BAB II
LANDASAN TEORI
Untuk mendukung pembuatan skripsi ini, maka perlu dikemukakan teori- teori
yang berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup pembahasan sebagai
landasan dalam pembuatan skripsi. Penulis membuat landasan teori menurut para ahli
yang melatarbelakangi penyusunan skripsi ini.
2.1 Konsep Dasar Sistem
2.1.1 Pengertian Sistem
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang
saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu
kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Sistem adalah suatu kumpulan atau himpunan dari unsur,
komponen atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling
tergantung satu sama lain, dan terpadu. (M.S, 2015)
2.1.2 Karakteristik Sistem
a. Komponen sistem (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling
berinteraksi dan bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-
komponen sistem tersebut dapat berupa subsistem atau bagian-bagian
dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi
proses sistem secara keseluruhan.
12
13
b. Batasan sistem (Boundary)
Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara
sistem dengan sistem lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan
sistem ini menunjukan ruang lingkup dari sistem itu sendiri.
c. Lingkungan luar sistem (Environment)
Lingkungan luar sistem merupakan apapun yang ada diluar
lingkup atau batasan yang mempengaruhi operasi sistem tersebut.
d. Penghubung sistem (Interface)
Penghubung sistem atau interface merupakan media yang
menghubungakan sistem dengan subsistem yang lainnya untuk
dapat berinteraksi membentuk suatu kesatuan.
e. Masukan sistem (Input)
Masukan sistem adalah energi yang dimasukan kedalam sistem.
Masukan sistem dapat berupa pemeliharaan (maintance input) dan
sinyal (signal input). Maintance input merupakan energi yang
dimasukan agar sistem tersebut dapat beroperasi. Sedangkan signal
input adalah energi yang diproses untuk menghasilkan keluaran.
f. Keluaran sistem (Output)
Keluaran sistem adalah hasil energy yang diolah dan
diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini
merupakan masukan yang berguna bagi subsistem yang lain.
14
g. Pengolah sistem (Proses)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu yang proses akan
mengubah masukan menjad pengeluaran.
h. Sasaran sistem (Objective)
Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti. Hal ini
karena sasaran sangat berguna untuk menentukan masukan yang
dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan. Suatu sistem
berhasil bila mengenai sasaram atau tujuannya.
2.2 Konsep Dasar Informasi
2.2.1 Pengertian Informasi
Informasi adalah hasil pengolahan data menjadi bentuk yang
lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian nyata dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu
pengambilan keputusan.(Yoga, 2015).
2.2.2 Kualitas Informasi
Kualitas dari suatu informasi tergantung 4 hal,informasi harus :
a. Akurat (accurate) dan presisi (precision)
Akurat dalam menampilkan informasi dan presisi dalam detail
informasi yang diberikan.
b. Kelengkapan (completeness)
Informasi yang terjadi cukup lengkap untuk setiap user dan situasi.
15
c. Waktu (time)
Waktu berarti menyediakan informasi secepat mungkin pada saat
dibutuhkan sehingga berguna.
d. Sumber (source)
Orang atau organisasi yang menghasilkan informasi.
2.2.3 Nilai Informasi
Pada umumnya, nilai informasi ditentukan oleh 2 hal, yaitu
manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan
bernilai jika manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya
untuk mendapatkannya. Kegunaan informasi adalah untuk
mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan
tentang keadaan.
Namun, perlu dipahami bahwa informasi yang digunakan di
dalam suatu sistem informasi pada umumnya digunakan untuk
beberapa kegunaan sehingga sulit untuk membandingkan suatu bagian
informasi pada suatu masalah tertentu dengan biaya untuk
mendapatkannya sebab sebagian besar informasi dinikmati tidak
hanya oleh satu pihak di dalam manajemen.
