017). Dampak
negatif lain dari stres yang mempengaruhi fisik antara lain adalah sakit kepala, tidak bisa
tidur/sulit tidur, nyeri ulu hati, kehilangan nafsu makan, sedangkan dalam bentuk mental stres
bisa berdampak seperti mudah marah, frustasi, depresi, permasalahan dengan memori, dan
cemas (Jovanovic et al, 2006)

Generasi sandwich dibayangi oleh dampak-dampak stres yang ada diatas karena memiliki
banyak peran akan menambah beban fisik dan psikologis generasi sandwich. Generasi
sandwich harus mampu untuk beradaptasi dengan cepat terhadap keadaan sehingga dapat
bertahan dalam keadaan yang menekan dan dapat berfungsi dengan optimal untuk melalui
kesulitan. Hal menarik yang ditemukan dalam survei litbang Kompas yang dilakukan pada 9-
11 Agustus, mayoritas generasi sandwich dari semua kalangan status ekonomi yang mengikuti
survey merasa tidak terbebani, status sosial bawah sebanyak 71,2%, status menengah ke bawah
65,2%, status menengah atas 70,4% dan status atas 50% merasa tidak terbebani. Temuan ini
diperkuat dengan penelitian dari Rari et al (2021) bahwa tidak ada perbedaan kebahagiaan yang
signifikan antara generasi sandwich dan non-generasi sandwich. Jumlah tanggungan keluarga
yang diemban generasi sandwich dan juga beban finansial tidak dianggap tekanan dan tidak
dirisaukan oleh generasi sandwich. Sehingga tidak mempengaruhi tingkat kebahagiaan.
4

Stres dapat dihindari dengan banyak cara strategi coping yaitu seperti melakukan katarsis atau
bercerita kepada teman, mencari suatu humor, menyibukkan dengan suatu hal, berharap yang
terbaik atau berpikir positif (Kar et al, 2020). Selain itu setiap individu juga memiliki bekal
kemampuan untuk beradaptasi dari masalah dan tantangan yang dihadapinya, kemampuan ini
memiliki keterikatan yang erat dengan stres karena kemampuan ini hanya muncul ketika suatu
kondisi dapat memunculkan stres, tekanan atau suatu yang dianggap berbahaya oleh seseorang,
kemampuan untuk beradaptasi ini disebut dengan resiliensi (Missasi & Izzati, 2019).

Individu yang memiliki tingkat resiliensi tinggi mampu mempertahankan perasaan positif,
bersikap optimis, memahami kontrol diri, dan mempunyai keyakinan untuk dapat
menyelesaikan masalah, individu yang memiliki resiliensi yang tinggi akan dapat beradaptasi
dengan keadaan dan perubahan sehingga dapat menekan kemungkinan munculnya stres dan
begitu pula sebaliknya (Septiani & Fitria, 2016). Resiliensi memiliki keterikatan dengan stres,
karena hanya dapat diaplikasikan jika terdapat keadaan menekan yang didapatkan seseorang
dan dapat memicu munculnya stress dan dituntut untuk beradaptasi dari keadaan tersebut
(Missasi & Izzati, 2019). Faktor yang mempengaruhi resiliensi tidak hanya dari individu atau
genetik, bisa juga dipengaruhi dari lingkungan dan budaya. Faktor-faktor resiliensi ada
spiritualitas, efikasi diri, optimisme, harga diri dan dukungan sosial, (Missasi & Izzati, 2019).

Dari gambaran fenomena generasi sandwich, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak
resiliensi terhadap stres generasi sandwich, sehingga hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk
generasi sandwich yang menjadi fenomena global dan juga menambah wawasan masyarakat
khususnya generasi sandwich untuk menekan dan mengantisipasi stres. Penelitian ini sekaligus
memperkaya penelitian yang mengangkat topik generasi sandwich di Indonesia. Peneliti masih
belum menemukan penelitian yang meneliti tentang pengaruh resiliensi terhadap stres pada
generasi sandwich di Indonesia.

Stres

Istilah stres sudah tidak asing ditelinga kita, stres sendiri merupakan sebuah kondisi yang setiap
orang bisa mengalaminya. Stres merupakan suatu keadaan dimana seseorang merasakan adanya
kesenjangan antara psikologis atau fisik dikarenakan tuntutan situasi biologis, psikologis atau
lingkungan sosialnya (Lazarus & Folkman, 1984). Menurut Lovallo (dalam Sarafino & Smith,
2011) kondisi stres memiliki 2 komponen, yaitu fisik dan psikologis, fisik berarti melibatkan
jasmani atau tubuh secara langsung, sedangkan psikologis mengarah kepada persepsi seorang
individu menghadapi kehidupan.

Menurut Lazarus dan Folkman (1984) penilaian individu terhadap peristiwa yang
menyebabkan stres memiliki 2 faktor, yang pertama merupakan faktor internal seperti
intelektual, motivasi, komitmen, kepercayaan, dan karakter personal, contohnya jika individu
mempunyai self-esteem yang tinggi kemudian individu tersebut bertemu dengan suatu kondisi
yang menuntut untuk menggunakan kemampuan yang dia miliki, dia akan menganggap ini
sebagai tantangan daripada menganggap hal ini sebagai ancaman, contoh lain adalah faktor
tingkat resiliensi yang dimiliki individu, semakin tinggi tingkat resiliensi maka semakin
berperan resiliensi dalam meredam stres (Rahayu & Djabbar, 2019). Faktor yang kedua adalah
situasi, peristiwa atau event dalam hal ini yang situasi yang dimaksud adalah situasi yang
memberikan tuntutan berat dan ada kecenderungan akan berdampak pada stres, situasi ini bisa
dipengaruhi dari kebaruan (suatu hal yang baru), prediktabilitas (terduga atau tidak terduga),
ketidakpastian, faktor temporal seperti durasi.
5

Lovibond dan Lovibond (1995) berpendapat bahwa stres merupakan suatu keadaan atau
ketegangan yang berpotensi menyebabkan individu menjadi kesal dan frustasi. Stres memiliki
5 indikator, yang pertama “susah rileks”, kemudian “gugup/gelisah” individu yang mengalami
stres akan merasakan ketegangan, gugup dan gelisah yang mengakibatkan tidak bisa rileks
tergantung tingkat stres yang diterima oleh individu tersebut, ketiga ada “mudah sedih”, dan
“mudah marah” individu yang mengalami stres juga akan menjadi lebih sensitif, oleh karena
itu individu yang stres akan memiliki perasaan yang mudah marah dan sedih bahkan karena hal
sepele, yang terakhir atau kelima adalah “tidak sabar”, individu yang stres ingin peristiwa yang
dia rasa menekan untuk cepat selesai.

