0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan29 halaman

Landasan Teori Sistem dan Informasi

Dokumen ini membahas landasan teori yang mendasari pembuatan skripsi, termasuk konsep dasar sistem, informasi, dan sistem informasi. Penjelasan mencakup definisi, karakteristik, dan komponen dari sistem serta kualitas dan nilai informasi. Selain itu, dokumen juga menjelaskan proses pemesanan dan analisis perancangan sistem yang penting dalam pengembangan sistem informasi.

Diunggah oleh

pkbmhb614
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan29 halaman

Landasan Teori Sistem dan Informasi

Dokumen ini membahas landasan teori yang mendasari pembuatan skripsi, termasuk konsep dasar sistem, informasi, dan sistem informasi. Penjelasan mencakup definisi, karakteristik, dan komponen dari sistem serta kualitas dan nilai informasi. Selain itu, dokumen juga menjelaskan proses pemesanan dan analisis perancangan sistem yang penting dalam pengembangan sistem informasi.

Diunggah oleh

pkbmhb614
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

LANDASAN TEORI

Untuk mendukung pembuatan skripsi ini, maka perlu dikemukakan teori- teori

yang berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup pembahasan sebagai

landasan dalam pembuatan skripsi. Penulis membuat landasan teori menurut para ahli

yang melatarbelakangi penyusunan skripsi ini.

2.1 Konsep Dasar Sistem

2.1.1 Pengertian Sistem

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang

saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu

kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

Sistem adalah suatu kumpulan atau himpunan dari unsur,

komponen atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling

tergantung satu sama lain, dan terpadu. (M.S, 2015)

2.1.2 Karakteristik Sistem

a. Komponen sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling

berinteraksi dan bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-

komponen sistem tersebut dapat berupa subsistem atau bagian-bagian

dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi

proses sistem secara keseluruhan.

12
13

b. Batasan sistem (Boundary)

Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara

sistem dengan sistem lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan

sistem ini menunjukan ruang lingkup dari sistem itu sendiri.

c. Lingkungan luar sistem (Environment)

Lingkungan luar sistem merupakan apapun yang ada diluar

lingkup atau batasan yang mempengaruhi operasi sistem tersebut.

d. Penghubung sistem (Interface)

Penghubung sistem atau interface merupakan media yang

menghubungakan sistem dengan subsistem yang lainnya untuk

dapat berinteraksi membentuk suatu kesatuan.

e. Masukan sistem (Input)

Masukan sistem adalah energi yang dimasukan kedalam sistem.

Masukan sistem dapat berupa pemeliharaan (maintance input) dan

sinyal (signal input). Maintance input merupakan energi yang

dimasukan agar sistem tersebut dapat beroperasi. Sedangkan signal

input adalah energi yang diproses untuk menghasilkan keluaran.

f. Keluaran sistem (Output)

Keluaran sistem adalah hasil energy yang diolah dan

diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini

merupakan masukan yang berguna bagi subsistem yang lain.


14

g. Pengolah sistem (Proses)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu yang proses akan

mengubah masukan menjad pengeluaran.

h. Sasaran sistem (Objective)

Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti. Hal ini

karena sasaran sangat berguna untuk menentukan masukan yang

dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan. Suatu sistem

berhasil bila mengenai sasaram atau tujuannya.

2.2 Konsep Dasar Informasi

2.2.1 Pengertian Informasi

Informasi adalah hasil pengolahan data menjadi bentuk yang

lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu

kejadian-kejadian nyata dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu

pengambilan keputusan.(Yoga, 2015).

2.2.2 Kualitas Informasi

Kualitas dari suatu informasi tergantung 4 hal,informasi harus :

a. Akurat (accurate) dan presisi (precision)

Akurat dalam menampilkan informasi dan presisi dalam detail

informasi yang diberikan.

b. Kelengkapan (completeness)

Informasi yang terjadi cukup lengkap untuk setiap user dan situasi.
15

c. Waktu (time)

Waktu berarti menyediakan informasi secepat mungkin pada saat

dibutuhkan sehingga berguna.

d. Sumber (source)

Orang atau organisasi yang menghasilkan informasi.

2.2.3 Nilai Informasi

Pada umumnya, nilai informasi ditentukan oleh 2 hal, yaitu

manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan

bernilai jika manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya

untuk mendapatkannya. Kegunaan informasi adalah untuk

mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan

tentang keadaan.

