BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kas
2.1.1 Definisi Kas
Menurut Munawir (1983: 14) Kas merupakan uang tunai yang
dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan, termasuk dalam
pengertian kas adalah cek yang diterima dari para pelanggan dan simpanan
perusahaan di bank dalam bentuk giro atau demand deposit, yaitu simpanan
di bank yang dapat diambil kembali (dengan menggunakan cek atau bilyet).
Dari segi akuntansi yang dimaksud dengan kas adalah segala sesuatu baik
berbentuk uang atau bukan yang dapat tersedia dengan segera dan diterima
sebagai alat pelunasan kewajiban pada nilai nominalnya. Termasuk sebagai
kas adalah giro di bank dan kas yang ada diperusahaan.
2.1.2 Motiv meyimpanan kas
Kas merupakan bentuk aktiva yang paling likuid, yang bisa
dipergunakan dengan segera untuk memenuhi kewajiban finansial
perusahaan. Adapun yang menjadi motiv kenapa penyimpanan kas di
butuhkan menurut John Maynard Keynes, ada tiga motif memiliki kas, yaitu:
1. Motif transaksi, yaitu saldo kas yang dipegang untuk membayar
berbagai transaksi bisnis.
4
2. Motif berjaga-jaga, yaitu mempertahankan saldo kas sehingga
dapat memenuhi permintaan kas yang sifatnya tidak terduga.
3. Motif spekulasi, yaitu memperoleh keuntungan dari memiliki atau
menginvestasikan kas dalam bentuk investasi yang sangat likuid.
2.1.3 Manajemen Kas Yang efektif
Strategi khusus yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam mengelola
kasnya, menurut syamsudin (2004:234) yaitu :
1. Membayar utang dagang selambat mungkin asal jangan sampai
mengurangi kepercayaan pihak supplier kepada perusahaan.
Tetapi memanfaat kan potongan tunai (cash discout)
menguntungkan juga bagi perusahaan.
2. Mengatur perputaran piutang secepat mungkin tetapi hindarilah
resiko kehabisan persediaan yang dapat menimbulkan kerugian
bagi perusahaan pada masa-masa berikutnya, dalam artian
konsumen kelhilangan kepercayaan kepada perusahaan.
3. Kumpulkan piutang secepat mungkin tetapi jangan sampai
mengakibatkan menurunnya volume penjualan pada masa yang
akan datang karena ketatnya kebijaksanaan dalam pengumpulan
piutang.
5
2.1.4 Aliran Kas Dalam Sebuah Usaha
Dalam sebuah perusahaan kas dapat dilihat sebagi sebuah aliran.
Dimana alirannya itu ada yang aliran masuk (cash inflow) dan aliran kas
keluar (cash outflow).
Sedangkan menurut gitman (3003) mengatakan bahwa aliran kas terdiri
dari aliran operasi dan aliran keuangan. Aliran operasi adalah aliran kas
masuk dan kas keluar yang berhubungan dengan produksi, seperti penjualan
tunai, penerimaan piutang dari penjualan kredit. Sedangkan aliran keuangan
adalah pembayaran bunga, pajak, pembayaran utang ,deviden dll.
Sehingga akan munculnya laporan keuangan yang disebut dengan arus
kas. Yaitu laporan yang menunjukan kas masuk dan kas keluar dari kas. Yang
didalamnya terdapat aktivitas operasi,investasi dan pendanaan.
2.1.5 Perputaran Kas
menurut Bambang Riyanto (2001 : 95) menjelaskan bahwa perputaran
kas merupakan periode berputarnya kas dimulai pada saat dimana kas itu
diinvestasikan dalam modal kerja yang tingkat likuiditasnya paling
tinggi.
Menurut Rahma (2011) menyatakan bahwa perputaran kas
menunjukkan kemampuan kas dalam menghasilkan pendapatan, sehingga
dapat dilihat berapa kali uang kas berputar dalam satu periode tertentu.
6
Menurut Gill dalam Kasmir (2011:140) rasio perputaran Kas (Cash Turn
Over) berfungsi untuk mengukur tingkat kecukupan modal kerja perusahaan
yang dibutuhkan untuk membayar tagihan dan membiayai penjualan.
Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat ketersediaan kas
untuk membayar tagihan (utang) dan biaya-biaya yang berkaitan dengan
penjualan.
Ini berarti semakin besar jumlah kas yang dimiliki perusahaan berarti
besar kemungkinan akan semakin rendah perputarannya perputaran kas
dapat dihitung dengan membandingkan antara penjualan dengan jumlah kas
rata-rata.
Perputaran Kas merupakan hasil dari perbandingan antara penjualan kredit
dengan rata-rata kas, yang dapat dihitung dengan dengan Rumus :
Perputaran Kas = Penjualan
Rata-Rata Kas
Rata-Rata Kas = KasAwal – Kas Akhir
7
Dimana perputaran kas sendiri menunjukan kemampuan kas dalam
menghasilkan pendapatan, sehingga dengan penghitungan diatas dapat dilihat
berapa kali uang kas berputar dalam satu periode tertentu.
2.2 Piutang
2.2.1 Defini Piutang
Sebelum melakukan transaksi biasanya ada perjanjian atau
kesepakatan mengenai cara pembayaran transaksi tersebut, apakah secara
tunai atau kredit. Apabila pembayaran dilakukan secara tunai maka
perusahaan akan langsung menerima kas. Namun apabila pembayaran
dilakukan secara kredit maka perusahaan akan menerima piutang.
Piutang merupakan klaim perusahaan kepada pihak lain, yang
terjadi karena adanya penjualan kredit.
menurut [Link] (2006:77) yang dimaksud dengan piutang
adalah sebagai berikut : ”Piutang adalah tagihan perusahaan kepada
pihakain yang nantinya akan dimintakan pembayarannya bilamana telah
sampai jatuh tempo.”
