0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan36 halaman

Rencana Pembelajaran Magnet Kelas 5

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk materi magnet di kelas 5 oleh guru Elistina Mandari Putri di PKBM Harapan Baru. Rencana ini mencakup identifikasi kesiapan peserta didik, tujuan pembelajaran, dan metode pengajaran yang berfokus pada eksperimen dan kolaborasi. Materi juga mengaitkan konsep magnet dengan kehidupan sehari-hari dan disiplin ilmu lain.

Diunggah oleh

elistina.mandari4
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan36 halaman

Rencana Pembelajaran Magnet Kelas 5

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk materi magnet di kelas 5 oleh guru Elistina Mandari Putri di PKBM Harapan Baru. Rencana ini mencakup identifikasi kesiapan peserta didik, tujuan pembelajaran, dan metode pengajaran yang berfokus pada eksperimen dan kolaborasi. Materi juga mengaitkan konsep magnet dengan kehidupan sehari-hari dan disiplin ilmu lain.

Diunggah oleh

elistina.mandari4
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM

SEKOLAH : PKBM Harapan Baru


NAMA GURU : Elistina Mandari Putri, [Link]
MATA PELAJARAN : IPAS
MATERI : Apa itu magnet?
KELAS / SEMESTER : 5/1
ALOKASI WAKTU : 1X1 JP ( 1JP = 35 menit)
BUKU GURU : Buku guru revisi terbaru LINK
BUKU SISWA : Buku siswa revisi terbaru LINK
CP TERBARU : NOMOR 046/H/KR/2025
Peserta Didik
Identifikasi Kesiapan
Aspek Implikasi Diferensiasi
(Deskripsi)

Sebagian besar peserta didik Kelompok Mahir: Berikan


(PD) kemungkinan sudah tantangan untuk memprediksi
memiliki pengalaman visual hasil jika kutub yang
Konsep tentang magnet (misalnya sama/berbeda didekatkan
IDENTIFIKASI Dasar magnet kulkas, mainan, sebelum percobaan. Kelompok
penutup tas) tetapi belum Perlu Bantuan: Mulai dengan
tentu memahami konsep review definisi benda-benda
ilmiahnya. yang dapat ditarik magnet.

PD mungkin mengenal istilah


"tarik" dan "tolak" tetapi belum
Gunakan kartu kata (flashcard)
menguasai istilah baku seperti
dengan gambar dan istilah untuk
Istilah "Kutub Utara (N)", "Kutub
kelompok yang memiliki kendala
Selatan (S)", "Benda
bahasa atau istilah.
Magnetik", atau "Benda
Non-Magnetik".

PD yang telah memahami Beri waktu tambahan kepada


materi Gaya (di kelas kelompok yang belum
Prasyarat sebelumnya) akan lebih cepat menguasai konsep gaya untuk
mengaitkan magnet dengan mencoba interaksi magnetik
gaya tak sentuh. secara langsung (kinestetik).

Identifikasi Kesiapan
Aspek Implikasi Diferensiasi
(Deskripsi)

Sains Murni Terdapat PD yang Diferensiasi Konten: Sediakan


Identifikasi Kesiapan
Aspek Implikasi Diferensiasi
(Deskripsi)

sangat tertarik pada


aspek sains murni
(mengapa magnet video/artikel tambahan tentang
bekerja, medan magnet). Medan Magnet Bumi dan
Minat ini seringkali fungsinya (misalnya pada kompas
berkaitan dengan atau migrasi hewan) sebagai materi
kegemaran membaca pengayaan.
buku fiksi ilmiah atau
sains.

Banyak PD, terutama


Diferensiasi Produk: Beri pilihan
laki-laki, menunjukkan
tugas akhir: (a) Membuat poster
minat tinggi pada
Aplikasi ilmiah tentang sifat magnet, atau (b)
aplikasi magnet dalam
Teknologi Menggambar/mempresentasikan 3
teknologi (seperti
contoh teknologi yang
speaker, kereta maglev,
menggunakan magnet.
atau dinamo).

Mayoritas PD kelas 5
memiliki minat tinggi
Pastikan sesi inti pembelajaran
terhadap kegiatan
didominasi oleh praktik kelompok
Eksperimen hands-on (praktik
menggunakan berbagai benda dan
langsung/eksperimen)
bentuk magnet.
dan bekerja dalam
kelompok.
Identifikasi Kesiapan
Aspek Implikasi Diferensiasi
(Deskripsi)

Gunakan ilustrasi besar,


PD dengan gaya belajar
video animasi tentang
visual membutuhkan
kutub magnet, dan tabel
demonstrasi dan alat
Gaya Belajar Visual klasifikasi benda
peraga. Mereka kesulitan
(magnetik/non-magnetik)
jika hanya mendengarkan
saat menjelaskan
ceramah.
konsep.

Wajibkan semua PD
PD dengan gaya belajar untuk berpartisipasi
kinestetik (belajar sambil aktif dalam percobaan
Gaya Belajar
bergerak/melakukan) akan (memindahkan benda,
Kinestetik
jenuh jika duduk terlalu mencatat, menguji
lama. magnet) dan rotasi peran
dalam kelompok.

Dukungan Guru:
Berikan Lembar Kerja
Peserta Didik (LKPD)
Beberapa PD mungkin
yang sudah terstruktur
Kebutuhan memiliki kendala fokus
dengan panduan
Khusus/Penguatan saat mencatat atau
langkah per langkah
mengikuti instruksi berantai.
yang jelas (dengan
gambar) untuk
mempermudah mereka.

Latar Belakang Tidak semua PD memiliki Pastikan alat dan bahan


Sosial Ekonomi magnet di rumah. Beberapa percobaan yang dibawa
Identifikasi Kesiapan
Aspek Implikasi Diferensiasi
(Deskripsi)

ke kelas beragam dan


mungkin tidak pernah
cukup untuk semua
melihat bentuk magnet
kelompok, sehingga
selain yang menempel di
semua PD mendapatkan
kulkas.
pengalaman yang sama.

