INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI
DOKUMEN KSP (KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN)
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KEDIRI
PETUNJUK PENGISIAN
Perhatikan dokumen KSP yang akan divalidasi/diverifikasi.
Tuliskan identitas sekolah, alamat, nama kepala sekolah, nama dan jabatan petugas
validasi/Verifikasi.
Bubuhkan tanda cek (v) pada kolom ”Ada” atau ”Tidak” sesuai keberadaan butir-butir
pernyataan.
Catatan petugas validasi/verifikasi diisi dengan temuan, komentar dan saran berdasarkan
hasil validasi/verifikasi. Ditulis dengan singkat namun jelas.
INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI DOKUMEN KSP
Nama Sekolah :
Nama Kepala Sekolah :
Alamat Sekolah :
Tanggal Validasi/Verifikasi :
Petugas Validasi/Verifikasi :
Penilaian
No Komponen KOSP Catatan
Y Tdk
a
1 Sampul
2 Lembar Pengesahan
3 Lembar Validasi
4 Kata Pengantar
5 Daftar Isi
I BAB I ANALISIS KARAKTERISTIK SATUAN
PENDIDIKAN
Bagi Satuan Pendidikan yang melaksanakan pendidikan
inklusif, penerapan kurikulum menggunakan prinsip
fleksibilitas sehingga bisa diadaptasi sesuai dengan
kondisi, karakteristik, dan kebutuhan peserta didik.
Prinsip adaptasi berarti dalam melaksanakan pendidikan
inklusif, satuan pendidikan harus memperhatikan tiga
dimensi dalam melakukan proses penyesuaian, yaitu:
kurikulum, instruksional, dan lingkungan belajar
(ekologis))
Dalam proses Analisis Karakteristik Satuan
Pendidikan, satuan pendidikan harus :
1. Mengidentifikasi kondisi lingkungan fisik
sekolah, termasuk :
○ Aksesibilitas fasilitas (jalan masuk, ruang
kelas, toilet, perpustakaan, laboratorium,
dll.) bagi Peserta Didik Penyandang
Disabilitas
○ Ketersediaan sarana dan prasarana
pendukung pembelajaran inklusif (misalnya,
alat bantu belajar, media adaptif, ruang
layanan khusus).
2. Menganalisis kesiapan sumber daya manusia,
yaitu:
○ Kualifikasi dan kompetensi guru dalam
menerapkan pembelajaran yang ramah
bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas
○ Ketersediaan dan kapasitas Guru
Pendamping Khusus (GPK).
○ Pemahaman dan sikap seluruh warga
sekolah terhadap keberagaman dan
inklusivitas
3. Meninjau kebijakan dan budaya sekolah, yang
mencerminkan:
○ Komitmen terhadap nilai-nilai inklusif
(misalnya dalam visi, misi, dan tata tertib
sekolah).
○ Dukungan terhadap keberagaman peserta
didik.
○ Praktik anti-diskriminasi dan lingkungan
yang aman serta suportif.
4. Mengevaluasi dukungan orang tua dan
masyarakat, termasuk :
○ Keterlibatan orang tua dalam kegiatan
sekolah.
14 B. Misi
Misi menggambarkan pernyataan bagaimana satuan
pendidikan mencapai visi yang ditetapkan untuk menjadi
rujukan bagi penyusunan program jangka pendek,
menengah, dan jangka panjang, dengan berdasarkan
masukan dari seluruh warga satuan pendidikan.
Pernyataan misi menunjukkan secara jelas mengenai apa
yang hendak dicapai oleh satuan pendidikan. Setiap kata
kunci adalam visi relevan dengan misi. Rumusan misi
selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan tindakan,
bukan kalimat yang menunjukkan keadaan sebagaimana
pada rumusan visi. Antara indikator visi dengan rumusan
misi harus ada keterkaitan atau terdapat benang merahnya
secara jelas. Satu indikator visi dapat dirumuskan lebih
dari satu rumusan misi. Misi menggambarkan upaya
bersama yang
berorientasi kepada peserta didik.
Bagi satuan pendidikan penyelenggara
pendidikan inklusif harus memahami Prinsip
pendidikan inklusif dalam Perumusan Misi
Sekolah Inklusif.. Misi adalah langkah strategis
untuk mewujudkan visi. Dalam konteks inklusi,
misi dapat memuat :
● Komitmen memberikan layanan
pendidikan yang adil dan adaptif,
● Pengembangan sistem pembelajaran yang
ramah dan fleksibel,
● Pelibatan aktif orang tua dan komunitas,
Penguatan kapasitas guru dan tenaga
kependidikan untuk melayani
keberagaman.
Contoh Misi Sekolah Inklusif :
1. Menyelenggarakan pembelajaran yang
menghargai perbedaan dan sesuai dengan
kebutuhan semua peserta didik.
2. Menyediakan lingkungan belajar yang aman,
aksesibel, dan ramah bagi anak.
3. Meningkatkan kompetensi guru dan tenaga
kependidikan dalam melayani peserta didik
berkebutuhan khusus.
