0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan8 halaman

Menjauhi Pergaulan Bebas dalam PAI

Modul ajar ini berfokus pada pendidikan agama Islam dan budi pekerti, khususnya tentang menjauhi pergaulan bebas dan perbuatan zina untuk melindungi harkat dan martabat manusia. Materi mencakup pemahaman ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis, dampak sosial dari pergaulan bebas, serta strategi menjaga diri di era digital. Pembelajaran dirancang interaktif dengan pendekatan yang relevan terhadap kehidupan remaja, melibatkan diskusi, analisis, dan proyek kreatif.

Diunggah oleh

leli.lailatul93
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan8 halaman

Menjauhi Pergaulan Bebas dalam PAI

Modul ajar ini berfokus pada pendidikan agama Islam dan budi pekerti, khususnya tentang menjauhi pergaulan bebas dan perbuatan zina untuk melindungi harkat dan martabat manusia. Materi mencakup pemahaman ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis, dampak sosial dari pergaulan bebas, serta strategi menjaga diri di era digital. Pembelajaran dirancang interaktif dengan pendekatan yang relevan terhadap kehidupan remaja, melibatkan diskusi, analisis, dan proyek kreatif.

Diunggah oleh

leli.lailatul93
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI


BAB : 6 MENJAUHI PERGAULAN BEBAS DAN PERBUATAN ZINA UNTUK
MELINDUNGI HARKAT DAN MARTABAT MANUSIA

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMK NEGERI 1 BANDAR
Nama Penyusun : AHMAD SYAHRI NASUTION, [Link].
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI)
Kelas / Fase /Semester : X/ E / Genap
Alokasi Waktu : 2 JP (2x45 Menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Peserta didik umumnya memiliki pemahaman dasar tentang
ajaran Islam mengenai akhlak mulia dan larangan perbuatan dosa. Beberapa mungkin
sudah familiar dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis terkait pergaulan bebas dan zina
dari pembelajaran di tingkat sebelumnya atau lingkungan keluarga/masyarakat.
● Minat: Minat peserta didik bervariasi. Beberapa mungkin sangat tertarik pada kajian
agama dan implementasinya dalam kehidupan, sementara yang lain mungkin lebih
tertarik pada diskusi tentang isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan remaja.
Mereka cenderung tertarik pada pembelajaran yang interaktif dan relevan dengan
tantangan hidup mereka.
● Latar Belakang: Peserta didik berasal dari latar belakang keluarga dan lingkungan
sosial yang beragam, mempengaruhi tingkat pemahaman dan penerapan nilai-nilai
agama. Beberapa mungkin memiliki pengalaman pribadi atau melihat dampak
pergaulan bebas di lingkungan sekitar mereka.
● Kebutuhan Belajar: Ada peserta didik yang belajar secara visual (membutuhkan
peta konsep, tayangan video), kinestetik (melalui diskusi kelompok, role playing),
dan auditori (melalui ceramah, mendengarkan tilawah). Mereka membutuhkan ruang
aman untuk berdiskusi, bimbingan dalam memahami konteks modern, serta
penegasan nilai-nilai agama yang kuat.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan: Materi ini mencakup pengetahuan faktual (ayat-ayat Al-Qur'an
dan hadis terkait), pengetahuan konseptual (pengertian pergaulan bebas, zina,
bahaya, dan upaya menghindarinya), pengetahuan prosedural (cara membaca Al-
Qur'an dengan tartil, menghafal, menganalisis ayat/hadis, dan mengimplementasikan
dalam perilaku), serta pengetahuan metakognitif (refleksi diri terhadap perilaku dan
komitmen menjaga diri).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan dan
kontekstual dengan kehidupan remaja saat ini. Peserta didik dihadapkan pada
berbagai tantangan pergaulan bebas dan informasi yang beragam di media sosial.
Pemahaman materi ini membantu mereka membuat keputusan yang bijak, menjaga
kehormatan diri, dan melindungi masa depan.
● Tingkat Kesulitan: Tingkat kesulitan bervariasi. Membaca dan menghafal ayat Al-
Qur'an memerlukan ketekunan. Analisis kandungan ayat/hadis serta mengaitkannya
dengan fenomena sosial membutuhkan penalaran kritis. Implementasi dalam
kehidupan sehari-hari merupakan tantangan terbesar yang membutuhkan komitmen
kuat.
● Struktur Materi: Materi terstruktur mulai dari membaca Al-Qur'an dan hadis
dengan tartil dan fasih, menghafal, menganalisis kandungan ayat/hadis, hingga
menyajikan paparan tentang bahaya pergaulan bebas dan perbuatan zina, serta upaya
membentengi diri. Materi ini mendorong proyek nyata sebagai bentuk implementasi.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Materi ini mengintegrasikan nilai-nilai keimanan dan
ketakwaan kepada Tuhan YME, kemandirian (dalam menjaga diri), penalaran kritis
(dalam menganalisis dampak negatif), komunikasi (dalam menyampaikan
gagasan/dakwah), serta kesehatan (menghindari penyakit menular seksual).

D DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan: Peserta didik dapat membiasakan
diri membaca Al-Qur'an dan hadis, serta meyakini kebenaran larangan pergaulan
bebas dan zina sebagai perintah Allah SWT.
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis dalil-dalil dan dampak negatif
pergaulan bebas serta zina, serta mengidentifikasi solusi untuk membentengi diri.
● Kreativitas: Peserta didik mampu menyajikan paparan atau kampanye tentang
bahaya pergaulan bebas dan zina dalam bentuk yang kreatif dan menarik.
● Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk menganalisis
materi dan menyusun proyek kampanye.
● Kemandirian: Peserta didik memiliki kesadaran dan komitmen untuk menjaga diri
dari pergaulan bebas dan perbuatan zina secara mandiri.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan pesan-pesan keagamaan tentang
larangan pergaulan bebas dan zina dengan baik dan efektif.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir Fase E, peserta didik mampu memahami beberapa ayat Al-Qur’an dan hadis,
beberapa cabang iman (syu‘ab al-īmān), manfaat menghindari penyakit hati, sumber
hukum Islam, dan sejarah Islam di Indonesia. Capaian Pembelajaran setiap elemen mata
pelajaran Agama Islam dan Budi Pekerti adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Al-Qur’an Hadis Peserta didik memahami ayat Al- Qur’an dan hadis tentang
perintah berlomba-lomba dalam kebaikan, larangan pergaulan
bebas, dan zina.
Akidah Peserta didik memahami beberapa cabang iman (syu‘ab al-
īmān).
Akhlak Peserta didik memahami manfaat menghindari penyakit hati.
Fikih Peserta didik memahami sumber hukum Islam dan pentingnya
menjaga lima prinsip dasar hukum Islam (al-kulliyāt al-
khamsah).
Sejarah Peradaban Peserta didik memahami sejarah masuknya Islam ke Indonesia
Islam dan peran tokoh ulama dalam penyebarannya.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Pendidikan Kewarganegaraan: Norma dan hukum sosial, hak asasi manusia,
tanggung jawab warga negara.
● Sosiologi/Antropologi: Perilaku sosial remaja, budaya pergaulan, dampak media
sosial, dan dinamika masyarakat.
● Biologi/Pendidikan Jasmani dan Kesehatan: Kesehatan reproduksi, penyakit
menular seksual, dan menjaga kebersihan diri.
● Bahasa Indonesia: Kemampuan membaca, menganalisis teks, dan menyajikan
paparan/presentasi yang efektif.
● Seni Budaya: Untuk penyajian proyek kampanye yang kreatif (misalnya poster,
video pendek, drama).

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Peserta didik mampu menganalisis kandungan Q.S. al-Isra'/17: 32, dan Q.S.
an-Nur/24: 2, tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina (memahami
makna mendalam).
● Peserta didik mampu mengidentifikasi dampak negatif pergaulan bebas dan
perbuatan zina bagi individu, keluarga, dan masyarakat.
● Melalui diskusi peserta didik mampu menguraikan secara lebih mendalam
pemahaman makna isi Q.S. al-Isrā’/17:32 dan Q.S. an-Nµr/24:2 perilaku larangan
pergaulan bebas dan perbuatan zina dengan baik dan tepat.
● Melalui diskusi peserta didik mampu menganalisis Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-
Nur/24 : 2, serta Hadis tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina dengan
baik