Materi Pelajaran 1. Jenis Pengetahuan


Jenis
Deskripsi Khusus Materi Magnet
Pengetahuan

* Nama benda: Macam-macam bentuk magnet (batang, U,


cincin, jarum). * Contoh nyata: Benda-benda yang
mengandung magnet (kulkas, kompas, pensil mekanik,
Faktual
speaker). * Hasil observasi: Benda-benda di sekitar (paku,
kertas, karet) diklasifikasikan sebagai ditarik atau tidak ditarik
magnet.

* Definisi: Pengertian magnet, pengertian kutub magnet


(Utara dan Selatan). * Hukum: Konsep interaksi kutub magnet
Konseptual (Tolak-menolak jika sejenis, Tarik-menarik jika berlainan
jenis). * Klasifikasi: Konsep benda Magnetik (Feromagnetik)
dan Non-Magnetik (Paramagnetik/Diamagnetik).

Prosedural * Langkah-langkah: Prosedur melakukan percobaan


sederhana untuk membuktikan sifat-sifat magnet (misalnya,
prosedur menguji daya tarik magnet pada berbagai benda). *
Teknik: Cara menentukan kutub utara dan selatan magnet
secara sederhana (misalnya, dengan menggunakan kompas).
* Penggunaan alat: Teknik menggunakan magnet dengan
benar untuk observasi interaksi.

* Strategi Belajar: Strategi yang digunakan untuk


membedakan benda magnetik dan non-magnetik (misalnya,
merancang tabel perbandingan sebelum melakukan
Metakognitif pengujian). * Refleksi: Pemahaman tentang cara mengaitkan
hasil percobaan (tarik-menarik) dengan konsep ilmiah (hukum
interaksi kutub). * Perencanaan: Kemampuan merencanakan
langkah-langkah dalam menyimpulkan ciri-ciri magnet.
2. Kaitan Materi dengan Kehidupan Sehari-hari
 Penerapan di Rumah: Memahami mengapa pintu kulkas tertutup rapat, mengapa
tempelan kulkas bisa menempel, atau cara kerja pengunci tas/dompet tertentu.
 Penerapan Teknologi Sederhana: Mengetahui fungsi magnet pada kompas
(sebagai penunjuk arah), pada speaker/headphone (mengubah energi listrik menjadi
suara), dan di dalam dinamo sepeda.
 Keamanan dan Sortir: Magnet digunakan dalam pemilahan sampah logam di
industri daur ulang, mengajarkan siswa tentang peran sains dalam menjaga
lingkungan.
 Hiburan dan Mainan: Banyak mainan anak-anak, seperti puzzle magnetik dan set
konstruksi, menggunakan prinsip magnet, yang dapat dijelaskan secara ilmiah.

3.
Nilai/Karakter Deskripsi Integrasi dalam Materi Magnet

Bernalar Kritis Diperoleh saat melakukan percobaan dan menarik


kesimpulan yang logis berdasarkan data pengamatan
Nilai/Karakter Deskripsi Integrasi dalam Materi Magnet

(misalnya, menyimpulkan bahwa kutub sejenis tolak-


menolak).

Ditunjukkan saat PD mampu mengikuti prosedur percobaan


Mandiri dengan urutan yang benar tanpa selalu bergantung pada
guru, serta mencatat hasil observasi sendiri.

Diterapkan dalam kerja kelompok saat eksplorasi dan


Gotong percobaan, di mana setiap anggota harus berbagi tugas (ada
Royong yang memegang magnet, ada yang mencatat, ada yang
menyiapkan benda uji).

Diperlukan saat mengamati dengan seksama apakah suatu


Cermat dan
benda benar-benar tertarik atau hanya sedikit bereaksi
Teliti
terhadap magnet, mengajarkan pentingnya detail dalam sains.

Dimensi Profil
Lulusan (DPL)

● DPL 1 ● DPL 5
Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Kolaborasi
Yang Maha Esa
● DPL 6
● DPL 2 Kemandirian
Kewargaan
● DPL 7
● DPL 3 Kesehatan
Penalaran Kritis
● DPL 8
● DPL 2 Komunikasi
Kreativitas

Capaian Pembelajaran

Lintas Disiplin Ilmu Tentu. Berikut adalah identifikasi disiplin ilmu dan/atau mata pelajaran lain yang relevan
dengan materi Magnet (IPAS Kelas 5) beserta keterkaitannya yang konkrit dalam kehidupan
sehari-hari.

🧲 Keterkaitan Materi Magnet dengan Disiplin Ilmu Lain


 Matematika
o Keterkaitan Konkrit: Digunakan untuk mengukur jarak jangkauan gaya
magnet (medan magnet) atau menghitung perbandingan jumlah benda
magnetik yang ditarik berbanding benda non-magnetik dalam percobaan.
o Kehidupan Sehari-hari: Membaca skala pada kompas atau menghitung
efisiensi penggunaan magnet pada alat pemilah sampah.
 Bahasa Indonesia
o Keterkaitan Konkrit: Digunakan dalam menuliskan prosedur langkah-
langkah percobaan secara runtut dan jelas, serta menyusun laporan hasil
DESAIN pengamatan (fakta).
PEMBELAJARAN o Kehidupan Sehari-hari: Menyampaikan gagasan tentang cara kerja magnet
pada mainan atau alat rumah tangga dengan bahasa yang baku dan efektif.
 Seni Budaya dan Prakarya (SBdP)
o Keterkaitan Konkrit: Menerapkan prinsip magnet dalam pembuatan karya
seni sederhana atau mainan interaktif (misalnya, mainan pancing ikan
magnetik atau merancang display poster dengan tempelan magnet).
o Kehidupan Sehari-hari: Merancang dekorasi di rumah menggunakan
magnet (misalnya magnetic board atau holder kunci magnetik).
 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) / Kewargaan (DPL 2)
o Keterkaitan Konkrit: Memahami penggunaan kompas (alat berbasis
magnet) sebagai navigasi, yang erat kaitannya dengan sejarah penjelajahan
dan pemetaan wilayah.
o Kehidupan Sehari-hari: Menggunakan peta dan kompas saat berpetualang
atau memahami fungsi kompas pada perangkat ponsel.