Resiliensi

Resiliensi merupakan kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi dan mengatasi suatu
peristiwa yang dianggap berisiko, mengancam dan penuh tekanan dengan kompetensi yang
dimiliki oleh seorang individu, resiliensi juga merupakan kemampuan untuk beradaptasi pada
masalah yang dihadapi (Missasi & Izzati, 2019). Resiliensi merupakan ukuran kemampuan
seorang individu dalam menahan dan mengobati stres, kecemasan dan depresi. Resiliensi
membantu pribadi seseorang untuk tumbuh dan berkembang dalam menghadapi kesulitan
(Connor & Davidson, 2003)

Resiliensi sendiri memiliki beberapa aspek, Connor dan Davidson (2003) menyebutkan aspek-
aspek pada resiliensi adalah sebagai berikut:
a. Kompetensi personal, standar tinggi, dan kegigihan
Faktor yang mendorong seseorang untuk terus berjuang dan bangkit ketika mengalami
tekanan.
b. Keyakinan terhadap insting, toleransi terhadap efek negatif, dan efek menguatkan dari
stress
Berfokus pada ketenangan dan ketepatan pada individu dalam menangani stres yang
diterima.
c. Penerimaan positif terhadap perubahan dan hubungan lekat dengan orang lain.
Faktor yang menggambarkan tetap berpikir positif atau pikiran optimis dan berkembang
setelah mendapatkan masalah.
d. Kontrol
Menjelaskan tentang bagaimana individu menguasai pikirannya ketika mendapatkan
tekanan.
e. Pengaruh spiritual
Kepercayaan individu terhadap takdir Tuhan.

Pengaruh Resiliensi terhadap Stres

Resiliensi merupakan kemampuan yang ada dalam setiap individu, kemampuan ini memiliki
peran penting ketika individu menemui atau merasakan permasalahan, resiliensi berperan
sebagai unsur pertahanan individu untuk beradaptasi dan bertahan dari masalah yang diterima
agar individu bisa melewati permasalahan tersebut dan menjadi individu yang lebih baik. Stres
adalah suatu reaksi tubuh yang diakibatkan oleh penyebab stres (stressor) yang diterima oleh
tubuh melebihi kapasitas dan kemampuan individu tersebut, sehingga tercipta kesenjangan
antara fisik dan psikologis (Lazarus & Folkman, 1984).
6

Tetap berpikir positif dan gigih dalam menghadapi masalah dapat mengurangi risiko seseorang
untuk stres dalam menghadapi suatu masalah, contoh jika seseorang mendapatkan kesulitan
dalam menjalani Pendidikan perkuliahannya tetapi dia tetap berpikir positif kesulitannya dapat
mengembangkan kemampuannya dan dia tetap gigih berjuang, maka kesulitannya tidak berarti
apa-apa dan akan mengurangi tingkat stres. Penerimaan positif dan kegigihan merupakan 2
aspek yang ada dalam resiliensi (Connor & Davidson, 2003). Resiliensi sendiri merupakan
faktor yang dapat mempengaruhi tingkatan stres dari seorang individu, karena resiliensi
merupakan suatu kemampuan untuk menghadapi masalah, bangkit dari tekanan, dan
beradaptasi dari masalah yang menyebabkan stres (Lazarus & Folkman, 1984).

Individu yang memiliki tingkat resiliensi yang baik akan mampu beradaptasi dengan
lingkungan ataupun penyebab stres yang diterimanya, karena individu dengan resiliensi yang
baik akan mempunyai pemikiran optimisme yang tinggi untuk menyelesaikan masalah,
kegigihan serta tangguh ketika menghadapi masalah yang diterima, sehingga tingkat stres pada
individu yang memiliki resiliensi tinggi akan cenderung rendah. Contohnya pada penelitian
Tampombebu dan Wijono (2022) para karyawan yang memiliki tingkat keyakinan tinggi atau
optimis untuk bisa bertahan dan tetap semangat bekerja dalam situasi covid memiliki tingkat
resiliensi yang tinggi sehingga tingkat stres mereka cenderung rendah.

Hipotesis

Terdapat pengaruh resiliensi terhadap stres pada generasi sandwich.

METODE PENELITIAN

Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional, penelitian kuantitatif adalah


metode penelitian ilmiah yang menekankan analisis pada data berbentuk numerik, terukur,
realistis yang kemudian data tersebut dianalisis dengan metode statistik yang sesuai (Hardani
et al, 2020). Penelitian korelasional merupakan penelitian yang memiliki tujuan untuk
mengetahui atau menguji pengaruh 2 atau lebih variabel penelitian, atau dapat dibilang
mevariabel bebas terhadap variabel kontrol (Sugiyono, 2016).

Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah generasi sandwich yaitu individu yang sudah memiliki
penghasilan, menanggung beban hidupnya sekaligus juga menanggung atau menafkahi dua
generasi, yaitu generasi di atasnya yaitu orangtua dan juga dibawahnya yaitu anaknya. Metode
sampling pada penelitian ini adalah sampling incidental yaitu teknik sampling yang penentuan
sampel berdasarkan kebetulan bertemu dan sampel memenuhi kriteria yang disyaratkan
(Sugiyono, 2016). Cara mendapatkan sampel yaitu dengan menyebarkan survey kepada
khalayak umum menggunakan g-form, dan ketika seseorang yang membuka g-form tersebut,
ternyata memenuhi kriteria yang ditentukan peneliti, maka orang tersebut dapat menjadi sampel
penelitian. Jumlah subjek penelitian ini berjumlah 102 subjek.
7

Tabel 1. Data Demografi Penelitian

Kategori Frekuensi Persentase


Usia
20-25 Tahun 4 3,92%
26-30 Tahun 19 18,63%
31-35 Tahun 11 10,78%
36-40 Tahun 12 11,76%
41-45 Tahun 16 15,69%
46-50 Tahun 17 16,67%
51-55 Tahun 12 11,76%
56-60 Tahun 10 9,8%
>60 Tahun 1 0,98%
Jenis Kelamin
Laki-laki 69 68%
Perempuan 33 32%
Jumlah anggota keluarga
yang dinafkahi
2 Generasi 96 94,1%
3 Generasi 4 3,9%
4 Generasi 2 2,0%
TOTAL 102 100%

Berdasarkan data pada tabel 1, responden penelitian paling banyak dari rentang usia 26-30
Tahun dengan persentase 18,63%. Jenis kelamin terbanyak dalam penelitian ini adalah laki-laki
dengan persentase 68%. Generasi sandwich paling banyak dalam penelitian ini paling banyak
adalah yang menafkahi 2 generasi yaitu sebanyak 94,1%.