Pengukuran nilai informasi pada umumnya dihubungkan dengan
analisis cost effectiveness atau cost benefit. nilai informasi ini
didasarkan kepada 10 sifat, (M.S, 2015) yaitu :
a. Mudah diperoleh, Sifat ini menunjukan informasi dapat
diperoleh dengan mudah dan cepat. Kecepatan memperoleh
16
dapat diukur, misalnya 1 menit versus 24 jam. Akan tetapi,
bebeapa nilainya bagi pemakai informasi sulit mengukurnya.
b. Luas dan lengkap, Sifat ini menunjukan lengkapnya isi
informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya,
tetapi juga mengenai keluaran informasinya. Sifat ini sangat
kabur, karena itu sulit mengukurnya.
c. Ketelitian, Sifat ini menunjukkan minimnya kesalahan dalam
informasi. Dalam hubungannya dengan volume data yang besar
biasanya terjadi dua jenis kesalahan, yakni kesalahan pencatatan
dan kesalahan perhitungan.
d. Kecocokan, Sifat ini menunjukan seberapa baik keluaran
informasi dalam hubungan dengan permintaan para pemakai. Isi
informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang
dihadapi. Semua keluaran lainnya tidak berguna tetapi mahal
mempesiapkannya. Sifat ini sulit mengukurnya.
e. Ketepatan waktu, Menunjukkan tak ada keterlambatan jika ada
yang sedang ingin mendapatkan informasi. Masukan,
pengolahan, dan pelaporan keluaran kepada pemakai biasannya
tepat waktu. Dalam beberapa hal, ketepatan waktu dapat diukur.
f. Kejelasan, Sifat ini menunjukkan keluaran informasi yang bebas
dari istilah-istilah yang tidak jelas. Membetulkan laporan dapat
memakan biaya yang besar. Berapa biaya yang diperlukan untuk
memperbaiki laporan tersebut?
17
g. Keluwesan, Sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya
keluaran informasi tidak hanya dengan beberapa keputusan,
tetapi juga dengan beberapa pengambil Keputusan. Sifat ini sulit
diukur, tetapi dalam banyak hal dapat diberikan nilai yang dapat
diukur.
h. Dapat dibuktikan, Sifat ini menunjukan kemampuan beberapa
pemakai informasi untuk menguji keluaran informasi dan
sampai pada kesimpulan yang sama.
i. Tidak ada prasangka, Sifat ini berhubungan dengan tidak adanya
keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan
kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
j. Dapat diukur, Sifat ini menunjukan hakikat informasi yang
dihasilkan dari sistem informasi formal.
2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi
2.3.1 Pengertian Sistem informasi
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja,
informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk
mencapai tujuan dalam sebuah organisasi. (Paramitha Annisa, 2019).
2.3.2 Komponen Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut:
a. Blok masukan (input block)
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi.
Input yang dimaksud adalah metode dan media untuk menangkap
18
data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen
dasar.
b. Blok model (model block)
Blok ini tediri dari kombinasi prosedur, logika, dan model
matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang
tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk
menghasilkan keluaran yang diinginkan.
c. Blok keluaran (output block)
Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan
informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk
semua tingkatan manajeman serta semua pemakai system.
d. Blok teknologi (technology block)
Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi.
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model,
menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan
keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara
keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 (tiga) bagian utama, yaitu
teknisi (brainware), perangkat lunak (software), dan perangkat
keras (hardware).
e. Blok basis data (database block)
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling
berkaitan dan berhubungan satu sama lain, tersimpan di perangkat
keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk
19
memenipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk
keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis
data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang
dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga
berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data
diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket
yang disebut DBMS (Database Management System).
f. Blok kendali (control block)
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti
bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan,
keagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase,
dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan
diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak
sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-
kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
2.4 Pemesanan
a. Pengertian Pemesanan
Pemesanan adalah penerimaan pesanan dari pelanggan terhadap suatu
produk. Lanjutan dari pemesanan adalah pengiriman produk sampai
ketangan pemesan dengan selamat.
pemesanan dalam arti umum adalah perjanjian pemesanan tempat
antara 2 (dua) pihak atau lebih, perjanjian pemesanan tempat tersebut dapat
berupa perjanjian atas pemesanan suatu ruangan, kamar, tempat duduk dan
lainnya, pada waktu tertentu dan disertai dengan produk jasanya. Produk
jasa yang dimaksud adalah jasa yang ditawarkan pada perjanjian
20
pemesanan tempat tersebut, seperti pada perusahaan penerbangan atau
perusahaan pelayaran adalah perpindahan manusia atau benda dari satu
titik (kota) ketitik (kota) lainnya.