Tujuan Pembelajaran materi Magnet (Bab 3, Topik A) IPAS Kelas 5 Semester 1 dan mengacu pada taksonomi
Bloom revisi pada level memahami (C2), mengaplikasi (C3), dan menganalisis (C4),
berikut adalah 5 Tujuan Pembelajaran yang singkat, jelas, dan terukur.

🧲 Tujuan Pembelajaran (Materi Magnet - IPAS Kelas 5)


Capaian Pembelajaran (CP) yang Diacu: Peserta didik mampu mengidentifikasi cara
benda-benda di sekitar memengaruhi satu sama lain, seperti melalui gaya magnet.
1. Level Memahami (C2):
Peserta didik dapat menjelaskan konsep dasar magnet dan mengidentifikasi minimal dua
fungsi magnet dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
2. Level Memahami (C2):
Peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan interaksi antara kutub magnet yang
sejenis (tolak-menolak) dan kutub yang berlainan jenis (tarik-menarik) berdasarkan hasil
percobaan.
3. Level Mengaplikasi (C3):
Peserta didik dapat mengklasifikasikan lima benda yang diuji ke dalam kelompok benda
magnetik dan non-magnetik dengan tepat setelah melakukan percobaan.
4. Level Mengaplikasi (C3):
Peserta didik dapat mendemonstrasikan penggunaan magnet untuk mengangkat benda-
benda logam di atas kertas atau media tipis lainnya (penerapan medan magnet) secara
berkelompok.
5. Level Menganalisis (C4):
Peserta didik dapat menganalisis hubungan antara gaya magnet dengan jarak benda dan
menyimpulkan mengapa gaya tarik magnet melemah seiring bertambahnya jarak.

Topik Pembelajaran Topik Pembelajaran (Materi Magnet)


Fokus Topik A: Apa dan Untuk Apa Magnet Diciptakan?
1. Pengertian dan Sumber Magnet: (Mencakup konsep magnet dan aplikasinya.)
2. Kutub dan Interaksi Magnet: (Fokus pada hukum tarik-menarik dan tolak-menolak.)
3. Daya Tarik Magnet dan Klasifikasi Benda: (Fokus pada Feromagnetik vs Non-
Magnetik.)
4. Medan Magnet dan Jangkauan Gaya: (Fokus pada konsep gaya tak sentuh dan
jarak.)
5. Penerapan Magnet dalam Teknologi Sederhana: (Fokus pada aplikasi nyata
C3/C4.)

Praktik Pedagogis
Model
Justifikasi Keterkaitan dengan DPL & Prinsip
Pembelajaran

Model ini tepat karena siswa didorong untuk menemukan


sendiri sifat-sifat dan hukum magnet melalui eksperimen.
Discovery
* DPL 3 (Penalaran Kritis): Siswa merumuskan
Learning
kesimpulan dari hasil pengamatan. * Bermakna:
(Pembelajaran
Pengetahuan diperoleh melalui pengalaman langsung
Penemuan)
(bukan ceramah). * Menggembirakan: Aktivitas hands-
on yang menarik.

Metode
Justifikasi Keterkaitan dengan DPL & Prinsip
Pembelajaran

Metode utama untuk menguji interaksi kutub dan klasifikasi


benda. * DPL 5 (Kolaborasi): Siswa harus bekerja sama
Eksperimen
membagi peran dan mencatat data. * DPL 6
Kelompok (Wajib)
(Kemandirian): Siswa menjalankan prosedur tanpa
instruksi langkah per langkah dari guru.

Inquiry-Based Digunakan untuk mengarahkan siswa menjawab


Learning (Inkuiri pertanyaan pemantik sebelum eksperimen, dan
Sederhana) membandingkannya dengan hasil akhir. * Berkesadaran:
Metode
Justifikasi Keterkaitan dengan DPL & Prinsip
Pembelajaran

Siswa menyadari pengetahuan awal mereka dan


mengoreksinya dengan bukti.

Setelah eksperimen, setiap kelompok mempresentasikan


temuannya (klasifikasi benda atau hukum interaksi kutub).
Diskusi dan * DPL 3 (Penalaran Kritis): Mempertahankan argumen
Presentasi berdasarkan bukti data yang terkumpul. *
Menggembirakan: Memberi kesempatan siswa menjadi
"ahli" yang menyampaikan temuan.

Kemitraan
Pembelajaran Mitra Pembelajaran Peran dalam Mendukung Tujuan Pembelajaran

Guru Kelas/Bidang Membantu dalam integrasi aspek pengukuran


Studi Lain (Misalnya (Matematika) dan pengolahan data hasil percobaan
Guru Matematika) (misalnya menghitung jarak jangkauan medan magnet).

Peserta didik yang telah menguasai konsep awal


(misalnya yang sudah familiar dengan kompas atau alat
Peserta Didik Lain
berbasis magnet) berperan sebagai tutor sebaya untuk
(Peer Tutoring)
membantu temannya dalam pelaksanaan prosedur
percobaan dan pemahaman konsep kutub magnet.

Berperan dalam pengembangan alat peraga


Komunitas Belajar
sederhana atau menyediakan sumber daya tambahan
Sekolah (misalnya
(magnet, klip, paku) yang beragam untuk mendukung
Tim Sains)
eksplorasi yang lebih mendalam.
Peran dalam Mendukung Tujuan
Mitra Pembelajaran
Pembelajaran

Mendukung dengan mendorong eksplorasi di


rumah (misalnya mengidentifikasi benda-benda
Orang Tua/Wali Murid yang mengandung magnet di dapur, kamar,
atau kulkas) untuk memperkuat pemahaman
aplikasi nyata.

Berbagi praktik baik (best practice) mengenai


KKG (Kelompok Kerja Guru)
desain eksperimen magnet yang efektif dan
/ MGMP (Musyawarah Guru
aman untuk kelas 5, serta berbagi sumber daya
Mata Pelajaran)
media pembelajaran interaktif.

Jika memungkinkan, mengundang praktisi


Komunitas
untuk memberikan wawasan singkat tentang
Praktisi/Profesional
bagaimana magnet digunakan dalam perbaikan
(misalnya Teknisi Elektronik
atau pembuatan alat elektronik sederhana
Sederhana)
(misalnya speaker atau dinamo).