Variabel dan Instrumen Penelitian

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah resiliensi. Resiliensi merupakan suatu kemampuan
penting yang dimiliki individu untuk bangkit ketika menghadapi sebuah masalah yang diterima
agar individu tidak terpuruk dan berkembang. Resiliensi sendiri diukur menggunakan alat ukur
yang bernama Connor Davidson-Resilience Scale (CD-RISC), alat ukur ini sudah dibuat oleh
Connor dan Davidson pada tahun 2003 (Connor & Davidson, 2003), alat ukur ini mengukur
aspek kompetensi personal, standar tinggi, kegigihan, kemudian keyakinan terhadap insting,
toleransi terhadap efek negatif, dan efek menguatkan dari stres, kemudian aspek Penerimaan
positif terhadap perubahan dan hubungan lekat dengan orang lain, kemudian aspek control dan
pengaruh spiritual. Alat ukur ini memiliki 25 aitem. Alat ukur ini sudah diadaptasi menjadi
Bahasa Indonesia oleh Wahyudi et al (2020) salah satu contoh isi aitem seperti “Mampu bangkit
setelah mendapat kesulitan”. Cara mengisinya menggunakan skala likert yaitu angka 0 – 4
dengan rincian sebagai berikut angka “0” apabila pernyataan tersebut sangat tidak benar dengan
kondisi Anda, angka “1” apabila pernyataan tersebut hampir tidak benar dengan kondisi Anda,
angka “2” apabila pernyataan tersebut kadang-kadang benar dengan kondisi Anda, angka “3”
apabila pernyataan tersebut seringkali benar dengan kondisi Anda, angka “4” apabila
pernyataan tersebut hampir setiap kali benar dengan kondisi Anda. Nilai reliabilitas aitem pada
skala yang sudah diadaptasi ini adalah 0,92 dan dikategorikan bagus, dalam analisis skala model
Rasch, validitas juga disebut dengan undimensionalitas, nilai undimensionalitas pada skala
tersebut adalah 36,8% sehingga aitem terbilang valid dan dapat digunakan.
8

Stres dalam penelitian ini sebagai variabel terikat. Stres merupakan suatu reaksi tubuh baik itu
secara fisik ataupun psikis ketika individu kewalahan menghadapi suatu peristiwa yang
menuntut adaptasi, merugikan dan mengancam individu sehingga menyebabkan ketegangan,
kegelisahan dan frustasi jika tidak dapat diatasi. Untuk mengukur tingkat stres, peneliti
memakai alat ukur Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) yang dibuat oleh Lovibond dan
Lovibond (1995) dan sudah diadaptasi oleh Damanik (2006) menjadi Bahasa Indonesia. Skala
ini berisikan 42 aitem dan ada 3 subskala di dalamnya, yaitu subskala untuk mengukur
depression, anxiety dan juga stress, karena penelitian ini hanya mengukur stres, maka subskala
yang digunakan hanya aitem subskala yang mengukur stres saja. Subskala ini mengukur tingkat
susah rileks, gugup/gelisah, mudah sedih, mudah marah, dan yang terakhir tidak sabar.
Subskala stres memiliki jumlah aitem sebanyak 14 aitem. Aitem stres ada pada nomer 1, 6, 8,
11, 12, 14, 18, 22, 27, 29, 32, 33, 35, 39. Contoh aitem yang mengukur stres adalah “saya
merasa sulit untuk bersantai”. Penilaian skala ini menggunakan skala likert yaitu 0 – 3, dengan
keterangan sebagai berikut 0 : Tidak ada atau tidak pernah, 1 : Sesuai dengan yang dialami
sampai tingkat tertentu, atau kadang-kadang, 2 : Sering, 3 : Sangat sesuai dengan yang dialami,
atau hampir setiap saat. Nilai reliabilitas skala stres pada DASS-42 yang telah diadaptasi adalah
(α) 0,8806 hal ini menunjukkan bahwa alat ukur ini reliabel, sedangkan untuk validitasnya
menunjukkan nilai r>0,3 yang berarti item valid.

Prosedur dan Analisa data

Dalam penelitian ini peneliti membagi tahapan penelitian menjadi 3 tahap, yaitu tahap
persiapan, pelaksanaan, dan tahapan analisis. Tahapan persiapan yaitu peneliti mulai mencari
dan mempelajari teori-teori terkait variabel yang digunakan dalam penelitian, kemudian
mencari instrumen penelitian untuk variabel yang akan diteliti dengan menghubungi peneliti-
peneliti sebelumnya yang telah mengadaptasi skala asli menjadi skala Bahasa Indonesia lewat
email dan juga platform media sosial seperti Instagram. Alat ukur yang dicari untuk variabel
stres adalah DASS-42 yang telah diadaptasi, dan juga untuk variabel resiliensi menggunakan
alat ukur CD-RISC 25 yang telah diadaptasi menjadi Bahasa Indonesia juga, pada penelitian
kali ini peneliti mengadaptasi 2 alat ukur tersebut. Setelah mendapatkan alat ukur yang sesuai,
peneliti menyusun alat ukur variabel pada google form untuk disebarkan pada subjek.

Pada tahapan pelaksanaan skala yang sudah disusun pada google form disebarkan untuk diisi
oleh subjek, penggunaan google form ditujukan untuk mempermudah menjangkau subjek yang
terpisah jarak serta menghemat waktu penyebaran, penyebaran g-form melalui media sosial.
Agar subjek dalam penelitian ini sesuai dengan kriteria, syarat kriteria dituliskan pada halaman
awal g-form sehingga jika subjek tidak memenuhi kriteria tersebut maka subjek atau sampel
tidak dapat lanjut ke halaman berikutnya. Penyebaran g-form dimulai pada tanggal 16 Januari
2024 hingga 3 Maret 2024. Penyebaran g-form disebarkan secara pesan pribadi, mengirim
broadcast ke grup yang ada di platform IG, Twitter, Facebook serta mengirim pada komunitas
yang ada di grup facebook. Peneliti juga memfilter subjek penelitian, dari 144 responden, hanya
102 yang memenuhi persyaratan sebagai generasi sandwich dan dapat berpartisipasi sebagai
responden penelitian.