Pemesanan adalah keseluruhan proses kegiatan yang berkaitan dengan
pengelolaan inventory atau persediaan tempat pendistribusian produk dan
catatan keseluruhan transaksi pemesanan tempat baik untuk penumpang
maupun barang (cargo).
2.5 Analisis Perancangan Sistem
Tahap analisis dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan
sebelum tahap desain sistem. Tahap perencanaan dan analisis sistem
merupakan tahap kritis dan sangat penting, karena kesalahan pada tahap ini
menyebabkan kesalahan pada tahap selanjutnya. Setelah tahap analisis
selesai dilakukan, baru analisis sistem mendapat gambaran dengan jelas
terekait apa yang harus dikerjakan. Kemudian memikirkan bagaimana
membangun sistem tersbut. Tujuan dari desain adalah untuk memberikan
gambaran secara umum kepada pengguna tentang sistem yang baru. Pada
tahap seleksi sistem dibutuhkan pengetahuan yang cukup dalam memilih
teknik-teknik dalam pelaksanaan dan kebutuhan yang diperlukan dalam
rancangan yang telah dilakukan. Tahap implementasi sistem merupakan
tahap meletakkan sistem supaya siap dioperasikan.
1. Pengertian Analisis Sistem
Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi
yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud
untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan,
21
kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan
sehingga dapat diusulkan perbaikan.
Analilis juga dapat didefinisikan sebagai suatu proses dalam
mendefinisikan kebutuhan untuk memperoleh sebuah pemecahan dari
suatu persoalan. Penulis menyimpulkan bahwa analisis sistem adalah
proses sistematis guna menggali informasi tentang kebutuhan,
prosedur, komponen, model yang dibutuhkan dalam membangun
sebuah sistem informasi.
2. Pengertian Perancangan Sistem
Perancangan sistem adalah merancang atau mendesain suatu
sistem yang baik isinya adalah langkah – langkah operasi sistem
dalam proses pengolahan data dan prosedur untuk mendukung operasi
sistem.
a. Bagan Alur Sistem / Flow Of System
Bagan alir sistem merupakan bagan yang menunjukan arus
pekerjaan dari sistem secara keseluruhan, menjelaskan urutan dari
prosedur – prosedur yang ada di dalam sistem serta menunjukkan
apa yang dikerjakan di dalam sistem.
Tabel 2.1 Flow Of Syestem
22
Simpanan
Dokumen Manual Proses
Offline
Kartu Punch Operasi Luar Sort Offline Pita Magnetik
Drum Pita Kertas
Disk Disket
Magnetik Berulang
Hubungan
Keyboard Display Garis Alir
Komunikasi
Penghubung
Sumber : (Rosaly & Prasetyo,2019)
Keterangan symbol :
1) Simbol Dokumen, menunjukan input dan output baik untuk
proses manual, mekanik dan komputer
2) Simbol simpanan offline, file non-komputer yang di arsip
berdasarkan urut angka, huruf dan tanggal
3) Simbol manual, menunjukan pekerjaan manual
4) Simbol proses, menunjukan kegiatan proses dari operasi
program komputer
5) Simbol kartu punch, menunjukan input atau output yang
menunjukan kartu punch
6) Simbol operasi luar, menunjukan operasi yang dilakukan di
luar operasi komputer
23
7) Simbol sort offline, menunjukan pengurutan data di luar
proses komputer
8) Simbol pita magnetik, menunjukan input atau output
menggunakan pita magnetik
9) Simbol disk, menunjukan input atau output menggunakan
hard disk
10) Simbol drum magnetic, menunjukan input atau output
menggunakan drum magnetic
11) Simbol disket, menunjukan input atau output menggunakan
disket
12) Simbol pita kertas berlubang, menunjukan input atau
output menggunakan pita kertas berlubang
13) Simbol keyboard, menunjukan input yang menggunakan
online keyboard
14) Simbol display, menunjukan output yang ditampilkan di
monitor
15) Simbol garis alir, menunjukan aliran proses
16) Simbol hubungan komunikasi, menunjukan proses
transmisi data mell, saluran komunikasi
17) Simbol penghubung, menunjukan penghubung ke halaman
b. Bagan Alir Dokumen / Flow Of Document
Bagan alir dokumen disebut juga bagan alir formular atau
paperwork adalah bagan alir yang menunjukan arus laporan atau
24
formular, termasuk tembusan-tembusannya menggunakan simbol –
simbol yang sama dengan bagan alir sistem.