Lingkungan 🧲 Identifikasi Lingkungan Belajar (Materi Magnet)


Pembelajaran 1. Ruang Fisik (Physical Space)
Komponen Ruang
Deskripsi Peran dalam Pembelajaran
Fisik

Meja dan kursi diatur secara berkelompok (cluster) untuk


Pusat Eksperimen
memfasilitasi kolaborasi dan akses mudah terhadap alat
Kelompok (Meja)
dan bahan percobaan magnet.

Papan Area khusus untuk menempelkan hasil klasifikasi benda


Presentasi/Display magnetik dan non-magnetik kelompok, serta poster kecil
yang merangkum sifat-sifat magnet (visual).

Pojok kelas yang menampilkan contoh nyata aplikasi


"Sudut Teknologi magnet (misalnya kompas, magnet kulkas, speaker lama)
Magnet" untuk memicu minat dan menghubungkan materi ke
kehidupan sehari-hari.

Ruangan yang cukup untuk siswa bergerak saat melakukan


Area Bebas Gerak uji coba jangkauan medan magnet (C3/C4) dan rotasi peran
kelompok.
2. Ruang Virtual (Virtual Space)
Komponen Ruang Virtual Deskripsi Peran dalam Pembelajaran

Digunakan untuk berbagi panduan video singkat


Platform Berbagi (Google
tentang konsep medan magnet (visualisasi) dan
Classroom/WhatsApp Group)
mengunggah Lembar Kerja digital hasil percobaan.

Jika tersedia, menggunakan simulasi online


(misalnya dari PhET Interactive Simulations) untuk
Simulasi Interaktif Sederhana
memvisualisasikan medan magnet yang tidak terlihat
(memperkuat Penalaran Kritis).

Kumpulan tautan artikel atau video tentang aplikasi


magnet yang kompleks (misalnya kereta maglev
Bank Sumber Belajar
atau alat MRI) sebagai materi pengayaan bagi siswa
mahir.
3. Budaya Belajar (Learning Culture)
Komponen
Deskripsi Peran dalam Pembelajaran
Budaya Belajar

Budaya Mendorong siswa untuk berbicara berdasarkan data hasil


Komponen
Deskripsi Peran dalam Pembelajaran
Budaya Belajar

eksperimen. Jika ada perbedaan pendapat, acuannya adalah hasil


Berbasis Bukti
pengamatan, bukan asumsi (mendukung Penalaran Kritis).

Budaya Menciptakan suasana yang menghargai perbedaan peran dalam


Kolaborasi kelompok (pencatat, penguji, presentator) dan memastikan semua
Positif anggota berpartisipasi aktif (mendukung Kolaborasi).

Mendorong kebiasaan untuk selalu menanyakan "Mengapa"


Budaya setelah melakukan percobaan (misalnya, Mengapa kutub sejenis
Reflektif tolak-menolak?) dan melakukan refleksi singkat di akhir sesi
(Berkesadaran).

Budaya Menetapkan aturan dasar saat menggunakan magnet (misalnya


Eksplorasi tidak mendekatkan magnet ke perangkat elektronik) untuk menjaga
Aman keamanan dan fokus pada pembelajaran.

Pemanfaatan Digital 🧲 Identifikasi Lingkungan Belajar (Materi Magnet)


1. Ruang Fisik (Physical Space)
 Pusat Eksperimen Kelompok: Penataan meja/kursi secara berkelompok untuk
memfasilitasi kolaborasi dan akses bahan percobaan.
 Papan Presentasi/Display: Area untuk menempelkan hasil klasifikasi dan ringkasan
sifat-sifat magnet (visual).
 "Sudut Teknologi Magnet": Pojok kelas yang menampilkan contoh nyata aplikasi
magnet (kompas, speaker, dll.) untuk memicu minat.
 Area Bebas Gerak: Ruangan yang cukup untuk melakukan uji coba jangkauan
medan magnet dan rotasi peran kelompok.
2. Ruang Virtual (Virtual Space)
 Platform Berbagi: (Google Classroom/WhatsApp Group) untuk berbagi video
visualisasi medan magnet dan mengunggah LKPD digital.
 Simulasi Interaktif Sederhana: Penggunaan simulasi online (misalnya PhET) untuk
memvisualisasikan medan magnet yang tidak terlihat.
 Bank Sumber Belajar: Kumpulan tautan materi pengayaan (misalnya tentang kereta
maglev) bagi siswa mahir.
3. Budaya Belajar (Learning Culture)
 Budaya Berbasis Bukti: Mendorong siswa untuk berargumen dan menarik
kesimpulan berdasarkan data hasil eksperimen (Penalaran Kritis).
 Budaya Kolaborasi Positif: Menghargai perbedaan peran dalam kelompok dan
memastikan partisipasi aktif setiap anggota.
 Budaya Reflektif: Mendorong kebiasaan menanyakan "Mengapa" setelah percobaan
dan melakukan refleksi singkat di akhir sesi.
 Budaya Eksplorasi Aman: Menetapkan aturan dasar saat menggunakan magnet di
sekitar perangkat elektronik.

Apakah ada bagian lain dari RPP atau Modul Ajar materi Magnet ini yang ingin Anda
kembangkan lebih lanjut?

