0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan4 halaman

Inovasi SIRISDA 2+ untuk Banyuasin

Laporan ini menjelaskan inovasi SIRISDA 2+ (Sistem Informasi Riset dan Inovasi Daerah) yang dikembangkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Banyuasin untuk meningkatkan pengelolaan dan dokumentasi inovasi daerah. Inovasi ini bertujuan untuk menyediakan sistem informasi terintegrasi, meningkatkan koordinasi antar-OPD, dan mempercepat evaluasi inovasi guna mendukung kebijakan berbasis bukti. Hasil yang diharapkan termasuk peningkatan jumlah inovasi yang terdokumentasi dan indeks inovasi daerah yang lebih tinggi.

Diunggah oleh

who am i
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan4 halaman

Inovasi SIRISDA 2+ untuk Banyuasin

Laporan ini menjelaskan inovasi SIRISDA 2+ (Sistem Informasi Riset dan Inovasi Daerah) yang dikembangkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Banyuasin untuk meningkatkan pengelolaan dan dokumentasi inovasi daerah. Inovasi ini bertujuan untuk menyediakan sistem informasi terintegrasi, meningkatkan koordinasi antar-OPD, dan mempercepat evaluasi inovasi guna mendukung kebijakan berbasis bukti. Hasil yang diharapkan termasuk peningkatan jumlah inovasi yang terdokumentasi dan indeks inovasi daerah yang lebih tinggi.

Diunggah oleh

who am i
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

LAPORAN INOVASI ORGANISASI PERANGKAT DAERAH


Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan

1. PROFILE INOVASI

1.1. Nama Inovasi


SIRISDA 2+ (Sistem Informasi Riset dan Inovasi Daerah)
1.2. Dibuat Oleh
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan
1.3. Jenis Inovasi
Non Digital
1.4. Bentuk Inovasi
Inovasi Lainnya
1.5. Urusan Inovasi
Penelitian dan Pengembangan,
1.6. Rancang Bangun dan Pokok Perubahan yang dilakukan
[Link]

(Sistem Informasi Riset dan Inovasi Daerah ? SIRISDA)

1. Dasar Hukum Inovasi

Inovasi SIRISDA didasarkan pada berbagai regulasi yang mendukung pengelolaan dan
pengembangan inovasi daerah, antara lain:

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang


menekankan pentingnya inovasi dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, yang mengatur
kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong inovasi di berbagai sektor.
Peraturan Bupati Banyuasin Nomor 260 Tahun 2020 tentang Inovasi Daerah
Kabupaten Banyuasin, yang menjadi dasar utama pengembangan SIRISDA sebagai sistem
informasi inovasi daerah.
Kebijakan Strategis Nasional terkait digitalisasi pemerintahan, yang mendorong
implementasi sistem berbasis elektronik dalam pelayanan publik dan tata kelola
pemerintahan.

2. Permasalahan (Makro dan Mikro)

Permasalahan Makro:

1. Belum adanya sistem terintegrasi untuk menghimpun data inovasi daerah, sehingga
banyak inovasi yang telah dikembangkan tidak terdokumentasi dengan baik.
2. Kurangnya keterpaduan antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengelola
hasil riset dan inovasi, yang menyebabkan sulitnya evaluasi serta pengembangan lebih lanjut.
3. Pentingnya peningkatan indeks inovasi daerah, yang menjadi salah satu indikator utama
kinerja pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam pembangunan daerah.

Permasalahan Mikro:

Minimnya dokumentasi dan publikasi inovasi daerah, yang menyebabkan banyak inovasi
yang berpotensi baik tetapi tidak terdokumentasi dengan baik atau terabaikan.
Kurangnya pelatihan bagi aparatur OPD dalam pencatatan dan pelaporan inovasi,
sehingga informasi yang dihimpun sering kali tidak akurat atau tidak lengkap.
Keterbatasan akses bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengetahui
perkembangan inovasi yang telah dihasilkan oleh pemerintah daerah.

