0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan8 halaman

Pengalaman Berharga di Komunitas dan Mengajar

Dokumen ini berisi pengalaman penulis dalam berpartisipasi dalam komunitas dan mengajar di sekolah, serta tantangan yang dihadapi saat menyelesaikan tugas kuliah dan mengajar. Penulis belajar banyak tentang kerja sama, pengorganisasian kelas, dan metode pembelajaran yang efektif. Melalui pengalaman ini, penulis juga mengembangkan diri dan mendapatkan respon positif dari masyarakat dan peserta didik.

Diunggah oleh

yasinkurnia6
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan8 halaman

Pengalaman Berharga di Komunitas dan Mengajar

Dokumen ini berisi pengalaman penulis dalam berpartisipasi dalam komunitas dan mengajar di sekolah, serta tantangan yang dihadapi saat menyelesaikan tugas kuliah dan mengajar. Penulis belajar banyak tentang kerja sama, pengorganisasian kelas, dan metode pembelajaran yang efektif. Melalui pengalaman ini, penulis juga mengembangkan diri dan mendapatkan respon positif dari masyarakat dan peserta didik.

Diunggah oleh

yasinkurnia6
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A1.

Ada satu pengalaman yang mungkin berkesan bagi saya yaitu ketika di tahun 2024, Ketika saya masih
kuliah dan ikut serta dalam sebuah komunitas. Komunitas ini dibuat dengan ruang lingkup yang hanya
berbatas di kampung saya sendiri. Saya mengambil peran aktif di dalam komunitas ini karena dampak
yang mungkin akan di timbulkan setelah dibentuknya komunitas ini. Dan benar, dampak yang
ditimbulkannya Adalah respon positif dari Masyarakat itu sendiri, banyak yang merasa tertolong
setelah komunitas ini dibentuk. Saya pun banyak belajar Ketika ikut serta dalam komunitas ini, dari
bagaimana caranya bekerja sama, bagaimana memiliki sikap tolong – menolong serta sikap peduli
dalam komunitas tersebut.

A2
Yang mendorong saya ikut terlibat Adalah keinginan diri saya sendiri, dan dampak yang mungkin
akan ditimbulkan setelah komunitas itu dibentuk. tidak hanya itu, ketika kita berada dalam sebuah
komunitas, kita juga bisa berkembang di tengah - tengah masyarakat. selain itu, di dalam komunitas
akan terdapat keseruan atau hal yang menjadi daya tarik sendiri bagi yang ingin terlibat di dalamnya.
saya sendiri merasakannya, dari awal nya hanya berkumpul, kemudian melakukan sebuah kegiatan
yang memang disukai dan bermanfaat kepada diri sendiri. selain itu tentunya bermanfaat juga bagi
masyarakat sekitar, sehingga hal itu menjadi pemicu bagi saya untuk ikut terlibat dalam komunitas di
sebuah masyarakat
A3
Yang saya lakukan yaitu bercermin pada pengalaman pengalaman yang saya lalui maupun komunitas
itu sendiri. Tidak hanya itu, tentunya saya akan memberikan dampak yang positif bagi komunitas
saya, baik itu menyalurkan pendapat, menyalurkan tenaga ataupun memberikan waktu yang saya
punya untuk memberikan dampak yang nyata. sehingga ketika saya dan komunitas merefleksikan
langkah yang harus di lakukan, tentunya sebelum itu kita lihat dampak yang ditimbulkan, apa
pencegahannya, gimana baiknya, apa yang harus di evaluasi, kemudian melakukan perbaikan secara
bertahap agar menimbulkan efek positif. hasil yang di dapat setelah melakukan itu adalah dampak
yang di timbulkan tentunya semakin baik dari pengalaman sebelumnya.
A4
Hasil yang di dapat selama berada dalam komunitas yaitu Diantaranya, respon positif masyarakat,
mendapat pengalaman, membangun rasa kerja sama, tolong menolong dan kepedulian. Jadi belajar
tidak hanya di sekolah, di Masyarakat pun kita bisa belajar banyak hal. tidak hanya itu, dalam sebuah
komunitas tentu tidak semuanya berhasil, namun disitulah bagaimana cara kita membenahi diri
maupun komunitas yang kita ikuti dapat tumbuh menjadi lebih baik
B1