Namun, perlu dipahami bahwa informasi yang digunakan di

dalam suatu sistem informasi pada umumnya digunakan untuk

beberapa kegunaan sehingga sulit untuk membandingkan suatu bagian

informasi pada suatu masalah tertentu dengan biaya untuk

mendapatkannya sebab sebagian besar informasi dinikmati tidak

hanya oleh satu pihak di dalam manajemen.

Pengukuran nilai informasi pada umumnya dihubungkan dengan

analisis cost effectiveness atau cost benefit. nilai informasi ini

didasarkan kepada 10 sifat, (M.S, 2015) yaitu :

a. Mudah diperoleh, Sifat ini menunjukan informasi dapat

diperoleh dengan mudah dan cepat. Kecepatan memperoleh


16

dapat diukur, misalnya 1 menit versus 24 jam. Akan tetapi,

bebeapa nilainya bagi pemakai informasi sulit mengukurnya.

b. Luas dan lengkap, Sifat ini menunjukan lengkapnya isi

informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya,

tetapi juga mengenai keluaran informasinya. Sifat ini sangat

kabur, karena itu sulit mengukurnya.

c. Ketelitian, Sifat ini menunjukkan minimnya kesalahan dalam

informasi. Dalam hubungannya dengan volume data yang besar

biasanya terjadi dua jenis kesalahan, yakni kesalahan pencatatan

dan kesalahan perhitungan.

d. Kecocokan, Sifat ini menunjukan seberapa baik keluaran

informasi dalam hubungan dengan permintaan para pemakai. Isi

informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang

dihadapi. Semua keluaran lainnya tidak berguna tetapi mahal

mempesiapkannya. Sifat ini sulit mengukurnya.

e. Ketepatan waktu, Menunjukkan tak ada keterlambatan jika ada

yang sedang ingin mendapatkan informasi. Masukan,

pengolahan, dan pelaporan keluaran kepada pemakai biasannya

tepat waktu. Dalam beberapa hal, ketepatan waktu dapat diukur.

f. Kejelasan, Sifat ini menunjukkan keluaran informasi yang bebas

dari istilah-istilah yang tidak jelas. Membetulkan laporan dapat

memakan biaya yang besar. Berapa biaya yang diperlukan untuk

memperbaiki laporan tersebut?


17

g. Keluwesan, Sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya

keluaran informasi tidak hanya dengan beberapa keputusan,

tetapi juga dengan beberapa pengambil Keputusan. Sifat ini sulit

diukur, tetapi dalam banyak hal dapat diberikan nilai yang dapat

diukur.

h. Dapat dibuktikan, Sifat ini menunjukan kemampuan beberapa

pemakai informasi untuk menguji keluaran informasi dan

sampai pada kesimpulan yang sama.

i. Tidak ada prasangka, Sifat ini berhubungan dengan tidak adanya

keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan

kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.

j. Dapat diukur, Sifat ini menunjukan hakikat informasi yang

dihasilkan dari sistem informasi formal.

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi

2.3.1 Pengertian Sistem informasi

Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja,

informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk

mencapai tujuan dalam sebuah organisasi. (Paramitha Annisa, 2019).

2.3.2 Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut:

a. Blok masukan (input block)

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi.

Input yang dimaksud adalah metode dan media untuk menangkap


18

data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen

dasar.

b. Blok model (model block)

Blok ini tediri dari kombinasi prosedur, logika, dan model

matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang

tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk

menghasilkan keluaran yang diinginkan.

c. Blok keluaran (output block)

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan

informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk

semua tingkatan manajeman serta semua pemakai system.

d. Blok teknologi (technology block)

Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi.

