0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan4 halaman

Analisis Antrean dan Biaya Alokasi

Dokumen ini membahas dua masalah dalam riset operasi: karakteristik sistem antrian di Bank Nusantara yang menunjukkan bahwa sistem tidak stabil dengan rata-rata jumlah dan waktu nasabah dalam antrean tak terhingga, serta penggunaan metode Hungarian untuk menentukan biaya alokasi minimum dari empat tugas ke empat mesin, dengan total biaya alokasi minimum sebesar Rp 18.000.

Diunggah oleh

Intan Permatasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan4 halaman

Analisis Antrean dan Biaya Alokasi

Dokumen ini membahas dua masalah dalam riset operasi: karakteristik sistem antrian di Bank Nusantara yang menunjukkan bahwa sistem tidak stabil dengan rata-rata jumlah dan waktu nasabah dalam antrean tak terhingga, serta penggunaan metode Hungarian untuk menentukan biaya alokasi minimum dari empat tugas ke empat mesin, dengan total biaya alokasi minimum sebesar Rp 18.000.

Diunggah oleh

Intan Permatasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS TUTORIAL SESI 3

(EKMA4413) / (Riset Operasi) / 3 SKS

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

PERIODE 2025.2

[Link] petugas layanan di Bank Nusantara bertugas mewawancarai nasabah yang inginmembuka rekening pinjaman
baru. Dari hasil wawancara, diketahui tingkat kedatangannasabah adalah 4 nasabah per jam berdasarkan distribusi
Poisson. Petugas tersebutmenghabiskan waktu rata-rata 15 menit untuk setiap nasabah yang ingin membuka rekeningbaru
[Link] karakteristik operasi sistem antrian ini, yaitu: (50)

a) Rata-rata jumlah nasabah dalam antrean,

b) Rata-rata waktu nasabah dalam antrean.

[Link] tugas dialokasikan ke-4 (empat) mesin, sedangkan matriks biaya alokasi (dalam ribuan) terlihat dalam tabel
dibawah ini:

Mesin Tugas/pekerjaan

A B C D

a Rp10,00 Rp7,00 Rp6,00 Rp5,00

b 8 7 4 3

c 7 8 5 6

d 3 7 5 10

Tentukanlah biaya alokasi minimumnya!

Jawab :

1. Karakteristik Operasi Sistem Antrean Bank Nusantara


Permasalahan ini dapat diselesaikan menggunakan model antrean M/M/1 (kedatangan Poisson, waktu
layanan eksponensial, 1 server).
Parameter yang diketahui:

●​ Tingkat kedatangan rata-rata (λ)= 4 nasabah per jam.


●​ Waktu layanan rata-rata = 15 menit per nasabah.

Konversi satuan agar konsisten (per jam):

●​ Waktu layanan rata-rata = 15 menit = 15/60jam = 0,25 jam.


●​ Tingkat layanan rata-rata (μ) = 1/Waktu layanan rata-rata=1/0,25 = 4 nasabah per jam.

Perhatian: Dalam kasus ini, λ=μ=4 nasabah per jam. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem antrean
4

berada dalam keadaan jenuh (utilisasi 100%) dan karakteristik operasi seperti rata-rata jumlah nasabah
dalam antrean atau waktu dalam antrean secara teoritis akan tidak terhingga, yang berarti sistem tidak
stabil dalam jangka panjang.
Namun, jika diasumsikan ada sedikit perbedaan nilai atau sistem dapat beroperasi pada titik ini, rumus
yang digunakan adalah:
a) Rata-rata jumlah nasabah dalam antrean (
Lq)
Rumus untuk rata-rata jumlah nasabah dalam antrean adalah:

Lq=λ2μ(μ−λ)
Jika λ=μ=4,
maka penyebut (μ−λ) akan menjadi nol, yang menghasilkan nilai Lq tak terhingga.
)

Lq=424(4−4)=160=Tak Terhingga

b) Rata-rata waktu nasabah dalam antrean (


Wq)
Rumus untuk rata-rata waktu nasabah dalam antrean adalah:
Wq=λμ(μ−λ) jam)

Jika λ=μ=4, maka penyebut (μ−λ)


akan menjadi nol, menghasilkan nilai Wq tak terhingga.

