0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan16 halaman

Analisis Interaksi Perawat-Klien Ny.P

Dokumen ini menganalisis proses interaksi antara perawat dan klien bernama Ny. P dalam fase orientasi, kerja, dan terminasi. Klien menunjukkan ekspresi curiga, gelisah, dan mudah tersinggung, sementara perawat berusaha membangun hubungan terapeutik dengan komunikasi verbal dan non-verbal yang terbuka. Tujuan interaksi adalah untuk mengidentifikasi dan mengontrol halusinasi yang dialami klien.

Diunggah oleh

wahyudi ramadhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan16 halaman

Analisis Interaksi Perawat-Klien Ny.P

Dokumen ini menganalisis proses interaksi antara perawat dan klien bernama Ny. P dalam fase orientasi, kerja, dan terminasi. Klien menunjukkan ekspresi curiga, gelisah, dan mudah tersinggung, sementara perawat berusaha membangun hubungan terapeutik dengan komunikasi verbal dan non-verbal yang terbuka. Tujuan interaksi adalah untuk mengidentifikasi dan mengontrol halusinasi yang dialami klien.

Diunggah oleh

wahyudi ramadhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Ny.P


Status interaksi perawat-klien : Fase orientasi
Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan. Klien duduk di lantai dan perawat duduk di lantai, scherem terpasang
sehingga lingkungan tenang.
Deskripsi klien : Ekspresi klien tampak curiga dengan lingkungan sekitar, tampak gelisah, mudah tersinggung dan marah
Tujuan (berorientasi pada klien) : Mengidentifikasi isi halusinasi, frekuensi, waktu, situasi saat muncul, respon klien dan cara mengontrol
halusinasi
Nama Mahasiswa : Dewi Rara Shinta
Tanggal : Selasa, 23 Februari 2021
Jam : 09.00-09.15
Tempat : Ruang Alfa

KOMUNIKASI ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT


KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
NON VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Assalamuálaikum ibu, P : Tersenyum, badan Perawat memulai Ucapan salam merupakan bentuk
Selamat pagi agak membungkuk ke percakapan dengan sikap penghargaan perawat pada klien.
depan, kaki sikap terbuka Sikap terbuka merupakan sikap
terbuka perawat untuk memberikan
K : Melihat kearah Klien tampak bersedia penerimaan terhadap klien secara
perawat, ekspresi berinteraksi dan membutuhkan terbuka, ikhlas dan siap
KOMUNIKASI ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
NON VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
tampak curiga dan bantuan dari perawat membantu klien dan salam
gelisah, komat-kamit merupakan pembuka interaksi.
K : waalaikumsalam, pagi K : menjawab dengan Klien berespon positif dan Perawat mempertahankan sikap-
ramah menunjukkan klien tampak sikap yang harus dilakukan dalan
P : mempertahankan senang dengan kedatangan melakukan hubungan terapeutik
sikap terbuka, Perawat tetap menjaga perawat sehingga klien dapat berespon
bersikap ramah posisi tubuh dengan positif terhadap interaksi.
dan terapeutik
mendengarkan
dengan penuh
perhatian
P : Perkenalkan bu nama P : Tampak rileks, Perawat merasa bahwa Memperkenalkan diri dapat
saya Dewi Rara Shinta, bisa tersenyum kearah klien harus diberikan menciptakan rasa percaya klien
dipanggil Dewi. Saya klien penjelasan tentang terhadap perawat
mahasiswi yang sedang K : tampak gelisah, kedatangan perawat Klien memberikan tanggapan
dinas pagi diruang ini dari melihat ke arah yang baik, namun klien tampak
jam 8 sampai jam 12 siang perawat masih gelisah
Nama bapak siapa dan
senangnya dipanggil bu ?
KOMUNIKASI ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
NON VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
K : P dek K : suara klien Klien berespon positif dan Perawat menggunakan teknik
terdengar jelas menunjukkan klien tampak mendengar dengan penuh
dan lantang, juga senang dengan kedatangan perhatian terhadap klien
memandang klien perawat
dengan serius Perawat tetap
P : perawat tersenyum mempertahankan sikap
kearah klien terbuka terhadap pasien