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model,

menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan

keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara

keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 (tiga) bagian utama, yaitu

teknisi (brainware), perangkat lunak (software), dan perangkat

keras (hardware).

e. Blok basis data (database block)

Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling

berkaitan dan berhubungan satu sama lain, tersimpan di perangkat

keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk


19

memenipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk

keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis

data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang

dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga

berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data

diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket

yang disebut DBMS (Database Management System).

f. Blok kendali (control block)

Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti

bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan,

keagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase,

dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan

diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak

sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-

kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

2.4 Pemesanan

a. Pengertian Pemesanan

Pemesanan adalah penerimaan pesanan dari pelanggan terhadap suatu


produk. Lanjutan dari pemesanan adalah pengiriman produk sampai
ketangan pemesan dengan selamat.
pemesanan dalam arti umum adalah perjanjian pemesanan tempat
antara 2 (dua) pihak atau lebih, perjanjian pemesanan tempat tersebut dapat
berupa perjanjian atas pemesanan suatu ruangan, kamar, tempat duduk dan
lainnya, pada waktu tertentu dan disertai dengan produk jasanya. Produk
jasa yang dimaksud adalah jasa yang ditawarkan pada perjanjian
20

pemesanan tempat tersebut, seperti pada perusahaan penerbangan atau


perusahaan pelayaran adalah perpindahan manusia atau benda dari satu
titik (kota) ketitik (kota) lainnya.
Pemesanan adalah keseluruhan proses kegiatan yang berkaitan dengan
pengelolaan inventory atau persediaan tempat pendistribusian produk dan
catatan keseluruhan transaksi pemesanan tempat baik untuk penumpang
maupun barang (cargo).

2.5 Analisis Perancangan Sistem

Tahap analisis dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan

sebelum tahap desain sistem. Tahap perencanaan dan analisis sistem

merupakan tahap kritis dan sangat penting, karena kesalahan pada tahap ini

menyebabkan kesalahan pada tahap selanjutnya. Setelah tahap analisis

selesai dilakukan, baru analisis sistem mendapat gambaran dengan jelas

terekait apa yang harus dikerjakan. Kemudian memikirkan bagaimana

membangun sistem tersbut. Tujuan dari desain adalah untuk memberikan

gambaran secara umum kepada pengguna tentang sistem yang baru. Pada

tahap seleksi sistem dibutuhkan pengetahuan yang cukup dalam memilih

teknik-teknik dalam pelaksanaan dan kebutuhan yang diperlukan dalam

rancangan yang telah dilakukan. Tahap implementasi sistem merupakan

tahap meletakkan sistem supaya siap dioperasikan.

1. Pengertian Analisis Sistem

Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi

yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud

untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan,


21

kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan

sehingga dapat diusulkan perbaikan.

Analilis juga dapat didefinisikan sebagai suatu proses dalam

mendefinisikan kebutuhan untuk memperoleh sebuah pemecahan dari

suatu persoalan. Penulis menyimpulkan bahwa analisis sistem adalah

proses sistematis guna menggali informasi tentang kebutuhan,

prosedur, komponen, model yang dibutuhkan dalam membangun

sebuah sistem informasi.

2. Pengertian Perancangan Sistem

Perancangan sistem adalah merancang atau mendesain suatu

sistem yang baik isinya adalah langkah – langkah operasi sistem

dalam proses pengolahan data dan prosedur untuk mendukung operasi

sistem.

a. Bagan Alur Sistem / Flow Of System

Bagan alir sistem merupakan bagan yang menunjukan arus

pekerjaan dari sistem secara keseluruhan, menjelaskan urutan dari

prosedur – prosedur yang ada di dalam sistem serta menunjukkan

apa yang dikerjakan di dalam sistem.

Tabel 2.1 Flow Of Syestem


22

Simpanan
Dokumen Manual Proses
Offline

Kartu Punch Operasi Luar Sort Offline Pita Magnetik

Drum Pita Kertas


Disk Disket
Magnetik Berulang

Hubungan
Keyboard Display Garis Alir
Komunikasi

Penghubung

Sumber : (Rosaly & Prasetyo,2019)

Keterangan symbol :