Pengalaman saya keluar dari zona nyaman yaitu ketika apa yang saya dapat dari perkuliahan saya
berbeda jauh ketika saya mengajar di SD.
Ketika di perkuliahan pada mata kuliah mengajar, saya lebih berfokus mempelajari materi karna saya
tau ketika itu yang jadi peserta didik saya ketika saya simulasi mengajar adalah teman sekelas saya
kuliah, yang umurnya dewasa dan berfikir dewasa juga
Dan saya juga nyaman ketika mengajar seperti itu.
Tapi ketika saya ke lapangan atau ke sekolah itu sangat jauh berbeda, pemahaman materi itu nomer 2,
sedangkan untuk yang nomer 1 itu yaitu penguasaan kelas atau pengorganisasian kelas oleh guru
tersebut.
Karna mau se hebat apapun guru menjelaskan materi kalau peserta didiknya main sama temannya,
berbicara atau apapun yang membuat peserta didik tidak bisa fokus ke guru, itu menjadi sebuah
pembelajaran yang tidak masuk ke peserta didik tersebut. Jadi, saya berfikir untuk keluar dari zona
nyaman saya yang saya alami di perkuliahan

B2

Untuk mengidentifikasi area yang perlu dikembangkan, tentunya setelah melakukan refleksi pada
kegiatan yang telah dilakukan. Kemudian menggunakan umpan balik untuk mengevaluasi dan
meningkatkan proses pembelajaran selanjutnya, baik dalam hal penggunaan model, strategi, metode
dan kebutuhan peserta didik. Tidak hanya pada siswa maupun penggunaan model, saya juga perlu
mengembangkan diri saya sendiri ddan menyesesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Dalam
mengembangkan diri saya, ada banyak factor yang harus di kembangkan. Contohnya dalam
pengembangan materi yang akan di ajarkan, dalam menjelaskan materi saya harus mengaitkan materi
dengan kehidupan sehari – hari peserta didik, supaya materi yang di sampaikan mudah diingat oleh
peserta didik. Contoh lainnya dalam penggunaan metode pembelajaran, Ketika saya menggunakan
metode ceramah kepada peserta didik, ternyata banyak yang tidak paham dan tidak ingat tentang apa
yang saya bahas. Tetapi Ketika saya menggunakan beberapa macam metode seperti metode tanya
jawab dan metode eksperimen, yang mana membuat peserta didik dan saya semangat dalam proses
pembelajaran

B3

Hal hal yang saya lakukan adalah menerapkan aturan kepada peserta didik. Contoh pengaplikasiannya
yaitu ketika seorang guru ini sedang menjelaskan materi, maka peserta didik wajib mendengarkan.
Dan ketika guru sudah selesai menjelaskan, maka peserta didik boleh bertanya maupun berbicara
mengenai materi yg di bahas. Dan di tengah - tengah itu guru juga bisa melakukan tanya jawab. Tapi
jika ada yang melanggar, maka peserta didik yang melanggar tersebut harus menjelaskan kembali
materi yang telah di bahas guru. Contoh lainnya yaitu ketika pertemuan pertama tatap muka, guru
membuat kesepakatan dengan peserta didik, kesepakatan berupa peraturan di dalam kelas. Peraturan
ini demi kelancaran proses Pembelajaran.
B4

Dengan belajar, saya bisa mengembangkan diri saya sebagai calon guru agar menjadi lebih baik
Dalam hal belajar mengenai materi, belajar memahami sifat peserta didik, hobi peserta didik. Bahkan
guru pun bisa belajar dari peserta didik, karna belajar bukan hanya di dapat dari guru, tapi dari semua
kalangan, baik itu masyarakat, peserta didik maupun yang lain.
Proses belajar tentu berdampak ke pembelajaran itu sendiri, karena dalam pembelajaran ada yang
namanya model, strategi, metode dan lain lain.
Apabila seorang guru melakukan metode ceramah, dan ternyata kurang berhasil. Maka coba gunakan
metode yang lain, misalnya metode tanya jawab atau metode yang lain. Sehingga pembelajaran dapat
berjalan sesuai dengan semestinya. Oleh karena itu proses belajar sangat berdampak bagi
pembelajaran itu sendiri.
C1