Tabel 2.2 Simbol Flow of Document
Simbol Dokumen Simbol Proses
Menunjukan input/output baik Menunjukan proses dari operasi
proses manual, mekanik atau program
computer
Simbol Kegiatan Manual Simbol Garis Alir
Menunjukan proses yang Menunjukan arus dari proses
dilakukan secara manual
Simbol Simpanan Simbol Komentar
Menunjukan keterangan untuk
Menunjukan simpanan tetap memperjelas maksud dari simbol
atau simpanan arsip flowchart satu dengan yang
lainnya
25
Simbol Simpanan Simbol Penghubung
Menunjukan simpanan Menunjukan sambungan dari
sementara atau simpanan arsip bagan alir yang terputus
dihalaman yang sama
Simbol Penghubung Simbol Titik Terminal
Menunjukan awal dan akhir
Menunjukan sambungan dari
proses
bagan alir yang terputus
dihalaman yang berbeda
Masukan / Keluaran Pita Transmital
Menunjukan masukan dan
keluaran dari bagan alir
Jumlah transaksi yang di proses
Sumber : (Rosaly & Prasetyo,2019)
c. Diagram Konteks / Context Diagram
26
Diagram Konteks adalah diagram dari sebuah sistem yang
menggambarkan aliran data yang masuk dan keluar dari sistem dan
dari entitas luar.
d. Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram adalah penyajian grafis dari sebuah
sistem yang mempergunakan empat bentuk simbol untuk
mengilustrasikan bagaimana data mengalir melalui proses-proses
yang saling tersambung.
Tabel 2.3 Data Flow Diagram
No Simbol Fungsi
External entity (Kesatuan luar)
merupakan kesatuan di lingkungan
1 luar sistem yang mewakili manusia,
objek, konsep, tempat atau peristiwa
yang memberikan input atau output
dari system
Proses merupakan kegiatan
2 pengolahan input yang menghasilkan
output
Aliran data adalah jalan bagi
pergerakan data dari suatu lokasi
yang berlainan dalam sistem. Suatu
27
3 aliran data mewakili satu atau
beberapa data
Data Source (simpanan data),
merupakan simpanan dari data yang
4 dapat berupa suatu file, database dan
lain – lain.
Sumber : (Rosaly & Prasetyo,2019)
e. Flowchart
Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah –
langkah dan urutan – urutan prosedur dari suatu program. Adapun
simbol – simbol yang digunakan pada flowchart bisa dilihat pada
tabel berikut :
Tabel 2.4 Flowchart
No Simbol Fungsi
Digunakan untuk menunjukan
1 awal dan akhir dari program
Digunakan untuk memberikan
2 nilai awal pada suatu variable
atau counter
Digunakan untuk pengolahan
3 aritmatika dan pemindahan
data
28
Digunakan untuk mewakili
4 operasi perbandingan logika
Digunakan untuk memanggil
5 subprogram
Digunakan untuk
menunjukkan hubungan arus
6 proses yang terputus masih
dalam halaman yang sama
Digunakan untuk menunjukan
hubungan arus proses yang
7 terputus di halaman lain
Sumber : (Rosaly & Prasetyo,2019)
2.6 Perancangan Basis Data
2.6.1 Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relationship Diagram adalah Model konseptual yang
mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan (dalam DFD), ERD
digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data.
Dengan ERD model diuji dengan menghasilkan proses yang
dilakukan. ERD menggunakan sejumlah notasi dan simbol untuk
menggambarkan struktur dan hubungan antara data.