Wq=44(4−4)=40=Tak Terhingga
Kesimpulan untuk Soal 1:
Berdasarkan parameter yang diberikan (λ=μ=4per jam), sistem antrean ini tidak stabil, dan rata-rata
jumlah nasabah dalam antrean serta rata-rata waktu nasabah dalam antrean secara teoritis adalah tak
terhingga.

2. Biaya Alokasi Minimum Menggunakan Metode Hungarian


Tujuannya adalah menemukan alokasi tugas (A, B, C, D) ke mesin (a, b, c, d) dengan biaya total
minimum.
Matriks Biaya Awal:
Mesin / Tugas A B C D

a 10 7 6 5

b 8 7 4 3

c 7 8 5 6

d 3 7 5 10
Langkah 1: Reduksi Baris
Kurangi nilai minimum di setiap baris dari semua elemen di baris tersebut.

●​ Baris a min: 5
●​ Baris b min: 3
●​ Baris c min: 5
●​ Baris d min: 3

Matriks setelah reduksi baris:


Mesin / Tugas A B C D

a 5 2 1 0

b 5 4 1 0

c 2 3 0 1

d 0 4 2 7
Langkah 2: Reduksi Kolom
Kurangi nilai minimum di setiap kolom dari semua elemen di kolom tersebut.

●​ Kolom A min: 0
●​ Kolom B min: 2
●​ Kolom C min: 0
●​ Kolom D min: 0

Matriks setelah reduksi kolom:


Mesin / Tugas A B C D

a 5 0 1 0

b 5 2 1 0

c 2 1 0 1

d 0 2 2 7
Langkah 3: Uji Optimalitas dan Penarikan Garis
Tarik jumlah garis horizontal/vertikal minimum untuk menutupi semua angka nol. Jumlah garis harus
sama dengan jumlah baris/kolom (yaitu 4) untuk mencapai optimalitas.
Garis yang ditarik (menutupi semua nol):

●​ Garis horizontal di baris 'a'.


●​ Garis horizontal di baris 'd'.
●​ Garis vertikal di kolom 'B'.
●​ Garis vertikal di kolom 'D'.​
Total 4 garis, jadi solusi optimal telah tercapai.

Matriks dengan garis:


Mesin / Tugas A B C D

a 5 0 1 0

b 5 2 1 0
c 2 1 0 1

d 0 2 2 7
Langkah 4: Penugasan Optimal
Lakukan penugasan pada posisi nol yang tidak tertutup oleh garis, kemudian cari nol lain di
baris/kolom yang berbeda.

1.​ Mesin c menugaskan ke Tugas C (satu-satunya nol di baris c yang tersedia).


2.​ Mesin d menugaskan ke Tugas A (satu-satunya nol di baris d yang tersedia).
3.​ Mesin a menugaskan ke Tugas B (kolom D sudah digunakan oleh baris b yang tertutup, B
adalah pilihan).
4.​ Mesin b menugaskan ke Tugas D.

Alokasi Optimal:

●​ Mesin a -> Tugas B (Biaya Rp 7,00 ribu)


●​ Mesin b -> Tugas D (Biaya Rp 3,00 ribu)
●​ Mesin c -> Tugas C (Biaya Rp 5,00 ribu)
●​ Mesin d -> Tugas A (Biaya Rp 3,00 ribu)

Biaya Alokasi Minimum:


Total Biaya = Rp 7.000 + Rp 3.000 + Rp 5.000 + Rp 3.000 = Rp 18.000.

Anda mungkin juga menyukai