Situasi tersulit saya adalah ketika untuk pertama kalinya saya praktek mengajar di kampus pada
semester 4, dan saya juga yang paling pertama praktek di antara teman teman sekelas saya. Perasaan
saya udah cemas, takut dan grogi, walaupun sudah di jelaskan oleh dosen saya tentang bagaimana
cara mengajar di depan kelas, saya juga udah hafalin materi yang akan dibahas, menggunakan media
demi membantu praktek mengajar. Tapi ketika hari praktek itu tiba, saya grogi, tiba – tiba lupa apa
yang akan disampaikan, lupa juga tentang langkah – langkah kegiatan yang akan dilakukan. Itu terjadi
sekitar 20 menitan sampai grogi saya hilang, kemudian karena takut salah langkah. Akhirnya saya
praktek mengajar sambil sesekali melihat modul ajar

C2

Langkah konkrit yang saya lakukan yaitu dengan mencoba untuk tetap tenang, kemudian mengingat
Kembali apa saja yang harus dilakukan. Tapi karena masih ada sedikit rasa grogi, dosen saya
memberikan 2 pilihan yaitu praktek tanpa melihat modul dan praktek sambil melihat modul. Tentunya
kalau saya melihat modul, itu menjadi poin minus bagi saya, namun akhirnya saya memutuskan untuk
melihat modul ajar yang sudah saya buat. Dan setelah itu saya mengingat pelan – pelan apa saja yang
sudah saya pelajari sebelum praktek sesuai dengan Langkah – Langkah kegiatan yang ada pada modul
ajar. Banyak yang terlibat dalam menyelesaikan situasi ini, yang pertama dosen saya, kemudian saya
sendiri dan teman – teman saya.

C3

Banyak yg di peroleh dari proses tersebut contohnya saja


1. meningkatkan public speaking,
2. Cara membuat media pembelajaran
3. Pemahaman mengenai materi
4. Cara menggunakan metode yang cocok dengan materi
5. Cara membuat bahan ajar seperti modul ajar
6. Rasa terima kasih saya ke teman - teman sekelas saya, yang mana tidak ada satupun yang
menertawakan saya ketika gagal
D1.

Ketika saya dan teman teman mengikuti kegiatan bazar makanan di kampus. Pada saat itu, kami satu
kelompok terdiri dari 7 anggota termasuk saya. Terjadinya beberapa perbedaan - perbedaan pendapat.
Yang pertama, Pada saat memikirkan makanan apa yang di sajikan pada saat bazar tersebut. Pada
waktu itu saya menyarankan agar makanan yang di sajikan itu murah, tapi ada temen saya yang tidak
mau karna dia lebih memilih makanan kekinian daripada makanan yang murah, tak hanya sampai
disitu, terjadi lagi perbedaan pendapat ketika makanan sudah di tentukan, yaitu pada masalah
keuangan karena ada beberapa temen saya yang kurang mampu, jadi berbeda pendapat lagi mengingat
kondisi teman teman yang lain Ketika makanannya sudah di tentukan, temen saya ada yg tidak mau,
karna menurut dia terlalu banyak mengeluarkan modaĺ sedangkan dia kurang mampu. Pada akhirnya
kami semua memilih makanan yang murah untuk di sajikan Yang kedua, Siapa saja yang akan
membawa alat - alat memasak, karna ada beberapa teman yang tidak mau repot bawa alat untuk
memasak Yang ketiga, tempat atau di rumah siapa kami memasak makanan tersebut. Karna bazar
makanan saat itu mulainya jam 8 pagi sedangkan kami yang 7 orang ini rumahnya berjauh - jauh an

