Technical Analysis 101
1. Introduction
A. What is Technical Analysis ?
Dalam membaca pasar, baik itu pasar saham, forex, atau aset lainnya, terdapat dua pendekatan
utama yang digunakan untuk menganalisis pergerakan harga dan membuat keputusan investasi:
Fundamental Analysis dan Technical Analysis.
1. Fundamental Analysis (Analisis Fundamental)
Analisis fundamental adalah metode evaluasi yang menilai nilai intrinsik suatu aset berdasarkan
faktor ekonomi, keuangan, dan faktor lain yang mempengaruhi bisnis atau aset tersebut.
- Fokus utama :
Kinerja keuangan perusahaan : Laporan laba rugi, neraca, arus kas.
Kondisi ekonomi makro : Inflasi, suku bunga, pertumbuhan ekonomi.
Kinerja industri/sektor : Tren industri, regulasi, persaingan.
Manajemen dan strategi perusahaan : Tata kelola perusahaan, visi dan misi, kepemimpinan.
Dividen dan prospek pertumbuhan : Kebijakan dividen dan proyeksi pertumbuhan perusahaan.
- Contoh penggunaan :
Investor yang menggunakan analisis fundamental biasanya mencari saham yang undervalued
(harga pasar lebih rendah dari nilai intrinsik) untuk investasi jangka panjang.
Misalnya, seorang investor melihat laporan keuangan Apple dan melihat bahwa laba bersih serta
pertumbuhan pendapatan meningkat, sehingga mereka yakin harga sahamnya akan naik dalam
jangka panjang.
2. Technical Analysis (Analisis Teknikal)
Analisis teknikal adalah metode evaluasi harga aset berdasarkan data historis harga dan volume
perdagangan tanpa memperhatikan nilai intrinsiknya.
- Fokus utama :
Pergerakan harga dan pola grafik : Candlestick, trendline, support & resistance.
Indikator teknikal : Moving averages, RSI (Relative Strength Index), MACD (Moving Average
Convergence Divergence), Bollinger Bands.
Volume perdagangan : Melihat aktivitas transaksi sebagai indicator kekuatan tren.
Sentimen pasar : Menggunakan psikologi pasar untuk memahami pergerakan harga.
- Contoh penggunaan :
Seorang trader melihat bahwa harga saham Tesla menunjukkan pola “double bottom”, yang
menandakan potensi kenaikan harga. Dengan mengonfirmasi menggunakan indicator MACD
yang menunjukkan sinyal bullish, trader tersebut memutuskan untuk membeli saham Tesla
dengan harapan harga akan naik dalam jangka pendek.