0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan12 halaman

Analisis Perubahan Penggunaan Tanah 2020-2024

Dokumen ini menjelaskan langkah-langkah analisis perubahan penggunaan tanah menggunakan Google Earth Engine dan ArcGIS, dengan fokus pada data citra Sentinel dari tahun 2020 dan 2024. Hasil analisis menunjukkan perubahan signifikan dalam penggunaan lahan, termasuk peningkatan lahan terbangun dan terbuka akibat pertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur. Tabel dan peta yang dihasilkan memberikan gambaran jelas tentang perubahan tersebut dan mendukung pengambilan keputusan terkait tata guna lahan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan12 halaman

Analisis Perubahan Penggunaan Tanah 2020-2024

Dokumen ini menjelaskan langkah-langkah analisis perubahan penggunaan tanah menggunakan Google Earth Engine dan ArcGIS, dengan fokus pada data citra Sentinel dari tahun 2020 dan 2024. Hasil analisis menunjukkan perubahan signifikan dalam penggunaan lahan, termasuk peningkatan lahan terbangun dan terbuka akibat pertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur. Tabel dan peta yang dihasilkan memberikan gambaran jelas tentang perubahan tersebut dan mendukung pengambilan keputusan terkait tata guna lahan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Tujuan
1. Taruna mampu menganalisis perubahan penggunaan tanah dengan menggunakan
Google Earth Engine
2. Taruna mampu membuat peta penggunaan tanah derivativf

B. Alat dan Bahan


1. Latop/Komputer
2. Google Earth Engine (GEE)
3. ArcGIS Dekstop/ArcGIS Pro
4. Data Citra Sentinel Tahun 2020
5. Data Citra Sentinel Tahun 2024

C. Dasar Teori
Alih fungsi lahan dalam arti perubahan penggunaan lahan, pada dasarnya tidak dapat
dihindarkan dalam pelaksanaan pembangunan (Lisdiyono, 2004). Pertumbuhan pendudukyang
pesat serta bertambahnya tuntutan kebutuhan masyarakat akan lahan, seringkali mengakibatkan
benturan kepentingan atas penggunaan lahan serta terjadinya ketidaksesuaian antara
penggunaan lahan dengan rencana peruntukannya (Khadiyanto, 2005). Sedangkan lahan itu
sendiri bersifat terbatas dan tidak bisa ditambah kecuali dengan kegiatan reklamasi (Sujarto,
1985 dalam Untoro, 2006). Keterbatasan lahan di perkotaan juga menyebabkan kota
berkembang secara fisik ke arah pinggiran kota.
Penggunaan lahan (land use) adalah pengaturan penggunaan lahan. Tata guna
lahan terdiri dari 2 (dua) unsur, yaitu : tata guna yang berarti penataan atau pengaturan
penggunaan, sumber daya manusia dan tanah yang berarti ruang, serta memerlukan
dukungan berbagai unsur lain seperti air, iklim, tubuh tanah, hewan, vegetasi, mineral,
dan sebagainya. Jadi secara prinsip dalam tata guna lahan diperhitungkan faktor
geografi budaya atau faktor geografi sosial dan faktor geografi alam serta relasi antara
manusia dengan alam (Jayadinata, 1999).
Menurut Arsyad (1989) penggunaan lahan dapat dikelompokan dalam dua
golongan besar yaitu penggunaan lahan pertanian dan penggunaan lahan bukan
pertanian. Penggunaan lahan bukan pertanian dapat berupa permukiman, industri,
rekreasi, pertambangan, dan lain-lain.
Analisis spasial dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan
data citra satelit merupakan pendekatan utama dalam mendeteksi serta memetakan
perubahan fungsi lahan. Metode seperti teknik overlay, klasifikasi citra, dan analisis
waktu diterapkan untuk memantau pola perubahan penggunaan lahan secara
berkelanjutan. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pemanfaatan SIG efektif
dalam mengidentifikasi area-area kritis yang mengalami konversi lahan secara cepat
dan mendukung pembuatan kebijakan pengendalian perubahan fungsi lahan.

D. Langkah – Langkah
1. Membuka GEE lalu memilih lat_ 6_7.
2. Pada bagian variable hapus roi, sawah, air, lahan, dan pohon lalu membuat roi baru
dengan cara memilih ikon pada praktek ini saya memilih ikon
digititasi untuk penggunaan lahan dan geometry untuk roi.
3. Membuat 5 layer yang terdiri dari roi, air, lahan terbangun, lahan terbuka, dan
tanaman dengan disesuaikan sesuai pada propertinya. Misal, untuk roi Import as
Geometry dan untuk penggunaan tanahnya Import as FeatureCollection untuk
propertynya di isi class dan Value disi angka berurutan dari 0.
4. Lalu melakukan pendigitan sesuai penggunaan, lalu run jangan lupa untuk
menyesuaikan dengan tahunnya dengan cara mengganti tahun pada bagian
filterDate. Pada praktek ini saya memilih tahun 2020 dan 2024.
5. Melakukan run pada pada kedua analisis tersebut, lalu menyimpan hasil dengan cara
run pada bagian Console lalu simpan melalui drive.
6. Selanjutnya membuka ArcGIS lalu memasukkan citra yang sudah disimpan dari
GEE.
7. Pada Citra klik kanan memilih properties lalu memilih symbology lalu memilih
Unique Values.