D2

Langkah - langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan dan memastikan sesuai dengan kebutuhan
semua pihak yaitu Yang pertama, melakukan musyawarah karna ada perbedaan pendapat antara yg
satu dengan yang lain. Yang kedua, Menyesesuaikan kondisi jarak rumah antar sesama anggota. Yang
ketiga, menyesesuaikan kondisi keuangan kelompok, agar tidak memberatkan 1 pihak, maupun lebih.
Yang keempat, menjunjung tinggi kerja sama agar apa yang menjadi tujuan segera tercapai dan yang
paling penting ketika terjadi perbedaan baik itu pendapat maupun kondisi yang terjadi, saya dan
teman - teman yang lain tidak akan membeda - bedakan hal tersebut, justru dengan banyaknya
perbedaan, kami senang karna dengan banyaknya pendapat artinya banyak pemikiran yang ingin
membuat kelompok kami maju.
D3

Karena makanan yang kami sajikan itu makanan yang murah, dan bisa di beli oleh semua mahasiwa.
Alhasil makanan kamilah yang paling cepat habis. Pada waktu itu kami hanya membuat sekitar 50 pcs
saja, dengan harga 1 pcs nya itu Rp. 5.000 . Terkait respon teman - teman kelompok saya, mereka
senang karena tidak di sangka - sangka makanan kami yang paling cepat habisnya. karna itu, kami
mendapat peringkat di bazar sebagai kelompok yang jualannya cepat habis, itu menjadi suatu
kebanggaan bagi kami. karna ternyata dampak yang di timbulkan dari kerja sama kelompok ini tidak
hanya di akhir, dari awal dampaknya sudah terlihat seperti mampu bekerja sama dengan baik dan
saling tolong menolong dalam hal pekerjaan
E1

Pada saat saya menjadi guru sementara kelas 6 di sebuah sekolah negeri di kecamatan sungai limau,
saya mendapatkan satu orang peserta didik yang belum bisa membaca padahal peserta didik ini sudah
kelas 6. Ketika saya tau ada peserta didik bahkan belum hafal huruf alfabet, saya melakukan beberapa
langkah. Yang pertama, memberikan media huruf alfabet ke peserta didik tersebut. Yang kedua, ketika
pembelajaran dimulai, semua peserta didik termasuk saya menyanyikan nyanyian berupa huruf alfabet
setiap hari sampai 1 bulan lamanya. Yang ketiga, ketika peserta didik ini sudah hafal huruf alfabet,
saya melakukan pembelaran individu ke peserta didik tersebut dengan cara, sebelum pembelajaran,
peserta didik ini mengeja satu demi satu kata dengan di beri bantuan oleh teman temannya dan saya
sendiri

E2

Pada saat itu, saya masih baru bagi para peserta didik tersebut. Sehingga peserta didik di kelas ini
sangat antusias dan semangat karna tau dapat guru baru. Singkat cerita, Ketika saya masuk kelas
kemudian memperkenalkan diri dan bertanya apakah ada yang mau bertanya. Nah di situ mereka
antusias bertanya, baik menanyakan umur, tempat tinggal bahkan ada yang bertanya hal – hal acak
lainnya. Situasi maupun hubungan yang terbangun saat itu adalah tumbuhnya keakraban saya dengan
para peserta didik ini, karna semangat mereka dan antusiasme mereka, saya sebagai guru disitu juga
senang sekali melihat saya disenangi oleh peserta didik yang akan saya ajari.

E3

Strategi yang saya lakukan adalah melakukan pembelajaran menggunakan media konkret sehingga
peserta didik tersebut antusias ketika saya mengajar. Tidak hanya itu, penggunaan model, metode
maupun ice breaking juga sangat mempengaruhi gaya belajar peserta didik. Dan masih ada cara agar
memenuhi kebutuhan serta perkembangan mereka, yaitu yang pertama Hubungan timbal balik antara
orang tua dengan guru, karena peserta didik belajar bukan hanya di sekolah saja, tapi dilanjutkan
dengan belajar kembali di rumah dengan bimbingan orang [Link] kedua, Mengulangi pembelajaran
yang telah dilakukan, dengan mengulangi pembelajaran di rumah, peserta didik tentunya tidak akan
mudah lupa mengenai pembelajaran yang telah dilakukannya di rumah. Oleh sebab itu, pentingnya
peran orangtua dalam mengembangkan kemampuan anaknya sehingga nantinya ketika anak
mengalami masalah ketika belajar, orangtua bisa konsultasi dengan guru terkait masalah itu. itulah
kenapa hubungan timbal balik antara orang tua dan guru itu penting. karena Kalau hanya belajar di
sekolah saja, tentunya tidak akan efektif pada peserta didik tersebut.
E4