P : Ibu P bagaimana P : suara jelas, perawat pengevaluasi Eksplorasi perasaan klien untuk
perasaan Ibu P saat ini ? tersenyum, keadaan klien mengetahui perkembangan
Apakah tidurnya semalam memandang klien keadaan klien
nyenyak? dengan
bersahabat
K : tersenyum dan klien menyampaikan sikap dan
mengangguk, ada perasaannya
kontak mata, dan
tampak
mendengarkan
K : lebih baik dari kemaren K : klien menjawab Klien menyampaikan sikap dan Perawat menggunakan teknik
dek, sering terbangun. dengan jelas dan mendengar dengan penuh
KOMUNIKASI ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
NON VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
kooperatif perasaannya perhatian yaitu upaya untuk
P : menganggukkan perawat mempertahankan mengerti seluruh pesan verbal dan
kepala, sikap terbuka dan nonverbal yang sedang
mendengarkan menunjukkan perhatian dikomunikasukan oleh klien
klien dan badan terhadap klien kepada perawat dalam rangka
tetap condong memahami keluhan klien.
kedepan
P : sering terbangun? Apa P: fokus, kontak mata Perawat perlu Klien sudah mulai membuka diri
yang menyebabkan ibu P baik mengidentifikasi dengan perawat. Ini merupakan
sering terbangun? penyebab gangguan tidur awal yang baik untuk mengetahui
klien lebih dalam lagi tentang masalah
K: mendengarkan Klien mulai tampak menerima yang dihadapi
dengan seksama dan dan terbuka dengan diskusi
yang akan dilakukan perawat
K: ada melihat cahaya K: klien menjawab Sikap klien menunjukkan tanda Perawat menggunakan teknik
seperti Allah, dengan ketakutan dan gejala halusinasi sehingga mendengar dengan penuh
dan melihat ke klien harus diidentifikasi perhatian yaitu upaya untuk
sekitarnya halusinasinya mengerti seluruh pesan verbal dan
P: mendengarkan Perawat mempertahankan nonverbal yang sedang
klien dengan sikap terbuka dan dikomunikasikan oleh kien
KOMUNIKASI ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
NON VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
seksama menunjukkan perhatian kepada perawat dalam rangka
terhadap klien memahami keluhan klien.
P : Baiklah Ibu. Barusan ibu P : fokus, kontak perawat memulai Menanyakan
P bilang ada melihat mata baik pembicaraan dengan klien kesediaan/persetujuan klien
cahaya, gimana kalau kita K : mendengar disertai dengan kesediaan klien menunjukkan sangat penting dalam interaksi
bercakap-cakap tentang dengan seksama klien terlebih dahulu kesediaannya untuk untuk menunjang hubungan saling
cahaya yang ibu lihat? Jika berbincang-bincang percaya
ibu bersedia , ibu P maunya
berapa lama?
K : Iya K : tampak Klien menunjukkan Kesediaan pasien sangat penting
mengangguk dan kesediaannya untuk memulai percakapan.
kooperatif
P : mendengarkan P : perawat akan memulai
dengan seksama pembicaraan setelah
kesediaan/persetujuan
klien
KOMUNIKASI ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
NON VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Berapa lama Ibu P mau P : fokus, kontak perawat memulai Kontrak awal sangat penting
kita berbincang-bincang ? mata baik pembicaraan dengan klien klien menunjukkan dalam interaksi untuk menunjang
Bagaimana kalau 15 menit K : mendengar disertai dengan kontrak kesediaannya untuk terbuka hubungan saling percaya
Ibu P ? dengan seksama terlebih dahulu dan berinteraksi

K : baik dek K : tampak klien semangat dan Kesediaan pasien sangat penting
mengangguk dan menunjukkan kesediaannya untuk memulai percakapan.
kooperatif
P : mendengarkan perawat akan memulai
dengan seksama pembicaraan setelah
kontrak waktu
ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Ny. P


Status interaksi perawat-klien : Fase Kerja
Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan. Klien duduk di lantai dan perawat duduk di lantai, scherem terpasang
sehingga lingkungan tenang.
Deskripsi klien : Ekspresi klien tampak curiga dengan lingkungan sekitar, tampak gelisah, mudah tersinggung dan marah
Tujuan (berorientasi pada klien) : Mengidentifikasi isi halusinasi, frekuensi, waktu, situasi saat muncul, respon klien dan cara mengontrol
halusinasi
Nama Mahasiswa : Dewi Rara Shinta
Tanggal : Selasa, 23 Februari 2021
Jam : 09.00-09.15
Tempat : Ruang Alfa

