A.
Tujuan
1. Taruna mampu dalam menggunakann Google Earth Engine sebagai
analisis data geospasial dalam skala besar
2. Taruna mampu menggunakan Google Earth Engine sebagai:
a. Analisis perubahan lahan
b. Perhitungan indeks vegetasi (NDVI, NDBI)
c. Klasifikasi tutupan lahan
d.
B. Alat dan Bahan
1. Laptop
2. Mouse
3. Web Google Earth Engine
4. ArcGIS
C. Dasar Teori
Google Earth Engine (GEE) merupakan platform komputasi
berbasis cloud yang dibuat khusus untuk menganalisis data geospasial dalam
skala besar. Platform ini mengintegrasikan katalog citra satelit dan berbagai
dataset geospasial berukuran multi-petabyte dengan kemampuan komputasi
terdistribusi milik Google Cloud. Dengan demikian, pengguna dapat
mengolah data dalam jumlah besar secara efisien tanpa harus memiliki
perangkat keras lokal yang berkapasitas tinggi (Engine, 2020).
Melalui GEE, pengguna bisa mengakses beragam data citra satelit
(misalnya Landsat, Sentinel, MODIS) serta data lingkungan lain yang sudah
tersedia secara terpusat. Aspek teknis seperti proyeksi, penskalaan, dan
komposisi data ditangani secara otomatis oleh sistem, sehingga pengguna
dapat lebih fokus pada analisis dan interpretasi hasil dibandingkan pada
proses teknis pengolahan data.
Struktur data inti dalam GEE meliputi:
1. Image, yaitu data raster atau citra satelit
2. Feature, berupa data vektor atau geometri
3. ImageCollection dan FeatureCollection, yakni kumpulan data
dengan jenis serupa
GEE juga menyediakan dua mode kerja: mode interaktif untuk
eksplorasi data skala kecil secara langsung, serta mode batch untuk
pemrosesan data besar dalam cakupan yang luas. Terdapat dua lingkungan
pemrograman utama yang bisa digunakan, yaitu editor kode berbasis web
dengan JavaScript dan API Python yang dapat terhubung dengan ekosistem
analisis data yang lebih luas.
Selain itu, GEE mendukung penerapan machine learning untuk
berbagai keperluan, seperti regresi, klasifikasi, segmentasi citra, hingga
evaluasi akurasi. Fasilitas visualisasi interaktif dan ekspor hasil ke berbagai
format serta layanan penyimpanan turut memudahkan penyebaran dan
penerapan hasil analisis pada beragam bidang
D. Langkah Kerja
ACARA 4 : KOMPOSIT CITRA
1. Membuka Web GEE lalu mengklik Get Started Pada pojok kanan atas
2. Melakukan register sesuai Langkah – Langkah yang sudah diberikan
3. Kemudian mengklik code editor pada menu overview ditampilan
connect
4. Membuka link yang sudah diberikan pada saat praktek oleh Astur yaitu
memuat Latihan 1,2,3,4, dan 5
5. Membuat folder baru dengan mengklik New lalu memilih File kemudian
nama sesuai yang diinginkan, nanti akan muncul di menu owner
6. Membuka Latihan 2, mengubah skala di map. Center object, lalu
mengubah bands SR_B5 menjadi SR_B6 (contohnya), Latihan lagii
7. Membuka Latihan 5, Membuat polygon pada “latihan5” untuk
menentukan batasan wilayah mendownload file dan dimasukkan ke
software Arcmap
8. Memasukkan file yang sudah didownload ke ArcGIS
ACARA 5: KLASIFIKASI TUTUPAN LAHAN
1. Mengerjakan Latihan Indeks Citra, lalu memilih run
2. Menyalin Pada nomor 21-26 Lalu menempel yang tadi sudah di
salin lalu Run, mengubah menjadi “B11” dan “B8” > “NDBI” >
“White, Red”, “NDBI”
3. mengubah menjadi “B3” dan “B8” > “NDVI_3” > “White, Blue” >
“NDWI”, mematikan layers “Kelas NDVI > Run
4. Membuka “latihan_klasifikasi_unsupervised2”, lalu run
5. Mematikan layers “Clusters” > Klik tanda pengaturan yang ada di
“Image”, untuk mengubah “1 band (Grayscale)” dan “Palette” >
Import
6. Mengklik “Tasks” untuk menyimpan data yang sudah diubah lalu
Run
7. Selanjutnya “lat_klasifikasi4” Membuat polygon, untuk menetukan
yang termasuk kedalam: a. Lahan Terbangun
b. Tanaman
c. Air
d. Lahan Terbuka
8. Lalu membuka ArcGIS, memasukkan file citra yang sudah
didownload
9. Mengubah sesuai warna
E. Hasil dan Pembahasan
1. Hasil
ACARA 4 : KOMPOSIT CITRA
ACARA 5: KLASIFIKASI TUTUPAN LAHAN
2. Pembahasan
Praktikum kali ini menggunakan Google Earth Engine (GEE)
dengan fokus pada pengubahan komposit citra terbaru serta pengamatan
hasil klasifikasi tutupan lahan. Secara umum, langkah-langkah
praktikum tidak terlalu sulit, namun kendala muncul pada kualitas
jaringan yang kurang stabil ketika melakukan proses perubahan
komposit citra. Setelah praktikum selesai, output yang diperoleh berupa
file berformat .shp yang kemudian akan diproses lebih lanjut
menggunakan ArcGIS.
F. Daftar Pustaka
Engine, G. E. (2020). Scale | Google Earth Engine | Google for Developers.
[Link]
Wahyunal, Y. (2022). Analisis tutupan lahan di daerah studi menggunakan Google
Earth Engine
[Link]. (2021). Analisis tutupan lahan dengan Google Earth Engine.