Tahapan terakhir adalah tahapan analisis, karena data yang diperoleh adalah angka dan
penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, maka peneliti menggunakan bantuan aplikasi
SPSS untuk menganalisis hasil yang sudah didapatkan. Tetapi sebelum menganalisis data,
peneliti memfilter ulang subjek yang telah mengisi data dengan cara mengeliminasi data subjek
9

yang tidak memenuhi kriteria sebagai generasi sandwich tetapi tetap mengisi kuesioner. Setelah
mengeliminasi dan subjek sudah memenuhi persyaratan kemudian dilakukan uji asumsi terlebih
dahulu yaitu uji normalitas dan linearitas, setelah melakukan uji asumsi dilanjutkan dengan uji
regresi linear sederhana.

HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian menjelaskan tahap akhir dari penelitian, yaitu analisis data. Dari keseluruhan
penelitian yang sudah dilakukan, data diolah dan dianalisis. Jumlah subjek yang mengikuti
penelitian ini sebanyak 102 orang yang merupakan generasi sandwich.

Tabel 2. Kategorisasi Tingkat Resiliensi dan Tingkat Stres

Variabel Kategori Frekuensi Persentase


Resiliensi Sangat Rendah 0 0%
Rendah 1 1%
Sedang 6 5,9%
Tinggi 36 35,3%
Sangat tinggi 59 57,8%
Stress Normal 72 70,6%
Mild 13 12,7%
Moderate 10 9,8%
Severe 7 6,9%
Very Severe 0 0%
Total 102 100%

Pada tabel 2 menunjukkan kategorisasi hipotetik dari 2 variabel penelitian yaitu resiliensi dan
stres pada 102 subjek. Kategorisasi dibagi menjadi 5 bagian pada semua variabel, variabel
resiliensi dibagi menjadi kategori sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, sangat tinggi, untuk
variabel stres dikategorikan menjadi normal, mild, moderate, severe, Extremely severe. Hasil
kategorisasi resiliensi menunujukkan bahwa sebanyak 1 subjek (1%) termasuk dalam
kategorisasi rendah, 6 subjek (5,9%) termasuk pada kategorisasi sedang, 36 subjek (35,3%)
termasuk pada kategori tinggi dan untuk kategori sangat tinggi terdapat 59 subjek (57,8%).
Untuk data kategorisasi pada variabel stres sebanyak 72 subjek (70,6%) masuk dalam kategori
normal, 13 subjek (12,7%) pada kategori mild, 10 subjek (9,8%) pada kategori moderate, 7
subjek (6,9%) pada kategori severe.

Tabel 3. Uji Regresi Linear Sederhana

Model R2 β F p Keterengan
Resiliensi → 0,286 -0,534 39,963 0,000 Signifikan
Stres

Berdasarkan hasil nilai uji linieritas, nilai signifikansi dari deviation from linearity adalah 0,865
> 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linear secara signifikan antara
variabel x yaitu resiliensi terhadap variabel y yaitu stres. Hasil dari skor kedua variabel
10

memenuhi nilai normalitas dengan nilai signifikansi 0,129 > 0,05 maka dapat disimpulkan
bahwa nilai residual berdistribusi normal.

Berdasarkan hasil uji signifikansi regresi linier sederhana yang dilakukan pada aplikasi SPSS,
pada tabel 3 terlihat bahwa nilai signifikansi regresi variabel X yaitu resiliensi untuk variabel
Y yaitu stres adalah sebesar 0,000. Pada tabel diatas menunjukan bahwa nilai β yaitu sebesar -
0,534 berarti variabel X berpengaruh negatif terhadap variabel Y. Berdasarkan R2 resiliensi
berpengaruh negatif sebanyak 28,6% terhadap stres.

DISKUSI

Hasil olah data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan pada variabel
resiliensi terhadap variabel stres pada generasi sandwich, hal ini menunjukkan bahwa hipotesis
penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh resiliensi terhadap stres dapat diterima.
Hal ini menunjukkan bahwa setiap pertambahan tingkat resiliensi pada individu maka terdapat
pengurangan tingkat stres pada individu tersebut, atau semakin tinggi tingkat resiliensi maka
semakin rendah tingkat stres individu. Penelitian ini membuktikan bahwa variabel resiliensi
berpengaruh negatif terhadap stres, variabel ini memiliki pengaruh sebesar 28,6% terhadap
stres. Sebanyak 71,4% faktor lain yang mempengaruhi stres tidak diteliti pada penelitian ini,
contohnya adalah self esteem dan juga dukungan sosial. Hal ini sesuai dengan penelitian yang
dilakukan oleh Hidayat et al (2021) yang menunjukkan bahwa 2 variabel tersebut yaitu self
esteem dan juga dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap tingkat stres pada mahasiswa.
Semakin tinggi self esteem dan dukungan sosial maka semakin bisa mereduksi stres individu.
Penelitian ini menjawab bahwa generasi sandwich mayoritas memiliki tingkat resiliensi yang
tinggi sehingga tingkat stres pada generasi sandwich rata-rata ada pada tingkat normal.
Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar generasi sandwich tidak mengalami stres,
tidak seperti penelitian – penelitian sebelumnya, hal ini disebabkan karena mayoritas generasi
sandwich yang ada di Indonesia khususnya memiliki kecenderungan tingkat resiliensi yang
tinggi. Jika dilihat dari tabel 2, dapat dilihat dari 102 responden hanya 1% generasi sandwich
yang memiliki tingkat resiliensi rendah dan 70,6% memiliki tingkat stres yang terbilang normal,
ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi resiliensi generasi sandwich khususnya di
Indonesia cukup baik, seperti faktor spiritualitas dan optimisme.

Menurut penelitian yang dilakukan Mayshinta (2022) menunjukkan bahwa spiritualitas


berdampak positif terhadap resiliensi seseorang, semakin tinggi spiritualitas maka semakin
tinggi pula resiliensi yang dimiliki seseorang. Pengaruh tingkat optimisme terhadap resiliensi
bisa dilihat dari penelitian yang telah dilakukan oleh Jannah (2021) penelitian ini menghasilkan
bahwa optimisme berpengaruh positif terhadap resiliensi. Jadi kedua faktor yang tidak diteliti
tersebut juga berperan mempengaruhi tingkat resiliensi individu.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Purwanto & Sahrah (2020)
bahwa resiliensi berpengaruh negatif terhadap tingkat stres seseorang, hasil penelitiannya
mengatakan jika seseorang mengalami tekanan dan tidak mengaktifkan resiliensinya, maka
stres pada individu tersebut tidak akan teratasi. Penelitian yang dilakukan oleh Purwanto &
Sahrah (2020) meneliti dampak resiliensi pada stres kerja pada polisi lalu lintas, yang dimana
dalam pekerjaannya dituntut untuk bekerja dibawah tekanan mengatur lalu lintas dan
merasakan langsung kemacetan, cuaca panas, polusi dan kebisingan. Menjadi generasi
sandwich merupakan sebuah tanggung jawab yang berat, memiliki beban untuk menafkahi 2
11

generasi atau lebih akan membuat generasi sandwich menjadi stres, beban ini tidak hanya
terbawa disaat bekerja saja tetapi juga terbawa kemanapun hingga tanggungjawab menjadi
generasi sandwich selesai sehingga generasi sandwich sangat rentan stres, tetapi jika generasi
sandwich memiliki tingkat resiliensi yang tinggi itu bisa menjadi faktor untuk mereduksi atau
mengantisipasi gejala stres.