8. Lalu memilih search lalu memilih raster to polygon untuk mengubaah raster
menjadi polygon.
9. Mengclip kedua shp dengan dengan shp Administrasi Kecamatan Manggar agar
terbentuk dan sesuai.

10. Setelah menjadi polygon lalu mengklik kanan shp yang sudah menjadi poligon lalu
memilih Open Attribute Table dan tambahkan tabel dengan cara memilih Add field
sesuaikan text dan namakan tabel menjadi penggunaa tanah.
11. Menambahkan luas dengan cara menambahkan tabel terlebih dahulu dengan cara
Add field sesuaikan dengan double. Lalu keluarkan luasnya dengan cara calculate
geometry dengan disesuaikan dengan property Area dan Units Hectare (Ha).

12. Setelah melakukan dua Langkah diatas selanjutnya melakukan intersect pada shp
Manggar_2020 dan Manggar_2024 hal ini dilakukan untuk menemukan dan
menghasilkan fitur baru dari bagian geometri yang saling tumpang tindih (tumpang
tindih) antara dua atau lebih layer input.
13. Selanjutnya untuk menganalisis perubahan penggunaan tanah menjadikan tabel
menjadi excel dengan cara memilih search dan memilih Table to Excel pada shp
yang sudah di Intersect.

14. Lalu masuk ke excel lalu membuka file yang sebelumnya disimpan, melakukan
analisis dengan cara memilih Insert pada excel lalu memilih PivotChart dan
PivotTable
Penggunaan Jumlah Luas 2020 Jumlah Luas Total Jumlah Total Jumlah
Tanah 2024 2024 Luas 2020 Luas 2024

Air Lahan Lahan Tanaman Air Lahan Terbangun Lahan Tanaman


Terbangun Terbuka Terbuka
Air 70,00021805 147,4373908 252,4896568 267,8829553 390,0316688 129,1450849 361,2656227 337,54484 737,8102209 1217,987216
Lahan 122,3705343 453,4307094 609,4083125 554,861569 623,0091591 156,8950522 760,610277 3481,41335 1740,071125 5021,927833
Terbangun
Lahan Terbuka 150,2972611 754,5353102 551,0460208 821,8490223 1708,797048 1035,620002 589,9320378 5481,46876 2277,727614 8815,817849
Tanaman 125,2304046 544,7424117 785,5941422 387,631463 777,8440717 581,8840044 516,9878452 914,436031 1843,198421 2791,151952
Total 467,898418 1900,145822 2198,538132 2032,22501 3499,681947 1903,544144 2228,795783 10214,863 6598,807382 17846,88485
Keseluruhan

15. Setelah melakukan analisis lalu membuat layout pada peta.

E. Hasil dan Pembahasan 1. Hasil


1.1. Tabel Perubahan Penggunaan Tanah Manggar 2020 – 2024
No. Penggunaan Tanah Total Jumlah Luas Total Jumlah Luas 2024
2024 2020
1 Air 737,8102209 1217,987216
2 Lahan Terbangun 1740,071125 5021,927833
3 Lahan Terbuka 2277,727614 8815,817849
4 Tanaman 1843,198421 2791,151952
Total Keseluruhan 6598,807382 17846,88485

1.2. Peta Penggunaan Tanah Tahun 2020

1.3. Penggunaan Tanah Tahun 2024

2. Pembahasan
Pada tabel excel dijelaskan bahwa semua penggunaan tanah mengalami
perubahan yang signifikan dijelaskan dalam rincian berikut;
- Air dari 737,81022088 ha menjadi 1217,98721618227 disebabkan oleh
banyaknya aktivitas penambangan legal/illegal timah yang menjadi
banyaknya bekas – bekas tambang menjadi tailing/kolong.
- Lahan Terbangun dari 1740,07112528 ha menjadi 5021,92783337868 ha
Disebabkan terjadinya alih fungsi lahan karena terjadinya perkembangan
kepadatan penduduk, mobilitas dan Pembangunan infrastruktur didaerah
tersebut, yang menjadikan Sebagian besar lahan tersebut ialah
permukiman.
- Lahan Terbuka dari 2277,72761428 ha menjadi 8815,81784895831ha
Disebakan Sebagian besar untuk pembukaan lahan Perkebunan dan
pertanian.
- Tanaman dari 1843,19842147 ha menjadi 2791,15195193257 ha
disebabkan karena banyaknya vegetasi, bertambahnya Perkebunan, dan
bertambahnya pertanian.
F. Daftar Pustaka

Arsyad, S. 1989. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press, Bogor.


Jayadinata, J. T. (1999). Tata guna tanah dalam perencanaan pedesaan, perkotaan, dan wilayah. Penerbit
Itb.
Khadiyanto, P. (2005). Tata ruang berbasis pada kesesuaian lahan. Semarang: Universitas Diponegoro.
Lisdiyono, E. (2004). Penyimpangan Kebijakan Alih Fungsi Lahan Dalam Pelestarian Lingkungan
Hidup. Majalah Ilmiah Hukum dan Dinamika Masyarakat.
Modul Praktek Studio Analisis Rencana Tata Ruang dengan Sistem Informasi Geografis Berbasis Web
diakses Pada 06 November 2025
Untoro, H. H. (2006). Perubahan Fungsi Lahan Pertanian menjadi Non Pertanian di Kecamatan Godean.
Jurnal Pembangunan Wilayan & Kota, 8(4), 330-340.

Anda mungkin juga menyukai