Tabel 2.5 Entity Relationship Diagram
29
Entitas Relasi
Atribut Penghubung
Sumber : (Rosaly & Prasetyo,2019
a. Entitas (Entity)
Entitas merupakan individu yang mewakili sesuatu yang
nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain.
b. Atribut (Attributes / Properties)
Atribut adalah elemen, data field atau data item yang
digunakan untuk menerangkan suatu atribut dan entitas dan
mempunyai harga tertentu
c. Relasi (Relationship)
Relasi menunjukan adanya hubungan di antara sejumlah
entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda
d. Kardinalisasi Relasi
Kardinalitas relasi merupakan jumlah maksimum entitas yang
dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain.
Kardinalitas relasi yang terjadi diantara himpunan entitas
seperti A ke B dapat berupa :
1. Satu ke satu (one to one)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan
paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, demikian
juga sebaliknya.
30
2. Satu ke banyak (one to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan
banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya.
3. Banyak ke satu (many to one)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan
paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak
sebaliknya.
4. Banyak ke banyak (many to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan
banyak entitas pada himpunan entitas B, demikian juga
sebaliknya.
5. Kunci (key)
Kunci adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut
yang dapat membedakan semua baris data (row) dalam table
secara unik.
Ada tiga macam kunci yang dapat diterapkan pada satu
tabel,
yaitu :
a) Superkey, merupakan satu atau lebih atribut (kumpulan
atribut) yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah
table secara unik.
31
b) Candidate Key, merupakan kumpulan atribut minimal yang
dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah table secara
unik.
c) Primary Key,
merupakan kunci yang paling unik, lebih ringkas, lebih sering
dijadikan acuan. Primary Key dapat dipilih dari salahsatu
candidate key
2.6.2 Normalisasi
Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke
dalam tabel – tabel mengorganisasi data ke dalam tabel – tabel untuk
memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi.
a. Tujuan Normalisasi
1) Untuk menghilangkan redudansi data
2) Untuk mengurangi kompleksitas
3) Untuk memudahkan pemodifikasian data
b. Proses Normalisasi
1) Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis
berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.
32
2) Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu,
maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang
lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.
c. Tahap – Tahap Normalisasi
Dalam proses normalisasi perlu diketahui terlebih dahulu
tahap – tahap normalisasi. Adapun tahapannya yaitu sebagai
berikut
1) Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)
Merupakan kumpulan data yang dibentuk dalam file datar
atau satu record. Data dikumpulkan apa adanya dan tidak ada
keharusan mengikuti format tertentu.
2) Bentuk Normal Kesatu (First Normal Form : 1st NF)
Bentuk normal pertama memiliki syarat yaitu
mengumpulkan seluruh field basis data sehingga semua field
hanya memiliki nilai atomic atau tunggal saja.
3) Bentuk Normal Kedua (Second Normal Form : 2nd NF)
Bentuk normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data
telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu. Atribut bukan
kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama.
Kunci field haruslah unik dan dapat mewakili atribut lain yang
menjadi anggotanya.
4) Bentuk Normal Ketiga (Third Normal Form : 3rd NF)
33
Untuk menjadi bentuk normal ketiga maka relasinya
haruslah dalam bentuk normal kedua dan semua atribut bukan
kunci tidak punya hubungan yang transitif. Dengan kata lain
semua atribut bukan kunci primer haruslah bergantung hanya
pada primary key secara menyeluruh.
2.6.3 Kamus Data
Kamus data atau data dictionary atau disebut juga system data
dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan –
kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan
menggunakan kamus data ini analisis sistem dapat mendefinisikan
data yang mengalir.
Adapun simbol – simbol yang digunakan pada kamus data
adalah sebagai berikut :
Tabel 2.6 Kamus Data
Simbol Keterangan
= Terdiri dari, mendefinisikan, diuraikan menjadi
+ Dan
() Menunjukan suatu elemen yang bersifat opsional
{} Menunjukan elemen – elemen repetitif, juga didsebut
kelompok berulang atau tabel – tabel
[] Menunjukan salah satu dari dua situasi tertentu,
memilih dalah satu dari sejumlah alternatif / seleksi
| Pemisah sejumlah alternatif pilihan antara simbol []
34
@ Identifikasi atribut kunci
** Komentar
Sumber : (Rosaly & Prasetyo,2019)
2.6.4 Pengertian PHP
PHP adalah bahasa server-side–scripting yang menyatu dengan
HTML untuk membuat halaman web yang dinamis. Karena PHP
merupakan server-side-scripting maka sintaks dan perintah-perintah
PHP akan diesksekusi di server kemudian hasilnya akan dikirimkan ke
browser dengan format HTML.