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian dari Budiyati dan Oktavianto (2020) yang
meneliti hubungan resiliensi dan stres pada remaja usia 12 – 18 tahun pada masa pandemi
Covid-19 dengan jumlah responden sebanyak 136 responden. Dengan hasil terdapat hubungan
antara resiliensi dan stres, serta resiliensi berpengaruh negatif terhadap stres pada remaja.
Resiliensi ini berimplikasi pada perilaku adaptasi para remaja saat terjadi pandemi karena harus
merubah kebiasaannya, hal ini dapat menekan tingkat stres yang didapat remaja disaat
beradaptasi dengan kebiasaan dan lingkungan yang baru.

Resiliensi yang tinggi sangat penting bagi generasi sandwich untuk bertahan dari beban dan
tuntutan yang terus mereka terima. Resiliensi bisa diaplikasikan pada aspek kehidupan, seperti
pendidikan, kesehatan dan juga hubungan sosial. Pada Kesehatan resiliensi membantu individu
untuk dapat mengatasi gangguan mental seperti bangkit dari trauma, dalam hal pendidikan
resiliensi bisa membantu mahasiswa atau penuntut ilmu untuk bisa mengelola strategi koping,
dan optimisme para penuntut ilmu, dalam hal sosial atau kemasyarakatan resiliensi berperan
penting pada individu untuk bertahan hidup dalam sebuah komunitas, beradaptasi dengan
lingkungan untuk menciptakan lingkungan yang tangguh akan tekanan, tantangan dan
perkembangan lingkungan yang tak terhindarkan secara cepat maupun lambat (Zai, 2024).

Banyak cara untuk meningkatkan resiliensi, beberapa contoh cara meningkatkan resiliensi diri
adalah dengan mencari dukungan sosial, bersosialisasilah dengan teman, tetangga, atau
keluarga yang memberikan pengaruh positif, hal ini bisa meningkatkan resiliensi seseorang,
kemudian cara berikutnya bisa dengan meningkatkan self efficacy dengan cara selalu berpikir
positif untuk bisa bertahan dan melalui, menyelesaikan masalah yang ditemui (Ward et
al.,2021). Selain itu resiliensi juga akan bertambah kuat seiring dengan bertambahnya
pengalaman seorang individu dalam menangani suatu masalah (Zai, 2024).

Penelitian ini tentunya memiliki kekurangan dan keterbatasan, salah satu kekurangannya adalah
ketidakpahaman subjek tentang generasi sandwich, yang dimana beberapa subjek belum
memahami pengertian dari generasi sandwich itu sendiri, sehingga ada beberapa yang mengisi
kuesioner tetapi tidak memenuhi kriteria sebagai generasi sandwich. Selain itu keterbatasan
lainnya adalah dalam hal stres yaitu stres yang diteliti masih dalam lingkup stres umum belum
mengkerucut pada stres yang dimiliki oleh generasi sandwich.

SIMPULAN DAN IMPLIKASI

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian hipotesis yang diajukan oleh peneliti,
yaitu adanya pengaruh resiliensi terhadap stres pada generasi sandwich. penelitian
menunjukkan resiliensi berpengaruh negatif terhadap stres yang berarti semakin tinggi
resiliensi generasi sandwich maka tingkat stres generasi sandwich semakin rendah. Dengan
hasil tersebut maka hipotesis penelitian diterima.
Untuk implikasi penelitian ini, diharapkan kepada setiap individu khususnya generasi sandwich
untuk terus bisa mempertahankan resiliensinya sehingga bisa mereduksi tingkat stres. Resiliensi
12

bisa bermanfaat dimanapun dan kapanpun karena stres juga datang dari berbagai faktor. Selain
itu penelitian ini diharapkan dapat memperbanyak penelitian yang bertemakan generasi
sandwich, dan juga mempopulerkan istilah “generasi sandwich” agar tidak asing lagi di telinga
masyarakat.
Kepada peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambah variabel yang dapat mempengaruhi
stres pada generasi sandwich seperti contohnya dengan meneliti tingkat stres dengan melihat
jumlah anggota keluarga atau kerabat yang dinafkahi. Sangat banyak sisi yang menarik dan bisa
diteliti pada generasi sandwich sehingga diharapkan untuk peneliti selanjutnya bisa
mengembangkan lagi penelitian bertemakan generasi sandwich.
Saran untuk penelitian selanjutnya untuk menjelaskan terlebih dahulu pengertian generasi
sandwich atau menggunakan istilah yang lebih dimengerti untuk penyebaran kuesioner. Selain
itu untuk peneliti selanjutnya untuk mengerucutkan lagi pada jenis stres pada generasi
sandwich, bisa stres kerja, stres pengasuhan ataupun stres lainnya.
13