KOMUNIKASI ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT


KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
NON VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : apakah ibu P melihat P : suara jelas, perawat mencoba Menggali terkait halusinasi yang
cahaya tanpa ada tersenyum, menggali jenis halusinasi dialami sangat penting untuk
wujudnya? Apa yang memandang klien menentukan intervensi yang akan
dikatakan cahaya itu?? klien dengan dilakukan
bersahabat
K : mendengarkan
dan menjawab klien dapat menjawab
pertanyaan pertanyaan perawat
perawat,
memandang
perawat.
K : Iya dek saya melihat K : mengangguk, Klien dapat menjelaskan Perawat menggunakan teknik
cahaya putih seperti Allah tampak gelisah terkait isi halusinasi mendengar dengan penuh
gitu dek. Kalau sudah namun tetap perhatian yaitu upaya untuk
melihat itu saya merasa kooperatif mengerti seluruh pesan verbal dan
dirasuki dek P : fokus pada Perawat mempertahankan nonverbal yang sedang
pembicaraan, sikap terbuka dan tetap dikomunikasikan oleh klien
mengangguk- fokus mendengarkan kepada perawat dalam rangka
anggukkan kepala jawaban klien memahami keluhan klien.
P :apakah terus menerus P : empati pada klien, Perawat mencoba penggalian terhadap halusinasi
melihat atau sewaktu-waktu badan condong menggali waktu dan klien penting untuk mengetahui
saja (kadang-kadang)? kearah klien situasi terjadinya koping klien
Kapan yang paling sering K : memandang halusinasi Klien mencoba mengingat-
ibu melihat cahaya itu? perawat ingat
Berapa kali dalam sehari?
K : nggak tau waktunya K : menjawab sambil Klien terbuka menjawab Mendengarkan dan tetap
dek, kapan-kapan saja bisa melihat mempertahan kontak mata
muncul. pada saat lagi kesekeliling pertanyaan perawat membuat klien antusias dalam
tenang, hening gitu dek , dengan waspada. menjawab pertanyaan dari
kadang-kadang muncul P : mendengarkan Perawat fokus pada perawat
dengan seksama, jawaban klien
menganggukkan
kepala,
mempertahankan
kontak mata
P: pada keadaan apa cahaya P: mempertahankan Perawat mencoba untuk Perawat berusaha mengeksplorasi
itu muncul bu? Apakah sikap terbuka menggali lebih jauh dengan meberikan pertanyaan
pada waktu sendiri? apa tentang halusinasi terbuka yang bertujuan untuk
saja yang ibu rasakan pada penglihatan yang dialami menggali pikiran dan perasaan
saat cahaya itu muncul? oleh klien. klien.
Apa yang yang ibu lakukan K: mendengarkan dan Klien mendengarkan
jika melihat cahaya itu? menjawab pertanyaan perawat
pertanyaan
perawat,
memandang
perawat
K: pada saat lagi tenang, K: klien menjawab Klien menjelaskan tentang hal Klarifikasi dari klien menandakan
hening gitu dek , kadang- pertanyaan yang ditanyakan oleh perawat klien sudah mencoba berpikir
kadang muncul. Saya perawat dengan rasional. Hal ini dilakukan
merasa seperti dirasuki dek, serius dan mulai perawat untuk meningkatkan
jadi kalau udah kayak gitu tampak marah kemampuan analisa klien terhadap
saya pantang tersinggung dan kesal suatu masalah.
dek, kalau udah kesingung P: perawat
dikit, saya mudah ngamuk mendengarkan Perawat menggali lebih
dek, nggak sadar gitu lah ketrangan yang jauh tentang halusinasi
disampaikan penglihatan yang dialami
klien klien
P : baik ibu P. Ibu melihat P : perawat Perawat menjelaskan Untuk mencegah dan mengontrol
cahaya dimana cahay menjelaskan tentang halusinasi klien halusinasi yang dialami klien,
tersebut tidak terlihat oleh tentang halusinasi Perawat harus menjelaskan
orang lain dan saya itu klien dengan bahasa yang mudah
dinamakan halusinasi bu, K : klien tampak dimengerti oleh klien
berarti cahaya itu tidak kesal dan marah
nyata. Besok saya akan tentang
bertanya tentang halusinasi pembahasan Perhatian klien dalam
ibu lagi dan belajar halusinasinya berinteraksi dengan perawat
mengontrol agar cahaya itu sudah mulai tidak terkontrol.
tidak muncul kembali
K : baik dek K : memandang Klien menjawab perntanyaan Untuk mencegah dan mengontrol
perawat dan perawat. halusinasi yang dialami klien
tampak agitasi
P : mendengarkan Perawat mempertahankan
klien dengan sikap empati
seksama
ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Ny. P


Status interaksi perawat-klien : Fase terminasi
Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan. Klien duduk di lantai dan perawat duduk di lantai, scherem terpasang
sehingga lingkungan tenang.
Deskripsi klien : Ekspresi klien tampak curiga dengan lingkungan sekitar, tampak gelisah, mudah tersinggung dan marah
Tujuan (berorientasi pada klien) : Mengidentifikasi isi halusinasi, frekuensi, waktu, situasi saat muncul, respon klien dan cara mengontrol
halusinasi
Nama Mahasiswa : Dewi Rara Shinta
Tanggal : Selasa, 23 Februari 2021
Jam : 09.00-09.15
Tempat : Ruang Alfa