4. Menjalin kemitraan dengan orang tua,
masyarakat, dan lembaga pendukung untuk
mendukung layanan inklusif.
15 C. Tujuan
Tujuan menggambarkan hasil yang akan dicapai dalam
kurun waktu tertentu oleh setiap satuan pendidikan dengan
mengacu pada karakteristik atau keunikan setiap satuan
pendidikan. Tujuan harus serasi dan mendeskripsikan misi
dan nilai-nilai satuan pendidikan. Tujuan fokus pada hasil
yang diinginkan pada peserta didik. Tujuan harus spesifik,
terukur, dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu (jangka
pendek, menengah dan panjang). Rumusan kalimat dalam
tujuan harus mengandung SMART (specific, measurable,
achievable, relevant dan time bound).
Bagi satuan pendidikan penyelenggara pendidikan
inklusif, tujuan yang dirumuskan harus :
1. Mengacu pada kesetaraan akses dan kualitas
layanan bagi semua peserta didik,
2. Mendukung pengembangan potensi setiap
peserta didik, termasuk peserta Peserta Didik
Penyandang Disabilitas
3. Mengintegrasikan nilai-nilai inklusif dan profil
pelajar Pancasila.
4. Dalam menyusun tujuan sekolah, pastikan
bahwa tujuan yang dirumuskan :
● Relevan dengan visi dan misi inklusif,
● Menyentuh 3 ranah utama: akademik,
karakter, dan sosial-emosional,
● Menyebutkan keberagaman peserta didik
dan layanan yang disesuaikan,
● Realistis dan dapat diukur sebagai dasar
penyusunan program sekolah.
5. Tujuan sekolah inklusif harus menggambarkan
komitmen satuan pendidikan terhadap layanan
yang berkeadilan dan adaptif, bukan hanya bagi
peserta didik pada umumnya, tetapi juga secara
eksplisit menyebutkan layanan terhadap Peserta
Didik Penyandang Disabilitas. Tujuan ini akan
menjadi dasar dalam :
● Penyusunan strategi pembelajaran,
● Penetapan Rencana Kerja Sekolah
(RKT, RKJM, RKAS),
● Pengembangan budaya dan lingkungan
sekolah,
● Evaluasi pencapaian kinerja sekolah
secara inklusif.
Contoh Tujuan Sekolah Inklusif (Jenjang SD)
Tujuan Satuan Pendidikan :
Dalam rangka mewujudkan visi dan misi sekolah
yang inklusif, SD __________ menetapkan tujuan
sebagai berikut:
1. Memberikan layanan pendidikan yang bermutu,
merata, dan aksesibel bagi seluruh peserta
didik, termasuk Peserta Didik Penyandang
Disabilitas
2. Mengembangkan potensi peserta didik secara
optimal sesuai dengan kemampuan, minat, dan
kebutuhan belajarnya.
3. Menumbuhkan sikap saling menghargai,
toleransi, dan kepedulian sosial di antara
seluruh warga sekolah dalam keberagaman.
4. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman,
nyaman, dan ramah anak, serta mendukung
keberhasilan belajar bagi semua peserta didik.
5. Meningkatkan profesionalisme guru dan tenaga
kependidikan dalam mengembangkan
pembelajaran yang adil, adaptif, dan berpihak
pada kebutuhan peserta didik.
6. Membangun kemitraan aktif dengan orang tua
dan komunitas, serta menjalin kerja sama
dengan lembaga eksternal untuk mendukung
pendidikan inklusif
III BAB III PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
16 A. Intrakurikuler
Intrakurikuler berisi kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan belajar sesuai jadwal dan beban belajar
pada struktur kurikulum. Pada bagian ini dipaparkan
struktur kurikulum sesuai jenjang yang
mengimplementasikan kurikulum merdeka (sesuai
permendikdasmen nomor 13 tahun 2025). Dalam struktur
kurikulum terdapat nama mata pelajaran wajib, mulok
dan mata pelajaran pilihan yaitu Koding dan Kecerdasan
Artifisial (KKA) disertai dengan jumlah JP dalam setahun
dan jumlah JP perminggu. Dipaparkan pula pengambilan
alokasi waktu untuk kegiatan kokurikuler.
Bagi satuan pendidikan yang menyelenggarakan
pendidikan inklusif harus melakukan penyesuaian,
dimana terdapat ruang fleksibilitas dan modifikasi
pembelajaran untuk Peserta Didik Penyandang
Diasbilitas serta menyiapkan Panduan Pembelajaran
Individualisasi (PPI) dan adaptasi/akomodasi
berdasarkan hasil asesmen (modifikasi kurikulum atau
adaptasi materi ajar dengan model
Eskalasi/akselerasi, Duplikasi, Simplikasi atau
modifikasi, Substitusi, Omisi)
17 B. Kokurikuler: 8 Dimensi Profil Lulusan
Kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran
yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau
pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka
pengembangan karakter dan kompetensi murid. Kegiatan
kokurikuler dirancang untuk menguatkan upaya
pencapaian kompetensi dan karakter 8 Dimensi profil
lulusan, yaitu :
1. Keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME
2. Kewargaan
3. Kreativitas
4. Kemandirian
5. Komunikasi
6. Kesehatan
7. Kolaborasi
8. Penalaran Kritis
Kegiatan kokurikuler dikembangkan melalui tema
yang ditentukan oleh satuan pendidikan. Pada
bagian ini didiskripsikan kegiatan kokurikuler
selama 1 tahun yang meliputi: tim kegiatan, bentuk
kegiatan, tema, dimensi profil lulusan, beban
belajar, dan aktivitas kegiatan di setiap pertemuan.