Dengan demikian kode program yang ditulis dalam PHP tidak
akan terlihat oleh user sehingga keamanan halaman web lebih
terjamin.
PHP termasuk dalam open source product, sehingga source
code PHP dapat diubah dan didistribusikan secara bebas. Versi terbaru
PHP dapat di unduh secara gratis melalui situs resmi PHP (
http//[Link] waktu akses 2022) PHP juga dapat berjalan pada
berbagai web server seperti IIS (Internet Information Server), PWS
(Personal Web Server), Apache, Xitami. PHP juga mampu berjalan di
banyak sistem operasi yang beredar saat ini, diantaranya : Sistem
Operasi Microsoft Windows (semua versi), Linux, Mac Os, Solaris.
PHP dapat dibangun sebagai modul web server Apache dan sebagai
binary yang dapat berjalan sebagai CGI (Common Gateway
35
Interface). PHP dapat mengirim HTTP header, dapat mengatur
cookies, mengatur authentication dan redirect user.
2.6.5 XAMPP
Menurut Kartin (Kartini:2013), Dalam paketnya sudah terdapat
Apache (web server), MySQL (database), PHP (server side scripting),
Perl, FTP server, Php MyAdmin dan berbagai pustaka bantu lainnya.
Dengan menginstall XAMPP maka tidak perlu lagi melakukan
instalasi dan konfigurasi web server Apache, PHP dan MySQL secara
manual. XAMPP akan menginstalasi dan mengkonfigurasi-kannya
secara otomatis untuk anda. XAMPP adalah sebuah web server.
2.7 Metode Warterfall
Pembangunan sistem secara keseluruhan dilakukan melalui beberapa
tahapan/langkah. Metode pengembangan perangkat lunak dikenal juga
dengan istilah Software Development Life Cycle (SDLC). Metode Waterfall
merupakan metode pengembangan perangkat lunak tertua sebab sifatnya
yang natural. Metode Waterfall merupakan pendekatan SDLC paling awal
yang digunakan untuk pengembangan perangkat lunak. Urutan dalam
Metode Waterfall bersifat serial yang dimulai dari proses perencanaan,
analisa, desain, dan implementasi pada sistem.
Metode ini dilakukan dengan pendekatan yang sistematis, mulai dari
tahap kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding,
testing/verification, dan maintenance. Langkah demi langkah yang dilalui
harus diselesaikan satu per satu (tidak dapat meloncat ke tahap berikutnya)
36
dan berjalan secara berurutan, oleh karena itu di sebut waterfall (Air
Terjun).
Ian Sommerville (2011) menjelaskan bahwa ada lima tahapan pada
Metode Waterfall, yakni Requirements Analysis and Definition, Sytem and
Software Design, Implementation and Unit Testing, Integration and System
Testing, dan Operationa and Maintenance.
Gambar 2.1 Model Waterfall
Sumber : Ian Sommerville (2011)
Sedangkan menurut Pressman langkah-langkah dalam Metode
Waterfall dimulai dari Requirement Analysis and Definition, System and
Software Design, Implementation and Unit Testing, Integration and System
Testing, dan Operation and Maintenance.
a. Requirement Analyst
Tahap implementation and unit testing merupakan tahap
pemrograman. Pembuatan perangkat lunak dibagi menjadi modul-modul
kecil yang nantinya akan digabungkan dalam tahap berikutnya.
Disamping itu, pada fase ini juga dilakukan pengujian dan pemeriksaan
terhadap fungsionalitas modul yang sudah dibuat, apakah sudah
memenuhi kriteria yang diinginkan atau belum.