PENGALAMAN AWAL
BELAJAR
Prinsip Pembelajaran yang
Durasi Langkah Kegiatan Pembelajaran
Dimunculkan

1. Orientasi yang Bermakna (Persiapan & Fokus) *


Salam & Doa: Guru membuka pelajaran, memimpin doa,
dan melakukan presensi. * Ice Breaking (Sederhana):
Guru meminta siswa melakukan Tepuk Magnet (Guru: Berkesadaran (Fokus) &
5 Menit "Tarik!" Siswa: bertepuk tangan/mendekat. Guru: "Tolak!" Menggembirakan (Aktivitas
Siswa: rentangkan tangan/menjauh). * Penyampaian fisik ringan)
Tujuan: Guru menunjukkan sebuah magnet dan
menyatakan bahwa hari ini kita akan menjadi ilmuwan
untuk menyelidiki "kekuatan tak terlihat" dari magnet.
2. Apersepsi yang Kontekstual (Menggali Pengetahuan
Awal) * Pertanyaan Pemantik: Guru menunjukkan
beberapa benda (kompas, tempelan kulkas, mainan
magnetik) dan bertanya: "Apa kesamaan dari benda-benda
Bermakna (Relevansi dengan
ini? Bagaimana pintu kulkas bisa tertutup sangat rapat?" *
kehidupan nyata) &
7 Menit Diskusi Awal (Inquiry): Guru mencatat jawaban siswa di
Berkesadaran (Mengaktifkan
papan tulis (misalnya: ada lem, ada kekuatan, ada magnet)
pengetahuan awal)
dan meminta siswa memilih jawaban yang paling masuk
akal. * Review Prasyarat: Guru meninjau ulang konsep
Gaya dari pertemuan sebelumnya, menghubungkannya
dengan gaya magnet sebagai gaya tak sentuh.

3. Motivasi yang Menggembirakan (Mengarahkan ke


Kegiatan Inti) * Tantangan Eksperimen: Guru
mengeluarkan kotak berisi berbagai benda uji (klip,
penghapus, koin) dan 2 magnet. Guru berkata: "Hari ini, kita Menggembirakan
tidak hanya akan melihat, tetapi kita akan membuktikan 3 (Menyajikan tantangan) &
3 Menit
rahasia besar magnet dengan tangan kita sendiri. Siapkah Bermakna (Menghubungkan
kalian menjadi detektif ilmiah?" * Kaitkan ke DPL: Guru tujuan dengan proses)
mengingatkan bahwa eksperimen ini membutuhkan
Kolaborasi (kerja sama) dan Penalaran Kritis (menarik
kesimpulan yang benar).

INTI

Prinsip Pembelajaran
Durasi Aktivitas Pembelajaran
yang Dimunculkan

5 Menit 1. Memahami (Berkesadaran): Stimulasi Visual Guru Berkesadaran


memajang berbagai bentuk magnet dan benda uji (paku, klip, (Mengaktifkan fokus dan
pensil, koin) dan meminta siswa mengamati perbedaan visual
dan memprediksi: “Benda mana yang akan ditarik oleh magnet, pengetahuan awal)
dan mengapa?” (Aktivitas mengaktifkan skema kognitif).

2. Memahami (Bermakna): Pengenalan Konsep Kutub Guru


Bermakna
menjelaskan konsep Kutub Utara (N) dan Kutub Selatan (S)
10 (Menghubungkan konsep
sebagai "area terkuat" magnet. Siswa diminta menuliskan
Menit ilmiah dengan konteks
minimal 3 benda magnetik yang ada di rumah mereka untuk
rumah)
diuji nanti (Relevansi).

3. Memahami (Menggembirakan): Eksplorasi Interaktif


Menggembirakan
Siswa secara berpasangan mengambil dua magnet dan
10 (Eksplorasi hands-on yang
mencoba-coba (trial and error) mendekatkan kedua kutub
Menit memuaskan rasa ingin
secara acak. Mereka diminta merasakan perbedaan gaya tarik
tahu)
dan gaya tolak yang terjadi. (Aktivitas Kinestetik).

PENUTUP

Prinsip Pembelajaran yang


Durasi Aktivitas Pembelajaran
Dimunculkan

1. Momen Refleksi (Exit Ticket Lisan) Guru meminta


setiap siswa (atau perwakilan kelompok) untuk
Berkesadaran (Mengajak siswa
menyelesaikan satu dari dua kalimat refleksi secara lisan:
merenungkan apa yang
* "Hal baru yang paling menarik/mengejutkan yang
3 Menit dipelajari) & Bermakna
saya temukan dari magnet hari ini adalah..." * "Saya
(Menghubungkan hasil belajar
akan menggunakan pengetahuan tentang magnet ini
dengan aksi nyata di kehidupan).
saat saya melihat/menggunakan..." (misalnya, kompas,
speaker, atau mainan).
2. Apresiasi & Tindak Lanjut Guru memberikan
apresiasi tinggi kepada semua kelompok atas usaha dan
kolaborasi yang telah ditunjukkan selama sesi Menggembirakan (Pengakuan
1 Menit
eksperimen. Guru memberikan petunjuk materi positif atas usaha siswa)
berikutnya (misalnya Topik B: Listrik) dan memastikan
meja belajar kembali rapi.

Berkesadaran (Kembali fokus


3. Penutup Guru menutup pembelajaran dengan doa
1 Menit dan menenangkan diri setelah
singkat yang dipimpin oleh salah satu siswa.
aktivitas intensif).

Asesmen pada Awal Pembelajaran


ASESMEN
PEMBELAJARAN Asesmen pada Proses Pembelajaran terlampir

Asesmen pada Akhir Pembelajaran terlampir

Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as learning, assessment for learning, dan assessment
of learning. Tentukan metode atau cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta
didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer
Assessment, Self Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya.

Banjarbaru, ............................................

Tutor Kelas 5 Kepala PKBM Harapan Baru


Fitria Yuliana, S.P
NIY : 2964923-790701-2006-7

Elistina Mandari Putri, [Link]


Rubrik Penilaian Diskusi Kelas: 5

Tujuan Pembelajaran: ….