1) Simbol Dokumen, menunjukan input dan output baik untuk

proses manual, mekanik dan komputer

2) Simbol simpanan offline, file non-komputer yang di arsip

berdasarkan urut angka, huruf dan tanggal

3) Simbol manual, menunjukan pekerjaan manual

4) Simbol proses, menunjukan kegiatan proses dari operasi

program komputer

5) Simbol kartu punch, menunjukan input atau output yang

menunjukan kartu punch

6) Simbol operasi luar, menunjukan operasi yang dilakukan di

luar operasi komputer


23

7) Simbol sort offline, menunjukan pengurutan data di luar

proses komputer

8) Simbol pita magnetik, menunjukan input atau output

menggunakan pita magnetik

9) Simbol disk, menunjukan input atau output menggunakan

hard disk

10) Simbol drum magnetic, menunjukan input atau output

menggunakan drum magnetic

11) Simbol disket, menunjukan input atau output menggunakan

disket

12) Simbol pita kertas berlubang, menunjukan input atau

output menggunakan pita kertas berlubang

13) Simbol keyboard, menunjukan input yang menggunakan

online keyboard

14) Simbol display, menunjukan output yang ditampilkan di

monitor

15) Simbol garis alir, menunjukan aliran proses

16) Simbol hubungan komunikasi, menunjukan proses

transmisi data mell, saluran komunikasi

17) Simbol penghubung, menunjukan penghubung ke halaman

b. Bagan Alir Dokumen / Flow Of Document

Bagan alir dokumen disebut juga bagan alir formular atau

paperwork adalah bagan alir yang menunjukan arus laporan atau


24

formular, termasuk tembusan-tembusannya menggunakan simbol –

simbol yang sama dengan bagan alir sistem.

Tabel 2.2 Simbol Flow of Document

Simbol Dokumen Simbol Proses

Menunjukan input/output baik Menunjukan proses dari operasi

proses manual, mekanik atau program

computer

Simbol Kegiatan Manual Simbol Garis Alir

Menunjukan proses yang Menunjukan arus dari proses

dilakukan secara manual

Simbol Simpanan Simbol Komentar

Menunjukan keterangan untuk

Menunjukan simpanan tetap memperjelas maksud dari simbol

atau simpanan arsip flowchart satu dengan yang

lainnya
25

Simbol Simpanan Simbol Penghubung

Menunjukan simpanan Menunjukan sambungan dari

sementara atau simpanan arsip bagan alir yang terputus

dihalaman yang sama

Simbol Penghubung Simbol Titik Terminal

Menunjukan awal dan akhir


Menunjukan sambungan dari
proses
bagan alir yang terputus

dihalaman yang berbeda

Masukan / Keluaran Pita Transmital

Menunjukan masukan dan

keluaran dari bagan alir


Jumlah transaksi yang di proses

Sumber : (Rosaly & Prasetyo,2019)

c. Diagram Konteks / Context Diagram


26

Diagram Konteks adalah diagram dari sebuah sistem yang

menggambarkan aliran data yang masuk dan keluar dari sistem dan

dari entitas luar.

d. Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram adalah penyajian grafis dari sebuah

sistem yang mempergunakan empat bentuk simbol untuk

mengilustrasikan bagaimana data mengalir melalui proses-proses

yang saling tersambung.

Tabel 2.3 Data Flow Diagram

No Simbol Fungsi

External entity (Kesatuan luar)

merupakan kesatuan di lingkungan

1 luar sistem yang mewakili manusia,

objek, konsep, tempat atau peristiwa

yang memberikan input atau output

dari system

Proses merupakan kegiatan

2 pengolahan input yang menghasilkan

output

Aliran data adalah jalan bagi

pergerakan data dari suatu lokasi

yang berlainan dalam sistem. Suatu


27

3 aliran data mewakili satu atau

beberapa data

Data Source (simpanan data),

merupakan simpanan dari data yang

4 dapat berupa suatu file, database dan

lain – lain.

Sumber : (Rosaly & Prasetyo,2019)

e. Flowchart

Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah –

langkah dan urutan – urutan prosedur dari suatu program. Adapun

simbol – simbol yang digunakan pada flowchart bisa dilihat pada

tabel berikut :

Tabel 2.4 Flowchart

No Simbol Fungsi

Digunakan untuk menunjukan

1 awal dan akhir dari program

Digunakan untuk memberikan

2 nilai awal pada suatu variable

atau counter

Digunakan untuk pengolahan

3 aritmatika dan pemindahan

data
28

Digunakan untuk mewakili

4 operasi perbandingan logika

Digunakan untuk memanggil

5 subprogram

Digunakan untuk

menunjukkan hubungan arus

6 proses yang terputus masih

dalam halaman yang sama

Digunakan untuk menunjukan

hubungan arus proses yang

7 terputus di halaman lain

Sumber : (Rosaly & Prasetyo,2019)

2.6 Perancangan Basis Data

2.6.1 Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram adalah Model konseptual yang

mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan (dalam DFD), ERD

digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data.