2.2.2 Jenis-Jenis piutang
Pengklasfikasian piutang dilakukan untuk memudahkan pencatatan
transaksi yang mempengaruhinya. Pengelompokan piutang secara
umumnya dikategorikan menjadi beberapa kategori, yaitu :
1. Piutang dagang
8
Piutang dagang merupakan jumlah tagihan perusahaan kepada
pelanggan yang berasal dari penjualan barang atau jasa dari kegiatan
usaha normal perusahaan. Piutang dagang dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Piutang Usaha
Piutang usaha yang berasal dari penjualan kredit jangka pendek
dan biasanya dapat ditagihdalam waktu 30 sampai 60 hari.
Biasanya piutang usaha tidak melibatkan bunga, meskipun
pembayaran bunga atau biaya jasa dapat saja ditambahkan
bilamana pembayarannya tidak dilakukan dalam periode tertentu
b Wesel Tagih
Wesel tagih adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah
uang tertentu pada tanggal tertentu diamsa depan. Wesel tagih
dapat berasal dari penjualan, pembayaran atau transaksi lainnya,
bisa bersifat jangka pendek dan bersifat jangka panjang. Wesel
tagih bisa digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu :
1). Wesel tagih berbunga (interest bearing notes)
Wesel tagih berbunga ditulis sebagai perjanjian untuk
membayar pokok atau jumlah nominal dan ditambah dengan
bunga yangterhutang pada tingkat khusus.
2). Wesel tagih tanpa bunga
Pada wesel tagih tanpa bunga tidak dicantumkan persen
bunga, tetapi jumlah nominalnya meliputi beban bunga.
9
2. Piutang Lain-lain (Non Dagang)
Merupakan piutang yang timbul dari kegiatan diluar aktivitas
normal perusahaan bukan sebagai akibat penjualan barang atau jasa
yang dihasilkan perusahaan, seperti :
a) Persekot dalam kontrak perusahaan
b) Klaim atas perusahaan pengangkutan untuk barang yang
rusak atau hilang
c) Klaim terhadap perusahaan asuransi terhadap kerugian –
kerugian yang dipertanggungkan.
d) Klaim terhadap pegawai perusahaan
e) Klaim terhadap retribusi pajak
f) Piutang Deviden
2.2.3 Pentingnya Piutang
Dalam suatu perusahaan piutang memiliki nilai yang cukup
berpengaruh dalam laporan [Link] tidak segera menghasilkan
penerimaan kas, tetapi menimbulkan piutang langganan dan pada jatuh
tempo barulah ada kas masuk dari hasil pengumpulan piutang. Maka dari itu
piutang merupan elemen modal kerja yang juga harus senantiasa dalam
keadaan berputar secara terus menerus dalam perputaran modal kerja seperti
kas.
2.2.4 Perputaran Piutang
10
Definisi Menurut Kasmir (2002) menyatakan bahwa perputaran
piutang merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur beberapa lama
penagihan piutang selama satu periode atau beberapa kali dana yang
ditanamkan dalam piutang ini berputar dalam satu periode.
Sedangkan Bramasto (2008) menyatakan bahwa perputaran piutang
berasal dari lamanya piutang diubah menjadi kas, piutang timbul karena
adanya transaksi penjualan barang atau jasa secara kredit.
Tingkat perputaran piutang dapat di hitung dengan rumus sebagai
berikut:
perputaran piutang = Penjualan kredit
Rata –Rata Piutang
Rata-Rata Piutang = Piutang awal + Piutang Akhir
2.3 Profitabilitas
11
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau
keuntungan dimana hubungannya dengan penjualan, total aktiva, maupun modal
sendiri. (Raharjaputra, 2009:195).
Sedangkan menurut Wiagustini (2010:76) menyatakan bahwa profitabilitas
adalah menunjukkan kemampuan perusahaan memperoleh laba atau ukuran
efektivitas pengelolaan manajemen perusahaan. Kemampuan memperoleh laba
bisa diukur dari modal sendiri maupun dari seluruh dana yang diinvestasikan ke
dalam perusahaan.
Bagi perusahaan masalah profitabilitas sangat penting. Bagi pimpinan
perusahaan, profitabilitas digunakan sebagai tolak ukur berhasil atau tidak
perusahaan yang dipimpinnya, sedangkan bagi karyawan perusahaan semakin
tinggi profitabilitas yang diperoleh oleh perusahaan, maka ada peluang untuk
meningkatkan gaji karyawan.
Ada beberapa alat ukur yang dipergunakan untuk mengukur tingkat
profitabilitas, antara lain : return on assets (ROA) dan return on equity (ROE).
Profitabilitas suatu perusahaan akan mempengaruhi kebijakan para
investor atas investasi yang dilakukan. Kemampuan peurusahaan untuk
menghasilkan laba akan dapat menarik para investor untuk menanamkan dananya
guna memperluas usahanya, sebaliknya tingkat profitabilitas yang rendah akan
menyebabkan para investor menarik dananya. Sedangkan bagi perusahaan itu
sendiri profitabilitas dapat digunakan sebagai evaluasi atas efektivitas pengelolaan
badan usaha tersebut.
12
Profitabilitas juga mempunyai arti penting dalam usaha
mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang, karena
profitabilitas menunjukkan apakah badan usaha tersebut mempunyai prospek yang
baik di masa yang akan datang. Dengan demikian setiap badan usaha akan selalu
berusaha meningkatkan profitabilitasnya, karena semakin tinggi tingkat
profitabilitas suatu badan usaha maka kelangsungan hidup badan usaha tersebut
akan lebih terjamin.
13