DAFTAR PUSTAKA

Budiyati, G. A., & Oktavianto, E. (2020). Stres dan resiliensi remaja di masa pandemi Covid-
19. Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan, 10(2), 102-109.
Burke, R. J. (2017). The sandwich generation: individual, family, organizational and societal
challenges and opportunities. The sandwich generation, 3-39.
Cohen, S., Kamarck, T., & Mermelstein, R. (1983). A global measure of perceived
stress. Journal of health and social behavior, 385-396.
Connor, K. M., & Davidson, J. R. (2003). Development of a new resilience scale: The Connor‐
Davidson resilience scale (CD‐RISC). Depression and anxiety, 18(2), 76-82.
Connor, K. M., Davidson, J. R., & Lee, L. C. (2003). Spirituality, resilience, and anger in
survivors of violent trauma: A community survey. Journal of traumatic stress, 16, 487-
494.
Damanik, E. D. (2006). Pengujian reliabilitas, validitas, analisis item dan pembuatan norma
Depression Anxiety Stress Scale (DASS): Berdasarkan penelitian pada kelompok
sampel Yogyakarta dan Bantul yang mengalami gempa bumi dan kelompok sampel
Jakarta dan sekitarnya yang tidak mengalami gempa bumi.
Gaol, N. T. L. (2016). Teori stres: stimulus, respons, dan transaksional. Buletin psikologi, 24(1),
1-11.
Hardani, H., Andriani, H., Ustiawaty, J., & Utami, E. F. (2020). Metode penelitian kualitatif &
kuantitatif.
Hidayat, E. I., Ramli, M., & Setiowati, A. J. (2021). Pengaruh self eficacy, self esteem,
dukungan sosial terhadap stres akademik mahasiswa tingkat akhir. Jurnal Pendidikan:
Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 6(4), 635-642.
Jang, S. J., Song, D., Baek, K., & Zippay, A. (2021). Double child and elder care responsibilities
and emotional exhaustion of an older sandwiched generation: The mediating effect of
self-care. International Social Work, 64(4), 611-624.
Jannah, M.R., (2021). Hubungan Optimisme Dengan Resiliensi Ibu Yang Bekerja Di Masa
Pandemi COVID-19. (Skripsi Sarjana, Universitas Mulawarman Samarinda).
[Link]
Jovanović, J.M., Lazaridis, K., & Stefanović, V.M. (2006). Theoretical Approaches To Problem
Of Occupational Stress. Acta Facultatis Medicae Naissensis, 23, 163-169.
Kar, N., Kar, B., & Kar, S. (2021). Stress and coping during COVID-19 pandemic: Result of
an online survey. Psychiatry research, 295, 113598.
Krisdamarjati, Y. A. (2022, 8 September). Generasi "Sandwich" Membayangi Semua
Tingkatan Ekonomi. Kompas. Diakses dari
[Link]
tingkatan-ekonomi.
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer publishing
company.
Lovibond, P. F., & Lovibond, S. H. (1995). The structure of negative emotional states:
Comparison of the Depression Anxiety Stress Scales (DASS) with the Beck Depression
and Anxiety Inventories. Behaviour research and therapy, 33(3), 335-343.
Luna, S., Rivera, F., & Ramos, P. (2021). Dual caregiving by grandmothers with older relatives:
Personal factors influencing health and stress. Journal of Health Psychology, 26(11),
1882-1900.
14

Mayshinta, A. (2022). Pengaruh Spiritualitas dan Jenis Kelamin Terhadap Resiliensi Pada
Masyarakat Relawan Indonesia Aksi Cepat Tanggap Studi Kasus Pada Cabang Bogor
Di Masa Pandemi COVID-19 (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Jakarta).
Miller, D. A. (1981). The ‘sandwich’generation: Adult children of the aging. Social
Work, 26(5), 419-423.
Missasi, V., & Izzati, I. D. C. (2019, November). Faktor–faktor yang mempengaruhi resiliensi.
In Prosiding Seminar Nasional Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (pp.
433-441).
Nuryasman, M. N., & Elizabeth, E. (2023). Generasi Sandwich: Penyebab Stres Dan
Pengaruhnya Terhadap Keputusan Keuangan. Jurnal Ekonomi, 28(1), 20-41.
Patterson, C. L. (2021). Feeling The Squeeze: The Association Between Multigeneration
Caregiving and Informal Caregivers’ Health.
Purwanto, A. B., & Sahrah, A. (2020). Resiliensi dan beban kerja terhadap stress kerja pada
polisi lalu lintas. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 9(3), 260-266.
Rahayu, E. W., & Djabbar, M. E. (2019). Peran resiliensi terhadap stres akademik siswa
sma. Naskah Prosiding Temilnas XI IPPI, September, 20-21.
Rari, F. P., Jamalludin, J., & Nurokhmah, P. (2022). Perbandingan tingkat kebahagiaan antara
generasi sandwich dan non-generasi sandwich. Jurnal Litbang Sukowati: Media
Penelitian Dan Pengembangan, 6(1), 1-13.
Riley, L. D., & Bowen, C. P. (2005). The sandwich generation: Challenges and coping
strategies of multigenerational families. The Family Journal, 13(1), 52-58.
Rizaty, M. A. (2023, 27 November). Hasil Survei Dampak Menjadi Generasi Sandwich bagi
Gen Z di Indonesia. [Link]. Diakses dari
[Link]
bagi-gen-z-di-indonesia.
Salmon, S. A., Parry, S. A., & Pattillo, M. L. (2017). The Sandwich Generation: Effects of
Caregiver Burden and Strategies for Assessment. Utah: Westminster College
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2011). Health psychology: Biopsychosocial interaction 7th
edition. Asia: John Wiley & Sons.
Septiani, T., & Fitria, N. (2016). Hubungan antara resiliensi dengan stres pada mahasiswa
sekolah tinggi kedinasan. Jurnal penelitian psikologi, 7(2), 59-76.
Sudarji, S., Panggabean, H., & Marta, R. F. (2022). Challenges of the sandwich generation:
stress and coping strategy of the multigenerational care. Indigenous: Jurnal Ilmiah
Psikologi, 7(3), 263-275.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : PT Alfabet.
Tampombebu, A. T. V., & Wijono, S. (2022). Resiliensi dan Stres Kerja pada Karyawan yang
Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(1),
145-152.
Ward, R. N., Brady, A. J., Jazdzewski, R., & Yalch, M. M. (2021). Stress, resilience, and
coping. In Emotion, well-being, and resilience (pp. 3-14). Apple Academic Press.
Willda, Tesa, et al. "Hubungan Resiliensi Diri terhadap Tingkat Stres pada Dokter Muda
Fakultas Kedokteran Universitas Riau." Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Riau, vol. 3, no. 1, 2 Feb. 2016, pp. 1-9
Wiyono, B. D. (2022). Pengaruh Stres Akademik dan Burnout terhadap Prestasi Belajar di Masa
Pembelajaran Daring di SMPN 1 Galis Pamekasan.
Wartono, T. (2017). Pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan. Jurnal Ilmiah Prodi
Manajemen Universitas Pamulang, 4(2), 41-55.
Yang, L., Zhao, Y., Wang, Y., Liu, L., Zhang, X., Li, B., & Cui, R. (2015). The effects of
psychological stress on depression. Current neuropharmacology, 13(4), 494-504.
15

Yu, X., & Zhang, J. (2007). Factor analysis and psychometric evaluation of the Connor-
Davidson Resilience Scale (CD-RISC) with Chinese people. Social Behavior and
Personality: an international journal, 35(1), 19-30.
Zai, E. C. (2024). Resiliensi Psikologis Menjadi Kuat Di Tengah Badai Kehidupan. Tugas
Mahasiswa Psikologi, 1(1).
16