Indikator Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1)

1. Partisipasi Aktif
(Keberanian & kontribusi
lisan)

2. Keterkaitan &
Kedalaman Gagasan
(Relevansi & pemahaman)

3. Mendengarkan dan
Menanggapi
(Fokus & interaksi)

4. Penalaran Kritis &


Kreativitas
(Kemampuan berpikir &
berinovasi)

5. Penggunaan Bahasa &


Sikap Santun
(Kejelasan & etika
komunikasi)
Keterangan:

● Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang sangat dasar.
● Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang sedang berkembang, tetapi masih perlu perbaikan.
● Cakap: Peserta didik menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang baik, sesuai dengan harapan.
● Mahir: Peserta didik menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang sangat baik, melebihi harapan.
Soal Assesmen

1. Benda-benda berikut yang secara umum dapat ditarik kuat oleh magnet adalah...
a. Kertas, kayu, dan karet gelang
b. Plastik, kaca, dan uang kertas
c. Peniti, paku, dan klip kertas
d. Kain, daun, dan pensil kayu

2. Kekuatan magnet yang dapat menarik benda-benda logam di sekitarnya tanpa menyentuh benda tersebut disebut
sebagai...
a. Gaya gesek
b. Gaya gravitasi
c. Gaya dorong
d. Gaya tak sentuh

3. Baim mendekatkan dua buah magnet. Magnet pertama memiliki Kutub Utara, dan magnet kedua memiliki Kutub
Selatan. Apa yang akan terjadi pada kedua magnet tersebut?
a. Saling tolak-menolak kuat
b. Saling tarik-menarik kuat
c. Tidak terjadi interaksi
d. Kedua kutub akan berpindah tempat

4. Jelaskan dengan bahasamu sendiri perbedaan mendasar antara benda magnetik (seperti paku) dan benda non-
magnetik (seperti penghapus)!

5. Sebuah magnet kecil ditempelkan pada penutup kotak pensil. Jelaskan satu fungsi atau manfaat magnet pada kotak
pensil tersebut dan mengapa fungsi tersebut penting!

🧲 Asesmen Formatif Proses (Materi Magnet)


1. Rekomendasi Bentuk Instrumen yang Tepat
Bentuk Instrumen Justifikasi Keterkaitan dengan Aktivitas Pembelajaran

Tepat untuk mengukur DPL 5 (Kolaborasi), DPL 6 (Kemandirian), dan


Lembar Observasi Kinerja
Keterampilan Prosedural saat siswa melakukan eksperimen (Memahami dan
Kelompok
Mengaplikasi).

Rubrik Penilaian Laporan Tepat untuk mengukur Penalaran Kritis (DPL 3) dan Keterampilan Menganalisis
Percobaan/LKPD (C4) dari data yang mereka kumpulkan dan disimpulkan.

Checklist Quick Check Tepat untuk mengukur pemahaman konsep dasar (C2) secara cepat selama fase
(Pemahaman) refleksi.
2. Contoh Instrumen Formatif Lengkap
A. Instrumen 1: Lembar Observasi Kinerja Kelompok (Saat Eksperimen)
Instrumen ini digunakan saat siswa melakukan Eksplorasi Interaktif (Memahami) dan Uji Klasifikasi Benda
(Mengaplikasi).
Aspek yang Nilai
3 (Sangat Baik) 2 (Baik) 1 (Perlu Bantuan)
Diobservasi Akhir

Kolaborasi (DPL 5): Semua anggota aktif; Sebagian besar anggota Hanya 1-2 anggota yang
Partisipasi dan Peran terbagi jelas dan aktif; Peran belum bekerja; Ada anggota
Pembagian Peran saling mendukung. sepenuhnya terbagi rata. yang pasif.

Melakukan percobaan Sering meminta bantuan


Kemandirian (DPL Membutuhkan sedikit
secara mandiri sesuai atau bingung dengan
6): Mengikuti pengingat untuk urutan
LKPD tanpa bimbingan langkah-langkah
Prosedur Percobaan langkah percobaan.
guru. percobaan.

Melakukan pengujian Melakukan pengujian


Keterampilan Pengujian terkesan asal-
kutub dan klasifikasi dengan cukup cermat,
Prosedural: asalan, banyak data yang
benda dengan sangat ada sedikit kesalahan
Ketepatan Pengujian salah/terlewat.
cermat dan teliti. pencatatan.

Menggunakan dan Menggunakan alat


Penggunaan Alat: Menggunakan alat
merapikan alat (magnet, dengan hati-hati namun
Keamanan dan kurang hati-hati,
benda uji) dengan sangat kurang rapi saat
Kebersihan berpotensi merusak alat.
hati-hati. merapikan.
B. Instrumen 2: Rubrik Penilaian Laporan Eksperimen (LKPD)
Instrumen ini digunakan setelah fase Mengaplikasi dan saat Merefleksi (Pembuktian Hukum).
Aspek Penilaian Kriteria Sangat Baik (Skor
Kriteria Baik (Skor 3) Kriteria Cukup (Skor 2)
(Kritis) 4)

Mampu mengklasifikasikan Hanya mampu


Mampu mengklasifikasikan
Data Klasifikasi semua benda uji (minimal 5) mengklasifikasikan
sebagian besar (4 dari 5)
(C3/Mengaplikasi) dengan tepat dan akurat di setengah (2-3) benda uji
benda uji dengan tepat.
dalam tabel. dengan tepat.

Kesimpulan merumuskan Kesimpulan merumuskan


Perumusan kedua hukum (tarik-menarik kedua hukum (tarik-menarik Hanya mampu
Kesimpulan dan tolak-menolak) serta dan tolak-menolak) namun merumuskan salah satu
(C4/Menganalisis) menjelaskan hubungan gaya kurang jelas saat menjelaskan hukum magnet.
magnet dan jarak secara tepat. faktor jarak.

Mampu mengaitkan hasil


Mampu mengaitkan hasil Tidak mampu mengaitkan
percobaan dengan minimal 2
Keterkaitan Konteks percobaan dengan 1 contoh hasil percobaan dengan
contoh fungsi magnet di
(C2/Memahami) fungsi magnet di kehidupan fungsi magnet di
kehidupan sehari-hari (sesuai
sehari-hari. kehidupan sehari-hari.
tujuan 1).
C. Instrumen 3: Checklist Quick Check Lisan (Fase Refleksi)
Instrumen ini digunakan pada akhir kegiatan inti untuk mengecek pemahaman cepat (Tujuan 1 dan 2).
Ya Tidak (Perlu Tindak
Pernyataan/Pertanyaan (Lisan)
(Paham) Penguatan) Lanjut

1. Kutub Sejenis: "Jika Kutub Utara bertemu Kutub Utara,


interaksinya adalah...?" (Tolak-menolak)

2. Benda Magnetik: "Apakah semua benda logam dapat ditarik


oleh magnet?" (Tidak)

3. Fungsi: "Sebutkan satu benda di rumahmu yang menggunakan


magnet!"
Pemanfaatan Umpan Balik:
 Skor 1 pada Observasi Kinerja: Guru segera memberikan bimbingan langsung di tempat (scaffolding) tentang cara
mengikuti prosedur yang benar (misalnya, demonstrasi ulang cara menguji kutub).
 Kesalahan pada Kesimpulan LKPD: Guru menggunakan hasil ini untuk merencanakan penguatan konsep
(remedial) pada pertemuan berikutnya, berfokus pada kelompok yang keliru dalam merumuskan hukum interaksi.