KEBARUAN : DISESUAIKAN DENGAN PERMENDIKDASMEN NO 13 TAHUN 2025
18 C. Ekstrakurikuler (Bakat dan Minat)
Ekstrakurikuler merupakan kegiatan pengembangan
karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat,
kemampuan kepribadian, kerja sama, dan kemandirian
murid secara optimal yang dilakukan dengan bimbingan
dan pengawasan satuan pendidikan.
Setiap tahun kegiatan ekstrakurikuler dapat ditambah atau
dikurangi berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan tahun
sebelumnya, data bakat dan minat peserta didik,
ketersediaan sarana dan prasarana serta SDM yang dapat
dilihat pada bagian analisis karakteristik satuan
pendidikan di BAB I
19 D. Pembiasaan atau Budaya Sekolah
Pembiasaan atau budaya sekolah menggambarkan
pembiasaan yang dilakukan oleh sekolah dapat berupa
pembiasaan harian, mingguan, bulanan, semesteran atau
tahunan.
IV BAB IV PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Bagi Satuan Pendidikan yang melaksanakan
pendidikan inklusif, dalam proses Perencanaan
Pembelajaran, satuan pendidikan harus
memperhatikan prinsip aksesibilitas, fleksibilitas, dan
individualisasi. Perencanaan pembelajaran harus
tertuang dalam RPP, Modul Ajar, atau dokumen
sejenis, dengan kolom/keterangan adaptasi dan
akomodasi untuk peserta didik berkebutuhan khusus.
Satuan pendidikan sebaiknya memiliki dokumen PPI
(Program Pembelajaran Individualisasi) untuk peserta
didik berkebutuhan khusus yang membutuhkan
layanan individual.
A. Rencana Pembelajaran untuk Ruang Lingkup
20
Satuan Pendidikan
Pada bagian ini dijelaskan sumber CP (capaian
pembelajaran), komponen CP, Rasional, tujuan dan
karakteristik setiap mata pelajaran secara umum.
B. Rencana Pembelajaran untuk Ruang Lingkup
21
Kelas (ATP dan Modul Ajar/RPP)
Pada bagian ini dijelaskan strategi penyusunan TP (Tujuan
Pembelajaran) berdasarkan deskripsi CP (merumuskan TP
secara langsung dari CP atau merumuskan TP dengan
mengidentifikasi kompetensi dan konten dalam CP atau
merumuskan TP lintas elemen). Dijelaskan pula komponen
dalam kalimat TP yang terdiri dari 2 bagian, yaitu
kompetensi dan konten (lingkup materi). Dalam
menentukan kompetensi dapat menggunakan KKO (Kata
Kerja Operasional) berdasarkan teorinya Bloom atau teori
lainnya. Dijelaskan pula hubungan antar elemen dalam
setiap mapel. Berikutnya dijelaskan pula komponen dalam
RPP (Rencana pelaksanaan Pembelajaran) dan modul ajar.
Pada bagian ini dijelaskan strategi atai metode
pembelajaran yang sesuai dengan prinsip pada
pembelajaran di kurikulum Merdeka.
BAB V PENDAMPINGAN, EVALUASI DAN
V
PENGEMBANGAN PROFESIONAL
22 A. Pendampingan Implementasi Kurikulum
23 B. Evaluasi Imlementasi Kurikulum
24 C. Program Pengembangan Profesional
Pada bagian ini terdapat hasil analisis Rapor Pendidikan
yang akan digunakan sebagai acuan dalam menyusun
perencanaan program untuk pengembagan profesional
(perencanaan berbasis data).
DAFTAR PUSTAKA
Regulasi dan seluruh panduan kurikulum merdeka (dapat
25
dilihat pada link): [Link]
LAMPIRAN (File/Link)
1. SK Komite Sekolah
2. Berita Acara Penyusunan Kurikulum dan Daftar
Hadir
3. Kalender Pendidikan
4. Dokumen CP
5. Dokumen TP
6. Dokumen ATP
7. Dokumen RPP/Modul Ajar
8. Program Tahunan (Prota) Intrakurikuler dan
Kokurikuler
9. Program Semester (Prosem) Intrakurikuler dan
Kokurikuler
10. Dokumen program kokurikuler
Rekomendasi Petugas Validasi/Verifikasi :
.............................................................................................................................................. ...................
.................................
............................................................................................................................. ....................................
.................................
............................................................................................................................. ....................................
.................................
............................................................................................................................. ....................................
.................................
..................................................................................................................................................................
.................... ............
.................................................................................................................... .............................................
.................................
…………., …….Juli 2025
Petugas Validasi/Verifikasi