Dengan ERD model diuji dengan menghasilkan proses yang

dilakukan. ERD menggunakan sejumlah notasi dan simbol untuk

menggambarkan struktur dan hubungan antara data.

Tabel 2.5 Entity Relationship Diagram


29

Entitas Relasi

Atribut Penghubung

Sumber : (Rosaly & Prasetyo,2019

a. Entitas (Entity)

Entitas merupakan individu yang mewakili sesuatu yang

nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain.

b. Atribut (Attributes / Properties)

Atribut adalah elemen, data field atau data item yang

digunakan untuk menerangkan suatu atribut dan entitas dan

mempunyai harga tertentu

c. Relasi (Relationship)

Relasi menunjukan adanya hubungan di antara sejumlah

entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda

d. Kardinalisasi Relasi

Kardinalitas relasi merupakan jumlah maksimum entitas yang

dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain.

Kardinalitas relasi yang terjadi diantara himpunan entitas

seperti A ke B dapat berupa :

1. Satu ke satu (one to one)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan

paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, demikian

juga sebaliknya.
30

2. Satu ke banyak (one to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan

banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya.

3. Banyak ke satu (many to one)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan

paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak

sebaliknya.

4. Banyak ke banyak (many to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan

banyak entitas pada himpunan entitas B, demikian juga

sebaliknya.

5. Kunci (key)

Kunci adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut

yang dapat membedakan semua baris data (row) dalam table

secara unik.

Ada tiga macam kunci yang dapat diterapkan pada satu

tabel,

yaitu :

a) Superkey, merupakan satu atau lebih atribut (kumpulan

atribut) yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah

table secara unik.


31

b) Candidate Key, merupakan kumpulan atribut minimal yang

dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah table secara

unik.

c) Primary Key,

merupakan kunci yang paling unik, lebih ringkas, lebih sering

dijadikan acuan. Primary Key dapat dipilih dari salahsatu

candidate key

2.6.2 Normalisasi

Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke

dalam tabel – tabel mengorganisasi data ke dalam tabel – tabel untuk

memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi.

a. Tujuan Normalisasi

1) Untuk menghilangkan redudansi data

2) Untuk mengurangi kompleksitas

3) Untuk memudahkan pemodifikasian data

b. Proses Normalisasi

1) Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis

berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.


32

2) Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu,

maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang

lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.

c. Tahap – Tahap Normalisasi

Dalam proses normalisasi perlu diketahui terlebih dahulu

tahap – tahap normalisasi. Adapun tahapannya yaitu sebagai

berikut

1) Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)

Merupakan kumpulan data yang dibentuk dalam file datar

atau satu record. Data dikumpulkan apa adanya dan tidak ada

keharusan mengikuti format tertentu.

2) Bentuk Normal Kesatu (First Normal Form : 1st NF)

Bentuk normal pertama memiliki syarat yaitu

mengumpulkan seluruh field basis data sehingga semua field

hanya memiliki nilai atomic atau tunggal saja.

3) Bentuk Normal Kedua (Second Normal Form : 2nd NF)

Bentuk normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data

telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu. Atribut bukan

kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama.

Kunci field haruslah unik dan dapat mewakili atribut lain yang

menjadi anggotanya.

4) Bentuk Normal Ketiga (Third Normal Form : 3rd NF)


33

Untuk menjadi bentuk normal ketiga maka relasinya

haruslah dalam bentuk normal kedua dan semua atribut bukan

kunci tidak punya hubungan yang transitif. Dengan kata lain

semua atribut bukan kunci primer haruslah bergantung hanya

pada primary key secara menyeluruh.

2.6.3 Kamus Data

Kamus data atau data dictionary atau disebut juga system data

dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan –

kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan

menggunakan kamus data ini analisis sistem dapat mendefinisikan

data yang mengalir.