LAMPIRAN
17

Lampiran 1. Blueprint skala


Skala Resiliensi
Nomer item
No Aspek Jumlah item
Favorable Unfavorable
Kompetensi personal,
24, 12, 11, 25,
1 standar tinggi, dan 8
10, 23, 17, 16
kegigihan
Keyakinan terhadap insting,
toleransi terhadap efek 20, 18, 15, 6, 7,
2 7
negatif, dan efek 19, 14
menguatkan dari stress
Penerimaan positif terhadap
3 perubahan dan hubungan 1, 4, 5, 2, 8 5
lekat dengan orang lain
4 Kontrol 23, 13, 21 3
5 Pengaruh spiritual 3,9 2

Skala Stres
Nomer item
No Aspek Jumlah item
Favorable Unfavorable
1 Susah rileks 3, 8, 10 3
2 Gugup/gelisah 5, 12 2
3 Mudah sedih 1, 9, 14 3
4 Mudah marah 2, 4, 7 3
5 Tidak sabar 6, 11, 13 3
18

Lampiran 2. Kuesioner Penelitian


19
20
21
22
23
24
25
26

Lampiran 3. Tabulasi Data

Resiliensi
No Responden X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. Total X
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
1 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 3 3 3 92
2 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 2 4 2 3 4 3 85
3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 82
4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 96
5 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 1 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 81
6 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 86
7 2 1 3 3 1 2 2 2 2 3 1 2 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 2 3 2 55
8 3 4 4 3 2 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 2 4 3 1 4 4 86
9 3 4 2 0 3 2 3 4 2 4 2 3 3 2 1 3 2 3 4 2 3 0 1 4 2 62
10 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 0 2 3 2 2 2 2 4 1 3 2 2 3 0 1 60
11 3 3 2 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 4 3 3 3 3 75
12 3 3 3 1 2 0 2 3 3 2 3 4 2 2 3 2 1 2 3 3 4 2 2 4 3 62
13 3 3 3 3 4 4 2 4 4 4 4 2 4 2 3 4 3 4 2 4 4 3 4 3 4 84
14 3 4 2 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 3 4 4 3 4 4 87
15 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 94
16 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 2 1 2 2 1 1 1 2 2 2 3 3 55
17 3 3 3 2 3 2 2 2 4 4 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 2 3 3 63
18 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 58
19 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 75
20 3 3 4 2 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 88
21 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 1 1 2 1 3 3 2 2 2 60
22 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 69
23 3 3 3 2 3 2 3 3 2 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 73
24 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 79
27

Resiliensi
No Responden X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. Total X
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
25 3 4 3 2 3 3 3 2 3 2 2 1 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 2 65
26 3 3 3 1 3 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 4 2 3 4 62
27 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 2 3 3 3 3 3 72
28 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 4 3 3 2 80
29 2 4 3 2 3 3 3 3 2 2 4 2 2 2 1 2 1 1 2 2 2 2 2 2 3 57
30 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 1 1 2 0 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 39
31 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 84
32 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 79
33 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 89
34 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 74
35 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 86
36 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 2 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 88
37 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 65
38 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 1 4 4 0 4 4 4 4 4 4 4 92
39 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 77
40 3 4 4 2 4 2 3 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 2 4 4 71
41 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 96
42 4 4 4 2 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 1 1 4 3 4 4 4 4 86
43 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 76
44 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 75
45 4 4 4 0 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 86
46 3 3 4 2 3 2 3 3 2 4 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 3 4 1 72
47 3 3 4 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 68
48 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 99
49 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 82
50 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 89
28

Resiliensi
No Responden X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. Total X
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
51 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 85
52 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 2 3 2 3 4 3 4 4 82
53 2 3 4 3 4 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 1 1 3 2 3 4 4 65
54 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 2 3 3 3 4 4 77
55 2 3 4 3 4 3 1 3 3 3 2 1 2 3 3 3 2 2 4 3 3 3 2 4 1 67
56 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 87
57 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 97
58 3 4 4 3 3 3 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 90
59 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 78
60 4 4 4 3 4 0 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 0 4 2 4 4 4 4 4 88
61 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 4 4 2 3 3 3 3 4 4 4 80
62 4 3 4 3 4 0 4 4 0 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 87
63 3 2 4 2 4 2 3 4 2 4 3 3 4 4 2 4 4 2 2 1 3 3 4 3 4 76
64 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 91
65 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 95
66 4 3 3 3 4 2 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 1 2 4 0 78
67 4 4 4 3 1 4 2 3 4 3 4 4 1 0 1 0 2 3 1 4 3 2 4 4 4 69
68 4 3 4 2 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 85
69 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 97
70 3 4 3 2 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 2 3 4 3 4 3 2 80
71 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 100
72 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 3 4 3 4 4 85
73 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 98
74 2 4 4 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 72
75 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 89
76 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 89
29

Resiliensi
No Responden X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. X. Total X
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
77 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 100
78 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 98
79 3 3 4 4 3 2 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 90
80 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 94
81 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 84
82 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 96
83 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 99
84 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 82
85 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 96
86 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 92
87 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 97
88 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 2 3 3 78
89 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 4 4 2 3 3 3 88
90 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 4 4 2 3 3 3 88
91 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 76
92 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 2 3 4 3 2 3 3 3 3 4 3 76
93 2 2 4 4 3 2 1 2 4 4 4 2 2 2 4 2 4 3 2 4 4 4 4 4 4 77
94 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 2 2 3 3 4 4 3 3 4 2 2 4 78
95 3 4 4 3 4 2 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 87
96 3 4 3 4 4 2 4 4 3 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 92
97 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 98
98 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 96
99 4 4 4 4 4 1 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 92
100 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 91
101 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 4 4 82
102 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 93
30

Stres
No Responden Total
Y.1 Y.2 Y.3 Y.4 Y.5 Y.6 Y.7 Y.8 Y.9 Y.10 Y.11 Y.12 Y.13 Y.14
1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 6
2 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 4
3 1 0 0 0 0 2 1 1 2 2 2 1 1 1 14
4 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 7
5 2 2 2 2 2 1 1 1 2 2 2 2 2 2 25
6 2 2 2 2 0 3 3 1 2 2 1 0 3 0 23
7 1 1 2 1 1 1 1 0 1 2 1 1 0 0 13
8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
9 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 7
10 3 2 1 3 2 0 1 1 3 2 3 3 2 3 29
11 1 2 2 1 2 1 1 1 2 1 1 2 1 1 19
12 3 2 1 3 3 2 3 2 3 2 2 1 2 1 30
13 1 3 1 1 3 2 1 1 1 2 1 1 2 1 21
14 1 0 1 0 2 0 1 0 0 2 1 0 1 0 9
15 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 2
16 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 1 2 1 32
17 0 1 2 1 2 1 1 1 0 1 1 0 0 1 12
18 1 1 1 2 1 1 2 2 2 1 2 1 2 2 21
19 2 1 0 1 1 1 2 1 1 2 1 0 1 1 15
20 2 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 9
21 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 2 0 7
22 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 3
23 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
24 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 2
25 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 17
26 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 24
27 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 6
28 1 1 1 1 0 2 1 1 1 1 1 0 3 1 15
29 1 0 1 0 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13
30 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 16
31 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 15
32 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 5
33 2 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 3
34 2 1 1 2 1 1 2 0 1 0 0 0 0 1 12
35 3 2 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 10
36 1 0 2 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 9
37 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 11
38 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 2
39 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
40 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 5
41 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
42 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 5
43 1 1 1 1 0 1 2 1 1 1 1 1 0 1 13
31