Perubahan yang di dapat peserta didik ini adalah bisa membaca walaupun masih terbata - bata per
kalimatnya. Banyak juga perubahan bagi peserta didik lain mulai dari sikap sampai ke gaya belajarnya
dan perubahan yang saya pelajari adalah kesabaran, karna belajar tidak semudah itu. Butuh waktu
sebentar maupun butuh waktu yang lama
F1
Di tahun 2024, Saya di hadapkan dengan 2 tugas yaitu Menyelesaikan proposal penelitian sambil
mengajar di sebuah sekolah
Ceritanya berawal ketika saya kuliah di semester 7, di sini saya kuliahnya masuk siang, jadwalnya
dari jam 1 siang sampai jam 5 sore. Kemudian, Ada tawaran buat ngajar di SDN 10 sungai limau,
menggantikan guru sementara selama 3 bulan, karna gurunya cuti melahirkan
Di mulai pada bulan september sampai bulan november. Disitu saya berfikir bisa ambil tawaran itu
karna penyelesaian proposal penelitian itu di bulan desember. Jadi saya pikir, bisa ambil tawaran itu.
Setelah ngajar di situ selama 2 bulan. Dapatlah informasi dari kampus bahwa penyelesaian proposal
itu akhir bulan november.
Situasi saya pada saat itu bingung, panik dan takut, karena dihadapkan sama 2 tugas. Yang pertama,
harus menyelesaikan proposal penelitan secepatnya. Yang kedua, harus mempelajari materi yang akan
di jelaskan ke peserta didik

F2

Dalam mengatur waktunya, saya lakukan pada malam hari. Yaitu dari jam 8 sampai jam 10 untuk
menyelesaikan proposal penelitian dan jam 10 sampi jam 11 untuk mempelajari materi yang akan
diajarkan ke peserta didik besok dan itu dilakukan selama 4 hari yaitu dari hari senin sampai dengan
hari kamis. Selanjutnya pada hari jumat dan sabtu, malamnya saya fokus mempelajari materi yang
akan di diajarkan besok. Kemudian setelah pulang sekolah, saya lanjutkan Kembali proposal
penelitian saya karna saya kuliah hanya 4 hari dari senin sampai kamis.

F3

Sumber daya yang saya butuhkan adalah tenaga dan waktu. Itu lah juga yang menjadi penghambat
saya, karena waktu itu saya juga harus kuliah, menyelesaikan proposal dan mengajar. Harus bolak
balik dari Rumah ke sekolah, sekolah ke kampus, dan dari kampus ke rumah. ada juga beberapa
hambatan yang lain berupa tugas tugas kuliah yang lumayan banyak, sehingga ketika ada lumayan
banyak tugas dari kampus, saya harus membagi waktu lagi agar tidak kerepotan nantinya, Ada juga
Cara saya mengatasi hambatan itu adalah menjaga waktu istirahat karna terkait dengan tenaga yang
saya keluarkan dan membagi waktu yang saya perlukan selama menyelesaikan tugas tersebut
F4
Alhamdulillah hasil yang saya dapat lumayan baik. Saya menyelesaikan proposal penelitian nya
dengan hasil yang baik. kemudian, saya juga mendapat pengalaman mengajar selama 3 bulan di SD
tersebut setelah waktu pergantian sementaranya sudah selesai.
Memang bukan hasil yang paling baik, tapi saya mendapat banyak sekali pelajaran dari tugas - tugas
ini.

Anda mungkin juga menyukai