Adapun simbol – simbol yang digunakan pada kamus data

adalah sebagai berikut :

Tabel 2.6 Kamus Data

Simbol Keterangan

= Terdiri dari, mendefinisikan, diuraikan menjadi

+ Dan

() Menunjukan suatu elemen yang bersifat opsional

{} Menunjukan elemen – elemen repetitif, juga didsebut

kelompok berulang atau tabel – tabel

[] Menunjukan salah satu dari dua situasi tertentu,

memilih dalah satu dari sejumlah alternatif / seleksi

| Pemisah sejumlah alternatif pilihan antara simbol []


34

@ Identifikasi atribut kunci

** Komentar

Sumber : (Rosaly & Prasetyo,2019)

2.6.4 Pengertian PHP

PHP adalah bahasa server-side–scripting yang menyatu dengan

HTML untuk membuat halaman web yang dinamis. Karena PHP

merupakan server-side-scripting maka sintaks dan perintah-perintah

PHP akan diesksekusi di server kemudian hasilnya akan dikirimkan ke

browser dengan format HTML.

Dengan demikian kode program yang ditulis dalam PHP tidak

akan terlihat oleh user sehingga keamanan halaman web lebih

terjamin.

PHP termasuk dalam open source product, sehingga source

code PHP dapat diubah dan didistribusikan secara bebas. Versi terbaru

PHP dapat di unduh secara gratis melalui situs resmi PHP (

http//[Link] waktu akses 2022) PHP juga dapat berjalan pada

berbagai web server seperti IIS (Internet Information Server), PWS

(Personal Web Server), Apache, Xitami. PHP juga mampu berjalan di

banyak sistem operasi yang beredar saat ini, diantaranya : Sistem

Operasi Microsoft Windows (semua versi), Linux, Mac Os, Solaris.

PHP dapat dibangun sebagai modul web server Apache dan sebagai

binary yang dapat berjalan sebagai CGI (Common Gateway


35

Interface). PHP dapat mengirim HTTP header, dapat mengatur

cookies, mengatur authentication dan redirect user.

2.6.5 XAMPP

Menurut Kartin (Kartini:2013), Dalam paketnya sudah terdapat

Apache (web server), MySQL (database), PHP (server side scripting),

Perl, FTP server, Php MyAdmin dan berbagai pustaka bantu lainnya.

Dengan menginstall XAMPP maka tidak perlu lagi melakukan

instalasi dan konfigurasi web server Apache, PHP dan MySQL secara

manual. XAMPP akan menginstalasi dan mengkonfigurasi-kannya

secara otomatis untuk anda. XAMPP adalah sebuah web server.

2.7 Metode Warterfall

Pembangunan sistem secara keseluruhan dilakukan melalui beberapa

tahapan/langkah. Metode pengembangan perangkat lunak dikenal juga

dengan istilah Software Development Life Cycle (SDLC). Metode Waterfall

merupakan metode pengembangan perangkat lunak tertua sebab sifatnya

yang natural. Metode Waterfall merupakan pendekatan SDLC paling awal

yang digunakan untuk pengembangan perangkat lunak. Urutan dalam

Metode Waterfall bersifat serial yang dimulai dari proses perencanaan,

analisa, desain, dan implementasi pada sistem.

Metode ini dilakukan dengan pendekatan yang sistematis, mulai dari

tahap kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding,

testing/verification, dan maintenance. Langkah demi langkah yang dilalui

harus diselesaikan satu per satu (tidak dapat meloncat ke tahap berikutnya)
36

dan berjalan secara berurutan, oleh karena itu di sebut waterfall (Air

Terjun).

Ian Sommerville (2011) menjelaskan bahwa ada lima tahapan pada

Metode Waterfall, yakni Requirements Analysis and Definition, Sytem and

Software Design, Implementation and Unit Testing, Integration and System

Testing, dan Operationa and Maintenance.

Gambar 2.1 Model Waterfall

Sumber : Ian Sommerville (2011)

Sedangkan menurut Pressman langkah-langkah dalam Metode

Waterfall dimulai dari Requirement Analysis and Definition, System and

Software Design, Implementation and Unit Testing, Integration and System

Testing, dan Operation and Maintenance.

a. Requirement Analyst

Tahap implementation and unit testing merupakan tahap

pemrograman. Pembuatan perangkat lunak dibagi menjadi modul-modul

kecil yang nantinya akan digabungkan dalam tahap berikutnya.

Disamping itu, pada fase ini juga dilakukan pengujian dan pemeriksaan

terhadap fungsionalitas modul yang sudah dibuat, apakah sudah

memenuhi kriteria yang diinginkan atau belum.