3. Isu Strategis

Digitalisasi pengelolaan inovasi daerah, guna meningkatkan efektivitas pencatatan,


pelaporan, dan evaluasi inovasi di Kabupaten Banyuasin.
Integrasi data inovasi antar-OPD, untuk mendukung perencanaan dan pengambilan
kebijakan berbasis data.
Peningkatan indeks inovasi daerah, yang dapat berdampak pada reputasi serta daya saing
Kabupaten Banyuasin dalam skala regional dan nasional.
Pemanfaatan teknologi informasi, untuk menciptakan sistem yang transparan dan dapat
diakses oleh berbagai pemangku kepentingan.
1.7. Tujuan Inovasi dilakukan

1. Menyediakan sistem informasi terintegrasi yang menghimpun seluruh data inovasi daerah
secara digital dan real-time.
2. Meningkatkan efektivitas koordinasi antar-OPD, dalam mengelola hasil riset dan inovasi
yang telah dikembangkan.
3. Meningkatkan transparansi dan aksesibilitas data inovasi, sehingga dapat dimanfaatkan
oleh pemangku kepentingan dan masyarakat.
4. Mempercepat proses pelaporan dan evaluasi inovasi, guna mendukung perumusan
kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
5. Mendukung peningkatan indeks inovasi daerah, yang berkontribusi terhadap daya saing
Kabupaten Banyuasin dalam skala nasional.

1.8. Manfaat Inovasi dilakukan

Bagi Pemerintah Daerah:


Sistem yang lebih efisien dalam mendokumentasikan dan mengelola inovasi daerah.
Meningkatkan indeks inovasi daerah yang menjadi indikator kinerja pemerintah.
Bagi OPD:
Kemudahan dalam pencatatan dan pelaporan inovasi yang telah dikembangkan.
Meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam pengelolaan inovasi daerah.
Bagi Masyarakat dan Pemangku Kepentingan:
Akses yang lebih mudah terhadap informasi inovasi daerah.
Meningkatkan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

1.9. Hasil Inovasi dilakukan


Tersedianya sistem informasi inovasi daerah yang terintegrasi, yang dapat digunakan oleh
seluruh OPD dan pemangku kepentingan terkait.

1. Peningkatan jumlah inovasi yang terdokumentasi dan terpublikasi, sehingga dapat


menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan daerah.
2. Peningkatan koordinasi antar-OPD, dalam pengelolaan dan pemanfaatan hasil riset dan
inovasi daerah.
3. Meningkatnya indeks inovasi daerah, yang mendukung peningkatan daya saing dan
kualitas tata kelola pemerintahan di Kabupaten Banyuasin.

1.10. Waktu Ujicoba dilakukan


07 Oct 2019
1.11. Waktu Implementasi dilakukan
20 Jan 2020
1.12. Kematangan dilakukan
12.61

2. INDIKATOR INOVASI

No Indikator Informasi Bukti Dukung


1 Regulasi Inovasi SK Kepala Perangkat Daerah 12

2 Ketersediaan SDM terhadap Inovasi


Daerah
3 Dukungan Anggaran
4 Bimtek Inovasi
5 Program dan Kegiatan Inovasi
Perangkat Daerah dalam RKPD
6 Keterlibatan Aktor Inovasi
7 Pelaksanaan Inovasi Daerah
8 Jejaring Inovasi
9 Sosial Inovasi Daerah
10 Pedoman Teknis
11 Kemudahan Informasi Layanan
12 Kecepatan Penciptaan Inovasi
13 Kemudahan proses inovasi yang
dihasilkan
14 Penyelesaian layanan pengaduan
15 Online sistem
16 Replikasi
17 Penggunaan IT
18 Kemanfaatan Inovasi
19 Monitoring dan Evaluasi Inovasi Daerah Hasil laporan monev internal
Perangkat Daerah
20 Kualitas Inovasi Daerah Memenuhi 3 atau 4 unsur
substansi

Anda mungkin juga menyukai