Stres
No Responden Total
Y.1 Y.2 Y.3 Y.4 Y.5 Y.6 Y.7 Y.8 Y.9 Y.10 Y.11 Y.12 Y.13 Y.14
44 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
45 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 4
46 2 3 2 3 1 3 2 2 3 3 2 2 3 1 32
47 1 1 1 1 2 1 2 2 1 1 2 2 2 1 20
48 0 0 1 0 0 2 2 1 0 0 1 0 0 0 7
49 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 16
50 0 2 1 0 3 2 0 0 0 2 0 0 0 0 10
51 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 4
52 1 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 17
53 1 0 0 1 1 2 2 0 1 3 1 1 0 2 15
54 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13
55 1 1 2 2 2 2 0 2 1 2 2 1 3 2 23
56 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
57 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
58 2 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 4
59 2 2 3 2 3 2 2 2 1 2 1 1 1 1 25
60 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
61 1 1 1 1 1 2 1 3 1 1 1 1 2 1 18
62 3 1 0 1 0 2 2 0 1 0 0 0 2 0 12
63 2 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 5
64 0 0 0 1 0 1 0 2 0 0 0 2 0 1 7
65 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 3
66 2 2 0 0 1 2 1 1 1 1 1 0 1 0 13
67 3 0 0 3 0 3 3 0 3 2 3 2 2 3 27
68 2 2 1 1 1 2 1 1 2 1 1 0 1 0 16
69 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 4
70 1 2 1 3 1 2 0 1 1 0 0 1 1 0 14
71 1 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4
72 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 5
73 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 10
74 3 3 2 3 3 2 1 2 1 3 2 3 2 3 33
75 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
76 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 2 0 1 0 10
77 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
78 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3
79 1 0 1 1 2 3 1 1 1 2 2 2 2 1 20
80 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 10
81 0 0 2 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 9
82 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
83 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
84 1 2 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 10
85 1 2 2 1 1 2 0 1 1 1 1 1 1 1 16
86 1 3 1 1 3 2 1 0 1 1 2 0 2 0 18
32

Stres
No Responden Total
Y.1 Y.2 Y.3 Y.4 Y.5 Y.6 Y.7 Y.8 Y.9 Y.10 Y.11 Y.12 Y.13 Y.14
87 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
88 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 11
89 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 7
90 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 7
91 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 10
92 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 11
93 2 1 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 2 2 33
94 1 1 0 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 0 15
95 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 2
96 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 2
97 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1
98 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 3
99 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
100 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
101 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 3
102 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1
33

Lampiran 4. Uji Linearitas Data

ANOVA Table
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
stress * Resiliensi Between Groups (Combined) 3902.980 39 100.076 1.610 .046
Linearity 2214.616 1 2214.616 35.633 .000
Deviation from Linearity 1688.364 38 44.431 .715 .865
Within Groups 3853.333 62 62.151
Total 7756.314 101
34

Lampiran 5. Uji Normalitas Data

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized
Residual
N 102
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 7.40731360
Most Extreme Differences Absolute .078
Positive .078
Negative -.060
Test Statistic .078
Asymp. Sig. (2-tailed) .129c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
35

Lampiran 6. Uji Regresi Linear Sederhana

Variables Entered/Removeda
Variables Variables
Model Entered Removed Method
1 resiliensib . Enter
a. Dependent Variable: stress
b. All requested variables entered.

Model Summary
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate
1 .534a .286 .278 7.44426
a. Predictors: (Constant), resiliensi

ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 2214.616 1 2214.616 39.963 .000b
Residual 5541.698 100 55.417
Total 7756.314 101
a. Dependent Variable: stress
b. Predictors: (Constant), resiliensi

Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 41.442 4.967 8.344 .000
resiliensi -.381 .060 -.534 -6.322 .000
a. Dependent Variable: stress
36

Lampiran 7. Hasil Verifikasi Analisis Data


LABORATORIUM FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang 65144 Telp. 0341-464318

SURAT KETERANGAN
No: E.6.a/292/Lab-Psi/UMM/III/2024

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang bertanda tangan dibawah ini Tim Divisi Psikometri Laboratorium Fakultas Psikologi
Universitas Muhammadiyah Malang, menerangkan dengan sesungguhnya bahwa mahasiswa
tersebut dibawah ini:

Nama : Dava Satrya Buana


NIM : 202010230311527
Dosen Pembimbing : 1) Alifah Nabilah Masturah, [Link]., M.A
2)

Yang bersangkutan telah melakukan :

1. Verifikasi Analisa Data.


Hasil: Lulus /Perbaikan

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Malang, 25 Maret 2024


Petugas Cek

Navy Tri Indah Sari, [Link]


37

Lampiran 8. Hasil Uji Plagiasi


LABORATORIUM FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang 65144 Telp. 0341-464318

SURAT KETERANGAN
No: E.6.a/356/Lab-Psi/UMM/IV/2024

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang bertanda tangan dibawah ini Tim Divisi Psikometri Laboratorium Fakultas Psikologi
Universitas Muhammadiyah Malang, menerangkan dengan sesungguhnya bahwa mahasiswa
tersebut dibawah ini:

Nama : Dava Satrya Buana


NIM : 202010230311527
Dosen Pembimbing : 1) Alifah Nabilah Masturah, [Link]., M.A
2)

Yang bersangkutan telah melakukan :

1. Cek Plagiasi
Hasil: Lulus/Perbaikan
Dengan keterangan sebagai berikut:

Batas Hasil
No Judul Skripsi
Maksimal
1 Pengaruh Resiliensi terhadap Stres pada
25% 4%
Generasi Sandwich

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Malang, 29 April 2024


Petugas Cek

Navy Tri Indah Sari, [Link]

Anda mungkin juga menyukai