Bentuk No. Tingkat


No. Tujuan Pembelajaran (TP) Materi Level Kognitif
Soal Soal Kesukaran

Menjelaskan konsep dasar Pengertian dan


1. PG C2 (Memahami) 1, 2 Mudah
magnet dan fungsinya (TP 1) Fungsi Magnet

Kutub dan
Mengidentifikasi interaksi
2. Interaksi PG C2 (Memahami) 3, 4 Mudah
kutub magnet (TP 2)
Magnet

Mengklasifikasikan benda Klasifikasi


3. PG C3 (Mengaplikasi) 5, 6 Sedang
(TP 3) Benda Magnetik

4. Mendemonstrasikan gaya Gaya Magnet PG C3 (Mengaplikasi) 7 Sedang


Bentuk No. Tingkat
No. Tujuan Pembelajaran (TP) Materi Level Kognitif
Soal Soal Kesukaran

dan Medan
magnet (TP 4)
Magnet

Menganalisis hubungan gaya Gaya Magnet vs 8, 9,


5. PG C4 (Menganalisis) Sulit
magnet dan jarak (TP 5) Jarak 10

Semua TP (Studi Kasus Penerapan dan C3/C4 11 -


6. Esai Sedang-Sulit
Kontekstual) Analisis Magnet (Aplikasi/Analisis) 15
B. Soal Pilihan Ganda (10 Soal)
Level Memahami (C2) - (Soal Mudah)
1. Bagian magnet yang memiliki gaya tarik paling kuat disebut...
a. Badan magnet
b. Titik tengah
c. Kutub magnet
d. Garis gaya

2. Berikut ini adalah fungsi utama magnet yang paling umum ditemukan pada speaker di rumah adalah untuk...
a. Mencegah speaker bergeser
b. Mengubah energi panas menjadi suara
c. Menghasilkan getaran yang mengubah listrik menjadi suara
d. Menarik kabel-kabel di dalamnya
3. Jika kamu mendekatkan Kutub Selatan (S) dari magnet A dengan Kutub Selatan (S) dari magnet B, interaksi yang
terjadi adalah...
a. Saling tarik-menarik
b. Saling tolak-menolak
c. Menghasilkan panas
d. Tidak terjadi apa-apa
4. Konsep bahwa magnet dapat menarik paku yang berjarak 2 cm tanpa menyentuhnya adalah bukti bahwa magnet
memiliki...
a. Massa yang besar
b. Gaya tak sentuh
c. Gaya gesek yang kuat
d. Medan magnet yang kecil
Level Mengaplikasi (C3) - (Soal Sedang)
5. Jika kamu memiliki sebatang magnet dan ingin memisahkan sampah logam (paku, seng) dari sampah non-logam
(kertas, plastik), tindakan yang paling tepat adalah...
a. Memanaskan semua sampah agar logam mencair
b. Mengaduk sampah dengan air
c. Menggunakan magnet untuk menarik sampah logam
d. Memilah dengan tangan satu per satu

6. Setelah menguji beberapa benda, kamu mencatat hasilnya: (1) Klip kertas tertarik kuat; (2) Batu kerikil tidak tertarik;
(3) Uang koin 500-an (logam) tertarik. Berdasarkan data ini, kelompok benda magnetik adalah...
a. (2) dan (3)
b. (1) dan (2)
c. (1) dan (3)
d. (2) saja

7. Andi meletakkan sebuah magnet di bawah meja kayu. Ia meletakkan klip kertas di atas meja, tepat di atas magnet.
Klip kertas tersebut bergerak mengikuti gerakan magnet di bawah meja. Hal ini menunjukkan bahwa gaya magnet...
a. Hanya menembus benda non-logam tebal
b. Dapat menembus benda tertentu (kayu tipis)
c. Tidak dapat bekerja pada jarak jauh
d. Bekerja sangat kuat pada semua benda

Level Menganalisis (C4) - (Soal Sulit)


8. Sebuah magnet diletakkan di dekat serbuk besi. Semakin jauh serbuk besi dari kutub magnet, semakin sedikit serbuk
yang menempel. Fenomena ini menunjukkan adanya hubungan antara...
a. Warna magnet dengan kekuatan tarik
b. Bahan magnet dengan beratnya
c. Jarak dengan kekuatan gaya magnet
d. Suhu dengan jumlah kutub magnet

9. Mengapa kompas yang menggunakan jarum magnet selalu menunjuk ke arah Utara dan Selatan Bumi, bahkan saat
kompas diputar-putar?
a. Kompas terbuat dari bahan yang sangat ringan.
b. Kompas dipengaruhi oleh gravitasi Bulan.
c. Bumi itu sendiri memiliki medan magnet besar dengan Kutub Utara dan Selatan.
d. Jarum kompas selalu mencari benda logam terdekat.

[Link] magnet batang diletakkan saling berjauhan. Jika kamu ingin kedua magnet tersebut tarik-menarik dengan gaya
yang lebih kuat, tindakan yang paling efektif adalah...
a. Menjauhkan kedua magnet
b. Membalik salah satu magnet
c. Mendekatkan kedua magnet
d. Menambahkan lapisan plastik di antara keduanya

C. Soal Esai (5 Soal - Studi Kasus Kontekstual)


Level Mengaplikasi (C3)
1. Ibu memiliki kotak peralatan yang sering tercecer di meja. Ia ingin menggantung obeng logam dan kunci-kunci agar
mudah dijangkau. Alat apa yang paling tepat Ibu gunakan yang memanfaatkan gaya magnet? Jelaskan bagaimana alat
tersebut bekerja.
2. Bayangkan kamu memiliki tiga benda: A (Klip Kertas), B (Karet Gelang), dan C (Paku Payung). Jelaskan prosedur
langkah demi langkah yang akan kamu lakukan untuk mengklasifikasikan benda mana yang magnetik dan non-
magnetik.
Level Menganalisis (C4)
3. (Interaksi Kutub):
Dua buah magnet X dan Y ditempelkan di pintu kulkas. Ketika kamu membalik magnet X, kedua magnet tiba-tiba
saling tolak-menolak dan magnet X jatuh. Mengapa peristiwa ini bisa terjadi? Jelaskan kaitannya dengan Kutub Utara
dan Selatan.