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Penyebab dan dampak pergaulan bebas di kalangan remaja modern (media sosial,
tekanan teman sebaya, kurangnya pengawasan orang tua).
● Strategi efektif menjaga diri dari pergaulan bebas di era digital.
● Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentengi remaja dari pergaulan
bebas dan zina.
● Kisah-kisah inspiratif atau nyata tentang dampak positif menjaga diri dan dampak
negatif pergaulan bebas.
● Merancang kampanye digital atau poster edukatif tentang bahaya pergaulan bebas
dan pentingnya menjaga kehormatan diri.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. Praktik Pedagogik:
○ Model Pembelajaran: TPACK dan Problem-Based Learning.
○ Strategi:
■ Pendekatan Deep Learning (Mindful Learning, Meaningful Learning,
Joyful Learning):
■ Mindful Learning: Mendorong siswa untuk merenungkan makna setiap ayat
dan hadis, menyadari konsekuensi dari setiap tindakan, dan fokus pada
pengembangan diri yang positif.
■ Meaningful Learning: Menghubungkan ajaran agama dengan tantangan
nyata kehidupan remaja, sehingga materi terasa relevan dan memberikan
solusi praktis.
■ Joyful Learning: Menciptakan suasana diskusi yang terbuka dan tidak
menghakimi.
■ Reading Aloud dan The Power of Two: Untuk membaca dan menganalisis
ayat.
○ Metode: Tilawah Al-Qur'an, diskusi kelompok, presentasi.
2. Kemitraan Pembelajaran:
○ Lingkungan Sekolah: Kolaborasi dengan guru BK (Bimbingan Konseling) untuk
memberikan pemahaman psikologis tentang pergaulan remaja, guru Bahasa
Indonesia untuk penulisan naskah/poster, dan guru Seni Budaya untuk desain media
kampanye.
○ Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengundang tokoh agama/ulama,
psikolog remaja, atau praktisi kesehatan sebagai narasumber. Berinteraksi dengan
orang tua/wali untuk mendukung pemantauan dan pembimbingan di rumah.
3. Lingkungan Belajar:
○ Ruang Fisik: Ruang kelas yang kondusif untuk diskusi, dilengkapi proyektor untuk
menayangkan dalil dan media visual. Tersedia area untuk aktivitas kelompok.
○ Ruang Virtual: Pemanfaatan platform daring (Google Classroom, grup chat) untuk
berbagi materi, tautan video, mengumpulkan tugas, dan forum diskusi daring.
○ Budaya Belajar: Menciptakan budaya saling menghargai, empati, berani bertanya,
terbuka dalam berdiskusi, dan berkomitmen untuk menjaga kehormatan diri dan
orang lain.
4. Pemanfaatan Digital:
○ Perpustakaan Digital: Mendorong siswa untuk mencari tafsir ayat, kajian hadis,
artikel ilmiah tentang dampak pergaulan bebas, atau video edukasi terkait melalui
internet.
○ Forum Diskusi Daring: Pemanfaatan Google Classroom atau grup chat untuk
melanjutkan diskusi di luar jam pelajaran, mengunggah pertanyaan, atau berbagi
sumber belajar.
○ Penilaian Daring: Pengumpulan tugas proyek (misalnya video pendek, desain
poster digital) dapat dilakukan melalui Google Classroom. Kuis daring (misalnya
Kahoot atau Mentimeter) untuk menguji pemahaman awal atau akhir.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


1. KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
 Guru memberi salam kepada seluruh peserta didik, meminta pada ketua kelas
untuk memimpin do'a memulai pelajaran. (Guru dan peserta didik berdo'a
bersama-sama dengan dipimpin oleh ketua kelas. (Mindful Learning).
 Guru mengecek kerapian pakaian dan kelas. (Mindful Learning).
 Guru mengabsen kehadiran siswa. (Mindful Learning).
 Guru menanyakan kabar dan memberi semangat kepada siswa (Mindful
Learning).
 Guru dapat mengajak peserta didik untuk melantunan ayat Al-Qur'an (Q.S. al-
Isra'/17: 32) yang sudah dipelajari pada pertemuan minggu lalu. (Mindful
Learning).
 Guru mengajukan pertanyaan pemantik yang relevan dan menggugah: "Menurut
kalian, mengapa agama Islam melarang pergaulan bebas dan zina?" atau "Apa
saja tantangan pergaulan yang kalian hadapi di usia remaja saat ini?". Guru
mengaitkan jawaban siswa dengan pentingnya materi ini untuk melindungi diri.
(Meaningful Learning)
 Menayangkan video inspiratif tentang dampak positif dan negatif dari pilihan
pergaulan. Membangkitkan rasa penasaran dan keinginan untuk belajar lebih
dalam. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkannya dengan
video inspiratif yang sudah peserta didik simak.(Joyful Learning)

2. KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Sintak 1 : Mengorientasikan Peserta didik pada masalah
 Peserta didik menyimak tayangan slide power point yang
dijelaskan oleh guru terkait materi tentang dampak pergaulan bebas
terhadap moralitas remaja, serta bagaimana cara mengindarkan diri dari pergaulan
bebas dan zina.
 Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab terkait dengan
materi.
 Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang sudah
bernai menjawab pertanyaan dari guru.
 Guru melakukan ice breaking.
Sintak 2: Mengorganisasikan pesera didik untuk belajar
 Peserta didik dibagi menjadi 2 kelompok, tiap kelompok terdiri
dari 5 orang peserta didik.
 Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang cara
mengerjakan LKPD.
 Peserta didik mnerima LKPD yang diberikan oleh guru.
Sintak 3 : Melakukan penyelidikan atau penelusuran untuk
menjawab masalah
 Peserta didik kerja dalam kelompok untuk menyelesaikan
permasalahan sesuai langkah yang ada pada LKPD.
 Peserta didik dibimbing dan diawasi oleh guru guru dalam
mengerjakan LKPD.
 Peserta didik boleh bertanya kepada guru jika menemukan
kesulitan dalam mengerjakan LKPD.
 Guru menanyakan sudah selesai sejauh mana proses pengerjaan
LKPD.
Sintak 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil diskusi
 Peserta didik secara kelompok melakukan pemeriksaan ulang
terhadap hasil kerjanya sebelum dipresentasikan.
 Masing-masing perwakilan kelompok mempresentasikan hasil
diskusi kelompoknya ke depan kelas.
 Peserta didik yang lain menyimak dan menanggapi presentasi
dari temannya dan memberikan apresiasi berupa tepuk tangan.
 Peserta didik bersama guru menyimpulakn hasil diskusi
kelompok.
Sintak 5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah
 Peserta didik dan guru mengevaluasi kegiatan yang baru saja
dilakukan.
 Guru melakukan refleksi dengan memberikan pertanyaan secara
lisan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam
menguasai materi pada pembelajaran hari ini.
3. KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
 Guru bersama siswa menyimpulkan poin-poin kunci materi, mulai dari dalil
larangan pergaulan bebas dan zina, dampaknya, hingga cara membentengi diri.
Guru menguatkan pentingnya menjaga harkat dan martabat manusia.
 Peserta didik melaukan refleksi terkait pembelajaran yang sudah
dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk mengungkapkan perasaan dan pengalaman
belajarnya.
 Guru mendorong siswa untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai yang telah
dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Memberikan inspirasi untuk menjadi agen
perubahan positif di lingkungan mereka. Mengajak siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya (misalnya, "Minggu depan kita akan
membahas tentang... apa yang ingin kalian eksplorasi lebih dalam?").
 Salah satu peserta didik memimpin kegiatan berdoa unutk
menutup pembelajaran hari ini. Guru mengakhiri pembelajaran
dengan mengucapkan salam.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK (Awal Pembelajaran)
Format: Kuis singkat lisan atau tertulis, atau pertanyaan pemantik diskusi.
ASESMEN FORMATIF (Proses Pembelajaran)
● Keaktifan dalam diskusi kelompok dan studi kasus.
● Penilaian lisan saat siswa memberikan contoh-contoh perilaku.
ASESMEN SUMATIF (Akhir Pembelajaran)
Format: Presentasi Proyek.

H. KEGIATAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN


 Kegiatan Remedial:
peserta didik yang hasil belajarnya belum mencapai target guru
melakukan pengulangan materi dengan pendekatan yang lebih
individual dan memberikan tugas individual tambahan untuk
memperbaiki hasil belajar peserta didik yang bersangkutan.
 Kegiatan Pengayaan:
Peserta didik yang daya tangkap dan daya kerjanya lebih dari
peserta didik lain, guru memberikan kegiatan pengayaan yang lebih
menantang dan memperkuat daya serapnya terhadap materi yang
telah dipelajari.

I. DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati, Buku Guru dan Buku Siswa, Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X, Jakarta: Kemdikbud
RI, 2021.
Al-Quran dan Terjemahannya, oleh Kementerian Agama RI.

Mengetahui Simalungun, Januari 2026


Kepala Sekolah Guru PAIBP

(Rudi Harto Gultom,[Link].) (Ahmad Syahri Nasution, [Link].)


NIP. NIP.

Anda mungkin juga menyukai