37
b. System and Software Design
Informasi mengenai spesifikasi kebutuhan dari tahap Requirement
Analysis selanjutnya di analisa pada tahap ini untuk kemudian
diimplementasikan pada desain pengembangan. Perancangan desain
dilakukan dengan tujuan membantu memberikan gambaran lengkap
mengenai apa yang harus dikerjakan. Tahap ini juga akan membantu
pengembang untuk menyiapkan kebutuhan hardware dalam pembuatan
arsitektur sistem perangkat lunak yang akan dibuat secara keseluruhan.
c. Implementation and Unit Testing
Tahap implementation and unit testing merupakan tahap
pemrograman. Pembuatan perangkat lunak dibagi menjadi modul-modul
kecil yang nantinya akan digabungkan dalam tahap berikutnya.
Disamping itu, pada fase ini juga dilakukan pengujian dan pemeriksaan
terhadap fungsionalitas modul yang sudah dibuat, apakah sudah
memenuhi kriteria yang diinginkan atau belum.
d. Integration and System Testing
Setelah seluruh unit atau modul yang dikembangkan dan diuji di
tahap implementasi selanjutnya diintegrasikan dalam sistem secara
keseluruhan. Setelah proses integrasi selesai, selanjutnya dilakukan
pemeriksaan dan pengujian sistem secara keseluruhan untuk
mengidentifikasi kemungkinan adanya kegagalan dan kesalahan sistem.
e. Operation and Maintenance
38
Pada tahap terakhir dalam Metode Waterfall, perangkat lunak yang
sudah jadi dioperasikan pengguna dan dilakukan pemeliharaan.
Pemeliharaan memungkinkan pengembang untuk melakukan perbaikan
atas kesalahan yang tidak terdeteksi pada tahap-tahap sebelumnya.
Pemeliharaan meliputi perbaikan kesalaha, perabikan implementasi unit
sistem, dan peningkatan dan penyesuaian sistem sesuai dengan
kebutuhan
2.8 Metode Black Box
Pengujian sistem bertujuan untuk melihat apakah sistem yang telah
dibuat sudah sesuai dengan tujuan awal pembuatan dan layak untuk
dipergunakan. Pengujian pada sistem menggunakan metode Black Box,
tujuannya untuk mengetahui bahwa bagian-bagian dalam sistem aplikasi
telah benar menampilkan pesanpesan kesalahan jika terjadi kesalahan dalam
penginputan dataBlack Box Testing sendiri merupakan pengujian yang
dilakukan hanya mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa
fungsional dari perangkat lunak. (Hanifah & Alit, 2016).
Berikut adalah 10 tipe pengujian dari metode Black Box :
1. Equivalence Partitioning :
Membagi inputan menjadi kelas data yang dapat digunakan untuk
menggenerasi kasus uji.
2. Boundary Value Analysis / Limit Testing:
Mengijinkan untuk menyeleksi kasus uji yang menguji batasan nilai input,
Merupakan komplemen dari Equivalence Partitioning.
39
3. Comparison Testing :
Uji setiap versi dengan data yang sama untuk memastikan semua versi
menghasilkan keluaran yang sama.
4. Sample Testing :
Melibatkan beberapa nilai yang terpilih dari sebuah kelas ekivalen.
5. Robustness Testing :
Data input dipilih diluar spesifikasi yang telah didefinisikan, Tujuan dari
pengujian ini adalah membuktikan bahwa tidak ada kesalahan jika masukan
tidak valid.
6. Behavior Testing :
Hasil uji tidak dapat dievaluasi jika hanya melakukan pengujian sekali, tapi
dapat dievaluasi jika pengujian dilakukan beberapa kali, misalnya pada
pengujian struktur data stack.
7. Performance Testing :
Mengevaluasi kemampuan program untuk beroperasi dengan benar
dipandang dari sisi acuan kebutuhan misalnya : aliran data, ukuran
pemakaian memori, kecepatan eksekusi.
8. Requirement Testing :
Spesifikasi kebutuhan yang terasosiasi dengan perangkat lunak
diidentifikasi pada tahap spesifikasi kebutuhan dan desain.
9. Endurance Testing :
Melibatkan kasus uji yang diulang-ulang dengan jumlah tertentu.
10. Cause – Effect Relationship Testing :
40
Bagi-bagi spesifikasi kebutuhan menjadi bagian yang memiliki
kemungkinan kerja.