KOMUNIKASI ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT


KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
NON VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P :Bagaimana perasaan Ibu P : suara jelas, perawat pengevaluasi Eksplorasi perasaan klien untuk
P setelah berbincang- tersenyum, keadaan klien mengetahui perkembangan
bincang tentang halusinasi memandang klien keadaan klien
Ibu P ? dengan
bersahabat
KOMUNIKASI ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
NON VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
K : suara jelas, kontak
mata dengan klien menyampaikan sikap dan
perawat perasaannya

K : lebih baik K : menjawab dengan Sikap klien belum tenang dari Perawat menggunakan teknik
singkat, ekspresi pada sebelumnya mendengar dengan penuh
wajah tampak perhatian yaitu upaya untuk
kesal dan marah mengerti seluruh pesan verbal dan
P: menganggukkan nonverbal yang sedang
kepala, dikomunikasikan oleh klien
mendengarkan kepada perawat dalam rangka
klien dan badan P : perawat memahami keluhan klien.
tetap condong mempertahankan sikap
kedepan terbuka dan menunjukkan
perhatian terhadap klien
P : Hari ini kita sudah P : suara jelas, perawat mencoba Mengevaluasi kembali perlu
mengobrol tentang cahaya tersenyum, mengevaluasi halusinasi dilakukan untuk mengetahui
yang ibu P lihat. saya mau memandang klien klien pengetahuan klien tentang
tanya dulu apakah cahaya dengan bersahabat halusinasi klien
yang ibu lihat itu nyata dan
KOMUNIKASI ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
NON VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
ada wujudnya? Apakah bisa K : suara jelas, kontak klien dapat menyebutkan ulang
dilihat oleh orang lain? mata tajam dengan bahwa suara-suara yang
Kalau tidak terlihat oleh perawat diengar itu tidak nyata
orang lain itu namanya apa
bu?
K : Tidak nyata dek, K : tampak klien dapat menyebutkan ulang Mendengarkan dan tetap
halusinasi menggeleng dan bahwa suara-suara yang mempertahan kontak mata
menunduk, diengar itu tidak nyata membuat klien antusias dalam
menyebutkan berinteraksi dengan perawat.
kembali sambil
memandang
perawat
P : mendengarkan
dengan seksama,
menganggukkan Perawat fokus pada
kepala, jawaban klien
mempertahankan
kontak mata
P : Nah, besok kita akan P : perawat melihat Perawat fokus Perawat harus fokus
belajar tentang mengontrol kearah klien dan memperhatikan klien memperhatikan klien agar dapat
KOMUNIKASI ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
NON VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
cahay yang ibu lihat dengan tersenyum mengevaluasi kemampuan klien
cara menghardik. Ibu P mau K : klien Klien tampak tenang
kita belajar cara menganggukkan
mengontrolnya? kepalanya
K : iya dek K : memandang Klien mampu mengidentifikasi Klien dapat mengontrol halusinasi
perawat, tampak halusinasi klien jika halusinasi itu muncul
mengangguk
P : memperhatikan Perawat mempertahankan
klien dengan sikap empati
seksama
P : baiklah Ibu P, Rasanya P : perawat melihat Perawat mempertahankan Klien sepakat untuk
sudah 15 menit kita kearah klien dan sikap empati menindaklanjuti pertemuan. Hal
mengobrol tentang wujud tersenyum ini menunjukkan bahwa antara
yang ibu lihat, saya rasa K : klien Klien menyetujui jam klien dan perawat telah terjadi
sudah cukup, selamat pagi menganggukkan pertemuan dengan perawat trust. Hal ini sesuai dengan teori
Ibu P. Besok kita akan kepalanya bahwa aspek utama untuk
bertemu lagi ya bu dan kita mempertahankan hubungan
mengobrol tentang adalah adanya hubungan saling
halusinasi ibu dan cara percaya
mengontrolnya pada jam
KOMUNIKASI ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
NON VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
09.00 ya bu sekitar 20
menit ya bu, terimakasih
pak
K : iya dek K : Tersenyum dan Klien menyetujui hasil Klien sepakat untuk
mnegangguk pertemuan menindaklanjuti pertemuan. Hal
P : Tersenyum, Perawat senang dengan ini menunjukkan bahwa antara
ekspresi wajah interaksi yang dilakukan klien dan perawat telah terjadi
senang dengan klien trust. Hal ini sesuai dengan teori
bahwa aspek utama untuk
mempertahankan hubungan
adalah adanya hubungan saling
percaya

Anda mungkin juga menyukai