4. (Jarak dan Gaya):


Budi mencoba mengambil jarum yang jatuh di bawah lemari dengan magnet. Saat magnetnya didekatkan ke lantai
(jarak 5 cm dari jarum), jarum tidak bergerak. Namun, saat Budi menggunakan magnet yang sama dan
mendekatkannya hingga 1 cm dari jarum, jarum tertarik. Analisis mengapa kekuatan gaya tarik magnet berubah
berdasarkan jaraknya.

5. (Fungsi Analitis):
Ponsel dan laptop adalah perangkat elektronik. Mengapa kita seringkali dianjurkan untuk tidak meletakkan magnet
yang sangat kuat di dekat perangkat elektronik sensitif seperti ponsel lama atau layar monitor? Analisis apa dampak
buruk yang mungkin ditimbulkan oleh medan magnet kuat pada perangkat tersebut.
🧲 Rubrik Penilaian Diskusi Kelas (Materi Magnet

Indikator Kriteria 1: Baru Kriteria 2:


Kriteria 3: Cakap (3) Kriteria 4: Mahir (4)
Penilaian Memulai (1) Berkembang (2)

Mengajukan Secara konsisten


Aktif mengajukan 1-2
Jarang mengajukan pertanyaan atau mengajukan pertanyaan
pertanyaan yang
1. Keaktifan pertanyaan atau merespons sekali- mendalam (misalnya:
relevan dan sering
Bertanya hanya menjawab saat kali, namun "mengapa") yang
merespons pertanyaan
ditanya langsung. terkadang masih memicu diskusi lebih
teman/guru.
ragu. lanjut.

Berpartisipasi aktif Secara proaktif


Tidak berkontribusi Berusaha
dalam membagi ide, memimpin kelompok,
dalam diskusi mendengarkan,
menunjukkan sikap memastikan semua
2. Kerjasama kelompok; namun hanya
menghargai, dan anggota didengar, dan
(DPL 5) cenderung pasif atau sesekali memberikan
membantu anggota mampu menyelesaikan
mendominasi tanpa ide atau membantu
kelompok mencapai konflik kecil dalam
mendengarkan. menyimpulkan.
kesepaksinya. diskusi.
🧲 Rubrik Penilaian Diskusi Kelas (Materi Magnet

Indikator Kriteria 1: Baru Kriteria 2:


Kriteria 3: Cakap (3) Kriteria 4: Mahir (4)
Penilaian Memulai (1) Berkembang (2)

Mampu mengaitkan
Mampu menyajikan konsep magnet dengan
Hanya mengulang Mampu memberikan
ide atau contoh fenomena yang tidak
fakta yang ada di satu contoh aplikasi
aplikasi magnet yang terduga dan menawarkan
3. Kreativitas buku/LKPD tanpa magnet sederhana,
bervariasi dan orisinal solusi kreatif yang logis
ada ide baru atau namun kurang
(misalnya, ide (misalnya, pemanfaatan
contoh orisinal. bervariasi.
mainan/alat baru). magnet pada
lingkungan).

Menyampaikan Menyampaikan Menyampaikan hasil


Menyampaikan
gagasan dengan gagasan dengan jelas, temuan dan kesimpulan
gagasan kurang jelas,
[Link] cukup jelas, namun runtut, dan mulai dengan sangat jelas,
sulit dipahami, dan
Komunikasi masih sering menggunakan istilah persuasif, runtut, dan
tidak menggunakan
menggunakan ilmiah (kutub, gaya tak menggunakan kosakata
istilah ilmiah.
bahasa sehari-hari. sentuh, magnetik). ilmiah secara tepat.
🧲 Rubrik Penilaian Observasi Diskusi Kelompok (Materi Magnet)
Rubrik ini digunakan untuk mengamati aktivitas kelompok saat melakukan percobaan dan diskusi hasil temuan.
Indikator Penilaian Baik (Skor 3) Cukup (Skor 2) Kurang (Skor 1)

1. Partisipasi Anggota secara konsisten aktif Anggota terlibat sesekali; Anggota cenderung pasif;
(Keterlibatan memberikan ide, mencatat, dan partisipasi tidak merata, hanya tidak memberikan kontribusi
Individu) melaksanakan peran yang berkontribusi saat diminta. yang berarti atau
ditetapkan. mengabaikan tugas
Indikator Penilaian Baik (Skor 3) Cukup (Skor 2) Kurang (Skor 1)

kelompok.

Kelompok bekerja sama dengan Kelompok menyelesaikan Kelompok tidak berfungsi;


2. Kolaborasi efektif; terjadi pembagian tugas tugas, namun pembagian terjadi dominasi oleh satu
(DPL 5) (Kerja yang jelas, saling mendukung, tugas kurang efisien; terdapat anggota atau ada anggota
Sama Kelompok) dan menghargai semua sedikit hambatan komunikasi yang bekerja sendiri, gagal
pendapat. atau konflik kecil. mencapai konsensus.

Mampu mengajukan pertanyaan Mampu menarik kesimpulan


Kesimpulan yang ditarik
3. Penalaran Kritis kritis (Mengapa terjadi tolak- yang benar, namun kurang
tidak akurat atau tidak sesuai
(DPL 3) (Analisis menolak?) dan menarik mampu menjelaskan dasar
dengan data hasil percobaan
Hasil Percobaan) kesimpulan yang logis, akurat, logis (mengapa) kesimpulan
yang telah diamati.
dan didukung data pengamatan. tersebut dicapai.

Anda mungkin juga menyukai