37

b. System and Software Design

Informasi mengenai spesifikasi kebutuhan dari tahap Requirement

Analysis selanjutnya di analisa pada tahap ini untuk kemudian

diimplementasikan pada desain pengembangan. Perancangan desain

dilakukan dengan tujuan membantu memberikan gambaran lengkap

mengenai apa yang harus dikerjakan. Tahap ini juga akan membantu

pengembang untuk menyiapkan kebutuhan hardware dalam pembuatan

arsitektur sistem perangkat lunak yang akan dibuat secara keseluruhan.

c. Implementation and Unit Testing

Tahap implementation and unit testing merupakan tahap

pemrograman. Pembuatan perangkat lunak dibagi menjadi modul-modul

kecil yang nantinya akan digabungkan dalam tahap berikutnya.

Disamping itu, pada fase ini juga dilakukan pengujian dan pemeriksaan

terhadap fungsionalitas modul yang sudah dibuat, apakah sudah

memenuhi kriteria yang diinginkan atau belum.

d. Integration and System Testing

Setelah seluruh unit atau modul yang dikembangkan dan diuji di

tahap implementasi selanjutnya diintegrasikan dalam sistem secara

keseluruhan. Setelah proses integrasi selesai, selanjutnya dilakukan

pemeriksaan dan pengujian sistem secara keseluruhan untuk

mengidentifikasi kemungkinan adanya kegagalan dan kesalahan sistem.

e. Operation and Maintenance


38

Pada tahap terakhir dalam Metode Waterfall, perangkat lunak yang

sudah jadi dioperasikan pengguna dan dilakukan pemeliharaan.

Pemeliharaan memungkinkan pengembang untuk melakukan perbaikan

atas kesalahan yang tidak terdeteksi pada tahap-tahap sebelumnya.

Pemeliharaan meliputi perbaikan kesalaha, perabikan implementasi unit

sistem, dan peningkatan dan penyesuaian sistem sesuai dengan

kebutuhan

2.8 Metode Black Box

Pengujian sistem bertujuan untuk melihat apakah sistem yang telah

dibuat sudah sesuai dengan tujuan awal pembuatan dan layak untuk

dipergunakan. Pengujian pada sistem menggunakan metode Black Box,

tujuannya untuk mengetahui bahwa bagian-bagian dalam sistem aplikasi

telah benar menampilkan pesanpesan kesalahan jika terjadi kesalahan dalam

penginputan dataBlack Box Testing sendiri merupakan pengujian yang

dilakukan hanya mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa

fungsional dari perangkat lunak. (Hanifah & Alit, 2016).

Berikut adalah 10 tipe pengujian dari metode Black Box :

1. Equivalence Partitioning :

Membagi inputan menjadi kelas data yang dapat digunakan untuk

menggenerasi kasus uji.

2. Boundary Value Analysis / Limit Testing:

Mengijinkan untuk menyeleksi kasus uji yang menguji batasan nilai input,

Merupakan komplemen dari Equivalence Partitioning.


39

3. Comparison Testing :

Uji setiap versi dengan data yang sama untuk memastikan semua versi

menghasilkan keluaran yang sama.

4. Sample Testing :

Melibatkan beberapa nilai yang terpilih dari sebuah kelas ekivalen.

5. Robustness Testing :

Data input dipilih diluar spesifikasi yang telah didefinisikan, Tujuan dari

pengujian ini adalah membuktikan bahwa tidak ada kesalahan jika masukan

tidak valid.

6. Behavior Testing :

Hasil uji tidak dapat dievaluasi jika hanya melakukan pengujian sekali, tapi

dapat dievaluasi jika pengujian dilakukan beberapa kali, misalnya pada

pengujian struktur data stack.

7. Performance Testing :

Mengevaluasi kemampuan program untuk beroperasi dengan benar

dipandang dari sisi acuan kebutuhan misalnya : aliran data, ukuran

pemakaian memori, kecepatan eksekusi.

8. Requirement Testing :

Spesifikasi kebutuhan yang terasosiasi dengan perangkat lunak

diidentifikasi pada tahap spesifikasi kebutuhan dan desain.

9. Endurance Testing :

Melibatkan kasus uji yang diulang-ulang dengan jumlah tertentu.

10. Cause – Effect Relationship Testing :


40

Bagi-bagi spesifikasi kebutuhan menjadi bagian yang memiliki

kemungkinan kerja.

Anda mungkin juga menyukai